Wawrinka terjungkal di babak pertama Sofia Terbuka

Jakarta (ANTARA News) – Juara grand slam tiga kali Stan Wawrinka terjungkal pada rintangan pertama di turnamen Sofia Terbuka pada Senin (4/2) setelah menyerah dari petenis Rumania Marius Copil dengan skor 6-3 6-7 (5) 4-6.

Petenis Swiss yang turun peringkat menjadi 57 dunia itu mengakhiri set pertama dalam 23 menit setelah mematahkan Copil di game keenam, tetapi petenis Rumania itu menjadi semakin percaya diri saat pertandingan berlanjut dan meraih set kedua setelah tiebreak .

Copil yang berhasil mencapai babak final di turnamen yang sama tahun lalu, melakukan perlawanan keras dari baseline pada set ketiga sekaligus memastikan kemenangan pertama dalam karirnya atas Wawrinka yang berusia 33 tahun.

“Senang memulai turnamen dengan kemenangan atas Wawrinka,” kata petenis peringkat 56 dunia Copil. “Saya membuat beberapa kesalahan di awal. Saya harus mengubah banyak hal, saya tahu saya harus tetap di pertandingan setelah kalah pada set pertama.

“Saya servis dengan baik hari ini,” tambah petenis Rumania itu. “Servis selalu menjadi senjata utama saya.”

Copil berikutnya akan menghadapi pemenang pertandingan putaran pertama antara unggulan keenam Fernando Verdasco dari Spanyol dan petenis kualifikasi Bulgaria Alexandar Lazarov, yang mengalahkan Luca Vanni 7-6 (6) 3-6 7-5 dari Italia pada hari Senin.

Unggulan teratas Karen Khachanov dari Rusia akan memulai laga di babak kedua melawan pemenang pertandingan antara petenis Uzbekistan Denis Istomin dan pembalap Italia Matteo Berrettini.

Sementara unggulan kedua asal Yunani Stefanos Tsitsipas, yang mencapai semifinal Australia Terbuka bulan lalu, akan bertanding melawan petenis Jerman Jan-Lennard Struff atau petenis Italia Stefano Travaglia.

Baca juga: Wawrinka dan Azarenka dapat “wildcard” AS Terbuka

Baca juga: Wawrinka kembali berlatih setelah cedera lutut
 

Pewarta: Junaydi Suswanto
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tundukkan Vekic, Bertens juarai turnamen St Petersburg

Jakarta (ANTARA News) – Unggulan kedua Kiki Bertens asal Belanda mengalahkan petenis Kroasia Donna Vekic 7-6 (2) 6-4 untuk memenangkan turnamen St Petersburg Ladies Trophy pada Minggu, sekaligus memastikan gelar juara WTA kedelapannya.

Bertens, petenis peringkat delapan dunia, sempat tertinggal 5-2 pada set pertama sebelum melakukan gebrakan perlawanan yang luar biasa.

“Saya ingin mengucapkan selamat kepada Donna pada minggu yang hebat dan maaf untuk hari ini,” kata Bertens setelah menerima trofi-nya itu. “Ini adalah final yang luar biasa untuk dimainkan … saya akan kembali tahun depan.”

Petenis Belanda itu memenangi 17 dari 18 poin untuk mengimbangi dan kemudian memenangkan tiebreak set pertama melawan Vekic, yang dengan tekad kuatnya petenis Kroasia mengeluarkan serangan tak terduga sebelum dipatahkan servisnya di awal set kedua.

Vekic, 22, menolak menyerah tanpa perlawanan. Ia balik mematahkan serangan dan memenangkan tiga game berturut-turut sebelum Bertens kembali bangkit untuk memadamkan peluang pertandingan ke set ketiga dengan break servis kedua yang menentukan.

Kedua petenis masing-masing membuat 33 kesalahan sendiri, tetapi Bertens memenangkan 79 persen dari poin servis pertamanya dan menekan delapan ace dan 27 kemenangan dibandingkan dengan Vekic yang hanya 16.

“Selamat kepada Kiki. Anda terlalu kuat untuk saya hari ini,” kata Vekic. “Saya benar-benar menantikannya untuk bermain ganda di Indian Wells.

“Maaf, (pelatih) Torben (Beltz) kami harus menunggu sedikit lebih lama untuk meraih gelar pertama itu tetapi setidaknya dengan final semakin besar.”

Baca juga: Kalahkan Zvonareva, Vekic ke final St. Petersburg

Baca juga: Osaka mundur, Kiki Bertens ketiban pulung

Baca juga: Bertens pecundangi Kerber di Singapura
 

Pewarta: Junaydi Suswanto
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kalahkan Zvonareva, Vekic ke final St. Petersburg

St. Petersburg, Rusia (ANTARA News) – Unggulan delapan Donna Vekic akan bertanding pada final WTA Premier untuk pertamakali dalam karirnya, setelah menghentikan Vera Zvonareva pada semifinal St. Petersburg Ladies Trophy.

Vekic yang berusia 22 tahun,  sebelumnya menundukkan finalis Australia Terbuka, peringkat dua dunia Petra Kvitova pada putaran sebelumnya. 

Ia melanjutkan momentumnya saat melawan  Zvonareva, petenis Rusia yang tersisa dalam turnamen St. Petersburg, dan bermain tenis nyaris tak tersentuh untuk meraih kemenangan 6-2, 6-2 dalam satu jam lebih sedikit. 

“Mungkin skornya tidak menunjukkan, tetapi saya rasa ini pertandingan yang sulit hari ini,” kata Vekic kepada pers seusai pertandingan. “Kami memainkan banyak reli-reli panjang dan ia sangat membuat saya bekerja keras untuk setiap poin.” katanya dikutip dari laman resmi WTA, Sabtu.

Pada final, Vekic akan bertemu unggulan  kedua Kiki Bertens dari Belanda, yang lebih dulu menyisihkan Aryna Sabalenka 7-6(5), 6-2. 

“Ini pertandingan yang sungguh sulit,” kata Bertens.  “Aryna, ia menjalani  tahun yang luar biasa dan ia bermain sangat agresif, memukul sangat keras. Sehingga sulit untuk mengalahkannya. 

“Tapi saya kira hari ini berjalan sangat baik, saya hanya berusaha untuk mengejar pukulan-pukulan yang saya bisa dan berusaha dan tetap berada dalam reli yang saya bisa (lakukan) juga.”

Vekic unggul 3-1 dalam rekor pertemuan dengan Bertens, termasuk  kemenangan di Brisbane bulan lalu.

Baca juga: Vekic tekuk Kvitova di perempat final St Petersburg

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Vekic tekuk Kvitova di perempat final St Petersburg

Jakarta (ANTARA News) – Donna Vekic secara mengejutkan menekuk runner-up Australia Terbuka Petra Kvitova 6-4 6-1 di putaran perempat final turnamen St Petersburg Ladies Trophy pada Jumat. Hasil itu menjadi kemenangan terbesar dalam karirnya.

Petenis peringkat 30 dunia, Vekic mendapat 42 keuntungan dari kesalahan-kesalahan yang dilakukan unggulan teratas asal Ceko dan juara bertahan itu untuk menang dalam waktu 83 menit.

Vekic selanjutnya akan berhadapan dengan pemenang pertarungan sesama petenis Rusia, antara unggulan ketiga Daria Kasatkina dan petenis wildcard Vera Zvonareva, untuk melaju ke semifinal.

Kvitova yang berperingkat dua dunia dan dikalahkan Naomi Osaka asal Jepang di final grand slam Australia Terbuka pekan lalu, mengalami defisit untuk kedua kalinya pada set pembuka tatkala Vekic telah unggul 5-4 sebelum akhirnya meraih keunggulan awal dalam pertandingan tersebut.

Kvitova sempat mengambil game pertama di set kedua, tetapi Vekic, petenis asal Kroasia, meningkatkan tempo permainannya demi memastikan kemenangan ketiganya atas pemain berperingkat lima besar tersebut.

Sebelumnya, unggulan keempat Aryna Sabalenka merayakan minggu pertamanya di 10 besar dunia dengan kemenangan mudah saat mengalahkan petenis kualifikasi Rusia Ekaterina Alexandrova 6-3 6-4.

Berikutnya petenis nomor 10 dunia dari Belarusia, Kiki Bertens, harus berjuang untuk melewati petenis Rusia Anastasia Pavlyuchenkova 6-2 3-6 6-0.

