Daniil Medvedev melaju ke babak perempat final St Petersburg Open

Jakarta (ANTARA) – Petenis Rusia unggulan pertama Daniil Medvedev meraih kemenangan pada babak kedua turnamen St Petersburg Open dengan mengalahkan petenis senegaranya Evgeny Donskoy 7-5, 6-3, sehingga melaju ke babak perempat final di ajang tersebut,  Kamis.

Ini merupakan pertandingan pertama petenis peringkat empat dunia Daniil Medvedev sejak memaksa Rafael Nadal bermain lima set pada final turnamen US Open di New York 8 September lalu.

Petenis berusia 23 tahun ini sudah memenangi 20 dari 23 pertandingan pada turnamen-turnamen lapangan keras di Amerika Utara dan empat kali mencapai final secara berturut-turut, di Washington, Montreal, Cincinnati, dan New York.

Medvedev mencapai final Grand Slam pertamanya di US Open dan dalam prosesnya dia juga memastikan diri lolos untuk pertama kalinya ke ATP Finals. Turnamen penutup musim tersebut akan digelar di London pada 10-17 November mendatang.

Di St Petersburg, Daniil Medvedev pada pertandingan selanjutnya di perempat final akan menghadapi rekan senegaranya unggulan kelima Andrey Rublev, yang pada babak kedua mengalahkan petenis Lithuania Ricardas Berankis 6-4, 6-7 (5), 6-1.

Seperti dilaporkan laman ATP, Medvedev dan Rublev sebelumnya pernah bertemu awal tahun ini pada turnamen ATP Masters 1000 di Cincinnati. Medvedev saat itu menang dalam langkah dia meraih gelar pertama Masters 1000.

Pada pertandingan lain di St Petersburg, petenis Portugal Joao Sousa menumbangkan petenis unggulan kedua asal Rusia Karen Khachanov 7-6 (2), 6-4 untuk mencapai perempat final turnamen ATP 250 tersebut.

Joao Sousa yang berusia 30 tahun itu pada pertandingan selanjutnya akan menghadapi petenis Kazakhstan Mikhail Kukushkin, yang mengalahkan Damir Dzumhur dari Bosnia pada Rabu.

Petenis Italia Matteo Berrettini juga maju ke perempat final setelah mengalahkan petenis Spanyol Roberto Carballes Baena 6-1, 6-2 dalam waktu 56 menit.

Pada perempat final Berrettini yang berusia 23 tahun dan pada tahun ini sudah memenangi dua gelar ATP Tour akan menghadapi petenis Belarus Egor Gerasimov.

Perempat final lainnya di St Petersburg Open akan mempertemukan petenis unggulan keempat asal Kroasia Borna Coric dan petenis unggulan kedelapan asal Norwegia Casper Ruud.

Pewarta: Irwan Suhirwandi
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kiki Bertens tersingkir pada babak kedua Toray Pan Pacific Open

Jakarta (ANTARA) – Petenis unggulan kedua asal Belanda Kiki Bertens tersingkir pada babak kedua turnamen Toray Pan Pacific Open di Osaka, Jepang, Kamis, dikalahkan oleh petenis Rusia Anastasia Pavlyuchenkova 1-6, 5-7.

Petenis peringkat delapan dunia Kiki Bertens mengawali pertandingan dengan lambat dan tertinggal 0-4 pada set pertama setelah melakukan lima kali double fault dalam dua gim.

Bertens sempat bangkit dengan baik untuk berbagi angka dengan Pavlyuchenkova pada empat gim pertama set kedua, tapi kemudian dia kehilangan angka dari servisnya pada gim kelima setelah gagal membendung pukulan backhand mematikan yang dilepaskan lawannya itu.
  Kiki Bertens mengepalkan tangannya setelah mengalahkan Angelique Kerber pada pertandingan WTA Finals yang dimainkan di Singapura pada 22/10/2018. (Instagram/kikibertens)

Baca juga: Naomi Osaka raih kemenangan pertama di kota kelahirannya

Pavlyuchenkova mengonversi satu break point lainnya untuk merebut kemenangan ketiganya atas Bertens dalam 12 bulan terakhir. Dia melaju ke perempat final untuk menghadapi petenis Jepang Misaki Doi.

Pada pertandingan lain, unggulan ketiga Sloane Stephens, yang tidak pernah mencapai perempat final sejak French Open Mei lalu, juga harus pulang lebih awal setelah ditundukkan petenis Italia Camila Giorgi 0-6, 3-6.

Meskipun hanya mendaratkan 38 persen servis pertamanya dalam pertandingan itu, petenis bukan unggulan Giorgi memanfaatkan peluang saat bermain dan memenangi delapan gim pertama.

Petenis peringkat satu Italia tersebut mencatat 23 winner dan 21 unforced error untuk membukukan tempat di perempat final ketiganya dalam enam turnamen terakhir dia dan akan menghadapi petenis Belgia Elise Mertens, demikian dilaporkan Reuters.

Baca juga: Madison Keys ke babak kedua Toray Pan Pacific Open

Pewarta: Irwan Suhirwandi
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mikhail Kukushkin ke perempat final St Petersburg Open

Jakarta (ANTARA) – Petenis unggulan keenam asal Kazakhstan Mikhail Kukushkin melangkah ke perempat final turnamen St Petersburg Open setelah meraih kemenangan dua set langsung pada babak kedua, Rabu.

Petenis peringkat 57 dunia Kukushkin yang menjadi juara St Petersburg pada 2010 pada babak kedua menyingkirkan juara 2017 Damir Dzumhur dari Bosnia 7-6 (2), 6-2 dalam waktu satu jam 41 menit, demikian dilaporkan laman resmi ATP.

Lawan Kukushkin pada perempat final nanti adalah pemenang pertandingan babak kedua lainnya antara unggulan kedua Karen Khachanov dari Rusia dan Joao Sousa yang baru akan bertanding pada Kamis.

Sebelumnya, Joao Sousa yang asal Portugal pada babak pertama mengalahkan petenis Slowakia Jozef Kovalik dengan skor 6-2, 6-3, sementara Khachanov langsung tampil di babak kedua setelah mendapat bye.

Satu tempat lainnya di perempat final direbut petenis kualifikasi asal Belarus Egor Gerasimov, yang pada babak kedua menjungkalkan unggulan ketujuh dari Prancis Adrian Mannarino 6-3, 6-1.

Pada pertandingan lain di babak pertama, petenis berusia 20 tahun Casper Ruud dari Norwegia meraih kemenangan pertamanya pada turnamen indoor ATP Tour setelah mengalahkan petenis Kazakhstan Alexander Bublik 6-7 (3), 6-4, 6-2.

Lawan Ruud di babak kedua nanti adalah Salvator Caruso, yang meraih kemenangan 2-6, 6-3, 6-3 dalam pertarungan sesama petenis Italia dengan Thomas Fabbiano.

Unggulan pertama Daniil Medvedev asal Rusia yang finalis US Open baru akan memainkan pertandingan babak kedua Kamis ini melawan petenis senegaranya yang mendapat wild card Evgeny Donskoy.

Pertandingan nanti akan menjadi pertandingan pertama bagi Daniil Medvedev setelah kekalahannya dari petenis Spanyol Rafa Nadal pada final turnamen US Open di New York pada 8 September lalu.

Baca juga: Andrey Rublev kerja keras ke babak kedua St Petersburg Open

Baca juga: Menang dua kali, Pliskova mulus ke semifinal Zhengzhou

Pewarta: Irwan Suhirwandi
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Naomi Osaka raih kemenangan pertama di kota kelahirannya

Jakarta (ANTARA) – Petenis unggulan pertama Naomi Osaka meraih kemenangan pertama di kota kelahirannya setelah mengalahkan petenis kualifikasi asal Bulgaria Viktoriya Tomova 7-5, 6-3 pada Rabu, sekaligus membukukan tempat di perempat final turnamen Toray Pan Pacific Open yang tahun ini diselenggarakan di Osaka, Jepang.

Petenis putri peringkat empat dunia itu sedang memburu gelar juara Toray Pan Pacific Open pertamanya setelah menempati posisi kedua pada turnamen 2016 dan tahun lalu, saat turnamen level Premier itu digelar di Tokyo.

“Saya sangat gugup bermain pada pertandingan pertama ini, karena saya merasa seperti sangat ingin menang. Setelah saya menang, saya merasa lega, dan juga saya kira senang dengan bagian-bagian tertentu permainan saya,”kata Osaka kepada pers seperti dilansir laman resmi WTA.

“Saya selalu merasa lebih baik di sini. Tentu saja, akan selalu ada perasaan tertekan, tapi bagi saya, saya tidak merasakan tekanan dari kota tempat saya berada. Saya merasakan tekanan dari posisi saya – dari saya, bukan dari lokasi. Jadi itu tidak pernah menjadi sebuah faktor bagi saya,” kata Osaka.

Setelah awal pertandingan yang menantang di mana dia dua kali kehilangan angka dari servisnya, Osaka akhirnya bangkit untuk meraih kemenangan atas petenis peringkat 181 itu setelah bertanding selama satu setengah jam.

Mantan petenis nomor satu dunia itu mencatat 40 winner, termasuk 13 ace yang keras, 27 unforced error, dan mengonversi lima dari delapan break point.

Pada perempat final nanti, Osaka berpotensi menghadapi petenis yang sedang dalam penampilan bagus Yulia Putintseva. Tapi Putintseva yang asal Kazakhstan itu harus lebih dulu mengalahkan petenis kualifikasi asal Rusia Varvara Flink pada babak kedua yang baru akan dipertandingkan Kamis.

Jika bertemu Putintseva, Osaka kemungkinan akan menghadapi tugas berat karena dari tiga pertemuannya, Osaka selalu menelan kekalahan, termasuk di lapangan rumput Wimbledon dan Birmingham awal tahun ini.

Baca juga: Naomi Osaka putus hubungan dengan Jenkins

Baca juga: Naomi Osaka berusaha “move on” setelah tersingkir di US Open

Pewarta: Irwan Suhirwandi
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Andrey Rublev kerja keras ke babak kedua St Petersburg Open

Jakarta (ANTARA) – Petenis Rusia Andrey Rublev harus bekerja keras untuk maju ke babak kedua turnamen St Petersburg Open pada Selasa, setelah bangkit dari kekalahan set pertama untuk mengalahkan petenis Belarus Ilya Ivashka 4-6, 6-0, 6-4.

Bermain untuk pertama kalinya sejak mencapai babak keempat US Open, petenis unggulan kelima Rublev merebut tiga gim beruntun setelah tertinggal 3-4 pada set ketiga untuk memperbaiki rekor menang-kalahnya menjadi 23-14 pada turnamen level Tour tahun ini, demikian dilaporkan laman resmi ATP.

Baca juga: Kyrgios dipaksa angkat koper lebih cepat oleh Rublev

Baca juga: Nadal ke semifinal AS Terbuka setelah “sekolahi” Rublev

Setelah berhasil menghindari kekalahan ketiganya pada babak pertama turnamen ATP 250, Rublev maju ke babak selanjutnya untuk menghadapi Ricardas Berankis untuk memperebutkan satu tempat di delapan besar.

Berankis yang asal Lithuania memenangi 81 persen poin servis pertamanya untuk mengalahkan Dudi Sela 6-3, 6-0 dalam waktu 60 menit.

Pertandingan nanti akan menjadi pertemuan pertama Berankis melawan Rublev, yang menjungkalkan Roger Federer di Cincinnati dan petenis Yunani Stefanos Tsitsipas di Flushing Meadows.

Pada pertandingan lain, petenis yang baru pertama kali tampil di St Petersburg Roberto Carballes Baena mengalahkan juara 2012 Martin Klizan asal Slowakia dengan skor 6-2, 7-5 untuk melaju ke babak kedua.

Petenis berusia 26 tahun asal Spanyol itu menjadi pemain kedua yang mengalahkan Klizan dalam 11 pertandingan di St Petersburg setelah bertanding selama 89 menit. Dia mengonversi lima dari delapan break point.

Pada pertandingan selanjutnya Carballes Baena akan menghadapi semifinalis US Open Matteo Berrettini dari Italia untuk memperebutkan satu tempat di perempat final.

Petenis Rusia Evgeny Donskoy akan menghadapi rekan senegaranya yang menjadi unggulan pertama Daniil Medvedev pada babak kedua. Petenis 29 tahun itu mengalahkan petenis Italia Matteo Viola 6-2, 6-1.
 

Pewarta: Irwan Suhirwandi
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Madison Keys ke babak kedua Toray Pan Pacific Open

Jakarta (ANTARA) – Petenis unggulan kelima asal Amerika Serikat Madison Keys melangkah ke babak kedua turnamen Toray Pan Pacific Open seusai mengalahkan petenis Rusia Dari Kasatkina dalam pertandingan babak pertama di Osaka, Jepang, Selasa.

Hasil itu sekaligus menajamkan rekor tidak terkalahkan Keys dalam enam pertemuan melawan Kasatkina. Keys, yang kini menempati peringkat 16 dunia, menundukkan petenis urutan 40 Kasatkina dalam waktu 75 menit untuk meraih kemenangan pertamanya dalam turnamen level Premier sejak melakukan debutnya pada 2013.

Baca juga: Madison Keys juara Cincinnati Masters

“Saya merasa senang. Saya selalu agak gugup menghadapi pertandingan pertama saya,” kata Keys setelah pertandingan usai seperti dikutip laman resmi WTA.

“Selalu sulit untuk keluar dari sana dan mengeluarkan semua ketegangan. Saya memulai pertandingan dengan sedikit lambat tapi saya sangat senang mendapatkan kemenangan ini,” ujarnya menambahkan.

Petenis AS itu tampil agresif selama pertandingan dengan mencatat mencatat 24 winner dibanding 4 kali yang dilakukan Kasatkina. Keys melakukan 30 unforced error, tapi Kasatkina juga melakukan 17 kesalahan sendiri, termasuk tujuh double fault. Namun Keys berhasil mengkonversi enam dari sepuluh break point untuk mempertahankan keunggulannya pada akhir setiap set.

“Bagi saya, kuncinya adalah pada akhir set pertama dan lebih lagi pada set kedua, saat servis saya semakin bagus. Itulah bagian besar kemenangan hari ini,” kata Keys.

Baca juga: Keys juarai Charleston setelah taklukkan Wozniacki

Keys maju ke babak kedua untuk menghadapi petenis kualifikasi Zarina Diyas dari Kazakhstan, yang menumbangkan juara Olimpiade 2016 Monica Puig dua set langsung pada Senin.

Pada satu-satunya pertemuannya melawan Diyas, Keys mencatat kemenangan pada pertandingan pada babak pertama Australia Open 2016.

Baca juga: Rybakina tembus peringkat 50 besar, Barty tetap nomor satu dunia

Baca juga: Karolina Pliskova lolos ke WTA Finals di Shenzhen

Pewarta: Irwan Suhirwandi
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Terpaut satu gelar, Federer tak merasa terancam Nadal

Jakarta (ANTARA) – Roger Federer tidak merasa terancam ataupun tertekan dengan koleksi gelar Grand Slam rivalnya, Rafael Nadal yang kini semakin dekat dengan rekor yang dimilikinya, ungkap pelatih Federer, Severin Luthi.

Petenis berusia 38 tahun asal Swiss itu di awal tahun ini unggul tiga gelar daripada Nadal. Namun sang petenis Spanyol itu tahun ini menambah dua gelar dari French Open dan US Open.

Dengan demikian, secara keseluruhan Nadal sudah mengumpulkan 19 gelar grand slam, yaitu 12 gelar di Roland Garros, satu titel di Australia Open, dua di Wimbledon, dan empat di US Open.

Terpaut satu gelar, Nadal belum pernah mendekati raihan Federer, yang masih menjadi petenis dengan gelar grand slam terbanyak, seperti sekarang ini.

Baca juga: Nadal raih gelar Grand Slam ke-19 dan dekati rekor Federer

Baca juga: Nadal samakan total kemenangan “Big Title” Djokovic dan Federer

“Tidak. Saya rasa dia tidak merasa tertekan (dengan Nadal yang bisa menyamai rekornya),” kata Luthi seperti dikutip Reuters.

“Dia fokus dengan dirinya sendiri. Dia sangat menghargai Nadal dan dia sadar apa pentingnya mempunyai banyak gelar. Saya tidak melihat dia tertekan. Dia tidak akan benar-benar hancur jika Nadal bisa meraih 20 gelar.”

Luthi yang sudah melatih Federer sejak 2007 itu mengatakan seharusnya para penggemar tenis bisa menikmati permainan dua petenis hebat itu daripada berambisi dan menduga-duga siapa di antara mereka berdua yang lebih unggul dan mengumpulkan lebih banyak gelar Grand Slam.

Sementara itu, Nadal pun tak ingin terlalu ngotot untuk bisa menyamai rekor Federer. Ia mengakui bahwa ia tidak mengejar rekor, tetapi ia termotivasi oleh kecintaannya pada tenis.

“Saya bermain tenis karena saya mencintainya. Saya bermain untuk bergembira,” kata Nadal.

“Saya akan senang menjadi orang yang memiliki lebih banyak (gelar), tetapi saya benar-benar percaya bahwa saya tidak akan lebih bahagia atau kurang bahagia jika itu tidak terjadi.”

