Sharapova mundur dari Paribas Terbuka akibat cedera bahu

California, AS (ANTARA News) – Pemegang gelar juara dua kali Maria Sharapova terpaksa keluar dari BNP Paribas Terbuka mendatang karena cedera bahu.
   
Petenis Rusia ini juga undur diri dari St. Petersburg akibat cedera yang sama pada akhir Januari, menjelang pertandingan putaran kedua dengan Daria Kasatkina di agenda tersebut, demikian dilansir wtatennis.com, Kamis.
   
Juara Grand Slam lima kali itu hanya memperebutkan tiga pertandingan sejak AS Terbuka musim panas lalu, dan harus mundur atau berhenti dari dua pertandingan.
   
Meski sukses mengalahkan juara bertahan Australia Terbuka Caroline Wozniacki pada gelaran 2019, namun petenis Rusia ini hanya mencapai putaran keempat setelah kalah dari Ashleigh Barty.
   
Meskipun itu adalah penampilan terbaiknya di Australia Terbuka sejak 2016, juara 2008 itu mengakui secara terbuka tentang cederanya.
   
“Ini adalah masalah yang sedang saya perjuangkan dan terpaksa harus menutup musim kompetisi setelah AS Terbuka,” katanya.
   
Sharapova memenangi acara Premier Mandatory pada 2006 dan 2013, dan mencapai final pada 2012.
   
Dengan pengunduran diri Sharapova, Mona Barthel dari Jerman masuk dalam pertandingan nomor utama.

Baca juga: Cedera bahu paksa Sharapova mundur dari St Petersburg

Pewarta:
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bertens Menang Atas Navarro Meski Sempat Tertinggal

    Doha, Qatar, (ANTARA News) – Petenis unngulan kelima Kiki Bertens sukses dengan kemenangan atas juara 2016 Carla Suarez Navarro meski sempat tertinggal di set pertama dengan skor akhir 2-6, 6-1, 6-1 pada kejuaraan Qatar Terbuka, Kamis.
    Kemenangan Kiki yang diperoleh meski mengalami kekalahan di set pertama merupakan yang kedua kali berturut-turut, yang sebelumnya juga terjadi saat berhadapan dengan petenis Italia Camila Giorgi, demikian dilansir wtatennis.com, Kamis.
    “Mungkin di set pertama saya sedikit terburu-buru. Saya ingin bermain agresif, tapi ternyata tidak bekerja dengan baik. Saya pikir Carla bermain dengan bagus. Dia melakukan servis dengan baik,” kata Bertens setelah pertandingan.
    Dengan kejadian ini, Bertens berharap permainannya di pertemuan selanjutnya bisa membaik.
    “Di set kedua saya hanya menunggu sedikit lagi tetapi kemudian melakukan pukulan seperti yang saya bisa. Saya pikir juga pada awal set ketiga saya sedikit beruntung di sana-sini, tapi saya hanya mengambilnya.
    Navarro, pemenang di Doha tiga tahun lalu, mematahkan serangan Bertens dua kali dalam empat servis pertamanya dan sukses mengantongi set pembuka.
    Namun di set dua dan tiga, Bertens kehilangan hanya 13 poin total pada servis dan menyelamatkan satu-satunya break point yang dia hadapi di set terakhir untuk mendapatkan kemenangan pertama dalam karirnya atas petenis Spanyol nomor 2 yang menjadi lawannya tersebut.
    Di perempat final, Bertens akan menghadapi petenis Belgia Elise Mertens, yang diuntungkan dari pengunduran diri juara Brisbane Karolina Pliskova.
Baca juga: Qatar Terbuka, Bertens lewati mimpi buruk kalahkan giorgi

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pliskova Ikuti jejak Wozniacki mundur dari Qatar Total Open

Doha, Qatar (ANTARA News) – Petenis unggulan peringkat dua Karolina Pliskova mengundurkan diri dari Qatar Total Open karena sakit akibat virus, demikian diumumkan turnamen itu.
   
Petenis Ceko tersebut telah digantikan dalam nomor tunggal putri oleh saudari kembarnya Kristyna Pliskova, yang mana keduanya juga telah digantikan dalam nomor ganda oleh pemain pengganti Ons Jabeur dan Alison Riske.
   
“Suhu tubuh saya naik beberapa hari ini. Saya tidak memiliki sakit leher atau apa pun, tapi merasa sangat lelah dan otot-ototku sakit sejak pagi hari meski tidak melakukan apa-apa. Saya tidak bisa bersaing 100 persen hari ini,” tutur petenis berusia 26 tahun itu melansir wtatennis.com, Rabu.
   
Mantan petenis nomor satu dunia itu keluar dari pertandingan putaran pertama Piala Fed akhir pekan lalu di mana tim Ceko kalah tipis 3-2 dari Rumania dalam pertandingan kandang di Ostrava, saat dia mengatakan gejala sakitnya dimulai.
   
“Sudah sehari setelah Piala Fed, setelah saya bermain dengan Simona (Halep) melalui pertandingan super panjang dan ketat, saya merasa itu melelahkan,” katanya kepada pers.
   
“Dan sejak hari pertama (di Doha) saya merasa tidak enak dan tidak siap. Saya tidak pernah merasa seperti ini. Merupakan hal normal jika merasa lelah, tentu saja, ketika Anda bepergian dan mengikuti banyak pertandingan. Tetapi saya merasa tubuh saya belum siap,” pungkas Pliskova.
   
Pemegang juara tahun 2017 ini menjadi yang petenis kelima yang mengundurkan diri dari turnamen sejak nomor utama dilaksanakan, yang antara lain yaitu Caroline Wozniacki yang juga terserang virus dan Caroline Garcia yang mengalami cedera kaki kiri.

Baca juga: Wozniacki mundur dari Qatar Terbuka

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Qatar Terbuka, Bertens lewati mimpi buruk kalahkan giorgi

Pelatih mengingatkan untuk melakukan pukulan yang bervariasi

Doha, Qatar, 13/2 (Antara/Reuters) – Petenis unggulan kelima Kiki Bertens lolos dari mimpi buruk di set awal dan mengalahkan petenis Italia Camila Giorgi 0-6, 7-6(7), dan 6-4.
   
Giorgi memberikan penampilan yang mengesankan dengan pukulan-pukulan kuat dan selesai dengan 35 winners tetapi gagal karena lawannya dari Belanda menang poin dalam dua set terakhir.
   
Bertens memenangkan 80 persen poin servis pertamanya di set terakhir untuk meraih kemenangan dan mematahkan perlawanan Giorgi.
   
“Pelatih mengingatkan untuk melakukan pukulan yang bervariasi, pukulan rendah, pukulan tinggi, dan saya rasa itu berhasil,” tutur Bertens.
   
Selanjutnya, Bertens melangkah ke pertandingan putaran kedua dengan juara Doha 2016 Carla Suarez Navarro.
   
Lainnya, unggulan ketujuh dari Latvia yaitu Anastasija Sevastova, mengalami kekalahan mengejutkan pada babak pembukaan saat ia dikalahkan 7-6(5) dan 6-4 oleh petenis kualifikasi Rusia Anna Blinkova.
   
Hasil itu adalah kinerja terbaik bagi Blinkova yang berusia 20 tahun, yang sebelumnya dua kali menang di 30 besar Doha tahun lalu.
   
Sebelumnya, mantan petenis nomor satu dunia Caroline Wozniacki mengundurkan diri dari turnamen karena sakit.
   
Petenis Australia Sam Stosur, yang menggantikan Wozniacki dalam undian utama sebagai pecundang, menyerah pada rintangan pertama setelah kalah 6-4 dan 6-2 dari petenis kualifikasi Ceko Karolina Muchova.

Baca juga: Atasi Buzarnescu, Ostapenko melaju ke putaran dua Qatar Terbuka

Baca juga: Wozniacki mundur dari Qatar Terbuka

Baca juga: Osaka mundur dari Qatar Terbuka akibat cedera punggung

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Atasi Buzarnescu, Ostapenko melaju ke putaran dua Qatar Terbuka

Doha, Qatar (ANTARA News) – Mantan juara Perancis Terbuka Jelena Ostapenko sukses mengatasi Mihaela Buzarnescu dan melaju ke putaran kedua Qatar Open dengan kemenangan 6-1, 4-6, 6-2, meski sempat kesulitan akibat angin yang begitu kencang.
   
Baik Ostapenko dan Buzarnescu adalah pemain yang agresif dan tidak sedikit melakukan kesalahan, tetapi Ostapenko bermain lebih konsisten dan mampu membalas kekalahannya di putaran kedua Qatar Open tahun lalu.
   
Buzarnescu kalah dengan 13 kesalahan ganda, membiarkan Ostapenko memiliki 20 peluang break-point, di mana petenis Latvia itu mengkonversi tujuh di antaranya.
   
Setelah menjatuhkan set kedua, Ostapenko mendapatkan kembali momentum dengan menyelamatkan empat break point pada pertandingan pembukaan yang jadi penentuan.
   
Buzarnescu kebobolan 3-1 ketika dia melakukan kesalahan ganda ke-12 hari itu di break point, sebelum Ostapenko melepaskan serangkaian forehand untuk menutup kemenangan dalam satu jam 45 menit.
   
Ostapenko, yang memenangkan Prancis Terbuka pada 2017, selanjutnya akan menghadapi petenis nomor tujuh dunia Elina Svitolina.
   
“Saya berharap di pertandingan besok angin tidak sekencang kemarin, karena akan sangat sulit untuk bermain,” kata Ostapenko melansir Reuters.
   
Dengan cuaca yang mendukung, ia berharap bisa menjadi faktor tambahan untuk mengalahkan Svitolina yang ia nilai sebagai petenis tingkat tinggi, sehingga membutuhkan tingkat permainan yang sepadan.

Baca juga: Osaka mundur dari Qatar Terbuka akibat cedera punggung

Baca juga: Djokovic undur diri dari Qatar Terbuka

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Wozniacki mundur dari Qatar Terbuka

Jakarta (ANTARA News) – Mantan petenis nomor satu dunia Caroline Wozniacki terpaksa menarik diri dari turnamen Qatar Terbuka dengan alasan sakit, dan posisinya digantikan oleh Samantha Stosur.

Dikutip dari laman WTA, Selasa, Wozniacki semula akan bertemu dengan petenis kualifikasi asal Ceko Karolina Muchova, Selasa, dan posisinya digantikan oleh juara AS Terbuka 2011, Stosur.

Petenis Denmark, Wozniacki terakhir kali bertanding di Australia Terbuka sebagai juara bertahan, namun ia disingkirkan oleh Maria Sharapova.

Sementara itu, Caroline Garcia juga mengundurkan diri karena cedera kaki. Petenis Prancis yang seharusnya berhadapan dengan Lesia Tsurenko itu digantikan oleh Lara Arruabarrena. Pemenang pertandingan ini selanjutnya akan melawan unggulan teratas Simona Halep.