Baca juga: Tundukkan Vekic, Konta menuju final Nottingham

Baca juga: Vekic dan Konta siap tanding ulang di semi final Nottingham
 

Pewarta: Junaydi Suswanto
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tundukkan unggulan keenam, Pavlyuchenkova ke perempat final St. Petersburg

Jakarta (ANTARA News) – Petenis Rusia Anastasia Pavlyuchenkova mencapai perempat final keduanya dalam dua pekan terakhir, setelah ia menundukkan unggulan keenam Jelena Ostapenko untuk maju ke delapan besar turnamen tenis St. Petersburg Ladies Trophy.

Pavlyuchenkova mengalahkan petenis Latvia itu 6-4, 6-4 dalam turnamen di kota St.Petersburg, Rusia, Kamis waktu setempat.

“Pastinya (Ostapenko) adalah lawan berat,” kata Pavlyuchenkova seusai kemenangannya seperti dikutip laman WTA.

“Saya sangat gembira saya lolos ke perempat final di sini. Saya rasa saya memainkan pertandingan yang sangat baik dan solid sejak awal hingga akhir.”

Pavlyuchenkova yang menempati peringkat 32 dunia, untuk keduakalinya lolos ke delapan besar berturut-turut, setelah pekan lalu di Australia Terbuka, — perempat final Grand Slam kelima dalam karirnya.

Ostapenko memenangi satu-satunya pertemuan mereka sebelumnya, pada putaran pertama turnamen lapangan rumput di Birmingham pada 2006. Kali ini, Pavlyuchenkova keluar sebagai pemenang dalam petarungan selama satu jam 24 menit.

Selain Pavlyuchenkova, pada turnamen tersebut, empat unggulan teratas yakni berturut-turut Petra Kvitova (Ceko), Kiki Bertens (Belanda), Daria Kasatkina (Rusia), dan Aryna Sabalenka (Belarusia), masih bertahan di perempat final.

Adapun petenis lain yang juga lolos ke delapan besar adalah Donna Vekic (Kroasia), Vera Zvonareva (Rusia), Ekatarina Alexandrova (Rusia). 

Baca juga: Cedera bahu paksa Sharapova mundur dari St Petersburg

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

La Liga sponsori Piala Davis

Madrid (ANTARA News) – Liga sepak bola Spanyol akan menjadi sponsor kompetisi tenis beregu putra Piala Davis yang berubah format selama empat tahun ke depan, kata induk olahraga tersebut, Kamis.

Mulai digelar pada 1900, Piala Davis adalah kompetisi internasional beregu terbesar dalam tenis, namun olahraga tersebut menyedihkan sebagai tontonan sejak banyak pemain top memilih untuk absen.

Untuk menghidupkan kembali turnamen tersebut, Federasi Tenis Internasional (ITF) tahun lalu menandatangi kesepakatan selama 25 tahun senilai 3 miliar dolar dengan kelompok investasi bernama Kosmos, yang dipimpin oleh pemain sepak bola Barcelona Gerard Pique.

Piala Davis saat ini akan terdiri atas event sepekan penuh ala babak sistem gugur Piala Dunia antara 18 negara pada akhir musim reguler. Tahun ini putaran final akan berlangsung di Madrid pada November.

“Kemitraan lintas olahraga dengan La Liga adalah inovatif bagi Piala Davis,” kata presiden ITF David Haggarty mengenai persetujuan sponsor baru itu. “Ini akan memperluas jangkauan kami hingga bukan saja penggemar tenis tetapi penggemar olahraga lain,” tambahnya seperti dikutip Reuters.

Tidak ada rincian keuangan yang disebutkan.

La Liga akan mempromosikan Piala Davis melalui siaran internasional di 200 negara selama berlangsungnya pertandingan-pertandingan liga sepanjang Oktober. Mereka juga bekerja sama untuk kualifikasi Piala Davis, yang dimulai akhir pekan ini, dengan 12 pemenang akan memastikan tempat pada putaran final di Madrid bersama tim yang sudah lolos Kroasia, Prancis, Amerika Serikat, Spanyol Argentina, dan Inggris Raya.

La Liga mensponsori pertandingan Spanyol dalam Piala Davis 2016 di India, sementara tahun lalu liga tersebut mengumumkan kemitraan dengan tim Formula 1 Renault. Lembaga tersebut juga mendukung 64 federasi olahraga Spanyol.

“La Liga senang bermitra dengan Kosmos Tennis karena ini menunjukkan kesempatan besar untuk menghubungkan brand kami dan klub-klub kami dengan ikon olahraga dan hiburan di seluruh dunia,” kata Oscar Mayo, direktur pengembangan bisnis internasional La Liga.

Baca juga: Prancis dan Kroasia umumkan tim untuk final Piala Davis

Penerjemah: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Cedera bahu paksa Sharapova mundur dari St Petersburg

St Petersburg, Rusia (ANTARA News) – Bintang tenis asal Rusia Maria Sharapova menarik diri dari pertandingan putaran kedua turnamen WTA St Petersburg Ladies Trophy, Rabu (30/1), karena cedera bahu, kata penyelenggara turnamen.

“Sharapova mengundurkan diri dari pertandingannya hari ini karena cedera bahu kanan,” tulis penyelenggara WTA St Petersburg Ladies Trophy 2019 pada Twitter, dikutip dari Reuters, Kamis.

Sharapova (31), seharusnya bermain melawan sesama petenis Rusia Daria Kasatkina, unggulan ketiga dalam turnamen tersebut. Pada putaran kedua. Kasatkina menang WO (walkover), kata penyelenggara.

Sharapova, lima kali juara Grand Slam yang jarang ambil bagian dalam turnamen di Rusia, mendapat kemenangan pertama pertandingan WTA di negara tersebut setelah lebih dari satu dekade, pada Senin (28/1), dengan mengalahkan petenis Australia Daria Gavrilova dalam dua set.

Baca juga: Permainan agresif Sharapova singkirkan juara bertahan Wozniacki

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Youtube Tsitsipas banjir subscriber saat ia berhasil ke semifinal

Melbourne, Australia (ANTARA News) – Saluran Youtube petenis Yunani Stefanos Tsitsipas tengah mengalami lonjakan subscriber akibat prestasinya mencapai semifinal tunggal putra Australia Terbuka menghadapi petenis nomor dua dunia Rafa Nadal.
   
Dilansir Reuters, Kamis, subscribers atau pelanggan Tsitsipas telah melonjak hampir 50.000 setelah petenis Yunani itu mencetak kemenangan atas petenis Spanyol Roberto Bautista Agut dalam empat set di babak perempat final.
   
“Saya mulai membuat video tahun lalu, terinspirasi dari orang lain. Ketika putus asa, merasa sedih, saya membuat video ini. Saya benar-benar merasa lebih baik,” tutur Tsitsipas yang juga mengalahkan Roger Federer di putaran keempat.
   
Pandangan Tsitsipas terhadap kehidupan membentuk tekad yang telah membantu pemain berusia 20 tahun ini beralih dari penilaian sebagai petenis berprospek cerah, menjadi “pesaing sejati” untuk gelar Grand Slam pertamanya di Melbourne.
   
“Dengan membuat video membuat saya sadar bahwa tenis bukanlah hal yang paling penting dalam hidup, bahwa kita semua memiliki bakat lain yang tidak kita ketahui. Agak membuat saya lebih santai,” katanya menambahkan.
   
Sikap itulah yang menjadi salah satu alasan Nadal tidak akan menganggap enteng Tsitsipas meski mengalahkannya dalam dua set langsung dalam dua pertemuan sebelumnya tahun lalu.
   
“Ketika anda menghadapi para pemain muda ini, mereka berada dalam perbaikan (permainan) yang permanen. Mereka punya rasa percaya diri. Dia memenangi banyak pertandingan bagus. Ini akan menjadi pertandingan yang sulit,” kata Nadal mengungkapkan penilaiannya terhadap Tsitsipas.
   
Menurut Nadal, jika sudah berada di semifinal sebuah turnamen Grand Slam maka tidak ada lawan yang mudah, sedangkan Stefanos ia nilai sebagai salah satu pemain terbaik dunia.
   
“Untuk memiliki kesempatan berada di final, saya harus bermain sebaik mungkin,” tutur Nadal.
   
Dalam nomor tunggal putri, dua kali juara Wimbledon yaitu Petra Kvitova berhasil mengalahkan Danielle Collins dari Amerika, dan mengantarkannya pada babak final.
   
