Arianne akui Aldila lawan yang berat

Jakarta (ANTARA) – Petenis Belanda berdarah Indonesia Arianne Hartono mengakui bahwa lawannya di semifinal Jakarta 15K, Aldila Soetjiadi, merupakan lawan yang berat.

“Hari ini pertandingannya tough, karena Aldila mainnya strategically tough sama mental tough juga,” kata Arianne kepada para pewarta setelah memastikan diri melangkah ke final setelah menang 7-5, 6-4 dalam pertandingan yang dimainkan di Elite Club Epicentrum, Jakarta, Sabtu siang WIB.

Pada set kedua, Arianne mampu menahan Aldila untuk tidak pernah berada dalam posisi unggul gim, salah satu kuncinya, dia mampu membaca permainan sang lawan dengan cepat.

“Set kedua nyari lagi sih, tapi kan sudah biasa dengan bolanya dia. Apalagi kalau dia serve kedua, aku bisa attack terus,” tutur dara 23 tahun ini.

Lawan Arianne di final adalah petenis muda Indonesia, Rifanti Kahfiani. Meski unggul jam terbang, Arianne sama sekali tidak menganggap enteng lawannya tersebut.

“Tipe permainan dia lebih susah buat aku, karena dia suka mengubah tempo permainan, terus suka pake bola slice, dan bola-bola tinggi,” tuturnya.

Pertandingan final Jakarta 15K akan diselenggarakan Minggu, di Elite Club Epicentrum, Jakarta.

Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rifanti melaju ke final Jakarta 15K

Jakarta (ANTARA) – Rifanti Kahfiani melaju ke final Pelti Indonesia W15K setelah menang 6-3, 6-4 atas petenis Jepang Michika Ozeki dalam pertandingan semifinal yang berlangsung di Elite Club Epicentrum, Jakarta, Sabtu siang.

Pada set pertama yang berlangsung selama 44 menit, Rifanti mengandalkan sejumlah variasi pukulan untuk mematikan permainan lawannya.

Set kedua berlangsung lebih ketat dengan saling kejar-mengejar poin. Rifanti sempat memimpin 3-1 sebelum kemudian Ozeki membalikkan situasi menjadi 4-3. Namun itu adalah terakhir kalinya Ozeki mampu memenangi gim, sebab sisa gim pada set tersebut menjadi milik Rifanti.

“Di set kedua, (lawannya) lebih konsisten, bolanya lebih ‘nonjok-nonjok’. Saya juga banyak melakukan unforced error. Sama karena bola-bola saya pendek, jadi banyak keserang,” kata Rifanti saat ditemui setelah pertandingan.

Sayangnya langkah Rifanti gagal disamai oleh petenis Indonesia lainnya, Aldila Sutjiadi. Peraih medali emas Asian Games 2019 di nomor ganda campuran itu harus mengakui keunggulan petenis Belanda, Arianne Hartono, yang menang 7-5, 6-4.

Laga pada set pertama berlangsung ketat, kedudukan sempat imbang 5-5, sebelum Arianne mengamankan set pertama yang berlangsung selama satu jam tersebut.

Aldila gagal mengembangkan permainan pada set kedua. Ia tidak pernah menggenggam keunggulan, dan tertinggal 1-2, 2-3, 3-4, dan 4-5 sebelum Arianne mengunci kemenangan pada gim kesepuluh.

Baca juga: Dua petenis Indonesia lolos ke semifinal Jakarta 15K

Baca juga: Rifanty gunakan strategi khusus kalahkan unggulan teratas Jakarta 15K

Serunya bermain tenis meja di dalam Pasar Grogol

Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dua petenis Indonesia lolos ke semifinal Jakarta 15K

Jakarta (ANTARA) – Dua petenis Indonesia berhasil lolos ke semifinal Pelti Indonesia W15 Jakarta, setelah mengatasi lawan-lawannya pada putaran perempat final yang berlangsung di Elite Epicentrum Club, Jakarta, Jumat siang.

Petenis yang meraih medali emas Asian Games 2018 di kategori ganda campuran, Aldila Sutjiadi, mengungguli Sakura Hondo asal Jepang dengan kemenangan meyakinkan, 6-1, 6-3.

Aldila menuturkan bahwa salah satu kunci kemenangannya adalah memaksa lawan melakukan kesalahan-kesalahan.

“Pada set pertama saya bermain cukup baik sehingga membuat lawan melakukan unforced error. Pada set kedua, lawan sempat membaik permainannya, tapi saya berhasil membuat dia melakukan kesalahan-kesalahan,” kata Aldila saat ditemui setelah pertandingan.

Sementara itu, pada pertemuan antara sesama petenis Indonesia, Rifanti Kahfiani mampu mengatasi Jessy Rompies dengan skor 6-3, 7-6 (6).

“Sempat bingung juga dengan permainan dia. Cuma ya pada akhir permainan, (saya) berusaha sabar, gak cepat-cepat matikan permainan lawan. Sehingga bisa dapat kemenangan pada hari ini,” tutur Rifanti.

Meski menang, Rifanti mengaku masih akan mempersiapkan diri dengan lebih baik lagi, termasuk mempertajam permainannya.

“Tadi slice pendek saya kurang keluar, jadi nanti sore mau latihan mukul heavy ball dan slice juga. Supaya persiapannya mantap,” ujarnya.

Pada semifinal, Aldila akan ditantang petenis Belanda Arianne Hartono yang menang 6-2, 6-3 atas petenis Jepang Ramu Ueda dalam laga perempat final lainnya. Sedangkan Rifanti akan bertemu Michika Ozeki asal Jepang yang menyingkirkan petenis China Yexin Wa dengan kemenangan 3-6, 6-4, 6-2.

Baca juga: Jessy taklukan petenis Aljazair di putaran kedua turnamen Jakarta 15K

Baca juga: Aldila melaju ke perempat final Jakarta 15K

Baca juga: Rifanty gunakan strategi khusus kalahkan unggulan teratas Jakarta 15K

Emas ke-10 yang sempurna persembahan Aldila dan Christopher

Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jessy taklukan petenis Aljazair di putaran kedua turnamen Jakarta 15K

Jakarta (ANTARA) – Petenis Indonesia Jessy Rompies berhasil menaklukkan petenis Aljazair Ines Ibbou pada putaran kedua turnamen Pelti Indonesia W15 Jakarta yang berlangsung di Elite Epicentrum Club, Jakarta, Kamis.

Langkah Jessy akan berlanjut ke babak perempat final setelah mengalahkan Ines dalam permainan yang berjalan cukup panjang. Tiga set yang dilaluinya selama hampir tiga jam tersebut akhirnya berakhir dengan skor 6-2, 3-6, 7-5.

Pada set pertama yang berlangsung lebih dari setengah jam itu dilaluinya dengan mudah karena Ines belum menampakkan permainan yang agresif. Namun, pada set kedua tiba-tiba Jessy tertinggal cukup jauh.

Jessy mengatakan bahwa Ines semakin menunjukkan permainan yang bagus sampai akhirnya ia tidak bisa mengimbangi.

Set kedua Ines memimpin hingga membuat kedudukan mereka imbang. Berlanjut dengan babak penentuan, yakni set ketiga, pada gim awal Jessy masih tetap tidak bisa mengimbangi Ines. Ia pun sempat tertinggal 2-5 di set ketiga itu.

“Aku kaget sih maksudnya sudah sempat hopeless banget, ketinggalan 2-5. Awal-awal saya ikutin permainan dia dan balik-balik terus saya cuma di belakang saja jadi enggak ada agresifnya,” katanya.

Baca juga: Aldila melaju ke perempat final Jakarta 15K

Baca juga: Rifanty tumbangkan unggulan teratas turnamen Pelti Indonesia W15

Namun semangat Jessy tidak terpatahkan, ia tetap berusaha mengejar poin secara perlahan. Meskipun ia mengaku bahwa tenaganya sudah benar-benar habis di set ketiga, namun ia tetap optimistis untuk menampilkan yang terbaik selagi ia masih mampu.

“Sudah kayak aduh bisa enggak nih menang, sudah hopeless sekali pokoknya,” ujarnya.

“Akhirnya kayak ada suara dalam diri sendiri untuk positif, satu-satu coba terus, fight, berjuang poin demi poin,” lanjutnya.

Perjuangan Jessy di gim-gim akhir ternyata membuahkan hasil, satu per satu poin bisa ia raih. Jessy semakin agresif dengan mengandalkan modal keyakinan bahwa ia mampu memenangkan pertandingan tersebut.

“Pas set ketiga yang ketinggalan 2-5 itu saya semakin agresif dan modal yakin saja karena sudah nothing to lose. Saya sudah capek sudah lah apapun hasilnya yang penting saya main yang benar,” tuturnya.

“Eh akhirnya balik dia yang banyak salah. Lalu aku coba untuk terus konsisten,“ katanya.

Di babak perempat final yang akan berlangsung pada Jumat (28/6), Jessy akan bertemu dengan petenis muda Indonesia Rifanty Kahfiani. Rifanty berhasil mengalahkan petenis unggulan teratas asal Thailand Nudnida Luangnam dalam dua set 6-2, 7-5.

Baca juga: PP Pelti jadikan ITF Jakarta ajang persiapan jelang SEA Games 2019

Serunya bermain tenis meja di dalam Pasar Grogol

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

ITF luncurkan format baru peserta Fed Cup

Jakarta (ANTARA) – Federasi Tenis Internasional (ITF) meluncurkan format baru pertandingan Fed Cup dengan memperluas jumlah peserta dari delapan menjadi 20 negara untuk bersaing menjadi juara dunia setiap tahunnya.

Selain itu, ITF juga memutuskan Budapest Hungaria untuk menjadi tuan rumah Fed Cup oleh BNP Paribas selama tiga tahun untuk periode 2020-2022, melansir laporan wtatennis.com, Kamis.

Sebanyak 12 negara sudah memenuhi syarat untuk Final Piala Fed, yang selanjutnya akan ikut bersaing memperebutkan total hadiah lebih dari Rp254 miliar, dengan pembagian Rp169 miliar untuk pemain dan Rp84 miliar untuk asosiasi nasional.

Baca juga: Apresiasi BRI Life kepada Tim Tenis Fed Cup Indonesia 2018 melalui perlindungan jiwa senilai Rp. 500 juta

Enam belas negara akan bersaing di kualifikasi Fed Cup 2020 pada 7-8 Februari dengan mekanisme kandang-tandang selama lima pertandingan untuk mendapatkan satu dari delapan posisi di partai final untuk bergabung dengan finalis tahun sebelumnya, yaitu Prancis, Australia, tuan rumah Hungaria, dan satu negara “wildcard” yang akan diumumkan.

16 negara berikut yang ditetapkan untuk mengikuti kualifikasi Fed Cup 2020, yaitu Belarusia, Belgia, Brasil, Kanada, Republik Ceko, Jerman, Inggris, Jepang, Kazakhstan, Latvia, Rumania , Rusia, Slovakia, Spanyol, Swiss, dan Amerika Serikat.

Partai final akan menampilkan format “round-robin”, yaitu setiap negara akan berhadapan dengan negara lainnya secara lengkap, dengan terdiri dari empat grup yang diisi tiga tim per grup.

Dua negara teratas akan dijamin mendapat tempat di final tahun berikutnya, sementara negara-negara yang mencapai peringkat 3-10 akan bertarung pada kualifikasi tahun berikutnya.

Semua pertandingan akan terdiri dari dua tunggal dan satu ganda.

Format baru ini disetujui oleh Dewan ITF setelah proses tinjauan dan konsultasi yang luas dengan asosiasi nasional, Asosiasi Tenis Wanita (WTA) dan Dewan Pemain WTA.

Baca juga: Halep boikot Fed Cup jika sistem “home-away” diganti
Baca juga: Tim Fed Indonesia takluk dari Korea Selatan

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jessy taklukan petenis Algeria di putaran kedua turnamen Jakarta 15K

Jakarta (ANTARA) – Petenis Indonesia Jessy Rompies berhasil menaklukkan petenis Algeria Ines Ibbou pada putaran kedua turnamen Pelti Indonesia W15 Jakarta yang berlangsung di Elite Epicentrum Club, Jakarta, Kamis.

Langkah Jessy akan berlanjut ke babak perempat final setelah mengalahkan Ines dalam permainan yang berjalan cukup panjang. Tiga set yang dilaluinya selama hampir tiga jam tersebut akhirnya berakhir dengan skor 6-2, 3-6, 7-5.

Pada set pertama yang berlangsung lebih dari setengah jam itu dilaluinya dengan mudah karena Ines belum menampakkan permainan yang agresif. Namun, pada set kedua tiba-tiba Jessy tertinggal cukup jauh.

Jessy mengatakan bahwa Ines semakin menunjukkan permainan yang bagus sampai akhirnya ia tidak bisa mengimbangi.

Set kedua Ines memimpin hingga membuat kedudukan mereka imbang. Berlanjut dengan babak penentuan, yakni set ketiga, pada gim awal Jessy masih tetap tidak bisa mengimbangi Ines. Ia pun sempat tertinggal 2-5 di set ketiga itu.

“Aku kaget sih maksudnya sudah sempat hopeless banget, ketinggalan 2-5. Awal-awal saya ikutin permainan dia dan balik-balik terus saya cuma di belakang saja jadi enggak ada agresifnya,” katanya.

Baca juga: Aldila melaju ke perempat final Jakarta 15K

Baca juga: Rifanty tumbangkan unggulan teratas turnamen Pelti Indonesia W15

Namun semangat Jessy tidak terpatahkan, ia tetap berusaha mengejar poin secara perlahan. Meskipun ia mengaku bahwa tenaganya sudah benar-benar habis di set ketiga, namun ia tetap optimistis untuk menampilkan yang terbaik selagi ia masih mampu.

“Sudah kayak aduh bisa enggak nih menang, sudah hopeless sekali pokoknya,” ujarnya.

“Akhirnya kayak ada suara dalam diri sendiri untuk positif, satu-satu coba terus, fight, berjuang poin demi poin,” lanjutnya.

Perjuangan Jessy di gim-gim akhir ternyata membuahkan hasil, satu per satu poin bisa ia raih. Jessy semakin agresif dengan mengandalkan modal keyakinan bahwa ia mampu memenangkan pertandingan tersebut.

“Pas set ketiga yang ketinggalan 2-5 itu saya semakin agresif dan modal yakin saja karena sudah nothing to lose. Saya sudah capek sudah lah apapun hasilnya yang penting saya main yang benar,” tuturnya.

“Eh akhirnya balik dia yang banyak salah. Lalu aku coba untuk terus konsisten,“ katanya.

Di babak perempat final yang akan berlangsung pada Jumat (28/6), Jessy akan bertemu dengan petenis muda Indonesia Rifanty Kahfiani. Rifanty berhasil mengalahkan petenis unggulan teratas asal Thailand Nudnida Luangnam dalam dua set 6-2, 7-5.

Baca juga: PP Pelti jadikan ITF Jakarta ajang persiapan jelang SEA Games 2019

Serunya bermain tenis meja di dalam Pasar Grogol

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Aldila melaju ke perempat final Jakarta 15K

Jakarta (ANTARA) – Petenis unggulan Indonesia Aldila Sutjiadi melaju ke babak perempat final ajang Pelti Indonesia W15 Jakarta setelah mengalahkan petenis India Mihika Yadav pada putaran kedua yang berlangsung di Elite Epicentrum Club, Jakarta, Kamis.

Aldila berhasil menundukkan Mihika dalam dua set dengan skor telak 6-0, 6-2. Pada set pertama Aldila sangat menguasai lapangan dan sangat agresif dalam mengembalikan bola dari lawan. Bahkan, hampir semua servisnya pada set pertama juga nyaris tidak ada yang gagal.

“Set pertama sih aku bermain cukup bagus dan tidak terlalu banyak melakukan kesalahan. Bola masuk semua tapi dari lawannya sendiri yang sering tidak bisa mengejar bola,” katanya usai bertanding.

Namun, pada set kedua petenis berusia 24 tahun tersebut terlihat mulai sedikit tidak bisa mengimbangi permainan Mihika yang mulai agresif dengan menampilkan beberapa pukulan yang membuat Aldila cukup terkejut.

Selain itu, penampilannya pada gim awal set kedua juga tampak tidak begitu agresif. Bahkan beberapa dari servis yang ia lakukan pun bolanya dinyatakan keluar sehingga menambah poin untuk lawan.

“Di set kedua dia beberapa ada pukulan tidak terduga jadi aku agak enggak bisa mengimbangi sedikit karena pas awal kan aman-aman saja,” ujarnya.

Baca juga: Aldila targetkan tembus peringkat 300 WTA

Baca juga: Aldila siap rebut juara Jakarta 15K

Aldila juga mengaku lawan yang ia temui pada Jakarta 15K jauh lebih mudah jika dibandingkan dengan para petenis yang bermain di Jakarta 25K beberapa waktu lalu.

“Yang tadi sih enggak terlalu kesusahan seperti yang 25K karena memang pemain-pemain 25K sama rata jadi pasti lebih sulit. situ. Kalau 15K mungkin pas di perempat final besok akan ada banyak tantangan karena yang unggulan-unggulan pada kumpul,” paparnya.

Aldila melanjutkan, saat ini ia sedang bersemangat untuk mengikuti berbagai turnamen internasional, termasuk Jakarta 15K meskipun level dari turnamen ini merupakan yang paling rendah. Hal tersebut dilakukannya demi mengejar targetnya, yaitu masuk top 300 pada akhir tahun ini.

“Ini sebenarnya buat persiapan karier profesional tenis aku juga ya, jadi memang sekarang goal utama aku ingin tembus top 300. Mudah-mudahan dengan ikut banyak turnamen dapat meningkatkan permainan dan mencapai target,” katanya.

Selain itu, pada turnamen 15K ini ia berharap bisa kembali menjadi juara utama seperti ajang 15K tahun 2018 yang berlangsung di Solo.

“Targetnya ingin juara karena tahun kemarin kan juara juga 15.000 dolar AS yang di Solo dan semoga tahun ini bisa mengulang lagi,” katanya.

Jakarta 15K merupakan kejuaraan khusus petenis putri yang masuk dalam kalender Federasi Tenis Internasional (ITF) World Tennis Tour. Turnamen yang berlangsung mulai 24 Juni hingga 30 Juni 2019 ini menyediakan hadiah total sebesar 15.000 dolar AS.