“Saya bermain pada FC (Piala Fed) akhir pekan ini dan saya tiba sangat dini pagi tadi,” kata Garcia kepada pers. “Ketika saya melakukan pemanasan, saya merasa sakit pada otot kaki kiri – saya tidak merasa nyaman dan ini semakin memburuk selama latihan. Saya harus bermain satu jam lagi dan itu terlalu pendek untuk pemulihan,” katanya.

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bajin tidak lagi jadi pelatih Naomi Osaka

Amerika Serikat (ANTARA News) – Sascha Bajin yang merupakan pelatih petenis Naomi Osaka kini tidak lagi mengasuh pemegang juara Grand Slam dua kali berturut-turut asal Jepang tersebut.
   
“Saya tidak akan lagi bekerja dengan Sascha. Saya berterima kasih atas arahan dan berdoa yang terbaik untuknya di masa depan,” tulis Osaka melalui akun Twitternya, melansir Reuters, Selasa.
   
Osaka meraih gelar peringkat satu dunia sejak memenangkan Australia Terbuka bulan Januari, yang sebelumnya juga berhasil menekuk Serena Williams di final Amerika Terbuka bulan September 2018.
   
Bajin pun menanggapi Twit petenis berusia 21 tahun yang kini berbasis di AS itu.
   
“Terima kasih Naomi. Saya juga mendoakan yang terbaik untukmu. Kemarin adalah pengalaman yang hebat, dan saya berterima kasih sudah diizinkan menjadi bagian dari hal itu,” tulisnya.
   
Osaka menyewa Bajin pada tahun 2017 dan keduanya mengalami banyak peristiwa spektakuler saat bekerja bersama.

Baca juga: Naomi Osaka, petenis nomor satu dunia pertama dari Asia

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indonesia bidik dua emas SEA Games dari ganda

kami bisa mendapatkan dua medali emas dari sektor ganda putri dan ganda campuran

Jakarta (ANTARA News) – Tim tenis Indonesia membidik dua medali emas pada nomor ganda putri dan ganda campuran dalam SEA Games 2019 yang akan berlangsung di Filipina, menyusul capaian prestasi dalam Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang.

“Kami sudah melapor ke Kementerian Pemuda dan Olahraga karena mereka bertanya tentang target tenis. Saya bilang kami bisa mendapatkan dua medali emas dari sektor ganda putri dan ganda campuran pasangan Aldila/Christo,” kata Ketua Umum PP Pelti Rildo Ananda Anwar selepas jumpa pers di Jakarta, Senin.

PP Pelti, menurut Rildo, telah mengajukan anggaran sebesar Rp10 miliar untuk menggelar pemusatan latihan nasional bagi lima atlet putra dan lima atlet putri.

“Kami menyiapkan program pelatnas di Pejompongan, Jakarta Selatan karena di sana ada dua lapangan tenis sekaligus penginapan bagi para atlet. Lapangan tenis di Gelora Bung Karno seringkali menjadi lokasi penyelenggaraan pamerain sehingga program pelatnas terkendala,” ujarnya.

Namun, Rildo mengatakan program pelatnas intensif tenis akan dimulai pada Agustus atau tiga bulan sebelum penyelenggaraan SEA Games 2019 karena sebagian besar atlet akan mengikuti turnamen perorangan di luar negeri.

Sementara untuk program uji coba, Pelti menyiapkan empat kali uji coba tim bagi para pemain berdasarkan anggaran yang diajukan ke Kemenpora.

“Para pemain sudah punya sponsor masing-masing untuk peralatan. Tapi, kami juga mengajukan anggaran peralatan bagi mereka yang ikut pelatnas,” katanya.

PP Pelti, lanjut Rildo, akan membantu akomodasi dan menghubungkan ke kedutaan-keduataan besar Indonesia di luar negeri jika para pemain mengikuti kejuaraan perorangan di luar negeri.

Meskipun akan memenuhi ketetapan Kemenpora terkait komposisi atlet junior-senior dalam SEA Games, Pelti masih akan mengandalkan atlet senior seperti Christopher Rungkat untuk turun memperkuat tim Indonesia.

Rildo mengatakan Christo yang akan berpasangan dengan Aldila Sutjiadi menjadi harapan untuk menghadapi tim Thailand dan tim tuan rumah Filipina yang unggul pada cabang tenis SEA Games.

Baca juga: Pelti seleksi pemain calon penghuni pelatnas

Baca juga: Peluang langkah Indonesia di tenis Asian Games

Baca juga: Pelti susun tim putri Asian Games

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pelti seleksi pemain calon penghuni pelatnas

Jakarta (ANTARA News) – Pengurus Pusat Persatuan Tenis Lapangan Seluruh Indonesia (Pelti) akan menggelar seleksi pemain calon penghuni pelatnas jelang SEA Games 2019 dengan mengundang 10 petenis potensial pada 19 Februari.

“Kami akan fokus pada atlet-atlet putra terlebih dahulu karena regenerasi pemain putra belum tampak dibanding pemain putri. Kami berharap mendapatkan enam pemain junior putra untuk regenerasi,” kata Ketua Umum PP Pelti Rildo Ananda Anwar selepas jumpa pers di Jakarta, Senin.

Rildo mengatakan seleksi pemain putra pelatnas untuk persiapan SEA Games Filipina itu akan berlangsung dalam berbagai kejuaraan di Jakarta, Bandung, dan puncaknya pada Piala Davis di Palembang.

“Komposisi tim tenis dalam SEA Games nanti terdiri dari tiga pemain junior dan dua pemain senior. Itu sesuai permintaan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga,” katanya menambahkan.

Selain memfokuskan para regenerasi atlet-atlet putra, Rildo mengatakan cabang tenis masih membutuhkan pemain senior seperti Christopher Rungkat dalam tim untuk memenuhi target medali dalam SEA Games 2019.

“Karena kami tidak punya lagi atlet putra yang dapat diandalkan. Kami mendapatkan target medali dari pemerintah makanya kami akan pertahankan Christo. Jika kami menurunkan atlet-atlet junior, kami tidak dapat memenuhi target itu,” katanya.

Pemain senior seperti Christo, menurut Rildo, akan menjadi tumpuan tim Merah Putih untuk menghadapi pemain Thailand dan tuan rumah Filipina yang unggul pada cabang tenis SEA Games.

Pada tim putri, Rildo mengatakan regenerasi pemain sudah lebih baik dibanding tim putra karena masih terdapat pemain peringkat nasional seperti Priska Madelyn Nugroho, Janice Tjen, serta Hadini selain empat pemain yang masuk dalam Tim Fed Indonesia yaitu Aldila Sutjiadi, Beatrice Gumulya, Jessy Rompies, serta Deria Nur Haliza.
Baca juga: Indonesia pertahankan tiket Piala Fed Grup I

“Kami akan berdiskusi dengan pelatih Frank van Fraayenhoven serta Deddy Tedjamukti terkait regenerasi tim putri. Mereka baru kembali dari Astana, Kazakhstan, kemarin,” katanya. 
Baca juga: Aldila petik pelajaran hadapi tim unggulan China
Baca juga: Indonesia akui kurang pengalaman hadapi unggulan Asia

 

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Aldila petik pelajaran hadapi tim unggulan China

Jakarta (ANTARA News) – Atlet tenis putri Indonesia Aldila Sutjiadi memetik pelajaran tentang permainan atlet-atlet China sebagai tim unggulan Piala Fed Grup I Zona Asia Oseania meskipun harus kalah dari tim unggulan pertama pool B itu pada pertandingan di Astana, Kazakhstan, pada Jumat (8/2).

“Pemain China itu punya tekanan serangan yang kuat saat bermain. Kami menjadi susah mengendalikan permainan. Mereka juga bermain lebih konsisten,” kata Aldila selepas jumpa pers di Jakarta, Senin tentang permainan menghadapi tim China di Astana.

Aldila yang turun pada laga tunggal pertama kalah dari pemain peringkat 550 dunia Zhaoxuan Yang dalam dua set langsung 1-6, 4-6 pada pertandingan kedua pool B Indonesia menghadapi China. Tim Indonesia kalah 0-3 dari tim China.

“Ketika kami menghadapi tim Korea Selatan, kami masih sempat mendapatkan beberapa poin atas mereka. Itu berbeda dengan tim China yang punya pertahanan yang rapat,” kata petenis peraih medali emas Asian Games 2018 yang berpasangan dengan Christopher Rungkat itu.

Meskipun mampu bertahan pada Grup I Zona Asia Oseania setelah mengalahkan tim Thailand pada laga relegation playoff, Aldila mengatakan pengalaman menghadapi tim China pada Piala Fed 2019 tidak dapat menjadi acuan pada 2020.

“Kalau pemain-pemain yang diturunkan sama seperti pada 2019, kami masih punya peluang hadapi tim China pada 20200. Tapi, mereka juga beberapa kali menurunkan pemain-pemain muda karena mereka punya banyak pemain dengan peringkat 100 dunia,” kata Aldila yang menempati peringkat 630 dunia itu.

Tim China menjadi tim unggulan pada Piala Fed 2019 Grup I Zona Asia Oseania selain tim Kazakhstan yang berada di pool A.

tim tenis putri Indonesia berhasil mencapai target untuk mempertahankan keikutsertaan dalam Piala Fed Grup I Zona Asia Oseania setelah mengalahkan tim Thailand dalam laga relegation play-off yang berlangsung di Astana, Kazakhstan, Sabtu (9/2).

Tim putri Merah-Putih selamat dari degradasi ke Grup II Zona Asia Oseania setelah menang 2-1 atas tim Negeri Gajah Putih.

Kemenangan dalam pertandingan relegation playoff Piala Fed 2019 Grup I Zona Asia Oseania itu sekaligus mampu memperkecil selisih kedudukan tim putri Indonesia dengan tim Thialand menjadi 4-5 dari sebelumnya 3-5.

Baca juga: Indonesia akui kurang pengalaman hadapi unggulan Asia

Baca juga: Indonesia pertahankan tiket Piala Fed Grup I

Baca juga: Tim Fed Indonesia takluk dari Korea Selatan

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indonesia akui kurang pengalaman hadapi unggulan Asia

Jakarta (ANTARA News) – Tim tenis putri Indonesia mengaku masih kurang pengalaman tanding ketika menghadapi tim-tim unggulan Asia dalam Piala Fed 2019 Grup I Zona Asia Oseania di Astana, Kazakhstan, 6-9 Februari.

“Pemain dari negara-negara Asia lain sudah turun di turnamen Grand Slam maupun turnamen lain yang punya peringkat yang tinggi dibanding turnamen yang kami ikuti. Pengalaman kami masih kurang. Padahal secara bakat, kami tidak jauh berbeda,” kata petenis putri Indonesia Aldila Sutjiadi di Jakarta, Senin, tentang pertandingan tim Fed Indonesia pada pool B itu.

Indonesia dengan peringkat 41 dunia harus menghadapi tim putri China yang merupakan tim unggulan Grup I dengan peringkat 24 dunia serta tim Korea Selatan yang punya peringkat 30 dunia pada pool B Piala Fed 2019 Grup I Zona Asia Oseania.