Baca juga: “The Big Three” meriahkan ATP Cup perdana di Australia

Baca juga: Fakta perjalanan karir Rafael Nadal
 

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rybakina tembus peringkat 50 besar, Barty tetap nomor satu dunia

Jakarta (ANTARA) – Keberhasilan petenis putri Kazakhstan Elena Rybakina ke final turnamen di Nanchang, China, akhir pekan lalu, membawa dia untuk pertama kalinya menembus peringkat 50 besar dunia, sementara petenis Australia Ashleigh Barty masih bertahan sebagai nomor satu dunia.

Dalam daftar peringkat WTA terbaru yang dikeluarkan pada Senin, petenis kelahiran Rusia Rybakina naik 20 tingkat ke peringkat 49 dunia yang merupakan peringkat tertinggi selama kariernya.

Petenis berusia 20 tahun itu menumbangkan unggulan keenam Viktorija Glolubic dalam penampilannya yang mengesankan pada turnamen di Nanchang itu, sebelum akhirnya dikalahkan Rebecca Peterson pada final.

Peterson yang asal Swedia yang menjadi juara pada turnamen itu berada tiga tingkat di bawah Rybakina setelah keberhasilannya mengangkat trofi pada turnamen itu menaikkan dia 26 tingkat ke peringkat 52 dunia.

Dalam daftar peringkat WTA terbaru tidak ada perubahan dalam 25 peringkat teratas saat para petenis papan atas mengambil waktu untuk beristirahat setelah bertarung di US Open.

Petenis Australia Ashleigh Barty masih bertahan di posisi nomor satu dunia, tapi keunggulan poinnya didekati oleh peringkat kedua Karolina Pliskova yang menjadi juara pada turnamen Zhengzhou Open. Pliskova yang asal Ceko itu juga dipastikan menjadi petenis kedua yang lolos ke turnamen WTA Finals di Shenzhen.

Berikut ini daftar peringkat 10 teratas petenis putri seperti disiarkan laman resmi WTA:

1. Ashleigh Barty (Australia)
2. Karolina Pliskova (Republik Ceko)
3. Elina Svitolina (Ukraina)
4. Naomi Osaka (Jepang)
5. Bianca Andreescu (Kanada)
6. Simona Halep (Rumania)
7. Petra Kvitova (Republik Ceko)
8. Kiki Bertens (Belanda)
9. Serena Williams (AS)
10. Belinda Bencic (Swiss)

Baca juga: Ferro menang di Lausanne, Rybakina juara di Bucharest

Baca juga: Unggulan kedua Barty disingkirkan Wang di US Open

Pewarta: Irwan Suhirwandi
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Federer akan jadi ujian pertama Murray di ATP Cup

Jakarta (ANTARA) – Roger Federer akan menjadi ujian pertama bagi Andy Murray pada awal musim depan, setelah Swiss diundi untuk menghadapi Britania Raya pada fase grup turnamen yang baru pertama kali digelar ATP Cup.

Mantan petenis nomor satu dunia Murray hanya memainkan sedikit pertandingan tunggal sejak menjalani operasi pada pangkal paha awal tahun ini, tapi dia lolos untuk turnamen yang berbasis negara itu dengan peringkat yang diproteksi.

Pada pekan lalu Murray mengatakan bahwa dia membutuhkan empat hingga lima bulan untuk mengimbangi kecepatan para pesaing lamanya Federer dan Rafa Nadal, dan dengan ATP Cup akan dimulai pada 3 Januari mendatang, akan banyak pekerjaan yang harus dihadapi Murray.

Seperti dilaporkan Reuters, Swiss dan Britania juga akan bertemu Belgia di Grup C di Sydney, seperti terungkap dalam acara pengundian turnamen itu di kota yang sama pada Senin.

Sebanyak 24 tim nasional akan bermain dalam enam grup yang masing-masing terdiri dari empat tim dengan menggunakan format round-robin. Para juara di grup masing-masing dan dua peringkat kedua terbaik dari keseluruhan grup, berhak maju ke ATP Cup Finals yang akan berlangsung di Sydney.

Sejauh ini sudah 18 tim yang lolos ke turnamen tersebut, dengan tuan rumah Australia juga menerima satu tempat.

Lima tim tersisa akan diumumkan setelah jendela kualifikasi kedua ditutup pada November mendatang.

Juara US Open Nadal akan mengawali turnamen tersebut di kota lain di negara itu, dengan Spanyol diundi bersama Jepang dan Georgia di Grup B yang akan berlangsung di Perth.

Juara Grand Slam 19 kali Nadal kemungkinan akan bertemu dengan petenis Jepang peringkat delapan dunia Kei Nishikori pada nomor tunggal.

Petenis nomor satu dunia Novak Djokovic mewarnai Grup B saat dia bermain untuk Serbia, yang akan bertemu Prancis dan Afrika Selatan di Brisbane.

Petenis muda Rusia Daniil Medvedev, yang pada final US Open dikalahkan Nadal, akan bermain di Grup D untuk Rusia melawan Amerike Serikat dan Italia.

Grup F terdiri dari Jerman, Yunani, Kanada, dan Australia, yang akan berlangsung di Brisbane dan menghadirkan para pemain muda berbakat.

Petenis Jerman peringkat enam dunia Alexander Zverev kemungkinan tampil pada nomor tunggal bersama petenis muda Yunani Stefanos Tsitsipas, dan petenis Australia Nick Kyrgios.

Berikut ini hasil undian pembagian grup ATP Cup:

Grup A – Serbia, Prancis, Afrika Selatan (Brisbane)

Grup B – Spanyol, Jepang, Georgia (Perth)

Grup C – Swiss, Belgia, Britania Raya (Sydney)

Grup D – Rusia, Italia, Amerika Serikat (Perth)

Grup E – Austria, Kroasia, Argentina (Sydney)

Grup F – Jerman, Yunani, Kanada, Australia (Brisbane)

Baca juga: “The Big Three” meriahkan ATP Cup perdana di Australia

Baca juga: Federer beberkan cederanya di perempat final US OpenBaca juga: Rafael Nadal bikin Federer tunda rencana pensiun

Pewarta: Irwan Suhirwandi
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Karolina Pliskova lolos ke WTA Finals di Shenzhen

Selalu menjadi tujuan saya lolos ke WTA Finals

Jakarta (ANTARA) – Petenis putri peringkat dua dunia Karolina Pliskova menjadi pemain tunggal kedua yang dipastikan lolos ke turnamen penutup musim WTA Finals di Shenzhen, setelah petenis nomor satu dunia Ashleigh Barty, kata WTA Tour, Senin.

Petenis Ceko berusia 27 tahun itu menjuarai turnamen yang baru pertama kali digelar Zhengzhou Open pada Minggu, yang menambah perolehan gelar yang dia raih di Brisbane, Roma, dan Eastbourne.

Pliskova akan tampil untuk keempat kalinya pada turnamen WTA Finals yang akan berlangsung pada 27 Oktober hingga 3 November yang menawarkan total hadiah uang 14 juta dolar AS.

Baca juga: Pliskova tundukkan Martic untuk juara di Zhengzhou
  Petenis Ceko Karolina Pliskova membawa pialanya usai mengalahkan petenis Jerman Angelique Kerber pada babak final turnamen tenis WTA Premier Eastbourne Internasional di Devonshire Park, Eastbourne, Inggris, Sabtu (29/6/2019). ANTARA FOTO/Reuters/Andrew Couldridge/djo/AWW

“Selalu menjadi tujuan saya lolos ke WTA Finals, dan saya bangga dapat melakukannya untuk keempat kalinya. Saya sangat menantikan berkompetisi dengan para pemain terbaik musim ini,” kata Pliskova dalam laman resmi WTA, seperti dikutip Reuters.

Pliskova yang memiliki servis keras tersebut mencapai semifinal pada dua edisi terakhir turnamen yang saat itu digelar di Singapura. Dia dikalahkan oleh petenis yang akhirnya menjadi juara turnamen itu Caroline Wozniacki pada 2017 dan runner up Sloane Stephens tahun lalu.

Turnamen WTA Finals akan diikuti delapan pemain terbaik dunia yang akan berkompetisi dalam format round robin, dengan sang pemenang akan membawa pulang Billie Jean King Trophy.

Baca juga: Pliskova bidik peringkat satu

Baca juga: Pliskova tumpas Kerber untuk juarai Eastbourne International

Pewarta: Irwan Suhirwandi
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

ATP Cup 2020, Djokovic main di Brisbane dan Nadal di Perth

Jakarta (ANTARA) – Petenis nomor satu dunia Novak Djokovic akan mengawali musim kompetisi 2020 di Brisbane, Rafael Nadal di Perth dan Roger Federer di Sydney, setelah dilakukan pengundian untuk ATP Cup, event tenis beregu dunia yang baru, Senin.

Kejuaraan tersebut, yang akan dilaksakan 3-12 Januari menjelang Grand Slam pertama Australia Open di Melbourne, akan diikuti 24 negara yang terbagi dalam enam grup di Sydney, Brisbane dan Perth.

Baca juga: “The Big Three” meriahkan ATP Cup perdana di Australia

Delapan tim — dengan masing-masing pemain hingga lima orang — akan dihasilkan dari babak round-robin untuk bertanding pada fase sistem gugur di Sydney hingga tersisa satu.

Sebagian besar dari 30 petenis putra peringkat teratas akan ambil bagian, dengan bentuk pertandingan terdiri atas dua tunggal dan satu ganda.

Pada pengundian di Sydney, tim Djokovic, Serbia, akan beradu dengan Prancis, Afrika Selatan, Jerman, Yunani, Kanada dan Australia yang mendapat wildcard, di Brisbane.
  Petenis Serbia Novak Djokovic mengunyah rumput lapangan setelah mengalahkan petenis Swiss Roger Federer di final tunggal putra Kejuaraan Tenis Wimbledon di London, Inggris, Minggu (6/7). Djokovic menjadi juara Wimbledon setelah mengalahkan Federer 6-7, 6-4, 7-6, 5-7, 6-4. (ANTARA FOTO/REUTERS/Suzanne Pl)

Tim Nadal Spanyol akan menghadapi Jepang, Georgia, Rusia, Italia dan Amerika Serikat di Perth, sementara tim Federer Swiss bertemu Belgia, Austria, Kroasia, Argentina dan Inggris yang dipimpin Andy Murray.

Lima negara terakhir dalam klasemen ATP Cup, berdasarkan peringkat dari pemain tunggal nomor satu mereka, akan ditentukan pada tenggat entri kedua pada 13 November.

Turnamen baru yang mengawali tahun depan itu menawarkan hadiah uang 22 juta dolar Australia (15 juta dolar AS) dan maksimal 750 poin ranking ATP untuk tunggal dan 250 untuk ganda.

Baca juga: Hopman Cup tetap akan berlanjut, Perth tuan rumah ATP Cup

Kejuaraan itu digelar sesudah Davis Cup yang diubah, yang diselenggarakan oleh Federasi Tenis Internasional pada November, dengan mengumpulkan 18 negara dalam satu tempat selama sepekan pada akhir musim kompetisi 2019.

Berikut ini hasil pengundian ATP Cup seperti disiarkan AFP:

Grup A (Brisbane) – Serbia, Prancis, Afrika Selatan +1 (akan diumumkan kemudian).

Grup B (Perth) – Spanyol, Jepang, Georgia +1 (akan diumumkan kemudian).

Grup C (Sydney) – Swiss, Belgia, Inggris +1 (akan diumumkan kemudian).

Grup D (Perth) – Russia, Italia, AS +1 (akan diumumkan kemudian).

Grup E (Sydney) Austria, Kroasia, Argentina +1 (akan diumumkan kemudian).

Grup F (Brisbane) – Jerman, Yunani, Kanada, Australia

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rayakan kemenangan Andreescu, PM Trudeau: ia inspirasi bagi Kanada

Jakarta (ANTARA) – Bianca Andreescu mengalahkan Serena Williams pada final US Open 2019 untuk menjadi petenis Kanada pertama yang memenangi nomor tunggal Grand Slam, diparadekan di kota asalnya, Mississauga, Minggu waktu setempat.

Perdana Menteri (PM) Justin Trudeau, yang turut hadir di tengah kampanye untuk periode keduanya, mengatakan bahwa Andreescu adalah inspirasi bagi warga Kanada.

“Ia inspirasi bagi semua warga Kanada tua dan muda, tapi sejujurnya, terutama inspirasi bagi anak-anak muda Kanada karena ia menunjukkan bahwa kaum muda bisa melakukan apa saja,” kata Trudeau.

Baca juga: Andreescu gulingkan Serena untuk juarai US Open

Baca juga: Andreescu dijadikan nama jalan di Mississauga Kanada

Sementara Andreescu di hadapan ratusan orang yang berkumpul merayakan pencapaiannya, mengaku bahwa ia sangat diberkati.

“Saya tidak sampai di sini dalam semalam. Banyak kerja keras dan keringat di dalamnya, banyak turun naik,” ujar Andreescu seperti dikutip AFP, Senin.

Bonnie Crombie, Wali Kota Mississauga, kota di pinggiran Toronto, menjadikan Andreescu kunci kota tersebut.

Kemenangan menakjubkan Andreescu 6-3, 7-5 di Flushing Meadows menggagalkan Williams untuk menyamai rekor meraih gelar ke-24 Grand Slam.

Dalam satu tahun ia naik dari urutan 200-an pada peringkat dunia ke posisi kelima, yang tertinggi sepanjang karirnya.

Baca juga: Catatan Andreescu, dari peringkat 208 hingga kampiun US Open

Keberhasilannya menjadi sumber kebanggaan berikutnya bagi fans olahraga Kanada, yang sudah menyaksikan Toronto Raptors meraih kemenangan pada NBA Juni lalu.

Slogan Raptors “We the North” telah ditransformasikan bagi Andreescu menjadi “She the North”.

“Saya sangat senang saya tidak pernah menyerah karena sata tidak akan berdiri di sini dengan semuanya,” kata Andreescu. “Jika saya bisa melakukannya, jika Serena bisa melakukannya, jika Roger (Federer) bisa melakukannya, jika Raptors bisa melakukannya, maka Anda juga bisa.”

Baca juga: Reaksi publik atas sukses Andreescu juarai Grand Slam

Baca juga: Lima angka penting dalam final putri US Open
 

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pliskova tundukkan Martic untuk juara di Zhengzhou

Jakarta (ANTARA) – Unggulan teratas Karolina Pliskova menjuarai tunggal putri Zhengzhou Open yang baru pertama kali digelar setelah menundukkan unggulan ketujuh Petra Martic 6-3, 6-2 dalam pertandingan yang berlangsung selama satu jam 36 menit di China, Minggu.

Menurut laman resmi WTA, pertandingan sempat dihentikan sementara karena diguyur hujan deras.

Meskipun demikian, Pliskova seolah menjadi pelangi yang muncul setelah hujan karena berhasil membukukan tujuh ace dan memenangi 12 dari 15 gim berikutnya.

Sebelumnya, Pliskova pernah empat kali kalah melawan petenis Kroasia itu dari total lima pertemuan mereka, termasuk kalah pada putaran ketiga Roland Garros tahun ini.

Begitu pun dengan duel hari ini di mana Martic sempat dominan dan unggul 2-0 pada awal pertandingan.

Namun pada pertengahan gim ketiga, keadaan mulai berbalik. Martic selalu gagal mengorvensi servisnya menjadi poin. Pliskova pun menggunakan kesempatan itu untuk melepaskan tiga winner.

Baca juga: Menang dua kali, Pliskova mulus ke semifinal Zhengzhou

Selanjutnya, pada gim ketujuh, Pliskova mematahkan servis lawan dengan forehand yang tidak mampu diatasi Martic.

Permainan peraih gelar juara di Brisbane dan Roma itu semakin sulit dibendung oleh lawannya.

Bahkan hingga memasuki gim kelima set kedua, Martic belum juga mampu membalikkan situasi. Setiap pukulan groundstroke Martic berhasil dipatahkan oleh Pliskova yang bermain konsisten hari itu.

Peraih gelar juara di Istanbul itu semakin jauh tertinggal. Pliskova berhasil menyelamatkan match point pertama menjadi kemenangan saat pukulan forehand-nya gagal dikembalikan lawan.

Atas kemenangannya itu, Pliskova telah mengumpulkan empat gelar dari tournya pada musim 2019, dan ini merupakan gelar pertamanya dalam sebuah laga premier.

Baca juga: Martic akan hadapi Pliskova di final Zhengzhou Open

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ketua Pelti upayakan perbanyak jam terbang bagi Ari Fahresi

Jakarta (ANTARA) – Ketua umum Pengurus Pusat Persatuan Lawn Tenis Indonesia (PP Pelti) Rildo Anwar berjanji memperbanyak jam terbang bagi para petenis muda.

“Kita juga gak nyangka permainan dia (Ari Fahresi) sehebat tadi. Untuk itu kita perbanyak lagi jam terbang, mengikuti pertandingan di luar atau kita adakan lagi untuk yang tingkat nasional,” kata Rildo dalam konferensi pers setelah pertandingan putaran 1 Piala Davis Grup 2 zona Asia/Oseania melawan Selandia Baru di Stadion Tenis GBK, Jakarta, Minggu.

