Tomic didenda karena bermain di bawah standar

Jakarta (ANTARA) – Petenis Australia Bernard Tomic didenda sebesar 45.000 pounds karena “tidak memenuhi standar-standar profesional” saat bermain, setelah ia hanya memberikan usaha minimal ketika dikalahkan Jo Wilfred Tsonga di Wimbledon pada Jumat dini hari WIB, kata panitia penyelenggara seperti dikutip Reuters.

Para penggemar terlihat dongkol ketika petenis peringkat 96 itu menelan kekalahan 2-6, 1-6, 4-6 pada pertandingan Selasa. Melalui media sosial, mereka ramai-ramai menyebut penampilan Tomic sebagai “mengerikan” dan memalukan.

“Ini merupakan opini wasit bahwa penampilan Bernard Tomic pada pertandingan putaran pertama dia melawan Jo-Wilfried Tsonga tidak memenuhi standar-standar profesional, dan oleh sebab itu ia didenda dengan jumlah maksimal 45.000 pound yang akan dipotong dari uang hadiah,” demikian pernyataan panitia penyelenggara.

Para petenis yang kalah di putaran pertama semestinya mendapatkan 45.000 pound. Oleh sebab itu Tomic meninggalkan turnamen ini dengan tangan hampa setelah perseteruan terkininya dengan panitia penyelenggara di All England Club.

Ia pernah didenda sebesar 15.000 dolar pada 2017 setelah mengaku berpura-pura cedera saat kalah dari Mischa Zverev di putaran pertama, di mana belakangan ia berkata bahwa dirinya “bosan” dengan Wimbledon.

Ketika diminta menjelaskan mengenai penampilannya pada Selasa, Tomic hanya mengatakan bahwa ia bermain sangat buruk.

Bagaimanapun, ia mendapat dukungan dari petenis lain, dalam hal ini Tsonga. Petenis Prancis itu setelah menang atas Ricardas Berankis pada Selasa menyatakan dirinya bersimpati dengan Tomic.

“Hal itu begitu menyentuh. Mereka (panitia penyelenggara) akan melakukan hal itu terhadap dia dan tidak dengan petenis lain? Dan menurut saya itu sedikit berlebihan,” kata Tsonga kepada para pewarta.

“Pada set ketiga ia bermain baik dan itu adalah set yang ketat. Dan saya bermain baik untuk memenangi set ini,” tambahnya.

Petenis putri AS Sloane Stephens juga terkejut dengan denda yang dijatuhkan kepada Tomic. Stephens sendiri merasa dirinya kurang setuju dengan cara panitia penyelenggara menentukan apakah seorang petenis sudah memberikan usaha terbaik atau tidak.

“Ketika Anda mulai melakukannya dan menjadi hakim terhadap apa yang terjadi, dan bagaimana orang-orang mendapatkan penghidupan, maka saat itu semua menjadi lebih sulit,” tuturnya.

KPPU minta sanksi denda dinaikkan

Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Serena Williams lewati tekanan Juvan untuk melaju ke putaran tiga

Jakarta (ANTARA) – Juara Grand Slam 23 kali Serena Williams bangkit dari ketertinggalan di set pertama dan selanjutnya mampu menguasai pertandingan untuk mengalahkan pemain Slovenia Kaja Juvan 2-6, 6-2, 6-4.

Kemenangan pemegang tujuh gelar juara Wimbledon atas petenis berusia 18 tahun itu pun mengantarkannya ke putaran ketiga Wimbledon.

Baca juga: Williams inginkan momentum saat ladeni Juvan

“Pada dasarnya saya kurang bagus di pertandingan, saya bisa merasakannya,” tutur Williams dalam konferensi pers usai pertandingan, melansir wtatennis.com, Jumat.

Sebagai unggulan ke-11 pada kejuaraan bergengsi itu, petenis Amerika Serikat itu sempat meradang setelah kalah pada set pertama dan menghabiskan 94 menit pertandingan.

Juvan yang lahir pada1999, memiliki catatan kemenangan dua medali emas di Youth Olympic Games tahun lalu, serta membuat debut seri utama tingkat tur tiga pekan lalu di French Open (Roland Garros) meski kalah dari perempatfinalis 2009, Sorana Cirstea.

Dia mengejutkan Kristyna Pliskova untuk kemenangan pertama dalam pertandingan seri WTA.

“Saya suka tekanan, lebih suka berada di posisi ini daripada yang lain, dan kadang-kadang permainan terbaikku muncul saat sedang terdesak. Saya seorang petarung dan tidak pernah menyerah,” pungkas Williams.

Menunggu Williams di putaran ketiga adalah petenis Jerman Julia Goerges, yang lolos dari putaran kedua turnamen dengan kemenangan dua set langsung atas Varvara Flink.

Baca juga: Meghan rela keluar istana demi Serena sang sahabat
Baca juga: Federer ajari Pangeran George bermain tenis
Baca juga: Rafael Nadal bungkam Nick Kyrgios

Serunya bermain tenis meja di dalam Pasar Grogol

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kyrgios kagumi ketahanan fokus Nadal di pertandingan

Jakarta (ANTARA) – Meski kalah dalam pertandingan putaran kedua Wimbledon melawan Rafael Nadal di Centre Court, Kamis waktu setempat, Nick Kyrgios mengaku mendapat pelajaran berharga dari lawannya tersebut saat dikalahkan dengan skor 3-6, 6-3, 6-7 (5/7), 6-7 (3/7).

Usai pertandingan tersebut, Kyrgios melihat bahwa tingkat ketahanan fokus Nadal saat menghadapi permainannya merupakan hal yang patut dikagumi.

Baca juga: Rafael Nadal bungkam Nick Kyrgios

“Kemampuannya sangat bagus, dia memainkan setiap poin dan tidak membiarkan kehilangan satu poin pun. Saya merasa seperti kami adalah kutub yang berlawanan. Kemampuannya untuk bermain konsisten setiap hari dalam persaingan tentu istimewa. Itu bukan hal mudah,” ujar petenis Australia itu melansir atptour.com, Jumat.

Kyrgios telah membuktikan bahwa ia memiliki permainan berkualitas untuk bersaing dengan para pemain terbaik dalam olahraga.

Perempat finalis Wimbledon 2014 itu memiliki setidaknya satu kemenangan melawan masing-masing anggota Empat Besar, yaitu Nadal, Roger Federer, Novak Djokovic dan Andy Murray.

Jadi tidak mengherankan bahwa begitu ia menemukan pijakannya setelah kebobolan di set awal, ia mampu membalas pukulan-pukulan yang dilayangkan petenis Spanyol legendaris itu.

“Saya tahu apa yang bisa kulakukan, saya pemain tenis yang hebat. Tapi ada banyak hal yang perlu ditingkatkan untuk mencapai tingkatan yang dimiliki Rafa, Novak, Roger yang sudah lama mereka miliki,” katanya.

Pada akhirnya, permainan apik Kyrgios tidak cukup baik untuk membendung Nadal yang sudah memegang gelar juara Wimbledon dua kali.

Nadal pun kini bisa berbangga setelah unggul 4-3 dalam catatan pertemuan melawan Kyrgios.

Peringkat dua dunia itu lebih konsisten di saat-saat penting, dan itulah yang mengirimnya untuk maju ke putaran ketiga melawan mantan nomor lima dunia Jo-Wilfried Tsonga.

Baca juga: Rahasia Wang Qiang lewati babak kedua
Baca juga: Andy Murray telah kembali dan langsung menang

Serunya bermain tenis meja di dalam Pasar Grogol

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Federer ajari Pangeran George bermain tenis

Jakarta (ANTARA) – Sebagai petenis yang dikenal luas, Roger Federer memiliki jutaan penggemar di seluruh dunia, bahkan salah satunya sangat spesial yaitu Pangeran George dari Cambridge yang masih berusia lima tahun.

Federer memberi putra pasangan Pangeran William dan Catherine Middleton itu pelajaran tenis di Bucklebery Manor, rumah orang tuanya The Duchess of Cambridge, di sela-sela kesiapannya dalam menjalani turnamen Wimbledon.

Baca juga: Pangeran George rayakan ulang tahun kelima

“Di sesi itu hanya tentang menyentuh bola, itu sudah bagus. Saya begitu beruntung bisa menghabiskan waktu bersamanya, saya satu-satunya pemain yang pernah dia temui,” tutur Federer.

Pangeran George tentu punya alasan mengapa mengagumi petenis berusia 37 tahun asal Swiss tersebut, mengutip atptour.com, Jumat.

“Dia anak laki-laki yang lucu. Saya senang ternyata ia menyukai tenis atau olahraga. Pasti ibunya selalu mendukungnya untuk menyukai tenis. Saya berharap dia akan tetap menjadi penggemarku dalam beberapa tahun ke depan,” katanya menambahkan.

Baca juga: Kyrgios kagumi ketahanan fokus Nadal di pertandingan
Baca juga: Rafael Nadal bungkam Nick Kyrgios

Serunya bermain tenis meja di dalam Pasar Grogol

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rafael Nadal bungkam Nick Kyrgios

London, Inggris (ANTARA) – Rafael Nadal mengalahkan Nick Kyrgios 6-3, 3-6, 7-6 (7/5), 7-6 (7/3) dalam pertandingan babak kedua Wimbledon yang diselimuti cuaca buruk dan badai di Centre Court, Kamis waktu setempat.

Ini adalah kemenangan ke-50 Nadal pada turnamen ini dalam upayanya memburu gelar Wimbledon ketiga dan ke-19 turnamen besarnya.

Kyrgios yang dua kali gagal mengakhiri game point mendapatkan hukuman karena prilaku tak sportif dan perang mulut dengan wasit Damien Dumusois.

Petenis berusia 24 tahun itu menggambarkan sang wasit sebagai aib dan mencerca caranya memimpin pertandingan eksplosif yang disebutnya “menyedihkan”.

“Saya telah mengalahkan lawan yang tangguh. Ketika dia ingin tampil sebaik-baiknya, maka dia adalah salah satu lawang paling tangguh yang mungkin bisa Anda hadapi,” kata Nadal seperti dikutip AFP.

Baca juga: Mourinho nilai Nadal bisa jadi pesepakbola fantastis

“Biasanya menghadapi saya dan pemain-pemain top, dia ingin berusaha keras dan ketika dia melakukannya, dia sangat tangguh.”

Kyrgios terkenal karena mengalahkan Nadal ketika masih menjadi remaja penyandang wildcard berperingkat 144 pada Wimbledon edisi 2014.

Sejak itu kedua petenis berubah menjadi dua kutub yang kontras berlainan di mana Kyrgios yang asal Australia itu menyebut juara Grand Slam 18 kali asal Spanyol itu sebagai “kubu sebaliknya” dari dia.

Kyrgios mengawali laga melawan Nadal pada Wimbledon kali ini dengan pernyataan, “Kami saling menghormati.”

Baca juga: Federer genapi catatan 10-0 lawan petenis wildcard di Grand Slam

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rahasia Wang Qiang lewati babak kedua

London, Inggris (ANTARA) – Petenis China Wang Qiang mengungkapkan bahwa kepercayaan diri adalah segalanya untuk menciptakan kejutan pada turnamen Grand Slam di Inggris, Wimbledon.

Unggulan ke-15 pada Wimbledon edisi ini tersebut menghentikan perlawanan petenis Slowakia Tamara Zidansek 6-1, 6-2 dalam tempo 54 menit di Lapangan 17, Kamis waktu setempat, untuk melaju ke babak ketiga.

Wang tengah tampil pada puncak penampilannya dengan menemukan kepercayaan diri yang tinggi.

Petenis berusia 27 tahun itu sedang menapaki peringkat tertinggi sepanjang karirnya, setelah melaju ke perempat final di Praha dan Miami.

Apa sih rahasia sukses dia? “Kepercayaan diri,” jawab dia seperti dikutip AFP.

“Tahun lalu saya sungguh percaya diri, tetapi saya kira saya butuh lebih, oleh karena itu saya bangun kepercayaan diri saya sepanjang paruh kedua musim ini. Lebih percaya diri di lapangan,” kata dia kepada AFP.

Baca juga: Juara bertahan Angelique Kerber tumbang

Peringkat dia terus naik dari 114 menjadi 70, lalu 45 dan kemudian 20, dalam empat tahun terakhir.

“Saya bermain sangat agresif. Saya melakukan segalanya dengan benar. Saya sangat fokus di lapangan. Saya senang pada apa yang saya lakukan di lapangan,” kata dia.

Pada penampilan pertamanya dalam babak ketiga All England Club, Wang akan ditantang Elise Mertens yang menjadi unggulan ke-21, pada babak 32 besar, Sabtu esok.

Mertens dari Belgia mengalahkan petenis Rumania Monica Nicolescu 7-5, 6-0 pada babak kedua.

“Saya kira dia bermain sungguh agresif di lapangan,” kata Wang tentang calon lawannya itu. “Saya cuma akan menjadi diri saya sendiri dan bermain tidak terlalu defensif. Saya akan terus mencoba memukulnya.”

Baca juga: Mourinho nilai Nadal bisa jadi pesepakbola fantastis

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Juara bertahan Angelique Kerber tumbang

London, Inggris (ANTARA) – Upaya Angelique Kerber mempertahankan gelar juara Wimbledon berakhir lebih dini setelah pada babak kedua ditumbangkan Lauren Davis 2-6, 6-2, 6-1, Kamis waktu setempat.

Petenis Jerman berusia 31 tahun yang memasuki gelanggang Wimbledon dengan bekal mencapai final Eastbourne itu harus melewati pengalaman tersingkir paling dini sejak kalah pada babak yang sama dalam edisi 2013.

Davis kini menyamai penampilan terbaiknya pada Wimbledon dengan mencapai babak ketiga untuk menghadapi unggulan ke-30 dari Spanyol Carla Suarez Navarro untuk memperebutkan satu tempat ke 16 besar.

“Ini berarti segalanya karena inilah yang jadi tujuan kerja saya,” kata Davis seperti dikutip AFP. “Saya sedikit gugup. Saya senang sekali bisa menang, nyaris tidak nyata.”

Baca juga: Federer genapi catatan 10-0 lawan petenis wildcard di Grand Slam

Belum lama tahun ini Davis diperingkatkan di luar 250 besar dunia, tetapi masuk lagi ke 100 besar dunia. “Ya memang perjalanan yang keras dan proses belajar serta berkembang menjadi pemain dan orang,” kata dia.

“Penurunan peringkat telah membuat kemenangan ini lebih berarti.”

Davis mengaku sempat ragu tetapi jauh di lubuk hatinya dia selaku yakin bisa mencetak sukses. “Saya percaya kepada kemampuan saya,” kata dia seperti dikutip AFP.

“Bagi saya dalam pertandingan ini pembalikan poin adalah ketika saya memimpin 3-2 pada set kedua dan saya meyakinkan diri saya, kamu tempatnya di sini, kamu bisa melakukan ini.”

Baca juga: Pliskova tumpas Kerber untuk juarai Eastbourne International

Baca juga: Unggulan pertama Barty menang mudah di putaran kedua

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mourinho nilai Nadal bisa jadi pesepakbola fantastis

London, Inggris (ANTARA) – Jose Mourinho percaya Rafael Nadal akan menjadi “pesepak bola yang fantastis” seandainya tidak memilih menekuni tenis dan menjadi salah satu atlet terbaik olahraga itu sepanjang masa.

Mantan manajer Manchester United, Real Madrid dan Chelsea ini mengungkapkan bahwa petenis nomor dua dunia yang saat ini memburu gelar Wimbledon ketiganya itu memiliki semua hal yang dibutuhkan untuk sukses dalam sepak bola.

“Dia luar biasa. Dia bisa menjadi pesepak bola yang fantastis berkat fisik, mentalitas dan keterampilannya,” kata orang Portugal yang bekerja dengan paman Nadal, Miguel Angel ketika menjadi staf pelatihnya di Barcelona.

“Saya senang dia bukan pemain sepak bola. Di tenis dia adalah dirinya sendiri.”