Baca juga: Aldila siap balas Peangtarn di SEA Games 2019

Emas ke-10 yang sempurna persembahan Aldila dan Christopher

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rifanty tumbangkan unggulan teratas turnamen Pelti Indonesia W15

Jakarta (ANTARA) – Petenis muda Indonesia Rifanty Kahfiani berhasil menumbangkan unggulan teratas Nudnida Luangnam dari Thailand pada putaran kedua turnamen tenis Pelti Indonesia W15 Jakarta yang berlangsung di Elite Epicentrum Club, Jakarta, Kamis.

Rifanty melaju ke perempat final setelah mengalahkan Nudnida dalam dua set langsung 6-2, 7-5. Pada set pertama ia terlihat cukup dapat mengimbangi pemain peringkat 195 di WTA tersebut. Sedangkan pada set kedua Rifanty sempat ketinggalan 0-3, namun kemudian dia berhasil menyusul bahkan unggul 7-5.

Rifanty mengatakan bahwa dalam melawan unggulan teratas harus dibutuhkan strategi khusus. Ia mempelajari strategi khusus tersebut dengan melihat kebiasaan gaya bermain Nudnida pada pertandingan sebelumnya.

“Dia kan mainnya suka tembak-tembak gitu, nah kalau saya pakai strategi yang nembak-nembak juga enggak bakal kayak gini hasilnya. Terus saya ubah ritmenya jadi main lepas saja seperti enggak ada beban,” katanya.

Petenis yang kini berusia 21 tahun tersebut mengaku bahwa sebenarnya dia tidak berekspektasi lebih untuk pertandingan ini meskipun ia tetap optimistis.

“Ekspektasi enggak sih cuma saya tadi enggak fokus harus menang atau apa. Saya fokusnya improve dari hari ke hari. Kalau menang itu bonusnya,” katanya.

Rifanty yang saat ini berada di peringkat 1078 WTA mengaku cukup siap menghadapi pertandingan perempat final melawan rekan senegaranya Jessy Rompies pada Jumat (28/6). Ia mengatakan bahwa dirinya belum pernah bertanding melawan Jessy di nomor tunggal.

“Melihat permainan Kak Jessy mungkin hampir mirip-mirip ya sama pemain Thailand tadi. Pintar-pintar saja lah besok mengatur strateginya kalau ketemu Kak Jessy,” ujarnya.
 

Serunya bermain tenis meja di dalam Pasar Grogol

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rifanty gunakan strategi khusus kalahkan unggulan teratas Jakarta 15K

Jakarta (ANTARA) – Petenis muda Rifanty Kahfiani menggunakan strategi khusus dalam mengalahkan petenis Thailand Nudnida Luangnam, unggulan teratas pada ajang Pelti Indonesia W15 Jakarta yang berlangsung di Elite Epicentrum Club, Jakarta, Kamis.

Sebelumnya, Rifanty berhasil menundukkan Nudnida pada putaran kedua dalam dua set dengan skor akhir 6-2, 7-5. Pertandingan tersebut merupakan pertemuan pertamanya dengan petenis berumur 32 tahun itu.

Ia mengatakan bahwa kemenangan berhasil ia dapatkan setelah ia menggunakan strategi khusus yang dipelajari dengan melihat kebiasaan gaya bermain Nudnida pada pertandingan sebelumnya.

“Minggu kemarin saya lihat dia mainnya kayak gimana. Terus dia mainnya cenderung tembak-tembak terus kan,” katanya.

Melihat Nudnida yang bermain cenderung menggunakan teknik menembak dalam bermain, Rifanty justru memilih untuk bermain lepas. Hal tersebut menjadi strategi khusus yang membawanya berhasil mengungguli petenis yang kini berada di peringkat 195 WTA itu.

Baca juga: Empat petenis Indonesia melaju ke putaran kedua ajang Jakarta 15K

“Nah kalau saya pakai strategi yang nembak-nembak juga enggak bakal kayak gini hasilnya karena dia kuat kalau main tembak-tembak. Akhirnya saya memilih untuk main lepas saja seperti enggak ada beban,” katanya.

Meskipun begitu, pada set kedua Rifanty mengaku sempat mencoba untuk mengikuti cara bermain Nudnida. Namun, ia justru sempat tertinggal poin di set kedua hingga 0-3.

“Set keduanya saya sempat ubah permainan sedikit malah nembak-nembak kayak dia, justru ketinggalan 0-3. Tapi pas 0-2 saya sudah mikir sih kalau main kayak gini bakal enggak bisa,” ujarnya.

Ia mengaku setelah menyadari tidak akan bisa mengimbangi Nudnida jika menggunakan teknik tembakan dalam mengembalikan bola. Akhirnya petenis peringkat 1.078 WTA itu mencoba untuk kembali mengubah ritme bermainnya.

“Saya ubah lagi permainan ke set pertama, saya ubah ritmenya pakai spin tinggi terus ‘drop shot’ gitu efektif sekali. Alhamdulillah bisa bangkit terus bisa nyentuh kemenangan di set kedua,” tuturnya.

Di balik kemenangannya di putaran kedua, sebenarnya petenis berumur 21 tahun tersebut tidak pernah terpikir akan bisa mengalahkan unggulan teratas asal Thailand itu. Ia mengaku dirinya hanya berusaha untuk bisa mendapat hasil yang terbaik.

“Ekspektasi enggak sih, cuma saya tadi enggak fokus harus menang atau apa, saya fokusnya improve dari hari ke hari. Kalau menang itu bonusnya,” katanya.

Rencananya, Rifanty akan melanjutkan langkahnya ke babak perempat final ajang Jakarta 15K dengan melawan petenis unggulan asal Indonesia Jessy Rompies pada Jumat (28/6).

Baca juga: Rifanty tumbangkan unggulan teratas turnamen Pelti Indonesia W15
Baca juga: Aldila siap rebut juara Jakarta 15K

Serunya bermain tenis meja di dalam Pasar Grogol

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

John McEnroe akui tenis putra AS masih sulit bersaing di level elite

Jakarta (ANTARA) – Legenda tenis AS, John McEnroe, mengakui tenis putra AS masih sulit bersaing di level elite dunia, terutama karena para sejawatnya tidak menampilkan level permainan terbaiknya.

“Saya pikir peluangnya sangat kecil,” kata McEnroe saat ditanyai mengenai peluang petenis putra AS menjuarai ajang Wimbledon pada tahun ini, seperti dilansir Reuters.

“Isner telah lama absen… Maka ia kurang kesempatan bermain. Dan orang-orang lain, apakah itu (Reily) Opelka, yang merupakan versi muda dari Isner atau (Frances) Tiafoe, masih kesulitan. Bagi saya, sepertinya tidak ada petenis putra yang benar-benar siap untuk maju dan menggebrak.”

Dalam situasi normal, para penggemar tenis AS akan berharap Isner dapat berjaya di Wimbledon sekaligus mengakhiri puasa gelar AS selama 19 di All England Club. Sayangnya, pemilik servis keras asal Texas itu sudah absen bermain sejak ia mengalami cedera kaki saat dikalahkan Rofer Federer di Miami Open pada Mare.

Menurut McEnroe, hal lain yang menjadi penyebab sulitnya petenis putra AS menembus jajaran elite dunia adalah popularitas tenis di AS tergerus oleh sepak bola dan bola basket.

“Kami telah terlihat seperti ini selama bertahun-tahun atau selama beberapa dekade, namun atlet-atlet kami kelihatannya lebih ingin bermain sepak bola dan bola basket. Sepak bola tumbuh dengan baik, maka kami perlu mencari atlet-atlet lain,” tuturnya.

“Tenis lebih mahal daripada sebelumnya. Maka aksesibilitas merupakan faktor besar.”

Tetapi sosok kelahiran Jerman ini tidak patah arang terhadap masa depan tenis putra AS. Kuncinya adalah menarik atlet-atlet berbakat alam seperti Tiafoe, yang memang memiliki kecepatan dan kekuatan yang dibutuhkan di tenis modern.

“Mereka (atlet-atlet muda) akan menjadi para petenis yang berbahaya, namun pada sebagian besar atlet saat ini, semakin cepat permainan mereka, semakin besar peluang mereka untuk melejit.”

Baca juga: Federer dipromosikan jadi unggulan kedua di Wimbledon

Baca juga: Naomi Osaka kini merasa bebannya sudah lepas

Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Naomi Osaka kini merasa bebannya sudah lepas

Jakarta (ANTARA) – Setelah beban menyandang status nomor satu dunia lepas, Naomi Osaka kini menatap Wimbledon dengan perasaan yang sudah tidak lagi menanggung beban berat dan dia berharap mendapatkan undian bermain yang lebih bagus pada Wimbledon tahun ini.

Petenis bintang asal Jepang berusia 21 tahun itu harus mengalami kenyataan bahwa impiannya untuk merebut gelar Grand Slam ketiga kali berturut-turut musnah setelah tersingkir di Roland Garros pada babak ketiga French Open.

Dia mengaku kekalahan melawan Katerina Siniakova yang saat itu berperingkat 42, justru hal terbaik yang dapat terjadi pada pemain yang tidak nyaman menjadi puncak sorotan tersebut.

Sejak itu, dia kehilangan status nomor satu dunia dan akan memasuki Wimbledon pekan depan dengan predikat nomor dua dunia. Osaka justru senang dengan status barunya ini.

Baca juga: Barty gusur Osaka dari peringkat teratas dunia

“Sepanjang musim turnamen tanah liat saya, status nomor satu itu menjadi masalah dan itu terbukti karena saya tertekan sepanjang waktu,” kata Osaka ketika ditanya bagaimana perasaan menjadi pemain nomor satu dunia yang sedang memburu gelar juara di Prancis untuk menyandingkan gelar juara US dan Australia Open yang sudah lebih dulu diraihnya.

Baca juga: Tidak ada lapangan rumput? Tidak masalah bagi Djokovic

Kini Osaka mengaku senang turun gelanggang dengan tidak menyandang beban berat yaitu sebagai pemain nomor satu dunia.

Pada French Open lalu, Osaka mengeluhkan tekanan yang dihadapinya sehingga dia diserang sakit kepala stres dan kelelahan terus-terusan.

Tapi, menjelang undian Wimbledon esok Jumat (28/6), sakit kepala tampaknya belum hilang dari dia karena pada dua Wimbledon sebelumnya dia tersisih dari turnamen ini sejak babak ketiga, setelah mendapat undian yang tidak menguntungkan.

Pada 2017 dia dikalahkan juara Wimbledon lima kali Venus Williams yang saat itu juga melangkah ke final. Tahun lalu, dia dikalahkan Angelique Kerber yang akhirnya menjadi juara edisi itu. Melawan Kerber, Osaka hanya memenangkan enam gim.

Osaka hanya satu kali memenangi pertandingan turnamen lapangan rumput selama musim panas ini. “Saya tidak terlalu nyaman dengan lapangan rumput,” aku Osaka seperti dikutip AFP..

Baca juga: Federer dipromosikan jadi unggulan kedua di Wimbledon
 

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Federer dipromosikan jadi unggulan kedua di Wimbledon

Jakarta (ANTARA) – Komite “All England Lawn Tennis Club” telah mengumumkan sebanyak 32 petenis unggulan di nomor tunggal dan 16 unggulan di nomor ganda di turnamen Wimbledon yang dimulai pada Senin, 1 Juli.

Hal yang paling mencolok dari pengumuman tersebut ialah dimasukkannya peringkat ketiga dunia (ATP Ranking) Roger Federer menjadi unggulan kedua di turnamen tersebut.

Mantan juara delapan kali itu dipromosikan menjadi unggulan kedua, menggeser juara 2008 dan 2010, Rafael Nadal, dikutip atptour.com, Rabu.

Novak Djokovic yang berada pada nomor 21 dunia pada turnamen tahun lalu, kini menjadi unggulan teratas dan akan berusaha menambah mahkota Wimbledon dari tahun 2011, 2014, 2015 dan 2018.

Runner-up tahun lalu yaitu Kevin Anderson, dinobatkan sebagai unggulan keempat, meskipun berada di peringkat kedelapan dunia.

Sedangkan finalis Wimbledon 2017 dan peringkat 18 dunia, Marin Cilic dipromosikan menjadi unggulan ke-13.

Sejak 2002 turnamen tersebut telah menggunakan pranata penomoran unggulan yang unik, dengan memperhitungkan hasil pertandingan di lapangan rumput sebelumnya dalam periode dua tahun.

Baca juga: Federer merasa muda kembali usai juarai Noventi Open

Baca juga: Federer cetak kemenangan ke-10 Noventi Open

Serunya bermain tenis meja di dalam Pasar Grogol

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tidak ada lapangan rumput? Tidak masalah bagi Djokovic

Jakarta (ANTARA) – Kekurangan lapangan rumput di Serbia? Tidak masalah, kata petenis nomor satu dunia Novak Djokovic yang akan mempertahankan gelar juara turnamen tenis Wimbledon yang digelar di lapangan rumput All England Club, London, pada 1-14 Juli mendatang.

“Tolong carikan untuk saya lapangan rumput di Beograd dan saya akan latihan di sana,” kata Djokovic berseloroh ketika ditanya minggu lalu oleh wartawan mengapa ia memilih komplek lapangan keras di Ibukota Serbia itu untuk mempersiapkan diri.

“Kami tidak punya (lapangan rumput) di Serbia. Saya benar-benar berharap kami akan membangun lapangan rumput secepatnya, tapi untuk saat ini berlatih di lapangan keras sudah cukup buat saya,” katanya seperti dikutip Reuters.

“Alasan saya berlatih di sini saat ini karena kecepatan dan gerakan di permukaan lapangan sama dengan lapangan rumput,” kata Djokovic.

Djokovic, yang mengincar juara Wimbledon untuk kelima kalinya, atau gelar juara Grand Slam ke-16, berencana untuk tampil hanya di satu atau dua pertandingan lapangan rumput sebagai pemanasan.

Ketika ditanya mengapa ia mengubah rutinitas persiapan tahun ini dengan melewatkan turnamen Queens di London, Djokovic menegaskan bahwa ia memilih pendekatan berbeda karena terdapat banyak pilihan yang bisa ia pilih.

“Situasinya memang berbeda tahun ini karena saya tidak banyak bertanding dibanding tahun lalu akibat cedera dan operasi siku,” katanya.

“Saya melorot ke peringkat 22 ATP Tour, tapi istirahat secara intensif memberi saya cukup waktu untuk persiapan menghadapi Wimbledon dengan mengikuti turnamen Queens. Tapi tahun ini, panjangnya persiapan untuk turnamen tanah liat membuat saya memilih absen di Queens dan langsung ke Wimbledon,” katanya menambahkan.

Djokovic tampak berlatih pukulan baseline bersama rekan senegara Viktor Troicki, sahabat dekatnya yang juga sesama anggota Tim Piala Davis Serbia pada 2010 yang tampil sebagai juara.

“Saya tidak terlalu kecewa karena saya memilih untuk pulang ke Beograd kali ini untuk menemui keluarga dari French Open ke London,” katanya.

Setelah kehilangan peluang untuk memenangi empat gelar juara Grand Slam untuk kedua kali dalam karirnya ketika dikalahkan Dominic Thiem di semifinal French Open bulan lalu, Djokovic mengaku bahwa ia akan menghadapi Wimbledon kali ini tanpa ada beban.

“Saya punya beban berat sebelum French Open dengan target merebut empat gelar juara grand slam secara beruntun, tapi setelah kalah, saya akan bertanding di Wimbledon tanpa banyak beban karena saya harus memulai lagi dari awal,” katanya.

Baca juga: Djokovic menangi gelar Wimbledon untuk keempat kalinya

Baca juga: Thiem tundukkan Djokovic usai dua hari bertanding

Baca juga: Hujan hentikan pertandingan semifinal Djokovic vs Thiem

Pewarta: Atman Ahdiat
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Wozniacki hadapi Sabalenka setelah sisihkan Petkovic

Jakarta (ANTARA) – Juara bertahan Caroline Wozniacki melanjutkan perjalanannya pada turnamen Nature Valley International 2019 di Eastbourne, Inggris, dengan menyingkirkan pemain 10 peringkat teratas asal Jerman Andrea Petkovic dalam dua set 6-4, 6-4, Selasa.

Selanjutnya, petenis Denmark yang menjadi unggulan 11 itu akan menghadapi unggulan delapan Aryna Sabalenka yang mengalahkan Tamara Zidansek 6-2, 6-3.

“Saya senang bisa melewatinya,” kata Wozniacki dikutip dari laman WTA Tour, Rabu. “Mulai agak gelap pada akhirnya, sehingga saya senang bahwa saya bisa menyelesaikannya.”

Pertemuan dengan Sabalenka akan mengulang final tahun lalu yang membawa Wozniacki meraih gelar.

Wozniacki mempunyai pengalaman cukup mengesankan di Eastbourne setelah kedua gelar yang diraih Wozniacki pada lapangan rumput diperolehnya di Eastbourne (2009, 2018), turnamen tempat ia juga mencapai final pada 2017 dan mencapai semifinal pada 2013-2015.

Pada tahun lalu, Wozniacki mengalahkan petenis Belarusia Sabalenka dalam dua set 7-5, 7-6(5). Namun Sabalenka membalasnya beberapa pekan kemudian di Toronto, bangkit dari kehilangan satu set untuk menang 5-7, 6-2, 7-6(4) dalam pertemuan paling mutakhir kedua pemain.

“Saya melawan dia di sini pada final tahun lalu, maka saya tahu ini akan menjadi pertandingan yang sulit,” kata Wozniacki. “Saya menantikannya.”

Baca juga: Keys juarai Charleston setelah taklukkan Wozniacki
Baca juga: Wozniacki mundur dari Qatar Terbuka

 

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kerber taklukkan Stosur di Eastbourne

Jakarta (ANTARA) – Juara Wimbledon Angelique Kerber melanjutkan penampilan mengesankan dengan kemenangan 6-4 6-4 atas petenis Australia Sam Stosur dalam pertandingan pemanasan di Eastbourne, Selasa.

Petenis kidal asal Jerman, Kerber, dua kali menjadi runner-up di Eastbourne, mendapat perlawanan keras dari mantan juara AS Terbuka itu tetapi dia mampu mematahkan servis empat kali dalam perjalanannya menuju kemenangan sekaligus memastikan tiket babak 16 besar.