Aldila mengatakan hasil yang dicapai tim putri Indonesia dalam Piala Fed 2019 Grup I itu menjadi bekal untuk pertandingan dalam turnamen perorangan, selain mempertahankan posisi Indonesia dalam Grup I setelah menang atas tim Thailand pada laga relegation playoff.

“Kami jadi punya kesempatan uji tanding dengan pemain-pemain unggulan Asia. Pertandingan di Piala Fed itu memberikan gambaran bagi kami terkait kekurangan pada permainan kami sendiri,” kata peraih medali emas Asian Games 2018 yang berpasangan dengan Christopher Rungkat itu.

Sementara, pemain putri tim Merah Putih lain, Jessy Rompies mengatakan Indonesia perlu menggelar turnamen internasional di dalam negeri agar memberikan kesempatan bertanding bagi atlet-atlet nasional tanpa harus mengeluarkan ongkos pribadi yang lebih mahal di luar negeri.

“Kalau kami punya kesempatan bertanding di dalam negeri, kami bisa menaikkan peringkat kami. Biaya untuk mengikuti pertandingan di luar negeri itu lebih besar,” kata Jessy.

Sebelumnya, tim tenis putri Indonesia berhasil mencapai target untuk mempertahankan keikutsertaan dalam Piala Fed Grup I Zona Asia Oseania setelah mengalahkan tim Thailand dalam laga relegation play-off di Astana, Kazakhstan, Sabtu (9/2).
Baca juga: Tim Piala Fed Indonesia tantang Thailand demi bertahan di Grup I

Tim putri Merah-Putih selamat dari degradasi ke Grup II Zona Asia Oseania setelah menang 2-1 atas tim Negeri Gajah Putih.

Tunggal putri Aldila Sutjiadi membuka kemenangan bagi timnya dengan menaklukkan petenis peringkat 712 Nudnida Luangnam dalam rubber set 3-6, 6-0, 7-6(5).

Pada laga kedua, Beatrice Gumulya tumbang dari Peangtarn Plipuech 7-5, 4-6, 4-6. Sedangkan pasangan Jessy Rompies/Aldila Sutjiadi yang turun pada laga ketiga berhasil merebut kemenangan dalam dua set langsung 6-2, 7-6(3).

Kemenangan dalam pertandingan relegation playoff Piala Fed 2019 Grup I Zona Asia Oseania itu sekaligus mampu memperkecil selisih kedudukan tim putri Indonesia dengan tim Thialand menjadi 4-5 dari sebelumnya 3-5. 
Baca juga: Indonesia pertahankan tiket Piala Fed Grup I

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Medvedev juarai turnamen Sofia Terbuka

Jakarta (ANTARA News) – Daniil Medvedev melanjutkan penampilan solidnya mengawali tahun 2019 dengan menjuarai Sofia Terbuka, mengalahkan Marton Fucsovics 6-4, 6-3 pada final Minggu.

“Saya merasa di bawah tekanan dan sangat tegang, sehingga saya begitu gembira bahwa saya berhasil memenangi gelar,” kata Medvedev dikutip dari laman ATP, Senin.

“Marton bermain bagus dan membuat sejumlah pukulan yang hebat, sehingga saya perlu tetap mengakomodasi [dalam] setiap momen dalam pertandingan ini dan itu lah yang saya lakukan.”

Unggulan ketiga, peringkat 16 dunia itu, memenangi 70 persen dari poin servis pertamanya untuk meraih kemenangan dalam 81 menit. Medvedev khususnya mengesankan dalam pengembalian bola, memenangi semua kecuali tiga dari poin pengembalian servis keduanya (19/22) melawan Fucsovics dan berhasil mencetak angka melalui empat dari sembilan kesempatan break. Ia berhasil mempertahankan 36 dari 40 service game-nya sepanjang pekan (90%).

“Daniil adalah pemain yang sangat sulit. Ia banyak peningkatan dan mempunyai potensi untuk menerobos ke top 10,” kata Fucsovics. “Ia melakukan servis dengan baik hari ini [dan]  sangat konsisten dari baseline. Ia tidak memberi saya kesalahan yang mudah. Ini masih salah satu pekan terbaik dalam karir saya dan saya sangat gembira kembali ke Top 40 lagi.”

Gelar tersebut merupakan gelar ATP Tour pertama Medvedev pada 2019 dan yang keempat dalam karirnya, setelah memenangi tiga event pada 2018 (Sydney, Winston-Salem dan Tokyo).

Sementara Fucsovics tampil pada final ATP Tour keduanya. Ia memperoleh gelar ATP Tour perdana tahun lalu di Geneva.
Baca juga: Wawrinka terjungkal di babak pertama Sofia Terbuka

Penerjemah: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pasangan Christopher Rungkat dan Cheng-Peng runner-up Sofia Terbuka

London (ANTARA News) – Petenis Indonesia Christopher Rungkat, yang berpasangan dengan Hsieh Cheng-Peng (Taiwan) menjadi runnet-up pada turnamen Sofia Terbuka, setelah mengalami kekalahan pada final, Minggu (10/2).

Pasangan dua negara ini harus puas pada posisi kedua setelah dikalahkan pasangan Austria dan Kroasia, Jurgen Melzer and Nikola Mektic dengan skor 6-2, 4-6, 10-2.

Sekretaris pertama pensosbud KBRI Sofia, Nurul Sofia kepada Antara London, Senin menyebutkan Christo dan pasangannya menerima 150 points ranking total hadiah sebesar 15.200 euro.

Christo yang memenangi mendali emas pada Asian Games 2018 menyatakan senang bisa berkompetisi di Sofia Terbuka karena baru kali ini bertanding di Bulgaria.

Bulan lalu pasangan ganda, Christo dan Hsieh Cheng-Peng sukses menjuarai The Vietnam Tennis Open Da Nang City 2019.

Dubes RI Astari Rasjid yang juga hadir memberi dukungan dalam pertandingan Sofia Terbuka, bersama warga Indonesia lainnya, mengungkapkan kebanggaannya pada prestasi yang diperoleh Christo.

Hal ini juga semakin mempopulerkan Indonesia kepada publik Bulgaria yang sangat menyukai cabang olahraga tenis.

Turnamen ATP Sofia Terbuka berlangsung di Kota Sofia Bulgaria pada 3-10 Februari di Sports Hall Arena Armeec Sofia dengan kapasitas sekitar 12.000 penonton.

Unggahan pada Instagram Christopher Rungkat setelah mencapai final Sofia Terbuka bersama Hsieh Cheng-Peng:
 

Baca juga: Medvedev juarai turnamen Sofia Terbuka

Pewarta:
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tsonga raih gelar di Montpellier

Jakarta (ANTARA News) – Jo-Wilfried Tsonga meraih gelar ATP Tour pertamanya dalam lebih dari 15 bulan, pada Minggu, dengan mengalahkan rekan senegaranya Pierre-Hugues Herbert 6-4, 6-2 pada turnamen Open Sud de France.

Petenis berusia 33 tahun, yang terakhir kali mengangkat trofi di Antwerp (mengalahkan Schwartzman) pada Oktober 2017 itu, hanya kehilangan empat poin dari servis pertamanya (27/31) untuk menang dalam 73 menit.

Tsonga kehilangan tujuh bulan dalam musim kompetisi ATP Tour 2018 menyusul pengunduran dirinya pada semifinal Montpellier tahun lalu, untuk menjalani operasi lutut kiri pada April.

“Saya sangat gembira dengan cara saya bermain pekan ini,” kata Tsonga. “Momen yang luar biasa bagi saya menang di Montpellier… Saya sudah melakukan banyak usaha untuk kembali [di sini], sejauh ini, ini adalah ganjaran yang baik dan saya berharap saya akan bisa terus bermain pada level ini,” katanya seperti dilansir laman ATP, Senin.

Peringkat 210 dalam ATP Ranking, Tsonga adalah pemain dengan peringkat terendah yang meraih gelar ATP Tour sejak Pablo Andujar mengangkat trofi Grand Prix Hassan II di Marrakech 10 bulan lalu. Tsonga memperpanjang catatan tak terkalahkan dalam FedEx ATP Head2Head melawan Herbert menjadi tiga pertandingan.

Pada final antar petenis Prancis yang kedua kalinya berturut-turut di Montpellier, Tsonga menjadi petenis Prancis yang meraih gelar ketujuh dalam turnamen tersebut dalam sembilan tahun sejarahnya. Yang lainnya adalah Gael Monfils (2010, 2014), Richard Gasquet (2013, 2015-2016) dan Lucas Pouille (2018) dalam daftar juara tuan rumah.

Sementara unggulan ketujuh Herbert, bertanding dalam final tunggal putra ATP Tour ketiganya, ingin mengangkat trofi tunggal pertamanya. Petenis Prancis, yang diproyeksikan akan meningkat ke peringkat tertinggi dalam karirnya, 36, dalam ATP Ranking pada 11 Februari itu, juga berakhir sebagai runner-up di Winston-Salem (kalah oleh Anderson) pada 2015 dan Shenzhen (kalah oleh Nishioka) tahun lalu. Bulan lalu, Herbert berpasangan dengan Nicolas Mahut mengalahkan Henri Kontinen dan John Peers pada final Australian Terbuka.

“Pertandingan yang sulit melawan Jo,” kata Herbert. “Saya tahu ini akan menjadi pertandingan yang berat dan ia mengungguli saya sepenuhnya sepanjang final. Ia pemain yang lebih baik hari ini. Saya senang dengan pekan saya, saya memainkan lima pertandingan pada level atas, dan saya menanti sisa musim ini. [Saya akan] berusaha menjaga permainan bagus ini.”

Baca juga: Tsonga jinakkan Shapovalov
 

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indonesia pertahankan tiket Piala Fed Grup I

Jakarta (ANTARA News) – Tim tenis putri Indonesia berhasil mempertahankan keikutsertaan dalam Piala Fed Grup I Zona Asia Oseania setelah mengalahkan tim Thailand dalam laga relegation play-off yang berlangsung di Astana, Kazakhstan, Sabtu.

Tim putri Merah-Putih, seperti dipantau Antara di Jakarta dari situs resmi Piala Fed, selamat dari degradasi ke Grup II Zona Asia Oseania setelah menang 2-1 atas tim Negeri Gajah Putih.

Tunggal putri Aldila Sutjiadi membuka kemenangan bagi timnya dengan menaklukkan petenis peringkat 712 Nudnida Luangnam dalam rubber set 3-6, 6-0, 7-6(5).

Pada laga kedua, Beatrice Gumulya tumbang dari Peangtarn Plipuech 7-5, 4-6, 4-6. Sedangkan pasangan Jessy Rompies/Aldila Sutjiadi yang turun pada laga ketiga berhasil merebut kemenangan dalam dua set langsung 6-2, 7-6(3) atas pasangan Thailand Nudnida Luangnam/Peangtarn Plipuech.