Baca juga: Federer genapi catatan 10-0 lawan petenis wildcard di Grand Slam

Baca juga: Djokovic butuh 92 menit tembus putaran ketiga

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Unggulan pertama Barty menang mudah di putaran kedua

Jakarta (ANTARA) – Unggulan teratas, peringkat satu dunia Ashleigh Barty memperpanjang kemenangan beruntunnya menjadi 14 pertandingan setelah mengalahkan Alison Van Uytvanck dengan dua set langsung untuk mencapai putaran ketiga di Wimbledon.

Petenis unggulan asal Australia itu lolos ke putaran ketiga dengan skor kemenangan 6-1, 6-3, menurut data dari laman WTA Tour, Kamis.

Barty menunjukkan kinerja yang dominan di set pembuka, dan hanya kehilangan lima poin dari servisnya di empat gim.

Selain itu, dia juga terus menjaga permainannya agar Uytvanck tetap berada di bawah tekanan, dengan memamerkan keterampilannya dalam mematikan servis dan pukulan lawannya asal Belgia tersebut.

Hanya perlu 55 menit bagi Barty untuk menyudahi permainan Uytvanck di lapangan.

Sebelum masuk ke Wimbledon, Barty sudah mencatatkan dua kemenangan yang gemilang, dengan menjuarai Grand Slam French Open (Roland Garros) dan Birmingham Open dua minggu setelahnya.

Dia menjadi juara Roland Garros pertama yang memenangi gelar lapangan rumput di musim yang sama sejak Justine Henin pada tahun 2007.

Dengan kemenangan ini Barty kini menyamai hasil terbaiknya di Wimbledon, yang diraihnya dalam putaran ketiga tahun lalu.

Selanjutnya, Barty akan bertemu petenis wildcard asal Inggris Harriet Dart di putaran ketiga.

Baca juga: Barty melenggang lalui putaran pertama Wimbledon

Baca juga: Barty gusur Osaka dari peringkat teratas dunia

Baca juga: Barty ratu baru Roland Garros

Serunya bermain tenis meja di dalam Pasar Grogol

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Federer genapi catatan 10-0 lawan petenis wildcard di Grand Slam

Jakarta (ANTARA) – Roger Federer mencatat kemenangan genap 10-0 dari petenis wildcard di arena Grand Slam setelah menang atas Jay Clarke di putaran kedua Wimbledon.

Meski sempat kesulitan di set kedua, namun unggulan kedua itu bisa mengatasi perlawanan Clarke dan berakhir dengan 6-1, 7-6(3), 6-2 dalam pertandingan berdurasi satu jam 37 menit, menurut atptour.com, Kamis.

Federer kerap mengalami kesulitan dalam beberapa set sejak mengawali putaran pertama Wimbledon, yang kalah di set pertama saat melawan petenis Afrika Selatan Lloyd Harris.

Saat melawan Clarke yang baru berusia 20 tahun, Federer menyematkanl 46 winner dan hanya melakukan 26 kesalahan sendiri.

Federer sekarang mencatatkan 97 kemenangan di Wimbledon, dengan harapan bisa memenangi 100 pertandingan dalam satu turnamen untuk pertama kalinya.

Kini petenis berusia 37 tahun asal Swiss itu berusaha memenangi mahkota Wimbledon kesembilan untuk memperpanjang rekornya sendiri di lapangan rumput Grand Slam.

Federer selanjutnya akan menghadapi salah satu dari dua pemain Prancis, yaitu unggulan ke-27 Lucas Pouille atau Gregoire Barrere.

Baca juga: Clarke tanyai petenis senior untuk kalahkan Federer

Baca juga: Federer catatkan kemenangan ke-17 di pembukaan Wimbledon

Baca juga: Wilander tidak favoritkan Federer juarai Wimbledon 2019

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Para petenis Indonesia masih bertahan di Thamrin Cup

Jakarta (ANTARA) – Para petenis Indonesia masih bertahan saat Thamrin Cup 2019 memasuki putaran ketiga pada pertandingan-pertandingan yang dimainkan di Lapangan Tenis Gelanggang Mahasiswa Soemantri Bodjonegoro, Jakarta, Kamis.

Unggulan pertama tunggal putri Janice Then tidak mengalami masalah saat berhadapan dengan rekan senegaranya, Nadya Dhaneswara. Janice sukses mengamankan langkah ke perempat final berkat kemenangan 6-0, 6-0.

Pada sektor tunggal putra, Muhammad Ali Akbari tidak berdaya saat berhadapan dengan petenis Jean Marc Malkowski. Ia dipaksa tunduk 0-6, 1-6. Nasib serupa juga dialami Daniel Gunawan yang takluk 3-6, 3-6 dari petenis Taiwan Tzu Li Chang.

Pada sektor ganda putra, pasangan Lucky Chandra Kurniawan/Tegar Abdi Satrio menyelamatkan muka tuan rumah dengan kemenangan 7-6(4), 6-3 atas pasangan Jepang Hiroki Fujita/Daisuke InagawInagawa.

Berikut hasil-hasil pertandingan Thamrin Cup pada Kamis:

Tunggal putra
Jean Marc Malkowski (Swiss) vs Muhammad Ali Akbar Ramadhani (Indonesia) 6-0, 6-1
Guntinun Sootinun Ophart (Thailand) vs
Hong Lin Fu (Taiwan) 6-2, 6-1
Naufal Sidddiq Kamaruzaman (Malaysia) vs Cooper White (Australia) 0-6, 2-6
Tzu Li Chang (Taiwan) vs Daniel Gunawan (Indonesia) 6-3, 6-3
Kabir Hans (India) vs Ari Fahresi (Indonesia) 6-0, 6-3
Kushan Shah (India) vs Akhilendran Indrabalan (India) 4-6, 4-6
Uddayvir Singh (India) vs Gunawan Trismuwantara (Indonesia) 6-4, 3-6, 2-6
Hiroki Fujita (Jepang) vs Jerall Yasin (Indonesia) 6-2, 4-6, 0-6

Tunggal putri
Janice Tjen (Indonesia) vs Nadya Dhaneswara (Indonesia) 6-0, 6-0
Qianyu Liu (China) vs Mei Hasegawa (Jepang) 0-3, 0-6
Hsuan Huang (Taiwan)/ Yifan Shun (China) 1-6, 1-6
Wei Ning Fang (Taiwan) vs Dainhee Kim (Korea Selatan) 0-6, 5-7
Fitriani Sabatini (Indonesia) vs Fang An Lin (Taiwan) 6-3, 6-2
Shuoran Wang (China) vs Ke Syuan Jhang (Taiwan) 6-4, 7-5
Krystal Blanch (AS) vs Smrithi Bhasin (India) 4-6, 6-4, 2-6
Chia Yi Tsao (Taiwan) vs Tanisha Kashyap (India) 7-5, 6-1

Ganda putra
Jahfal Muna Kanahaya (Indonesia)/ Tahajud Kanjeng Bagus Setyo (Indonesia) vs Hong Lin Fu (Taiwan)/Kai Shiang Yang (Taiwan) 0-2, 0-6
Mihir Daswani (Indonesia)/Taimur Saleem (Pakistan) vs Kabir Hans (India)/Udayvir Singh (India)
Guntinun Sootinun Ophart (Thailand)/Kai I Wang (Taiwan) vs Justin Kuo (Indonesia)/Taentawan Taddeo (Thailand) 7-6 (3), 3-6, 10-6
M Jain (India)/Brandon Suryana (Indonesia) vs Fu Hong Linh / Yang Kai Shiang 1-6, 2-6
Jean Marc Malkowski (Swiss)/Cooper White (Australia) vs Abdul Karim (Indonesia)/Sumiarsa (Indonesia) 6-1, 6-2
Hiroki Fujita (Jepang)/Daisuke Inagawa (Jepang) vs Lucky Chandra Kurniawan (Indonesia)/Tegar Abdi Satrio Wibowo (Indonesia) (4)6-7, 3-6
Daniel Gunawan (Indonesia)/Claudio Renardi Lumanau (Indonesia) vs Omar Salem (Pakistan)/Louis Maha Viro Deo Tarigan (Indonesia) 6-3, 6-2
Kushan Shah (India)/ Rohan Srivasta (India) vs Jeon Keong Takeshi Koeu (Malaysia)/Jerall Yasin (Indonesia) 1-6, 6-3, 3-101

Ganda putri
Krystal Blanch (AS)/Cartika Wisesha Dewi Larasati (Indonesia) vs Sminthi Bhasin (India)/Mei Hasegawa (Jepang) 6-0, 7-6 (3)
Dainhee Kim (Korea Selatan)/Hsing Ju Sung (Taiwan) vs Fitriani Sabatini (Indonesia)/Fitriana Sabrina (Indonesia) 4-6, 3-6
Wei Ning Fang (Taiwan)/Janice Tjen (Indonesia) vs Nadya Dhaneswara (Indonesia)/Felicia Halim (Indonesia) WO
Keila Mangesti Paath (Indonesia)/Bella Ayu Septiani (Indonesia) vs Priyanshi Bhandari (India)/Vineetha Mummadi (India) 2-6, 3-6
Yifan Sun (China)/Chia Yi Tsao (Taiwan) vs Yuyun Chen (Taiwan)/Yiwendan Zhu (China) 6-2, 6-1
Fang An Lin (Taiwan)/Jessica Christa Wirahadipoernomo (Indonesia) vs Tanisha Kashyap (India)/Prerna Vichare (India) 7-6 (6), 6-4
Hsuan Huang (Taiwan)/Ke Syuan Jhuang (Taiwan) vs Hong Yu Chen (Taiwan)/Qianyu Liu (China)
Shuoran Wang (China)/Xiaoyan Xue (China) vs Nur Rosida Mega Hadiati (Indonesia)/Niken Feriyana Kusumaningtyas (Indonesia) 6-4, 6-2

Baca juga: Petenis Indonesia amankan tiket putaran kedua Thamrin Cup

Serunya bermain tenis meja di dalam Pasar Grogol

Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Williams inginkan momentum saat ladeni Juvan

Jakarta (ANTARA) – Pemegang gelar juara Wimbledon tujuh kali Serena Williams mengawali penampilannya di ajang grand slam tahun ini dengan mudah, dan ia akan berupaya membangun momentum pada pertandingan putaran kedua yang berlangsung pada Kamis, ketika ia berhadapan dengan petenis kualifikasi berusia 18 tahun asal Slovenia Kaja Juvan.

Williams, yang hanya memainkan tujuh pertandingan sejak tampil di Australia Open pada Januari karena lilitan cedera, menang 6-2, 7-5 atas petenis Italia, Giulia Gatto-Monticone.

Petenis AS itu, yang mengejar gelar Grand Slam ke-24nya, berpeluang menghadapi ujian sulit saat berhadapan dengan lawan yang jauh lebih muda.

“Menurut saya, saat ini saya harus memperhitungkan setiap pertandingan, seperti sepuluh pertandingan, karena saya tidak menjalani banyak pertandingan pada tahun ini,” kata Williams kepada para pewarta seperti dikutip Reuters.

“Saya belajar banyak dari pertandingan itu, hanya berusaha untuk meneruskan momentum… Terus berada di tepi… Itu penting,” tambahnya.

Juvan, peraih medali emas pada kategori tunggal dan ganda di Olimpiade Pemuda tahun lalu, akan berupaya menyamai langkah remaja lainnya Cori Gauff, yang menaklukkan kakak Serena Williams, Venus Williams, pada putaran pembukaan sebelum menyingkirkan Magdalena Rybarikova pada Rabu.

Pada pertandingan-pertandingan lainnya, pemilik dua gelar Wimbledon Petra Kvitova akan berhadapan dengan petenis Prancis Kristina Mladenovic, sedangkan juara Prancis Open Ash Barty akan bertemu Alison Van Uytvanck asal Belgia.

Petenis Australia Nick Kyrgios memperbarui rivalitasnya dengan Rafa Nadal dalam pertandingan besar di putaran kedua yang akan dimainkan di Lapangan Tengah, sedangkan Roger Federer, yang ingin mengamankan gelar kesembilannya di Wimbledon, berhadapan dengan petenis Inggris Raya Jay Clarke.

Juara bertahan kategori putri Angelique Kerber akan ditantang petenis AS Lauren Davis.

Baca juga: Gauff mengingatkan Serena kepada masa kecilnya

Baca juga: Serena Williams tersingkir dari putaran ketiga di tangan Sofia Kenin

Baca juga: Williams: Nike sudah belajar dari kesalahan soal atlet hamil

Serunya bermain tenis meja di dalam Pasar Grogol

Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Clarke tanyai petenis senior untuk kalahkan Federer

Jakarta (ANTARA) – Petenis wildcard Inggris Jay Clarke yang akan menjadi lawan bagi Roger Federer di putaran ketiga mengaku antusias sekaligus khawatir dengan pertandingannya itu.

Sebagai petenis muda yang tumbuh dalam periode kesuksesan Federer, Clarke telah banyak melihat pertarungan Federer selama bertahun-tahun di berbagai arena.

“Aku akan banyak menganalisa. Aku akan mencari pendapat dari beberapa orang, mungkin kepada Andy (Murray) atau beberapa pemain yang pernah melawannya. Aku akan mencari informasi sebanyak mungkin, lalu gunakan teknik terbaik dalam permainan nanti,” tutur petenis kelahiran 1998 itu, melansir atptour.com, Kamis.

Clarke akan meminta saran petenis lain seperti Andy Murray, Kyle Edmund, Daniel Evans dan Marcus Willis untuk mendapat informasi yang mungkin berguna saat melawan petenis pro berusia 37 tahun itu.

Pada awal Juli 1998, Roger Federer memenangkan gelar tunggal putra di Wimbledon dan selang beberapa minggu kemudian Jay Clarke lahir.

Dan pada hari Kamis, keduanya akan saling berhadapan di putaran kedua Wimbledon 2019.

Baca juga: Federer catatkan kemenangan ke-17 di pembukaan Wimbledon

Baca juga: Wilander tidak favoritkan Federer juarai Wimbledon 2019

Seperti banyak orang di seluruh dunia, Clarke tumbuh ketika Federer berkembang menjadi hebat sepanjang masa.

“Aku selalu memperhatikannya, mencoba menyalin banyak hal yang dia lakukan. Ini akan menjadi pertandingan yang menyenangkan. Tidak ada kejutan, saya tahu apa yang diharapkan. Saya telah melihatnya di banyak pertandingan. Aku hanya perlu bersiap-siap,” pungkas Clarke.

Kemenangan empat set melawan petenis kualifikasi dari Amerika Serikat Noah Rubin, menjadi pertandingan keduanya di Grand Slam, sementara Federer sudah mengantongi sebanyak 20 gelar juara utama.

Jadi secara teori, tekanan ada pada Federer dan Clarke kemungkinan akan sulit untuk meneruskan langkahnya ke putaran selanjutnya.

Baca juga: Djokovic butuh 92 menit tembus putaran ketiga

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rybarikova korban kedua petenis muda Gauff di Wimbledon

Jakarta (ANTARA) – Petenis kualifikasi berusia 15 tahun Cori Gauff sukses melanjutkan perjalanan bersejarahnya di Wimbledon dengan mengalahkan Magdalena Rybarikova dalam dua set 6-3, 6-3 untuk menuju putaran ketiga.

Petenis termuda di Era Open ini Gauff terus membuat sejarah di Wimbledon, sebelumnya mengalahkan Venus Williams pada laga pembuka dengan dua set langsung, serta menjadi petenis termuda sejak tahun 1991.

“Tiga hari terakhir ini benar-benar mengejutkan. Ini menunjukkan jika kita bekerja keras, kita bisa mencapai tujuan yang diinginkan. Minggu lalu saya tidak menyangka akan sampai ke titik ini. Ini berarti saya harus siap untuk semuanya,” tutur petenis muda asal Amerika Serikat itu, melansir wtatennis.com, Kamis.

Rybarikova, mantan pemain Top 20 yang gemar bermain di rumput, dikalahkan Gauff yang mencetak 18 winners dan dua ace untuk memastikan tempatnya di putaran ketiga.

Baca juga: Azarenka melenggang ke putaran ketiga setelah tundukkan Tomljanovic

Baca juga: Svitolina ke putaran tiga dengan mudah akibat Gasparyan cedera

“Aku percaya segala sesuatu yang terjadi karena suatu alasan. Orang-orang mengatakan kepada saya untuk terus bekerja keras dan waktunya akan tiba,” katanya.