Kerber, unggulan keempat yang mencapai semifinal di Mallorca pekan lalu setelah mengalahkan Maria Sharapova, selanjutnya akan menghadapi petenis Swedia Rebecca Peterson setelah dia mengalahkan Lesia Tsurenko.

Sementara itu, mantan petenis nomor satu dunia Simona Halep juga tampil mengesankan ketika ia membuka turnamen Eastbourne-nya dengan mengalahkan Hsieh Su-Wei asal Taiwan 6-2, 6-2 6-0 dalam waktu kurang dari satu jam.

“Rasanya sangat baik karena saya bermain bagus malam ini,” ujar Halep, yang selanjutnya akan menghadapi Polona Hercog, sebagaimana dikutip dari Reuters, Rabu.

Dalam pertandingan hari itu, mantan juara Perancis Terbuka dan semifinalis di Wimbledon tahun lalu, Jelena Ostapenko, , mengalahkan petenis Amerika Sloane Stephens 1-6 6-0 6-3.

Favorit tuan rumah, Johanna Konta, maju ke babak 16 besar setelah mengalahkan petenis Yunani, Maria Sakkari, 6-4 7-6 (4).

Petenis Belanda Kiki Bertens, unggulan tiga, juga membukukan kemenangan yang solid setelah mengalahkan petenis Kazakhstan Yulia Putintseva 6-4 6-1.
Baca juga: Federer cetak kemenangan ke-10 Noventi Open
 

Pewarta: Junaydi Suswanto
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Federer merasa muda kembali usai juarai Noventi Open

Jakarta (ANTARA) – Gelar juara ke-10 yang dicatatkan Roger Federer di turnamen Noventi Open Jerman membuat petenis asal Swiss tersebut merasa lebih muda dibandingkan putri kembarnya.

“Saya mendapatkan angka (kemenangan) 10 sebelum putriku, mereka baru akan berusia 10 tahun pada bulan Juli. Saya merasa muda lagi untuk sekarang, tapi saat di rumah akan merasa tua lagi,” tutur Federer melansir atptour.com, Selasa.

Meski unggulan ketiga itu berusia 37 tahun, cara bermainnya tidak mencerminkan umurnya yang sudah senior.

Kemenangan di Halle tersebut merupakan yang pertama bagi Federer merebut 10 gelar di satu turnamen, dan menjadi kemenangan ketiganya tahun ini, yang memberinya total 102 piala tingkat tur.

“Jelas itu terasa baik ketika semuanya berakhir, karena sebelumnya tidak memikirkan bahwa akan menang untuk kesepuluh kalinya di sini,” pungkas Federer.

Turnamen tersebut bukan langkah mudah bagi Federer, yang membutuhkan tiga set untuk mengalahkan mantan petenis nomor lima dunia Jo-Wilfried Tsonga di babak kedua dan unggulan ketujuh Roberto Bautista Agut di perempat final.

Ia menilai 2019 merupakan tahun yang luar biasa, dimana ia menjadi pemain pertama yang mengklaim tiga gelar tingkat tur dalam satu tahun, termasuk rekor catatan kemenangan 32-4 serta persentase kemenangan terbaik dari siapa pun di ATP Tour dengan 88,9 persen.

Hasil ini menempatkan Federer di posisi kuat menuju Wimbledon, yang sudah ia menangi delapan kali. Namun ia enggan terlalu memikirkan langkahnya di Wimbledon dan ingin menikmati waktu istirahatnya bersama keluarga.

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Baghdatis akan pensiun setelah tampil di Wimbledon

Jakarta (ANTARA) – Petenis asal Siprus Marcos Baghdatis, finalis Australia Open 2006, mengumumkan rencananya untuk pensiun setelah berlaga di Wimbledon dengan alasan usia dan kekuatan fisik yang menurun.

Mantan peringkat delapan dunia ini menyampaikan rencananya tersebut melalui akun media sosialnya di hari Senin, dengan menulis: “Saya ingin meluangkan waktu untuk menulis kepada Anda semua dan memberi tahu bahwa Wimbledon akan menjadi turnamen terakhir saya sebagai petenis profesional,”.

Petenis berusia 34 tahun ini mengikuti turnamen ATP Tour terakhirnya di Dubai Duty Free Tennis Championships pada Februari lalu.

“Saya sangat berterima kasih kepada All England Club karena memberi saya ‘wildcard’ utama dan kesempatan untuk mengucapkan selamat tinggal pada olahraga yang sangat saya cintai dan telah menjadi bagian besar dalam hidup saya selama 30 tahun terakhir. Keputusan ini tidak mudah. Sulit bagi saya, terutama secara fisik, untuk terus berada di tempat yang saya sukai ini,” kata Baghdatis.

Baghdatis tercatat pernah mencapai final Australia Open 2006 (kalah dari Federer) dan semifinal Wimbledon di tahun yang sama (kalah dari Nadal), berada di Top 100 selama 12 musim berturut-turut antara 2005 dan 2016.

Dia juga menorehkan catatan pertandingan tunggal putra dengan 348-273, yang mencakup empat gelar ATP Tour dari 14 final tingkat tur.

“Meskipun saya ingin terus bermain, batasan tubuh mencegah saya untuk bertahan dan bermain pada tingkat tinggi, terutama dua tahun terakhir sangat sulit bagi saya akibat cedera dan rasa sakit yang berulang. Selain itu, saya akan lebih bersemangat untuk menghabiskan lebih banyak waktu dengan keluarga di rumah,” tulisnya.

Mantan nomor satu dunia junior di akhir tahun 2003 itu menikah dengan mantan pemain WTA Karolina Sprem pada Juli 2012 dan dikaruniai dua anak perempuan, Zahara dan India, serta anak ketiga yang akan segera lahir.

Meski mengumumkan berhenti dari laga di lapangan, Baghdatis juga menyampaikan akan tetap terlibat dalam dunia tenis meski dalam peran yang berbeda.

“Terima kasih, terutama kepada ibu dan ayah saya yang mendukung saya sejak usia tiga tahun untuk bermain tenis. Terima kasih karena selalu percaya padaku dan mendorongku untuk menjadi lebih baik. Tim, teman dekat, dan para penggemar di seluruh dunia. Kalian membuat saya merasa diterima di setiap kota dan negara yang pernah saya kunjungi,” tulis Baghdatis.

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pemulihan cedera paksa Bianca Andreescu absen di Wimbledon

Jakarta (ANTARA) – Petenis muda Kanada yang sedang menanjak Bianca Andreescu akan absen pada Wimbledon saat ia melanjutkan pemulihan dari cedera bahu yang memaksanya keluar dari French Open, kata Tennis Canada, Senin waktu setempat.

“Sayangnya, karena rehabilitasi bahu dan pemulihan yang sedang berlangsung, Bianca Andreescu telah mengundurkan diri dari Wimbledon,” kata federasi tersebut melalui Twitter, dikutip AFP, Selasa.
 

Andreescu, yang berusia 19 tahun pada 16 Juni lalu, menarik diri dari French Open setelah mengalahkan Marie Bouzkova dalam tiga set pada putaran pertama, memberi petenis Amerika Sofia Kenin kemenangan tanpa tanding ke putaran ketiga.

Di Roland Garros, ia memainkan turnamen pertamanya sejak mundur dari pertandingan babak 16 besar di Miami Maret lalu karena cedera bahu kanan.

Sepekan sebelumnya, Andreescu mengatasi Angelique Kerber pada final di Indian Wells untuk menjadi petenis dengan wild card pertama yang memenangi gelar WTA di gurun California.

Ia berperingkat 60 saat memasuki turnamen di Indian Wells, kemudian melejit ke urutan 24 dan menempati ranking 25 pada Senin (24/6).

Baca juga: Cedera bahu paksa Andreescu mengundurkan diri

Baca juga: Andreescu jaga asa Kanada

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Halep boikot Fed Cup jika sistem “home-away” diganti

Jakarta (ANTARA) – Mantan petenis nomor satu dunia dari Rumania Simona Halep mengaku tetap cinta pada format Fed Cup saat ini, dan kemungkinan akan memboikot turnamen tenis beregu putri dunia itu jika sistem home-away diubah.

Federasi Tenis Internasional (ITF) berencana membuat keputusan besar akhir pekan ini mengenai kemungkinan mengubah sistem pertandingan Fed Cup menjadi sebuah turnamen tunggal yang diadakan di satu kota.

Jika perubahan itu berlaku, maka kesempatan Halep untuk bermain di depan publiknya sendiri semakin tipis.

“Saya cinta Fed Cup, dan saya tidak pernah ingin menggantinya,” kata Halep kepada wartawan saat mengikuti kejuaraan tenis Eastbourne, Senin waktu setempat, sebagai pemanasan menuju Wimbledon.

“Jika Fed Cup diganti, saya tidak ingin main lagi (di turnamen itu). Saya suka dengan format yang sekarang, jadi jika itu diubah maka akan berat, karena Fed Cup adalah wahana untuk bermain di kandang sendiri dan kandang lawan,” kata Halep seperti dikutip Reuters.

Halep, 27 tahun, telah tampil 19 kali untuk Rumania di Fed Cup dan sempat mengantar tim negaranya hingga semifinal tahun ini.

Baca juga: Tim Fed Indonesia takluk dari Korea Selatan dan Baca juga: Simona Halep umumkan kembali dilatih Daniel Dobre

David Jacobs gondol emas pertama bagi Para-Tenis Meja

Pewarta: Teguh Handoko
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Barty mundur dari Eastbourne karena cedera lengan

Jakarta (ANTARA) – Petenis yang baru saja menyandang status nomor satu dunia, Ashleigh Barty, mengundurkan diri dari Eastbourne International pekan ini karena cedera tangannya kambuh tetapi diharapkan sudah sepenuhnya bugar kembali untuk Wimbledon.

Juara French Open itu merangsek ke puncak peringkat dunia untuk pertama kalinya setelah menjuarai Birmingham Classic akhir pekan lalu.

Namun perjalanan 12 kali menang berturut-turut terjegal oleh cedera lamanya itu yang diyakini Barty bisa diatasi dalam waktu singkat sebelum musim ketiga Grand Slam itu mulai 1 Juli nanti.

“Ini cedera yang harus kami atasi sejak saya berusia 16 tahun,” kata Barty seperti dikutip AFP.

“Saya kira kami akan membaik demi Wimbledon, kami hanya perlu memastikan bahwa kami mengatasi cedera ini dengan benar dalam tiga atau empat hari ke depan guna meyakinkan bahwa saya sepenuhnya sehat pekan depan.”

Baca juga: Barty gusur Osaka dari peringkat teratas dunia

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

ITF World Tennis Tour di Jakarta akan jadi pemanasan SEA GAMES 2019

ANTARA – Pengurus Pusat Persatuan Tenis Lapangan Indonesia (PP Pelti) menjadikan turnamen ITF World Tennis Tour 2019 sebagai pemanasan jelang SEA GAMES 2019. Turnamen yang diggelar 17 – 30 Juni tersebut adalah program PELTI untuk mengukur kemampuan diri serta lawan, sekaligus penentu nama-nama petarung Indonesia yang akan berlaga di SEA GAMES 2019. (Astrid Faidlatul Habibah/ Fahrul Marwansyah/ Ardi Irawan)

Aldila targetkan tembus peringkat 300 WTA

Butuh banyak waktu untuk bertanding supaya bisa dapat poin

Jakarta (ANTARA) – Petenis putri andalan Indonesia, Aldila Sutjiadi, menargetkan hingga tahun 2020 mendatang mampu menembus peringkat 300 untuk sektor tunggal dan 200 di sektor ganda WTA.

“Sekarang sih goal utama aku mau tembus top 300 di nomor tunggal sampai tahun 2020 dan akhir tahun ini gandanya tembus top 200. Tapi ya kalau bisa sih tahun ini sudah tercapai semua,” kata Aldila saat ditemui di Elite Epicentrum Club, Jakarta, Senin.

Dalam upaya memenuhi target hingga tahun 2020, Aldila mengaku saat ini ia sedang bersemangat untuk mengikuti berbagai turnamen tenis kelas internasional. Hal tersebut dilakukannya untuk bisa mengumpulkan poin sehingga bisa tembus sesuai target.

“Aku butuh banyak waktu untuk bertanding supaya bisa dapat poin banyak dan bisa tembus,” ujarnya.

Tidak hanya untuk mengumpulkan poin, aktif bertanding di banyak turnamen juga menjadi salah satu cara Aldila untuk mengetahui potensi diri serta melatih tingkat rasa percaya dirinya. Seperti mengikuti turnamen Jakarta 15K yang merupakan kompetisi tenis skala paling rendah.

“Memang ini levelnya paling rendah tapi juga bisa dijadikan latihan buat aku meningkatkan percaya diriku kedepannya,” tuturnya.

Alasan Aldila memilih tahun 2020 sebagai waktu paling maksimal dalam mencapai targetnya adalah karena di 2020 terdapat ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) sehingga hal itu bisa dijadikannya sebagai evaluasi dan tolak ukur.

“Targetnya sampai dilihat main 2020 kan ada PON tuh, setelah itu dilihat bagaimana main tenis aku apakah masih bisa tembus terus atau stuck baru dievaluasi lagi,” katanya.

Aldila yang saat ini sedang berada di peringkat ke 455 untuk sektor tunggal dan 220 di sektor ganda WTA menyebutkan bahwa dirinya ingin menjadi seorang petenis yang profesional. Oleh karena itu ia selalu memiliki list turnamen yang harus diikuti, termasuk SEA Games, Jakarta 25K, dan Jakarta 15K.

“Ya turnamen ini masih salah satu dalam list karier profesional aku ya karena untuk menjadi professional tennis player aku butuh mengikuti turnamen,” jelas Aldila.

“Jadi SEA Games ya dijadikan turnamen untuk menunjang karier aku. Aku mengikuti pertandingan saja dan sekarang masih fokus di turnamen internasional karena SEA Games masih bulan November,” lanjutnya.

Meski Aldila tidak terlalu fokus mempersiapkan SEA Games 2019, ia mengaku bahwa sudah ada beberapa nama atlet yang akan menjadi saingan terberatnya di SEA Games mendatang, seperti petenis asal Thailand.

“Ya mungkin paling kuat Thailand meskipun kita juga belum tahu list nama siapa saja yang mereka turunkan, tapi kan kemungkinan yang kuat Luksika Kumkhum, Peangtarn, dan beberapa junior juga yang bagus. Jadi ya bakal ketat pertandingannya melawan Thailand,” katanya.

Dalam waktu dekat ini, Aldila akan mengikuti turnamen 15K ITF Women’s Circuit Jakarta 2019 yang berlangsung di Elite Epicentrum Club, Jakarta. Turnamen yang berlangsung mulai 24 Juni hingga 30 Juni 2019 ini menyediakan hadiah total sebesar 15.000 dolar AS.

Baca juga: Aldila siap rebut juara Jakarta 15K

Baca juga: Peangtarn hentikan Aldila pada Pertamina 25K Jakarta

Baca juga: Aldila juara ganda Singapore W25 dan ke final nomor tunggal

Emas ke-10 yang sempurna persembahan Aldila dan Christopher

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Aldila siap rebut juara Jakarta 15K

Jakarta (ANTARA) – Petenis tunggal putri Indonesia Aldila Sutjiadi mengaku siap merebut juara utama di ajang 15K ITF Women’s Circuit Jakarta 2019 yang dilangsungkan di Elite Epicentrum Club, Jakarta, pada 24-30 Juni 2019.

Aldila mengatakan turnamen Jakarta 15k merupakan salah satu ajang kompetisi yang masuk dalam list karier profesionalnya, meskipun skala turnamen ini paling kecil, ia akan tetap berusaha keras untuk memenuhi targetnya menjadi juara di sektor tunggal.

“Ya turnamen ini masih salah satu dalam list karier profesional aku meskipun ini levelnya paling rendah, tapi di turnamen ini tetap jadi juara di tunggal,” katanya saat ditemui usai latihan, Senin.

Ia melanjutkan bergabung dalam turnamen Jakarta 15K juga merupakan salah satu cara lain dalam berlatih tenis serta dapat meningkatkan rasa percaya diri untuk menghadapi turnamen-turnamen berikutnya.

“Sekarang memang lagi butuh untuk sering ikut turnamen internasional buat ngumpulin poin, termasuk Jakarta 15K ini,” ujarnya.

Baca juga: Aldila siap balas Peangtarn di SEA Games 2019

Sebelumnya, petenis yang saat ini berada di peringkat 455 WTA nomor tunggal tersebut juga mengikuti turnamen serupa, yaitu Jakarta 25k. Aldila berkontribusi di sektor tunggal maupun ganda.

Namun, langkah Aldila di nomor tunggal terhenti di babak 16 besar setelah petenis Thailand Peangtarn Plipuech menundukkannya dalam tiga set dengan skor akhir 6-1, 4-6, 2-6. Di nomor ganda ia pun juga terhenti di babak semifinal setelah bersama Hiroko Kuwata dikalahkan oleh Junri Namagita serta Haruka Kaji dalam tiga set dengan skor 7-5, 0-6, 7-10.

Jakarta 15K merupakan kejuaraan khusus petenis putri yang masuk dalam kalender Federasi Tenis Internasional (ITF) World Tennis Tour. Turnamen yang berlangsung mulai 24 Juni hingga 30 Juni 2019 ini menyediakan hadiah total sebesar 15.000 dolar AS.

Ajang berskala internasional ini diikuti oleh berbagai negara, seperti Indonesia, Jepang, Tiongkok, India, Korea Selatan, Hongkong, Thailand, Singapura, Australia, Afrika Selatan, Aljazair, Belanda, serta Amerika Serikat.

Baca juga: Deria pastikan lebih baik di Jakarta 15K
Baca juga: PP Pelti jadikan ITF Jakarta ajang persiapan jelang SEA Games 2019

Emas ke-10 yang sempurna persembahan Aldila dan Christopher

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Deria pastikan lebih baik di Jakarta 15K

Jakarta (ANTARA) – Petenis putri Pelatnas Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti) Deria Nur Haliza memastikan dirinya akan bertanding lebih baik lagi di turnamen 15K ITF Women’s Circuit Jakarta 2019 yang berlangsung di Elite Epicentrum Club, Jakarta.