Sementara mantan petenis nomor satu dunia Karolina Pliskova melanjutkan upayanya untuk mendapatkan gelar Grand Slam perdana melawan Naomi Osaka.

Baca juga: Tsitsipas bidik sasaran lebih tinggi usai sukses ke semifinal
 

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Osaka capai final Australia Terbuka 2019

Melbourne (ANTARA News) – Juara Amerika Terbuka Naomi Osaka sukses menghentikan perlawanan Karolina Pliskova untuk mencapai final perdananya di Australia Terbuka dengan kemenangan 6-2, 4-6, 6-4 pada hari Kamis dan akan memperebutkan gelar dengan juara Wimbledon Petra Kvitova.
   
Osaka secara leluasa memainkan forehand dan backhand-nya, serta mematahkan servis Pliskova dua kali dengan tidak mengalami satu breakpoint pun saat melewati set pertama.
   
Pliskova, yang mengalahkan Serena Williams pada perempat final, gagal menguasai permainan melawan Osaka, meskipun berhasil membuktikan mampu menyamakan kedudukan dengan break kedua pada kedudukan 5-4 setelah sempat bertukar break.
   
Osaka mengubah satu-satunya peluang breakpoint pada set penentuan, sementara lawannya justru menyia-nyiakan empat breakpoint.
   
Petenis Jepang berusia 21 tahun itu mencapai final Grand Slam keduanya dengan ace ke-15 dalam pertandingan berdurasi satu jam 53 menit.
   
Nantinya Osaka akan bertemu dengan petenis Ceko lainnya yaitu Petra Kvitova di final tunggal putri Grand Slam.
   
Bagi Kvitova, capaiannya di final Australia Terbuka merupakan yang pertama pada Grand Slam dalam lima tahun terakhir setelah mengalahkan petenis Amerika Serikat non-unggulan Danielle Collins 7-6 (2) 6-0 di semifinal pertama.

Baca juga: Nissin tarik iklan rasial pada Osaka

Baca juga: Osaka ke semifinal Australia terbuka usai hempaskan Svitolina

Baca juga: Tekuk Collins, Kvitova melaju ke final Australia Terbuka

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Naomi Osaka hentikan langkah Karolina Pliskova menuju final Turnamen Tenis Australia Terbuka 2019

Petenis Jepang Naomi Osaka melakukan selebrasi usai mengalahkan petenis Republik Ceko Karolina Pliskova dalam babak semi final tunggal putri Turnamen Tenis Australia Terbuka 2019 di  Melbourne Park, Melbourne, Australia, Kamis (24/1/2019). Juara Amerika Terbuka Naomi Osaka sukses menghentikan perlawanan Karolina Pliskova untuk mencapai final perdananya di Australia Terbuka dengan kemenangan 6-2, 4-6, 6-4 dan akan memperebutkan gelar dengan juara Wimbledon Petra Kvitova. ANTARA FOTO/Reuters/Edgar Su/wsj.

Nadal akhiri harapan Tsitsipas di semifinal Australia Terbuka

Melbourne (ANTARA News) – Rafa Nadal mengakhiri harapan kemenangan Stefanos Tsitsipas di semifinal tunggal putra Australia Terbuka, Kamis, dengan skor 6-2, 6-4, dan 6-0, sekaligus menjadi babak final kelimanya di arena Melbourne Park.
   
Petenis peringkat dua dari Spanyol itu menjinakkan pukulan servis Tsitsipas yang sebelumnya menyingkirkan juara bertahan Roger Federer di putaran keempat, seperti dilansir Reuters, Kamis.
   
Setelah unggul 5-0 pada set terakhir, Nadal menutup pertandingan dengan servis kencang dalam waktu satu jam dan 46 menit dan meninggalkan Tsitsipas keluar dengan cepat dari stadion.
   
Nadal, juara pada 2009, akan menghadapi unggulan teratas Novak Djokovic atau unggulan ke-28 asal Prancis Lucas Pouille di final dalam pertaruhannya meraih gelar juara di Melbourne kedua kalinya dan mahkota Grand Slam ke-18.
   
Setelah mengundurkan diri dari turnamen utama Brisbane International akibat cedera paha, Nadal sangat senang dengan permainan dan kebugarannya di Melbourne Park, tempat tahun lalu ia mundur karena cedera di perempat final.
   
“Ini adalah pertandingan yang hebat, turnamen yang hebat, saya pikir saya telah bermain sangat baik setiap hari,” kata petenis berusia 32 tahun itu dalam wawancara di tepi lapangan usai pertandingan.
   
Ia menilai bahwa sulit untuk membayangkan bahwa lawannya adalah Tsitsipas, yang mengejutkan beberapa petenis paling berpengalaman hingga akhirnya bisa berada pada posisi semifinalis Grand Slam pertama dari negaranya.
   
“Setelah berbulan-bulan tanpa bermain, mungkin lapangan ini, kerumunan ini memberi saya energi yang luar biasa. Pada saat itu (di Brisbane), sangat sulit membayangkan saya akan berada di sini,” katanya.
   
Sementara itu, terlihat Tsitsipas datang ke konferensi media pascapertandingan dengan menyeka-nyeka matanya, seakan-akan terbangun dari mimpi buruk.
   
“Jujur saya tidak tahu apa yang bisa saya ambil dari pertandingan itu. Saya merasa senang dengan penampilan saya di turnamen ini tetapi pada saat yang sama saya merasa kecewa,” katanya menjelaskan situasi yang ia rasakan sekarang.

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Final Australia Terbuka, Osaka bugar dan siap taklukkan Kvitova

Melbourne (ANTARA News) – Juara Amerika Terbuka Naomi Osaka terkenal dengan kekuatan permainannya, namun pelatihnya yaitu Sascha Bajin yakin kebugaran dan fokus pola pikir anak didiknya akan memberi keunggulan saat melawan Petra Kvitova di final tunggal putri Australia Terbuka.
  
Osaka akan mengejar pertaruhan gelar Grand Slam keduanya secara beruntun melawan dua kali juara Wimbledon Kvitova pada hari Sabtu, setelah mengklaim gelar perdananya di New York tahun lalu dengan mengalahkan Serena Williams.
   
Melansir Reuters, Bajin ingin Osaka untuk menguasai pertandingan melawan petenis kidal Kvitova, dengan cara yang sama saat ia menghadapi Karolina Pliskova di semifinal.
   
“Yang saya inginkan dia beraksi seperti saat melawan Pliskova. (Kvitova) juga merupakan pemukul server besar, bedanya dia kidal. Gunakan pemikiran yang sama,” kata pelatih Jerman itu kepada wartawan di Melbourne Park, Jumat.
   
Menurut Bajin baik Kvitova dan Pliskova sangat berbahaya pada pukulan-pukulan awal, tapi ia optimistis sejalan dengan pertandingan, Naomi dengan kondisi pikiran dan fisiknya yang baik bisa mengatasi masalah itu.
   
Bajin sangat terkesan melihat bagaimana anak didiknya yang merupakan petenis unggulan peringkat keempat itu memulai kembali latihan untuk musim baru setelah istirahat singkat.
   
“Kau tahu, kami mengalami musim yang luar biasa hebat tahun lalu, tetapi setelah istirahat hanya dua minggu, dia kembali dan muncul dan benar-benar bekerja keras. Dia pekerja keras, dan itulah sebabnya dia ada di sini,” pungkas Bajin.

Baca juga: Osaka capai final Australia Terbuka 2019

Baca juga: Nissin tarik iklan rasial pada Osaka

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menjelang final Australia Terbuka, Kvitova tumbuhkan rasa percaya diri

Melbourne (ANTARA News) – Jiri Vanek, pelatih petenis Petra Kvitova, mengatakan bahwa anak asuhnya perlu ketenangan diri untuk menemukan “naluri pembunuhnya” saat menghadapi Naomi Osaka di final tunggal putri Australia Terbuka 2019.
   
Kvitova mengalami kegelisahan setelah mengalami penyerangan oleh pencuri di rumahnya pada tahun 2016 dan akan berjuang untuk mengalami masalahnya itu sendirian di ruangan.
   
Melansir laporan Reuters, Kvitova absen dari turnamen 2017 karena memulihkan luka tusuk di tangannya dan kalah di Melbourne Park setelah kalah pada putaran pertama tahun lalu.
   
Tetapi petenis Ceko berusia 28 tahun itu sekarang tinggal satu langkah lagi untuk meraih mahkota juara setelah mengalahkan Danielle Collins 7-6(2) dan 6-0 sebelum mencapai final pertamanya di Melbourne Park tahun ini.
   