Gauff tidak menghadapi break point tunggal pada set pembuka, menggunakan permainan menyerang kreatifnya sejak awal melawan Rybarikova.

Selain itu, Gauff juga mampu mengimbangi gaya permainan Rybarikova yang rumit, misalnya dengan menghadang tembakan dari depan net dan sesekali melakukan pukulan jarak jauh layaknya petenis senior.

Pola yang sama juga terjadi pada set kedua, ketika Gauff terus menjaga momentumnya untuk break lebih awal dan meraih keunggulan 2-1.

Dia memiliki sepasang peluang break lainnya pada 3-2, tetapi dia tidak membutuhkannya karena bisa menundukkan Rybarikova dengan memastikan kemenangan dua set langsung.

“Saya pikir bukan karena tenis saya membaik, itu lebih pada strategi. Ini jelas merupakan tantangan,” katanya.

Tantangan bagi Gauff berikutnya adalah Polona Hercog, yang sebelumnya menyingkirkan Madison Keys dengan dua set langsung 6-2, 6-4.

Baca juga: Sharapova dan Muguruza tersingkir, Kvitova sukses melaju

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Petenis remaja Cori “Coco”Gauff kejutkan ayahnya di Wimbledon

Jakarta (ANTARA) – Petenis muda AS berusia 15 tahun, Cori “Coco” Gauff mengejutkan ayah sekaligus pelatihnya di ajang Wimbledon 2019, dimana ia mampu menghadapi berbagai tekanan dan akhirnya melaju ke babak ketiga setelah menaklukkan Magdalena Rybarikova 6-3, 6-3, Rabu (3/7)

“Ini bukan pertama kalinya dia harus menghadapi tekanan, tetapi dia mengejutkan saya dengan beberapa pertarungan yang dia lakukan,” kata ayah yang sekaligus pelatih Gauff, Corey kepada Reuters.

“Pesan saya hari ini, tetap sederhana dan pastikan kamu memukul bola dengan keras, dan memukul bola ke arah sudut.”

Tidak butuh waktu sama sekali bagi Coco untuk melaksanakan instruksi itu, karena ia berhasil menguasai lapangan dengan mengandalkan pukulan backhand.

Bahkan, Coco pun membuktikan bahwa kemenangan mengejutkan atas rekan senegara Venus Williams di babak pertama bukanlah suatu kebetulan setelah menaklukkan Magdalena Rybarikova 6-3 6-3 turnamen tenis Wimbledon, Kamis dinihari WIB untuk melaju ke babak ketiga.

Gauff, pemain termuda yang berhasil mencapai undian utama tunggal putri Wimbledon melalui kualifikasi dan yang termuda yang memenangi babak utama sejak 1991, membuat mantan semi finalis berusia 30 tahun itu tidak bisa berbuat banyak pada pertandingan yang berlangsung di Lapangan Satu.

Meluncur dengan mudah di atas rumput, dia mengambil alih pertandingan dengan mematahkan servis peringkat ke-139 asal Slovakia itu pada gim keenam dan untuk seterusnya memegang kendali pertandingan.

Rybarikova, semi-finalis pada 2017, sepertinya berharap permainan Gauff akan melorot, tapi justru sebaliknya Gauff seperti tidak memperlihatkan dirinya sebagai seorang petenis remaja tanpa pengalaman.

Dengan penuh ketenangan, Coco terus merebut angka demi angka untuk akhirnya mengakhiri perjuangan lawan yang berumur separuh usianya itu.

Kemenangan sensasional atas idolanya dan juara lima kali Venus Williams, serta penampilannya yang lebih mengesankan membuatnya segera menjadi pusat perhatian di All England Club.

Baca juga: Rybarikova korban kedua petenis muda Gauff di Wimbledon

Baca juga: Kejutan besar, Venus tumbang di tangan anak SMA

Pada pertandingan itu, Coco hanya membuat 18 kali kesalahan sendiri dan jarang salah langkah.

“Saya masih tidak percaya dia berusia 15 tahun,” kata John McEnroe, legenda tenis AS pada BBC.

Bahkan, Gauff mengatakan kepada wartawan setelah pertandingan bahwa ia adalah dirinya yang sebenarnya: “Anda bisa memalsukannya sampai Anda berhasil. Tapi saya tidak berpura-pura, setidaknya saat ini.”

Hebatnya, minggu lalu Gauff sedang mempersiapkan ujian sains di sekolahnya sebelum bertolak ke London setelah ia dipastikan mendapat jatah wildcard untuk mengikuti babak kualifikasi.

Sekarang, Gauff pun hanya memerlukan satu kemenangan lagi untuk menjadi petenis termuda yang mencapai babak keempat di Wimbledon setelah Jennifer Capriati yang berusia 14, pada tahun 1990.

Melihat dari cara Coco tampil di panggung tenis terbesar di dunia itu, banyak yang menyatakan keyakinannya bahwa ia bisa bertahan lebih lama dan melangkah lebih jauh.

Rybarikova, yang melorot ke peringkat 139, sudah mulai merasakan langkahnya semakin berat dan pada gim keenam, ketika Gauff berhasil mematahkan pukulan groundstroke-nya pada jeda pertama.

Ketika ditanya wartawan arahan telah diberikan oleh orang tuanya Corey dan Candi, yang bersorak setiap ia meraih angka, Coco hanya berujar: “Sederhana saja. Mereka memberi tahu saya, masih ada pertandingan berikutnya. Turnamen belum berakhir.”

Baca juga: Gauff mengingatkan Serena kepada masa kecilnya
 

Pewarta: Atman Ahdiat
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Djokovic butuh 92 menit tembus putaran ketiga

Jakarta (ANTARA) – Petenis unggulan teratas Novak Djokovic harus melalui putaran kedua selama 92 menit untuk mengalahkan petenis Amerika Denis Kudla 6-3, 6-2, 6-2 untuk mencapai putaran ketiga Wimbledon.

“Konsistensi adalah salah satu kunci dan titik fokus dalam karir Grand Slam saya selama 10 tahun. Tujuan saya adalah bermain terbaik di Grand Slam. Kualitas tenis yang saya hasilkan di Slam cukup tinggi. Itulah yang memungkinkan saya mendapatkan hasil seperti ini,” kata Djokovic menurut atptour.com, Kamis.

Petenis Serbia itu selanjutnya akan bertemu petenis Polandia Hubert Hurkacz di Grand Slam kedua kalinya berturut-turut.

Petenis berusia 22 tahun itu lolos pada Final Next Gen ATP tahun lalu dengan mengalahkan petenis Argentina Leonardo Mayer 6-7(4), 6-1, 7-6(7), 6-3 dan masuk ke putaran ketiga sebuah Grand Slam untuk pertama kalinya.

Djokovic dan Hurkacz bertemu di putaran pertama Roland Garros, dengan hasil kemenangan dua set langsung bagi Djokovic.

“Itulah satu-satunya penjelasan yang bisa aku pikirkan. Saya tidak berpikir ada sesuatu yang khusus tentang Wimbledon atau Slam lainnya. Hanya saja saya mencoba untuk benar-benar mempersiapkan diri dan berusaha untuk mencapai puncak di Slam, apa pun permukaannya,” katanya.

Baca juga: Azarenka melenggang ke putaran ketiga setelah tundukkan Tomljanovic

Baca juga: Svitolina ke putaran tiga dengan mudah akibat Gasparyan cedera

Baca juga: Nadal atasi pertemuan pertama Sugita di pembukaan Wimbledon

Serunya bermain tenis meja di dalam Pasar Grogol

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Novak Djokovic melaju ke babak ketiga Wimbledon

Petenis Serbia Novak Djokovic mengembalikan bola ke arah lawannya petenis Amerika Serikat Denis Kudla pada babak kedua Wimbledon di All England Lawn Tennis dan Croquet Club, London, Kamis (4/7/2019) dini hari. Djokovic melaju ke putaran selanjutnya setelah menang dengan skor 6-3 6-2 6-2. ANTARA FOTO/REUTERS/Andrew Couldridge/pras.

Petenis remaja 15 tahun Cori Gauff melangkah ke babak ketiga Wimbledon

Petenis Amerika Serikat Cori Gauff mengembalikan bola ke arah lawannya petenis Slovakia Magdalena Rybarikova pada babak kedua Wimbledon di All England Lawn Tennis dan Croquet Club, London, Kamis (4/7/2019) dini hari. Cori Gauff yang mengalahakn Venus Williams di babak pertama itu melaju ke putaran selanjutnya setelah menang dengan skor 6-3 6-3. ANTARA FOTO/REUTERS/Hannah McKay/pras.

Christopher Rungkat dan Hsieh tak biarkan lawan menang mudah

Jakarta (ANTARA) – Petenis Indonesia Christopher Rungkat dan pasangannya Hsieh Cheng-Peng dari Taiwan tidak membiarkan lawan mereka Jurgen Melzer dan Oliver Marach meraih kemenangan dengan mudah pada putaran pertama turnamen Grand Slam Wimbledon, Rabu malam WIB.

Pasangan tersebut bangkit untuk menyamakan kedudukan setelah kehilangan dua set pertama, namun kalah dalam set penentuan melawan unggulan 14 asal Austria tersebut dengan skor akhir 3-6, 4-6, 6-1, 6-2, 9-11.

Ganda Austria itu menghasilkan tujuh as dibanding Christo dan pasangannya yang hanya menorehkan tiga, namun unggulan 14 itu melakukan sembilan kesalahan sendiri ketimbang enam yang dilakukan ganda asal Asia tersebut.

Baca juga: Christopher Rungkat awali Wimbledon lawan unggulan 14

Pertandingan yang berlangsung di Lapangan 5 di All England Club, London, Inggris tersebut berlangsung selama lebih dari tiga jam.

Pertemuan di turnamen Grand Slam lapangan rumput tersebut merupakan pertemuan pertama bagi kedua pasangan.

Sebelumnya dalam rilis yang diterima menjelang pertandingan, Christo mengatakan bahwa ia lebih percaya diri menghadapi Wimbledon setelah sebelumnya tampil pada Grand Slam Frech Open.

“Pengalaman berlaga di Roland Garros tentunya menjadi pelajaran berharga. Saya menjadi lebih percaya diri menghadapi turnamen ini,” katanya.

Baca juga: Azarenka melenggang ke putaran ketiga setelah tundukkan Tomljanovic
Baca juga: Nadal atasi pertemuan pertama Sugita di pembukaan Wimbledon

 

Emas ke-10 yang sempurna persembahan Aldila dan Christopher

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Azarenka melenggang ke putaran ketiga setelah tundukkan Tomljanovic

Jakarta (ANTARA) – Mantan petenis peringkat satu dunia Victoria Azarenka melenggang ke putaran ketiga Wimbledon, setelah menaklukkan petenis Australia Ajla Tomljanovic dengan skor 6-2, 6-0 dalam pertandingan putaran kedua yang berlangsung di All England Lawn Tennis and Croquet Club, London, Inggris, Rabu.

Petenis non unggulan berusia 29 tahun asal Belarus itu tampil gemilang dan unggul tenaga atas lawannya, untuk membuat ia berpeluang berhadapan dengan petenis Romania Simona Halep dalam pertandingan selanjutnya, demikian dilansir Reuters.

Catatan kemajuan juara Grand Slam dua kali Azarenka sejak kembali ke dunia tenis profesional dua tahun silam terasa lambat ketimbang spektakuler. Ia pun masih terlibat perseteruan hukum dengan mantan pasangannya.

Namun terdapat tanda-tanda bahwa dirinya telah menemukan kembali bentuk permainan dan semangat yang membawanya ke semifinal Wimbledon pada 2011 dan 2012, serta penampilan di perempat final pada 2009 dan 2015.

Tomljanovic, yang menghuni peringkat 49 dunia, terlihat sangat tidak mampu mengimbangi permainan Azarenka.

Azarenka, yang menang atas Alize Cornet pada putaran pertama, tampil di putaran ketiga Grand Slam untuk ketiga kalinya sejak kembali mengikuti Tur pada Juni 2017.

Baca juga: Svitolina ke putaran tiga dengan mudah akibat Gasparyan cedera
Baca juga: Murray dan Serena intip calon lawan

Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pliskova tundukkan juara olimpiade Puig di putaran kedua

Jakarta (ANTARA) – Petenis unggulan ketiga Karolina Pliskova tampil mengesankan di putaran kedua Wimbledon dengan mengalahkan juara Olimpiade 2016 Monica Puig dengan kemenangan langsung 6-0, 6-4.

“Saya merasa hari ini jauh lebih baik dibanding putaran pertama. Memang sedikit kesulitan tapi saya pikir itu normal. Dia juga memiliki beberapa kesempatan untuk bermain tenis yang bagus,” tutur Pliskova menurut wtatennis.com, Rabu.

Dia tidak terkalahkan sejak kalah dari Kristyna di Nature Valley Classic (Birmingham Open) dan terlihat lebih kuat di Wimbledon.

Pliskova sempat kewalahan di akhir putaran pertamanya melawan Zhu Lin, tetapi ia tidak mengulangi kesalahan yang sama saat meladeni Puig, yang berhasil ditundukkan dalam durasi 60 menit.

Secara keseluruhan, dia mencetak sembilan ace dan 23 winners dan hanya melakukan enam kesalahan, dan sementara Puig menciptakan 21 kesalahan dan hanya tujuh winners.

Selanjutnya di putaran ketiga dia akan dihadang unggulan ke-28 Hsieh Su-wei, yang mengalahkan Kirsten Flipkens pada hari sebelumnya.

Pertemuan keduanya akan menjadi pertandingan ulang dari pertandingan di Dubai Open.

“Pasti rumit, kami sempat bertemu dua kali di lapangan keras. Mari kita lihat apa yang akan terjadi di (lapangan) rumput,” katanya.

Baca juga: Pliskova tumpas Kerber untuk juarai Eastbourne International

Baca juga: Karolina Pliskov naik ke peringkat kedua dunia

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Stan Wawrinka tumbang lewat pertandingan lima set

London, Inggris (ANTARA) – Juara turnamen tenis Grand Slam tiga kali, Stan Wawrinka, tersingkir dari Wimbledon, Rabu, setelah gagal menyelesaikan pertandingan lima set dan takluk kepada petenis jangkung (2,1 meter) Reilly Opelka.

Wawrinka yang dua kali menjadi perempat-finalis Wimbledon itu menyerah 5-7, 6-3, 6-4, 4-6, 6-8 kepada lawannya yang asal Amerika Serikat yang menjadi atlet paling tinggi dalam tenis dan berselisih 13 tahun lebih muda dari Wawrinka.

Opelka melepaskan 23 servis as dan 59 pukulan winner untuk melenggang ke babak berikutnya guna menghadapi pemenang pertandingan runner up edisi 2016 Milos Raonic dari Kanada dan Robin Haase dari Belanda.

Baca juga: Murray dan Serena intip calon lawan

Opelka lolos ke babak ketiga sebuah turnamen Grand Slam yang untuk pertama kalinya dia capai dengan tidak pernah menang dalam pertandingan di lapangan rumput selama karirnya sebelum berlaga di Wimbledon.

Wawrinka mendapatkan sambutan hangat penonton setelah memeluk hangat hakim garis menyusul tabrakan tidak sengaja dengan dia ketika Wawrinka berlari kencang untuk ancang-ancang melepaskan backhand.

“Saya agak terlalu jauh saat mengembalikan serve. Saya kira saya menabraknya, jadinya saya yakin dia kesakitan dan tidak senang, oleh karena itu saya hadiahkan pelukan kecil,” kata petenis Swiss itu seperti dikutip AFP.

Baca juga: Sharapova dan Muguruza tersingkir, Kvitova sukses melaju

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Svitolina ke putaran tiga dengan mudah akibat Gasparyan cedera

Jakarta (ANTARA) – Unggulan delapan Elina Svitolina meningkat ke melangkah ke ketiga turnamen tenis Wimbledon pada Rabu secara mudah akibat lawannya dari Rusia yaitu Margarita Gasparyan berhenti di akhir set kedua karena cedera.

“Jujur, aku sedikit terkejut. Tidak begitu menyenangkan untuk menang ketika lawan terluka seperti itu. Itu membuatmu sedikit kecewa. Terjadi seperti itu dan tentu sangat disayangkan,” kata Svitolina melansir wtatennis.com, Rabu.