Dalam dua hari penyelenggaraan laga Indonesia melawan Selandia Baru, petenis belia Ari menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang mengukir kemenangan.

Dalam pertandingan terakhir yang berlangsung pada Minggu, Ari mampu mengandaskan perlawanan Ajeet Rai dan mendulang kemenangan 6-3, 2-6, 10-7.

Tiga pertandingan lainnya berakhir dengan kekalahan bagi Indonesia. Mochamad Rifqi Fitriadi takluk 6-7 (6-8), 3-6 dari Ajeet, David Susanto menyerah 6-3, 4-6, 0-6 dari Rheet Purcel. Sedangkan pasangan ganda David/Anton Susanto kalah 0-6, 2-6 dari Marcus Daniel/Michael Venus.

Rildo menambahkan bahwa kendala bagi Ari untuk dapat lebih banyak tampil di turnamen tenis luar negeri adalah ia belum memiliki poin yang cukup, sehingga jika bermain pada turnamen dalam negeri petenis asal Madura itu bisa mendapatkan wildcard.

Rildo menambahkan bahwa susunan tunggal dan ganda untuk ajang SEA Games 2019 dan playoff Grup 2 Piala Davis Maret mendatang masih akan dievaluasi lagi.

Untuk komposisi tim SEA Games, Rildo mengatakan tim ini dapat dipastikan berangkat ke Filipina. Sedangkan untuk playoff Piala Davis, komposisi tersebut masih dapat dirombak ulang.

Baca juga: Tampil tanpa beban, Ari Fahresi selamatkan wajah Indonesia

Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ketua Pelti upayakan jam terbang bagi Ari Fahresi

Jakarta (ANTARA) – Ketua umum Pengurus Pusat Persatuan Lawn Tenis Indonesia (PP Pelti) Rildo Anwar berjanji memperbanyak jam terbang bagi para petenis muda.

“Kita juga gak nyangka permainan dia (Ari Fahresi) sehebat tadi. Untuk itu kita perbanyak lagi jam terbang, mengikuti pertandingan di luar atau kita adakan lagi untuk yang tingkat nasional,” kata Rildo dalam konferensi pers setelah pertandingan putaran 1 Piala Davis Grup 2 zona Asia/Oseania melawan Selandia Baru di Stadion Tenis GBK, Jakarta, Minggu.

Dalam dua hari penyelenggaraan laga Indonesia melawan Selandia Baru, petenis belia Ari menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang mengukir kemenangan.

Dalam pertandingan terakhir yang berlangsung pada Minggu, Ari mampu mengandaskan perlawanan Ajeet Rai dan mendulang kemenangan 6-3, 2-6, 10-7.

Tiga pertandingan lainnya berakhir dengan kekalahan bagi Indonesia. Mochamad Rifqi Fitriadi takluk 6-7 (6-8), 3-6 dari Ajeet, David Susanto menyerah 6-3, 4-6, 0-6 dari Rheet Purcel. Sedangkan pasangan ganda David/Anton Susanto kalah 0-6, 2-6 dari Marcus Daniel/Michael Venus.

Rildo menambahkan bahwa kendala bagi Ari untuk dapat lebih banyak tampil di turnamen tenis luar negeri adalah ia belum memiliki poin yang cukup, sehingga jika bermain pada turnamen dalam negeri petenis asal Madura itu bisa mendapatkan wildcard.

Rildo menambahkan bahwa susunan tunggal dan ganda untuk ajang SEA Games 2019 dan playoff Grup 2 Piala Davis Maret mendatang masih akan dievaluasi lagi.

Untuk komposisi tim SEA Games, Rildo mengatakan tim ini dapat dipastikan berangkat ke Filipina. Sedangkan untuk playoff Piala Davis, komposisi tersebut masih dapat dirombak ulang.

Baca juga: Tampil tanpa beban, Ari Fahresi selamatkan wajah Indonesia

Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tim Piala Davis Indonesia dikalahkan Selandia Baru

Petenis Indonesia Ari Fahresi mengembalikan bola ke arah petenis Selandia Baru Ajeet Rai dalam nomor tunggal putra Piala Davis Grup II Zona Asia/Oseania di Stadion Tenis Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (15/9/2019). Indonesia kalah dari Selandia Baru 1-3. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/pras.

Tampil tanpa beban, Ari Fahresi selamatkan wajah Indonesia

Jakarta (ANTARA) – Ari Fahresi tampil tanpa beban untuk menyelamatkan wajah Indonesia dalam pertandingan Piala Davis melawan Selandia Baru yang berlangsung di Stadion Tenis GBK, Jakarta, Minggu.

Petenis muda ini sukses mengukir kemenangan 6-3, 2-6, 10-7 atas Ajeet Rai. Kemenangan ini membuat Indonesia menutup laga putaran pertama Piala Davis Grup 2 zona Asia/Oseania tersebut dengan kekalahan 1-3.

“Pertama kali tampil di Piala Davis. Jadi mungkin semangat saya lebih tinggi daripada yang lebih berpengalaman,” kata Ari saat ditemui setelah pertandingan.

Peraih medali emas di Asian School Games 2019 ini tampil dominan pada set pertama. Setelah unggul 3-0, Ajeet sempat menyamakan kedudukan menjadi 3-3, namun Ari kemudian mampu mengamankan tiga gim tersisa.

Permainan Ari sempat mengendur pada set kedua. Beberapa kali bola pengembaliannya keluar lapangan yang membuat Ajeet mampu menabung poin untuk kemudian mengunci set tersebut dengan kemenangan besar.

Petenis muda yang lebih nyaman bermain di kategori tunggal tersebut bangkit pada super tiebreak yang berlangsung sengit. Saling kejar-mengejar poin terjadi, namun Ari dipastikan menjadi pemenang dengan skor 10-7 setelah bola pengembalian Ajeet jatuh di luar arena permainan.

Ari sendiri merasa cukup puas dengan permainannya hari ini.

“Puas banget ya. Intinya sangat bangga lah, apalagi suporter banyak kayak gitu. Dan saya pertama kali main di Piala Davis, mungkin jadi kejutan untuk yang nonton,” pungkasnya.

Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kalah dari Selandia Baru, Indonesia harus tampil di playoff

Jakarta (ANTARA) – Tim Indonesia harus menjalani playoff Grup 2 Piala Davis pada Maret 2020, setelah takluk 1-3 dari Selandia Baru pada pertandingan putaran pertama Grup 2 Zona Asia/Oseania di Stadion Tenis Gelora Bung Karno Jakarta yang berakhir Minggu.

Langkah Indonesia pada Piala Davis terbilang kurang bagus karena harus menyerah 0-2 pada hari pertama kejuaraan, Sabtu (14/9) setelah Mochamad Rifqi Fitriadi takluk 6-7 (6-8), 3-6 dari Ajeet Rai. Sedangkan David Susanto menyerah 6-3, 4-6, 0-6 dari Rheet Purcell.

Baca juga: Rifqy telan kekalahan pada debutnya di Piala Davis

Baca juga: Indonesia tertinggal 0-2 dari Selandia Baru di hari pertama

Pada hari kedua pelaksanaan kejuaraan, Indonesia bertekad mengambil nomor ganda. Hanya saja pasangan David Susanto/Anton Susanto takluk 0-6, 2-6 dari pasangan Selandia Baru Marcus Daniel/Michael Venus.

Baca juga: David/Anton gagal perkecil skor dari Selandia Baru di Piala Davis

Indonesia baru bisa memperkecil ketertinggalan setelah petenis muda Ari Fahresi mampu mengemas kemenangan setelah mampu mengatasi Ajeet Rai 6-3, 2-6, 10-7.

Kapten tim Febi Widhiyanto mengakui hasil ini di bawah ekspektasi tim. Sebab pada dua pertandingan kemarin, para petenis Indonesia sempat berada dalam posisi memimpin.

“Tapi saya lihat anak-anak sudah berjuang, sudah memberikan yang terbaik. Tapi mungkin keberuntungan tidak di pihak kita,” kata Febi pada konferensi pers setelah pertandingan

Playoff Grup 2 Maret 2020 mendatang tidak menggunakan kluster wilayah. Maka Indonesia berpeluang bertemu dengan berbagai negara.

Untuk dapat mempertahankan tempatnya di Grup 2, Indonesia harus memenangi pertandingan-pertandingan tersebut. Kekalahan akan membuat Indonesia terdegradasi ke Grup 3.

Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tim Piala David Indonesia dikalahkan Selandia Baru

Petenis Indonesia Ari Fahresi mengembalikan bola ke arah petenis Selandia Baru Ajeet Rai dalam nomor tunggal putra Piala Davis Grup II Zona Asia/Oseania di Stadion Tenis Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (15/9/2019). Indonesia kalah dari Selandia Baru 1-3. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/pras.

David/Anton gagal perkecil skor dari Selandia Baru di Piala Davis

Jakarta (ANTARA) – Ganda Indonesia David Susanto/ Anton Susanto gagal memperkecil skor (ketertinggalan) dari tim Selandia Baru setelah  ditundukkan pasangan negeri itu Marcus Daniel/Michael Venus dalam pertandingan putaran 1 Piala Davis Grup 2 zona Asia / Oseania yang dimainkan di Stadion Tenis GBK, Jakarta, Minggu.

David/Anton takluk 0-6, 2-6 dalam pertandingan yang berlangsung dalam waktu singkat ini.

Indonesia awalnya memasangkan Ari Fahresi dengan Anton untuk laga ketiga ini. Namun kemudian memutuskan untuk menggantikan Ari dengan David.

Baca juga: Indonesia tertinggal 0-2 dari Selandia Baru di hari pertama

Hasil tersebut membuat Indonesia kini tertinggal 0-3 dari Selandia Baru, dalam ajang tenis beregu ini.

Saat berita ini ditulis, petenis muda Indonesia Ari Fahresi melakukan laga debutnya di Piala Davis, dengan menghadapi Ajeet Rai.

Baca juga: David akui tidak fokus saat ungguli Purcell

Baca juga: Tim Piala Davis Indonesia utamakan performance ketimbang hasil

Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Martic akan hadapi Pliskova di final Zhengzhou Open

Jakarta (ANTARA) – Petenis Kroasia Petra Martic akan menghadapi petenis unggulan teratas Karolina Pliskova pada final Zhengzhou Open di China, Sabtu waktu setempat.

Martic, yang sebelumnya telah memenangi gelar perdananya di Istanbul dan mencapai perempat final di Roland Garros 2019 itu berhak maju ke final setelah menaklukkan petenis Prancis Kristina Mladenovic dengan skor 6-0, 6-3 dalam pertarungan selama 67 menit, demikian Reuters.

Mladenovic melakukan sejumlah kesalahan dan enam double fault, sementara Martic yang hanya menyelamatkan satu break point, mampu mematahkan servis lawannya empat kali sehingga mengantarkannya menang pada tujuh gim sekaligus.

Sementara itu, petenis Ceko Pliskova mendominasi permainan saat menghadapi Ajla Tomljanovic, dan menang dengan skor 6-3, 6-2 dalam pertandingan selama 68 menit. Itu merupakan kemenangannya yang ketiga pada tahun ini setelah di Brisbane dan Roma.

Petenis nomor dua dunia Pliskova menghasilkan 28 winner dan memenangi 93 persen servis point pertamanya, namun melakukan tiga double fault beruntun pada set kedua.

Pliskova akan memperebutkan gelar level premiernya yang pertama di China pada Minggu (14/9) setelah menduduki posisi runner up di Zhuhai pada 2015 dan Tianjin tahun lalu.

Baca juga: Menang dua kali, Pliskova mulus ke semifinal Zhengzhou

Baca juga: Naomi Osaka umumkan perpisahan dengan pelatih, kedua kalinya tahun ini

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Piala Davis : Indonesia kalah 0-2 dari Selandia Baru

Petenis Indonesia David Agung Susanto mengembalikan bola ke arah petenis Selandia Baru Rheet Purcell dalam nomor tunggal putra Piala Davis Grup II Zona Asia/Oseania di Stadion Tenis Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (14/9/2019). David Agung Susanto kalah 6-3, 4-6, 0-6 dari lawannya. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/ama.

“The Big Three” meriahkan ATP Cup perdana di Australia

Jakarta (ANTARA) – Petenis yang berada di jajaran “The Big Three” yakni Roger Federer, Rafael Nadal, dan Novak Djokovic akan memeriahkan ATP Cup perdana yang diselenggarakan di Australia, 3-12 Januari 2020.

Asosiasi Tenis Profesional (ATP) menyatakan bahwa setiap petenis putra yang berada di peringkat 10 besar, dan 27 dari 30 besar telah berkomitmen untuk tampil pada turnamen senilai 15 juta dolar AS itu.

“Keikutsertaan para bintang tenis dunia pada turnamen ini menjadi penting. ATP Cup siap memulai musim 2020 nanti dengan epik,” kata presiden ATP Chris Kermode.

Baca juga: Nadal sebut tujuh petenis ini dapat gantikan “The Big Three”

Baca juga: Rafael Nadal bikin Federer tunda rencana pensiun

Selain “The Big Three”, mantan petenis nomor satu dunia Andy Murray juga akan kembali beraksi setelah sempat hengkang beberapa waktu karena operasi pinggul yang dilakukannya awal tahun ini.

Sebanyak 18 negara akan ambil bagian pada turnamen tersebut, sedangkan lima negara lainnya akan ditentukan pada 13 November mendatang.

Sementara itu, Australia sebagai tuan rumah dan pemegang wildcard akan mulai bermain dari babak final.

Baca juga: Hopman Cup tetap akan berlanjut, Perth tuan rumah ATP Cup

Sebanyak 24 negara akan bermain dalam putaran yang dibagi ke dalam enam grup. Masing-masing grup terdiri dari empat tim. Mereka yang berhak lolos ke final adalah para juara grup dan tim peringkat kedua terbaik.

Untuk mengikuti turnamen ini, setiap negara berhak mendaftarkan maksimal lima petenis. Namun, lolosnya mereka ditentukan dari daftar peringkat dunianya setelah tenggat waktu pada November nanti, demikian Reuters.

Berdasarkan laman resmi turnamen, berikut 24 negara (berdasarkan peringkat tertinggi ke terendah) yang memenuhi syarat untuk tampil pada ATP Cup 2020.
1. Serbia
2. Spanyol
3. Swiss
4. Rusia
5. Austria
6. Jerman
7. Yunani
8. Jepang
9. Italia
10. Prancis
11. Belgia
12. Kroasia
13. Argentina
14. Georgia
15. Afrika Selatan
16. Amerika Serikat
17. Kanada
18. Britania Raya
19. Australia
20. Bulgaria
21. Chile
22. Polandia
23. Moldova
24. Uruguay

Baca juga: Nadal samakan total kemenangan “Big Title” Djokovic dan Federer
 

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indonesia berpeluang ubah susunan pasangan ganda di Piala Davis

Jakarta (ANTARA) – Kapten tim Indonesia Febi Widhiyanto mengatakan dirinya berpeluang mengubah susunan pasangan petenis ganda untuk pertandingan Piala Davis hari kedua melawan Selandia Baru di Stadion Tenis Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (15/9).

“Saya tetap akan mainkan yang terbaik dari tim kita. Kalaupun saya harus mainkan pasangan David (Susanto)/ Rifqy (Fitriadi) atau David/ Anton (Susanto), saya akan lepaskan dia,” kata Febi dalam konferensi pers setelah pertandingan di Stadion Tenis GBK, Sabtu.

Indonesia mendaftarkan pasangan Ari Fahresi/Anthony Susanto untuk melawan pasangan Selandia Baru Marcus Daniel/Michael Venus pada kategori ganda. Namun, setiap tim berhak mengubah susunan ini dan mendaftarkannya satu jam sebelum pertandingan.

Baca juga: Indonesia tertinggal 0-2 dari Selandia Baru di hari pertama

Febi menjanjikan pasangan terbaik dari Indonesia, namun ia masih enggan mengatakan siapa yang akan dipercayakan olehnya untuk tampil pada laga besok.

Indonesia saat ini tertinggal 0-2 dari Selandia Baru setelah dua petenis tuan rumah menelan kekalahan pada hari pertama penyelenggaraan pertandingan Piala Davis putaran pertama Grup 2 Zona Asia/ Oseania.

Mochamad Rifqy Fitriadi takluk 6-7 (6-8), 3-6 dari Ajeet Rai pada pertandingan pertama. Sedangkan David Susanto menyerah 6-3, 4-6, 0-6 dari Rheet Purcell.

Besok David akan bertemu Ajeet, sedangkan Rifqy akan meladeni permainan Rheet pada dua pertandingan terakhir.

Baca juga: David akui tidak fokus saat ungguli Purcell

Baca juga: Rifqy telan kekalahan pada debutnya di Piala Davis

Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

David akui tidak fokus saat ungguli Purcell

Mungkin karena saya sedikit gak fokus

Jakarta (ANTARA) – David Agung Susanto mengakui dirinya tidak fokus saat berada dalam posisi memimpin atas Rheet Purcell, dalam pertandingan kedua Piala Davis Indonesia melawan Selandia Baru di Stadion Tenis GBK, Jakarta, Sabtu.

David memenangi set pertama dengan skor 6-3, dan sempat unggul 4-1 pada set kedua, sebelum Purcell mampu bangkit dan mengamankan kemenangan 6-3, 4-6, 0-6.