Kvitova tampaknya selalu tersenyum di luar lapangan, berbeda dengan keseriusans yang selalu ia tampilkan dalam pertandingan.
   
“Dia selalu tersenyum. Maksudku, di dalam tim kami selalu mencoba untuk tersenyum dimana pun. Kami membuat banyak hal lucu di lapangan dan dia menyukainya,” kata Vanek, mantan petenis tunggal profesional.
   
Menurut Vanek, Kvitova dulu terlalu mempedulikan pendapat orang lain sejak insiden 2016, tetapi fokusnya sekarang kembali pada dirinya dan tenisnya lagi.
   
“Kami hanya mencoba untuk menempatkan (kembali) ke fokusnya. Kemudian dia menemukan naluri pembunuhnya,” pungkas Vanek menambahkan.
   
Sementara itu, Kvitova mengatakan sempat ada rasa tidak percaya diri yang muncul, terutama saat dia kalah pada putaran pertama Australia Terbuka 2018 yang menjadi salah satu situasi terburuk yang pernah ia alami.
   
“Saya pikir salah satu yang terburuk ada di tahun lalu, ketika saya kalah dari Petkovic di putaran pertama turnamen ini, yang saya rasakan sangat mengerikan. Tentu saja kalah di Wimbledon juga sangat menyakitkan,” tutur Kvitova.

Baca juga: Tekuk Collins, Kvitova melaju ke final Australia Terbuka

Baca juga: Final Australia Terbuka, Osaka bugar dan siap taklukkan Kvitova
 

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tundukkan Pouille, Djokovic ke final Australia Terbuka

Melbourne (ANTARA News) – Novak Djokovic menundukkan Lucas Pouille dengan skor telak 6-0, 6-2, dan 6-2 di pertandingan semifinal tunggal putra Australia Terbuka, Jumat, sekaligus mengantarkannya ke final bertemu Rafa Nadal.
   
Juara dunia enam kali itu dalam performa terbaiknya saat menyelesaikan pertandingan melawan Pouille selama satu jam dan 23 menit, dengan memberi Pouille pengalaman brutal dalam skor tenis Grand Slam.
   
Sehari setelah Nadal menekuk Stefanos Tsitsipas dalam enam gim di semifinal, Djokovic mampu menyelesaikan pertandingan hanya dengan empat gim.
   
Ia menyerang secara presisi seperti mesin dan mematahkan serangan pemain Prancis unggulan ke-28 itu sebanyak tujuh kali, namun tidak terlihat dalam ancaman kebobolan break point.
   
Djokovic mengaku kesulitan mengingat apakah dia bermain lebih baik dari semifinal Melbourne sebelumnya.
   
“Ini jelas salah satu pertandingan terbaik yang pernah saya lakukan di turnamen ini. Semuanya berjalan seperti yang saya inginkan sebelum pertandingan,” kata Djokovic melansir Reuters, Jumat.
   
Perolehan skor menunjukkan pertandingan ini adalah semifinal paling dominan yang dilakukan Djokovic, yang mirip pada saat mengalahkan David Ferrer 6-2, 6-2, 6-1 di turnamen 2013.
   
Petenis Serbia ini hanya melakukan lima kesalahan, 22 lebih sedikit dari Pouille.
   
Pertaruhannya pada gelar Grand Slam ke-15 dan rekor ketujuh di Melbourne Park membawanya untuk bertemu Nadal di final Australia Terbuka pada hari Minggu.
   
Tujuh tahun lalu keduanya juga pernah bertemu di final dan berhasil menang atas Nadal dalam pertandingan epik lima jam 53 menit, final Grand Slam terpanjang dalam catatan.
   
“Itu (final 2012) adalah acara sekali seumur hidup dan mudah-mudahan hasilnya akan sama bagi saya,” katanya.

Baca juga: Djokovic pertahankan peringkat nomor wahid dunia

Baca juga: Menjelang final Australia Terbuka, Kvitova tumbuhkan rasa percaya diri

Baca juga: Final Australia Terbuka, Osaka bugar dan siap taklukkan Kvitova
 

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Final Australia Terbuka, Djokovic-Nadal babak baru persaingan terhebat

Melbourne, Australia (ANTARA News) – Usai memenangkan semifinal, Novak Djokovic dan Rafa Nadal akan menghadapi babak baru di final tunggal putra Australia Terbuka hari Minggu.
   
Keduanya berhasil masuk ke final dengan penampilan yang memukau, dengan Nadal yang berhasil menyelesaikan jejak Stefanos Tsitsipas hanya dengan enam gim dan Djokovic yang menyudahi Lucas Pouille dengan empat gim.
   
Keduanya terbukti tidak tersentuh oleh para petenis yang lebih muda meski usai mereka jauh melampaui lawan-lawannya tersebut.
   
Keduanya akan bertemu di final untuk kedelapan kalinya di Grand Slam dan menjadi yang pertama di arena Melbourne Park setelah keduanya tercatat pernah melakoni duel terlama yaitu lima jam 53 menit di tahun 2012.
   
Sementara kedua pemain telah menambah tumpukan gelar Grand Slam mereka dalam beberapa tahun terakhir, keduanya ternyata tidak saling berhadapan dalam pertandingan perebutan gelar sejak Perancis Terbuka 2014.
   
Pada kali itu, Nadal menang dalam empat set dan unggul 4-3 dalam final Grand Slam mereka.
   
Namun mengingat masalah kebugaran dan rekornya yang tidak menonjol belakangan ini, maka wajar jika ada orang-orang yang meragukan pemain berusia 32 tahun itu mampu menentukan nasibnya pada final di hari Minggu.
   
Petenis kidal itu sempat pensiun sementara akibat cedera di perempat final turnamen tahun lalu dan di semifinal AS Terbuka.
   
Tetapi semua kehilangan itu terbayar dengan aksi gemilang di Melbourne Park di mana ia belum terkalahkan satu set pun.
   
Nadal, yang lebih tua tapi bijaksana, telah menambah kecepatan pukulan servisnya, memungkinkannya untuk lebih agresif pada tembakan kedua dan memperpendek poin untuk mempertahankan tubuhnya.
   
Kualitas tenis dan “kebahagiaannya” dalam permainan menjadi pertanda baik untuk berpeluang mengalahkan lawannya dari Serbia besok dan mengklaim rekor gelar ketujuh di Melbourne.
   
Berbeda dengan Nadal, banyak yang mengharapkan penampilan dari Djokovic di putaran final.
   
Australia Terbuka merupakan turnamen yang telah dikuasainya selama 11 tahun terakhir sejak mengalahkan Jo-Wilfried Tsonga untuk gelar Grand Slam pertamanya pada 2008 saat berusia 20 tahun.
   
Sekarang ia bertaruh untuk gelar Grand Slam ke 15 dan suksesi ketiga, Djokovic tidak cukup dominan seperti Nadal, yang bertahan dalam empat set melawan petenis Rusia Daniil Medvedev dan kemudian mengeluh sakit punggung.
   
Namun ia menghancurkan semua keraguan tentang kondisi permainannya dengan 83 menit mengalahkan Pouille pada hari Jumat.
   
Ia menggambarkan Nadal sebagai saingan terbesarnya dan Djokovic melihat petenis Spanyol itu pun mengincar gelar di Melbourne.
   
“Dengan segala yang dimilikinya, semua kualitas dalam gimnya, membuatnya jauh lebih sulit untuk dihadapi sebagai,” katanya.
   
Sementara final Australia Terbuka 2017 antara Roger Federer dan Nadal dipandang sebagai pengingat sentimentalis, pertandingan besok Minggu dapat membuka fase baru dan paling mendebarkan dalam salah satu persaingan tenis terbesar.
   
Pertandingan besok juga dapat membuka kembali debat “terbesar sepanjang masa”.
   
Jika Nadal menenggak kemenangan makan akan menjadi pemain ketiga yang mengklaim dua Grand Slam dua kali setelah Roy Emerson dan Rod Laver, sekaligus mengalahkan Federer kedua kalinya.
   
Sedangkan jika kemenangan berpihak pada Djokovic, akan memindahkannya melewati Pete Sampras (14) menjadi nomor tiga dalam daftar pemenang gelar Grand Slam.