Setelah gagal melakukan servis pada set pembuka dengan skor 4-2, Gasparyan sempat memimpin satu set dengan 7-5, hingga akhirnya Svitolina memulai serangan balik saat skor 3-1.

Walau awalnya Gasparyan tampak siap untuk kembali membuat Svitolina kecewa untuk kedua kalinya musim panas ini, namun akhirnya dia harus menyerah akibat masalah fisik di akhir set kedua.

Gasparyan sudah hampir menang dari Svitolina dengan hanya kurang dua poin untuk menyelesaikan set keduanya. Namun saat skor set kedua 5-4, dia mulai merasakan ada yang salah dengan kakinya.

Gasparyan tidak menerima jeda penanganan medis dan melanjutkan pertandingan, yang segera berdampak pada kehilangan servis dan tidak bisa melanjutkan pertandingan dan berakhir dengan skor 7-5 dan 5-6

“Saya hanya fokus ke pertandingan. Dia bermain dengan hebat dan benar-benar memukul bola dengan sangat baik,” kata Svitolina.

Svitolina selanjutnya akan berhadapan dengan unggulan nomor 31 Maria Sakkari, yang mengalahkan petenis Ceko Marie Bouzkova dengan skor 6-4, 6-1.

“Ini akan menjadi pertandingan yang sulit. Saya tahu dia mengalami peningkatan performa secara besar-besaran selama beberapa tahun terakhir, dan dia bisa memainkan pertandingan dan turnamen besar,” kata petenis Ukraina itu.

Baca juga: Melaju ke perempat final, Naomi Osaka akan hadapi Svitolina

Baca juga: Stephens dan Svitolina akan berhadapan di puncak WTA Finals

Serunya bermain tenis meja di dalam Pasar Grogol

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Murray dan Serena intip calon lawan

London, Inggris (ANTARA) – Duo all-star mantan petenis nomor satu dunia Andy Murray dan Serena Williams akan menjajal pasangan ganda campuran Jerman-Chile, Andreas Mies dan Alexa Guarachi, pada babak pertama ganda campuran Wimbledon.

Mies (28) tampil segar setelah membangun kemitraan besar dengan Kevin Krawietz untuk menjuarai ganda putra French Open setelah mengalahkan andalan tuan rumah Prancis Jeremy Chardy dan Fabrice Martin dengan straight set.

Guarachi yang kelahiran Amerika Serikat dan sama berusia 28 tahun, punya catatan lebih lumayan meskipun menjuarai ganda putri Swiss Open tahun silam dan mencapai final Piala Istanbul musim ini.

Murray yang melonggarkan langkahnya kembali ke lapangan tenis karena masalah cedera panggul, telah memutuskan berpasangan dengan Serena Williams dalam kemitraan all-star, Selasa kemarin.

“Akan hebat. Cuma bisa senang bugar dan sehat kembali,” kata Murray kepada STV. “Setelah apa yang terjadi tahun lalu atau seterusnya, Anda tak pernah tahu apa yang terjadi nanti, makanya ini kesempatan besar. Saya menantikan ini.”

Petenis berusia 32 tahun yang menjuarai dua dari tiga nomor tunggal Grand Slam di Wimbledon itu sudah lebih dulu memastikan turun pada nomor ganda putra Wimbledon dengan menggandeng petenis Prancis Pierre-Hugues Herbert sebagai pasangannya.

Baca juga: Sharapova dan Muguruza tersingkir, Kvitova sukses melaju dan Tekanan tak halangi Bertens menangi putaran pertama Wimbledon

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kejuaraan tenis Baveti Indonesia Open 2019 naik tingkat

Jakarta (ANTARA) –
Kejuaraan tenis khusus untuk atlet senior/veteran dengan tajuk “2019 Baveti Indonesia Open” di Elite Club Epicentrum, Rasuna, Jakarta, 31 Juli-4 Agustus dipastikan naik tingkat jika dibandingkan dengan kejuaraan yang sama edisi 2017.

“Ini merupakan kesempatan untuk meraih ITF Seniors point yang cukup signifikan. Kalau pada tahun 2017 dengan Grade 5, juara memperoleh 40 poin, sekarang dengan Grade 2 juara dapat memperoleh 120 poin,” kata Ketua panitia pelaksana kejuaraan Johnny Lontoh dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, dengan naiknya tingkat atau Grade bakal menjadi daya tarik tersendiri bagi petenis senior usia di atas 40 tahun. Bahkan pihaknya telah menerima pendaftaran petenis dari beberapa negara seperti Argentina, Ghana, Inggris, Hong Kong, China, India, Amerika, Australia, Thailand, Singapura dan Malaysia.

“Sejumlah Pengurus Provinsi Baveti (Barisan Atlet Veteran Tenis Indonesia) juga sudah siap menerjunkan petenis-petenis veteran mereka pada kejuaraan internasional ini,” katanya menambahkan.

Kejuaraan yang masuk edisi kedua dan masuk mata rantai dari ITF Seniors Circuit 2019 itu akan mempertandingkan nomor tunggal dan ganda dan memperebutkan hadiah sebesar US$ 12.000 atau setara dengan Rp171.600.000.

“Adapun kelompok usia yang dipertandingkan baik tunggal maupun ganda adalah untuk pria 40+, 45+, 50+, 55+, 60+, 65+ dan 70+. Untuk wanita adalah 40+, 50+ dan 60+,” kata Direktur Turnamen “2019 Baveti Indonesia Open”, Samudra Sangitan.

Menurut dia, pengelompokan nomor yang pertandingkan sesuai dengan aturan Federasi Tenis International (ITF Seniors) yang berlaku saat ini.

Sementara itu, Ketua Umum PP Baveti Theo L Sambuaga mengatakan kejuaraan bergengsi khusus atlet senior atau veteran ini dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74.

“Kami berharap kejuaraan tahun ini bisa sukses seperti kejuaraan yang sama sebelumnya,” kata mantan Menteri Negara Perumahan Rakyat dan Permukiman Indonesia pada era Kabinet Reformasi Pembangunan itu.

Baca juga: Atlet veteran gelar Kejurnas pertama kali di Surakarta

Baca juga: Baveti bidik 100 pemain dalam IIMSTC 2017

Serunya bermain tenis meja di dalam Pasar Grogol

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sharapova dan Muguruza tersingkir, Kvitova sukses melaju

Jakarta (ANTARA) – Dua mantan juara Maria Sharapova dan Garbine Muguruza tersingkir dari Wimbledon pada Rabu pagi WIB, namun juara dua kali Petra Kvitova tidak mengikuti jejak mereka.

Sharapova sedang tertinggal 6-4, (4) 6-7, 0-5 dari petenis Prancis Pauline Parmentier, ketika ia harus mengundurkan diri karena cedera.

Mantan petenis peringkat satu dunia tersebut, yang kini menghuni peringkat 80, baru pulih dari cedera bahu kanan yang dideritanya pada bulan lalu. Namun, kali ini ia didera cedera pada lengannya.

“Saya memiliki sejarah bermasalah dengan tendon pada lengan kiri saya, dan hal itu kambuh pada set pertama,” ucapnya kepada para pewarta seperti dilansir Reuters.

“Ini tidak mudah. Saya menempatkan diri di tempat yang cukup bagus untuk menjadi bagian ajang ini, dan ini bukan hal yang saya inginkan,” imbuhnya.

Ini merupakan kedua kalinya secara beruntun ia harus terdepak pada putaran pertama Wimbledon.

Petenis Spanyol Muguruza, yang merupakan kampiun dua tahun silam, takluk 4-6, 4-6 dari petenis kualifikasi asal Brazil Beatriz Haddad Maia.

Ia sama sekali tidak terlihat seperti petenis yang mampu menaklukkan Venus Williams untuk mengamankan gelar di Inggris, ketika ia berhadapan dengan lawannya yang menghuni peringkat 121 dunia.

Kekalahan terus menjadi momok bagi petenis 25 tahun tersebut, yang tidak pernah mampu melewati putaran keempat dalam lima Grand Slam terakhirnya.

Petenis Ceko Kvitova absen bermain sejak Mei karena cedera pada lengannya, namun ia mampu lolos ke putaran kedua berkat kemenangan 6-4, 6-2 atas petenis Tunisia Ons Jabeur.

Kvitova, yang menjadi juara Wimbledon pada 2011 dan 2014, selanjutnya akan berhadapan dengan petenis Prancis Kristina Mladenovic di putaran kedua.

“Setiap hari terdapat rasa sakit dan kelelahan pada otot saya. Hal bagusnya adalah tidak ada rasa sakit pada tempat dimana terdapat robekan (otot),” tuturnya saat ditanyai mengenai kondisi kebugarannya.

Dari enam mantan juara, kini tinggal tersisa tiga orang yang masih berlaga setelah juara lima kali Venus Williams secara sensasional ditaklukkan petenis muda Cori Gauff pada Senin.

Baca juga: Kejutan besar, Venus tumbang di tangan anak SMA

Selain Kvitova, dua mantan juara yang tersisa adalah Angelique Kerber dan juara tujuh kali Serena Williams.

Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tekanan tak halangi Bertens menangi putaran pertama Wimbledon

Jakarta (ANTARA) – Kiki Bertens memulai kampanyenya di Wimbledon 2019 dengan kemenangan langsung atas Mandy Minella 6-3, 6-2 di putaran pertama dengan mencetak 11 winners dan dua ace.

Perempat finalis tahun lalu itu masuk ke Wimbledon tahun ini dengan lebih banyak kemenangan di atas lapangan rumput dari pada musim sebelumnya, setelah mencapai final di Hertogenbosch dan semifinal Eastbourne pekan lalu.

“Saya pikir itu menjadi tantangan yang baik lagi,” ujar petenis asal Belanda itu melansir wtatennis.com, Rabu.

Bertens memulai dengan membangun percaya diri saat melawan Minella, dan kedua pemain pun tidak mengendurkan pola permainan.

Baca juga: Bertens tundukkan bintang tuan rumah di putaran pertama

Bertens beringsut memimpin setelah tiga break berturut-turut, menghasilkan angka 4-2 dan memperpanjang keunggulannya menjadi 5-3, hingga akhirnya mencetak 6-3 di set pembuka dalam 32 menit.

Namun, Bertens berada di bawah tekanan lagi pada awal set kedua, melawan break point pada 1-1. Dia pun menaikkan levelnya semakin dan semakin banyak seiring dengan berlalunya set, dan berjuang melalui pertandingan maraton di 2-2, membutuhkan hampir enam menit untuk mengkonversi pada kesempatan kelima.

Petenis unggulan ke-4 ini selanjutnya akan menghadapi petenis Amerika Taylor Townsend yang menang 6-2, 6-3 melawan Arina Rodionova di putaran pertama.

Baca juga: Menang mudah atas Halep, Bertens juara Madrid Open

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Federer catatkan kemenangan ke-17 di pembukaan Wimbledon

Jakarta (ANTARA) – Sempat tertinggal di set pertama, petenis Swiss Roger Federer​​ akhirnya bisa menundukkan petenis Afrika Selatan Lloyd Harris dengan 3-6, 6-1, 6-2, 6-2 dalam ajang pembuka Wimbledon, menambah catatan kemenangan putaran pertamanya di turnamen tenis grand slam itu menjadi 17 kali berturut-turut.

Unggulan kedua itu bisa mematahkan enam servis milik Harris, petenis muda 22 tahun yang melakoni aksi pertamanya di Wimbledon, menurut laporan atptour.com, Rabu.

“Saya merasa bermain lambat dan dia bagus dalam mengembalikan pukulan. Tapi mungkin dengan pengalaman, saya tetap tenang. Saya tahu bahwa saya punya kelebihan yang bisa digunakan, trik-trik lain. Saya hanya perlu mengulur waktu,” tutur petenis berusia 37 tahun itu.

Dalam pertandingan ini, Harris sempat mengamankan set pertama, tapi Federer lebih tenang dan dengan cepat menyerang, yang langsung berdampak pada menurunnya permainan Harris.

Federer memenangkan 29 dari 31 poin bersih (94%) di pertandingan dan berakhir dengan 41 winners serta hanya melakukan 14 kesalahan.

Federer di putaran kedua akan bertemu Brit Jay Clarke untuk pertama kalinya.

Clarke mengalahkan petenis Amerika Noah Rubin 4-6, 7-5, 6-4, 6-4 pada putaran pertama.

“Jujur saja, saya sama sekali tidak memikirkannya. Saya tahu betapa sulitnya bermain dengan Federer. Jika bisa mengalahkannya maka itu adalah kemenangan yang bagus. Dia menjadi motivasi tambahan untuk dilewati,” tutur Clarke saat ditanya soal peluangnya melawan Federer.

Baca juga: Federer dipromosikan jadi unggulan kedua di Wimbledon
Baca juga: Wilander tidak favoritkan Federer juarai Wimbledon 2019

Serunya bermain tenis meja di dalam Pasar Grogol

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Nadal atasi pertemuan pertama Sugita di pembukaan Wimbledon

Jakarta (ANTARA) – Rafael Nadal dengan mudah mengatasi pertemuan pertamanya dengan petenis kualifikasi asal Jepang Yuichi Sugita melalui skor 6-3, 6-1, 6-3.

“Itu awal yang baik bagi saya, menang dalam tiga set langsung melawan pemain yang tahu cara bermain di rumput. Dia pernah memenangkan sebuah turnamen, menang melawan petenis bagus di lapangan rumput. Jadi ini adalah awal yang positif bagi saya,” tutur Nadal mengutip atptour.com, Rabu.

Nadal tetap mampu menjaga konsistensi permainannya meski tidak turun ke lapangan sejak mengklaim gelar Roland Garros ke-12 di bulan lalu.

Baca juga: Kyrgios diprediksi bertemu Nadal pada putaran kedua Wimbledon

Baca juga: Nadal tak perlu pemanasan Wimbledon

Meski Sugita pernah berada di peringkat 247 ATP, ia adalah lawan yang sulit, dengan catatan memenangkan Antalya dua tahun lalu dan naik ke urutan ke-36.

Nadal mematahkan servis Sugita enam kali, sementara ia hanya dipatahkan satu kali, dan itu terjadi pada gim pertama pertandingan.

Hal yang paling mengesankan ialah Nadal memenangkan 46 persen dari poin servis pertamanya, membuat pemain Jepang berusia 30 tahun itu tidak mendapatkan banyak poin.

Sesuai prediksi, petenis Spanyol itu akan bertemu dengan petenis Australia Nick Kyrgios di putaran kedua.

Putaran kedua Wimbledon akan menjadi pertandingan ketujuh keduanya, dengan catatan kemenangan keduanya imbang 3-3. Kyrgios mengalahkan Nadal di Acapulco awal tahun ini, dan juga di Wimbledon tahun 2014.

“Saya akan bermain melawan pemain top berbakat, pemain yang sangat berbahaya. Dia lawan yang sangat berbahaya, saya tahu itu. Sehingga saya harus 100 persen. Putaran kedua sepertinya tidak mudah untuk dilalui,” kata Nadal.

Baca juga: Nadal nikmati kemenangan ke-12 French Open

Baca juga: Nadal tundukkan Thiem demi rekor gelar ke-12 French Open

Serunya bermain tenis meja di dalam Pasar Grogol

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kyrgios diprediksi bertemu Nadal pada putaran kedua Wimbledon

Jakarta (ANTARA) – Setelah melewati pertandingan putaran pertama dengan sulit, petenis Australia Nick Kyrgios diprediksi akan bertemu lawan bebuyutannya yaitu Rafael Nadal pada putaran kedua turnamen tenis Wimbledon.

Pada putaran pertama, Kyrgios mengalahkan rekan senegaranya Jordan Thompson dengan skor 7-6(4), 3-6, 7-6(10), 0-6, 6-1 dalam waktu tiga jam dan 26 menit, demikian menurut atptour.com, Selasa.

Dalam pertandingan tersebut Kyrgios unggul secara teknis, namun nyatanya Thompson cukup lihai dalam mengambil keuntungan dari kesalahan yang kerap dilakukan petenis peringkat 43 itu.

Kyrgios yang kerap kehilangan fokus dengan cepat dibalas Thompson dengan mencetak angka.