“Jujur saya juga bingung sendiri. Mungkin karena saya sedikit gak fokus,” kata David pada konferensi pers setelah pertandingan.

David mengakui bahwa ia berusaha keras untuk dapat tampil seperti pada set pertama, namun ia merasa permainannya kerap terburu-buru sehingga gagal memainkan reli-reli panjang.

Kekalahan yang diterima David membuat Indonesia saat ini tertinggal 0-2 dari Selandia Baru, dalam pertandingan putaran pertama Grup 2 zona Asia/Oseania.

Baca juga: Indonesia tertinggal 0-2 dari Selandia Baru di hari pertama

Wakil Indonesia pada pertandingan pertama, Mochamad Rifqy Fitriadi, juga harus takluk 6-7 (6-8), 3-6 dari Ajeet Rai.

Pada pertandingan pertama, Rifqy juga sempat menumbuhkan harapan bagi publik Indonesia untuk dapat memenangi pertandingan, melalui keunggulan 6-2 saat tiebreak sebelum Ajeet mengejar dan membalikkan kedudukan.

Kapten tim Indonesia, Febi Widhiyanto, menilai hal tersebut dapat terjadi karena para petenis Indonesia kalah jam terbang dengan lawan-lawannya.

“Pada saat posisi mereka (Selandia Baru) ketinggalan, mereka akan fight terus. Giliran anak-anak kita kena posisi seperti itu, mereka lose control dan drop banget,” tutur Febi.

Baca juga: Rifqy telan kekalahan pada debutnya di Piala Davis

Pertarungan Piala Davis antara Indonesia melawan Selandia Baru masih akan dimainkan pada Minggu.

Pada hari kedua tersebut akan dimainkan satu pertandingan ganda, dan dua pertandingan tunggal.

Menurut skema, Indonesia akan menurunkan pasangan Ari Fahresi/Anthony Susanto melawan pasangan Marcus Daniel/Michael Venus. Namun untuk kategori ganda, tim berhak mengubah susunan pemain dengan batas waktu pendaftaran satu jam sebelum pertandingan.

Untuk dua pertandingan tunggal besok, Indonesia akan memainkan David Susanto yang berhadapan dengan Ajeet Rai, dan Mochammad Rifqy Fitriadi melawan Rheet Purcel.

Baca juga: Tim Piala Davis Indonesia utamakan performance ketimbang hasil

Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indonesia tertinggal 0-2 dari Selandia Baru di hari pertama

Jakarta (ANTARA) – Indonesia tertinggal 0-2 dari Selandia Baru pada hari pertama Piala Davis putaran satu Grup 2 zona Asia/Oseania, setelah David Susanto takluk 6-3, 4-6, 0-6 dari Rheet Purcell.

David tampil baik pada set pertama setelah ia mampu mengamankan kemenangan 6-3. Pada set kedua, David sempat memimpin 4-1, namun permainannya kemudian mengendur dan Purcell mampu membalikkan kedudukan menjadi kemenangan 6-4 bagi petenis Selandia Baru tersebut.

Purcell semakin merajalela pada set ketiga. Ia tampil dominan untuk mengamankan kemenangan mutlak 6-0 pada rubber set.

Kekalahan David melengkapi kekalahan yang ditelan Mochamad Rifqy Fitriadi pada pertandingan pertama. Rifqy takluk 7-6 (6-8), 3-6 dari Ajeet Rai pada laga yang dimainkan sebelumnya.

Baca juga: David Agung/Jonathan raih gelar di Singapura

Baca juga: Capaian Takashi Saito harus jadi inspirasi petenis Indonesia

Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rifqy puas dengan permainannya pada set pertama

Jakarta (ANTARA) – Mochamad Rifqy Fitriadi mengaku puas dengan permainannya pada set pertama saat melawan petenis Selandia Baru Ajeet Rai, dalam pertandingan pertama Piala Davis Grup 2 zona Asia/Oseania yang dimainkan di Stadion Tenis Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu.

Rifqy menelan kekalahan 6-7 (8/6), 3-6 dari Ajeet. Namun ia mampu memberikan perlawanan sengit pada set pertama.

“Untuk set pertama puas, untuk set kedua masih kurang,” kata Rifqy pada konferensi pers setelah pertandingan.

Menurut Rifqy, kesalahannya pada set pertama sehingga gagal mengamankan kemenangan pada tiebreak saat ia telah unggul 6-2 adalah karena ia bermain aman.

Rifqy menyatakan bahwa ia banyak terbantu oleh dukungan penonton tuan rumah, yang menurutnya turut menekan lawan.

“Kita tuh seumuran. Melawan tuan rumah, dengan penonton yang banyak, mungkin dia mainnya gak lepas pada set pertama,” imbuhnya.

Minggu (15/9) Rifqy masih akan bertanding melawan Rheet Purcell. Untuk itu, Rifqy telah mengamati permainan calon lawannya tersebut.

Berbekal pengetahuan mengenai gaya bermain calon lawannya itu, Rifqy optimis menatap laga besok.

“Ya. Optimis bisa menghadapi dia,” pungkas Rifqy.

Baca juga: Rifqy telan kekalahan pada debutnya di Piala Davis

Baca juga: Tim Piala Davis Indonesia utamakan performance ketimbang hasil

Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menang dua kali, Pliskova mulus ke semifinal Zhengzhou

Saya harus benar-benar bermain sampai momen terakhir, maka terbayar

Jakarta (ANTARA) – Unggulan teratas Karolina Pliskova mengawali Jumat waktu setempat dengan laga babak 16 besar turnamen Zhengzhou Open, yang baru pertama kalinya digelar, dan mengakhirinya dengan langkah ke semifinal setelah mengalahkan Polona Hercog dan Sofia Kenin berturut-turut.

Pertandingan Pliskova melawan petenis Slovenia Hercog pada Rabu ditunda karena hujan setelah mencapai skor 6-3, 2-5 dan ia baru kembali ke lapangan dua hari kemudian setelah hujan kembali mengguyur pertandingan di hari Kamis.

Petenis Ceko tersebut memenangi lima gim beruntun untuk mengalahkan Hercog 6-3, 7-5 dan melanjutkan performanya pada pertandingan perempat final dengan unggulan keenam asal Amerika Kenin, menang 6-4, 4-6, 6-1.

Pliskova selanjutnya bertemu Ajla Tomljanovic setelah petenis Australia itu mengalahkan favorit tuan rumah Zheng Saisai 6-1, 6-7(4), 6-4.

“Memainkan dua pertandingan dalam satu hari, tidak pernah mudah,” kata Pliskova seperti dikutip Reuters, Sabtu. “Namun pada yang pertama, saya cukup beruntung tidak sampai tiga set, selesai dengan cepat dan menyimpan tenaga untuk pertandingan berikutnya.

Baca juga: Pliskova tumpas Kerber untuk juarai Eastbourne International

“Saya kira saya memainkan tenis yang bagus pada kedua pertandingan. Saya melakukan servis dengan baik hari ini — banyak as, yang selalu membantu. Banyak hal positif untuk besok.”

Pliskova mempunyai satu ace melawan Hercog namun menghasilkan 18 melawan Kenin, memenangi 80% servis point pertamanya.

Petenis Ceko nomor dua dunia itu juga menyelamatkan sembilan break point, termasuk enam dalam set terakhir.

“Pada lapangan keras, ia selalu sulit dikalahkan,” tambah Pliskova. “Ia juga memainkan beberapa pertandingan di sini dan segar hari ini karena ia tidak tidak harus memainkan satu pertandingan…

“Ia selalu berjuang dan saya harus benar-benar bermain sampai momen terakhir, maka terbayar.”
  Petenis Republik Ceko Karolina Pliskova. (ANTARA FOTO/REUTERS /Edgar Su
/aww) (ANTARA FOTO/REUTERS /Edgar Su
/aww/)

Baca juga: Maju ke putaran ketiga Toronto, Pliskova tekan Osaka

Kemenangan terbesar terjadi ketika petenis bukan unggulan asal Prancis Kristina Mladenovic mengalahka unggulan kedua Elina Svitolina 6-4, 4-6, 6-3 pada pertandingan terakhir Jumat yang berlangsung selama dua jam dan 45 menit.

Svitolina, yang baru-baru ini naik ke peringkat tiga dunia, dipatahkan servisnya delapan kali dan tidak konsisten pada servis keduanya.

Mladenovic selanjutnya akan menghadapi petenis Kroasia Petra Martic, yang sebelumnya mengalahkan unggulan keempat Aryna Sabalenka 7-5, 5-7, 6-4 pada pertandingan panjang lainnya yang berlangsung dua jam dan 39 menit.

Baca juga: Para petenis putri yang ditunggu penampilannya di US Open

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rifqy telan kekalahan pada debutnya di Piala Davis

Jakarta (ANTARA) – Petenis Indonesia Mochamad Rifqy Fitriadi menelan kekalahan 6-7 (6-8), 3-6 dari Ajeet Rai asal Selandia Baru dalam pertandingan debutnya di Piala Davis, yang berlangsung di Stadion Tenis GBK, Jakarta, Sabtu.

Pertarungan berjalan alot pada set pertama. Rifqy berkali-kali mampu menyamakan kedudukan dan menjinakkan servis keras Ajeet, sebelum laga harus diteruskan dengan tiebreak.

Saat tiebreak Rifqy sempat memimpin 6-2, namun Ajeet mampu membalikkan keadaan dan berbalik memenangi set dengan skor 8-6.

Set kedua juga dibuka dengan pertarungan sengit. Kedua petenis saling mematahkan servis lawannya pada dua set awal.

Namun Ajeet yang mengandalkan kekuatan servisnya setelah itu mampu menambah keunggulan. Pada set kedua, Rifqy hanya mampu mengantungi tiga set dan takluk 3-6.

Dengan kekalahan Rifqy ini, Indonesia tertinggal 0-1 dari Selandia Baru pada pertandingan pertama. Untuk pertandingan kedua Piala Davis antara Indonesia melawan Selandia Baru, David Susanto akan menghadapi Rhett Purcell.

Baca juga: Tim Piala Davis Indonesia utamakan performance ketimbang hasil

Baca juga: Tampil di laga pembukaan, Rifqy harapkan dukungan publik Indonesia

Baca juga: Pemain Selandia Baru tidak terganggu dengan suhu panas di Jakarta

Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Singkirkan Svitolina, Mladenovic maju ke semifinal Zhengzhou Open

Jakarta (ANTARA) – Petenis nonunggulan Kristina Mladenovic berhasil menyingkirkan petenis unggulan kedua asal Ukraina Elina Svitolina setelah mencatat kemenangan 6-4, 4-6, 6-3 pada perempat final Zhengzhou Open di China, Jumat waktu setempat.

Petenis Prancis Mladenovic berhasil memenangi pertandingan meskipun mencatatkan 55 kesalahan sendiri  —termasuk 12 kesalahan ganda. Namun ia juga mampu menghasilkan 59 winner, jauh lebih banyak dibandingkan 26 yang dilakukan semifinalis US Open itu.

“Pertandingan ini sangat melelahkan. Saya bangga bisa melewatinya. Anda tahu kalau Svitolina adalah ratunya untuk pertandingan maraton semacam ini. Saya gembira bisa melaju ke semifinal,” kata Mladenovic seperti dikutip laman resmi WTA Tour, Sabtu.

Pada semifinal, Mladenovic akan menghadapi unggulan ketujuh asal Kroasia, Petra Martic, yang mengalahkan unggulan keempat asal Belarus Aryna Sabalenka 7-5, 5-7, 6-4.

“Saya dan Martic sudah kenal baik satu sama lain. Kami pernah bertemu dan bertanding beberapa kali pada musim ini. Saya juga mengikuti setiap pertandingannya,” ucap Mladenovic.

“Saya akan mencoba untuk segera pulih. Ini adalah sesuatu yang penting bagi saya karena dia (Martic) adalah pemain yang hebat,” katanya menambahkan.

Sementara itu, unggulan pertama Karolina Pliskova dari Republik Ceko juga melangkahkan kakinya menuju semifinal setelah menumbangkan unggulan keenam Sofia Kenin 6-4, 4-6, 6-1.

Baca juga: Elina Svitolina jadi perempuan Ukraina pertama maju ke semifinal

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bianca Andreescu gagal tampil di Osaka

Jakarta (ANTARA) – Peraih gelar Grand Slam US Open 2019 Bianca Andreescu gagal tampil pada Pan Pacific Open di Osaka karena kaki kanannya mengalami cedera, demikian disampaikan oleh petenis asal Kanada itu, Jumat.

Selain Andreescu, beberapa petenis lain seperti Marketa Vondrousova dan Belinda Bencic, yang masing-masing masih melakukan pemulihan akibat cedera pergelangan tangan dan kaki itu juga tidak akan ikut berkompetisi.

“Saya meminta maaf karena tidak bisa mengikuti Toray Pan Pacific Open tahun ini,” kata Andreescu seperti dikutip dari laman WTA.

“Saya tahu turnamen itu adalah turnamen tenis wanita terbesar di Jepang dan saya sangat menantikan bisa berkompetisi di sana. Saya harap bisa segera bertemu kalian.”

Petenis Swiss Bencic juga tururt menyampaikan kekecewaannya karena tidak bisa bermain di turnamen tersebut.

“Saya sedih tidak bisa datang ke Osaka tahun ini dan bermain di Toray Pan Pacifik Open,” katanya.

“Saya selalu gembira bermain di Jepang apalagi di depan para penggemar, tapi saya butuh istirahat karena cedera kaki yang saya alami. Saya sangat menanti untuk kembali ke Jepang tahun depan dan semoga turnamen tahun ini berjalan dengan baik,”

Atas ketidakikut sertaan trio itu, petenis Amerika Alison Riske, Yulia Putintseva dari Kazakhstan, dan petenis Puerto Riko Monica Puig dipastikan masuk ke putaran pertama turnamen yang berlangsung 16-22 September itu.

Baca juga: Catatan Andreescu, dari peringkat 208 hingga kampiun US Open

Baca juga: Reaksi publik atas sukses Andreescu juarai Grand Slam

Penerjemah: Shofi Ayudiana
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Naomi Osaka putus hubungan dengan Jenkins

Jakarta (ANTARA) – Petenis peraih gelar Grand Slam dua kali, Naomi Osaka memutuskan hubungan dengan pelatihnya, Jermaine Jenkins setelah gagal mempertahankan gelar pada US Open 2019.

Sebelumnya, Jenkins merupakan mentor yang menggantikan pelatih sebelumnya, Sascha Bajin yang mundur pada Februari lalu. Dengan demikian, petenis asal Jepang itu sudah dua kali melakukan pergantian pelatih.

Bersama dengan eks mentornya Bajin, Osaka berhasil naik level dari peringkat ke-72 menuju posisi puncak dunia. Bajin yang juga mantan pelatih Serena Williams itu sudah melatih Osaka sejak memasuki musim 2018.

Setelah berpisah dengan Bajin, Osaka pun merekrut Jenkins pada Maret lalu. Namun rupanya Osaka hanya bisa mempertahankan Jenkins selama tujuh bulan saja karena gagal mengantarkannya menjuarai gelar Grand Slam US Open.

Pengumuman itu disampaikan Osaka melalui media sosial twitternya. Dia mengatakan bahwa dia sangat bersyukur bisa berlatih dengan Jenkins.

“Saya sangat bersyukur atas waktu sudah kita habiskan bersama. Ada banyak hal yang saya pelajari darinya, baik saat saya di dalam ataupun di luar lapangan. Tetapi saya rasa saya sudah tidak bisa lagi bekerja sama dengannya,” kata petenis berusia 21 tahun itu.

“Saya sungguh menghargai Anda. Terima kasih untuk semuanya. Sungguh menyenangkan bisa bekerja sama dengan Anda.”

Selain tersingkir lebih awal pada US Open, peraih gelar Grand Slam pada Australia Open 2019 itu juga harus kandas lebih dulu saat tampil di Cincinnati Masters 1000 dan Wimbledon.

Mantan petenis nomor satu dunia itu saat ini sedang melakukan pemulihan atas cedera lutut setelah kalah dua set langsung oleh Belinda Bencic pada putaran keempat US Open.

Atas kekalahannya di Flushing Meadows, Osaka harus rela turun peringkat di posisi keempat setelah Ashleigh Barty (Australia), Karolina Pliskova (Ceko), dan Elina Svitolina (Ukraina)

Baca juga: Naomi Osaka umumkan perpisahan dengan pelatih, kedua kalinya tahun ini

Penerjemah: Shofi Ayudiana
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Murray berharap fit tahun depan untuk hadapi Federer dan Nadal

Jakarta (ANTARA) – Mantan petenis nomor satu dunia Andy Murray mengatakan ia masih membutuhkan empat atau lima bulan untuk memainkan tenis level atas sehingga ia bisa kembali menghadapi rival-rival lamanya Roger Federer dan Rafa Nadal setelah operasi pinggul yang mengganggu karirnya awal tahun ini.

Petenis berusia 32 tahun itu sedang mengembalikan kebugarannya setelah menjalani prosedur pelapisan pinggul pada Januari, dan akhir bulan lalu mencatat dua kemenangan saat kembali bermain pada nomor tunggal di turnamen Rafa Nadal Open Challenger di Mallorca sebelum tersingkir pada putaran ketiga.