Sebelumnya, Deria juga mengikuti turnamen serupa, namun tingkatnya lebih tinggi dari Jakarta 15K, yaitu Pertamina Jakarta 25K yang berlangsung pada 17-23 Juni 2019. Di turnamen tersebut langkah Deria terhenti di babak 32 besar setelah Beatrice Gumulya berhasil menundukkannya dalam dua set dengan skor akhir 4-6, 4-6.

Deria mengakui pada turnamen tersebut ia sering melakukan kesalahan, seperti terlalu bermain aman, sering tidak fokus, serta tidak agresif dalam menangkap bola.

Ia mengatakan pelatihnya, Deddy Tedjamukti, telah memberikan saran dan kritik membangun agar kesalahan yang ia perbuat tidak terulang di turnamen-turnamen berikutnya, seperti Jakarta 15K dan SEA Games 2019.

“Catatannya sih jangan lebih banyak mati sendiri, lebih konsisten, dan lebih agresif juga,” kata Deria saat ditemui di Elite Epicentrum Club, Jakarta, Senin.

Baca juga: Deria targetkan emas di SEA Games 2019
Baca juga: Deria ingin ikuti langkah Yayuk Basuki

Petenis yang kini berusia 22 tahun itu mengaku segala persiapan sudah dilakukannya, mulai dari mengikuti training camp sejak 20 Mei bersama PP Pelti maupun bergabung di berbagai kompetisi tenis.

“Persiapan sih biasa saja ya, latihan gitu. Kalau taktik emang enggak bisa diterapkan ke semua petenis, karena tiap orang kan beda-beda cara mainnya,” katanya.

Meskipun tidak menyatakan secara gamblang tentang targetnya di kompetisi Jakarta 15K maupun SEA Games 2019, Deria yang sempat mengikuti SEA Games dan terhenti di putaran kedua tersebut mengatakan saat ini ia hanya bisa berusaha dan bekerja keras agar keinginannya bisa tercapai.

“Targetnya sih ingin lebih tinggi, di 15K juga di SEA Games. Keinginannya pasti dapat medali. Tapi yang pasti target harus paling tinggi, meskipun pelatih sendiri enggak pernah nargetin aku. Tapi minta aku agar main lebih baik lagi,” ujarnya.

Rencananya, Deria akan bermain di turnamen Jakarta 15K pada Rabu (26/6) mendatang. Turnamen 15K ITF Women’s Circuit Jakarta 2019 tersebut berhadiah total 15.000 dolar AS dan berlangsung mulai 24 Juni sampai 30 Juni 2019.

Baca juga: PP Pelti jadikan ITF Jakarta ajang persiapan jelang SEA Games 2019

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

PP Pelti jadikan ITF Jakarta ajang persiapan jelang SEA Games 2019

Jakarta (ANTARA) – Pengurus Pusat Persatuan Tenis Lapangan Indonesia (PP Pelti) menjadikan turnamen ITF World Tennis Tour yang berlangsung di Jakarta sebagai salah satu ajang persiapan bagi para petenis Indonesia menjelang SEA Games 2019 yang akan berlangsung di Fillipina pada 30 November hingga 11 Desember mendatang.

“Turnamen ini menjadi evaluasi untuk SEA Games nanti, ini juga persiapan kita dalam rangka SEA Games, jadi kita bisa tahu posisinya siapa saja di tunggal dan ganda,” kata Ketua Umum PP Pelti Rildo Anwar saat ditemui di Elite Epicentrum Club, Jakarta, Senin.

Rildo mengatakan turnamen tersebut merupakan salah satu program yang diselenggarakan Pelti agar para petenis Indonesia bisa mengukur kemampuan masing-masing serta mengetahui kelemahan dan kekurangan petenis selama berlatih.

“Pelti memperbanyak turnamen agar memberi kesempatan kepada pemain untuk bisa membuktikan dirinya selama latihan,” kata Rildo.

“Kalau kita ukur kemampuan pemain kan dari turnamen yang diikuti. Ya kita harapkan makin bergairah lagi tenis di Indonesia ini,” katanya.

Selain itu, turnamen-turnamen tersebut juga menjadi bahan pertimbangan PP Pelti dalam menentukan nama-nama petenis Indonesia yang akan diturunkan di ajang SEA Games mendatang.

“Kita sedang mempersiapkan SEA Games, nanti kita evaluasi siapa yang kita turunkan di partai tunggal maupun ganda dan ganda campuran,” katanya.

Rildo mengatakan turnamen ITF Jakarta ini juga menjadi pertimbangan dalam menurunkan para petenis junior karena pada Jakarta 25K banyak petenis junior yang diturunkan ke lapangan dan cukup memiliki modal untuk melaju ke SEA Games mendatang.

“Berdasarkan ketentuan yang disampaikan oleh Kemenpora bahwa harus ada pemain junior yang masuk tim dan itu juga akan di evaluasi. Termasuk Janice Tjen kan dia kemarin 25K dapat wildcard, kalau yang 15K ini rencananya Ani,” tuturnya.

Baca juga: Ganda Jessy/Beatrice akui main aman di final Pertamina 25k
Baca juga: Petenis Jepang Risa Ozaki juara turnamen Jakarta 25k

Senada dengan Rildo, Wakil Ketua Umum PP Pelti Sutikno Mulyadi juga mengatakan meskipun training camp sudah dilakukan sejak 20 Mei 2019 di Wisma Sanita Penjomponhan, Jakarta, para petenis tetap membutuhkan persiapan ekstra, yakni dengan menerjunkan mereka langsung ke sebuah turnamen.

“Pertama kan kelas 25K ya jadi di situ tentunya tantangan lebih berat, secara teknis sebetulnya beberapa pemain kita bisa mengimbangi. Hanya masalah pengalaman bertanding yang harus diperbanyak karena kalahnya hampir di rubber set semua, itu yang kita harus antisipasi di training camp,” kata Sutikno.

Lebih lanjut, Presiden Asian Tennis Federation Anil Khanna juga mengapresiasi para petenis Indonesia yang bermain di turnamen 25K maupun 15K. Ia berharap Indonesia bisa melaju hingga 500.000 dolar AS pada 2020.

“Saya pikir Pelti sudah melaksanakan turnamen dengan sangat baik, pencapaian yang sangat baik untuk para pemain junior karena mempunyai kemajuan dan modal yang bagus untuk ke depannya,” kata Anil Khanna.

ITF World Tennis Tour yang diadakan di Jakarta terbagi menjadi dua turnamen berdasarkan besaran hadiah utama, yakni 25K ITF Women’s Circuit Jakarta 2019 berlangsung sejak 17 Juni hingga 23 Juni 2019 dengan total hadiah 25.000 dolar AS dan 15K ITF Women’s Circuit Jakarta 2019 berhadiah total 15.000 dolar AS yang berlangsung pada 24-30 Juni 2019 di Elite Club Epicentrum, Jakarta.

Baca juga: Ganda Jepang Junri/Haruka menang di ajang Jakarta 25k

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Boris Becker lelang trofi untuk bayar utang

Padang (ANTARA) – Trofi dan cenderamata pribadi milik bintang tenis Jerman Boris Becker akan dilelang secara daring (online) mulai Senin oleh perusahaan Inggris Wyles Hardy untuk membayar sebagian utang sang juara yang bangkrut.

Dikutip dari AFP, Senin, juara termuda dalam sejarah Wimbledon, yang meraih gelar pertama dari tiga gelar pada usia baru 17 tahun, melelang 82 jenis barang, termasuk medali, piala, jam tangan dan foto.

Penjualan akan berakhir pada 11 Juli, kata Wyles Hardy dalam lamannya.

Beberapa trofi yang ditawarkan termasuk replika Challenge Cup yang dianugerahkan kepada Becker menyusul salah satu kemenangan di Wimbledon, dan replika berukuran tigaperempat Renshaw Cup yang diberikan setelah ia menjadi juara tunggal Grand Slam termuda.

Medali finalis Wimbledon dari 1990, ketika ia dikalahkan oleh petenis Swedia Stefan Edberg, dan replika piala perak AS Open yang dibuat oleh pembuat perhiasan Tiffany atas kemenangannya pada 1989 atas Ivan Lendl, juga akan termasuk yang dijual.

Mantan petenis berusia 51 tahun yang banyak hutang itu dinyatakan bangkrut pada 2017.

Pada Juni 2018, ia mengklaim mendapat status diplomatik dan karenanya memiliki kekebalan, sehingga menghentikan penjualan trofi dan suvenir pribadi pada saat-saat terakhir.

Mantan petenis nomor satu dunia itu mengklaim bahwa ia ditunjuk oleh Presiden Republik Afrika Tengah sebagai “atase” olahraga, budaya dan kemanusiaan bagi Uni Eropa.

Namun Menteri Luar Negeri Afrika Tengah menjawab bahwa paspor yang dicap oleh Becker itu palsu, berasal dari “paspor kosong yang dicuri tahun 2014”.

Tawaran sangat substansial

Becker akhirnya mengakhiri episode ganjil itu pada Desember dengan melepaskan hak imunitasnya di pengadilan London yang khusus untuk kasus-kasus kepailitan, yang membawa rumah lelang itu mengembalikan trofi-trofi tersebut ke pasar.

Upaya pertama “menarik tawaran-tawaran yang sangat besar,” kata Mark Ford, salah satu dari tiga wali kebangkrutan Becker, dalam satu pernyataan.

Akan tetapi, penjualan itu tidak akan cukup untuk menutup utang yang nilainya jutaan pound itu.

Becker sudah mengalami masalah hukum dengan pengadilan di Spanyol atas utang yang belum dibayar untuk pengerjaan villanya di Mallorca.

Pastor yang menikahkannya pada 2009 juga membawanya ke pengadilan di Swiss dan pengadilan Jerman pada 2002 memberinya dua tahun penangguhan hukuman dan denda sebesar 500.000 euro (570.000 dolar) atas 1,7 juta euro pajak yang belum dibayar.

Juara enam kali Grand Slam, yang dijuluki “Boom Boom” Becker untuk servisnya yang sangat kencang, memenangi 49 gelar dan lebih dari 20 juta euro hadiah uang selama karirnya.

Ia sekarang fokus pada aktivitas tenisnya, terutama menjadi komentator, saat ia berusaha memanfaatkan ketenarannya untuk menghapus utang-utangnya.

Baca juga: Boris Becker kritik Djokovic usai akhiri kerja sama

Baca juga: Djokovic persembahkan trofinya untuk Boris Becker

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Barty gusur Osaka dari peringkat teratas dunia

Jakarta (ANTARA) – Berikut adalah data dan fakta mengenai Ashleigh Barty yang akan segera menjadi petenis putri pertama Australia dalam 43 tahun terakhir yang menjadi petenis nomor satu dunia, menggusur Naomi Osaka,

Petenis berusia 23 tahun itu mengalahkan Julia Goerges 6-3 7-5 di final turnamen Nature Valley Classic di Birmingham, Minggu, demikan Reuters. Hal itu berarti ketika ranking WTA terbaru diumumkan pada Senin, maka Barty akan menggusur petenis asal Jepang itu.

Lahir: 24 April 1996 di Ipswich, Australia (usia 23)

Gelar Grand Slam: 1 (Perancis Terbuka 2019)

Mulai bermain tenis pada usia lima tahun ketika orang tuanya Robert dan Josie memperkenalkan kepadanya olahraga tersebut.

Pada 2011, meraih gelar juara tunggal putri Wimbledon di kelompok junior

Ayahnya adalah suku asli Australia, Ngarigo, yang diturunkan oleh salah satu neneknya, dan Barty adalah pendukung kampanye untuk penduduk asli Australia.

Setelah mengawali karir di sirkuit ITF di Australia pada 2010, Barty untuk pertama kali tampil di turnamen WTA, yaitu dengan mengikuti babak kualifikasi AS Terbuka pada tahun berikutnya.

Selama 2012, dia meraih empat gelar juara di kategori tunggal dan dua di nomor ganda sirkuit ITF.

Pada 2013, Barty meraih satu gelar juara di nomor ganda turnamen WTA dan sebanyak tiga kali mencapai final ganda Grand Slam bersama Casey Dellacqua (Australian Terbuka, Wimbledon, AS Terbuka). Ia juga merebut dua gelar di nomor ganda turnamen ITF.

Setelah kembali meraih gelar juara di nomor ganda WTA pada 2014, ia sempat istirahat dari tenis setelah mengikuti AS Terbuka untuk bergabung dengan tim kriket Brisbane Heat, sebelum kembali ke tenis pada 2016.

Pernah menembus peringkat 20 besar pada 2017, meraih gelar juara tunggal WTA di Kuala Lumpur sebagai pemain kualifikasi, ia kemudian terus melaju untuk meraih dua gelar juara tunggal di Birmingham dan Wuhan sebelum kemudian menjadi petenis nomor satu Australia.

Barty meraih gelar tunggal WTA di Nottingham dan Zhuhai untuk mengakhiri 2018 dengan menempati peringkat 15 dunia. Ia juga meraih empat gelar juara di nomor ganda.

Dia mengawali 2019 dengan menjadi juara di Miami pada Maret lalu, sebelum merebut tropi Grand Slam untuk pertama kalinya di Perancis Terbuka.

Kemudian meraih gelar juara ketiga sepanjang 2019 di Birmingham dan akan menggusur petenis Jepang Naomi Osaka di peringkat teratas pada Senin (24/6) untuk menyamai prestasi pendahulunya Evonne Goolagong pada 1976.

Baca juga: Barty ratu baru Roland Garros

Pewarta: Atman Ahdiat
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Federer cetak kemenangan ke-10 Noventi Open

Jakarta (ANTARA) – Roger Federer membuat sejarah pada hari Minggu di Halle, Jerman, dengan mencetak gelar juara ke-10 Noventi Open setelah mengalahkan David Goffin 7-6(2), 6-1.

Ini adalah pertama kalinya Federer mendapatkan 10 piala dalam sebuah turnamen, bersama dengan Rafael Nadal sebagai satu-satunya pemain di Era Open yang mencapai prestasi tersebut.

“Ini luar biasa. Pada beberapa alasan saya berpikir tidak akan berhasil. Tapi saya tidak terlalu memikirkannya dan hanya memikirkan pertandingan demi pertandingan, karena babak kedua dan perempat begitu sulit sehingga tidak menyangka bisa menang,” kata Federer melansir atptour.com, Minggu.

Kemenangan ini adalah gelar tingkat tur ke-102 Federer, selisih tujuh piala dari rekor Jimmy Connors sebanyak 109, dan menjadi kemenangan tingkat tur ke-19 bintang Swiss itu di atas lapangan rumput.

“Ini pertama kalinya saya bisa memenangkan gelar 10 kali di satu tempat, jelas ini momen yang sangat spesial dalam karir saya,” pungkas Federer.

Sang juara membawa pulang hadiah sebesar Rp6,9 miliar dan 500 poin peringkat ATP.

Sedangkan Goffin, yang berusaha untuk mengklaim mahkota pertamanya sejak 2017 di Tokyo, mendapat Rp3,4 miliar dan 300 poin.

Baca juga: Federer akan hadapi Goffin di final ke-13 Noventi Open

David Jacobs gondol emas pertama bagi Para-Tenis Meja

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Federer juarai turnamen Halle terbuka 2019

Petenis Swiss Roger Federer saat menghadapi petenis Belgia David Goffin pada final turnamen Halle terbuka 2019 di Halle, Jerman, Minggu (23/6/2019). Federer memenangi laga tersebut dan menjuarai Halle terbuka yang merupakan gelar kesepuluh baginya. ANTARA FOTO/REUTERS/Leon Kuegeler/foc/pri

Ganda Jepang Junri/Haruka menang di ajang Jakarta 25k

Jakarta (ANTARA) – Ganda petenis Jepang Haruka Kaji dan Junri Namagita berhasil merebut kemenangan di turnamen Pertamina 25K ITF Women’s Circuit Jakarta 2019 setelah mengalahkan ganda Indonesia Beatrice Gumulya dan Jessy Rompies di babak final yang berlangsung di Elite Club Epicentrum, Jakarta, Minggu.

“Saya senang karena menang, dan ini memang target kita sejak awal,” kata Haruka.

Babak final tersebut berjalan cukup panjang karena kedua ganda saling memperebutkan poin yang akhirnya menghasilkan skor 6-2, 4-6, 10-7. Pada set pertama, ganda Jepang bisa menguasai permainan karena ganda Indonesia tampak kehilangan fokus. Hal tersebut dikonfirmasi oleh petenis Indonesia Jessy Rompies.

“Di set pertama emang kita enggak maksimal karena sedikit kehilangan fokus,” kata Jessy saat ditemui usai pertandingan.

Sedangkan pada set kedua Haruka dan Junri terlihat sedikit kesulitan dalam mengejar bola yang diumpan oleh Beatrice dan Jessy. Akhirnya pada set kedua ganda Jepang ini tertinggal dua poin, yakni 4-6.

Kedudukan yang sama membuat pertandingan final tersebut semakin seru. Kedua ganda harus melalui super tie break untuk menentukan pemenang. Saling kejar poin berlangsung cukup panjang pada super tie break tersebut hingga akhirnya Jepang mampu mengungguli dengan skor 10-7.

Dengan menjadi juara utama di ajang Jakarta 25k pada sektor ganda, pasangan Haruka dan Junri mendapatkan hadiah uang sebesar 1.437 dolar AS dan trofi berbentuk wayang. Sedangkan ganda Indonesia Beatrice dan Jessy yang berada di posisi runner up turnamen ini memperoleh uang sebesar 719 dolar AS dan juga trofi berbentuk wayang.

Lebih lanjut, petenis Haruka yang sepanjang jalannya pertandingan selalu tersenyum mengatakan bahwa ia sangat menikmati permainan itu. Ia dan Junri pun berencana untuk mengikuti turnamen tenis berikutnya yang akan diadakan di US.

“Saya selalu senyum selama pertandingan karena saya berusaha untuk menikmati jalannya pertandingan,” kata Haruka.

“Balik ke Jepang malam ini. Turnamen selanjutnya di AS dua minggu lagi di sektor tunggal dan ganda,” lanjutnya.

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ganda Jessy/Beatrice akui main aman di final Pertamina 25k

Jakarta (ANTARA) – Ganda unggulan Indonesia Jessy Rompies dan Beatrice Gumulya mengaku bahwa dalam melawan ganda Jepang Haruka Kaji dan Junri Namagita pada babak final turnamen Pertamina 25K ITF Women’s Circuit Jakarta 2019 mereka terlalu bermain aman sehingga hanya bisa berada di posisi runner up.

