Petenis putri senior ungkap penilaian pada junior

Jakarta (ANTARA) – Turnamen BNP Paribas Terbuka, Indian Wells Amerika Serikat, tidak hanya menghadirkan ketegangan dan persaingan antarpemain, namun juga upaya menumbuhkan semangat bagi para pemain muda yang ikut berkompetisi.

Dalam peringkat 100 besar WTA, ada lima petenis putri muda, yaitu Dayana Yastremska No 37 dan Bianca Andreescu No 60 yang masih berusia 18 tahun, Marketa Vondrousova No 61 (19 tahun), dan dua petenis 17 tahun Amanda Anisimova No 67 serta Anastasia Potapova No 72.

Unggulan ketiga Petra Kvitova, yang pernah mengalahkan Anisimova di Melbourne, memuji petenis muda yang sedang naik daun itu.

“Saya suka gaya permainannya, dia benar-benar berusaha bermain agresif. Dia cukup tinggi, memiliki servis yang baik yang saya kira di masa depan akan menjadi senjata terbesarnya,” tutur Kvitova melansir wtatennis.com, Sabtu.

Anisimova dianugerahi “wildcard” dalam nomor utama Indian Wells bersama remaja lainnya Andreescu, yang mencapai final WTA pertamanya di Auckland awal tahun ini dan naik menjadi pemain Kanada No1 setelah menang di Newport Beach 125K.

Seperti Kvitova, banyak pemain senior berkaca pada diri mereka sendiri di tengah para pemain muda dan sangat sadar akan “ancaman” di masa depan ketika junior ini terus naik.

“Saya tidak ingin mengatakan bahwa tahun pertama itu mudah, tetapi ini berbeda dari tahun-tahun berikutnya karena anda harus bertahan. Sekarang tekanan datang saat banyak yang mulai mengenal mereka,” tutur peringkat lima dunia Karolina Pliskova.

Pliskova mengingat masa transisi yang sulit yang dia alami antara tahun 2014 dan 2016.

Petenis Ceko dengan servis yang hebat ini menerobos ke dalam peringkat dan akhirnya masuk Top 100, dan kemudian belajar bagaimana bersaing dari posisi baru tidak lagi menjadi “underdog” yang tidak dikenal.

“Ketika saya berhasil untuk pertama kalinya ke Top 100, saya hanya merasa seperti saya punya beberapa pertandingan karena pasti tidak mudah. Sekarang tentu saja situasinya berbeda,” ujar Pliskova.

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019