Petenis Inggris Raya Murray, yang peringkatnya turun ke posisi 415, selanjutnya akan bertanding di Zhuhai, Beijing dan Shanghai pada rangkaian ATP Tour di Asia tahun ini, namun tiga kali juara turnamen besar itu berpikir bahwa pada 2020 lah ia “mungkin” bisa menghadapi tantangan melawan Federer atau Nadal.

“Selama bertahun-tahun … saya bertanding melawan mereka, meskipun saya tidak menang setiap saat. Saya kalah lebih banyak dari saya menang tetapi saya selalu masuk ke lapangan merasa saya bisa menang,” kata Murray kepada Sky Sports.

“Saya tidak tahu apakah saya akan menikmati tampil di lapangan melawan mereka mengingat saya akan kalah atau merasa seperti saya tidak punya peluang. Itu mungkin akan menantang secara psikologis… Saya perlu sabar dan tidak terlalu cepat terlalu banyak berharap.

Baca juga: Kian fokus ke tunggal, Murray terjun ke Challenger Tour

Baca juga: Murray lagi-lagi gagal pada “comeback” tunggalnya

“Tapi mungkin dalam empat atau lima bulan, saya bisa sampai di sana. Dalam hal bagaimana saya memukul bola dalam latihan… keterampilannya masih ada. Saya secara fisik perlu sedikit lebih baik dan semoga dari waktu ke waktu saya bisa sedikit lebih cepat… saya kira saya bisa.”

Murray sangat berharap dipilih masuk tim Davis Cup Inggris untuk putaran Final di Madrid pada 18-24 November, menambahkan bahwa jika perlu ia akan sangat senang hanya bermain ganda.

“Jika saya terpilih saya akan main. Saya tidak ingin bermain atau terpilih hanya karena empat tahun lalu saya bermain sangat baik,” kata Murray, yang membawa Inggris Raya meraih gelar pada 2015.

“Saya ingin membantu dan berada dalam tim dan bermain tunggal, tapi jika saya diminta bermain ganda saya mungkin melakukannya,” tambahnya seperti dikutip Reuters.

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tim Piala Davis Indonesia utamakan performance ketimbang hasil

Performance lebih baik daripada hasil

Jakarta (ANTARA) – Tim Piala Davis Indonesia lebih mengutamakan penampilan ketimbang hasil, demikian dinyatakan kapten tim Febi Widhiyanto.

“Performance lebih baik daripada hasil. Kalau performance sudah baik, tapi hasil belum sesuai harapan, kita toh sudah memberikan yang terbaik untuk Indonesia,” kata Febi setelah acara pengundian Piala Davis di Stadion Tenis GBK, Jakarta, Jumat.

Indonesia akan menjamu Selandia Baru dalam ajang Piala Davis Grup 2 zona Asia/ Oseania pada Sabtu dan Minggu (14-15 September) di Stadion Tenis GBK, Jakarta.

Turnamen tenis beregu ini akan menampilkan empat pertandingan tunggal dan satu pertandingan ganda.

Salah satu petenis andalan Indonesia David Agung Susanto akan tampil pada kedua hari pertandingan. Pada hari pertama ia akan bertemu Rheet Purcell, sedangkan pada hari kedua ia akan ditantang Ajeet Rai.

Baca juga: Hasil undian Piala Davis, Rifqy tampil pada pertandingan pembuka

Baca juga: Tampil di laga pembukaan, Rifqy harapkan dukungan publik Indonesia

Melihat catatan penampilan David dan Ajeet, Febi yakin anak asuhnya tersebut dapat memberikan perlawanan sengit kepada sang lawan.

“David pernah berada di posisi seperti Ajeet. Jadi kualitasnya sama hanya beda di peringkat saja, karena mereka (para petenis Selandia Baru) lebih banyak bertanding,” tuturnya.

Dari segi peringkat, para petenis Indonesia tertinggal dari kubu Selandia Baru. Anggota Piala Davis Indonesia dengan peringkat dunia terbaik adalah David dengan 1195 dunia, sedangkan Selandia Baru diperkuat Ajeet dan Rheet Purcell, yang masing-masing menduduki peringkat 744 dan 922 dunia.

Meski demikian, hal itu tidak menipiskan semangat tim Indonesia.

“Optimistis saya. Mudah-mudahan anak-anak besok fight, bermain enjoy, menikmati pertandingan, dan performancenya bagus,” pungkas Febi.

Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tampil di laga pembukaan, Rifqy harapkan dukungan publik Indonesia

Dukungan masyarakat Indonesia penting banget untuk kita seluruh tim Indonesia

Jakarta (ANTARA) – Petenis muda Mochamad Rifqy Fitriadi akan membuka perjuangan tim Indonesia sebagai petenis tunggal pertama di ajang Piala Davis melawan Selandia Baru, untuk itu ia mengharapkan dukungan publik Indonesia.

“Dukungan masyarakat Indonesia penting banget untuk kita seluruh tim Indonesia. Untuk meningkatkan semangat kita lagi,” kata Rifqy saat ditemui setelah pengundian Piala Davis Grup 2 zona Asia/Oseania di Senayan, Jakarta, Jumat.

Hasil undian menempatkan Rifqy sebagai petenis tunggal pertama Indonesia. Ia akan ditantang petenis peringkat ke-744 dunia Ajeet Rai.

Ajang Piala Davis merupakan turnamen tenis beregu yang mempertandingkan empat pertandingan tunggal dan satu pertandingan ganda.

Pertandingan Piala Davis Grup 2 zona Asia/Oceania antara Indonesia melawan Selandia Baru akan berlangsung pada Sabtu dan Minggu (14-15 September) di Stadion Tenis GBK, Jakarta.

Rifqy mengakui tampil di ajang ini merupakan impiannya sejak kecil. Sehingga untuk memaksimalkan persiapannya, selain sisi teknis, ia juga telah banyak melakukan konsultasi dengan anggota tim paling senior David Agung Susanto.

“Saya sama Mas David juga sudah konsultasi, bagaimana mengatasi lawan, bagaimana supaya penonton simpatik sama kita,” tuturnya.

Ini merupakan pertama kalinya Rifqy tampil membela Indonesia di Piala Davis. Ia menyatakan atmosfer pertandingan akan sangat berbeda dengan turnamen tunggal, karena dirinya memikul beban sebagai wakil Indonesia.

Sebagai wajah baru di tim Piala Davis Indonesia, Rifqy mengakui dirinya sedikit tertekan. Namun, perasaan antusias lebih menguasai ketimbang perasaan takut atau cemas.

Meski demikian, Rifqy tidak mau memasang target muluk-muluk untuk laga melawan Ajeet. Ia hanya berharap dapat memberikan yang terbaik walau memendam asa untuk dapat memenangi satu set dan memaksakan rubber set.

Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Naomi Osaka umumkan perpisahan dengan pelatih, kedua kalinya tahun ini

Menulis ini agar kalian tahu bahwa saya dan Jay tidak akan bekerja sama lagi

Jakarta (ANTARA) – Bintang tenis asal Jepang Naomi Osaka pada Jumat mengumumkan bahwa ia berpisah dengan pelatihnya, perpisahan yang kedua kalinya tahun ini, saat ia berjuang untuk mendapatkan performanya dan memperbaiki peringkat.

Menjelang turnamen Pan Pacific Open di Osaka, Jepang barat, petenis berusia 21 tahun itu mengumumkan ia tidak lagi bekerja dengan Jermaine Jenkins, yang bergabung dengan timnya setelah ia menjuarai Australia Open Januari lalu.

“Menulis ini agar kalian tahu bahwa saya dan Jay tidak akan bekerja sama lagi,” kata Osaka melalui Twitter.

“Saya sangat bersyukur untuk waktu yang kami habiskan bersama dan hal-hal yang saya pelajari di dalam dan di luar lapangan, tapi saya merasa sekarang adalah waktu yang tepat untuk perubahan. Terima kasih untuk segalanya, itu sebuah ledakan,” tambah Osaka dikutip AFP, Jumat.
 

Osaka sudah mengejutkan dunia tenis ketika ia mengumumkan perpisahan dengan pelatih Sascha Bajin, yang telah mengawasi kenaikannya yang menakjubkan untuk memenangi dua grand slam — US Open pada 2018 dan gelar Australia Open pada Januari.

Namun, hasil yang diperolehannya sejak Melbourne tidak stabil. Ia kalah pada putaran ketiga French Open oleh Katerina Siniakova dari Republik Ceko, peringkat 41 di bawahnya dalam ranking dunia.

Ia kemudian menderita kekalahan memalukan pada putaran pertama Wimbledon oleh Yulia Putintseva dari Kazakhstan sebelum disingkirkan dari US Open bulan ini pada babak 16 besar oleh petenis Swiss Belinda Bencic.

Performanya di luar grand slam tidak lebih baik, kalah pada dua perempat final selama musim lapangan keras di AS yang membuatnya turun dari peringkat satu dunia ke urutan keempat pada daftar terbaru.

Perpisahan dengan Jenkins terjadi saat Osaka kembali pulang untuk mengikuti Pan Pacific Open tempat ia mencapai final tahun lalu.

Para penantang utamanya pada even tersebut adalah sesama pemain 10 peringkat teratas Kiki Bertens dan petenis AS Sloane Stephens.

Angelique Kerber, yang mengalahkannya pada putaran pertama pada 2017, juga ada dalam bagan pertandingan yang akan berlangsung antara 16 dan 22 September itu.

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hasil undian Piala Davis, Rifqy tampil pada pertandingan pembuka

Jakarta (ANTARA) – Panitia penyelenggara melaksanakan undian untuk pertandingan Piala Davis 2019 Grup II zona Asia/Oceania antara Indonesia melawan Selandia Baru di Stadion Tenis GBK, Senayan, Jakarta, Jumat.

Dari hasil undian yang dihadiri seluruh petenis dari kedua tim, perjuangan Indonesia akan dimulai oleh penampilan petenis muda Mochamad Rifqy Fitriadi menghadapi Ajeet Rai pada hari pertama sebagai pertandingan pembuka.

Pertandingan berikutnya menampilkan pertarungan antara petenis senior Indonesia David Susanto melawan Rheet Purcel.

Baca juga: Pemain Selandia Baru tidak terganggu dengan suhu panas di Jakarta

Hari kedua pertandingan akan menyajikan laga partai ganda antara pasangan Ari Fahrezi/Anthony Susanto dari Indonesia melawan Marcus Daniel/Michael Venus.

Laga berikutnya mempertemukan David melawan Ajeet Rai, sedangkan pertandingan terakhir akan mengadu Rifqy melawan Rheet Purcel.

Pertandingan Piala Davis Grup 2 zona Asia/Oceania antara Indonesia melawan Selandia Baru akan berlangsung pada Sabtu dan Minggu (14-15 September) di Stadion Tenis GBK, Jakarta.

Baca juga: Tim Indonesia incar kemenangan sektor tunggal di Piala Davis

Berikut hasil undian pertandingan Piala Davis Grup 2 zona Asia/Oseania antara Indonesia melawan Selandia Baru:

Hari pertama (14 September)
Mochammad Rifqy Fitriadi vs Ajeet Rai

David Susanto vs Rheet Purcel

Hari kedua (15 September)
Ari Fahrezi/Anthony Susanto vs Marcus Daniel/Michael Venus

David Susanto vs Ajeet Rai

Mochammad Rifqy Fitriadi vs Rheet Purcel

Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Turnamen tenis WTA Hong Kong ditunda

Jakarta (ANTARA) – Turnamen tenis putri WTA Hong Kong Open ditunda, kata penyelenggara Jumat, mengutip “situasi saat ini” setelah berbulan-bulan aksi protes pro-demokrasi yang kadang diwarnai kekerasan.

“Mengingat situasi saat ini, Asosiasi Tenis Hong Kong dan WTA mengumumkan penundaan Hong Kong Tennis Open 2019,” kata Asosiasi Tenis Hong Kong dalam pernyataannya yang dikutip AFP, Jumat.

“Setelah diskusi yang luas dengan para pemangku kepentingan utama kami, kami menyimpulkan bahwa kelancaran turnamen dapat dipastikan lebih baik di lain waktu,” tambahnya.

Hong Kong Open, yang semula dijadwalkan pada 5-13 Oktober, sebelumnya menarik sejumlah pemain top termasuk Venus Williams, Angelique Kerber, dan Caroline Wozniacki, juara 2016.

Turnamen tersebut digelar di Victoria Park, salah satu titik berkumpul utama bagi massa yang melakukan protes yang meletus lebih dari tiga bulan yang lalu karena erosi kebebasan di bawah pemerintahan Beijing.

Jutaan orang telah mengambil bagian dalam demonstrasi, yang pada awalnya dipicu oleh RUU, yang memungkinkan ekstradisi ke daratan China.

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kim Clijsters kembali berkompetisi setelah tujuh tahun gantung raket

Jakarta (ANTARA) – Mantan petenis nomor satu asal Belgia Kim Clijsters menyatakan akan kembali berkompetisi setelah tujuh tahun gantung raket, menyusul keputusannya berkeluarga.

Pernyataan tersebut diumumkan oleh Clijster melalui akun twitternya @Clijsterskim, Kamis.

Melalui akun twitternya, ia megunggah sebuah video yang menampilkan dirinya, baik saat menjadi ibu rumah tangga maupun ketika dirinya masih berkompetisi.

Petenis berusia 35 tahun, yang telah mengumpulkan empat gelar Grand Slam itu menyatakan betapa dia menikmati masa-masanya menjadi seorang ibu bagi tiga anaknya. Namun ia juga sangat merindukan perasaan saat bertanding di lapangan.

Dalam video berdurasi 51 detik itu, dia bertanya, “apa yang saya inginkan dalam hidup ini? Selama tujuh tahun terakhir, saya adalah seorang ibu rumah tangga, dan saya menyukainya. Benar-benar menyukainya.”

“Tapi saya juga ingin menjadi pemain tenis profesional. Dan sejujurnya saya merindukan perasaan itu. Maka bagaimana kalau saya bisa melakukan keduanya bersamaan?”

“Apakah saya bisa menjadi ibu yang mengurus tiga anak sekaligus pemain tenis terbaik? Mari kita lakukan ini. Mari kembali sekali lagi. Sampai jumpa pada 2020.”

Clijsters mengungkapkan bahwa keputusannya untuk kembali bermain tenis adalah karena ia ingin merasakan sebuah tantangan lain.

“Saya punya teman yang pernah mengatakan bahwa dia ingin berlari di New York Marathon sebelum memasuki umur 50. Itu juga berlaku bagi saya. Saya masih mencintai tenis.”

Kembalinya dia ke dunia tenis pun disambut hangat oleh ketua WTA Steve Simon.

“Kim Ciljsters masuk di jajaran petenis terbaik dan kembalinya dia ke tenis adalah berita yang menggembirakan bagi keluarga di WTA dan fans tenis di seluruh dunia,” kata Simon seperti dikutip AFP.

Clijsters pertama kali melakukan debut WTA-nya pada umur 15 tahun di Antwerp pada 1999. Sebelum pensiun, ia telah mengumpulkan 41 gelar WTA.

Meskipun sempat pensiun dalam jangka waktu yang lama, Clijster masih menduduki peringkat tiga besar bersama dengan petenis unggulan lain yakni dua bersaudara, Serena dan Venus Williams.

Sebelumnya, Clijsters pensiun pada 2007 saat umurnya masih 23 tahun. Dua tahun kemudian, dia kembali lagi, tepatnya setelah melahirkan anak pertamanya. Comeback-nya itu mengantarkan dia memenangi US Open untuk kedua kalinya.

Clijsters telah memenangi turnamen Grand Slam antara lain US Open pada 2005, 2009, 2010, dan Australia Open pada 2011.

Baca juga: Clijsters dan Roddick masuk Hall of Fame tenis

Baca juga: Clijsters kalahkan Venus dalam laga eksibisi
 

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Nadal sebut tujuh petenis ini dapat gantikan “The Big Three”

Jakarta (ANTARA) – Petenis Spanyol Rafael Nadal berharap dominasinya di “The Big Three” bisa digantikan oleh petenis-petenis muda, dan ia telah memilih tujuh petenis muda yang berpotensi menggantikan dirinya, Roger Federer, dan Novak Djokovic di posisi puncak tenis putra.

Petenis nomor dua dunia, Nadal pun memiliki jagoannya, termasuk Daniil Medvedev, yang dikalahkannya pada final US Open lalu. Menurutnya, dia dapat menggantikannya, Federer, dan Djokovic ketika mereka sudah pensiun nanti.

Dalam beberapa tahun ini, persaingan tenis putra hanya berkutat di antara Djokovic, Nadal, dan Federer. Maka perlu ada petenis baru yang bisa mendobrak dominasi mereka.

“Saya melihat hal yang sama yang terlihat di luar sana,” kata Nadal ketika ditanya terkait petenis muda yang bisa menggantikannya.

“Itu sudah diprediksi sejak lama, sesuatu yang telah terjadi tapi kemudian lambat laun menjadi sesuatu yang mungkin diharapkan. Masih ada banyak petenis dari generasi saya yang akan terus bertanding.”

“Yang lain sudah pensiun, seperti (David) Ferrer dan (Thomas) Berdych, dan sisanya sudah tidak lagi menempati posisi puncak seperti (Jo-Wilfried) Tsonga.”

