Sudahi kemenangan beruntun Andreescu, Osaka: Saya masih di sini

Jakarta (ANTARA) – Naomi Osaka bercanda bahwa dia tidak ingin menghadapi Bianca Andreescu lagi setelah petenis Jepang itu dipaksa berjuang dari ketinggalan satu set untuk mencapai semifinal China Open di Beijing, Jumat (4/10).

Pada pertemuan pertama yang memikat antara dua talenta muda paling cemerlang di tenis itu, petenis Jepang berusia 21 tahun itu meraih kemenangan 5-7, 6-3, 6-4 dalam waktu lebih dari dua jam.

Osaka akan melawan pemegang gelar Caroline Wozniacki pada babak empat besar, Sabtu.

Baca juga: Osaka kalahkan Andreescu pada perempat final China Open

Baca juga: Andreescu tantang Osaka di perempat final China Open

Pertemuan pertama tersebut yang mungkin akan menjadi awal dari persaingan panjang, tidak mengecewakan ketika Osaka menyudahi laju kemenangan remaja Kanada itu dalam 17 pertandingan beruntun.

“Dengar, saya tidak ingin melawan dia lagi, saya baik baik saja, satu dan selesai,” canda mantan nomor satu dunia, Osaka, mengenai kemungkinan lebih banyak lagi pertandingan-pertandingan menegangkan di masa depan melawan Andreescu yang berusia 19 tahun.

Berubah menjadi lebih serius, Osaka yang dua kali menjuarai Grand Slam mengatakan bahwa ia merasa sedang “tidak diperhitungkan” setelah tampil buruk pasca kemenangannya di Australia Open pada Januari.

“Saya masih di sini,” kata Osaka, peringkat empat dunia, lalu menambahkan bahwa keberhasilan Andreescu yang menakjubkan baru-baru ini, termasuk memenangi final US Open melawan Serena Williams, telah mendorongnya.

Andreescu, yang peningkatannya sangat pesat dan dia bahkan tidak bermain di Beijing setahun lalu, mengatakan ia lebih senang menghadapi Osaka lebih sering lagi di masa mendatang.

Keduanya saling memberi kata-kata hangat di depan net pada akhirnya.

Petenis Kanada, peringkat enam dunia, mengungkapkan: “Saya bilang, ‘Selamat, Kamu bermain luar biasa.’

“Ia mengatakan, ‘Kamu luar biasa.’

“Saya mengatakan, ‘Kita akan menghadapi sangat banyak pertandingan seperti ini lagi. Saya tidak sabar untuk melihat apa yang akan terjadi di masa depan.'”

Pada semifinal lainnya, Sabtu, petenis nomor satu dunia Ashleigh Barty dari Australia akan melawan Kiki Bertens dari Belanda.

Baca juga: Bertens akan hadapi Barty di semifinal China Open 2019

Baca juga: Kalah di perempat final China Open, Murray ambil hikmahnya

Baca juga: Goffin jadi penantang Djokovic di semifinal China Open 2019

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019