Tundukkan Pouille, Djokovic ke final Australia Terbuka

Melbourne (ANTARA News) – Novak Djokovic menundukkan Lucas Pouille dengan skor telak 6-0, 6-2, dan 6-2 di pertandingan semifinal tunggal putra Australia Terbuka, Jumat, sekaligus mengantarkannya ke final bertemu Rafa Nadal.
   
Juara dunia enam kali itu dalam performa terbaiknya saat menyelesaikan pertandingan melawan Pouille selama satu jam dan 23 menit, dengan memberi Pouille pengalaman brutal dalam skor tenis Grand Slam.
   
Sehari setelah Nadal menekuk Stefanos Tsitsipas dalam enam gim di semifinal, Djokovic mampu menyelesaikan pertandingan hanya dengan empat gim.
   
Ia menyerang secara presisi seperti mesin dan mematahkan serangan pemain Prancis unggulan ke-28 itu sebanyak tujuh kali, namun tidak terlihat dalam ancaman kebobolan break point.
   
Djokovic mengaku kesulitan mengingat apakah dia bermain lebih baik dari semifinal Melbourne sebelumnya.
   
“Ini jelas salah satu pertandingan terbaik yang pernah saya lakukan di turnamen ini. Semuanya berjalan seperti yang saya inginkan sebelum pertandingan,” kata Djokovic melansir Reuters, Jumat.
   
Perolehan skor menunjukkan pertandingan ini adalah semifinal paling dominan yang dilakukan Djokovic, yang mirip pada saat mengalahkan David Ferrer 6-2, 6-2, 6-1 di turnamen 2013.
   
Petenis Serbia ini hanya melakukan lima kesalahan, 22 lebih sedikit dari Pouille.
   
Pertaruhannya pada gelar Grand Slam ke-15 dan rekor ketujuh di Melbourne Park membawanya untuk bertemu Nadal di final Australia Terbuka pada hari Minggu.
   
Tujuh tahun lalu keduanya juga pernah bertemu di final dan berhasil menang atas Nadal dalam pertandingan epik lima jam 53 menit, final Grand Slam terpanjang dalam catatan.
   
“Itu (final 2012) adalah acara sekali seumur hidup dan mudah-mudahan hasilnya akan sama bagi saya,” katanya.

Baca juga: Djokovic pertahankan peringkat nomor wahid dunia

Baca juga: Menjelang final Australia Terbuka, Kvitova tumbuhkan rasa percaya diri

Baca juga: Final Australia Terbuka, Osaka bugar dan siap taklukkan Kvitova
 

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019