Baca juga: Tundukkan Pouille, Djokovic ke final Australia Terbuka

Baca juga: Nadal akhiri harapan Tsitsipas di semifinal Australia Terbuka

Oleh Roy Rosa Bachtiar
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Taklukkan Kvitova, Osaka juara tunggal putri Australia Terbuka

    Melbourne, (ANTARA News) – Naomi Osaka sukses merebut gelar juara turnamen Grand Slam keduanya secara beruntun dengan mengalahkan Petra Kvitova dalam final tunggal putri Australia Terbuka secara dramatis.
    Dalam pertandingan besar dan berkualitas Sabtu, Osaka melewatkan tiga poin pertandingan berturut-turut di set kedua dan menghadapi jurang kekalahan sebelum akhirnya kembali pada kemenangan 7-6(2), 5-7, dan 6-4, demikian dilansir laman resmi ausopen.com, Sabtu.
    Setelah mengalami rasa yang kurang menyenangkan meski memenangi gelar secara kontroversial di Amerika Terbuka tahun lalu, kali ini Osaka mengalami momen yang benar-benar menggembirakan.
    Pukulan servis pertama yang tidak dapat dibalas oleh Kvitova membuat penonton gembira, dan Osaka pun seperti biasa memperlihatkan karakter tenang usai kemenangannya.
    Petenis Jepang ini menjadi pemain pertama yang memenangi dua gelar Grand Slam secara beruntun sejak Serena Williams pada 2015, dan pemain pertama yang mempertahankan gelar perdananya di Slam berikutnya sejak Jennifer Capriati memenangi  Australia dan Prancis Terbuka di tahun 2001.
    Kemenangan ini juga mendatangkan tonggak sejarah baru dalam perjalanan karir Osaka karena ia berhak menempati peringkat nomor satu dunia.

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Naomi Osaka, petenis nomor satu dunia pertama dari Asia

Jakarta, (ANTARA News) – Petenis Jepang  Naomi Osaka menjadi petenis nomor satu dunia yang baru setelah melalui pertandingan dramatis mengalahkan Petra Kvitova (Ceko) di final turnamen tenis Grand Slam Australia Terbuka di Melbourne, Sabtu.
 
Osaka, juara AS Terbuka 2018 berusia 21 tahun dan unggulan keempat itu, sempat gagal memanfaatkan tiga kali “championship point” dan menyerah pada set kedua, tapi kembali bangkit merebut set ketiga untuk memenangi pertandingan dengan skor akhir 7-6 (7-2), 5-7, 6-4.

Bagi Kvitova, 28 tahun, dan unggulan ke delapan, penampilan di ifnal merupakan pencapaian terbaik sejak cedera setelah ditikam dengan pisau oleh penyusup di rumahnya pada 2016 lalu.

Ada pemandangan berbeda saat penyerahan tropi juara dibanding di AS Terbuka tahun lalu ketika Osaka saat itu tampak kikuk dan terbata-bata saat memberika kata sambutan.

Tapi di Melbourne, Osaka tampak berbeda karena selalu menebar senyum saat prosesi penyerahan tropi.

“Ehm… halo. Maaf, berbicara di depan publik memang bukan keahlian saya, jadi saya berharap bisa melewatinya,” kata Osaka seperti dikutip bbc.com.

“Saya sebelumnya sudah membuat catatan, tapi masih lupa kata-kata yang akan saya ucapkan. Terima kasih semua, saya benar-benar merasa terhormat karena bisa mencapai final,” katanya.

Sementara Kvitova, dua kali juara Wimbledon, mengatakan bahwa ia merasa beruntung masih hidup setelah insiden penikaman terhadap dirinya pada Desember 2016. 

Osaka sepertinya akan memastikan gelar juara dengan mudah sebelum Kvitova bangkit untuk menyamakan kedudukan 5-5 pada set kedua dan merebut 12 point secara beruntun untuk berbalik memimpin untuk pertama kalinya sejak awal pertandingan.

Namun setelah sempat berurai air mata saat menuju kamar ganti saat istirahat karena gagal menuntaskan set kedua, Osaka kembali berhasil mengembalikan suasana dan fokus, serta akhirnya menuntaskan perlawanan Kvitova.

Kemenangan tersebut membuat Osaka mencatat sejarah sebagai petenis pertama sejak Jennifer Capriati dari AS  pada 2001 yang berhasil merebut gelar juara grand slam untuk kedua kalinya secara beruntun.

Osaka yang menggeser posisi petenis Simona Halep di peringkat puncak selama 48 minggu, juga menoreh sejarah dengan tinta emas sebagai petenis Asia pertama yang bertengger di puncak.

Bukan itu saja, ia juga menjadi petenis termuda yang menduduki peringkat teratas dunia sejak Caroline Wozniacki dari Denmark yang berusia 20 tahun pada 2010.

Osaka meraih gelar juara Grand Slam pertama di AS Terbuka pada September 2018 lalu setelah di final menaklukkan harapan tuan rumah dan juga juara Grand Slam 23 kali, Serena Williams.

Tapi partai final yang berlangsung di Flushing Meadow itu diwarnai pertengkaran antara Williams dengan wasit Carlos Ramos yang memimpin pertandingan.

Suasana penyerahan tropi juara ketika itu pun berlangsung dalam suasana yang tidak nyaman bagi Osaka karena penonton terus menerus berteriak mengolok-olok Ramos, membuat Serena merasa perlu untuk mengimbau kepada penonton agar tenang demi untuk menghormati Osaka, sang juara baru.

Tapi suasana di Rod Laver Arena tampak berbeda, setelah Osaka menghentikan perlawanan Kvitova setelah berjuang selama dua jam 27 menit di hadapan sekitar 15.000 penonton.

“Saya sebenarnya tidak menginginkan ini sebagai pertemuan pertama kita. Tapi selamat kepada Anda dan tim Anda,” kata Osaka memuji Kvitova sambil mengangkat tropi juara Daphne Akhurst Memorial Cup.

“Anda sungguh luar biasa dan saya merasa terhormat bisa bertemu dengan Anda di final Grand Slam,” katanya.

Sementara Kvitova tampak penuh emosial dalam upacara penyerahan hadiah tersebut, sementara para penggemarnya berharap petenis itu bisa tampil sebagai pembawa inspirasi dengan bangkit lagi setelah drama penusukan terhadap dirinya.

“Ini benar-benar luara biasa. Saya hampir tidak percaya bisa tampil lagi di final Grand Slam,” katanya dengan terbata-bata, sampai berusaha keras menahan air mata yang mengalir.

“Ini final yang luar biasa. Selamat, Naomi,” katanya.

Baca juga: Taklukkan Kvitova, Osaka juara tunggal putri Australia Terbuka

Baca juga: Final Australia Terbuka, Osaka bugar dan siap taklukkan Kvitova

Pewarta: Atman Ahdiat
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kalahkan Kvitova, Naomi Osaka Juara Australia Terbuka

Kalahkan Kvitova, Naomi Osaka Juara Australia Terbuka

Petenis putri Jepang Naomi Osaka melakukan service bola ke arah lawannya petenis putri Republik Ceko Petra Kvitova dalam babak final tunggal putri Australia Terbuka di Melbourne Park, Melbourne, Australia, Sabtu (26/1/2019). Naomi Osaka berhasil menjuarai turnamen tenis grand slam ini setelah megalahkan Kvitova 7-6(2), 5-7, 6-4. ANTARA FOTO/Reuters-Edgar Su/hp.

Final Australia Terbuka, Djokovic kuasai dua set lawan Nadal

Melbourne, 27/1 (ANTARA News) – Petenis nomor satu dunia Novak Djokovic menguasai dua set pertama dengan selisih skor terpaut jauh dari Nadal pada final tunggal putra Australia terbuka yaitu 6-3 dan 6-2, melansir laporan Reuters, Minggu.
   
Djokovic mengeluarkan seluruh kemampuannya dan mematahkan pukulan petenis Spanyol yang menjadi lawannya pada servis pertama dan memimpin 4-1 pada set pembuka, sebelum memantapkan kedudukannya dengan keunggulan poin dalam pertandingan di Rod Lover Arena, Melbourne.
   
Petenis Serbia itu tidak berhenti sampai di situ, ia kembali memegang kendali permainan dengan memenangkan set kedua.

Baca juga: Final Australia Terbuka, Djokovic-Nadal babak baru persaingan terhebat

Baca juga: Tundukkan Pouille, Djokovic ke final Australia Terbuka

Baca juga: Djokovic pertahankan peringkat nomor wahid dunia
 

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pasangan Herbert/Mahut raih gelar ganda putra Australia Terbuka

Melbourne (ANTARA News) – Pasangan petenis Prancis Pierre-Hugues Herbert dan Nicolas Mahut mengalahkan juara 2017 pasangan Henri Kontinen asal Finlandia dan petenis Australia John Peers dengan skor 6-4 7-6(1), untuk meraih gelar ganda putra Australia Terbuka di Melbourne, Minggu.