Kemenangan dalam pertandingan relegation playoff Piala Fed 2019 Grup I Zona Asia Oseania itu mampu memperkecil selisih kedudukan tim putri Indonesia dengan tim Thialand menjadi 4-5 dari sebelumnya 3-5.

“Kami berhasil memenuhi target untuk tetap bertahan di Grup I. Kemenangan itu merupakan hal penting bagi tim putri Indonesia agar dapat menaikkan peringkat beregu,” kata kapten Tim Fed Indonesia Deddy Tedjamukti di Astana, Kazakhstan, seperti dilansir tenisindonesia.com.

Deddy mengatakan keberadaan tim putri Indonesia dalam Grup I Piala Fed Zona Asia Oseania akan memacu kemampuan individu para petenis putri Tanah Air. “Mereka berkesempatan beradu dengan petenis-petenis peringkat 100 dunia, bahkan 50 besar dunia,” ujar Deddy yang juga menyampaikan terimakasih kepada Beatrice, Aldila, Jessy, dan Deria Nur Haliza.

Indonesia harus menghadapi tim Thailand dalam pertandingan untuk mempertahankan posisi dalam Piala Fed Grup I Zona Asia Oseania menyusul posisinya tim Merah-Putih pada peringkat ketiga pool B dan tim Thailand pada posisi ketiga pool A.

Pada pertandingan pool B, Indonesia kalah 0-3 dari tim Korea Selatan, serta kalah 0-3 dari tim China. Sedangkan melawan tim Pasifik Oseania, tim putri Indonesia menang 3-0.

Baca juga: Tim Piala Fed Indonesia tantang Thailand demi bertahan di Grup I

Baca juga: Putri Indonesia runner-up kualifikasi Fed Junior 2018

Pewarta:
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tundukkan Tsitsipas, Monfil melaju ke semifinal Sofia Terbuka

Jakarta (ANTARA News) – Gael Monfils memenangi 93 persen poin dari servis pertamanya, saat ia melaju ke semifinal turnamen Sofia Terbuka pada Jumat waktu setempat dengan 6-3, 7-6 (5) atas petenis berbakat Yunani Stefanos Tsitsipas.

Dikutip dari Reuters pada Sabtu, Petenis Prancis berpengalaman, yang sempat merosot ke peringkat 33 dunia setelah serangkaian cedera, menampilkan performa luar biasa saat ia memastikan tiket empat besar tanpa kehilangan satu set pun minggu ini.

Atlet berusia 32 tahun itu sempat mengendur setelah mematahkan servis Tsitsipas pada saat pertama, tetapi kemudian memenangi tiebreak di set kedua.

“Saya sangat agresif hari ini,” kata Monfils. “Saya mencoba memainkan (tempo) dan servis dengan sangat baik. Ini adalah hari terbaik saya hingga sejauh ini.”

Pada Sabtu (Minggu WIB) Monfils akan menghadapi unggulan ketiga asal Rusia Daniil Medvedev yang menaklukkan petenis Slovakia Martin Klizan dengan straight set untuk melangkah ke semifinal.

Sementara petenis Italia Matteo Berrettini mampu bangkit untuk mengalahkan unggulan keenam Fernando Verdasco 4-6, 7-5, 6-4.

Petenis nomor 53 dunia, Berrettini, yang sempat mengejutkan setelah menyingkirkan unggulan teratas Karen Khachanov dengan kemenangan tiga set pada putaran kedua, menyulap awal permainan yang lemah menjadi penampilan hebat lainnya dengan pukulan kuat dan servis solid melawan petenis veteran Spanyol itu.

“Seperti dalam pertandingan melawan Karen, saya gagal dan saya berusaha untuk tetap fokus,” kata petenis Italia yang genap berusia 23 pada April nanti. “Saya tahu harus bertarung dan saya senang semuanya berjalan dengan baik.”

Lawan semifinal Berrettini adalah petenis Hungaria Marton Fucsovics yang berhasil masuk empat besar saat ulang tahunnya yang ke-27 setelah unggulan keempat Roberto Bautista Agut, juara Sofia Open pada 2016, mengundurkan diri di babak perempat final karena tidak fit.

Baca juga: Monfils buat langkah awal positif di Sofia

Baca juga: Youtube Tsitsipas banjir subscriber saat ia berhasil ke semifinal

Penerjemah: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tim Piala Fed Indonesia tantang Thailand demi bertahan di Grup I

Jakarta, 8/2 (Antara) – Tim tenis putri Indonesia akan menantang tim Thailand pada laga playoff Piala Fed yang akan berlangsung di Astana, Kazahstan, Sabtu (9/2) demi mempertahankan keikutsertaan dalam Grup I Zona Asia Oseania.

Pada pertandingan ketiga pool B di Astana, seperti dilansir situs resmi Piala Fed di Jakarta, Jumat, Tim Fed Indonesia kalah 0-3 dari tim unggulan pertama China.

Tunggal pertama Merah-Putih Aldila Sutjiadi kalah dari petenis peringkat 550 dunia Yang Zhaoxuan 1-6, 4-6.

Pada tunggal kedua, Beatrice Gumulya juga menyerah dari petenis peringkat 42 dunia Zheng Saisai dalam tiga set 6-3, 3-6, 1-6.

Pada laga ketiga, ganda Deria Nur Haliza/Jessy Rompies kalah dua set langsung dari pasangan Wang Yafan/Xu Yifan 5-7, 1-6.

“Kami harus menang meskipun tidak ada strategi khusus karena itu akan menjadi laga playoff,” ujar kapten Tim Fed Indonesia Deddy Tedjamukti tentang laga menghadapi tim Thailand seperti dikutip tenisindonesia.com.

Indonesia harus memenangi playoff menghadapi Thailand agar dapat bertahan di Grup I Zona Asia Oseania. Kedua tim menempati peringkat ketiga pada pool A dan B.

Thailand, pada pool A, telah menelan dua kali kekalahan dari tim India ataupun tim Kazakhstan.

Walaupun Indonesia kalah dalam tiga laga terakhir menghadapi tim Negeri Gajah Putih sehingga agregat pertemuan menjadi 3-5, Beatrice dan kawan-kawan berpeluang memetik kemenangan karena petenis utama Thailand Luksika Kumkhum tidak hadir dalam pertandingan kali ini.

Namun, Thailand masih punya petenis lain yang juga menjadi andalan mereka yaitu Nudnida Luangnam. Rekor pertemuan Nudnida dengan Aldila yang akan turun pada laga pertama adalah 2-0 dalam pertandingan turnamen Federasi Tenis Internasional (ITF).

“Sekarang kami bermain di tempat netral. Saya punya kesempatan untuk membalas kekalahan,” ujar Aldila yang mendapat medali emas Asian Games 2018 berpasangan dengan Christopher Rungkat.

Deddy Tedjamukti mengatakan Aldila masih berpeluang mengalahkan Nudnida dalam pertandingan beregu seperti Piala Fed 2019 itu.

“Pemain selalu punya suasana berbeda jika mereka bertanding dalam kejuaraan beregu. Dalam pertandingan ini, ada kapten tim yang memberikan instruksi langsung ke petenis,” kata Deddy. ***3***
 

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tim Fed Indonesia masih berpeluang bertahan di Grup I

Jakarta (ANTARA News) – Tim tenis putri Indonesia masih berpeluang untuk tetap bertahan pada Piala Fed Grup I zona Asia Oseania menyusul kemenangan atas tim Pasifik Oseania pada laga kedua pool B di Astana, Kazakhstan, Kamis.

“Saya senang bisa memenangi pertandingan ini dan yang terpenting bisa memastikan peluang Indonesia untuk tetap bertahan di Grup I,” ujar petenis tunggal putri Indonesia Beatrice Gumulya dalam keterangan tertulis PP Pelti yang diterima Antara di Jakarta, Kamis malam.

Tim Fed Indonesia menang telak 3-0 atas tim Pasifik Oseania. Pada laga pembuka, tunggal putri Aldila Sutjiadi menang dua set langsung 6-4, 6-2 atas Violet Apisah. Sedangkan Beatrice yang turun pada laga kedua juga menang.

Beatrice mengalahkan Abigail Tere-Apisah yang menempati peringkat 341 dunia dalam tiga set 6-4, 2-6, 6-4.

Sementara, ganda Deria Nur Haliza/Jessy Rompies memastikan kemenangan telak tim Merah-Putih dengan menaklukkan pasangan Steffi Carruthers/Abigail Tere-Apisah dua set langsung 6-4, 6-4.

Tim putri Indonesia menempati peringkat ketiga pool B Piala Fed Grup I Zona Asia Oseania 2019. Tapi, mereka masih punya satu pertandingan menghadapi tim unggulan pertama China pada Jumat (8/2).

“Kami akan bermain tanpa beban karena kami punya kesempatan untuk mencoba beradu dengan petenis peringkat 50 besar dunia,” kata Beatrice tentang laga menghadapi tim putri China.

Meskipun menang atas tim Pasifik Oseania, tim putri Tanah Air harus menang dalam pertandingan “relegation play-off” atas tim peringkat ketiga pool A agar dapat bertahan pada Piala Fed Grup I Zona Asia Oseania.

Tim Thailand, pada pool A, telah mengantongi dua kali kekalahan dari tim India ataupun tim Kazakhstan dan akan menempati posisi ketiga pada pool A.

Laga Piala Fed Grup I Zona Asia Oseania menggunakan format pertandingan dua tunggal dan satu ganda. Petenis pelapis dari masing-masing tim akan bertanding pada laga pertama. Kemudian, pertandingan antara petenis utama dan laga nomor ganda sebagai penutup.

Tim yang meraih kemenangan pada Piala Fed Grup I Zona Asia Oseania itu akan mendapatkan promosi ke Play Off Grup Dunia. Sedangkan tim yang kalah pada pertandingan yang berlangsung 6-9 Februari 2019 itu akan terdegradasi ke Grup II Zona Asia Oseania.

Baca juga: Tim Fed Indonesia takluk dari Korea Selatan
 

Pewarta:
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tim Fed Indonesia takluk dari Korea Selatan

Jakarta (ANTARA News) – Tim tenis putri Indonesia harus mengakui keunggulan tim Korea Selatan 0-3 dalam pertandingan pertama pool B Piala Fed Grup I Zona Asia Oceania di Astana, Kazakhstan, Rabu.

“Para pemain sudah tampil maksimal. Lawan memang lebih kuat tapi mereka tidak mendapatkan kemenangan dengan mudah. Perolehan skor lawan atas tim Indonesia pada setiap gim sangat ketat,” kata Kapten Tim Putri Indonesia Deddy Tedjamukti dalam keterangan tertulis Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (Pelti) yang diterima Antara di Jakarta, Rabu malam.

Pada sektor tunggal, petenis Merah-Putih Aldila Sutjiadi kalah dari Jang Su Jeong 3-6, 2-6. Sedangkan tunggal lain Indonesia Beatrice Gumulya takluk dari Han Na Lae 6-7(4), 4-6.