Sadar dengan kesalahannya, Kyrgios mengunci posisi di sisi samping lapangan untuk menghasilkan pukulan pendek untuk memupuk balik angka dari Thompson.

Sementara itu, agar bisa bertemu Kyrgios, Nadal terlebih dulu harus mengalahkan Yuichi Sugita dari Jepang dalam pertandingan pembuka.

Jika mereka bertemu, itu akan menjadi pertandingan Head2Head FedEx ATP ketujuh mereka dengan catatan sebelumnya imbang 3-3.

Kyrgios sempat mengalahkan Nadal di Acapulco awal tahun ini dan di Wimbledon tahun 2014.

Baca juga: Barty melenggang lalui putaran pertama Wimbledon

Baca juga: Christopher Rungkat awali Wimbledon lawan unggulan 14
 

Serunya bermain tenis meja di dalam Pasar Grogol

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Barty melenggang lalui putaran pertama Wimbledon

Jakarta (ANTARA) – Dalam pertandingan Grand Slam pertamanya sebagai peringkat satu dunia, petenis Australia Ashleigh Barty dengan mudah melewati petenis China Zheng Saisai dengan skor 6-4, 6-2 di putaran pembuka Wimbledon, Selasa.

Catatan kemenangan Barty pun bertambah usai pertandingan berdurasi 75 menit itu, menjadi 4-0 melawan peringkat ke-43, menurut laporan wtatennis.com, Selasa.

Barty memenangkan sebesar 86 persen poin pada servis pertamanya, dan mengonversi tiga dari enam break pointnya selama pertandingan, termasuk mencetak 16 winners dan 11 untuk Zheng.

Selanjutnya Barty akan menghadapi petenis Belgia Alison van Uytvanck di babak kedua, yang di putaran pertama mengalahkan juara Grand Slam dua kali Svetlana Kuznetsova dari Rusia dengan skor 6-4, 4-6, 6-2.

Barty sedangan dalam kondisi terbaiknya, bahkan memperpanjang catatan kemenangannya menjadi 13 pertandingan berturut-turut, meliputi gelar juara tunggal putri Grand Slam pertamanya di Roland Garros, serta perebutan gelarnya di Birmingham yang menariknya ke puncak peringkat WTA.

Baca juga: Azarenka kalahkan Cornet, maju ke putaran kedua

Baca juga: Christopher Rungkat awali Wimbledon lawan unggulan 14

Baca juga: Naomi Osaka juga terjungkal

Serunya bermain tenis meja di dalam Pasar Grogol

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Petenis Indonesia amankan tiket putaran kedua Thamrin Cup

Jakarta (ANTARA) – Sejumlah petenis junior mengamankan langkah ke putaran kedua Thamrin Cup 2019, setelah mengatasi permainan lawan-lawannya dalam pertandingan putaran pertama yang dimainkan di Lapangan Tenis Gelora Mahasiswa Sumantri Brodjonegoro dan Klub Kelapa Gading, Jakarta, Selasa.

Petenis putri Niken Ferlyana Kusumaningtyas menundukkan petenis Malaysia Sze Xuan Lim dengan skor 2-6, 6-2, 6-1. Sementara Nadya Dhaneswara menang menang 6-2, 6-1 atas petenis Taiwan Hong Yu Chen.

Kemenangan juga diraih Fatima Andwidatu Wardoyo yang mengandaskan perlawanan petenis Malaysia Hui Yii Soo dengan skor 7-5, 6-7 (7), 6-1. Fitriana Sabrina mengalahkan kompatriotnya, Nur Rosida Mega Hadiati, dengan skor meyakinkan 6-1, 6-0.

Kemenangan juga menjadi milik Keishia Saridevi Sugiarta, Aurelia Azzahra Putri, Aulia Risma Widyaningsih, Cartika Wisesha Dewi Larasati, dan Felicia Halim.

Sementara pada kategori putra, terdapat sembilan petenis yang mengunci langkah ke putaran selanjutnya, yakni Rifqy Sukma Ramadan Sumiarsa, Lucky Chandra Kurniawan, Justin Kuo, Tegar Abdi Satrio Wibowo, Claudio Renardi Lumanao, Gunawan Trismuwantara, Daniel Gunawan, Muhammad Rizal Muzaqir, dan Jerall Yasin.

Berikut hasil-hasil pertandingan Thamrin Cup 2019 pada Selasa:

Putri
Diandra Puti Avantia vs Rachel Megan Peters (Inggris Raya) 4-6, 3-6
Ke Shuan Jang (Taiwan) vs Diah Ayu Novita Yosri Saputri (Indonesia) 6-0, 7-6 (3)
Nea Pieroeli (Indonesia) vs Lenien Jamir (India) 6-0, 7-6 (5)
Nadya Dhaneswara (Indonesia) vs Hang Yu Chen (Taiwan) 6-2, 6-1
Hui Yii Soo (Malaysia) vs Fatima Andwidatu Wardoyo (Indonesia) 5-7, (7)7-6, 1-6
Yuyun Chen (Taiwan) vs Carolina Martha Sanjaya (Indonesia) 6-0, 6-2
Vineetha Mummadi (India) vs Putu Kevalaih Pribadi (Indonesia) 6-2, 6-4
Justmin Da Costa (Indonesia) vs Fang An Lin (Taiwan) 2-6, 0-6
Nur Rosida Mega Hadiati (Indonesia) vs Fitriana Sabrina (Indonesia) 6-1, 6-0
Hsing Ju Sung (Taiwan) vs Anggi Dwi Hidayati (Indonesia) 6-4, 4-6, 6-3
Diandra Puti Avantia (Indonesia) vs Rachel Megan Peters (Inggris Raya) 4-6, 3-6
Yi Wendan Zhu (China) vs Keisha Saridevi Sugiarta (Indonesia) 0-6, 0-6
Aurelia Azzahra Putri (Indonesia) vs Dainhee Kim (Korea Selatan) 6-0, 6-0
Bella Ayu Septiani (Indonesia) vs Aulia Risma Widyaningsih (Indonesia) 0-6, 1-6
Cartika Wisesha Dewi Larasati (Indonesia) vs Samantha Edison (Indonesia) 6-2, 6-0
Felicia Halim (Indonesia) vs Jeanette Angela Hartono (Indonesia) 6-2, 6-1

Putra
Rifqy Sukma Ramadan Sumiarsa (Indonesia) vs Taentawan Taddeo (Thailand) 6-2, 6-2
Nathan Anthony Barki (Indonesia) vs Lucky Chandra Kurniawan (Indonesia) 2-6, 1-6
Justin Kuo (Indonesia) vs Jeremy Morgan Isman (Indonesia) 6-0, 6-0
Yoshinobu Nakatsuji (Jepang) vs Brandon Suryana (Indonesia) 6-3, 6-0
Akhilendran Indrabalan (India) vs Nicholas Eleazar Widyaputra (Indonesia) 6-4, 6-3
Nauvaldo Jati Agatra (Indonesia) vs Mitsuki Wei Kang Liong (Malaysia) (4)6-7, 6-7
Thomas Brun (Swiss) vs Owisa Makuta Annas (Indonesia) 6-0, 6-0
Faried Widyarohmashiansyah (Indonesia) vs Rohan Srivasta (India) 4-6, 6-4, 3-6
Louis Maha Vio Deo Tarigan (Indonesia) vs Arjun Sriram (AS) 1-6, 1-6
Kai I Wang (Taiwan) vs Tegar Abdi Satrio Wibowo (Indonesia) 5-7, retire
Claudio Renardi Lumanao (Indonesia) vs Eric Padgham (Australia) 7-6 (3), 2-6, 7-5
Gunawan Trismuwantara (Indonesia) vs Hayden Khoo Menon (Malaysia) 6-2, 6-4
Daniel Gunawan (Indonesia) vs Maenav Jain (India) 6-7 (3), 6-1, 6-2
Dhruv Tangri (India) vs Kareem Abdul Hakim (Indonesia) 7-6(4), 6-3
Cameron Austin Chang (AS) vs Muhammad Rizal Muzaqir (Indonesia) 5-7, 0-6
Jerall Yasin (Indonesia) vs Deepender Grewal (India) 4-6, 7-6 (0)

Baca juga: Indonesia borong gelar juara Thamrin Cup 2017

Baca juga: Rifanty bersiap hadapi turnamen ITF di Hawaii

Baca juga: Nadia/Arianne taklukkan pasangan Afsel untuk menjuarai Jakarta 15K

Serunya bermain tenis meja di dalam Pasar Grogol

Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Azarenka kalahkan Cornet, maju ke putaran kedua

Jakarta (ANTARA) – Untuk ke-12 kali dalam 13 penampilannya sepanjang karir, Victoria Azarenka maju ke putaran kedua turnemen tenis Wimbledon.

Petenis Belarusia itu mengalahkan Alizé Cornet dari Prancis untuk menutup pertandingan Senin di Lapangan 12, dengan kemenangan 6-4, 6-4, dalam waktu hampir 90 menit.

Dengan kemenangan tersebut, Azarenka meningkatkan rekor pertemuan (head-to-head) melawan Cornet menjadi 6-0, mencatat kemenangan dalam pertemuan pertama kedua pemain di lapangan rumput dan pertandingan pertama dalam lebih dari tiga tahun.

“Saya merasa kualitas pertandingan ini cukup baik. Putaran pertama bisa saja sulit, terutama di lapangan rumput. Menunggu seperti sepanjang hari untuk pertandingan ini juga perlu sedikit penyesuaian dan menegangkan. Anda ingin masuk ke lapangan dan bermain dan sebagainya,” kata Azarenka seperti dikutip dari laman WTA Tour, Selasa.

“Saya merasa pertandingan-pertandingan pertama adalah sesuatu yang Anda inginkan untuk mengawali turnamen dan semua pemain agak tegang melihat bagaimana Anda melakukannya.

“Saya merasa memulai pertandingan dengan sangat baik, dan saya sedikit tersendat pada set pertama, tetapi saya bangkit kembali dengan sangat baik dan seperti menginjak gas, dan benar-benar tidak membiarkan terkejar.”

Azarenka menempatkan dirinya memimpin saat ia mematahkan servis Cornet pada gim pertama masing-masing set, tapi perlu menahan beberapa perlawanan keras petenis Prancis itu untuk menang dua set langsung.

Cornet mematahkan servis pada break point keempatnya pada gim keenam set pertama, dan kemudian mempertahankan servisnya untuk unggul lebih dulu, namun Azarenka akhirnya memenangi 12 dari 14 poin terakhir untuk lolos pada set pertama.

Pada set kedua, Azarenka dipaksa menyelamatkan dua break point saat ia melakukan servis untuk menyudahi pertandingan, satu-satunya peluang bagi Cornet untuk bertahan pada set tersebut, namun Azarenka lolos dengan aman.

Dua kali juara Grand Slam itu menghasilkan hampir dua kali lebih banyak dari total winner Cornet dalam pertandingan tersebut, mencetak 28 dibanding 18 yang ditorehkan Cornet, dengan 22 kesalahan sendiri dibanding 17 yang dilakukan Cornet.

Selanjutnya Azarenka akan bertemu dengan petenis Australia Ajla Tomljanovic, yang hanya kehilangan empat gim untuk mengalahkan unggulan 29 dan perempat finalis 2018 Daria Kasatkina, 6-3, 6-1.

Baca juga: Azarenka sempat khawatir tutup karir gara-gara hamil

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Christopher Rungkat awali Wimbledon lawan unggulan 14

Jakarta (ANTARA) – Petenis Indonesia Christopher Rungkat yang berpasangan dengan Hsieh Cheng-Peng dari Taiwan akan mengawali laga mereka pada turnamen Grand Slam Wimbledon melawan unggulan 14 Oliver Marach/Jurgen Melzer dari Austria.

Kedua pasangan akan berlaga pada putaran pertama di lapangan rumput Wimbledon, Rabu (3/6).

“Saya telah memanfaatkan setiap peluang dengan maksimal selama dua tahun terakhir ini untuk memperbaiki teknik maupun mengasah pengalaman di lapangan,” ujar Christoper Rungkat yang sudah beberapa hari berada di Wimbledon itu.
 

Christo yang saat ini menempati peringkat ganda 69 dunia itu sempat mengikuti turnamen pemanasan pada ATP Challenger Tour, Nature Valley Open di Nottingham, Inggris.

Baca juga: Kejutan besar, Venus tumbang di tangan anak SMA

Namun sebagai pasangan unggulan kedua, Christo/Hsieh langsung tersingkir pada putaran pertama, kalah oleh pasangan tuan rumah yang mengikuti turnamen itu melalui fasilitas wildcard Liam Broady/Scott Clayton 6-7(1), 6-4, 6-10.

Pada Mei lalu, Christo/Hsieh juga berlaga pada Grand Slam tanah liat French Open di Roland Garros, Paris.

Pasangan ini berhasil melaju ke putaran kedua, namun kemudian dihentikan ganda tuan rumah Prancis Gregoire Barrere/Quentin Halys dalam tiga set 6-7(6), 6-3, 3-6.

“Pengalaman berlaga di Roland Garros tentunya menjadi pelajaran berharga. Saya menjadi lebih percaya diri dalam menghadapi turnamen kali ini,” katanya.

Baca juga: Naomi Osaka juga terjungkal
 

Emas ke-10 yang sempurna persembahan Aldila dan Christopher

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tsitsipas dan Zverev tersingkir pada putaran pertama Wimbledon

Jakarta (ANTARA) – Dua petenis muda, Stefanos Tsitsipas dan Alexander Zverev, secara mengejutkan tersingkir pada putaran pertama Wimbledon , yang berlangsung pada Selasa dini hari WIB.

Petenis Yunani Tsitsipas memasuki turnamen ini dengan status sebagai salah satu favorit untuk merusak dominasi “Tiga besar” (Novak Djokovic, Rafael Nadal, dan Roger Federer), namun yang terjadi adalah ia takluk 4-6, 6-3, 4-6, (8)7-6, 3-6 dari petenis Italia Thomas Fabbianno yang tampil gemilang di Lapangan Dua.

Tsitsipas menggagalkan dua match point pada tiebreak set keempat, namun Fabbiano bermain tanpa kenal lelah, dan ketika ia mematahkan serve lawan pada gim ketujuh set penentuan, kekalahan semakin dekat bagi petenis Yunani tersebut.

“Saya tidak akan layak mendapatkan kemenangan pada hari ini, bahkan meski saya menang, karena saya tidak bermain baik,” kata petenis 20 tahun itu, yang mencapai semifinal Australia Open tahun ini setelah menaklukkan Roger Federer, kepada para pewarta seperti dilansir Reuters.

Baca juga: Djokovic lewati rintangan pertama Philipp Kohlschreiber

Tsitsipas “didampingi” petenis muda lainnya untuk meninggalkan panggung Wimbledon, ketika petenis Jerman Zverev disingkirkan petenis kualifikasi asal Ceko Jiri Vesely, dengan skor 6-4, 3-6, 2-6, 5-7.

Petenis 22 tahun itu terlihat akan mengamankan kemenangan ketika ia memenangi set pertama, namun di luar perkiraan Vesely justru mampu bangkit.

Zverev tergelincir saat melakukan serve pada kedudukan 6-5, 30-15 di set keempat, membuat lawannya mendapatkan dua match point, dan bola voli backhandnya mengenai net untuk memastikan ia harus tersingkir lebih awal.

“Ini seperti pertandingan Grand Slam biasa bagi saya. Saya memulainya dengan baik, kemudian satu-dua hal tidak berjalan mulus, dan semuanya sedikit-sedikit menjadi berantakan,” tuturnya.

Baca juga: Kejutan besar, Venus tumbang di tangan anak SMA

Baca juga: Naomi Osaka juga terjungkal

Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Naomi Osaka juga terjungkal

London, Inggris (ANTARA) – Ambisi Naomi Osaka meraih gelar Grand Slam ketiga berakhir prematur Senin waktu setempat ketika dia takluk kepada Kazakh Yulia Putintseva dengan 6-7 (4/7), 2-6 pada babak pertama Wimbledon yang membuatnya hampir menangis.

Petenis Jepang berusia 21 tahun yang menjadi unggulan kedua turnamen ini menjadi petenis unggulan dua teratas pertama yang tersisih dari babak pertama Wimbledon sejak Martina Hingis tersingkir pada 2001 ketika menyandang unggulan utama edisi ini.