Dengan kemenangan tersebut, pasangan Herbert dan Mahut menambahkan gelar di Melbourne Park itu pada gelar AS Terbuka, Wimbledon, dan Prancis Terbuka, untuk melengkapi gelar Grand Slam mereka.

Pasangan Prancis yang menjadi unggulan kelima pada turnamen Grand Slam pertama tahun ini tersebut hanya mendapat satu break pada set pertama. Mereka mencuri angka dari servis Kontinen saat kedudukan  4-4 dan kemudian Herbert menghasilkan angka dari servisnya sendiri untuk memenangi set pertama.

Pada set kedua, masing-masing pasangan menghasilkan angka dari servis mereka sendiri, sebelum pasangan Herbert dan Mahut berada di atas angin pada saat tiebreak untuk memastikan kemenangan dalam pertandingan yang berlangsung selama satu jam dan 38 menit, demikian dilaporkan Reuters.

Pewarta:
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Djokovic menang dan pecahkan rekor juara Australia Terbuka

Melbourne (ANTARA News) – Novak Djokovic berhasil menunjukkan dominasinya di lapangan dengan kemenangan ke tujuh di Australia Terbuka seusai mengalahkan Rafa Nadal 6-3, 6-2, dan 6-3 pada final tunggal putra, sekaligus memecahkan rekor pemegang gelar terbanyak turnamen tersebut yaitu Roy Emerson dan Roger Federer yang masing-masing hanya enam kali.
   
Petenis peringkat wahid itu juga menorehkan kemenangan ketiganya secara berturut-turut pada turnamen Grand Slam, melampaui trofi yang diperoleh Emerson dan Pete Sampras yang jadi idola petenis Serbia tersebut, dengan mengumpulkan 15 gelar.
   
Namun lebih dari itu, kemenangan yang digaet Djokovic  merupakan sebuah sikap juara yang menjadi dasar dominasinya di lapangan, khususnya di Rod Lover Arena, dilansir laman resmi ausopen.com, Minggu.
   
Berbeda dengan Nadal yang kerap melakukan kesalahan forehand, terhitung 15 dari 28 kesalahan, Djokovic justru menunjukkan kualitasnya sebagai petenis nomor satu dunia dengan hanya melakukan sembilan kali kesalahan dan 34 winner, dibanding Nadal yang hanya 21.
   
Aroma kemenangan juga sudah tercium sejak “Djoker” menguasai dua set pertama di laga ini.
   
Dua set pertama dikuasainya dengan selisih skor terpaut jauh, yaitu 6-3 dan 6-2.
   
Djokovic mengeluarkan seluruh kemampuannya dan mematahkan pukulan Nadal pada servis pertama dan memimpin 4-1 pada set pembuka, sebelum memantapkan kedudukannya dengan keunggulan poin.
   
Keduanya juga tercatat pernah melakoni pertandingan final terlama di sejarah turnamen terbuka, tepatnya di tahun 2012 dengan lama permainan mencapai hampir enam jam.
   
Dalam pertandingan kali ini, tidak ada kata keberuntungan, dengan Djokovic yang melakukan serangan spektakuler yang menghalau pukulan-pukulan Nadal.

Baca juga: Final Australia Terbuka, Djokovic kuasai dua set lawan Nadal

Baca juga: Final Australia Terbuka, Djokovic-Nadal babak baru persaingan terhebat

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Daftar juara tunggal putra Australia Terbuka

Melbourne (ANTARA News) – Berikut ini daftar juara tunggal putra turnamen tenis Australia Terbuka sejak turnamen tersebut dimulai pada 1905, seperti dikutip dari Reuters:

2019 Novak Djokovic (Serbia) mengalahkan Rafa Nadal (Spanyol) 6-3 6-2 6-3
2018 Roger Federer (Swiss) mengalahkan Marin Cilic (Kroasia) 6-2 6-7(5) 6-3 3-6 6-1
2017 Roger Federer (Swiss) mengalahkan Nadal (Spanyol) 6-4 3-6 6-1 3-6 6-3
2016 Novak Djokovic (Serbia) mengalahkan Andy Murray (Britania) 6-1 7-5 7-6 (3)
2015 Djokovic (Serbia) mengalahkan Murray (Britania) 7-6(5) 6-7(4) 6-3 6-0
2014 Stan Wawrinka (Swiss) mengalahkan Nadal (Spanyol) 6-3 6-2 3-6 6-3
2013 Djokovic (Serbia) mengalahkan Murray (Britania) 6-7(2) 7-6(3) 6-3 6-2
2012 Djokovic (Serbia) mengalahkan Nadal (Spanyol) 5-7 6-4 6-2 6-7(5) 7-5
2011 Djokovic (Serbia) mengalahkan Murray (Britania) 6-4 6-2 6-3
2010 Federer (Swiss) mengalahkan Murray (Britania) 6-3 6-4 7-6(11)
2009 Nadal (Spanyol) mengalahkan Federer (Swiss) 7-5 3-6 7-6(3) 3-6 6-2
2008 Djokovic (Serbia) mengalahkan Jo-Wilfried Tsonga (Prancis) 4-6 6-4 6-3 7-6(2)
2007 Federer (Swiss) mengalahkan Fernando Gonzalez (Chile) 7-6(2) 6-4 6-4
2006 Federer (Swiss) mengalahkan Marcos Baghdatis (Siprus) 5-7 7-5 6-0 6-2
2005 Marat Safin (Rusia) mengalahkan Lleyton Hewitt (Australia) 1-6 6-3 6-4 6-4
2004 Federer (Swiss) mengalahkan Safin (Rusia) 7-6(3) 6-4 6-2
2003 Andre Agassi (AS) mengalahkan Rainer Schuettler (Jerman) 6-2 6-2 6-1
2002 Thomas Johansson (Swedia) mengalahkan Safin (Rusia) 3-6 6-4 6-4 7-6(4)
2001 Agassi (AS) mengalahkan Arnaud Clement (Prancis) 6-4 6-2 6-2
2000 Agassi (AS) mengalahkan Yevgeny Kafelnikov (Rusia) 3-6 6-3 6-2 6-4
1999 Kafelnikov (Rusia) mengalahkan Thomas Enqvist (Swedia) 4-6 6-0 6-3 7-6(1)
1998 Petr Korda (Republik Ceko) mengalahkan Marcelo Rios (Chile) 6-2 6-2 6-2
1997 Pete Sampras (AS) mengalahkan Carlos Moya (Spanyol) 6-2 6-3 6-3
1996 Boris Becker (Jerman) mengalahkan Michael Chang (AS) 6-2 6-4 2-6 6-2
1995 Agassi (AS) mengalahkan Sampras (AS) 4-6 6-1 7-6(6) 6-4
1994 Sampras (AS) mengalahkan Todd Martin (AS) 7-6 6-4 6-4
1993 Jim Courier (AS) mengalahkan Stefan Edberg (Swedia) 6-2 6-1 2-6 7-5
1992 Courier (AS) mengalahkan Edberg (Swedia) 6-3 3-6 6-4 6-2
1991 Becker (Jerman) mengalahkan Ivan Lendl (Cekoslowakia)1-6 6-4 6-4 6-4
1990 Lendl (Cekoslowakia) mengalahkan Edberg (Swedia) 4-6 7-6(3) 5-2 mundur
1989 Lendl (Cekoslowakia) mengalahkan Miloslav Mecir (Cekoslowakia) 6-2 6-2 6-2
1988 Mats Wilander (Swedia) mengalahkan Pat Cash (Australia) 6-3 6-7(3) 3-6 6-1 8-6
1987 (Jan) Edberg (Swedia) mengalahkan Cash (Australia) 6-3 6-4 3-6 5-7 6-3