Pada nomor ganda, pasangan Deria Nur Haliza/Jessy Rompies juga harus menelan kekalahan. Mereka dipaksa menyerah dari Kim Na Ri/Jeong Sunam 5-7, 2-6.

Tim Fed Indonesia akan menghadapi tim Pasifik Oseania yang juga merupakan tim promosi dalam kejuaraan beregu putri Zona I Asia Oseania, pada Kamis (7/2). Pada laga pertama pool B, tim Pasifik Oseania takluk dari tim China 0-3.

“Saya sangat optimistis tim kami mampu mengalahkan tim Pasifik Oseania dengan memenangi dua  pertandingan tunggal. Mereka punya satu petenis dengan peringkat di atas Beatrice ataupun Aldila, tapi saya tetap yakin tim kami menang,” ujar Deddy.

Indonesia masih punya peluang untuk tetap bertahan pada Piala Fed Grup I Zona Asia-Oseania pada 2020 jika berhasil memetik kemenangan atas tim Pasifik-Oseania pada laga kedua pool B.

Namun, tim putri Tanah-Air harus menang dalam pertandingan “relegation play-off” atas tim peringkat ketiga pool A. Tim Thailand dan tim India berpeluang menempati posisi ketiga pada pool A.

Laga Piala Fed Grup I Zona Asia Oseania menggunakan format pertandingan dua tunggal dan satu ganda. Petenis pelapis dari masing-masing tim akan bertanding pada laga pertama. Kemudian, pertandingan antara petenis utama dan laga nomor ganda sebagai penutup.

Tim yang meraih kemenangan pada Piala Fed Grup I Zona Asia Oseania itu akan mendapatkan promosi ke Play Off Grup Dunia. Sedangkan tim yang kalah pada pertandingan yang berlangsung 6-9 Februari 2019 itu akan terdegradasi ke Grup II Zona Asia Oseania.

Baca juga: Putri Indonesia runner-up kualifikasi Fed Junior 2018

Baca juga: Indonesia dipastikan ke babak dunia Fed Junior

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Osaka mundur dari Qatar Terbuka akibat cedera punggung

Tokyo (ANTARA News) – Petenis nomor satu dunia Naomi Osaka mengundurkan diri dari kejuaraan Qatar Terbuka pekan depan karena cedera punggung, dilansir Reuters, Rabu.
   
Osaka, yang akan bertanding untuk pertama kalinya sejak kemenangannya di Australia Terbuka, memang pernah menderita masalah di punggung di masa lalu.
   
“Saya menyesal mundur dari Doha tahun ini karena saya tidak sabar untuk bermain dan melihat penggemar saya di sana,” kata petenis berusia 21 tahun itu dalam sebuah pernyataan.
   
Petenis berdarah Jepang-Haiti ini pun hanya bisa berharap agar agenda tersebut bisa berjalan dengan baik dan bisa mengikuti Qatar Terbuka tahun depan.
   
“Saya berharap semua orang mendapatkan minggu yang hebat dan berharap untuk melihat semua orang tahun depan,” katanya menambahkan.
   
Sementara itu, Simona Halep, petenis Rumania yang menggantikan Osaka, Karolina Pliskova, serta Angelique Kerber akan masuk ke arena lapangan di Doha mulai 11 Februari.

Baca juga: Naomi Osaka, petenis nomor satu dunia pertama dari Asia

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Monfils buat langkah awal positif di Sofia

Jakarta (ANTARA News) – Mantan petenis nomor enam dunia Gael Monfils memulai langkah yang baik untuk meraih juara turnamen Sofia Terbuka setelah mengalahkan petenis Serbia Viktor Troicki 6-3, 6-4 pada babak pertama di lapangan tengah Armeets Arena, Selasa.

Petenis Prancis, yang peringkat dunianya merosot ke-33 setelah serangkaian cedera itu, memberikan banyak momen mengejutkan untuk para penonton dengan akrobat khasnya.

Dengan disaksikan pacarnya dari Ukraina, petenis peringkat 7 dunia Elina Svitolina, petenis berusia 32 tahun yang karismatik itu sempat mengendor pada set pertama setelah mematahkan pukulan Troicki di gim keempat.

Troicki, yang mencapai final pada tahun 2016, melakukan lebih banyak perlawanan di set kedua tetapi Monfils mampu merebut set tersebut dengan permainan servis luar biasa sekaligus menciptakan rekor sempurna melawan petenis Serbia itu menjadi 5-0.

Unggulan ketujuh Monfils mendapat sembilan ace menghadapi petenis wildcard Troicki, meskipun pria Prancis itu juga melakukan delapan kesalahan ganda selama pertandingan yang berakhir hanya dalam waktu kurang dari satu jam.

“Saya pikir level servis saya tidak terlalu baik,” kata Monfils. “Saya harus servis dengan lebih baik jika ingin tetap di turnamen,” tambahnya seperti dikutip Reuters.

Selanjutnya Monfils akan menghadapi pemenang pertandingan putaran pertama antara petenis Serbia Laslo Djere dan Mikhail Kukushkin asal Kazakhstan.

Baca juga: Rublev hadapi Monfils di final Qatar

Baca juga: Djokovic lanjutkan dominasinya atas Monfils

Pewarta: Junaydi Suswanto
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Van Cleemput jadi pelatih baru Simona Halep

Jakarta (ANTARA News) – Mantan petenis nomor satu dunia Simona Halep telah menunjuk Thierry Van Cleemput sebagai pelatih barunya dan akan secara resmi mulai bekerja sama dengan pelatih asal Belgia itu pada Qatar Terbuka pekan depan.

Halep telah merencanakan tidak didampingi pelatih pada beberapa bulan pertama 2019 setelah mantan pelatihnya Darren Cahill berhenti untuk lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarganya di Australia.

Juara Prancis Terbuka, Halep, mulai berdiskusi dengan Van Cleemput pada Australia Terbuka bulan lalu, setelah pelatih itu tidak bekerja sama lagi dengan petenis peringkat 21 dunia David Goffin pada pertengahan turnamen tersebut, menurut laporan pada laman WTA.

Van Cleemput telah bekerja bersama petenis senegaranya itu pada lima tahun terakhir, menangani Goffin untuk meningkat ke posisi top-10.

Petenis peringkat tiga dunia, Halep, yang turnamen pramusimnya diperpendek karena masalah punggung, mencapai putaran keempat di Melbourne Park saat dikalahkan petenis Amerika Serena Williams dalam tiga set.

Halep akan mewakili Romania dalam pertandingan Piala Fed melawan Republik Ceko di Ostrava akhir pekan ini sebelum turnamen di Doha dan Dubai, dikutip dari Reuters.

Baca juga: Halep awali musim baru tanpa pelatih setelah Cahill berhenti

Penerjemah: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Wawrinka terjungkal di babak pertama Sofia Terbuka

Jakarta (ANTARA News) – Juara grand slam tiga kali Stan Wawrinka terjungkal pada rintangan pertama di turnamen Sofia Terbuka pada Senin (4/2) setelah menyerah dari petenis Rumania Marius Copil dengan skor 6-3 6-7 (5) 4-6.

Petenis Swiss yang turun peringkat menjadi 57 dunia itu mengakhiri set pertama dalam 23 menit setelah mematahkan Copil di game keenam, tetapi petenis Rumania itu menjadi semakin percaya diri saat pertandingan berlanjut dan meraih set kedua setelah tiebreak .

Copil yang berhasil mencapai babak final di turnamen yang sama tahun lalu, melakukan perlawanan keras dari baseline pada set ketiga sekaligus memastikan kemenangan pertama dalam karirnya atas Wawrinka yang berusia 33 tahun.

“Senang memulai turnamen dengan kemenangan atas Wawrinka,” kata petenis peringkat 56 dunia Copil. “Saya membuat beberapa kesalahan di awal. Saya harus mengubah banyak hal, saya tahu saya harus tetap di pertandingan setelah kalah pada set pertama.

“Saya servis dengan baik hari ini,” tambah petenis Rumania itu. “Servis selalu menjadi senjata utama saya.”

Copil berikutnya akan menghadapi pemenang pertandingan putaran pertama antara unggulan keenam Fernando Verdasco dari Spanyol dan petenis kualifikasi Bulgaria Alexandar Lazarov, yang mengalahkan Luca Vanni 7-6 (6) 3-6 7-5 dari Italia pada hari Senin.

Unggulan teratas Karen Khachanov dari Rusia akan memulai laga di babak kedua melawan pemenang pertandingan antara petenis Uzbekistan Denis Istomin dan pembalap Italia Matteo Berrettini.

Sementara unggulan kedua asal Yunani Stefanos Tsitsipas, yang mencapai semifinal Australia Terbuka bulan lalu, akan bertanding melawan petenis Jerman Jan-Lennard Struff atau petenis Italia Stefano Travaglia.

Baca juga: Wawrinka dan Azarenka dapat “wildcard” AS Terbuka

Baca juga: Wawrinka kembali berlatih setelah cedera lutut
 

Pewarta: Junaydi Suswanto
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tundukkan Vekic, Bertens juarai turnamen St Petersburg

Jakarta (ANTARA News) – Unggulan kedua Kiki Bertens asal Belanda mengalahkan petenis Kroasia Donna Vekic 7-6 (2) 6-4 untuk memenangkan turnamen St Petersburg Ladies Trophy pada Minggu, sekaligus memastikan gelar juara WTA kedelapannya.

Bertens, petenis peringkat delapan dunia, sempat tertinggal 5-2 pada set pertama sebelum melakukan gebrakan perlawanan yang luar biasa.

“Saya ingin mengucapkan selamat kepada Donna pada minggu yang hebat dan maaf untuk hari ini,” kata Bertens setelah menerima trofi-nya itu. “Ini adalah final yang luar biasa untuk dimainkan … saya akan kembali tahun depan.”

Petenis Belanda itu memenangi 17 dari 18 poin untuk mengimbangi dan kemudian memenangkan tiebreak set pertama melawan Vekic, yang dengan tekad kuatnya petenis Kroasia mengeluarkan serangan tak terduga sebelum dipatahkan servisnya di awal set kedua.

Vekic, 22, menolak menyerah tanpa perlawanan. Ia balik mematahkan serangan dan memenangkan tiga game berturut-turut sebelum Bertens kembali bangkit untuk memadamkan peluang pertandingan ke set ketiga dengan break servis kedua yang menentukan.

Kedua petenis masing-masing membuat 33 kesalahan sendiri, tetapi Bertens memenangkan 79 persen dari poin servis pertamanya dan menekan delapan ace dan 27 kemenangan dibandingkan dengan Vekic yang hanya 16.

“Selamat kepada Kiki. Anda terlalu kuat untuk saya hari ini,” kata Vekic. “Saya benar-benar menantikannya untuk bermain ganda di Indian Wells.