Kekalahan ini menjadi pukulan terberat sang juara US Open dan Australia Open sampai harus mempersingkat konferensi pers pascalaga.

“Sudah ya? Saya merasa saya mau menangis,” kata dia seperti dikutip AFP.

Baca juga: Naomi Osaka kini merasa bebannya sudah lepas

Osaka pernah berkata dia merasa bebannya telah lepas setelah dia tidak lagi menjadi petenis nomor satu dunia bulan lalu. Tetapi perasaannya itu tidak terlihat saat menghadapi Putintseva yang berbakat itu di Centre Court.

Osaka mengaku akan belajar dari kekalahannya ini. Dia mengaku kekalahan dia dua pekan lalu melawan Putintseva di Birmingham telah menghantuinya di lapangan ketika dia menghadapi kembali lawannya itu di Wimbledon.

Putintseva yang kelahiran Rusia sebelumnya tak pernah tampil di Centre Court. “Saya sudah menuntaskan kerja bagus di sana dan saya menghadapi lawan hebat. Menakjubkan,” kata petenis berusia 24 tahun itu.

Mengaku tidak terlalu memikirkan catatan kemenangannya dari Osaka sebelum masuk gelanggang Centre Court, Putintseva berkata, “Sejujurnya setiap pertandingan itu adalah pertarungan yang saya tidak ketahui apa yang akan terjadi. Saya bermain sebaik-baiknya, cuma itu yang bisa saya lakukan.”

Baca juga: Djokovic lewati rintangan pertama Philipp Kohlschreiber

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kejutan besar, Venus tumbang di tangan anak SMA

London (ANTARA) – Cori Gauff membuat dalih sempurna telah membolos dari sekolahnya di sebuah SMA di Florida, Senin waktu setempat, ketika petenis remaja Amerika Serikat berusia 15 tahun itu menciptakan salah satu kejutan terbesar dalam sejarah Wimbledon dengan menumbangkan Venus Williams 6-4 6-4 pada babak pertama.

Berusia 39 tahun, Williams dianggap sebagai dinasti Wimbledon karena dia telah menjadi bagian dari keluarga All England Club selama hampir dua dekade, dengan menjadi juara tunggal sebanyak lima kali, termasuk dua kali sebelum Gauff dilahirkan.

Tetapi Gauff, petenis paling muda yang lolos ke undian utama dalam era profesional, tidak sedang berselera bermain menunggu nasib ketika dia menciptakan ironi besar akibat selisih umur lebih muda 24 tahun dan selisih peringkat sampai 269 level dari idolanya Venus Williams.

Bermain tanpa mengenal takut walau masih sangat muda, dia memaksa Williams menyerah.

“Saya sendiri tak tahu bagaimana menjelaskan perasaan saya,” kata Gauff yang menyapu air matanya begitu meninggalkan Court One, beberapa saat setelah kemenangan menakjubkannya itu, seperti dikutip Reuters.

“Saya sampai harus menenangkan diri saya sendiri, saya tak pernah bermain di lapangan sebesar ini, tetapi saya harus mengingatkan diri saya bahwa garis di lapangan ini sama saja, segala hal di sekitarnya mungkin lebih besar tetapi garisnya sama dan setelah selesai meraih poin saya cuma bilang pada diri saya untuk tetap tenang.”

Baca juga: Djokovic lewati rintangan pertama Philipp Kohlschreiber

“Saya tak menyangka ini bakal terjadi, sekarang saya sungguh hidup di alam mimpi. Saya bahagia sekali Wimbledon telah memberi saya kesempatan untuk bermain dan saya sungguh tak menyangka akan sejauh ini,” sambung petenis remaja ini, yang masuk Wimbledon dengan wildcard.

Sebelum pertandingan ini, petenis yang akrab dipanggil Coco itu berkata kepada follower-follower Instagram-nya: “Dua guru saya baru tahu saya ternyata main tenis setelah saya masuk undian utama di sini.”

Seandainya guru-guru dia di Florida perlu bukti apa yang sebenarnya dia lakukan, maka mereka hanya perlu menghidupkan layar televisi mereka untuk menyaksikan bagaimana Wimbledon dibuat gila oleh Coco Senin kemarin.

Sebuah break pada game kelima set pembuka, yang di dalamnya termasuk lob cantik ke arah Williams yang cuma bisa mematung, sudah cukup untuk membuatnya memenangkan set pertama.

Permainan tak bertenaga lawannya terus berlanjut pada set kedua dan si petenis remaja mengunci kemenangan pada match point keempat ketika forehand Williams tak bisa melewati net.

“Setelah pertandingan usai saya bilang padanya terima kasih untuk semua yang Anda berikan. Saya tak akan ada di sini jika bukan demi dia. Saya bilang padanya bahwa dia sangat menginspirasi dan bahwa saya selalu ini menyampaikannyaa kepada dia. Sekalipun saya sudah pernah bertemu dengan dia, saya kira saya baru berani (mengungkapkan hal itu kepada dia sekarang).”

Baca juga: Borna Coric mengundurkan diri dari Wimbledon karena cedera

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Enes Kanter gabung Celtics

Jakarta (ANTARA) – Pebasket asal Turki Enes Kanter dikabarkan sepakat bergabung dengan Boston Celtics setelah kontraknya di Portland Trail Blazers habis.

Manajer Kanter, Hank Fetic, Selasa dini hari WIB, mengungkapkan kesepakatan tersebut lewat akun twitter pribadinya, @hadisfetic, yang menyebutkan kliennya telah menyepakati kontrak dua tahun dengan opsi perpanjangan pada tahun kedua di tangan pemain.

Sementara itu kolumnis The Athletics Shams Charania menyebut nilai kontrak Kanter di Celtics adalah sebesar 10 juta dolar AS (Rp141 miliar).

Musim lalu, Kanter tampil di dua klub yakni New York Knicks dan Portland Blazers.

Baca juga: Walker didekati Celtics usai negosiasi kontrak bersama Hornets buntu

Kontrak Kanter diputus oleh Knicks pada 7 Februari 2019 sesaat sebelum ia hijrah ke Trail Blazers dan melaju hingga final Wilayah Barat NBA untuk kalah empat pertandingan langsung dari Golden State Warriors.

Pada musim reguler Kanter tampil 23 kali untuk Trail Blazers dengan rata-rata 13,1 poin dan 8,6 rebound, namun penampilan puncaknya terjadi pada fase playoff.

Kanter yang sempat bermain dengan menahan sakit cedera bahunya memiliki rata-rata 11,4 poin dan 9,7 rebound selama playoff, yang merupakan catatan playoff terbaik sepanjang kariernya.

Di Celtics, Kanter berkesempatan berbagi lapangan dengan pemain All-Star Kemba Walkers yang baru saja bergabung dengan Boston setelah tak ditawari kontrak maksimal oleh tim lamanya Charlotte Hornets.

Baca juga: Blazers tambah kontrak Lillard Rp2,7 triliun, juga ikat Rodney Hood
Baca juga: Bursa pemain NBA, Nets kumpulkan bintang hingga Rose hijrah ke Pistons
Baca juga: Warriors boyong D’Angelo Russell dari Nets

Enes Kanter Beri Donasi 50 Siswa SD

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Djokovic lewati rintangan pertama Philipp Kohlschreiber

London, Inggris (ANTARA) – Juara bertahan Novak Djokovic mengawali kampanye perburuan gelar Wimbledon kelimanya dengan mencampakkan Philipp Kohlschreiber dari Jerman dengan 6-3, 7-5, 6-3.

Unggulan utama dan petenis nomor satu dunia terpaksa meminta istirahat lebih awal pada dua set pertama dan sempat ambruk di lapangan rumput Centre Court.

Djokovic yang sedang memburu gelar turnamen besar ke-16 kalinya, akan menghadapi Denis Kudla dari Amerika Serikat pada 32 besar.

Dia kini mendapat pelatih baru yang juga juara Wimbledon edisi 2001, Goran Ivanisevic yang juga orang Serbia.

Djokovic mengaku bahwa dia dan Ivanisevic adalah sahabat dekat.

“Saya selalu bercermin kepada Goran. Ketika dia juara di sini pada 2001, saya merasa saya adalah bagian dari itu karena dia berlatih di Jerman di tempat latihan yang sama dengan saya gunakan ketika saya berusia 13-14,” kata Djokovic seperti dilaporkan AFP.

“Saya merasa saya ikut menyumbang kemenangannya,” kata dia berseloroh.

Baca juga: Djokovic lalui pemanasan dengan rapat tujuh jam

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dara cantik lapangan tenis curahkan asa untuk RI 1

Jakarta (ANTARA) – Beberapa dara cantik penguasa lapangan tenis yang menyumbangkan berbagai prestasi mencurahkan asa mereka kepada Joko Widodo yang terpilih kembali menjadi Presiden Indonesia untuk periode 2019-2024.

Asa pertama datang dari petenis muda Rifanty Kahfiani yang pernah berhasil menundukkan unggulan teratas asal Thailand Nudnida Luangnam dan petenis Indonesia Jessy Rompies pada turnamen internasional Pelti Indonesia W15 Jakarta.

Petenis berumur 21 tahun tersebut berharap pemerintah membantu mempromosikan olahraga tenis, meski tidak populer, cabang olahraga yang digelutinya ini terbukti mampu mengukir prestasi.

“Harapan saya ke depannya tenis bisa lebih dikenal. Sehingga dengan semakin dikenal, Pak Jokowi bisa lihat dan mungkin membantu cari sponsor atau apa, sehingga tenis bisa lebih memasyarakat,” tutur petenis asal Bandung itu saat ditemui di lapangan Elite Epicentrum Club, Jakarta.

Petenis muda lain yang juga memiliki harapan sama dengan Rifanty adalah Janice Tjen. Ia mengatakan bahwa bagi petenis muda yang sedang berjuang menjajaki karier profesional, dibutuhkan dukungan sponsor agar ada yang membantu dalam pembiayaan untuk mengikuti berbagai turnamen.

“Iya paling kendalanya di sponsor, di biaya. Kita butuh banyak dana untuk bisa ikut banyak turnamen, apalagi yang internasional,” katanya.

Asa senada juga diutarakan petenis peraih medali emas di Asian Games 2018, Aldila Sutjiadi. Dara cantik itu juga berharap presiden dapat membantu sedikit mengikis citra tenis sebagai olahraga mahal.

“Semoga bisa lebih baik lagi perhatiannya kepada tenis, karena tenis memang butuh biaya besar untuk mengikuti berbagai turnamen,” kata Aldila.

Lebih lanjut, Aldila juga berharap Presiden dapat membantu agar tenis dan para petenis dapat lebih dikenal masyarakat luas.

Selain Rifanty, Janice, dan Aldila, petenis lain yang juga mengutarakan harapannya kepada presiden terpilih adalah Beatrice Gumulya, Jessy Rompies, dan Deria Nur Haliza. Mereka kompak meminta yang terbaik untuk cabang olahraga tenis, serta berharap akan segera ada bibit-bibit baru yang akan segera menggantikan posisi mereka.

Tak lupa, pelatih dari dara-dara cantik lapangan tersebut, yakni Pelatih Pelatnas PP Pelti Deddy Tedjamukti juga turut menyampaikan pesannya. Ia berharap presiden yang baru bisa memberikan fasilitas yang lebih memadai untuk para petenis agar mereka semakin bersemangat dalam berlatih, sehingga akan ada lebih banyak prestasi yang bisa dicapai.

“Harapan saya untuk dibuatkan lapangan tenis yang memenuhi standar international di sekitar Jakarta, juga bisa sebagai pusat TC tennis,” ujarnya.

Baca juga: Arianne bangga bertanding di Indonesia

Baca juga: Rifanty bersiap hadapi turnamen ITF di Hawaii

Serunya bermain tenis meja di dalam Pasar Grogol

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rifanty bersiap hadapi turnamen ITF di Hawaii

Jakarta (ANTARA) – Petenis muda Indonesia Rifanty Kahfiani bersiap untuk mengikuti turnamen 60K ITF Women’s Circuit yang akan berlangsung di Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat, pada 8 Juli hingga 14 Juli mendatang.

Pada turnamen tersebut berhadiah total 60.000 dolar AS itu, Rifanty rencananya akan mengikuti nomor tunggal dan ganda. Bahkan ia mendapat wildcard pada sektor ganda sehingga dipastikan langsung menuju babak utama.

Rifanty mengatakan bahwa niatnya untuk bertanding di tingkat turnamen yang lebih tinggi tersebut berawal ketika seorang temannya yang berada di Hawaii mengajak untuk ikut bermain.

“Saya 6 Juli ke Hawaii main yang 60K. Kebetulan tim saya ada yang dari Hawaii, jadi dia ngajak main di sana,” ujarnya saat ditemui di Elite Epicentrum Club, Jakarta, Minggu.

Petenis yang kini berusia 21 tahun tersebut juga tercatat sebagai mahasiswi di Universitas Oregon, Amerika Serikat sejak Januari 2017. Rifanty mengaku bahwa ia juga bermain tenis untuk tim yang ada di sana.

“Kalau di sana setiap Minggu main, jadi kalau lagi summer begini kan libur terus ikut turnamen sebanyak mungkin. Saya juga main untuk universitas saya,” ujarnya.

Lebih lanjut, petenis asal Bandung tersebut mengatakan bahwa dalam waktu dekat ia ingin mencoba turnamen untuk kelas pro. Hal tersebut akan dilakukannya setelah ia lulus dari universitas, yakni satu setengah tahun lagi.

Sebelumnya Rifanty memberikan kejutan untuk cabang olahraga tenis di Indonesia. Ia mampu menunjukkan perkembangan yang sangat pesat ketika bermain di turnamen Pelti Indonesia W15 yang berlangsung pada Senin (24/6) sampai Minggu (30/6).

Dalam turnamen tersebut, petenis yang saat ini berada di posisi 764 peringkat ITF itu sempat mengalahkan beberapa unggulan yang jauh lebih berpengalaman. Seperti pada babak putaran kedua, Kamis (27/6), ia mampu membuat kewalahan petenis Thailand Nudnida Luangnam yang merupakan unggulan teratas dalam dua set berakhir dengan skor 6-2, 7-5.

Pada babak perempat final, Jumat (28/6), ia juga mampu menundukkan petenis unggulan Indonesia Jessy Rompies dalam dua set yang menghasilkan skor akhir 6-3, 7-6(6).

Selain itu, ia juga mampu melaju ke babak final menghadapi petenis Belanda Arianne Hartono. Meskipun pada akhirnya ia hanya bisa merebut posisi runner-up karena kalah dua set langsung 2-6, 3-6, namun perjalanan Rifanty menuju babak final tersebut dianggap sangat mengesankan.

Baca juga: Arianne bangga bertanding di Indonesia

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Wilander tidak favoritkan Federer juarai Wimbledon 2019

Jakarta (ANTARA) – Legenda tenis dunia Mats Wilander tidak memfavoritkan Roger Federer untuk menjadi juara pada Wimbledon 2019, namun menurut dia, ajang tersebut dapat menjadi peluang terbaik petenis Swiss itu untuk memenangi gelar Grand Slam dia yang ke-21.

“Wimbledon adalah peluang terbaik (Federer)… Inilah satu-satunya peluang dia untuk menang,” kata Wilander seperti dikutip Reuters pada Minggu.

“Ia bukan favorit. Karena pertandingannya menggunakan format lima set, menurut saya kita tidak tahu bagaimana ia akan bereaksi terhadap sejumlah pertandingan lima set. Saya tidak yakin Federer mampu untuk memenangi pertandingan-pertandingan lima set lagi.”

Wilander tetap memasukkan Federer dalam tiga kandidat juara untuk ajang di Inggris tahun ini, namun bagi Wilander posisi Federer berada di bawah Novak Djokovic. Djokovic sendiri mengecap pengalaman pahit dalam Grand Slam sebelumnya, ketika ia harus tersingkir pada semifinal Prancis Open.

“Saya akan memilih Novak dan Roger dan Rafa (Nadal), pada dasarnya selalu seperti itu. Menurut saya Novak mengungguli dua (petenis) lainnya, karena apa yang terjadi di Prancis (Open),” tutur pemegang tujuh gelar Grand Slam ini.