1986 Tidak ada kompetisi

1985 (Nov) Edberg (Swedia) mengalahkan Wilander (Swedia) 6-4 6-3 6-3
1984 Wilander (Swedia) mengalahkan Kevin Curren (Afrika Selatan) 6-7(5) 6-4 7-6(3) 6-2
1983 Wilander (Swedia) mengalahkan Lendl (Cekoslowakia) 6-1 6-4 6-4
1982 Johan Kriek (Afrika Selatan) mengalahkan Steve Denton (AS) 6-3 6-3 6-2
1981 Kriek (Afrika Selatan) mengalahkan Denton (AS) 6-2 7-6(1) 6-7(1) 6-4
1980 Brian Teacher (AS) mengalahkan Kim Warwick (Australia) 7-5 7-6(4) 6-3
1979 Guillermo Vilas (Argentina) mengalahkan John Sadri (AS) 7-6(4) 6-3 6-2
1978 Vilas (Argentina) mengalahkan John Marks (Australia) 6-4 6-4 3-6 6-3
1977 (Dec) Vitas Gerulaitis (AS) mengalahkan John Lloyd (Britania) 6-3 7-6(1) 5-7 3-6 6-2
1977 (Jan) Roscoe Tanner (AS) mengalahkan Vilas (Argentina) 6-3 6-3 6-3
1976 Mark Edmondson (Australia) mengalahkan John Newcombe (Australia) 6-7 6-3 7-6 6-1
1975 Newcombe (Australia) mengalahkan Jimmy Connors (AS) 7-5 3-6 6-4 7-6(7)
1974 Connors (AS) mengalahkan Phil Dent (Australia) 7-6(7) 6-4 4-6 6-3
1973 Newcombe mengalahkan Onny Parun (Selandia Baru) 6-3 6-7 7-5 6-1
1972 Ken Rosewall (Australia) mengalahkan Mal Anderson (Australia) 7-6 6-3 7-5
1971 Rosewall (Australia) mengalahkan Arthur Ashe (AS) 6-1 7-5 6-3
1970 Ashe (AS) mengalahkan Dick Crealy (Australia) 6-4 9-7 6-2
1969 Rod Laver (Australia) mengalahkan Andres Gimeno (Spanyol) 6-3 6-4 7-5
1968 Bill Bowrey (Australia) mengalahkan Juan Gisbert (Spanyol) 7-5 2-6 9-7 6-4
1967 Roy Emerson (Australia) mengalahkan Ashe (AS) 6-4 6-1 6-4
1966 Emerson (Australia) mengalahkan Ashe (AS) 6-4 6-8 6-2 6-3
1965 Emerson (Australia) mengalahkan Fred Stolle (Australia) 7-9 2-6 6-4 7-5 6-1
1964 Emerson (Australia) mengalahkan Stolle (Australia) 6-3 6-4 6-2
1963 Emerson (Australia) mengalahkan Ken Fletcher (Australia) 6-3 6-3 6-1
1962 Laver (Australia) mengalahkan Emerson (Australia) 8-6 0-6 6-4 6-4
1961 Emerson (Australia) mengalahkan Laver (Australia) 1-6 6-3 7-5 6-4
1960 Laver (Australia) mengalahkan Neale Fraser (Australia) 5-7 3-6 6-3 8-6 8-6
1959 Alex Olmedo (AS) mengalahkan Fraser (Australia) 6-1 6-2 3-6 6-3
1958 Ashley Cooper (Australia) mengalahkan Anderson (Australia) 7-5 6-3 6-4
1957 Cooper (Australia) mengalahkan Fraser (Australia) 6-3 9-11 6-4 6-2
1956 Lew Hoad (Australia) mengalahkan Rosewall (Australia) 6-4 3-6 6-4 7-5
1955 Rosewall (Australia) mengalahkan Hoad (Australia) 9-7 6-4 6-4
1954 Mervyn Rose (Australia) mengalahkan Rex Hartwig (Australia) 6-2 0-6 6-4 6-2
1953 Rosewall (Australia) mengalahkan Rose (Australia) 6-0 6-3 6-4
1952 Ken McGregor (Australia) mengalahkan Frank Sedgman (Australia) 7-5 12-10 2-6 6-2
1951 Dick Savitt (AS) mengalahkan McGregor (Australia) 6-3 2-6 6-3 6-1
1950 Sedgman (Australia) mengalahkan McGregor (Australia) 6-3 6-4 4-6 6-1
1949 Sedgman (Australia) mengalahkan John Bromwich (Australia) 6-3 6-2 6-2
1948 Adrian Quist (Australia) mengalahkan Bromwich (Australia) 6-4 3-6 6-3 2-6 6-3
1947 Dinny Pails (Australia) mengalahkan Bromwich (Australia) 4-6 6-4 3-6 7-5 8-6
1946 Bromwich (Australia) mengalahkan Dinny Pails (Australia) 5-7 6-3 7-5 3-6 6-2

1941-45 Tidak ada kompetisi

1940 Quist (Australia) mengalahkan Jack Crawford (Australia) 6-3 6-1 6-2
1939 Bromwich (Australia) mengalahkan Quist (Australia) 6-4 6-1 6-3
1938 Donald Budge (AS) mengalahkan Bromwich (Australia) 6-4 6-2 6-1
1937 Vivian McGrath (Australia) mengalahkan Bromwich (Australia) 6-3 1-6 6-0 2-6 6-1
1936 Quist (Australia) mengalahkan Crawford (Australia) 6-2 6-3 4-6 3-6 9-7
1935 Crawford (Australia) mengalahkan Fred Perry (Britania) 2-6 6-4 6-4 6-4
1934 Perry (Britania) mengalahkan Crawford (Australia) 6-3 7-5 6-1
1933 Crawford (Australia) mengalahkan Keith Gledhill (Australia) 2-6 7-5 6-3 6-2
1932 Crawford (Australia) mengalahkan Harry Hopman (Australia) 4-6 6-3 3-6 6-3 6-1
1931 Crawford (Australia) mengalahkan Hopman (Australia) 6-2 6-2 2-6 6-1
1930 Edgar Moon (Australia) mengalahkan Hopman (Australia) 6-3 6-1 6-3
1929 John Gregory (Britania) mengalahkan Richard Schlesinger (Australia) 6-2 6-2 5-7 7-5
1928 Jean Borotra (Prancis) mengalahkan R.Cummings (Australia) 6-4 6-1 4-6 5-7 6-3
1927 Gerald Patterson (Australia) mengalahkan John Hawkes (Australia) 3-6 6-4 3-6 18-16 6-3
1926 Hawkes (Australia) mengalahkan Jim Willard (Australia) 6-1 6-3 6-1
1925 James Anderson (Australia) mengalahkan Patterson (Australia) 11-9 2-6 6-2 6-3
1924 Anderson (Australia) mengalahkan Schlesinger (Australia) 6-3 6-4 3-6 5-7 6-3
1923 Pat O’Hara Wood (Australia) mengalahkan C. St.John (Australia) 6-1 6-1 6-3
1922 Anderson (Australia) mengalahkan Patterson (Australia) 6-0 3-6 3-6 6-3 6-2
1921 Rhys Gemmell (Australia) mengalahkan A.Hedeman (Australia) 7-5 6-1 6-4
1920 O’Hara Wood (Australia) mengalahkan Ron Thomas (Australia) 6-3 6-4 6-8 6-1 6-3
1919 Algernon Kingscote (Britania) mengalahkan E.Pockley (Australia) 6-4 6-0 6-3

1916-18 Tidak ada kompetisi

1915 Gordon Lowe (Britania) mengalahkan Horace Rice (Australia) 4-6 6-1 6-1 6-4
1914 Arthur O’Hara Wood (Australia) mengalahkan Patterson (Australia) 6-4 6-3 5-7 6-1
1913 Ernie Parker (Australia) mengalahkan Harry Parker (Australia) 2-6 6-1 6-3 6-2
1912 James Parke (Britania) mengalahkan A.Beamish (Australia) 3-6 6-2 1-6 6-1 7-5
1911 Norman Brookes (Australia) mengalahkan Rice (Australia) 6-1 6-2 6-3
1910 Rodney Heath (Australia) mengalahkan Rice (Australia) 6-4 6-3 6-2
1909 Tony Wilding (Selandia Baru) mengalahkan E. Parker (Australia) 6-1 7-5 6-2
1908 Fred Alexander (AS) mengalahkan Alfred Dunlop (Australia) 3-6 3-6 6-0 6-2 6-3
1907 Rice (Australia) mengalahkan H. Parker (Australia) 6-3 6-4 6-4
1906 Wilding (Selandia Baru) mengalahkan H. Parker (Australia) 6-0 6-4 6-4
1905 Heath (Australia) mengalahkan Arthur Curtis (Australia) 4-6 6-3 6-4 6-4.