“Maaf, (pelatih) Torben (Beltz) kami harus menunggu sedikit lebih lama untuk meraih gelar pertama itu tetapi setidaknya dengan final semakin besar.”

Baca juga: Kalahkan Zvonareva, Vekic ke final St. Petersburg

Baca juga: Osaka mundur, Kiki Bertens ketiban pulung

Baca juga: Bertens pecundangi Kerber di Singapura
 

Pewarta: Junaydi Suswanto
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kalahkan Zvonareva, Vekic ke final St. Petersburg

St. Petersburg, Rusia (ANTARA News) – Unggulan delapan Donna Vekic akan bertanding pada final WTA Premier untuk pertamakali dalam karirnya, setelah menghentikan Vera Zvonareva pada semifinal St. Petersburg Ladies Trophy.

Vekic yang berusia 22 tahun,  sebelumnya menundukkan finalis Australia Terbuka, peringkat dua dunia Petra Kvitova pada putaran sebelumnya. 

Ia melanjutkan momentumnya saat melawan  Zvonareva, petenis Rusia yang tersisa dalam turnamen St. Petersburg, dan bermain tenis nyaris tak tersentuh untuk meraih kemenangan 6-2, 6-2 dalam satu jam lebih sedikit. 

“Mungkin skornya tidak menunjukkan, tetapi saya rasa ini pertandingan yang sulit hari ini,” kata Vekic kepada pers seusai pertandingan. “Kami memainkan banyak reli-reli panjang dan ia sangat membuat saya bekerja keras untuk setiap poin.” katanya dikutip dari laman resmi WTA, Sabtu.

Pada final, Vekic akan bertemu unggulan  kedua Kiki Bertens dari Belanda, yang lebih dulu menyisihkan Aryna Sabalenka 7-6(5), 6-2. 

“Ini pertandingan yang sungguh sulit,” kata Bertens.  “Aryna, ia menjalani  tahun yang luar biasa dan ia bermain sangat agresif, memukul sangat keras. Sehingga sulit untuk mengalahkannya. 

“Tapi saya kira hari ini berjalan sangat baik, saya hanya berusaha untuk mengejar pukulan-pukulan yang saya bisa dan berusaha dan tetap berada dalam reli yang saya bisa (lakukan) juga.”

Vekic unggul 3-1 dalam rekor pertemuan dengan Bertens, termasuk  kemenangan di Brisbane bulan lalu.

Baca juga: Vekic tekuk Kvitova di perempat final St Petersburg

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Vekic tekuk Kvitova di perempat final St Petersburg

Jakarta (ANTARA News) – Donna Vekic secara mengejutkan menekuk runner-up Australia Terbuka Petra Kvitova 6-4 6-1 di putaran perempat final turnamen St Petersburg Ladies Trophy pada Jumat. Hasil itu menjadi kemenangan terbesar dalam karirnya.

Petenis peringkat 30 dunia, Vekic mendapat 42 keuntungan dari kesalahan-kesalahan yang dilakukan unggulan teratas asal Ceko dan juara bertahan itu untuk menang dalam waktu 83 menit.

Vekic selanjutnya akan berhadapan dengan pemenang pertarungan sesama petenis Rusia, antara unggulan ketiga Daria Kasatkina dan petenis wildcard Vera Zvonareva, untuk melaju ke semifinal.

Kvitova yang berperingkat dua dunia dan dikalahkan Naomi Osaka asal Jepang di final grand slam Australia Terbuka pekan lalu, mengalami defisit untuk kedua kalinya pada set pembuka tatkala Vekic telah unggul 5-4 sebelum akhirnya meraih keunggulan awal dalam pertandingan tersebut.

Kvitova sempat mengambil game pertama di set kedua, tetapi Vekic, petenis asal Kroasia, meningkatkan tempo permainannya demi memastikan kemenangan ketiganya atas pemain berperingkat lima besar tersebut.

Sebelumnya, unggulan keempat Aryna Sabalenka merayakan minggu pertamanya di 10 besar dunia dengan kemenangan mudah saat mengalahkan petenis kualifikasi Rusia Ekaterina Alexandrova 6-3 6-4.

Berikutnya petenis nomor 10 dunia dari Belarusia, Kiki Bertens, harus berjuang untuk melewati petenis Rusia Anastasia Pavlyuchenkova 6-2 3-6 6-0.

Baca juga: Tundukkan Vekic, Konta menuju final Nottingham

Baca juga: Vekic dan Konta siap tanding ulang di semi final Nottingham
 

Pewarta: Junaydi Suswanto
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tundukkan unggulan keenam, Pavlyuchenkova ke perempat final St. Petersburg

Jakarta (ANTARA News) – Petenis Rusia Anastasia Pavlyuchenkova mencapai perempat final keduanya dalam dua pekan terakhir, setelah ia menundukkan unggulan keenam Jelena Ostapenko untuk maju ke delapan besar turnamen tenis St. Petersburg Ladies Trophy.

Pavlyuchenkova mengalahkan petenis Latvia itu 6-4, 6-4 dalam turnamen di kota St.Petersburg, Rusia, Kamis waktu setempat.

“Pastinya (Ostapenko) adalah lawan berat,” kata Pavlyuchenkova seusai kemenangannya seperti dikutip laman WTA.

“Saya sangat gembira saya lolos ke perempat final di sini. Saya rasa saya memainkan pertandingan yang sangat baik dan solid sejak awal hingga akhir.”

Pavlyuchenkova yang menempati peringkat 32 dunia, untuk keduakalinya lolos ke delapan besar berturut-turut, setelah pekan lalu di Australia Terbuka, — perempat final Grand Slam kelima dalam karirnya.

Ostapenko memenangi satu-satunya pertemuan mereka sebelumnya, pada putaran pertama turnamen lapangan rumput di Birmingham pada 2006. Kali ini, Pavlyuchenkova keluar sebagai pemenang dalam petarungan selama satu jam 24 menit.

Selain Pavlyuchenkova, pada turnamen tersebut, empat unggulan teratas yakni berturut-turut Petra Kvitova (Ceko), Kiki Bertens (Belanda), Daria Kasatkina (Rusia), dan Aryna Sabalenka (Belarusia), masih bertahan di perempat final.

Adapun petenis lain yang juga lolos ke delapan besar adalah Donna Vekic (Kroasia), Vera Zvonareva (Rusia), Ekatarina Alexandrova (Rusia). 

Baca juga: Cedera bahu paksa Sharapova mundur dari St Petersburg

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

La Liga sponsori Piala Davis

Madrid (ANTARA News) – Liga sepak bola Spanyol akan menjadi sponsor kompetisi tenis beregu putra Piala Davis yang berubah format selama empat tahun ke depan, kata induk olahraga tersebut, Kamis.

Mulai digelar pada 1900, Piala Davis adalah kompetisi internasional beregu terbesar dalam tenis, namun olahraga tersebut menyedihkan sebagai tontonan sejak banyak pemain top memilih untuk absen.

Untuk menghidupkan kembali turnamen tersebut, Federasi Tenis Internasional (ITF) tahun lalu menandatangi kesepakatan selama 25 tahun senilai 3 miliar dolar dengan kelompok investasi bernama Kosmos, yang dipimpin oleh pemain sepak bola Barcelona Gerard Pique.

Piala Davis saat ini akan terdiri atas event sepekan penuh ala babak sistem gugur Piala Dunia antara 18 negara pada akhir musim reguler. Tahun ini putaran final akan berlangsung di Madrid pada November.

“Kemitraan lintas olahraga dengan La Liga adalah inovatif bagi Piala Davis,” kata presiden ITF David Haggarty mengenai persetujuan sponsor baru itu. “Ini akan memperluas jangkauan kami hingga bukan saja penggemar tenis tetapi penggemar olahraga lain,” tambahnya seperti dikutip Reuters.

Tidak ada rincian keuangan yang disebutkan.

La Liga akan mempromosikan Piala Davis melalui siaran internasional di 200 negara selama berlangsungnya pertandingan-pertandingan liga sepanjang Oktober. Mereka juga bekerja sama untuk kualifikasi Piala Davis, yang dimulai akhir pekan ini, dengan 12 pemenang akan memastikan tempat pada putaran final di Madrid bersama tim yang sudah lolos Kroasia, Prancis, Amerika Serikat, Spanyol Argentina, dan Inggris Raya.

La Liga mensponsori pertandingan Spanyol dalam Piala Davis 2016 di India, sementara tahun lalu liga tersebut mengumumkan kemitraan dengan tim Formula 1 Renault. Lembaga tersebut juga mendukung 64 federasi olahraga Spanyol.

“La Liga senang bermitra dengan Kosmos Tennis karena ini menunjukkan kesempatan besar untuk menghubungkan brand kami dan klub-klub kami dengan ikon olahraga dan hiburan di seluruh dunia,” kata Oscar Mayo, direktur pengembangan bisnis internasional La Liga.

Baca juga: Prancis dan Kroasia umumkan tim untuk final Piala Davis

Penerjemah: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Cedera bahu paksa Sharapova mundur dari St Petersburg

St Petersburg, Rusia (ANTARA News) – Bintang tenis asal Rusia Maria Sharapova menarik diri dari pertandingan putaran kedua turnamen WTA St Petersburg Ladies Trophy, Rabu (30/1), karena cedera bahu, kata penyelenggara turnamen.

“Sharapova mengundurkan diri dari pertandingannya hari ini karena cedera bahu kanan,” tulis penyelenggara WTA St Petersburg Ladies Trophy 2019 pada Twitter, dikutip dari Reuters, Kamis.

Sharapova (31), seharusnya bermain melawan sesama petenis Rusia Daria Kasatkina, unggulan ketiga dalam turnamen tersebut. Pada putaran kedua. Kasatkina menang WO (walkover), kata penyelenggara.

Sharapova, lima kali juara Grand Slam yang jarang ambil bagian dalam turnamen di Rusia, mendapat kemenangan pertama pertandingan WTA di negara tersebut setelah lebih dari satu dekade, pada Senin (28/1), dengan mengalahkan petenis Australia Daria Gavrilova dalam dua set.

Baca juga: Permainan agresif Sharapova singkirkan juara bertahan Wozniacki

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Youtube Tsitsipas banjir subscriber saat ia berhasil ke semifinal

Melbourne, Australia (ANTARA News) – Saluran Youtube petenis Yunani Stefanos Tsitsipas tengah mengalami lonjakan subscriber akibat prestasinya mencapai semifinal tunggal putra Australia Terbuka menghadapi petenis nomor dua dunia Rafa Nadal.
   
Dilansir Reuters, Kamis, subscribers atau pelanggan Tsitsipas telah melonjak hampir 50.000 setelah petenis Yunani itu mencetak kemenangan atas petenis Spanyol Roberto Bautista Agut dalam empat set di babak perempat final.
   
“Saya mulai membuat video tahun lalu, terinspirasi dari orang lain. Ketika putus asa, merasa sedih, saya membuat video ini. Saya benar-benar merasa lebih baik,” tutur Tsitsipas yang juga mengalahkan Roger Federer di putaran keempat.
   