Wilander yakin generasi petenis selanjutnya, termasuk Stefanos Tsitsipas dan Felix Auger Aliassime, dapat mengejutkan “Tiga Besar” tersebut suatu hari nanti, namun saat ini para petenis muda itu dipandangnya kurang konsisten untuk memainkan turnamen berformat pertandingan lima set.

“Tsitsipas, menurut saya 1-1 dengan Federer,” tambah Wilander. “Ia hanya beberapa kali bermain melawan para petenis terbaik, namun saat ini (generasi muda) tidak takut dengan kualitas orang-orang itu.”

“Mereka hanya belum cukup bagus untuk tampil konsisten melawan yang terbaik dalam pertandingan lima set. Mungkin ada sepuluh orang berusia 21 atau 22 dan di bawahnya yang dapat mengalahkan petenis tiga besar itu dalam satu pertandingan.”

Baca juga: Federer dipromosikan jadi unggulan kedua di Wimbledon

Baca juga: Federer tolak ide pelatih beri instruksi di lapangan

Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Roger Federer berlatih jelang kejuaraan tenis Wimbledon

Petenis asal Swiss Roger Federer berlatih menjelang digelarnya kejuaraan Tenis Wimbledon di lapangan tenis All England, London, Inggris, Minggu (30/6/2019). Kejuaraan tenis WImbledon akan dimulai Senin (1/7/2019) dan berakhir pada Minggu (14/7/2019). ANTARA FOTO/REUTERS/Tony O’Brien/wsj.

Arianne bangga bertanding di Indonesia

Jakarta (ANTARA) – Petenis Belanda Arianne Hartono mengaku bangga dan senang karena telah mengikuti dua turnamen, yakni Pertamina 25K ITF Women’s Circuit dan Pelti Indonesia W15 yang berlangsung di Jakarta, Indonesia.

Arianne mengatakan bahwa mengikuti pertandingan yang diadakan di Indonesia merupakan sebuah kompetisi sekaligus berlibur. Pasalnya, meskipun Arianne merupakan atlet Belanda namun ternyata ia juga berdarah Indonesia.

“Kalau aku kesini rasanya hanya sedikit untuk permainan dan lebih berasa liburan gitu karena keluarga saya banyak yang di sini,” kata Arianne saat ditemui di Elite, Epicentrum Club, Minggu.

Petenis yang saat ini berusia 23 tahun tersebut merupakan keturunan Indonesia-Belanda karena sang ibu berasal dari Indonesia. Bahkan sebagian besar keluarganya juga merupakan petenis ternama di Indonesia, seperti Pelatih Pelatnas PP Pelti Deddy Tedjamukti, petenis legendaris Lukky Tedjamukti, dan Nadia Ravita.

Arianne mengaku bahwa saat kecil ia sering berkunjung ke Indonesia untuk berlibur dan mengunjungi teman serta keluarga besarnya.

“Waktu kecil saya pernah liburan ke sini, sampai akhirnya sekarang sering berkunjung untuk bertanding,” ujarnya.

Sebelumnya, pada turnamen Pelti Indonesia W15 Jakarta Arianne berhasil keluar menjadi juara utama di sektor ganda maupun tunggal. Di sektor tunggal ia sukses menundukkan petenis Indonesia Rifanty Kahfiani dalam dua set dengan skor akhir 6-2, 6-3 pada Minggu (30/6). Sedangkan di sektor ganda, ia bertandem dengan sepupunya Nadia Ravita mengalahkan ganda asal Afrika Selatan Lee Barnard dan Zani Barnard dengan skor 2-6, 6-4, 11-9 pada Sabtu (29/6).

Lebih lanjut, Arianne juga berhasil menuju babak final turnamen Pertamina 25K ITF Women’s Circuit Arianne pada Minggu (23/6) meskipun ia hanya mampu menjadi runner-up. Dalam babak final tersebut ia bertanding dengan petenis unggulan asal Jepang Risa Ozaki dengan skor 4-6, 1-6.

Arianne mengatakan bahwa berbagai kemenangan tersebut dipersembahkan untuk seluruh keluarga besarnya yang telah memberi dukungan penuh selama ia berada di Indonesia.

“Itu bagus kalau saya main di depan keluarga saya,” ujarnya.

Rencananya, ia akan kembali ke negara asalnya Belanda untuk mengikuti turnamen ITF W25K. Turnamen tersebut akan berlangsung di Den Haag mulai 1 Juli sampai 7 Juli mendatang.

Baca juga: Kalahkan Rifanty, Arianne juara Jakarta 15K
Baca juga: Arianne tak gentar hadapi Risa Ozaki di final Pertamina 25k

Serunya bermain tenis meja di dalam Pasar Grogol

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rifanty tetap puas jadi runner-up di Jakarta 15K

Jakarta (ANTARA) – Petenis muda Indonesia Rifanty Kahfiani mengatakan bahwa ia tetap puas dalam meraih posisi runner-up atau juara kedua pada babak final turnamen tenis Pelti Indonesia W15 Jakarta yang berlangsung di Elite Epicentrum Club, Jakarta, Minggu.

Pada babak final tersebut, ia ditaklukan oleh petenis asal Belanda Arianne Hartono dalam pertandingan dua set yang menghasilkan skor akhir 2-6, 3-6. Penampilan Rifanty kali ini tidak seagresif pertandingan-pertandingan sebelumnya. Ia tampak kewalahan dalam mengimbangi permainan Arianne.

Pada set pertama bola yang diumpan oleh Arianne sering tidak bisa dikembalikan, sampai servis yang ia lakukan pun beberapa kali keluar hingga menambahkan poin kepada lawannya. Masuk set kedua, Rifanty berusaha mengejar poin dengan meningkatkan permainannya, namun Arianne tetap bisa memegang kendali jalannya permainan hingga akhirnya Rifanty tetap tidak bisa unggul.

Petenis berusia 21 tahun tersebut mengakui kehebatan permainan Arianne. Menurutnya, Arianne adalah petenis yang tangguh dan konsisten serta memiliki pukulan yang khas.

Baca juga: Kalahkan Rifanty, Arianne juara Jakarta 15K

“Tadi Arianne menekan saya tapi dia sangat konsisten dan pukulannya khas sekali. Saya sudah berusaha untuk melakukan segala cara seperti panjangin bola, mix dan slice tapi tetap enggak bisa,” katanya.

Walaupun hanya mendapat posisi runner-up, namun petenis yang saat ini berada di posisi 764 peringkat ITF mengatakan bahwa pertemuannya dengan Arianne memberikan pelajaran yang berharga untuk selalu berusaha dan meningkatkan permainan diberbagai pertandingan berikutnya.

“Untuk kadi runner-up ini cukup puas dan senang sih. Meskipun enggak sesuai target. Tapi target sebenarnya bagi saya adalah bermain lebih baik dari sebelumnya dan memperbaiki kesalahan yang kemarin,” kata Rifanty usai penyerahan trofi.

Pada babak-babak sebelumnya, Rifanty sempat mengalahkan beberapa unggulan yang jauh lebih berpengalaman. Seperti pada babak putaran kedua, Kamis (27/6), ia mampu membuat kewalahan petenis Thailand Nudnida Luangnam yang merupakan unggulan teratas dengan mengalahkannya dalam dua set berakhir dengan skor 6-2, 7-5.

Pada babak perempat final, Jumat (28/6), ia juga mampu menundukkan petenis unggulan Indonesia Jessy Rompies dalam dua set yang menghasilkan skor akhir 6-3, 7-6(6).

Rencananya, dalam waktu dekat Rifanty akan mengikuti ajang ITF 60K yang berlangsung di Honolulu Hawaii pada 8 Juli hingga 14 Juli. Ia akan bermain di sektor tunggal maupun ganda. Bahkan Rifanty juga mendapat wildcard untuk sektor ganda tersebut.

Baca juga: Rifanty tumbangkan unggulan teratas turnamen Pelti Indonesia W15

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kalahkan Rifanty, Arianne juara Jakarta 15K

Jakarta (ANTARA) – Petenis Belanda Arianne Hartono berhasil mengalahkan lawannya, Petenis muda asal Indonesia Rifanty Kahfiani pada final hingga menjuarai turnamen Pelti Indonesia W15 Jakarta yang berlangsung di Elite Epicentrum Club, Jakarta, Minggu.

Kemenangan cukup mudah didapat oleh petenis yang saat ini berada diperingkat ke-661 WTA tersebut. Arianne berhasil menundukkan Rifanty setelah melewati dua set 6-2, 6-3  yang berjalan cukup mulus.

Sejak set pertama Rifanty terlihat tidak bisa mengimbangi permainan Arianne dengan maksimal. Bola yang diumpan oleh Arianne sering tidak bisa ditangkap oleh Rifanty hingga servis Rifanty pun beberapa kali keluar sampai akhirnya memberikan poin kepada Arianne.

Di sisi lain meskipun cukup mudah dalam mengalahkan Rifanty, namun Arianne mengaku ada beberapa teknik permainan Rifanty yang tidak ia kuasai. Gaya bermain Rifanty yang cenderung pelan dan menggunakan bola tinggi membuat penampilan Arianne pada set kedua agak kurang maksimal.

“Permainannya Rifanty itu susah buat aku karena dia suka bola pelan dan bola tinggi, sedangkan aku lebih enak kalau bolanya di bawah,” ujarnya saat ditemui usai pertandingan.

Lebih lanjut, Arianne mengaku bahwa semua penampilannya di babak final sudah sangat maksimal. Ia sudah berusaha untuk lebih agresif dari pertandingan sebelumnya serta mengandalkan teknik menembak karena ia tahu itu adalah kelemahan Rifanty.

“Permainan dan kelincahan saya di pertandingan hari ini bagus, cukup untuk menang hari ini karena saya berusaha untuk lebih agresif dan direct,” katanya.

Petenis yang kini berusia 23 tahun itu mengatakan bahwa setelah ini ia akan kembali ke negara asalnya Belanda untuk mengikuti turnamen ITF W25K. Turnamen tersebut rencananya akan berlangsung di Den Haag mulai 1 Juli sampai 7 Juli mendatang.

“Habis ini aku ingin terusin permainan di 25K Belanda karena menurut saya permainan yang minggu lalu (Jakarta 25K) sudah bagus tapi saya mau improve,” katanya.

Baca juga: Nadia/Arianne taklukkan pasangan Afsel untuk menjuarai Jakarta 15K

Baca juga: Arianne akui Aldila lawan yang berat

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Borna Coric mengundurkan diri dari Wimbledon karena cedera

Jakarta (ANTARA) – Petenis Kroasia unggulan ke-14 Borna Coric harus mengundurkan diri dari Wimbledon pada Minggu pagi WIB, karena cedera yang terjadi pada perutnya, demikian dilansir Reuters.

Coric semestinya akan bertanding melawan petenis Slovenia Aljaz Bedene pada putaran pembukaan.

Unggulan ke-17 asal Italia Matteo Berrettini akan mengisi tempat Coric, sedangkan petenis Kanada Brayden Schnur mendapatkan tempat di putaran pertama sebagai “lucky loser.”

Coric mengalami cedera di Halle Open pada bulan ini, di mana ia harus mengundurkan diri dari pertandingan perempat finalnya melawan Pierre-Hugues Herbert.

Ia akan menerima uang sebesar separuh dari 45.000, yang semestinya ia dapatkan jika kalah di putaran pertama.

Petenis 22 tahun itu mencapai putaran kedua di Wimbledon saat melakukan debutnya empat tahun silam. Sebelum ia tiga kali berturut-turut tersingkir di putaran pertama pada Grand Slam ketiga dalam satu musim. Petenis peringkat 14 dunia ini menutup penampilannya di turnamen rumput tahun ini dengan tampil di semifinal ‘s-Hertogenbosch dan di perempat final Halle Open.

Baca juga: Djokovic lalui pemanasan dengan rapat tujuh jam
Baca juga: Federer tolak ide pelatih beri instruksi di lapangan

Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Fritz raih gelar ATP Tour pertama di Eastbourne

Jakarta (ANTARA) – Petenis Amerika Serikat Taylor meraih gelar ATP Tour pertamanya dengan menjuarai turnamen Eastbourne International 2019 dengan mengalahkan rekan senegaranya Sam Querrey 6-3, 6-4, dalam partai final yang berlangsung selama 61 menit di Devonshire Park Lawn Tenis Club, London, Inggris, Sabtu setempat.

Gelar itu hanya berjarak tiga tahun dari penampilan pertama Fritz di final ATP Tour dalam Memphis Open 2016, kala itu sebagai petenis peringkat 145 dunia dan mengikuti turnamen menggunakan fasilitas wildcard saat masih berusia 18 tahun.

“Ini sangat luar biasa. Saya bahkan hampir tidak mempercayainya. Saya masih berusaha untuk menerimanya,” kata Fritz dikutip dari laman ATP Tour, Minggu.

“Saya ingin memenangi gelar Tour sejak saya mencapai final ketika saya berusia 18 tahun. Rasanya seperti saya telah menunggu begitu lama. Aku sangat bahagia,” ujarnya menambahkan.

Fritz tampil begitu tenang seolah tak menunjukkan kegugupan melakoni final ATP Tour keduanya menghadapi Querrey yang punya rekam jejak 10 kali juara turnamen sekelas ATP Tour.

Ia mematahkan servis tanpa balas dalam return game pertamanya pada pertandingan tersebut, dan ia tidak pernah tertinggal. Itu adalah awal yang sangat kuat mengingat Querrey hanya kehilangan servis dua kali sepanjang minggu sebelum memasuki final.

Baca juga: Pliskova tumpas Kerber untuk juarai Eastbourne International

Tetapi meskipun kedua petenis Amerika itu berbagi kemenangan dalam empat kali pertemuan mereka sebelumnya, Fritz tampil memimpin dalam reli dari baseline dan lebih solid, sedangkan kesalahan sendiri pada saat-saat penting mengganggu Querrey.

Petenis veteran itu mendapat peluang untuk mengatur permainan menjadi lebih solid pada set kedua ketika ia memimpin 40-0 pada servisnya. Namun sejumlah kesalahan forehand membuat Fritz membalik permainan dan meraih break keduanya dalam pertandingan, dan memimpin laga.

Dan Fritz meraih kemenangan terbesarnya dengan menutup pertandingan dengan as, kemudian mengangkat kedua tangannya untuk merayaka keberhasilan.

“Luar biasa sulit. Saya harus memainkan yang terbaik hari ini untuk menang,” kata Fritz.

“Ini adalah turnamen pertama Sam dalam waktu yang lama, jadi selamat baginya untuk mencapai ke final setelah cedera dan keluar. Dia akan sangat berbahaya di Wimbledon, seperti biasanya,” ujarnya melengkapi.

Baca juga: Djokovic lalui pemanasan dengan rapat tujuh jam

Baca juga: Federer tolak ide pelatih beri instruksi di lapangan

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pliskova tumpas Kerber untuk juarai Eastbourne International

Jakarta (ANTARA) – Petenis nomor tiga dunia Karolina Pliskova meraih gelar Eastbourne International keduanya seusai menumpas jawara Wimbledon Angelique Kerber 6-1, 6-4, dalam partai final di Devonshire Park, London, Inggris, Sabtu (29/6) setempat.

Petenis Ceko itu tidak kehilangan satu set pun sepanjang pekan dan melaju melewati final tersebut dalam waktu sedikit lebih dari satu jam di lapangan untuk meraih gelar ketiganya tahun ini.

“Sepanjang pekan saya bermain cukup sempurna,” kata Pliskova dikutip dari AFP, Minggu.

“Tapi tidak semua pertandingan semudah seperti yang terlihat pada skornya, terutama hari ini,” ujarnya menambahkan.

Baca juga: Barty mundur dari Eastbourne karena cedera lengan

Kerber akan menuju London untuk mempertahankan gelar Wimbledon-nya pekan depan sebagai salah satu yang difavoritkan, namun kemenangan di Eastbourne International melambungkan harapan Pliskova bakal mampu mengakhiri penantian panjangnya menjuarai Grand Slam.

“Saya mengusahakan yang terbaik tapi kamu pantas menang hari ini,” kata Kerber.