“(Marin) Cilic, misalnya tidak tampil dengan baik pada tahun ini.”

Tujuh petenis yang menurut Nadal berpotensi menggantikan “The Big Three” antara lain Daniil Medvedev (Rusia), Alexander Zverev (Jerman), Karen Khachanov (Rusia), Andrey Rublev (Rusia), Felix Auger-Aliassime (Kanada), Matteo Berrettini (Italia), dan Denis Shapovalov (Kanada).

“Mereka harus masuk (peringkat 10 besar).” kata Nadal seperti dikutip The Express.

Petenis berusia 33 tahun itu masih belum berencana pensiun dalam waktu dekat demi bisa menyamai gelar Grand Slam yang dimiliki Federer. Saat ini Nadal telah mengumpulkan 19 gelar Grand Slam, dan diprediksi akan bertambah saat ia tampil di turnamen Australia Open yang diselenggarakan Januari mendatang. 

Baca juga: Rafael Nadal bikin Federer tunda rencana pensiun
Baca juga: Nadal vs Medvedev, fakta dan angka

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rafael Nadal bikin Federer tunda rencana pensiun

Jakarta (ANTARA) – Legenda tenis Mats Wilander menilai bahwa Roger Federer akan kembali menunda rencana pensiun karena harus bersaing dengan Rafael Nadal untuk mengumpulkan gelar Grand Slam.

Nadal yang baru saja memenangi US Open 2019 setelah mengalahkan petenis Rusia Daniil Medvedev membuat rekornya menjadi kurang satu gelar Grand Slam untuk menyamai rekor rival kuatnya, Roger Federer.

Petenis Swiss Federer telah mengoleksi 20 gelar Grand Slam, sedangkan petenis Spanyol Nadal berhasil menorehkan 19 kemenangan di turnamen Grand Slam.

Baca juga: Federer harus lebih konsisten jika ingin raih Grand Slam ke-21

Baca juga: Nadal raih gelar Grand Slam ke-19 dan dekati rekor Federer

Atas alasan itu, Wilander menyatakan bahwa Federer kemungkinan akan melanjutkan karir tenisnya hingga dua tahun mendatang agar bisa terus mengumpulkan kemenangan dan menguasai nomor tunggal putra dan bertahan dalam jajaran “The Big Three”.

“Saya sungguh tidak sabar menunggu dua atau tiga tahun ke depan akan seperti apa,” kata Wilander kepada Eurosport.

“Federer akan berusaha mengungguli Nadal. Itu akan memacu semangat dia untuk terus bermain setidaknya dua atau tiga tahun lagi.”

Meskipun kini Federer sudah berusia 38 tahun, ia diketahui telah setuju untuk mengikuti ATP tour pada 2021.

Sementara Federer, ketika diwawancarai di US Open menyatakan bahwa dia ingin bisa terus bermain tenis.

Baca juga: Federer belum putuskan bertanding pada Olimpiade 2020

“Beberapa tahun yang lalu, saya tidak pernah terpikir akan bermain hingga saat ini. Tapi ketika Anda benar-benar mengerti apa yang saya rasakan sekarang, Anda juga akan berpikir supaya bisa bermain tenis sampai kapanpun,” kata Federer seperti dikutip The Express.

“Saya belum pernah merasakan sebuah kemunduran besar dalam karir saya sejak saya mengalami cedera punggung saat melawan Sascha Zverev di Montreal (pada 2017).”

“Saya punya alasan lain tapi tidak ada urusannya dengan karir saya. Jika saya merasakan seperti itu, saya bisa bermain lebih bebas, berkonsentrasi pada taktik dan menikmati libur lebih banyak.”

Federer juga sedang mengejar rekor untuk menyamai Jimmy Conors yang mendapatkan 109 gelar ATP dan lima kali berhasil menutup musim di urutan pertama.

Saat ini Federer berada tujuh peringkat di bawah mantan petenis nomor satu itu.

Baca juga: Nadal tambah jarak dari Djokovic, perbesar asa tutup musim nomor wahid

Baca juga: Nadal samakan total kemenangan “Big Title” Djokovic dan Federer

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tim Indonesia incar kemenangan sektor tunggal di Piala Davis

Jakarta (ANTARA) – Tim Indonesia mengincar kemenangan dari sektor tunggal saat menghadapi Selandia Baru pada pertandingan Piala Davis yang akan berlangsung di Stadion Tenis GBK, Sabtu-Minggu (14-15 September mendatang), kata kapten tim Febi Widhiyanto.

“Sebenarnya tiga pemain bisa dimainkan di single, yaitu David, Rifki, sama Anton. Pasti David akan turun, untuk dua sisanya kita lihat yang siap siapa,” tutur Febi pada konferensi pers yang berlangsung di Senayan, Jakarta, Rabu.

Indonesia diperkuat empat petenis, yakni David Agung Susanto (peringkat 1195 tunggal dunia) Anthony Susanto, Muhammad Rifqy Fitriadi, dan Ari Fahresi untuk pertandingan Piala Davis 2019 Grup II zona Asia/Oceania.

Baca juga: Indonesia bertahan di Grup II Piala Davis

Di atas kertas, Selandia Baru menurunkan komposisi tim yang lebih kuat. Mereka mendaftarkan Ajeet Rai (744), Rheet Purcel (922), Michael Venus, Marcus Daniell, dan Artem Sitak. Venus bahkan tercatat menduduki peringkat kesepuluh dunia di sektor ganda.

Meski tertinggal secara peringkat, Febi meyakini bahwa mental anak-anak asuhnya tidak merosot.

“Di satu tim pasti ada leader. Dulu Christo (Christopher Rungkat), sekarang waktunya David untuk seperti itu. Untuk memberi motivasi kepada anak-anak,” tambah Febi.

Terkait David, petenis 28 tahun ini sempat mengalami cedera sekitar dua pekan silam, namun Febi mengonfirmasi bahwa sang petenis telah pulih sepenuhnya.

Baca juga: Rungkat kemungkinan main rangkap di “playoff” Davis

Peraih medali emas ganda campuran pada Asian Games 2018 Christopher Rungkat dipastikan absen mengikuti turnamen ini. Saat ditanyakan alasan mengapa Christopher tidak dipanggil masuk tim, Febi mengatakan bahwa kondisi fisik sang pemain masih belum pulih total setelah mengikuti US Open.

Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Nadal tambah jarak dari Djokovic, perbesar asa tutup musim nomor wahid

Jakarta (ANTARA) – Rafael Nadal memperlebar jarak keunggulannya dari Novak Djokovic menjadi berjarak 1.960 poin dalam klasemen sementara menuju Nitto ATP Finals 2019 yang akan digelar di London, pertengahan November nanti.

Keberhasilan Nadal menjuarai US Open yang menghasilkan 2.000 poin tambahan, membuat petenis Spanyol itu kini berpeluang besar untuk menutup musim sebagai nomor wahid, demikian catatan laman ATP Tour.

Baca juga: Nadal juarai US Open keempat usai kalahkan Medvedev

Baca juga: Nadal samakan total kemenangan “Big Title” Djokovic dan Federer

Jika posisinya bertahan, maka Nadal akan menyamai rekor dua pesaingnya dalam rivalitas Tiga Besar, Djokovic dan Roger Federer, serta Jimmy Connors, yang lima kali berhasil menutup musim di urutan pertama.

Rekor terbaik masih dimiliki oleh petenis legendaris Amerika Serikat, Pete Sampras, yang enam kali menutup musim di urutan pertama bahkan dilakukannya secara beruntun dalam kurun waktu 1993-1998.

“Jika saya bisa menjadi nomor satu, bagus. Tapi sebagaimana saya selalu bilang, itu bukan tujuan utama. Walaupun, tentu saja menyenangkan bisa bersaing di dalamnya,” kata Nadal.

“Buat saya pribadi, itu bukan sebuah persaingan. Saya hanya ingin tetap kompetitif ketika di pekan-pekan yang dibutuhkan atau yang saya inginkan. Jika saya bisa bermain baik sampai akhir musim, maka itu akan luar biasa,” ujarnya menambahkan.

Baca juga: Nadal termotivasi oleh kecintaan pada tenis, bukan rekor Grand Slam

Baca juga: Petenis hingga klub sepak bola bereaksi atas kemenangan Nadal

Turnamen ini semakin dekat, hanya dengan dua bulan tersisa di musim ini namun dengan banyak poin untuk diperebutkan. Dengan dua turnamen ATP Masters 1000 yang tersisa yaitu Rolex Shanghai Masters dan Rolex Paris Masters, serta dan Nitto ATP Finals, seorang pemain bisa mendapat tambahan sebanyak 3.500 poin secara total.

Nadal berakhir sebagai petenis nomor satu akhir tahun di tahun 2008, 2010, 2013 dan 2017. Dalam tiga tahun catatan terakhirnya, Nadal juga mengawali dengan memenangkan US Open sebelum ia memuncaki klasemen ATP Rankings.

Baca juga: Nadal raih gelar Grand Slam ke-19 dan dekati rekor Federer

Baca juga: Fakta perjalanan karir Rafael Nadal

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Cabal/Farah pimpin klasemen sementara Nitto ATP Finals

Jakarta (ANTARA) – Pasangan petenis Kolombia Juan Sebastian Cabal dan Robert Farah untuk sementara memimpin klasemen ganda putra ATP Doubles Race To London setelah memenangi gelar Grand Slam kedua mereka musim ini di US Open.

Meski masih ada peluang perebutan dengan tujuh pasangan lain, namun melalui kemenangan di US Open mereka mendapat tambahan 2.000 poin, dengan total poin saat ini mencapai 7.940.

Poin yang dimiliki Cabal dan Farah tersebut dua kali lipat melebihi tim urutan kedua yaitu Lukasz Kubot dan Marcelo Melo dengan 3.445 poin.

Baca juga: Cabal dan Farah juara ganda putra setelah bertanding lima jam
  Juan Sebastian Cabal (kiri) berbincang dengan Robert Farah saat pertandingan final turnamen Western & Southern Open melawan Ivan Dodig/Filip Polasek pada 18 Agustus 2019 di Mason, AS. (ANTARA/USA TODAY NETWORK/Albert Cesare)

Di posisi selanjutnya, Bob Bryan dan Mike Bryan yang telah memenangkan 118 gelar tingkat tur bersama-sama, juga berada dalam posisi kuat untuk masuk kualifikasi Nitto ATP Finals ke-15 mereka.

Mereka berada di posisi ketiga dengan 3.380 poin, atau hanya unggul lima poin dari Kevin Krawietz dan Andreas Mies, juara Roland Garros dan semifinalis US Open yang berusaha mengukir debut pertama mereka ke London.

Di posisi kelima, ada pasangan asal Jerman Raven Klaasen dan Michael Venus dengan 3.370 poin, mereka berusaha ke turnamen akhir musim untuk tahun kedua berturut-turut.

Dalam Nitto ATP Finals, biasanya hanya dipilih delapan tim teratas yang otomatis lolos ke turnamen yang akan diadakan di arena “The O2” pada 10-17 November.

Namun menurut laporan ATPTour.com, Selasa, situasi berbeda kemungkinan akan terjadi pada gelaran tahun ini.

Petenis Prancis Pierre-Hugues Herbert dan Nicolas Mahut memenangkan US Open, tetapi mereka berada di peringkat ke-11 dengan 2.180 poin atau di luar kuota.

Jika Krawietz/Mies tidak keluar dari tujuh besar dan Hugues/Mahut berada di luar tujuh besar, mereka tetap memenuhi syarat berdasarkan aturan pemenang Grand Slam.

Namun jika kedua pasangan tersebut tidak masuk dalam tujuh besar dan berada di peringkat 8-20, maka hanya tim dengan peringkat lebih tinggi yang akan lolos.

Dua pasangan yang pernah menang di London akan diposisikan untuk kembali ke London. Jean-Julien Rojer dan Horia Tecau (2015) berada di tempat keenam dengan 2.860 poin, dan pemenang dua kali Henri Kontinen dan John Peers tertinggal 40 poin di belakangnya.

Sementara itu di peringkat kedelapan diisi oleh tim yang mencapai debut pertama yaitu Rajeev Ram dan Joe Salisbury, dengan 2.570 poin.

Baca juga: Gantikan London, Turin tuan rumah finals ATP tahun 2021-2025
 

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Nadal samakan total kemenangan “Big Title” Djokovic dan Federer

Jakarta (ANTARA) – Usai memenangi US Open keempatnya, kini Rafael Nadal telah menyamakan kedudukan “Big Title” dengan Roger Federer dan Novak Djokovic, dengan 54 gelar kemenangan di Grand Slam, Nitto ATP Finals, dan ATP Masters 1000.

Bintang tenis asal Spanyol ini pada hari Minggu melalui lima set di babak final US Open dengan menundukkan Daniil Medvedev di arena Flushing Meadows.

Baca juga: Nadal raih gelar Grand Slam ke-19 dan dekati rekor Federer

Dalam karir profesionalnya, Nadal menambah torehan 19 kemenangan di Grand Slam melalui kemenangan keempatnya di US Open, ditambah dengan 35 kemenangan di ATP Masters 1000.

Namun petenis kidal berusia 33 tahun ini belum pernah mencetak kemenangan di ajang Nitto ATP Finals, menurut laporan ATPTour.com, Selasa.

Nadal pada tahun ini sudah mengumpulkan empat kemenangan dari “Big Title”, yaitu Roland Garros (French Open), Internazionali BNL d’Italia di Roma (Roma Open), Coupe Rogers di Montreal Kanada, dan US Open.

Peringkat pertama Djokovic mengoleksi 16 kemenangan tingkat Grand Slam, lima Nitto ATP Finals, dan 33 gelar di ATP Masters 1000.

Baik Djokovic dan Nadal memiliki rasio kemenangan 3,4 dari 182 ajang turnamen yang mereka ikuti.

Sedangkan peringkat tiga Federer lebih unggul pada ajang Grand Slam dengan mengoleksi 20 kemenangan, dan Nitto ATP Finals dengan enam kemenangan.

Sedangkan di tingkat ATP Masters 1000 petenis Swiss ini baru mencatatkan 28 kemenangan, dengan rasio kemenangan 4,3 dari 231 turnamen yang sudah ia ikuti.

Baca juga: Fakta perjalanan karir Rafael Nadal

Baca juga: Petenis hingga klub sepak bola bereaksi atas kemenangan Nadal

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Terbukti atur skor tenis, Diego Matos diskors seumur hidup

Jakarta (ANTARA) – Petenis Brazil Diego Matos terkena hukuman skorsing seumur hidup dari kegiatan tenis profesional, serta diharuskan membayar denda 125 ribu dolar AS, setelah terbukti bersalah mengatur hasil pertandingan.

Sidang antikorupsi Tennis Integrity Unit (TIU) yang bermarkas di London, Senin (Selasa pagi WIB), seperti dikutip AFP, menyebutkan bahwa Matos telah merancang hasil dari 10 pertandingan yang dimainkannya pada 2018 dalam turnamen level ITF di Brasil, Sri Lanka, Ekuador, Portugal dan Spanyol.

Pemain berusia 31 tahun itu juga terbukti bersalah karena tidak kooperatif dengan investigasi TIU karena menolak memenuhi permintaan untuk menyerahkan telpon selulernya untuk keperluan penyelidikan forensik.

Ia juga tidak bisa menyampaikan catatan finansialnya.

Matos sendiri sudah menjalani skorsing sementara dari dunia tenis sejak Desember 2018.

Di tenis, Matos saat ini berperingkat 373 pada partai ganda, dan pernah mencapai peringkat 580 untuk partai tunggal.

Baca juga: Nadal raih gelar Grand Slam ke-19 dan dekati rekor Federer

Baca juga: Catatan Andreescu, dari peringkat 208 hingga kampiun US Open
 

Pewarta: Teguh Handoko
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Cedera paksa Suarez Navarro dan Anderson tutup musim

Jakarta (ANTARA) – Petenis putri Spanyol Carla Suarez Navarro dan petenis putra Afrika Selatan Kevin Anderson memutuskan untuk mengakhiri musim 2019 mereka lebih cepat dari seharusnya karena mereka harus fokus memulihkan diri dari cedera untuk kepentingan musim 2020.

Cedera punggung telah memaksa Suarez Navarro absen pada sisa musim tahun ini. Cedera ini menimpanya pada babak pertama US Open yang baru saja selesai.

“Saya harus mengakhiri 2019 lebih cepat dari yang diharapkan,” kata Suarez Navarro dalam bahasa Spanyol, via akun Twitter-nya.

“Masalah punggung mencegah saya dalam mencapai tujuan-tujuan saya. Ini saatnya untuk melakukan rehabilitasi, mengisi lagi energi dan kembali dengan antusiasme pada 2020.”

“Senantiasa berterima kasih untuk cinta dan dukungan yang diterima!”, sambung dia dalam Twitter seperti dikutip ubitennis.net.

Baca juga: Lima pertandingan terbaik sepanjang perhelatan US Open 2019

Petenis berusia 31 tahun dari Barcelona itu mengakhiri musim ini dengan18 kali menang dan 18 kali kalah, sehingga dia harus mengakhiri musim dengan berada di luar 50 besar dunia.