Babak final tersebut berjalan cukup panjang karena kedua ganda saling mengejar poin, meskipun pada set awal Jessy mengakui bahwa ia dan Beatrice belum bisa kompak hingga kehilangan fokus. Hal tersebut mengakibatkan mereka tertinggal di set pertama dengan skor 2-6.

Namun, mereka berhasil menemukan ritme permainan sehingga bisa bermain kompak pada set kedua yang akhirnya membawa mereka ke posisi yang sama karena pada set kedua skor mereka unggul 6-4.

Di sisi lain, keadaan berbalik ketika memasuki super tie break. Penampilan ganda Indonesia itu tidak semaksimal saat set kedua. Jessy mengakui bahwa ia maupun Beatrice kurang berani dalam mengambil langkah. Hingga akhirnya permainan berakhir dengan skor 2-6, 6-4, 7-10.

“Kita mainnya mungkin sudah memimpin tapi kita enggak lebih agresif, kita malah safe,” kata Jessy saat ditemui usai bertanding di Elite Club Epicentrum, Jakarta, Minggu.

“Di super tie break pas sudah dekat-dekat selesai mereka bolanya malah tambah ke ujung-ujung gitu lah. Jadi pas Jessy mau ambil susah karena itu ujung sekali dan kadang emang kita enggak bisa reach itu,” jelas Beatrice.

Hal tersebut dikonfirmasi oleh Pelatih Pelatnas PP Pelti Deddy Tedjamukti. Deddy mengatakan bahwa Jessy dan Beatrice terlalu ragu-ragu dalam mengambil keputusan saat super tie break sehingga mereka tertinggal poin.

“Anak-anak tadi melajukan kesalahan fatal dalam return serve itu, banyak kurang ambil keputusan. Kalau super tie break perlu ambil keputusan cepat karena kalau ragu pasti ketinggalan karena poinnya terlalu cepat,” kata Deddy.

Lebih lanjut, Jessy mengatakan bahwa meskipun dirinya tidak berhasil membawa Indonesia sebagai juara utama, namun ia dan Beatrice sudah berusaha sangat maksimal sejak awal pertandingan.

“Tapi ya kita berdua sudah berusaha yang terbaik lah, mungkin next nya bisa lebih baik lagi di super tie break atau pun di first set nya bisa lebih fokus biar enggak sampai main di super tie break,” kata Jessy.

“Sudah merasa maksimal sih tapi mungkin bisa lebih sedikit ditingkatkan. Kayak ada third poin yang harusnya bisa kita dapat tapi kita enggak berani untuk ambil resiko itu,” ujar Beatrice.

Jessy dan Beatrice juga menyampaikan permintaan maafnya untuk masyarakat Indonesia karena tidak berhasil memenangkan turnamen tenis tersebut. Mereka berterima kasih atas segala dukungan serta semangat yang selalu mengalir sejak awal pertandingan hingga babak final ini.

“Minta maaf karena tidak bisa membawa Indonesia untuk menang. Terima kasih untuk semangatnya dan suasana permainan yang bagus. Terima kasih!,” kata Jessy.

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Petenis Jepang Risa Ozaki juara turnamen Jakarta 25k

Jakarta (ANTARA) – Petenis Jepang Risa Ozaki mengalahkan petenis asal Belanda Arianne Hartono pada pertandingan final untuk menjuarai turnamen Pertamina 25K ITF Women’s Circuit Jakarta 2019 yang berlangsung di Elite Club Epicentrum, Jakarta, Minggu.

Kemenangan tidak dengan mudah direbut oleh petenis unggulan tiga tersebut. Risa berhasil menundukkan Arianne setelah melewati dua set. Pada set pertama pertandingan berlangsung cukup lama karena Risa dan Arianne saling mengejar poin hingga akhirnya menghasilkan skor akhir 6-4, 6-1.

Meskipun menghadapi Arianne yang berada di peringkat 778 WTA sektor tunggal, Risa yang menempati peringkat 70 mengatakan Arianne adalah lawan yang hebat dan cukup tangguh.

“Game yang berat karena dia bisa memukul bola dengan bagus. Kalau saya coba bola pendek, dia langsung gerak ke depan. Sangat sulit bertanding melawan dia tapi saya coba yang terbaik,” kata Risa.

Dengan menjadi juara utama di ajang Jakarta 25k, Risa berhak mendapatkan hadiah berupa trofi berbentuk wayang serta hadiah uang sebesar 3.935 dolar AS. Sedangkan Arianne yang berada di posisi runner up turnamen ini, memperoleh uang sejumlah 2.107 dolar AS dan juga trofi berbentuk wayang.

Risa mengaku bangga dengan hasil yang ia capai karena merebut kemenangan pada turnamen tenis ini memang targetnya sejak awal dia berangkat dari negara asalnya, yakni Jepang.

“Iya saya memang menargetkan diri saya untuk tidak hanya sebatas sampai bermain di babak final, namun juga hingga memenangkan babak tersebut,” katanya.

“Saya memang selalu berusaha untuk menampilkan yang terbaik dan maksimal,” kata Risa.

Rencananya, Risa akan langsung kembali ke Jepang dan tidak akan mengikuti turnamen selanjutnya, yaitu Jakarta 15k yang akan berlangsung mulai 24 Juni sampai 30 Juni 2019 di Elite Epicentrum Club, Jakarta.

“Saya senang dengan hasil ini. Saya tidak mengikuti turnamen berikutnya karena balik ke Jepang hari ini juga,” katanya.

Baca juga: Risa hentikan langkah Hiroko ke final Jakarta 25k

Baca juga: Arianne tak gentar hadapi Risa Ozaki di final Pertamina 25k

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Andy Murray ke semifinal ganda putra Queen’s

Jakarta (ANTARA) – Ambisi mantan petenis nomor satu dunia Andy Murray untuk kembali berjaya berlanjut setelah ia dan pasangan ganda putranya Feliciano Lopez, melangkah ke semifinal turnamen Queen’s di London, Sabtu waktu setempat.

Bersama pasangan gandanya itu petenis berusia 32 tahun yang melakukan penampilan pertamanya dalam laga kompetitif sejak menjalani operasi panggul tersebut sukses menghentikan perlawanan pasangan Inggris Dan Evans dan Ken Skupski 6-4, 7-6 (7/3).

Lopez turun bermain ganda hanya beberapa saat setelah mencapai final tunggal putra usai mengalahkan Felix Auger-Aliassime 6-7 (3/7), 6-3, 6-4.

Baca juga: Barty incar peringkat satu dunia di final Birmingham Open

Setelah pertandingan ini dihentikan sehari sebelumnya karena lampu penerangan buruk di lapangan, Murray dan Lopez melanjutkan pertandingan dengan merampas set pertama tetapi sempat tertinggal 4-5 pada set kedua.

Murray yang bercengkerama dengan mantan manajer Manchester United Jose Mourinho saat pemanasan, melancarkan pukulan yang memastikan tie-break, untuk kemudian melepaskan lob dan meluncurkan backhand keras penentu kemenangan.

Murray dan Lopez ditunggu juara bertahan pasangan Henri Kontinen – John Peers untuk memperebutkan satu tempat ke final, demikian AFP.

Baca juga: Federer akan hadapi Goffin di final ke-13 Noventi Open

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Barty incar peringkat satu dunia di final Birmingham Open

Jakarta (ANTARA) – Petenis Australia Ashleigh Barty sukses maju ke final ketiganya di musim ini melalui kemenangan dua set langsung 6-4, 6-4 atas Barbora Strycova di semifinal Birmingham Open.

Hasil itu memperpanjang catatan kemenangannya menjadi 11 kali pertandingan secara beruntun, menurut laporan wtatennis.com, Sabtu.

“Saya harus mempersiapkan dan melakukan yang terbaik di pertandingan. Setiap pertandingan pasti menghadapi lawan yang berbeda, ini adalah kesempatan yang berbeda juga, jadi saya harus mencoba, beradaptasi, dan bersiap sebaik mungkin untuk lawan tertentu,” tutur Barty.

Petenis peringkat dua dunia itu tidak hanya akan bermain untuk meraih gelar pertamanya di Birmingham, tetapi juga akan memastikan peringkatnya sebagai nomor satu dunia.

Kemenangan akan membuatnya melewati Naomi Osaka dan naik ke posisi teratas, menjadi orang Australia pertama dalam 43 tahun yang memegang gelar.

Baca juga: Kalahkan Venus di Birmingham, Barty dekati peringkat satu dunia

Di final, ia akan bertemu dengan unggulan kedelapan Julia Goerges yang sukses menundukkan Petra Martic 6-4, 6-3 di semifinal.

Goerges dan Barty akan berhadapan untuk kedua kalinya di atas lapangan rumput, dan ketiga kalinya secara keseluruhan, dengan catatan mereka sebelumnya seri 1-1.

Goerges memenangkan pertemuan pertama mereka di lapangan rumput tahun lalu di Birmingham, sementara Barty menang di semifinal WTA Elite Trophy Zhuhai 2018.

Baca juga: Barty berpeluang salip Osaka jadi petenis nomor satu dunia
Baca juga: Barty lalui transisi mulus di lapangan rumput Birmingham Classic

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Federer akan hadapi Goffin di final ke-13 Noventi Open

Jakarta (ANTARA) – Petenis unggulan ketiga Roger Federer mengalahkan petenis Prancis Pierre-Hugues Herbert dengan dua set langsung 6-3 dan 6-3 di babak semifinal Noventi Open.

Ia mencetak rekor di turnamen ini dengan berhasil maju ke babak finak ke-13, menjadi yang terbanyak dalam sejarah agenda ATP 500.

Selanjutnya petenis Swiss itu akan menghadapi David Goffin di babak final hari Minggu, dan menjadi kesempatan bagi Federer untuk merebut gelar ke-10 di turnamen ini.

Jika Federer bisa mewujudkan hal itu, maka untuk pertama kalinya ia mengangkat sebanyak 10 piala dalam satu turnamen, menurut laporan atptour.com, Sabtu.

Selain itu, Federer juga berpotensi mencatatkan rekor ke-16 kalinya seorang petenis mengklaim tiga kemenangan tingkat tur dalam satu musim.

Federer yang memegang catatan titlist 101 kali ini juga memiliki kesempatan untuk mendekati catatan milik Jimmy Connors yang meraih sebanyak 109 trofi di tingkat tur.

Unggulan teratas ini membawa catatan kemenangan 7-1 saat melawan Goffin besok, termasuk kemenangan langsung di Halle tiga tahun lalu.

Baca juga: Federer melaju, Zverev tersingkir di Halle

Baca juga: Federer dan Roberto Bautista perebutkan tempat di semifinal Halle

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Haruka/Junri siap berduel dengan Beatrice/Jessy ke final Jakarta 25k

Jakarta (ANTARA) – Petenis ganda Jepang Haruka Kaji/Junri Namagita siap berduel dengan ganda Indonesia Beatrice Gumulya/Jessy Rompies di laga final untuk memperebutkan hadiah total 25.000 dolar AS dalam turnamen Pertamina 25K ITF Women’s Circuit Jakarta 2019 di Elite Club Epicentrum, Jakarta, Minggu (23/6).

Langkah Haruka dan Junri menuju final setelah mereka berhasil menundukkan pasangan Indonesia Aldila Sutjiadi yang berpasangan dengan petenis Jepang Hiroko Kuwata di babak semifinal dengan skor akhir 5-7, 6-0, (10-7), Sabtu (22/6).

Berbeda dengan Haruka dan Junri, Beatrice dan Jessy telah merampungkan semifinal mereka sehari sebelumnya, Jumat (21/6). Mereka berhasil unggul dari ganda asal Meksiko Victoria Rodriguez yang berpasangan dengan petenis Belanda Arianne Hartono dalam dua set langsung dengan skor akhir 6-3, 6-4.

Baca juga: Risa hentikan langkah Hiroko ke final Jakarta 25k

Baca juga: Jessy/Beatrice melaju ke final Jakarta 25K

Selain bermain di sektor ganda, keempat petenis tersebut juga bertanding di sektor tunggal. Namun, Haruka, Junri, Beatrice, dan Jessy kompak telah terhenti langkahnya di sektor tunggal tersebut.

Haruka Kaji langsung terhenti di putaran pertama ketika melawan Anastasia Nefedova dengan skor akhir 3-6, 5-7. Junri Namagita juga terhenti di putaran pertama saat berhadapan dengan Ramu Ueda dengan skor akhir 3-6, 2-6.

Beatrice Gumulya dan Jessy Rompies yang merupakan penerima wildcard juga tidak bisa mempertahankan langkahnya di sektor tunggal. Beatrice tunduk setelah Risa Ozaki mengunggulinya dengan skor 6-2, 1-6, 1-6 di putaran kedua, sedangkan Jessy menyerah ketika Hiroko Kuwata menghajarnya dalam tiga set 2-6, 6-1, 5-7 di putaran pertama.

Baca juga: Arianne tak gentar hadapi Risa Ozaki di final Pertamina 25k

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Risa hentikan langkah Hiroko ke final Jakarta 25k

Jakarta (ANTARA) – Petenis Jepang Risa Ozaki berhasil menghentikan langkah rekan senegaranya Hiroko Kuwata pada babak semifinal turnamen berhadiah total 25.000 dolar AS Pertamina 25K ITF Women’s Circuit Jakarta 2019 yang berlangsung Sabtu (22/6) di Elite Club Epicentrum, Jakarta.

Langkah Hiroko menuju final terhenti setelah Risa berhasil unggul dalam dua set dengan skor akhir yang cukup talak, yakni 6-2, 6-1. Risa mengaku penampilan Hiroko tidak semaksimal biasanya, sehingga ia mampu menguasai permainan. Hal tersebut dibenarkan oleh Hiroko.

“Kemarin saya bermain terlalu keras dan saya sudah terima konsekuensinya jika saya juga bermain ganda tapi tidak masalah,” kata Hiroko.

Baca juga: Jaga fokus jadi kunci Beatrice/Jessy capai final Jakarta 25k

Selain itu, Risa juga bermain sangat lincah hingga Hiroko tidak sanggup untuk mengimbanginya serta mengembalikan bola.

“Dia adalah pemain yang baik. Saya sampai tidak bisa bergerak mengejar bolanya, padahal saya sudah berusaha sangat agresif untuk mengimbangi permainannya,” lanjut Hiroko.

Lebih lanjut, Risa mengatakan mengendalikan fokus adalah kunci yang ia gunakan ketika ia mengetahui bahwa pada babak semifinal ini akan berhadapan dengan Hiroko yang merupakan unggulan pertama.

“Hari ini saya bisa mengendalikan fokus saya dalam melawan Hiroko. Dia sangat hebat dan kuat pada pertandingan sebelumnya, sehingga saya berusaha keras dalam permainan tadi. Namun, hari ini saya lihat dia tidak maksimal karena lelah,” kata Risa.

Risa mengaku ia baru pertama kali berkunjung ke Indonesia. Meskipun terik matahari cukup untuk membakar kulitnya, Risa tidak merasa terganggu.

“Matahari di sini lebih baik daripada di Jepang karena di sana sedang sangat panas,” katanya.

Pada babak final yang akan dilangsungkan Minggu (23/6), Risa akan berhadapan dengan petenis Belanda Arianne Hartono. Pertandingan tersebut akan menjadi pertemuan pertamanya dengan Arianne. “Saya tidak tahu apa pun tentang dia. Oleh karena itu saya hanya bisa berusaha,” ujarnya.

Baca juga: Arianne tak gentar hadapi Risa Ozaki di final Pertamina 25k
Baca juga: Tiga petenis Jepang lolos ke semifinal ajang Jakarta 25K

David Jacobs gondol emas pertama bagi Para-Tenis Meja

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Unggulan teratas dominasi gelar juara Amman Mineral Detec Open 2019

Yogyakarta (ANTARA) – Unggulan teratas nomor tunggal putra dan putri tetap mendominasi raihan gelar juara pada kejuaraan tenis Amman Mineral Detec Open Junior 2019 di lapangan tenis Universitas Negeri Yogyakarta, Sabtu.

“Ini memang sesuai dengan target saya yaitu tampil sebagai juara,” kata Jahfal Munakanahaya yang tampil sebagai juara tunggal putra pada kelompok umur (KU) 14.

Jahfal yang diunggulkan di tempat teratas tersebut memastikan gelar juara setelah mengalahkan petenis junior andalan tuan rumah M. Rizky Varelito dalam dua set 7-5, 6-1.

Pada pertandingan tersebut, Varelito sempat unggul 5-4 pada set pertama, namun Jahfal bisa merebut tiga game berikutnya untuk meraih set pertama. Unggul di set awal membuat Jahfal tampil semakin percaya diri dan memastikan kemenangan dengan lebih mudah pada set kedua.

Menurut Jahfal yang tercatat sebagai siswa di SMP Negeri 1 Bendosari Sukoharjo itu, kemenangan tersebut terasa sangat istimewa karena pada pertemuan-pertemuan sebelumnya tidak pernah menang dari Varelito yang kali ini diunggulkan di tempat keempat.

“Ia memiliki langkah kaki yang cepat. Itu menjadi keunggulannya. Tetapi, saya banyak belajar dari pertandingan-pertandingan sebelumnya sehingga bisa menang pada kejuaraan ini,” kata Jahfal yang sebelumnya meraih gelar juara pada Piala Yayuk Basuki di Ambarawa tahun ini.

Selain Jahfal, pemain unggulan pertama tunggal putra yang juga tampil sebagai juara di kejuaraan yunior tersebut adalah tunggal putra KU-10 Adyatma Rizal dari Tulungagung dengan mengalahkan Calvin Jonathan dari Semarang dengan skor 8-3.

Di KU-12, unggulan pertama dari Cirebon Ahmad Fauzan menang 8-3 atas M. Akmal Junaini dari Sukoharjo, sedangkan di KU-16, Rafly Zulkarnaen dari Sidoharjo yang diunggulkan di tempat pertama harus mengakui keunggulan Luis Darsono dari Kudus 2-6,2-6. Di KU-18, Lucky Candra dari Sukoharjo yang diunggulkan di tempat pertama juga menyerah 2-6,3-6 dari Tegar Abdi.