Pandangan Tsitsipas terhadap kehidupan membentuk tekad yang telah membantu pemain berusia 20 tahun ini beralih dari penilaian sebagai petenis berprospek cerah, menjadi “pesaing sejati” untuk gelar Grand Slam pertamanya di Melbourne.
   
“Dengan membuat video membuat saya sadar bahwa tenis bukanlah hal yang paling penting dalam hidup, bahwa kita semua memiliki bakat lain yang tidak kita ketahui. Agak membuat saya lebih santai,” katanya menambahkan.
   
Sikap itulah yang menjadi salah satu alasan Nadal tidak akan menganggap enteng Tsitsipas meski mengalahkannya dalam dua set langsung dalam dua pertemuan sebelumnya tahun lalu.
   
“Ketika anda menghadapi para pemain muda ini, mereka berada dalam perbaikan (permainan) yang permanen. Mereka punya rasa percaya diri. Dia memenangi banyak pertandingan bagus. Ini akan menjadi pertandingan yang sulit,” kata Nadal mengungkapkan penilaiannya terhadap Tsitsipas.
   
Menurut Nadal, jika sudah berada di semifinal sebuah turnamen Grand Slam maka tidak ada lawan yang mudah, sedangkan Stefanos ia nilai sebagai salah satu pemain terbaik dunia.
   
“Untuk memiliki kesempatan berada di final, saya harus bermain sebaik mungkin,” tutur Nadal.
   
Dalam nomor tunggal putri, dua kali juara Wimbledon yaitu Petra Kvitova berhasil mengalahkan Danielle Collins dari Amerika, dan mengantarkannya pada babak final.
   
Sementara mantan petenis nomor satu dunia Karolina Pliskova melanjutkan upayanya untuk mendapatkan gelar Grand Slam perdana melawan Naomi Osaka.

Baca juga: Tsitsipas bidik sasaran lebih tinggi usai sukses ke semifinal
 

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Osaka capai final Australia Terbuka 2019

Melbourne (ANTARA News) – Juara Amerika Terbuka Naomi Osaka sukses menghentikan perlawanan Karolina Pliskova untuk mencapai final perdananya di Australia Terbuka dengan kemenangan 6-2, 4-6, 6-4 pada hari Kamis dan akan memperebutkan gelar dengan juara Wimbledon Petra Kvitova.
   
Osaka secara leluasa memainkan forehand dan backhand-nya, serta mematahkan servis Pliskova dua kali dengan tidak mengalami satu breakpoint pun saat melewati set pertama.
   
Pliskova, yang mengalahkan Serena Williams pada perempat final, gagal menguasai permainan melawan Osaka, meskipun berhasil membuktikan mampu menyamakan kedudukan dengan break kedua pada kedudukan 5-4 setelah sempat bertukar break.
   
Osaka mengubah satu-satunya peluang breakpoint pada set penentuan, sementara lawannya justru menyia-nyiakan empat breakpoint.
   
Petenis Jepang berusia 21 tahun itu mencapai final Grand Slam keduanya dengan ace ke-15 dalam pertandingan berdurasi satu jam 53 menit.
   
Nantinya Osaka akan bertemu dengan petenis Ceko lainnya yaitu Petra Kvitova di final tunggal putri Grand Slam.
   
Bagi Kvitova, capaiannya di final Australia Terbuka merupakan yang pertama pada Grand Slam dalam lima tahun terakhir setelah mengalahkan petenis Amerika Serikat non-unggulan Danielle Collins 7-6 (2) 6-0 di semifinal pertama.

Baca juga: Nissin tarik iklan rasial pada Osaka

Baca juga: Osaka ke semifinal Australia terbuka usai hempaskan Svitolina

Baca juga: Tekuk Collins, Kvitova melaju ke final Australia Terbuka

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Naomi Osaka hentikan langkah Karolina Pliskova menuju final Turnamen Tenis Australia Terbuka 2019

Petenis Jepang Naomi Osaka melakukan selebrasi usai mengalahkan petenis Republik Ceko Karolina Pliskova dalam babak semi final tunggal putri Turnamen Tenis Australia Terbuka 2019 di  Melbourne Park, Melbourne, Australia, Kamis (24/1/2019). Juara Amerika Terbuka Naomi Osaka sukses menghentikan perlawanan Karolina Pliskova untuk mencapai final perdananya di Australia Terbuka dengan kemenangan 6-2, 4-6, 6-4 dan akan memperebutkan gelar dengan juara Wimbledon Petra Kvitova. ANTARA FOTO/Reuters/Edgar Su/wsj.

Nadal akhiri harapan Tsitsipas di semifinal Australia Terbuka

Melbourne (ANTARA News) – Rafa Nadal mengakhiri harapan kemenangan Stefanos Tsitsipas di semifinal tunggal putra Australia Terbuka, Kamis, dengan skor 6-2, 6-4, dan 6-0, sekaligus menjadi babak final kelimanya di arena Melbourne Park.
   
Petenis peringkat dua dari Spanyol itu menjinakkan pukulan servis Tsitsipas yang sebelumnya menyingkirkan juara bertahan Roger Federer di putaran keempat, seperti dilansir Reuters, Kamis.
   
Setelah unggul 5-0 pada set terakhir, Nadal menutup pertandingan dengan servis kencang dalam waktu satu jam dan 46 menit dan meninggalkan Tsitsipas keluar dengan cepat dari stadion.
   
Nadal, juara pada 2009, akan menghadapi unggulan teratas Novak Djokovic atau unggulan ke-28 asal Prancis Lucas Pouille di final dalam pertaruhannya meraih gelar juara di Melbourne kedua kalinya dan mahkota Grand Slam ke-18.
   
Setelah mengundurkan diri dari turnamen utama Brisbane International akibat cedera paha, Nadal sangat senang dengan permainan dan kebugarannya di Melbourne Park, tempat tahun lalu ia mundur karena cedera di perempat final.
   
“Ini adalah pertandingan yang hebat, turnamen yang hebat, saya pikir saya telah bermain sangat baik setiap hari,” kata petenis berusia 32 tahun itu dalam wawancara di tepi lapangan usai pertandingan.
   
Ia menilai bahwa sulit untuk membayangkan bahwa lawannya adalah Tsitsipas, yang mengejutkan beberapa petenis paling berpengalaman hingga akhirnya bisa berada pada posisi semifinalis Grand Slam pertama dari negaranya.
   
“Setelah berbulan-bulan tanpa bermain, mungkin lapangan ini, kerumunan ini memberi saya energi yang luar biasa. Pada saat itu (di Brisbane), sangat sulit membayangkan saya akan berada di sini,” katanya.
   
Sementara itu, terlihat Tsitsipas datang ke konferensi media pascapertandingan dengan menyeka-nyeka matanya, seakan-akan terbangun dari mimpi buruk.
   
“Jujur saya tidak tahu apa yang bisa saya ambil dari pertandingan itu. Saya merasa senang dengan penampilan saya di turnamen ini tetapi pada saat yang sama saya merasa kecewa,” katanya menjelaskan situasi yang ia rasakan sekarang.

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Final Australia Terbuka, Osaka bugar dan siap taklukkan Kvitova

Melbourne (ANTARA News) – Juara Amerika Terbuka Naomi Osaka terkenal dengan kekuatan permainannya, namun pelatihnya yaitu Sascha Bajin yakin kebugaran dan fokus pola pikir anak didiknya akan memberi keunggulan saat melawan Petra Kvitova di final tunggal putri Australia Terbuka.
  
Osaka akan mengejar pertaruhan gelar Grand Slam keduanya secara beruntun melawan dua kali juara Wimbledon Kvitova pada hari Sabtu, setelah mengklaim gelar perdananya di New York tahun lalu dengan mengalahkan Serena Williams.
   
Melansir Reuters, Bajin ingin Osaka untuk menguasai pertandingan melawan petenis kidal Kvitova, dengan cara yang sama saat ia menghadapi Karolina Pliskova di semifinal.
   
“Yang saya inginkan dia beraksi seperti saat melawan Pliskova. (Kvitova) juga merupakan pemukul server besar, bedanya dia kidal. Gunakan pemikiran yang sama,” kata pelatih Jerman itu kepada wartawan di Melbourne Park, Jumat.
   
Menurut Bajin baik Kvitova dan Pliskova sangat berbahaya pada pukulan-pukulan awal, tapi ia optimistis sejalan dengan pertandingan, Naomi dengan kondisi pikiran dan fisiknya yang baik bisa mengatasi masalah itu.
   
Bajin sangat terkesan melihat bagaimana anak didiknya yang merupakan petenis unggulan peringkat keempat itu memulai kembali latihan untuk musim baru setelah istirahat singkat.
   
“Kau tahu, kami mengalami musim yang luar biasa hebat tahun lalu, tetapi setelah istirahat hanya dua minggu, dia kembali dan muncul dan benar-benar bekerja keras. Dia pekerja keras, dan itulah sebabnya dia ada di sini,” pungkas Bajin.

Baca juga: Osaka capai final Australia Terbuka 2019

Baca juga: Nissin tarik iklan rasial pada Osaka

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menjelang final Australia Terbuka, Kvitova tumbuhkan rasa percaya diri

Melbourne (ANTARA News) – Jiri Vanek, pelatih petenis Petra Kvitova, mengatakan bahwa anak asuhnya perlu ketenangan diri untuk menemukan “naluri pembunuhnya” saat menghadapi Naomi Osaka di final tunggal putri Australia Terbuka 2019.
   
Kvitova mengalami kegelisahan setelah mengalami penyerangan oleh pencuri di rumahnya pada tahun 2016 dan akan berjuang untuk mengalami masalahnya itu sendirian di ruangan.
   
Melansir laporan Reuters, Kvitova absen dari turnamen 2017 karena memulihkan luka tusuk di tangannya dan kalah di Melbourne Park setelah kalah pada putaran pertama tahun lalu.
   
Tetapi petenis Ceko berusia 28 tahun itu sekarang tinggal satu langkah lagi untuk meraih mahkota juara setelah mengalahkan Danielle Collins 7-6(2) dan 6-0 sebelum mencapai final pertamanya di Melbourne Park tahun ini.
   
Kvitova tampaknya selalu tersenyum di luar lapangan, berbeda dengan keseriusans yang selalu ia tampilkan dalam pertandingan.
   
“Dia selalu tersenyum. Maksudku, di dalam tim kami selalu mencoba untuk tersenyum dimana pun. Kami membuat banyak hal lucu di lapangan dan dia menyukainya,” kata Vanek, mantan petenis tunggal profesional.
   
Menurut Vanek, Kvitova dulu terlalu mempedulikan pendapat orang lain sejak insiden 2016, tetapi fokusnya sekarang kembali pada dirinya dan tenisnya lagi.
   
“Kami hanya mencoba untuk menempatkan (kembali) ke fokusnya. Kemudian dia menemukan naluri pembunuhnya,” pungkas Vanek menambahkan.
   