Kevin Anderson yang dua kali menjadi finalis Grand Slam juga sudah memutuskan mengakhiri musim ini setelah hanya kuat turun pada lima turnamen sepanjang tahun ini.

Meskipun mengawali tahun dengan sukses juara di Pune, rangkaian cedera membuat dia terus berjuang untuk bugar.

Keputusan ini membuat Anderson akan absen pada Piala Laver di Jenewa untuk Tim Dunia, yang dimulai Jumat ini.

Baca juga: Fakta perjalanan karir Rafael Nadal

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Lima pertandingan terbaik sepanjang perhelatan US Open 2019

Jakarta (ANTARA) – US Open resmi berakhir setelah Rafael Nadal menang atas Daniil Medvedev pada partai final yang diselenggarakan di Flushing Meadows, New York, Minggu (Senin WIB).

Turnamen yang berlangsung selama dua minggu itu pun tidak lepas dari pertandingan-pertandingan big-match yang diwarnai dengan penuh drama, mulai dari petenis yang berhasil mengalahkan petenis top dunia hingga permainan lima set yang berlangsung lima jam.

Berikut lima pertandingan terbaik sepanjang pagelaran US Open tahun ini.

1. Matteo Berretini vs Gael Monfils

Matteo Berretini harus bermain lima set untuk menumbangkan Gael Monfils dan meraih kemenangan dengan skor 3-6, 6-3, 6-2, 3-6, 7-6.

Kedua pemain mempunyai kesempatan untuk menang di set kelima. Namun pemenang harus ditentukan oleh tiebreak, hingga akhirnya petenis Italia berhasil mematahkan pukulan Monfils.

Atas kemenangannya itu, Berretini berhak maju ke babak perempat final dan bertemu dengan Rafael Nadal.

2. Bianca Andreescu vs Serena Williams

Bianca Andreescu menjungkalkan Serena Williams dengan kemenangan meyakinkan yakni 6-3, 7-5. Andreescu menjadi remaja pertama yang memenangi gelar Grand Slam dalam debutnya pada babak utama US Open.

Pada pertandingan yang mempertemukan dua petenis lintas generasi itu, Andreescu yang memimpin 5-1 pada set kedua, membuat sorak sorai para penonton di Arthur Ashe Stadium pecah tak terbendung meneriakkan nama Serena.

Ketika Serena berhasil menipiskan margin menjadi 6-5, Andreescu memastikan kemenangan melalui pukulan forehand yang tak bisa dijangkau Serena.

Pertandingan itu menjadi penampilan yang memukau dari awal hingga akhir. Kedua petenis bermain dengan penuh semangat dan mantap. Andreescu pun tampil dengan sangat berani tanpa terlihat takut sekalipun.

Atas kemenangannya, Serena gagal meraih gelar Grand Slam ke-24.

3. Taylor Townsend vs Simona Halep

Taylor Townsend membekuk petenis unggulan keempat asal Rumania Simona Halep dengan skor 2-6, 6-3, 7-6 pada putaran kedua US Open.

Petenis kidal Townsend mengejutkan peraih gelar Wimbledon Halep saat ia berkali-kali maju dan bermain di net.

Petenis Amerika Serikat yang berada di posisi ke-116 dunia itu sempat tertinggal 4-5 di set terakhir. Namun akhirnya berhasil memastikan kemenangan pertamanya melalui tiebreak.

Sebelumnya Townsend mengalami tiga kali kekalahan saat berhadapan dengan Halep, namun ia mampu membalikkan keadaan itu.

4. Grigor Dimitrov vs Roger Federer

Grigor Dimitrov berhasil mengalahkan petenis peringkat ketiga dunia sekaligus idolanya, Roger Federer dalam duel lima set pada perempat final dengan skor akhir 3-6, 6-4, 3-6, 6-4, 6-2.

Pertandingan di Flushing Meadows merupakan penampilan mereka yang kedelapan setelah tujuh pertemuan sebelumnya Dimitrov selalu kalah oleh Federer.

Dimitrov main sangat agresif, percaya diri, dan mengeluarkan semua taktiknya di lapangan untuk mengalahkan Federer.

Memasuki set kelima, Federer meminta medical timeout. Dimitrov tak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk mematahkan servis Federer dan mengumpulkan poin hingga akhirnya Federer takluk di tangan petenis Bulgaria itu setelah tiga jam pertandingan.

5. Coco Gauff vs Timea Babos

Coco Gauff mengalahkan Timea Babos 6-2, 4-6, 6-4 pada putaran kedua US Open setelah sebelumnya Coco juga berhasil menaklukkan peraih lima gelar Wimbledon Venus Williams pada babak pertama turnamen The All England tahun ini.

Coco yang masih berusia 15 tahun itu dapat mengatasi permainan Babos dengan tenang sebelum akhirnya melaju ke putaran ketiga.

Baca juga: Fakta perjalanan karir Rafael Nadal

Baca juga: Nadal termotivasi oleh kecintaan pada tenis, bukan rekor Grand Slam

Baca juga: Nadal vs Medvedev, fakta dan angka

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Nadal termotivasi oleh kecintaan pada tenis, bukan rekor Grand Slam

Jakarta (ANTARA) – Rafael Nadal hanya kurang satu gelar Grand Slam untuk menyamai rekor sepanjang masa milik Roger Federer, 20 gelar, Minggu (Senin WIB).

Hanya saja, setelah menambahkan gelar keempat US Open ke dalam koleksinya, petenis Spanyol itu mengatakan, kecintaannya pada olahraga tersebutlah, dan bukan rekor, yang memotivasi dia.

Nadal yang memadamkan kebangkitan Daniil Medvedev di akhir laga untuk memenangi pertarungan lima set di Flushing Meadows, memperoleh gelar Grand Dlam ke-19 yang juga membawanya unggul tiga dari 16 gelar milik Novak Djokovic.

“Saya bermain tenis karena saya mencintai bermain tenis,” kata Nadal kepada reporter seperti dikutip Reuters.

“Saya tidak bisa hanya memikirkan Grand Slam. Tenis itu lebih dari Grand Slam. Saya perlu memikirkan yang lain-lainnya.

“Saya bermain untuk bergembira. Tentu saja, kemenangan hari ini membuatku super gembira.”

Semua orang menduga-duga siapa di antara ‘Big Three’ yang akan mengakhiri karir mereka dengan grand slam terbanyak.

Pada usia 33, Nadal mungkin menyamai Federer, petenis Swiss berusia 38 tahun yang tersingkir dari US Open pada perempat final dan gagal menambah gelar Grand Slam-nya sejak memenangi Australia Open 2018.

Jika tidak ada tempat lain, Nadal akan menjadi favorit di French Open, di mana ia telah memenangi rekor 12 gelar termasuk tiga terakhir.

Ia mengatakan bahwa sementara dia merasa terhormat menjadi bagian dari pertempuran untuk dinobatkan sebagai yang terbesar sepanjang masa, dan senang jika itu menarik lebih banyak penggemar ke permainan tersebut, dia masih akan tidur nyenyak jika dia muncul singkat.

“Anda tidak bisa sepanjang hari memandang ke sebelah Anda tentang apakah seseorang memiliki lebih atau seorang memiliki agak sedikit kurang karena Anda akan frustrasi,” katanya.

“Semua hal yang saya capai dalam karier saya jauh lebih dari apa yang pernah saya pikirkan dan apa yang pernah saya impikan.

“Saya akan senang menjadi orang yang memiliki lebih banyak. Tetapi saya benar-benar percaya bahwa saya tidak akan lebih bahagia atau kurang bahagia jika itu terjadi atau tidak terjadi,” katanya.

“Yang memberi Anda kebahagiaan adalah kepuasan pribadi bahwa Anda memberikan yang terbaik.

“Dengan begitu saya sangat, sangat tenang, sangat senang dengan diriku sendiri.”

Baca juga: Nadal raih gelar Grand Slam ke-19 dan dekati rekor Federer

Baca juga: Nadal vs Medvedev, fakta dan angka

Baca juga: Petenis hingga klub sepak bola bereaksi atas kemenangan Nadal

Penerjemah: Fitri Supratiwi
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Fakta perjalanan karir Rafael Nadal

Jakarta (ANTARA) – Rafael Nadal berhasil mendapatkan gelar Grand Slam-nya yang ke-14 setelah menaklukkan Daniel Medvedev dengan skor 7-5, 6-3, 5-7, 4-6, 6-4 pada pertandingan di New York, Minggu (Senin WIB).

Kemenangan tersebut juga membuat rekor raja di lapangan tanah liat itu menjadi kurang satu gelar Grand Slam untuk menyamai rekor rival abadi Roger Federer.

Sebelum menjuarai US Open untuk keempat kalinya, Nadal telah menjuarai turnamen Grand Slam lainnya dan pernah mencatat rekor baru dalam karirnya.

Berikut fakta perjalanan karir Nadal dari tahun ke tahun, seperti dilansir Reuters.

1. Nadal mengalahkan petenis nomor dua pada saat itu, Andy Roddick saat membela Spanyol. Dia berhasil menjuarai gelar Davis Cup 2004, dan kembali memenangi turnamen itu pada 2008, 2009, 2011.

2. Nadal memenangi French Open 2005, yang merupakan debut pertamanya pada ajang Grand Slam. Pada 2006, dia kembali menjadi juara setelah menaklukkan Federer di final.

3. Pada 2007, dia menjadi petenis putra pertama setelah Born Borg pada 1980 yang mendapatkan gelar di lapangan rumput Roland Garros selama tiga tahun beruntun (2006, 2007, 2008).

4. Nadal menjuarai Wimbledon 2018 setelah menang lima set atas Federer, sebuah pertandingan yang dianggap sebagai pertandingan terhebat sepanjang masa.

5. Nadal mendapatkan medali emas pada Olimpiade Beijing 2008.

6. Untuk pertama kalinya, Nadal kalah pada babak final French Open 2009 oleh petenis Swedia Robin Soderling.

7. Nadal kembali mendapat gelar Grand Slam di Roland Garros dan Wimbledon pada 2010.

8. Pada 2011, Nadal menyamai rekor Borg dengan enam gelar di turnamen French Open.

9. Nadal menjadi petenis putra pertama yang meraih delapan gelar Grand Slam saat ia mengalahkan petenis Spanyol David Ferrer di Roland Garros 2013. Di tahun yang sama, dia juga menjuarai US Open.

10. Pada 2014, Nadal menjadi petenis pria pertama yng memenangi lima gelar French Open.

11. Pada 2013, Nadal menjuarai US Open kedua kalinya.

12. Pada 2017, petenis yang saat ini berusia 33 tahun itu memenangi US Open setelah menyingkirkan petenis Afrika Selatan Kevin Anderson di babak final.

13. Pada 2018, Nadal mengklaim gelar Grand Slam French Open ke-11. Dengan demikian, dia sudah mengumpulkan total gelar Grand Slam 17.

14. Pada Juni 2019, Nadal mengalahkan Dominic Thiem dalam pertandingan final di Roland Garros dan berhak atas gelar French Open yang ke-12.

15. Nadal digulingkan oleh Medvedev saat final di Rogers Cup. Kekalahan Nadal mengantarkan Medvedev menang untuk kelima kalinya dalam turnamen tersebut.

16. Nadal berhasil mengatasi perlawanan Medevedv dan menjuarai US Open untuk keempat kalinya.

Baca juga: Nadal raih gelar Grand Slam ke-19 dan dekati rekor Federer
Baca juga: Petenis hingga klub sepak bola bereaksi atas kemenangan Nadal
Baca juga: Nadal vs Medvedev, fakta dan angka

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Petenis hingga klub sepak bola bereaksi atas kemenangan Nadal

Jakarta (ANTARA) – Usai pertarungan Rafael Nadal di babak final US Open menghadapi Daniil Medvedev yang berakhir dengan gelar juara keempatnya di ajang Grand Slam itu, sejumlah tokoh memberikan responnya melalui akun media sosial yang mereka miliki.

Mulai dari sesama rekan petenis hingga klub sepak bola berbondong-bondong menuliskan ucapan selamat dan apresiasi di linimasa akun medsos mereka.

Juan del Potro, petenis asal Argentina yang juga sempat mencicipi gelar juara di US Open 2009 itu begitu terpukau dengan jalannya pertandingan antara Nadal dan Medvedev yang berlangsung selama hampir lima jam itu.

“Pertandingan yang hebat! Pertarungan yang tak terlupakan @RafaelNadal @DaniilMedwed. Selamat Rafa!!” tulis Del Potro dalam akun Twitternya, Senin.

Lalu tak ketinggalan salah satu legenda tenis asal Australia Rod Laver, yang menulis “Selamat @RafaelNadal, sebuah kemenangan berani untuk klaim kemenangan (Grand Slam) ke-19, mahkota US Open ke-4 dan gelar juara Grand Slam kedua tahun ini usai di Prancis. Tetaplah hebat kawan, sebuah kehormatan mempersembahkan piala untukmu malam ini.”

David de Gea, kiper Manchester United dan timnas Spanyol, juga turut mengapresiasi kemenangan yang diraih Nadal.

Secara singkat ia menulis, “Pria ini datang dari planet lain! @RafaelNadal @usopen.”

Tak ketinggalan klub sepak bola senegara dengan Nadal, yaitu Real Madrid ikut urun komentar di akun Twitter resmi mereka.

“Seorang legenda yang tanpa batas! Selamat atas kemenangan US Openmu @RafaelNadal! Real Madrid sangat bangga memilikimu sebagai salah satu anggota kehormatan klub kami,” tulis akun tersebut.

Baca juga: Nadal raih gelar Grand Slam ke-19 dan dekati rekor Federer

Baca juga: Nadal juarai US Open keempat usai kalahkan Medvedev

Baca juga: Nadal vs Medvedev, fakta dan angka

Penerjemah: Roy Rosa Bachtiar
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Runner-up US Open Medvedev mengaku berjuang keras

Jakarta (ANTARA) – Daniil Medvedev mengatakan energi dari penonton di New York membantu mendorong perlawanannya yang memukau yang membuatnya kalah dalam lima set dari Rafael Nadal di final US Open, Minggu (Senin WIB).

Unggulan kelima asal Rusia itu kehilangan dua set pertama melawan Nadal pada final Grand Slam pertamanya, tetapi membalas untuk memaksakan set penentu, hampir menghapus defisit dua break pada set kelima sebelum kalah 5-7, 3-6, 7-5, 6-4, 4-6.

“Pertama-tama saya hanya ingin memberi selamat kepada Rafa, gelar Grand Slam ke-19 adalah sesuatu yang tidak dapat dipercaya, keterlaluan,” kata Medvedev.

“Apa yang telah kamu lakukan untuk tenis secara umum, itu luar biasa untuk olahraga kita. Terima kasih dan selamat lagi.”

Medvedev telah mengalami hubungan cinta-benci dengan para penggemar di Flushing Meadows setelah gerakan cabul dalam pertandingan putaran ketiga memicu ejekan keras, yang kemudian ditanggapi oleh petenis Rusia itu dengan ejekannya sendiri.

Tetapi petenis berusia 23 tahun itu memperoleh dukungan penonton saat melaju ke final, di mana ia berusaha menjadi juara Grand Slam termuda sejak Juan Martin del Potro menjuarai AS Terbuka pada 2009.

“Sejujurnya dalam benak saya, saya sudah berpikir, ‘Apa yang saya katakan dalam pidato, itu akan menjadi dalam 20 menit,” kenang Medvedev, setelah tertinggal dua set dari Nadal, dikutip AFP.

“Saya seperti harus berjuang untuk setiap bola, dan melangkah lebih jauh tetapi itu tidak berjalan sesuai keinginan saya. Sebelumnya saya tahu di turnamen ini saya mengatakan hal yang buruk, dan sekarang itu hal yang baik.”

“Karena energi Anda, saya di sini di final. Maksudku, malam ini akan selalu ada di pikiran saya karena saya bermain di lapangan terbesar di dunia tenis.

“Kalian mendorongku untuk memperpanjang pertandingan ini karena kamu ingin melihat lebih banyak tenis. Karena kalian, aku berjuang sangat keras.

“Ini elektrik. Kamu mengejekku karena suatu alasan. Aku juga bisa berubah karena aku seorang manusia dan aku bisa membuat kesalahan. Terima kasih banyak dari lubuk hatiku.

Baca juga: Nadal juarai US Open keempat usai kalahkan Medvedev

Baca juga: Nadal raih gelar Grand Slam ke-19 dan dekati rekor Federer
​​​​​​​
Baca juga: Rafael Nadal vs Daniil Medvedev jelang final US Open

Penerjemah: Fitri Supratiwi
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Nadal vs Medvedev, fakta dan angka

Jakarta (ANTARA) – Fakta dan angka dari pertandingan final US Open antara Rafael Nadal dan Daniil Medvedev, yang dimenangi petenis Spanyol Nadal 7-5, 6-3, 5-7, 4-6, 6-2, Senin WIB:

4 jam 50 menit — durasi pertandingan final, kurang empat menit dari pertandingan final US Open terlama dalam rekor. Kemenangan Andy Murray lima set atas Novak Djokovic pada 2012 memakan waktu empat jam dan 54 menit. Mats Wilander juga mengalahkan Ivan Lendl dengan durasi yang sama pada final 1988.