Sedangkan di nomor tunggal putri untuk KU-14, unggulan pertama Kholisa Siti dari Kudus menang 6-3, 6-3 atas petenis Bandung Joanne Lynn. Unggulan pertama untuk KU-16 Diah Ayu Novita dari Pati juga tampil sebagai juara setelah menang 6-1,6-3 atas Yunizar Lusida dari Tegal, dan di KU-18, pemain yang tidak diunggulkan Nadya Dhaneswara dari Kudus justru mampu mencuri gelar juara setelah mengalahkan unggulan pertama Jessica Christa dari Semarang dalam pertandingan tiga set 7-5, 2-6, 6-2.

Sementara itu, Direktur Teknik PP Pelti Frank van Fraayenhoven mengaku sangat gembira dengan adanya turnamen tersebut karena memberikan kesempatan terhadap pemain-pemain muda untuk menggali lebih banyak pengalaman bertanding.

“Dengan bertanding mengikuti banyak kejuaraan, mereka bisa mempelajari banyak hal yang tidak akan mereka peroleh saat berlatih,” kata Frank.

Pelajaran yang bisa diperoleh petenis muda dengan mengikuti banyak kejuaraan di antaranya mencari solusi atas berbagai kesulitan yang mereka hadapi saat tampil dalam pertandingan, misalnya mengelola emosi, tekanan dan memanfaatkan kemampuan serta teknik yang sudah mereka pelajari.

“Seharusnya, memang perlu ada lebih banyak kejuaraan di level junior,” katanya.

Sementara itu, Presiden Direktur Amman Mineral Nusa Tenggara Rachmat Makkasau mengatakan akan terus memberikan konstribusi pada tenis nasional dengan mendukung berbagai kejuaraan di level junior yang berskala nasional.

“Harapannya, banyak atlet junior yang terus termotivasi untuk meraih prestasi nasional maupun internasional,” katanya yang berkomitmen mendukung berbagai kejuaraan nasional tenis junior yang menjadi agenda PP Pelti.

Bagi PP Pelti, banyaknya kejuaraan tersebut juga akan dimanfaatkan untuk menyusun komposisi anggota tim nasional tenis yang akan mewakili Indonesia.

Baca juga: Arianne tak gentar hadapi Risa Ozaki di final Pertamina 25k
Baca juga: Aldila akui gagal fokus di putaran dua Pertamina 25K Jakarta

David Jacobs gondol emas pertama bagi Para-Tenis Meja

Pewarta: Eka Arifa Rusqiyati
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Arianne tak gentar hadapi Risa Ozaki di final Pertamina 25k

Jakarta (ANTARA) – Petenis Belanda Arianne Hartono mengaku tak gentar untuk menghadapi petenis Jepang Risa Ozaki di final ajang Pertamina 25K ITF Women’s Circuit Jakarta 2019, Minggu (23/6) setelah menaklukkan Momoko Kobori di semifinal.

Pada pertandingan di Elite Club Epicentrum, Jakarta, Sabtu, Arianne tidak membutuhkan waktu yang lama untuk berhasil mengalahkan petenis unggulan dua Momoko Kobori dalam dua set langsung 6-3, 6-1. 

“Saya pikir ini akan menjadi sebuah pertandingan yang sangat panjang seperti kemarin tapi ternyata tidak,” kata Arianne kepada Antara usai pertandingan.

Arianne mengaku hasil pertandingan semifinal tersebut juga di luar ekspektasi meskipun ia percaya bahwa dirinya akan memenangkan pertandingan tersebut meski Momoko dinilai sebagai petenis yang sangat hebat.

“Aku merasa baik, ternyata tidak seperti yang saya bayangkan sebelumnya karena saya tahu dia adalah petenis yang sangat hebat, khususnya secara mental,” jelasnya.

“Saya tidak berpikir bahwa saya akan melaju hingga final karena saya selalu menjalani apa adanya dan saya hanya bermain sebisa saya. Saya tidak menyangka saya bisa sampai sejauh ini, dan yah satu pertandingan lagi,” lanjutnya.

Arianne mengaku sangat puas dengan penampilannya selama dua set tersebut karena ia merasa semua permainan berjalan sesuai dengan kemauannya.

“Ya saya merasa sangat puas karena sudah melakukan apa pun yang saya bisa dan semua berjalan sesuai dengan kemauan saya. Akhirnya saya berpikir ini hari yang baik,” ujarnya.

Petenis Belanda keturunan Indonesia tersebut tetap optimis dalam menyongsong laga final dengan menghadapi unggulan ketiga asal Jepang, Risa Ozaki. Risa sendiri lolos ke final setelah mengalahkan Hiroko Kuwata dengan skor akhir 6-2, 6-1.

“Untuk besok saya percaya saya bisa karena saya melihat ada perkembangan dalam permainan saya. Saya berharap saya bisa bermain sebaik hari ini. Kalau pun saya ternyata kalah saya akan tetap terima dan saya bangga dengan permainan saya,” kata Arianne.

Baca juga: Tiga petenis Jepang lolos ke semifinal ajang Jakarta 25K
Baca juga: Aldila akui gagal fokus di putaran dua Pertamina 25K Jakarta

David Jacobs gondol emas pertama bagi Para-Tenis Meja

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Auger-Aliassime singkirkan unggulan teratas, Kyrgios didenda di London

Jakarta (ANTARA) – Petenis remaja Kanada Felix Auger-Aliassime melaju ke semifinal Fever-Tree Championships di London, Inggris, Jumat, sementara petenis Australia Nick Kyrgios dijatuhi denda.

Petenis unggulan delapan, Auger-Aliassime menyingkirkan unggulan teratas Stefanos Tsitsipas 7-5, 6-2 pada perempat final di Queen’s Club tersebut, Jumat, untuk selanjutnya bertemu Feliciano Lopes yang mengikuti turnamen tersebut melalui fasilitas wildcard.

Petenis Spanyol itu membukukan tempat di babak empat besar dengan mengalahkan Milos Raonic 4-6, 6-4, 7-6(5).

Dikutip dari AFP, Sabtu, pada usia 18 tahun, Auger-Aliassime menjadi petenis termuda yang mencapai semifinal di Queen’s Club sejak petenis Australia Lleyton Hewitt pada usia yang sama tahun 1999.

Baca juga: Pelajaran berharga bagi Auger-Aliassime dalam menjaga kebugaran

“Ia lawan paling sulit yang pernah saya hadapi, dan saya kira dibutuhkan beberapa upaya untuk mengalahkannya,” kata Tsitsipas dikutip AFP.

“Ini jelas mengecewakan bahwa dia lebih baik dari saya. Saya harus menerima bahwa ia lebih baik dari saya,”

“Saya mungkin tidak pernah mengalahkannya, tapi jika saya berpikir begitu, hanya perlu menunggu, beberapa tahun mungkin, untuk kesempatan itu datang.”

Semifinal lainnya akan mempertemukan unggulan keempat Daniil Medvedev yang menang atas Diego Schwartzman 6-2, 6-2, dengan Gilles Simon yang maju ke empat besar dengan kemenangan 7-6(5), 5-7, 7-6(3) atas Nicolas Mahut.

Didenda
Sementara itu, Nick Kyrgios yang tersingkir pada babak 16 besar setelah dikalahkan oleh Auger-Aliassime 7-6(4), 6-7(3), 5-7, dijatuhi denda hampir 20.000 dolar AS (sekitar Rp282,5 juta), Jumat, karena perilaku kontroversialnya dalam dua putaran di Queen’s Club.

Petenis berusia 24 tahun, yang bulan lalu didiskualifikasi dari Italia Open karena melemparkan kursi di lapangan, menuduh hakim garis “mencurangi pertandingan” dalam laga putaran pertama melawan Roberto Carballes Baena atas apa yang menurutnya keputusan hakim garis yang buruk.

Ia mengancam keluar lapangan sebelum melanjutkan pertandingan dan memenangi laga, meskipun itu tidak dilakukan sebelum mengolok-olok topi wasit Fergus Murphy dan tampaknya kehilangan minat pada pertandingannya dengan mengintip pada pagar menyaksikan pertandingan lain.

Kyrgios belum mereda saat bertanding melawan petenis Kanada Felix Auger-Aliassime pada Kamis.

Raketnya melayang ke tribun lapangan setelah petenis Kanada berusia 18 tahun itu mematahkan servisnya untuk merebut set ketiga 7-5 dan memenangi pertandingan.

Supervisor ATP memutuskan Kyrgios harus didenda 7.500 dolar untuk dua tuduhan terpisah yaitu perilaku tidak sportif dalam pertandingan babak pertama dan 10.000 dolar atas perilakunya dalam pertandingan melawan Auger-Aliassime.

Kyrgios juga mengancam pada konferensi pers menuduh ATP mempunyai standar ganda dengan tidak menghukum petugas pertandingan yang menjalankan tugas dengan buruk.

Baca juga: Del Potro menuju operasi, tidak yakin apakah akan main lagi

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Federer melaju, Zverev tersingkir di Halle

Jakarta (ANTARA) – Unggulan teratas Roger Federer melaju ke semifinal Noventi Open di Halle, Jerman, setelah mengalahkan petenis Spanyol Roberto Bautista Agut dalam tiga set 6-3, 4-6, 6-4, Jumat waktu setempat, sementara petenis tuan rumah unggulan kedua Alexander Zverev tersingkir.

Zverev kalah oleh petenis Belgia David Goffin 6-3, 1-6, 6-7(3).

Roger Federer berharap dapat memperoleh kemenangan yang lebih mudah setelah berjuang mengatasi Bautista Agut dalam tiga set untuk mencapai semifinal di Halle untuk ke-15 kalinya.

Petenis peringkat tiga dunia itu sedang mengejar rekor gelar ke-10 di lapangan rumput Halle dalam pemanasannya menuju Wimbledon bulan depan, namun ia harus berjuang untuk bertahan dalam turnamen tersebut pekan ini.

Ia menang dalam pertarungan tiga set melawan Jo-Wilfried Tsonga pada Kamis, dan dipaksa memainkan hal yang sama oleh Bautista Agut pada perempat final Jumat.

“Badan saya bereaksi bagus pada lapangan rumput, maka saya lebih memilih pertandingannya yang lebih singkat,” kata Federer.

“Tapi jika tidak, tidak masalah. Saya punya cukup waktu untuk pemulihan sebelum Wimbledon.”

Petenis Swiss itu selanjutnya bertemu pasangan ganda Andy Murray di Wimbledon, Pierre-Hugues Herbert pada semifinal, Sabtu.

“Saya tahu Pierre-Hugues dengan baik. Ia mengembalikan bola dengan baik dan tampak seperti akan mengenai net, yang membuatnya menjadi pemain hebat di lapangan rumput,” kata Federer.

Hugues-Herbert mencapai babak empat besar setelah memenangi set pertama 7-5 pada laga perempat final melawan juara bertahan Borna Coric, sebelum petenis Kroasia itu tidak melanjutkan pertandingan karena masalah punggung.

Petenis Prancis berusia 28 tahun itu mengatakan bahwa ia merasakan “energi yang luar biasa” menuju pertemuan pertamanya dengan Federer.

“Akan luar biasa bagi saya menghadapi Roger. Saya sudah bermain melawan Nadal, lawan Djokovic, melawan Murray, tapi tidak pernah melawannya,” kata Herbert.

Sebelumnya pada hari yang sama, peringkat lima dunia Alexander Zverev mengalami kekalahan mengejutkan 6-3, 1-6, 6-7 (3/7) oleh petenis Belgia David Goffin.

Favorit tuan rumah itu bermain dengan lutut bengkak setelah terpeleset dan luka pada putaran pertama, dan penonton di Halle menyaksikan dalam cemas saat ia berjuang untuk menemukan ritme melawan peringkat 33 dunia Goffin.

“Anda bisa melihat sesuatu secara negatif atau positif. Saya memainkan tiga pertandingan yang bagus di sini, dan ini tidak seolah-olah dia meniupku pergi hari ini,” kata Zverev.

Kekalahan tersebut merangkai musim lapangan rumput yang sejauh ini mengecewakan bagi petenis Jerman tersebut, yang juga tersingkir pada babak awal di lapangan tanah di Stuttgart pekan lalu di tangan rekan senegaranya Dustin Brown.

Petenis berusia 22 tahun itu berharap mengembalikan performa dan kebugarannya tepat waktu menjelang dimulainya Wimbledon pada 1 Juli.

“Saya tidak dalam kondisi 100 persen, tapi saya kira saya akan baik-baik saja,” katanya.

Goffin akan menghadapi petenis Italia Matteo Berrettini pada semifinal.

Baca juga: Federer dan Roberto Bautista perebutkan tempat di semifinal Halle

​​​​​​​Baca juga: Federer: penting untuk memenangi pertandingan pertama di rumput
 

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Del Potro menuju operasi, tidak yakin apakah akan main lagi

Jakarta (ANTARA) – Juan Martin del Potro, Jumat, mengatakan bahwa ia tidak yakin apakah ia telah memainkan pertandingan tenis terakhirnya setelah kembali mengalami patah pada tempurung lutut kanannya untuk keduakalinya dalam sembilan bulan.

Petenis Argentina itu melalui video pada Instagram mengatakan ia akan menjalani operasi di Barcelona, Sabtu ini, pada lutut yang patah saat terpeleset di lapangan menjelang akhir kemenangannya pada putaran pertama di Queen’s Club di London atas Denis Shapovalov pada Rabu (19/6).

“Apakah hari itu adalah pertandingan tenis terakhir saya atau tidak, hari ini saya tidak tahu,” kata petenis berusia 30 tahun itu.

“Saya tanya para dokter apa pilihan terbaiknya, memikirkan tentang kesehatan dan lutut saya dan bukan tentang tenis, dan mereka menjawab bahwa operasi adalah pilihan yang tepat,” kata del Potro dikutip AFP. Sabtu.

Petenis peringkat 12 dunia, mantan juara AS Open itu kembali beraksi pada Februari namun hanya terbatas tampil pada lima turnamen musim ini dan tidak akan pulih pada waktunya untuk Wimbledon yang dimulai 1 Juli.

Karir Del Potro telah rusak oleh cedera, terutama pada pergelangan tangan kiri yang membuatnya absen pada sebagian besar musim 2014 dan 2015.

Baca juga: Del Potro siap kembali beraksi di Madrid Open

Baca juga: Del Potro tak terhentikan di babak pertama di London

Akan tetapi, ia berjuang kembali ke puncak permainan, mencapai final Olimpiade dan membawa Argentina meraih gelar Davis Cup pada 2016.

“Saya tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya,” katanya melalui Instagram. “Saya harap saya bisa pulih dengan baik dan lutut saya sehat kembali.”

“Saya ingin memberi tahu Anda bahwa besok saya akan menjalani operasi dan terima kasih untuk dukungan dan kekuatan yang Anda berikan dan semua rasa sayang yang Anda sampaikan kepada saya.”
 

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kerber tetap di jalur menuju gelar pertama pada 2019 di Mallorca

Jakarta (ANTARA) – Juara Wimbledon Angelique Kerber tetap berada di jalur untuk meraih gelar pertamanya pada 2019 dengan kemenangan 6-3, 7-6 (7/5) atas Caroline Garcia dari Prancis untuk mencapai semifinal Mallorca, Jumat.

Dikutip dari AFP, Sabtu, petenis nomor enam dunia Kerber unggul dalam catatan pertemuan (head-to-head) melawan Garcia menjadi 6-2 setelah pertemuan pertama dalam karir mereka di lapangan rumput.

Kemenangan tersebut juga mengakhiri kemenangan dalam tujuh pertandingan beruntun Garcia yang mengangkat trofi Nottingham akhir pekan lalu.

Pada semifinal Sabtu, Kerber akan menghadapi petenis Swiss Belinda Bencic yang menyingkirkan semifnalis Roland Garros Amanda Anisimova 6-2, 6-2.

Pertandingan babak empat besar lainnya akan terjadi antara unggulan ketujuh asal AS Sofia Kenin melawan Anastasija Sevastova.

Kenin mengalahkan petenis Belgia unggulan keempat Elise Mertens 1-6, 6-1, 6-3 sementara unggulan kedua asal Latvia Sevastova menyisihkan Wang Yafan dari China 6-2, 6-1.

Baca juga: Kerber akan hadapi Sharapova di babak kedua Mallorca Open
 

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kalahkan Venus di Birmingham, Barty dekati peringkat satu dunia

Jakarta (ANTARA) – Juara French Open Ashleigh Barty hanya kurang dua kemenangan lagi untuk menjadi petenis peringkat satu dunia setelah menundukkan Venus Williams 6-4, 6-3 untuk mencapai semifinal Birmingham Classic.

Barty akan menyingkirkan Naomi Osaka pada puncak ranking dunia sebelum Wimbledon dengan memenangi gelar di Birmingham dan ia memperpanjang kemenangan beruntunnya menjadi 10 pertandingan melawan juara lima kali Wimbledon, Venus.

“Saya merasa seperti setiap pertandingan di lapangan rumput sedikit demi sedikit membaik, dan itu bagus untuk memberi saya kesempatan lagi untuk tampil di lapangan rumput dan memainkan pertandingan tunggal lainnya,” kata Barty dikutip AFP, Sabtu.

“Selalu istimewa bermain melawan seorang juara seperti Venus. Ia melakukan hal-hal luar biasa untuk olahraga kita. Ia menginspirasi generasi untuk mengambil raket tenis. Setiap kali Kau bermain melawannya, sungguh suatu keistimewaan,” katanya.

Williams mengawali pertandingan dengan lebih baik ketika petenis berusia 39 tahun itu memimpin 4-1 pada set pertama.

Namun Barty, juga merasa nyaman di rumput dan merespon sedemikian rupa dengan mudah memenangi lima gim berikutnya untuk merebut set tersebut.

Petenis Australia, Barty, harus mencegah break point pada service game pertamanya pada set kedua, namun kemudian mengendalikan permainan dengan mematahkan dua servis Williams untuk memastikan bertemu Barbora Strycova pada semifinal, Sabtu.

Strycova tampil lebih baik dalam pertarungan antara petenis Ceko untuk mengalahkan Kristyna Pliskova 6-2, 6-4 untuk mencapai babak empat besar di Birmingham untuk keempat kalinya dalam enam penampilan.

Pada semifinal lainnya, petenis Jerman Julia Goerges akan menghadapi Petra Martic, yang bertahan dari lima match point untuk menyisihkan mantan juara French Open Jelena Ostapenko.