“Kembali sebagai juara bertahan akan menjadi momen spesial melangkah ke lapangan utama lagi. Saya merasa baik, saya bermain bagus saat ini dan semoga saya bisa melanjutkan permainan saya dari tahun lalu,” ujar petenis Jerman itu melengkapi.

Pliskova langsung memimpin 4-0 saat servis Kerber dipatahkan tiga kali dalam set pembuka yang berlangsung cepat.

Kerber dipatahkan lagi pada gim pembuka set kedua dan itu terbukti menentukan saat Pliskova menjalani pertandingan secara dominan untuk membuat rekor pertemuannya (head-to-head) melawan Kerber menjadi 7-5.

Baca juga: Gauff mengingatkan Serena kepada masa kecilnya

Baca juga: Murray cari mitra ganda campuran, Serena lowong

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Djokovic lalui pemanasan dengan rapat tujuh jam

Jakarta (ANTARA) – Novak Djokovic melakukan pemanasan untuk mempertahankan gelar juara Wimbledon bukan dengan berlatih di lapangan, melainkan berkutat selama tujuh jam di ruang rapat membahas politik tenis.

Selain menjadi petenis nomor satu dunia dan pemegang 15 gelar Grand Slam, petenis berusia 32 tahun ini adalah juga presiden Dewan Pemain ATP.

Ini adalah lembaga perwakilan berkuasa yang juga kadang-kadang menentukan siapa bertemu siapa.

“Saya kira dalam industri mana pun, rapat tujuh jam secara reguler adalah tak bisa diterima karena tidak efisien,” kata Djokovic seperti dikutip AFP. “Hanya ada satu kejadian malam tadi, yang dibahas hingga lewat tengah malam dan diawali sejak pukul lima (sore).”

Djokovic sama-sama dijagokan menjadi juara Wimbledon dengan para bintang lainnya seperti Roger Federer dan Rafael Nadal.

Ketidaksepakatan yang belakangan terjadi berpusat kepada keputusan mencopot kepala eksekutif ATP Chris Kermode yang menjadi tokoh berpengaruh dalam dunia tenis.

“Sudah pasti saya telah mempertimbangkan berbagai opsi. Saya juga sudah mempertimbangkan untuk mundur. Saya kira tim saya menginginkan saya mengundurkan diri, sejujurnya. Itu sudah pasti,” sambung Djokovic.

Baca juga: Federer dipromosikan jadi unggulan kedua di Wimbledon

Suasana hatinya tak kunjung baik ketika para pemain seperti Jamie Murray dan Robin Haase serta pelatih Dani Vallverdu mengundurkan diri dari badan ATP itu.

Dia mungkin telah dibuat frustasi oleh politik, tetapi Djokovic tiba di Wimbledon tahun ini dengan kerangka pikiran yang lebih baik dibandingkan dengan 12 bulan lalu.

Setahun lalu itu peringkat dia berada di luar 20 besar yang untuk pertama kali dialaminya dalam kurun satu dekade. Dia juga harus berjuang keras melawani cedera siku, sehingga harus realistis dalam mengejar target trofi keempatnya di Wimbledon saat itu.

Tapi dia merajalela di lapangan, mengalahkan Nadal dalam tempo lima jam 16 menit pada babak semifinal sebelum menaklukkan Kevin Anderson dalam final.

“Sungguh berbeda. Tentunya saya mendekati Wimbledon tahun ini sebagai juara bertahan, Nomor 1 di dunia,” kata dia seperti dikutip AFP.

“Tahun lalu saya terlempar dari 20 besar setelah French Open. Turun bermain setelah dioperasi, tak bisa konsisten, sehingga menjadi lompatan besar bagi saya, menjadi juara di Wimbledon tahun lalu.

“Itu memberi semacam dorongan kepada saya. Setelah itu, segalanya meningkat, menjuarai Cincinnati untuk pertama kalinya, US Open. Sebuah Grand Slam bisa dengan pasti mengubah karir seseorang dalam waktu mingguan.”

Baca juga: Federer tolak ide pelatih beri instruksi di lapangan

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Murray cari mitra ganda campuran, Serena lowong

London (ANTARA) – Serena Williams meramaikan pergunjingan mengenai kemitraan tim impian dengan petenis pujaan tuan rumah Inggris, Andy Murray, setelah Sabtu waktu setempat mengumumkan kebersediaannya untuk bermain pada ganda campuran Wimbledon.

Murray pekan lalu kembali bermain setelah absen lima bulan karena cedera, untuk menjuarai nomor ganda Queen’s Club bersama Feliciano Lopez dan kini berpasangan dengan Pierre-Hugues Herbert di Wimbledon.

Petenis berusia 32 tahun yang dua kali menjuarai nomor tunggal putra di Wimbledon itu juga berencana bermain pada ganda campuran setelah dia terus membaik setelah menjalani operasi pinggul Februari silam. Dia tidak bermain pada nomor tunggal putra.

Murray ditolak oleh petenis nomor satu dunia Ash Barty tetapi Serena yang berusia 37 tahun yang sedang memburu gelar Grand Slam ke-24 di Wimbledon, membuka pintu untuk pendekatan lebih jauh.

“Saya lowong. Saya merasa lebih baik sekarang, jadi sudah pasti saya lowong,” kata Williams, yang waktu bertanding tahun ini dibatasi pada lima turnamen karena masalah cedera, menjawab wartawan ketika ditanya apakah dia mau berpasangan dengan Murray.

“Saya maksudkan, kita harus tunggu dan lihat nanti.”

Baca juga: Naomi Osaka kini merasa bebannya sudah lepas

Murray sendiri sudah berbicara dengan sejumlah pemain tetapi memahami nomor tunggal adalah prioritas para pemain itu.

Ketika ditanya ketersediaan Serena, Murray menjawab, “Jika saya harus bermain ganda campuran, yang memang rencananya, Anda sudah pasti ingin bermain dengan orang yang ingin di sana untuk keseluruhan event, dan orang itu ada di sini untuk memenangkan pertandingan dan menjuarai event itu.”

“Tak diragukan lagi dia adalah petenis terbaik. Akan menjadi mitra yang sangat solid,” kata Murray sembari tersenyum.

Williams yang menjuarai ganda campuran Wimbledon bersama Max Mirnyi pada 1998, tidak pernah lagi turun pada pertandingan kompetitif sejak kalah pada babak ketika French Open dari Sofia Kenin.

Menjadi unggulan kesebelas, dia akan memulai ambisinya menjuarai nomor tunggal Wimbledon kedelapan kalinya dengan melawan petenis Italia Giulia Gatto-Monticone.

Kendati tidak bermain pada turnamen lapangan rumput pemanasan menjelang Wimbledon, Serena optimistis bugar. “Saya cuma ingin melakukan yang terbaik yang saya bisa, sekarang saya ada di sini. Saya tahu bagaimana bermain tenis.”

Baca juga: Federer dipromosikan jadi unggulan kedua di Wimbledon

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gauff mengingatkan Serena kepada masa kecilnya

Jakarta (ANTARA) – Legenda tenis Amerika Serikat Serena Williams mengungkapkan bahwa melihat rekan senegaranya Cori Gauff yang masih berusia 15 tahun bersama ayahnya, telah mengingatkan dia kepada dirinya pada hari pertama menjajal tenis.

Mantan nomor satu dunia berusia 37 tahun yang sedang memburu gelar juara Grand Slam ke-24 dalam Wimbledon tahun ini, bersama kakaknya Venus dilatih sejak usia empat tahun oleh ayah mereka, Richard.

Pekan ini, pada babak pertama Wimbledon, Venus yang berusia 39 tahun akan ditantang Gauff yang menjadi petenis paling muda yang lolos ke kualifikasi Wimbledon.

“Dia gadis yang fantastis,” kata Serena dalam jumpa pers pra-Wimbledon. “Dia sangat keras bekerja. Setiap waktu saya bekerja, saya menyaksikan dia di sana bekerja, berlatih, dia dan ayahnya. Itu mengingatkan saya kepada masa di mana saya di luar sana bersama ayah saya.”

“Saya tak tahan untuk melihat ke dalam diri saya dan bangga serta bahagia demi dia (Gauff). Ya, sungguh senang melihatnya,” kata Serena seperti dikutip AFP.

Serena juga melihat ada kesamaan antara Venus si juara Wimbledon lima kali dengan Gauff yang berselisih peringkat 257 level di bawah dia.

“Ini momen agung untuk dia (Gauff) danr Venus,” kata Serena.

“Dia menghadapi pemain yang sungguh mengingatkan saya kepada Venus, tubuhnya dan segalanya. Ini akan menjadi pertandingan menarik. Saya mungkin menontonnya tetapi saya selalu gugup menyaksikan Venus.”

Serena yang memburu gelar juara Wimbledon kedelapan kalinya baru mengetahui petenis Australia Ashleigh Barty kini penyandang status nomor satu dunia. “Wow, hebat itu,” kata dia tentang si juara baru French Open.

Serena yakin Barty bisa bertahan sebagai petenis nomor satu setelah merampasnya dari Naomi Osaka.

Baca juga: Naomi Osaka kini merasa bebannya sudah lepas

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Federer tolak ide pelatih beri instruksi di lapangan

Jakarta (ANTARA) – Roger Federer mengatakan ia akan menentang ide membolehkan pelatih memberikan instruksi di lapangan, sebagaimana yang telah terjadi pada tenis putri.

Tur WTA membolehkan petenis berkomunikasi dengan pelatih mereka pada poin-poin tertentu, dan AS Terbuka telah mempertimbangkan untuk membolehkan petenis mendapat instruksi dari boks pemain di Flushing Meadows tahun ini.

“Saya tidak tahu kabar terakhir. Di Halle, saya dengar Anda dapat berbicara kepada para pemain dari boks pemain di AS Terbuka,” kata Federer di Wimbledon seperti dilansir Reuters, Sabtu waktu setempat.

“Itu mungkin tidak akan terjadi lagi. Maka belum ada yang pasti. Namun dalam opini saya, semestinya tidak ada pemberian instruksi semacam itu dalam tenis.”

Bagi Federer, tenis menjadi unik karena setiap petenis harus berpikir sepanjang pertandingan dan mengubah-ubah taktik, tanpa mesti selalu dijejali instruksi dari pelatih.

Baca juga: Federer dipromosikan jadi unggulan kedua di Wimbledon

“Menurut saya, para petenis mendapatkan masukan (sebelum pertandingan) kemudian tergantung seberapa banyak ia dapat mengingatnya, bagaimana ia dapat mengatasinya, menanganinya sendiri,” tutur Federer.

Bagi peraih 20 gelar Grand Slam ini, tidak adanya instruksi dari pelatih di lapangan membuat tenis semakin adil bagi semua pihak.

“Sejujurnya menurut saya hal itu (pemberian instruksi pelatih) tidak diperlukan. Kemudian kita masuk lebih dalam ke olahraga di mana saya mungkin dapat menerima instruksi lebih banyak daripada yang lain. Apakah itu adil? Menurut saya, tidak adanya instruksi pelatih membuat semua orang berada dalam posisi sejajar.”

Petenis Swiss berusia 37 tahun ini akan menghadapi petenis Afrika Selatan Lloyd Harris pada Selasa pada pertandingan pertamanya dalam Wimbledon tahun ini. Di turnamen lapangan rumput itu, Federer mengincar gelar kesembilannya.

Baca juga: Naomi Osaka kini merasa bebannya sudah lepas

Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Nadia/Arianne taklukkan pasangan Afsel untuk menjuarai Jakarta 15K

Jakarta (ANTARA) – Pasangan Nadia Ravita/ Arianne Hartono menaklukkan pasangan asal Afrika Selatan Lee Barnard/Zani Barnard untuk membawa mereka menjuarai turnamen Pelti Indonesia W15 kategori ganda.

Pada pertandingan final yang dimainkan di Elite Club Epicentrum, Jakarta, Sabtu, Nadia/Arianne sempat mengalami kesulitan pada awal permainan sebelum akhirnya mampu mengamankan kemenangan 2-6, 6-4, 11-9.

Pada set pertama yang hanya berlangsung 31 menit, pengembalian Nadia/Arienne kerap menyangkut di net atau keluar lapangan permainan. Mereka hanya mampu menyamakan kedudukan pada skor 2-2, sebelum lawannya menyapu bersih gim di set pertama.

Permainan pasangan Indonesia/Belanda ini membaik pada set kedua. Arianne bahkan sempat melepaskan ace pada gim keenam. Namun lawan tidak mengendurkan permainan, kedudukan imbang sempat terjadi sebanyak lima kali.

Menjelang berakhirnya set kedua, Nadia/Arianne tampil semakin agresif. Hasilnya berbuah positif saat mereka memenangi set itu dan memaksakan tiebreak.

Pada tiebreak, Nadia/Arienna sempat tertinggal sampai 0-4. Tetapi mereka perlahan-lahan mampu menemukan ketenangan dan mengejar ketertinggalan. Situasi semakin menegangkan saat skor menunjukkan 8-8 dan 9-9, namun akhirnya pasangan ini mampu mengamankan keunggulan dua poin.

Baca juga: Rifanty tumbangkan unggulan teratas turnamen Pelti Indonesia W15

Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Nadia/Arianne sempat gugup saat tampil di final

Jakarta (ANTARA) – Pasangan petenis Nadia Ravita/Arianne Hartono mengaku sempat gugup saat tampil pada final Pelti Indonesia W15, yang dimainkan di Elite Club Epicentrum, Jakarta, Sabtu sore.

Rasa gugup tersebut sempat membuat mereka tertinggal dari pasangan asal Afrika Selatan Lee Barnard/Zani Barnard pada set pertama, sebelum kemudian bangkit dan memenangi set kedua serta tiebreak dengan skor 2-6, 6-4, 11-9.

“Jujur saya tadi grogi pas awal-awal. Return gak ada yang masuk. Kaki saya kayak nempel di tanah,” kata Nadia saat ditemui setelah pertandingan.

Menurut Arianne, rasa gugup tersebut lebih disebabkan mereka sangat ingin mengamankan kemenangan. Namun setelah menyadari bahwa mereka harus tenang, mereka sedikit mengubah strategi permainan.

“Abis itu, kita berusaha masukin bola dulu. Terus kita coba maju duluan dari dia. Karena kalau semakin dekat net, peluang untuk mendapatkan poin lebih besar,” tutur Arieanne.

Bagi Arianne, pasangan asal Afsel yang menjadi lawan mereka tidak tampil luar biasa. Jadi meski sempat tertinggal, mereka tetap menerapkan strategi permainan yang sudah disepakati.

“Lawan kita kan mainnya gitu aja sih. Gak ada yang istimewa gitu. Makanya kita terus maju sesuai rencana,” ujar Arianne.

Baca juga: Nadia/Arianne taklukkan pasangan Afsel untuk menjuarai Jakarta 15K

Baca juga: Arianne akui Aldila lawan yang berat

Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Arianne akui Aldila lawan yang berat

Jakarta (ANTARA) – Petenis Belanda berdarah Indonesia Arianne Hartono mengakui bahwa lawannya di semifinal Jakarta 15K, Aldila Soetjiadi, merupakan lawan yang berat.

“Hari ini pertandingannya tough, karena Aldila mainnya strategically tough sama mental tough juga,” kata Arianne kepada para pewarta setelah memastikan diri melangkah ke final setelah menang 7-5, 6-4 dalam pertandingan yang dimainkan di Elite Club Epicentrum, Jakarta, Sabtu siang WIB.

Pada set kedua, Arianne mampu menahan Aldila untuk tidak pernah berada dalam posisi unggul gim, salah satu kuncinya, dia mampu membaca permainan sang lawan dengan cepat.

“Set kedua nyari lagi sih, tapi kan sudah biasa dengan bolanya dia. Apalagi kalau dia serve kedua, aku bisa attack terus,” tutur dara 23 tahun ini.

Lawan Arianne di final adalah petenis muda Indonesia, Rifanti Kahfiani. Meski unggul jam terbang, Arianne sama sekali tidak menganggap enteng lawannya tersebut.

“Tipe permainan dia lebih susah buat aku, karena dia suka mengubah tempo permainan, terus suka pake bola slice, dan bola-bola tinggi,” tuturnya.

Pertandingan final Jakarta 15K akan diselenggarakan Minggu, di Elite Club Epicentrum, Jakarta.

Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2019