33 — Usia Nadal. Ia menjadi juara US Open tertua kedua dalam era modern sejak Ken Rosewall yang berusia 35 tahun pada 1970

4 — jumlah gelar US Open yang dimenangi Nadal sekarang

19 — jumlah gelar Grand Slams yang dimenangi Nadal sekarang

177/164 — jumlah poin yang dimenangi Nadal/Medvedev pada final tersebut

6/21 — break point yang dikonversi Nadal

5/15 — break point yang dikonversi Medvedev

4/14 — as yang dihasilkan Nadal/Medvedev

62/75 — winner yang dihasilkan Nadal/Medvedev

46/57 — kesalahan sendiri yang dilakukan Nadal/Medvedev

0/4 — rata-rata keberhasilan pemain putra kelahiran 1990an dalam final Grand Slam. Milos Raonic keluar sebagai runner-up di Wimbledon pada 2016 sementara Dominic Thiem kalah pada dua final French Open terakhir dari Nadal.

0 — jumlah kemenangan lima set yang dimenangi Medvedev sepanjang karirnya dalam lima kali usaha

84 — jumlah gelar yang diperoleh Nadal sepanjang karirnya, yang 21 di antaranya terjadi di lapangan keras, demikian AFP.

Baca juga: Runner-up US Open Medvedev mengaku berjuang keras

Baca juga: Nadal raih gelar Grand Slam ke-19 dan dekati rekor Federer

Baca juga: Nadal juarai US Open keempat usai kalahkan Medvedev

Penerjemah: Fitri Supratiwi
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Nadal raih gelar Grand Slam ke-19 dan dekati rekor Federer

Jakarta (ANTARA) – Petenis Spanyol Rafael Nadal mengalahkan petenis Rusia Daniil Medvedev 7-5, 6-3, 5-7, 4-6, 6-4 dalam final untuk meraih gelar US Open keempatnya sekaligus gelar Grand Slam ke-19, Minggu (Senin WIB).

Kemenangan tersebut juga membuat rekornya menjadi kurang satu gelar Grand Slam untuk menyamai rekor sepanjang masa rival kuatnya Roger Federer.

Sudah menjadi raja di lapangan tanah liat, petenis Spanyol itu menjadi master di lapangan keras Flushing Meadows New York dua pekan ini. Namun, ia harus bekerja keras untuk mengalahkan petenis Rusia itu dan menambah gelar Grand Slamnya sepanjang karir menjadi 19, hanya selisih satu di bawah petenis Swiss Federer.

Baca juga: Nadal juarai US Open keempat usai kalahkan Medvedev

Dikutip dari Reuters, petenis kidal berusia 33 tahun itu menjadi petenis tertua kedua yang menjadi juara US Open pada era profesional di bawah petenis Australia Ken Rosewall, yang berusia 35 tahun ketika ia meraih gelar pada 1970.

Sementara tunggal putri mempunyai empat juara Grand Slam berbeda musim ini. Pemain lama Nadal, Federer dan Novak Djokovic terus menguasai pada tunggal putra setelah “Big Three” tersebut bergabung memenangi 12 turnamen besar terakhir.

Petenis peringkat dua dunia Nadal memperoleh hadiah uang 3,85 juta dolar AS di Arthur Ashe Stadium dan menambahkan gelar US Open setelah juara pada 2010, 2013 dan 2017.

Nadal, yang mencapai pertandingan final US Open kelima dan final Grand Slam ke-27, adalah putra pertama yang meraih lima gelar besar setelah berusia 30 tahun.

Dikutip dari AFP, Nadal, yang meningkat rekornya menjadi 22-12 dalam pertandingan lima set, hanya kehilangan satu pertandingan Grand Slam dari lebih dari 200 ketika ia telah memenangi dua set pertama, kekalahan itu terjadi di tangan petenis Italia Fabio Fognini pada putaran ketiga US Open 2015.

Dalam waktu empat jam 50 menit, pertandingan tersebut berakhir kurang empat menit dari menyamai final terlama dalam sejarah US Open dibanding kemenangan Mats Wilander pada 1988 dan gelar 2012 yang diperoleh Andy Murray.

Ini merupakan gelar Grand Slam kedua tahun ini bagi Nadal setelah meraih mahkota French Open ke-12nya pada Juni lalu.

Baca juga: Nadal tundukkan Thiem demi rekor gelar ke-12 French Open

Baca juga: Nadal dan 12 trofi French Open miliknya

Nadal, yang memenangi satu-satunya pertemuan sebelumnya dengan Medvedev pada final Montreal bulan lalu, jarang tampak terancam setelah dipatahkan servisnya pada awal pertandingan.

Petenis Spanyol itu memperpanjang kemenangan beruntunnya atas petenis Rusia menjadi 20 pertandingan sejak kalah dari Nikolay Davydenko pada semifinal di Doha 2011.

Unggulan kelima (23), berjuang sepanjang final Grand Slam pertamanya namun tidak mampu menjadi juara putra termuda Grand Slam sejak Juan Martin del Potro pada US Open 2009, membuat rekornya menjadi 0-5 dalam pertandingan lima set.

Medvedev, yang kemenangannya dalam 12 pertandingan beruntun –terbaik dalam kerirnya– berakhir, mungkin bisa menjadi petenis Rusia pertama yang memenangi gelar Grand Slam sejak Marat Safin pada Australia Open 2005 dan petenis Rusia yang memenangi US Open sejak Safin pada 2000.

Baca juga: Mertens/Sabalenka juara ganda putri US Open pertama kalinya

Baca juga: Andreescu gulingkan Serena untuk juarai US Open

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Nadal juarai US Open keempat usai kalahkan Medvedev

Jakarta (ANTARA) – Petenis Spanyol Rafael Nadal pada hari Minggu waktu setempat (Senin WIB) berhasil mencetak gelar juara keempatnya di US Open melalui pertandingan babak final melawan Daniil Medvedev di Stadion Arthur Ashe.

Melalui pertandingan selama empat jam 49 menit, Nadal menundukkan Medvedev dengan skor 7-5, 6-3, 5-7, 4-6, 6-4.

Pertandingan ini begitu menguras tenaga petenis peringkat dua dunia itu, dengan bertarung untuk setiap poin dan mengatasi Medvedev yang agresif dalam salah satu babak final terlama dalam sejarah Grand Slam, menurut laporan ATPTour.com, Senin.

Dengan kemenangan Grand Slam ke-19 ini, Nadal hanya kurang satu kemenangan lagi dari Roger Federer dengan 20 kemenangan, dan unggul tiga kali dari Novak Djokovic yang baru mencatatkan 16 kemenangan.

Petenis 33 tahun ini mengklaim gelar Grand Slam keempatnya di Flushing Meadows, dengan kemenangan US Open sebelumnya pada tahun 2010, 2013, dan 2017.

Nadal selanjutnya akan memposisikan dirinya di Rolex Shanghai Masters pada bulan Oktober, dan untuk sementara mengungguli Djokovic dalam ATP Race To London.

Baca juga: Rafael Nadal vs Daniil Medvedev jelang final US Open

Baca juga: Marat Safin yakin Medvedev berpeluang gulingkan Nadal di final US Open

Baca juga: Taklukkan Berrettini, Nadal hadapi Medvedev di final US Open

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mertens/Sabalenka juara ganda putri US Open pertama kalinya

Jakarta (ANTARA) – Pasangan ganda putri asal Belgia/Belarus, Elise Mertens/Aryna Sabalenka memenangi gelar juara Grand Slam pertamanya setelah mengalahkan pasangan Belarus/Australia Victoria Azarenka/Ashleigh Barty dengan skor 7-5, 7-5 di Flushing Meadows, New York, Minggu (Senin WIB).

Pertandingan berakhir dramatis saat Mertens/Sabalenka harus maju ke depan net, tapi Barty justru mengirim bola lob melewati kepala mereka.

Sabalenka berhasil mengejar bola dan mengembalikannya, dengan demikian overhead smash yang dilakukan Azarenka pun gagal menciptakan poin bagi Azarenka/Barty.

Mertens langsung tergeletak di atas lapangan dan Sabalenka menatap langit tak percaya, sebelum akhirnya mereka berpelukan.

Mereka mengatakan bahwa sorak sorai dan euforia penonton di Arthur Ashe Stadium semakin memacu semangatnya.

Baca juga: Rafael Nadal vs Daniil Medvedev jelang final US Open

“Aku rasa antusias dan dukungan penonton di stadion yang memberikanku energi untuk terus bermain,” kata petenis Belgia Bertens saat wawancara di lapangan.

“Aku tak percaya bisa memenangi Grand Slam. Ini pertama kalinya bagiku. “

“Kami tim yang solid dan aku harap bisa bermain lagi dengannya nanti, “

Sabalenka menambahkan, “terima kasih temanku untuk final yang hebat ini. Ini pertandingan yang luar biasa dan aku menikmati di setiap detiknya”

Atas kemenangan ini, Barty gagal meraih gelar Grand Slam keduanya setelah tahun lalu ia menjadi kampiun US Open di nomor ganda putri bersama CoCo Vandewege.

“Aku rasa level (kesulitan) sangat tinggi,” kata Barty.

“Dua minggu ini luar biasa. Aku senang bermain dengan Ashleigh, “kata Azarenka.

“Sebuah kebahagian bisa bermain dengan dia dan aku harap bisa lanjut bermain dengannya nanti.” Demikian Reuters.

Baca juga: Catatan Andreescu, dari peringkat 208 hingga kampiun US Open

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Elise Mertens dan Aryna Sabalenka juara ganda putri turnamen AS Terbuka 2019

TENNIS/

Petenis Belgian Elise Mertens dan petenis Belarus Aryna Sabalenka berpose dengan dengan piala AS Terbuka setelah mengalahkan petenis Belarus Victoria Azarenka dan petenis Australia Ashleigh Barty pada pertandingan final ganda putri turnamen tenis AS Terbuka 2019 di USTA Billie Jean King National Tennis Center, Amerika Serikat, Minggu (8/9/2019). ANTARA FOTO/Robert Deutsch-USA TODAY Sports via REUTERS/aww.

Catatan Andreescu, dari peringkat 208 hingga kampiun US Open

Jakarta (ANTARA) – Remaja berusia 19 tahun, Bianca Andreescu telah menjadi petenis dengan rekor tercepat untuk memenangi sebuah gelar Grand Slam, terbukti dari perjalanannya yang dimulai dari peringkat ke-208, melesat menuju lima besar dunia setelah memenangi US Open.

Berikut pencapaian Andreescu sebelum ia menumbangkan sang legenda Serena Williams di final AS Terbuka, Minggu (WIB) seperti dilansir dari New York Times.

Baca juga: Andreescu gulingkan Serena untuk juarai US Open

Baca juga: Andreescu, bunga mekar Kanada di final US Open

  Petenis putri Kanada usia 19 tahun Bianca Andreescu (kiri) mengacungkan jempolnya ke arah penonton di saksikan lawannya petenis putri AS Serena Williams dalam babak final Turnamen Tenis AS Terbuka, di USTA Billie Jean King National Tennis Center, New York, AS, Sabtu (7/9/2019). Andreescu menjadi petenis putri Kanada pertama yang berhasil meraih gelar grand slam setelah berhasil mengalahkan Serena 6-3 dan 7-5. ANTARA FOTO/Reuters-Robert Deutsch-USA TODAY Sports/hp.

1. Peringkat ke-208

Pada 22 Agustus 2018 ia mengikuti kejuaraan US Open untuk pertama kalinya saat itu dia menempati ranking 208 dunia.

Dinilai kurang memiliki pengalaman, pada putaran pertama US Open, Andreescu kalah oleh Olga Danilovic 6-3, 7-5.

2. Peringkat ke-178

Pada 18 November 2018, Andreescu memenangi turnamen kecil di Norman, Okla. Ia mendapatkan total hadiah 25.000 dolar AS sekaligus menempati posisi ke-178 dunia.

3. Peringkat ke-152

Pada 28 Desember-6 Januari, Andreescu memulai awal tahun dengan menang dari Kristina Kucova di turnamen WTA di New Zealand.

Beberapa pekan berikutnya, ia mengalahkan unggulan pertama Caroline Wozniacki, dan peraih gelar Grand Slam enam kali Venus Williams untuk mencapai final pertamanya di turnamen WTA sebelum akhirnya kalah oleh juara bertahan Julia Gorges.Ia menemapti ranking 152.

4. Peringkat ke-106

Pada 14 Januari, Andreescu tampil di Australia Open. Untuk pertama kalinya dia lolos pada putaran utama Grand Slam melawan pemegang wild card Whitney Osuigwe. Namun di babak selanjutnya, ia harus kalah oleh Anastasija Sevastova.

5. Peringkat ke-106

Pada 25 Januari, Andreescu menang dengan meyakinkan atas Eugine Bouchard 6-2, 6-0 pada perempat final event WTA di Newport Beach, Calif. Andreescu mendapatkan gelar pada turnamen itu, yang merupakan gelar tertinggi dalam karirnya. Rekor menang-kalah menjadi 16-2.

6. Peringkat ke-70

Pada 9 Februari, Andreescu menang saat membela Kanada pada dua pertandingan di turnamen Fed Cup di Belanda.Kemenangannya mengantar dia ke peringkat 70.

7. Peringkat ke-71

Pada 1 Maret, Andreescu kalah oleh Sofia Kenin 6-4, 3-6, 7-5 pada semifinal di Mexican Open di Acapulco.Ia harus turun satu angka menuju ranking 71.

8. Peringkat ke-60

Pada Maret, Andreescu menang telak melawan peraih Grand Slam Garbine Muguruzq dengan skor 6-0, 6-1 pada turnamen bergengsi di Indian Wells. Di sana ia berhasil mencetak prestasi dengan memenangi gelar juara. Itu menjadi gelar tertinggi dalam karirnya setelah mengalahkan Angelique Kerber.

Dalam satu musim di 2019, dia sudah mengumpulkan rekor menang-kalah 28-3. Dia naik 11 angka menuju peringkat 60.

9. Peringkat ke-24

Pada 23 Maret, Andreescu mengalahkan Kerber untuk kedua kalinya pada putaran ketiga Miami Open meskipun ia harus mengalami cedera bahu selama pertandingan.

Dia pun harus menenelan kekalahan oleh Anett Kontaveit pada putaran keempat. Akibat cedera, dia harus menepi dari kejuaraan tenis selama dua bulan.

10. Peringkat ke-23

Pada April, Andreescu kembali tampil setelah beristirahat selama dua bulan. Dia mundur dari French Open karena cederanya terasa lagi. Walkover-nya itu menandai turnamen terakhirnya tanpa kemenangan.

11. Peringkat ke-25

Pada 24 Juni, Andreescu mundur dari turnamen Grand Slam Wimbledon karena cedera.Dengan demikian, posisi dia turun di peringkat 25.

12. Peringkat ke-24

Pada 24 Juli, meskipun Andreescu mundur di turnamen Citi Open di Washington, peringkatnya naik ke posisi 24.

13. Peringkat ke-27

Setelah dua bulan,tepatnya 6 Agustus, Andreescu menang atas Bouchard tiga set langsung dengan skor akhir 4-6, 6-1, 6-4 di Rogers Cup. Ini menandai pertandingan pertamanya dengan kemenangan tiga set.

Andreescu memenangi juara di Rogers Cup setelah menjungkalkan Serena Williams yang mundur karena cedera bahu. Dia menjadi perempuan Kanada pertama yang memenangi turnamen itu setelah 50 tahun.Saat itu, ia berada di posisi ke-27.

14. Peringkat ke-15

Saat berada di peringkat ke-15, Andreescu mencatat rekor menang-kalah sebanyak 38-4 saat tampil di US Open. Di putaran ketiga, dia menang atas Wozniacki dengan skor 6-4, 6-4. Itu merupakan penampilan pertamanya bisa tembus ke putaran ketiga ajang Grand Slam.
  Petenis Kanada Bianca Andreescu saat bertanding melawan petenis Belgia Elise Mertens pada babak perempat final tunggal putri US Open 2019 di USTA Billie Jean King National Tennis Center, New York, AS, Rabu (4/9/2019). Andreescu melangkah ke semifinal usai mengalahkan Elise 3-6, 6-2, 6-3. ANTARA FOTO/Reuters/Danielle Parhizkaran-USA TODAY Sports/foc.

Baca juga: Andreescu ungguli Wozniacki untuk capai babak 16 besar

Di semifinal, saat dia melawan Belinda Bencic, Andreescu menang 7-6(3), 7-5 setelah sebelumnya ia kalah 2-5 di set kedua.

Baca juga: Bianca Andreescu remaja pertama pada semifinal US Open sejak 2009

Andreescu melaju ke final melawan Williams. Dia memimpin 5-1 pada set kedua. Meskipun Williams berhasil menyamakan kedudukan, tapi Andreescu berhasil memenangi pertandingan meski sorak sorai penonton di Arthur Ashe Stadium meneriakkan nama Serena. Andreescu menang 6-3, 7-5 dan mendapatkan gelar Grand Slam pertamanya.

Kemenangannya mengantarkannya menjadi petenis top lima besar dunia yang mencatatkan rekor menang-kalah 34-4 pada musim ini, dan 8-0 untuk statistik menang-kalah melawan petenis top dunia.

Bianca Andreescu akan segera memperoleh peringkat ke-5 dunia pada Senin mendatang.

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019