Pewarta:
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Djokovic juara Australia Terbuka 2019

Djokovic juara Australia Terbuka 2019

Petenis putra Serbia Novak Djokovic melakukan selebrasi seusai memenangkan pertandingan melawan petenis putra Spanyol Rafael Nadal dalam babak final tunggal putra Australia Terbuka  2019, di  Melbourne Park, Melbourne, Australia, Minggu (27/1/2019). Djokovic menjuarai turnamen ini setelah mengalahkan Nadal 6-3 6-2 6-3. ANTARA FOTO/Reuters-Lucy Nicholson/hp.

Fakta mengenai Novak Djokovic, juara Australia Terbuka 2019

Jakarta (ANTARA News) – Berikut fakta-fakta mengenai petenis Serbia Novak Djokovic yang menjuarai turnamen Grand Slam Australia Terbuka di Melbourne, Minggu, dikutip dari Reuters.

Lahir : Beograd, 22 Mei 1987

Gelar juara Grand Slam : 15 kali (Australia Terbuka 2008, 2011, 2012, 2013, 2015, 2016, 2019; Prancis Terbuka 2016; Wimbledon 2011, 2014, 2015, 2018; AS Terbuka 2011, 2015, 2018)

Awal karir:
Mulai mengenal tenis di usia empat tahun. Ayahnya seorang atlet ski profesional dan ingin agar anaknya mengikuti jejaknya atau menjadi pemain sepak bola profesional. Namun berubah ketika melihat Djokovic bagus di tenis saat masih kecil.

Karir:
2005 – Mulai mengikuti turnamen tour secara penuh. Debut grand slam sebagai peserta babak kualifikasi di Australia Terbuka, dimana ia kalah pada putaran pertama oleh petenis Rusia Marat Safin. Menjadi petenis termuda (usia 18 tahun lima bulan) dalam peringkat 100 besar dunia.

2006 – Memenangi gelar ATP Tour pertamanya di Amersfoort. Mundur dalam laga perempat final Prancis Terbuka 2006 saat menghadapi Rafa Nadal.

2007 – Menjuarai lima trofi (di Adelaide, Miami, Estoril, Montreal dan Wina). Mencapai final Grand Slam untuk pertama kalinya di AS Terbuka sebelum dikalahkan Roger Federer.

2008 – Meraih trofi Grand Slam pertamanya setelah di final Australia Terbuka mengalahkan petenis Prancis Jo-Wilfried Tsonga.

2009 – Gagal mempertahankan trofi Australia Terbuka setelah mundur saat menghadapi Andy Roddick di perempat final karena kelelahan akibat cuaca panas.

2010 – Memimpin tim Serbia menjuarai turnamen Piala Davis.

2011 – Menjuarai Australia Terbuka, setelah tiga tahun tanpa gelar grand slam. Memenangi turnamen level tour di Dubai, Indian Wells, Miami, Beograd, Madrid dan Roma. Untuk pertama kalinya menjadi pemain nomor satu dunia dalam peringkat yang dirilis ATP 4 Juli.
Menjuarai Wimbledon, trofi pertama di turnamen lapangan rumput.
Menjuarai AS Terbuka sehingga menjadi petenis ketujuh yang mampu meraih tiga trofi grand slam dalam setahun sejak tenis profesional tahun 1968.

2012 – Meraih juara Australia Terbuka untuk ketiga kalinya

2013 – Kembali menjadi juara Australia Terbuka sehingga menjadi satu-satunya petenis yang mampu tiga kali berturut-turut memenangi turnamen di Melbourne tersebut.

2014 – Juara Wimbledon setelah main lima set melawan Roger Federer

2015 – Untuk kelima kalinya menjuarai Australia Terbuka, namun gagal di Prancis Terbuka.
Menyamakan rekor Boris Becker setelah menjuarai Wimbledon ketika kalinya.
Mengalahkan Federer di final AS Terbuka, sehingga untuk kedua kalinya Djokovic meraih tiga trofi grand slam dalam setahun.

2016 – Untuk pertama kalinya menjuarai Prancis Terbuka sehingga semua turnamen Grand Slam sudah dimenanginya.

2017 – Mundur di perempat final Wimbledon saat menghadapi Tomas Berdych karena cedera siku, sehingga harus istirahat enam bulan.

2018 – Meraih gelar Grand Slam ke-13 setelah mengalahkan Kevin Anderson di final Wimbledon 2018.
Memenangi AS Terbuka yang ketiga kalinya.

2019 – Menjuarai Australia Terbuka, sebagai gelar Grand Slam dia yang ke-15, setelah di final mengalahkan Rafa Nadal 6-3 6-2 6-3.

Baca juga: Djokovic juarai Australia Terbuka
 

Pewarta: Teguh Handoko
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kalah di final Australia Terbuka, Nadal sanjung permainan Djokovic

Jakarta (ANTARA News) – Rafael Nadal memuji Novak Djokovic setelah kalah dalam turnamen Australia Terbuka dalam tiga set langsung oleh petenis Serbia tersebut pada hari Minggu.

Petenis nomor satu dunia itu mengalahkan saingannya dari Spanyol dengan 6-3, 6-2, 6-3 untuk mengklaim gelar ketujuh di Melbourne dan Grand Slam ke-15 secara keseluruhan.

“Ini adalah level tenis yang luar biasa malam ini,” kata Nadal yang dilansir Marca pascapertandingan tersebut pada Minggu (27/01). 

“Saya harus mengucapkan selamat kepada Novak dan timnya.”

“Bagi saya, dua pekan ini sangat penting karena saya datang ke sini setelah hanya bermain sembilan turnamen tahun lalu karena cedera.” 

“Saya berterima kasih kepada tim saya karena saya tidak akan berada di sini tanpa mereka,” tambah petenis asal Spanyol itu

“Saya akan terus bekerja untuk meningkatkan dan mencoba memenangkan sejumlah turnamen penting,” kata juara Grand Slam 17 kali itu. 

Petenis berusia 32 tahun itu menutup pernyataan dengan mengatakan bahwa turnamen Australia Terbuka adalah “turnamen terbaik di dunia.” 

“Tidak ada turnamen yang terus membaik setiap tahun seperti ini.”

Baca juga: Fakta mengenai Novak Djokovic, juara Australia Terbuka 2019

Baca juga: Daftar juara tunggal putra Australia Terbuka

Baca juga: Djokovic menang dan pecahkan rekor juara Australia Terbuka

Pewarta: Hendri Sukma Indrawan
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Andy Murray jalani operasi panggul di London

Jakarta (ANTARA News) – Mantan petenis nomor satu dunia Andy Murray menjalani operasi pelapisan pada panggulnya di London, kata petenis Skotlandia berusia 31 tahun itu, Selasa, seperti dikutip Reuters.

Murray kesulitan mendapatkan kembali kondisi terbaiknya sejak menjalani operasi panggul tahun lalu dan langsung tersingkir pada putaran pertama turnamen Australia Terbuka bulan ini. Dia mengatakan bahwa turnamen tersebut akan menjadi yang terakhiir sebagai seorang profesional.

Postingan dia di Instagram memperlihatkan gambar sinar x panggulnya. “Sekarang saya memiliki panggul logam,” tulis Murray dalam postingannya itu.

“Terasa sedikit babak belur dan memar saat ini, tapi mudah-mudahan itu akan menjadi akhir dari sakit panggul saya.”

Dalam jumpa pers yang emosional di Melbourne menjelang Australia Terbuka, Murray mengumumkan bahwa dia akan pensiun tahun ini, lebih disukai setelah penampilan perpisahan di Wimbledon.

Juara Olimpiade dua kali itu mengatakan pada BBC bulan ini bahwa operasi merupakan satu-satunya pilihan jika dia ingin memperpanjang karirnya.

“Ada kemungkinan kuat saya tidak akan kembali dan bermain setelah operasi. Saya ingin bermain tenis, tapi tidak dengan panggul yang saya miliki saat ini,” katanya.

ATP Tour mengepos tweet yang memberi dukungan pada Murray: “Semoga lekas sembuh Andy, kami tahu anda akan melakukan segalanya untuk kembali ke Tur!”.

Juara tiga kali Grand Slam Murray awalnya menjalani operasi pada panggul kanannya pada Januari 2018 dan sudah bermain 15 pertandingan sejak kembali bermain pada Juni lalu.

Dia sebelumnya dijadwalkan bermain pada turnamen Marseille Terbuka bulan depan, namun kemudian mundur dari turnamen itu pekan lalu.

Baca juga: Murray mundur di Marseille Terbuka bulan depan
 

Pewarta: Irwan Suhirwandi
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019