Martic tertinggal 2-5  pada set kedua setelah kehilangan set pertama pada tie-break, namun ia bergerak untuk memenangi lima gim berikutnya sebelum melaju untuk memenangi set ketiga 6-1.

“Saya masih tidak percaya bahwa saya memenangai pertandingan ini,” kata Martic.

Goerges, semifinalis Wimbledon pada 2018, jauh lebih nyaman dengan memenangi pertandingan 6-3, 6-2 atas Yulia Putintseva yang menyingkirkan peringkat satu dunia Naomi Osaka pada Kamis.

Baca juga: Barty lalui transisi mulus di lapangan rumput Birmingham Classic

Baca juga: Barty berpeluang salip Osaka jadi petenis nomor satu dunia

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Federer dan Roberto Bautista perebutkan tempat di semifinal Halle

Jakarta (ANTARA) – Unggulan teratas Roger Federer akan memperebutkan satu tempat di semifinal Noventi Open di Halle, Jerman, dengan Roberto Bautista Agut, Jumat, setelah keduanya berhasil melalui hadangan di babak delapan besar.

Federer harus bermain tiga set untuk mengalahkan petenis yang memperoleh wildcard di turnamen tersebut, Jo Wilfried Tsonga dari Prancis dengan kemenangan 7-6(5), 4-6, 7-5.

Sedangkan Petenis Spanyol unggulan ketujuh Roberto Bautista Agut menang dua set langsung atas Richard Gasquet dari Prancis 6-1, 6-4.

Menurut catatan ATP Tour, Federer belum pernah kalah dalam delapan pertemuannya dengan Bautista Agut.

Federer yang sedang mengejar rekor gelar kesepuluh di Halle tahun ini, mengatakan bahwa cara Bautista Agut memperoleh poin berbeda dengan Tsonga.

“Roberto memenangi poin-poinnya berbeda dengan yang dilakukan Jo. Jo melakukannya dengan servis, power, dan variasi. Roberto melakukannya dengan pengulangan,” kata Federer dikutip dari AFP.

Sementara Bautista Agut berjanji untuk berjuang melawan Federer.

“Saya rasa saya pemain yang lebih baik sekarang dibandingkan dulu. Saya harus agresif dengan pengembalian saya dan menekan dia sebanyak mungkin,” katanya.

Petenis Italia Matteo Barrettini adalah pemain yang sudah mencapai semifinal lebih dulu. Ia menundukkan unggulan ketiga Karen Khachanov dari Rusia 6-2, 7-6(4) untuk memperoleh tempat di babak empat besar.

Lawannya di semifinal adalah pemenang pertandingan perempat final antara petenis tuan rumah unggulan kedua Alexander Zverev melawan David Goffin dari Belgia.

Baca juga: Federer: penting untuk memenangi pertandingan pertama di rumput
Baca juga: Federer awali Noventi Open dengan hasil positif

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jaga fokus jadi kunci Beatrice/Jessy capai final Jakarta 25k

Jakarta (ANTARA) – Ganda putri unggulan pertama asal Indonesia Beatrice Gumulya dan Jessy Rompies mengatakan bahwa kunci mereka untuk mencapai babak final di turnamen Pertamina 25K ITF Women’s Circuit Jakarta 2019 adalah dengan menjaga pikiran agar tetap fokus dan positif ketika sedang dalam pertandingan.

“Kita senang sih sama penampilan kita hari ini, seru sekali,” kata Beatrice saat ditemui usai pertandingan di Elite Club Epicentrum, Jakarta, Jumat.

“Kita dari awal kayak tadi saja jadi kita pertahankan fokusnya, semangatnya, positif jangan negatif, yang penting saling mengingatkan,” kata Jessy.

Mereka mengaku bahwa pada babak-babak sebelumnya sering kehilangan fokus sehingga hanya bisa bermain dengan maksimal di set awal.

Seperti yang dikatakan oleh Jessy kepada Antara pada Rabu (19/6) ketika ia kalah melawan petenis asal Jepang Hiroko Kuwata pada putaran pertama di sektor tunggal. Ia mengaku bahwa terlalu terburu-buru dan bersemangat untuk menang sampai tiba-tiba kehilangan fokus ketika bertanding.

Pada babak semifinal mereka berhasil menundukkan lawan yang merupakan pasangan Arianne Hartono dari Belanda dan Victoria Rodriguez dari Meksiko.dengan skor 6-3, 6-4.

Menurut Jessy, lawan yang mereka hadapi pada babak ini adalah lawan terberat jika dibandingkan dengan babak sebelumnya.

“Salah satu dari mereka yang Meksiko itu kan pernah ranking 100 berapa gitu, kalau yang dari Belanda dia baru main pro lagi karena baru selesai kuliah dan single-nya dia kan menang juga tuh,” jelas Jessy.

Lebih lanjut, Beatrice mengatakan bahwa cedera lutut yang dideritanya sempat mengganggu ketika pertandingan berlangsung.

“Sempat mengganggu tapi mendingan karena saya sempat terapi tadi ditusuk jarum. Untung banget tadi pagi pas, kok jauh lebih enak,” ujar Beatrice.

Jessy mengatakan bahwa dalam menghadapi babak final ia dan Beatrice hanya perlu istirahat yang cukup.

“Kita recovery saja sih yang bagus, stretching, minum air yang banyak biar enggak sampai dehidrasi. Jadi siap main lagi,” ujarnya.

Baca juga: Jessy/Beatrice melaju ke final Jakarta 25K

Baca juga: Arianne lolos ke semifinal Jakarta 25K

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jessy/Beatrice melaju ke final Jakarta 25K

Jakarta (ANTARA) – Ganda putri Indonesia Jessy Rompies dan Beatrice Gumulya siap berlaga di final turnamen Pertamina 25K ITF Women’s Circuit Jakarta 2019 setelah menyingkirkan lawannya, yakni pasangan Ashmita Easwaramurthi dari India dan Ma YeXin dari China.

Langkah ganda Indonesia tersebut terbilang sukses dan lancar karena mampu meluluhlantakkan lawannya itu pada semifinal, Jumat, dengan skor telak 6-2, 6-0.

Pada babak empat besar ini, Jessy yang bersama Beatrice merupakan pasangan unggulan pertama, mengatakan bahwa lawan yang mereka hadapi jauh lebih bagus dibandingkan pada saat putaran pertama dan perempat final.

Di sisi lain, meskipun mendapat lawan yang lebih berat namun Jessy dan Beatrice kompak mengaku bahwa pertandingan mereka di semifinal merupakan penampilan yang paling memuaskan jika dibandingan dengan babak-babak sebelumnya.

“Kita senang sih sama penampilan kita hari ini, seru sekali,” kata Beatrice saat ditemui usai pertandingan di Elite Club Epicentrum, Jakarta, Jumat.

Jessy mengatakan bahwa dalam mengahadapi babak final ia dan Beatrice hanya perlu istirahat yang cukup.

“Kita recovery saja sih yang bagus, stretching, minum air yang banyak biar enggak sampai dehidrasi. Jadi siap main lagi,” ujarnya.

Lebih lanjut, ganda putri tersebut mengatakan bahwa mereka akan selalu memaksimalkan usaha dan tetap berpikiran positif selama pertandingan.

“Ambisi sih kita selalu maksimalkan karena langkah kita juga sudah sejauh ini. Apa pun hasilnya kita usahakan semampu kita,” kata Jessy.

Sebelumnya pasangan yang bulan lalu menjuarai Singapore W25 itu pada perempat final, berhadapan dengan pasangan Indonesia lainnya, yakni Janice Tjen dan Rifanty Kahfiani yang merupakan petenis junior dengan skor akhir 6-2, 6-0.

Baca juga: Beatrice terhenti di putaran kedua Pertamina 25K Jakarta

Baca juga: Ganda Jessy/Beatrice ke putaran dua turnamen Pertamina 25K Jakarta

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Barty berpeluang salip Osaka jadi petenis nomor satu dunia

Jakarta (ANTARA) – Petenis putri nomor satu dunia Naomi Osaka menyerah dalam dua set langsung pada Yulia Putintseva pada turnamen Birmingham Classic, Kamis, sehingga memberi peluang kepada Ashleigh Barty untuk mengakhiri pekan ini dengan status petenis nomor satu dunia.

Menjelang turnamen lapangan rumput pertamanya musim ini, Osaka telah mengakui bahwa ia masih tidak nyaman di lapangan rumput dan itu terlihat saat Putintseva mengalahkannya 6-2, 6-3.

Dikutip dari AFP, Jumat, Juara AS dan Australia Open itu sekarang berisiko menghadapi Wimbledon tanpa banyak persiapan bertanding di lapangan rumput karena ia tidak mendaftar bermain di Eastbourne pekan depan.

Putintseva mengawali pertandingan dengan langsung melaju 5-0 pada set pertama dan Osaka yang kesulitan dengan servisnya sepanjang pertandingan tidak pernah bangkit.

Osaka kehilangan servisnya pada awal set kedua. Namun kemudian ia melawan untuk memimpin 3-2 sebelum Putintseva memenangi empat gim terakhir untuk menutup pertandingan dalam waktu satu jam lebih sedikit.

Baca juga: Naomi Osaka awali Birmingham Classic dengan kemenangan tiga set

Juara French Open Barty bisa memastikan menempati peringkat satu dunia dengan menjadi juara di Birmingham setelah melaju ke perempat final dengan kemenangan 6-3 6-1 atas Jennifer Brady.

Hanya hujan yang bisa mengancam memperlambat Barty dengan mengakibatkan tertundanya awal pertandingan dan agak mengganggu pada set kedua.

Namun, Barty terlalu fokus dan terlalu bagus untuk Brady dan menghasilkan sembilan kemenangan beruntun setelah meraih gelar Grand Slam pertamanya di Paris awal bulan ini.

Barty selanjutnya bertemu juara lima kali Wimbledon Venus Williams pada delapan besar, Jumat, setelah petenis berusia 39 tahun itu mengalahkan unggulan keenam Wang Qiang dari China 6-3,6-2.

Baca juga: Barty ratu baru Roland Garros

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Arianne lolos ke semifinal Jakarta 25K

Jakarta (ANTARA) – Petenis Belanda Arianne Hartono lolos melanjutkan langkahnya ke semifinal ajang Pertamina 25K ITF Women’s Circuit Jakarta 2019 setelah menaklukkan unggulan keempat yang berasal dari Thailand Peangtarn Plipuech dengan skor akhir 7-6(4), 6-4 dengan menghasilkan 4 as.

Arianne melalui pertandingan yang cukup panjang untuk dapat memenangi babak perempat final tersebut. Bahkan, ia menghadapi tie break pada set pertama.

Kemenangan itu tentunya tidak didapatkan dengan mudah mengingat lawannya, yakni Peangtarn Plipuech merupakan petenis unggulan empat. Arianne menduduki peringkat ke 778 di WTA sektor tunggal, sementara Peangtarn berada jauh di atasnya yaitu peringkat 272 WTA.

Pada putaran dua yang berlangsung Rabu (20/6), Arianne juga mengalahkan petenis yang peringkatnya jauh di atasnya, yakni petenis Rusia Anastasia Nefedova yang menempati peringkat 439 WTA. Ia berhasil menundukkan Anastasia dalam tiga set dengan skor 1-6, 6-1, 6-3 dengan 3 as.

Selain lolos ke babak semifinal di sektor tunggal putri, Arianne juga lolos di sektor ganda dan akan bertandem dengan petenis asal Meksiko Victoria Rodriguez. Ia dan Victoria akan berhadapan dengan ganda asal Indonesia Beatrice Gumulya dan Jessy Rompies. Pertandingan tersebut rencananya akan berlangsung hari ini di lokasi yang sama, yakni Elite Club Epicentrum, Jakarta, Jumat.

Rencananya Arianne beserta tiga petenis asal Jepang, yaitu Risa Ozaki, Hiroko Kuwata, dan Momoko Kobori akan menghadapi lawan mereka pada babak semifinal besok, Sabtu (22/6).

Turnamen Pertamina 25K ITF Women’s Circuit yang diadakan di Jakarta tersebut menyiapkan hadiah total 25.000 dolar AS untuk pemenangnya. Turnamen ini berlangsung dari 17 hingga 23 Juni 2019 mulai pukul 09.00 WIB di Elite Club Epicentrum Jakarta.

Baca juga: Tiga petenis Jepang lolos ke semifinal ajang Jakarta 25K

Baca juga: Beatrice terhenti di putaran kedua Pertamina 25K Jakarta

Baca juga: Aldila akui gagal fokus di putaran dua Pertamina 25K Jakarta

David Jacobs gondol emas pertama bagi Para-Tenis Meja

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sharapova menyerah kepada Kerber di Mallorca

Jakarta (ANTARA) – Kembalinya Maria Sharapova bertanding di Mallorca Open setelah istirahat cedera, seketika berakhir Kamis waktu setempat saat Angelique Kerber dengan meyakinkan mengalahkannya 6-2, 6-3.

Sharapova tidak pernah bertanding sejak akhir Januari setelah beristirahat untuk pemulihan dari cedera bahu dan permainannya yang kurang tajam dieskpos oleh Kerber, yang melaju ke perempat final.

Dikutip dari AFP, Jumat, Kerber selanjutnya akan menghadapi petenis Prancis Caroline Garcia, yang menyisihkan petenis Spanyol Paula Badosa Gibert 6-2, 6-7 (1/7), 6-3 untuk memperebutkan satu tempat pada babak empat besar.

Sharapova telah mencatat kemenangan mengesankan pada pertandingan pembuka atas Viktoria Kuzmova, Selasa, namun Kerber selalu menawarkan ujian yang lebih serius terhadap performa dan kebugaran juara lima kali turnamen utama itu.

Menghadapi unggulan teratas turnamen itu pada babak ini adalah harga yang harus dibayar Sharapova akibat peringkatnya yang rendah, 85, dan ia kemungkinan menghadapi undian yang sulit seperti itu pada Wimbledon, yang akan dimulai kurang dari dua pekan mendatang.

Baca juga: Sharapova raih kemenangan saat kembali beraksi di Mallorca

Sementara itu Kerber, menjalani paruh pertama musim kompetisi yang agak mengecewakan, tersingkir dari putaran pertama French Open bulan lalu, setelah kalah pada delapan besar di Australia Januari lalu.

Namun mengatasi awal pertemuan yang ganjil dengan Sharapova akan menjadi dorongan moral yang tepat waktu bagi petenis Jerman, yang memenangi Wimbledon tahun lalu itu dan akan menjadi salah satu favorit lagi pada All England Club.

Belinda Bencic yang dikalahkan Kerber dalam perjalanan meraih gelar 11 bulan lalu, berpeluang menjadi lawannya pada semifinal di Mallorca, setelah petenis Swiss itu bangkit dari ketinggalan satu set untuk mengalahkan petenis Amerika Shelby Rogers.

Rogers merebut set pertama tetapi mundur karena cedera setelah Bencic meningkatkan level permainannya dan memimpin dalam set penentuan, pertandingan berakhir dengan 5-7, 6-3, 3-1.

Bencic selanjutnya akan melawan petenis Amerika lainnya pada perempatfinal, Amanda Anisimova, yang mengalahkan petenis Prancis Alize Cornet 6-2, 6-4.

Baca juga: Elise Mertens awali Mallorca Open dengan kemenangan

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tiga petenis Jepang lolos ke semifinal ajang Jakarta 25K

Jakarta (ANTARA) – Sebanyak tiga petenis perwakilan Jepang berhasil lolos untuk melanjutkan langkahnya ke babak semifinal ajang Pertamina 25K ITF Women’s Circuit Jakarta 2019 setelah menundukkan masing-masing lawan mereka pada babak perempat final yang berlangsung di Elite Club Epicentrum, Jakarta, Jumat.

Mereka adalah Risa Ozaki, Hiroko Kuwata, dan Momoko Kobori. Kemenangan tidak didapatkan dengan mudah karena ketiga petenis Jepang tersebut saling megejar poin bersama masing-masing lawannya selama pertandingan.

Risa Ozaki berhadapan dengan petenis asal Thailand Nudnida Luangnam dalam dua set. Pada set kedua, tepatnya pada gim ke kesebelas dan dua belas, Risa berusaha lebih keras untuk mengungguli Nudnida sehingga meraih kemenangan skor 6-2, 7-5.

Lebih lanjut, Hiroko Kuwata menghadapi rekan senegara Jepang Risa Ushijima dalam tiga set. Ia menghadapi tie break pada set ketiga yang menyebabkan babak perempat final tersebut berjalan cukup panjang. Petenis yang saat ini berada di urutan ke 279 WTA pada sektor tunggal tersebut berhasil mencetak skor akhir 6-3, 4-6, 7-6(5).

Sama halnya dengan Hiroko, Momoko Kobori juga memenangi pertandingan melawan rekan senegaranya Miharu Imanishi juga dalam tiga set. Pada set pertama ia kesusahan mengimbangi permainan Miharu sehingga servisnya tiga kali dipatahkan lawan, dan kehilangan set pertama 1-6. Setelah itu, pada set kedua dan ketiga Momoko berhasil menundukkan Miharu hingga hasil skor akhir mereka adalah 1-6, 7-5, 6-0.

Rencananya ketiga petenis Jepang tersebut, beserta petenis Belanda Arianne Hartono yang juga memenangi babak perempat final ini, akan melewati babak semifinal besok, Sabtu (22/6).

Turnamen Pertamina 25K ITF Women’s Circuit yang diadakan di Jakarta tersebut menyiapkan hadiah total 25.000 dolar AS untuk pemenangnya. Turnamen ini berlangsung dari 17 hingga 23 Juni 2019 mulai pukul 09.00 WIB di Elite Club Epicentrum Jakarta.

Baca juga: Beatrice terhenti di putaran kedua Pertamina 25K Jakarta

Baca juga: Aldila akui gagal fokus di putaran dua Pertamina 25K Jakarta

Baca juga: Ganda Jessy/Beatrice ke putaran dua turnamen Pertamina 25K Jakarta

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Beatrice terhenti di putaran kedua Pertamina 25K Jakarta

Jakarta (ANTARA) – Langkah petenis Indonesia Beatrice Gumulya pada turnamen Pertamina 25K ITF Women’s Circuit Jakarta 2019 terhenti di putaran kedua setelah petenis Jepang Risa Ozaki menaklukkannya dengan skor telak 6-2, 1-6, 1-6.

Set pertama merupakan langkah yang baik bagi wanita berumur 28 tahun tersebut. Ia memimpin skor yang cukup jauh dari lawannya, yakni 6-2.

Kemenangan pada set pertama tersebut didapat dengan cukup mudah karena Risa belum memperlihatkan semangatnya dalam menerima bola dari Beatrice.

Pada set kedua, Beatrice tiba-tiba terlihat sedikit kesusahan dalam mengejar bola dari Risa. Sebelumnya, pada Senin (17/6), Beatrice mengatakan sebenarnya dirinya sedang mengalami cedera pada lutut pada pertandingan yang diikutinya beberapa waktu lalu.

Hal tersebut dikonfirmasi oleh Pelatih Pelatnas PP Pelti Deddy Tedjamukti. Deddy mengatakan bahwa ada kemungkinan cedera yang diderita oleh Beatrice menjadi salah satu penyebab kekalahannya pada ajang ini.

“Kalau sudah cedera pasti akan kena lagi, tapi terapinya masih bisa dan akan dijalani MRI. Dilihat dulu lah celanya tadi apa,” kata Deddy saat ditemui di Elite Club Epicentrum, Jakarta, Kamis.

Deddy melanjutkan meskipun Beatrice tidak bisa melanjutkan ke perempat final, penampilannya di putaran kedua sudah cukup baik mengingat lawan Beatrice merupakan unggulan ketiga.

“Cukup baik untuk bermain. Lawannya tadi berat, rankingnya beda jauh, dia kan unggulan ketiga. Tapi kan tadi tetap ada perlawanan dari Bea (Beatrice),” katanya.

Sebagai langkah selanjutnya, kata Deddy, pihaknya akan mencari penyebab kekalahan para petenis tunggal yang tiba-tiba tumbang pada set kedua dan ketiga.

“Kita masih cari apa penyebabnya, apakah salah strategi atau stamina menurun, atau ototnya sudah tidak sekuat set pertama. Aldila juga set pertama bagus,” tuturnya.

“Kita lihat itu anak-anak harus bisa mengatasi dan bisa bermain seperti saat set pertama. Nanti kan dari turnamen ke turnamen bisa dilakukan evaluasi,” ucapnya.

Dengan terhentinya langkah Beatrice di putaran kedua, dipastikan tidak ada lagi petenis Indonesia pada sektor tunggal yang bisa memenangkan turnamen dengan hadiah total 25.000 dolar AS tersebut.

Baca juga: Beatrice targetkan emas di SEA Games 2019

Baca juga: Beatrice lanjut ke putaran dua di ajang Pertamina 25K Jakarta

David Jacobs gondol emas pertama bagi Para-Tenis Meja

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Aldila siap balas Peangtarn di SEA Games 2019

Jakarta (ANTARA) – Petenis tunggal putri Indonesia Aldila Sutjiadi berjanji akan membalas petenis Thailand Peangtarn Plipuech di ajang SEA Games yang akan berlangsung di Fillipina pada 30 November-11 Desember mendatang.

“Mungkin iya (lawan di SEA Games) karena belum tahu juga lawannya, tapi kemungkinan bakal lawan dia di SEA Games,” kata Aldila saat ditemui di Elite Club Epicentrum, Jakarta, Kamis.

Baca juga: Aldila akui gagal fokus di putaran dua Pertamina 25K Jakarta

Sebelumnya, Aldila takluk oleh Peangtarn pada putaran kedua di turnamen Pertamina 25K ITF Women’s Circuit Jakarta 2019 dalam tiga set dengan skor akhir 6-1, 4-6, 2-6.

Di turnamen Pertamina 25K itu merupakan kali kedua Aldila bertemu dengan petenis asal Thailand tersebut, setelah ia berhasil mengalahkannya di ASEAN Games 2018 dengan skor akhir 3-6, 6-4, 6-4.

Menurut Aldila tidak ada yang berubah dari karakter permainan Peangtarn. “Ya dia lebih ‘counter attack’ dan ‘defense defensive player’, jadi dia jarang melakukan error dan lebih menunggu kita melakukan kesalahan. Jadi bolanya ya lebih balik-balik terus,” jelasnya.

Aldila mengatakan dirinya harus bisa lebih sabar dan meminimalisasi kesalahan sendiri, sebab karakter itu yang dimiliki oleh Peangtern sehingga ia kalah pada putaran kedua Pertamina 25K tersebut.

“Dia sebenarnya enggak terlalu bisa menekan, hanya bisa membalik-balikkan saja,” ujarnya.

Aldila mengaku saat ini, selain fokus untuk mempersiapkan SEA Games, ia juga sedang sibuk mengikuti berbagai turnamen tenis untuk mencari peringkat yang akan berpengaruh pada karier profesionalnya.

“Untuk sekarang fokusnya kan lebih ke turnamen yang individual atau profesional karena itu kan lebih meningkatkan peringkat,” katanya.

Baca juga: Aldila lolos ke putaran dua turnamen Pertamina 25K Jakarta

Emas ke-10 yang sempurna persembahan Aldila dan Christopher

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Aldila akui gagal fokus di putaran dua Pertamina 25K Jakarta

Jakarta (ANTARA) – Petenis tunggal putri Indonesia Aldila Sutjiadi mengakui ia kehilangan fokus saat melawan petenis Thailand Peangtarn Plipuech yang akhirnya menghentikan langkahnya untuk melaju ke perempat final ajang Pertamina 25K ITF Women’s Circuit Jakarta 2019 dengan skor akhir 6-1, 4-6, 2-6.

Aldila mengatakan ia sempat dapat menguasai lapangan pada set pertama karena penampilan Peangtarn yang terlalu santai, sehingga set pertama merupakan awal yang baik untuknya. Ia memimpin pertandingan dengan skor 6-1 untuk set pertama.

“Tadi memang set pertamanya saya bermain cukup bagus dan mungkin lawan bermain belum panas, sehingga sering melakukan kesalahan,” kata Aldila saat ditemui di Elite Club Epicentrum, Jakarta, Kamis.

Ia melanjutkan bahwa pada set kedua Peangtarn mulai menampakkan usahanya dalam mengejar ketertinggalan skor sehingga terjadi saling kejar poin dari gim pertama hingga kesepuluh di set kedua. Namun, Aldila kalah di set kedua dengan skor 4-6.

“Pas set kedua dia ritmenya mulai ada, tembakan-tembakan saya mulai bisa dibalikin walaupun pas set pertama dia sering melakukan kesalahan dari tembakan saya,“ tuturnya.

Baca juga: Aldila lolos ke putaran dua turnamen Pertamina 25K Jakarta

Langkah Aldila di kategori tunggal Pertamina 25K Jakarta dipastikan terhenti setelah lawannya memenangi set ketiga dengan skor 2-6.

Selain mulai kehabisan stamina, Aldila juga mengaku ia mengalami banyak kesalahan, terutama gagal fokus karena terlalu terburu-buru dalam mengejar poin di set kedua dan ketiga.

“Lebih banyak melakukan ‘error’ dan stamina mulai agak turun,” ujarnya.

Perempuan 24 tahun itu merasa sangat kecewa dengan dirinya yang tidak bisa berusaha untuk mengembalikan fokusnya serta tidak melakukan kesalahan yang sudah ia perbuat di set sebelumnya.

“Ya pastinya sedih sama kesel ya. Harusnya bisa kasih perlawanan tadi dan seharusnya set ketiga bisa lebih fokus dan tidak banyak melakukan kesalahan, mungkin bisa lebih seru tadi set keduanya,” katanya.

“Dan memang pas ketinggalan 5-4 kan sudah ada gim poin untuk jadi 5 sama, itu enggak bisa ambil dan gim buat lawan, hingga akhirnya set poin buat lawan dan kalah,” tuturnya.

Baca juga: Aldila Sutjiadi incar medali emas SEA Games Filipina

Baca juga: Aldila juara ganda Singapore W25 dan ke final nomor tunggal

Emas ke-10 yang sempurna persembahan Aldila dan Christopher

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Peangtarn hentikan Aldila pada Pertamina 25K Jakarta

Jakarta (ANTARA) – Petenis putri unggulan asal Thailand Peangtarn Plipuech menghentikan langkah Aldila Sutjiadi ke perempat final tunggal putri turnamen tenis Pertamina 25K ITF Women’s Circuit Jakarta 2019 di Elite Club Epicentrum, Jakarta, Kamis.

Kemenangan diraih Peangtarn dengan susah payang karena dia dan Aldila dipaksa saling mengejar poin. Pada set pertama Peangtarn terlihat tidak bisa mengimbangi Aldila dengan harus menyerah 1-6.

“Dia sangat kuat dan bertahan, saya sudah berusaha semaksimal mungkin,” kata Peangtarn usai pertandingan.

Namun unggulan kempat ini berbalik merebut set kedua dan kemudian ketiga untuk menang dengan 1-6, 6-4, 6-2.

Ia mengaku tidak tertekan meskipun pada ASEAN Games 2018 dikalahkan Aldila 6-3, 4-6, 4-6.

Baca juga: Aldila lolos ke putaran dua turnamen Pertamina 25K Jakarta

“Saya tidak merasa tertekan tadi karena saya hanya tahu saya harus berusaha,” kata dia.

Disinggung tentang cuaca sangat panas ketika bertanding, petenis berumur 27 tahun ini mengatakan sebenarnya ia sangat membenci matahari meskipun cuaca di Thailand tidak jauh berbeda dari Indonesia.

“Ini sedikit mengganggu karena saya tidak suka matahari meskipun saya dari Thailand,” katanya.

Peangtarn membidik kemenangan dalam setiap pertandingan sehingga ia selalu mencoba meningkatkan usahanya pada setiap penampilannya dalam ajang ini.

“Saya kira saya akan selalu mencoba semaksimal mungkin, setiap orang pasti ingin menang. Jadi saya akan selalu berusaha setiap hari,” pungkas dia.

Baca juga: Ganda Jessy/Beatrice ke putaran dua turnamen Pertamina 25K Jakarta

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Barty lalui transisi mulus di lapangan rumput Birmingham Classic

Jakarta (ANTARA) – Pemenang Roland Garros Ashleigh Barty berhasil melakukan transisi mulus dari lapangan tanah liat ke musim rumput dengan langsung mengalahkan Donna Vekic di babak pertama Birmingham Classic dengan skor 6-3, 6-4.

Petenis unggulan kedua yang baru saja memenangkan Grand Slam French Open itu menyudahi perlawanan Vekic dalam satu jam 11 menit.

“Saya menemukan (transisi) cukup mudah mungkin karena saya suka bermain di atasnya. Setelah saya kembali ke rumput, saya merasa seperti orang yang berbeda, tidak ada tekanan bagi saya dan tidak ada kekhawatiran sehingga membuat ini jauh lebih mudah,” kata Barty melansir wtatennis.com, Rabu.

Meski mendulang gelar terbesarnya di lapangan tanah liat, namun petenis Australia ini menegaskan bahwa dia masih menikmati permainan di lapangan rumput sebagaimana sebelumnya.

Berikutnya di babak kedua Barty akan meladeni semifinalis Nottingham Open yaitu Jennifer Brady, yang memenangkan pertandingan babak pertama atas Lesia Tsurenko 6-3, 6-3.

Baca juga: Barty ratu baru Roland Garros

Baca juga: Ashleigh Barty petenis terbaik bulan Maret pilihan fans

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Del Potro tak terhentikan di babak pertama di London

Jakarta (ANTARA) – Aksi Juan Martin del Potro tidak terhentikan dalam babak pertama turnamen tenis Fever-Tree Championships di London, melalui kemenangan atas Denis Shapovalov dengan skor 7-5 dan 6-4.

Del Potro membuat masing-masing satu break point di tiap set, meski pun ia sempat beberapa kali terpeleset dalam pertandingan berdurasi 76 menit tersebut, menurut laporan atptour.com, Rabu.

Petenis Argentina itu selanjutnya di babak kedua akan menghadapi juara 2017 Feliciano Lopez yang sebelumnya sudah melalui Marton Fucsovics dengan skor 6-7(4), 6-3, 6-4.

Keikutsertaan Lopez di kejuaraan lapangan rumput ATP 500 ini ialah yang ke-14 kalinya, dengan berhasil menang di babak final 2017 setelah mengalahkan Marin Cilic.

Juara di turnamen ini akan memperebutkan hadiah uang senilai sekitar Rp37,5 miliar.

Baca juga: Tiafoe tersingkir, Del Potro melaju di Delray Beach Terbuka
Baca juga: Del Potro siap kembali beraksi di Madrid Open

David Jacobs gondol emas pertama bagi Para-Tenis Meja

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Venus lalui babak pertama Nature Valley dengan permainan cepat

Jakarta (ANTARA) – Mantan petenis putri nomor satu dunia Venus Williams sukses di babak pertama kejuaraan Nature Valley Classic, dengan mengalahkan Aliaksandra Sasnovich 6-3, 6-4.

Pemain “wildcard” Amerika ini hanya melakoni turnamen pemanasan sebelum Wimbledon, namun dia mengeluarkan semua kemampuannya saat mengalahkan Sasnovich setelah 81 menit bertanding di lapangan rumput Ann Jones Centre.

Petenis berusia 39 tahun itu membuat awal permainan yang cepat melawan saat Sasnovich dengan mematahkan servis pada kesempatan pertamanya, menurut laporan wtatennis.com, Rabu.

Juara Grand Slam tujuh kali itu selanjutnya akan bertemu unggulan ke-8 Wang Qiang di babak kedua, yang memenangkan pertandingan putaran pertama atas petenis kualifikasi Amerika Lauren Davis pada hari sebelumnya.

Baca juga: Pemanasan Wimbledon, Venus dapat wildcard ke Birmingham

Baca juga: Venus Williams kembali ke peringkat 20 besar WTA

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Beatrice targetkan emas di SEA Games 2019

Jakarta (ANTARA) – Petenis putri Indonesia Beatrice Gumulya menargetkan merebut medali emas dari sektor ganda putri pada SEA Games 2019 yang akan berlangsung di Fillipina pada 30 November hingga 11 Desember 2019 mendatang.

“Ya inginnya emas karena saya selalu menargetkan diri untuk suatu hal setinggi-tingginya,” kata Beatrice saat ditemui usai bertanding di turnamen Pertamina 25K Jakarta, Elite Club Epicentrum, Jakarta, Rabu.

Beatrice merupakan satu dari delapan nama petenis putri yang masuk dalam susunan tim Pelatnas menuju SEA Games 2019. Pada ajang tersebut ia akan bermain pada ganda putri berpasangan dengan Jessy Rompies.

Atlet yang baru saja meraih gelar juara di ITF Singapore W25 2019 tersebut mengaku bahwa banyak persiapan yang ia lakukan dalam upaya meraih medali emas itu, mulai dari mengikuti berbagai turnamen untuk mencari peringkat, menjaga pola makan, hingga berlatih gym.

“Persiapannya lebih ke arah pertandingan terus untuk cari ranking setinggi-tingginya biar nanti di SEA Games bisa lancar dan tahu lawan-lawannya gimana,” katanya.

“Kalau gym ya rutin pasti cuma kan kalau lagi ada pertandingan enggak bisa intensif seperti biasanya,” ujarnya.

Di sisi lain, Beatrice mengaku bahwa saat ini ia sedang mengalami cedera pada lutut akibat suatu pertandingan yang diikutinya beberapa waktu lalu.

“Sudah lumayan lama sih, sudah ke fisioterapi juga. Semoga ke depannya bisa cepat sembuh,” katanya.

Petenis kelahiran Jakarta itu menilai jika dari sektor ganda putri, tim yang menjadi saingan terberatnya adalah perwakilan dari Thailand.

“Mereka ada pemain yang rankingnya top 100 dan dia juga peraih medali SEA Games dua tahun lalu, jadi ya pasti itu menjadi salah satu pesaing terberat untuk saat ini,” jelasnya.

Lebih lanjut, Beatrice juga menitipkan harapan untuk cabang olahraga tenis di Indonesia supaya akan segera ada bibit-bibit baru yang meneruskan perjuangannya serta para atlet tenis lainnya.

“Kita kan tinggal beberapa tahun lagi jadi nanti penerusnya ada,” kata Beatrice.

Baca juga: Beatrice lanjut ke putaran dua di ajang Pertamina 25K Jakarta

David Jacobs gondol emas pertama bagi Para-Tenis Meja

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ganda Jessy/Beatrice ke putaran dua turnamen Pertamina 25K Jakarta

Jakarta (ANTARA) – Ganda putri Indonesia Jessy Rompies dan Beatrice Gumulya melanjutkan langkahnya ke putaran dua pada turnamen tenis Pertamina 25K ITF Women’s Circuit Jakarta 2019 setelah menyingkirkan lawannya sesama pasangan Indonesia.

Dalam pertandingan sektor ganda putri yang berlangsung di Elite Club Epicentrum, Jakarta, Rabu, pasangan Jessy dan Beatrice memastikan kemenangan dua set langsung tanpa hambatan berarti atas pasangan Indonesia lainnya Janice Tjen dan Rifanty Kahfiani dengan skor akhir 6-2, 6-0.

Selain bermain pada nomor ganda putri, baik Jessy maupun Beatrice juga bermain pada sektor tunggal. Mereka menjadi dua dari empat orang yang mendapat wildcard untuk langsung melaju ke babak utama, seperti halnya dengan Janice Tjen.

Sebelum mereka bertanding pada sektor ganda putri, Jessy dan Beatrice terlebih dahulu bermain untuk tunggal putri. Beatrice berhasil mengalahkan lawannya pada putaran pertama melawan Deria Nur Haliza dengan skor akhir 6-4, 6-4. Sedangkan langkah Jessy pada sektor tunggal putri terhenti setelah bertanding melawan petenis asal Jepang Hiroko Kuwata dengan skor akhir 2-6, 6-1, 5-7 pada putaran pertama.

Turnamen Pertamina 25K ITF Women’s Circuit yang diadakan di Jakarta tersebut menyiapkan hadiah total 25.000 dolar AS untuk pemenangnya. Turnamen ini berlangsung dari 17 hingga 23 Juni 2019 pada pukul 09.00 WIB di Elite Club Epicentrum Jakarta.

Baca juga: Beatrice lanjut ke putaran dua di ajang Pertamina 25K Jakarta

Baca juga: Jessy langsung terhenti di putaran pertama Pertamina 25K Jakarta

David Jacobs gondol emas pertama bagi Para-Tenis Meja

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019