Sementara itu, Kvitova mengatakan sempat ada rasa tidak percaya diri yang muncul, terutama saat dia kalah pada putaran pertama Australia Terbuka 2018 yang menjadi salah satu situasi terburuk yang pernah ia alami.
   
“Saya pikir salah satu yang terburuk ada di tahun lalu, ketika saya kalah dari Petkovic di putaran pertama turnamen ini, yang saya rasakan sangat mengerikan. Tentu saja kalah di Wimbledon juga sangat menyakitkan,” tutur Kvitova.

Baca juga: Tekuk Collins, Kvitova melaju ke final Australia Terbuka

Baca juga: Final Australia Terbuka, Osaka bugar dan siap taklukkan Kvitova
 

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tundukkan Pouille, Djokovic ke final Australia Terbuka

Melbourne (ANTARA News) – Novak Djokovic menundukkan Lucas Pouille dengan skor telak 6-0, 6-2, dan 6-2 di pertandingan semifinal tunggal putra Australia Terbuka, Jumat, sekaligus mengantarkannya ke final bertemu Rafa Nadal.
   
Juara dunia enam kali itu dalam performa terbaiknya saat menyelesaikan pertandingan melawan Pouille selama satu jam dan 23 menit, dengan memberi Pouille pengalaman brutal dalam skor tenis Grand Slam.
   
Sehari setelah Nadal menekuk Stefanos Tsitsipas dalam enam gim di semifinal, Djokovic mampu menyelesaikan pertandingan hanya dengan empat gim.
   
Ia menyerang secara presisi seperti mesin dan mematahkan serangan pemain Prancis unggulan ke-28 itu sebanyak tujuh kali, namun tidak terlihat dalam ancaman kebobolan break point.
   
Djokovic mengaku kesulitan mengingat apakah dia bermain lebih baik dari semifinal Melbourne sebelumnya.
   
“Ini jelas salah satu pertandingan terbaik yang pernah saya lakukan di turnamen ini. Semuanya berjalan seperti yang saya inginkan sebelum pertandingan,” kata Djokovic melansir Reuters, Jumat.
   
Perolehan skor menunjukkan pertandingan ini adalah semifinal paling dominan yang dilakukan Djokovic, yang mirip pada saat mengalahkan David Ferrer 6-2, 6-2, 6-1 di turnamen 2013.
   
Petenis Serbia ini hanya melakukan lima kesalahan, 22 lebih sedikit dari Pouille.
   
Pertaruhannya pada gelar Grand Slam ke-15 dan rekor ketujuh di Melbourne Park membawanya untuk bertemu Nadal di final Australia Terbuka pada hari Minggu.
   
Tujuh tahun lalu keduanya juga pernah bertemu di final dan berhasil menang atas Nadal dalam pertandingan epik lima jam 53 menit, final Grand Slam terpanjang dalam catatan.
   
“Itu (final 2012) adalah acara sekali seumur hidup dan mudah-mudahan hasilnya akan sama bagi saya,” katanya.

Baca juga: Djokovic pertahankan peringkat nomor wahid dunia

Baca juga: Menjelang final Australia Terbuka, Kvitova tumbuhkan rasa percaya diri

Baca juga: Final Australia Terbuka, Osaka bugar dan siap taklukkan Kvitova
 

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Final Australia Terbuka, Djokovic-Nadal babak baru persaingan terhebat

Melbourne, Australia (ANTARA News) – Usai memenangkan semifinal, Novak Djokovic dan Rafa Nadal akan menghadapi babak baru di final tunggal putra Australia Terbuka hari Minggu.
   
Keduanya berhasil masuk ke final dengan penampilan yang memukau, dengan Nadal yang berhasil menyelesaikan jejak Stefanos Tsitsipas hanya dengan enam gim dan Djokovic yang menyudahi Lucas Pouille dengan empat gim.
   
Keduanya terbukti tidak tersentuh oleh para petenis yang lebih muda meski usai mereka jauh melampaui lawan-lawannya tersebut.
   
Keduanya akan bertemu di final untuk kedelapan kalinya di Grand Slam dan menjadi yang pertama di arena Melbourne Park setelah keduanya tercatat pernah melakoni duel terlama yaitu lima jam 53 menit di tahun 2012.
   
Sementara kedua pemain telah menambah tumpukan gelar Grand Slam mereka dalam beberapa tahun terakhir, keduanya ternyata tidak saling berhadapan dalam pertandingan perebutan gelar sejak Perancis Terbuka 2014.
   
Pada kali itu, Nadal menang dalam empat set dan unggul 4-3 dalam final Grand Slam mereka.
   
Namun mengingat masalah kebugaran dan rekornya yang tidak menonjol belakangan ini, maka wajar jika ada orang-orang yang meragukan pemain berusia 32 tahun itu mampu menentukan nasibnya pada final di hari Minggu.
   
Petenis kidal itu sempat pensiun sementara akibat cedera di perempat final turnamen tahun lalu dan di semifinal AS Terbuka.
   
Tetapi semua kehilangan itu terbayar dengan aksi gemilang di Melbourne Park di mana ia belum terkalahkan satu set pun.
   
Nadal, yang lebih tua tapi bijaksana, telah menambah kecepatan pukulan servisnya, memungkinkannya untuk lebih agresif pada tembakan kedua dan memperpendek poin untuk mempertahankan tubuhnya.
   
Kualitas tenis dan “kebahagiaannya” dalam permainan menjadi pertanda baik untuk berpeluang mengalahkan lawannya dari Serbia besok dan mengklaim rekor gelar ketujuh di Melbourne.
   
Berbeda dengan Nadal, banyak yang mengharapkan penampilan dari Djokovic di putaran final.
   
Australia Terbuka merupakan turnamen yang telah dikuasainya selama 11 tahun terakhir sejak mengalahkan Jo-Wilfried Tsonga untuk gelar Grand Slam pertamanya pada 2008 saat berusia 20 tahun.
   
Sekarang ia bertaruh untuk gelar Grand Slam ke 15 dan suksesi ketiga, Djokovic tidak cukup dominan seperti Nadal, yang bertahan dalam empat set melawan petenis Rusia Daniil Medvedev dan kemudian mengeluh sakit punggung.
   
Namun ia menghancurkan semua keraguan tentang kondisi permainannya dengan 83 menit mengalahkan Pouille pada hari Jumat.
   
Ia menggambarkan Nadal sebagai saingan terbesarnya dan Djokovic melihat petenis Spanyol itu pun mengincar gelar di Melbourne.
   
“Dengan segala yang dimilikinya, semua kualitas dalam gimnya, membuatnya jauh lebih sulit untuk dihadapi sebagai,” katanya.
   
Sementara final Australia Terbuka 2017 antara Roger Federer dan Nadal dipandang sebagai pengingat sentimentalis, pertandingan besok Minggu dapat membuka fase baru dan paling mendebarkan dalam salah satu persaingan tenis terbesar.
   
Pertandingan besok juga dapat membuka kembali debat “terbesar sepanjang masa”.
   
Jika Nadal menenggak kemenangan makan akan menjadi pemain ketiga yang mengklaim dua Grand Slam dua kali setelah Roy Emerson dan Rod Laver, sekaligus mengalahkan Federer kedua kalinya.
   
Sedangkan jika kemenangan berpihak pada Djokovic, akan memindahkannya melewati Pete Sampras (14) menjadi nomor tiga dalam daftar pemenang gelar Grand Slam.

Baca juga: Tundukkan Pouille, Djokovic ke final Australia Terbuka

Baca juga: Nadal akhiri harapan Tsitsipas di semifinal Australia Terbuka

Oleh Roy Rosa Bachtiar
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Taklukkan Kvitova, Osaka juara tunggal putri Australia Terbuka

    Melbourne, (ANTARA News) – Naomi Osaka sukses merebut gelar juara turnamen Grand Slam keduanya secara beruntun dengan mengalahkan Petra Kvitova dalam final tunggal putri Australia Terbuka secara dramatis.
    Dalam pertandingan besar dan berkualitas Sabtu, Osaka melewatkan tiga poin pertandingan berturut-turut di set kedua dan menghadapi jurang kekalahan sebelum akhirnya kembali pada kemenangan 7-6(2), 5-7, dan 6-4, demikian dilansir laman resmi ausopen.com, Sabtu.
    Setelah mengalami rasa yang kurang menyenangkan meski memenangi gelar secara kontroversial di Amerika Terbuka tahun lalu, kali ini Osaka mengalami momen yang benar-benar menggembirakan.
    Pukulan servis pertama yang tidak dapat dibalas oleh Kvitova membuat penonton gembira, dan Osaka pun seperti biasa memperlihatkan karakter tenang usai kemenangannya.
    Petenis Jepang ini menjadi pemain pertama yang memenangi dua gelar Grand Slam secara beruntun sejak Serena Williams pada 2015, dan pemain pertama yang mempertahankan gelar perdananya di Slam berikutnya sejak Jennifer Capriati memenangi  Australia dan Prancis Terbuka di tahun 2001.
    Kemenangan ini juga mendatangkan tonggak sejarah baru dalam perjalanan karir Osaka karena ia berhak menempati peringkat nomor satu dunia.

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Naomi Osaka, petenis nomor satu dunia pertama dari Asia

Jakarta, (ANTARA News) – Petenis Jepang  Naomi Osaka menjadi petenis nomor satu dunia yang baru setelah melalui pertandingan dramatis mengalahkan Petra Kvitova (Ceko) di final turnamen tenis Grand Slam Australia Terbuka di Melbourne, Sabtu.
 
Osaka, juara AS Terbuka 2018 berusia 21 tahun dan unggulan keempat itu, sempat gagal memanfaatkan tiga kali “championship point” dan menyerah pada set kedua, tapi kembali bangkit merebut set ketiga untuk memenangi pertandingan dengan skor akhir 7-6 (7-2), 5-7, 6-4.

Bagi Kvitova, 28 tahun, dan unggulan ke delapan, penampilan di ifnal merupakan pencapaian terbaik sejak cedera setelah ditikam dengan pisau oleh penyusup di rumahnya pada 2016 lalu.

Ada pemandangan berbeda saat penyerahan tropi juara dibanding di AS Terbuka tahun lalu ketika Osaka saat itu tampak kikuk dan terbata-bata saat memberika kata sambutan.

Tapi di Melbourne, Osaka tampak berbeda karena selalu menebar senyum saat prosesi penyerahan tropi.

“Ehm… halo. Maaf, berbicara di depan publik memang bukan keahlian saya, jadi saya berharap bisa melewatinya,” kata Osaka seperti dikutip bbc.com.

“Saya sebelumnya sudah membuat catatan, tapi masih lupa kata-kata yang akan saya ucapkan. Terima kasih semua, saya benar-benar merasa terhormat karena bisa mencapai final,” katanya.

Sementara Kvitova, dua kali juara Wimbledon, mengatakan bahwa ia merasa beruntung masih hidup setelah insiden penikaman terhadap dirinya pada Desember 2016. 

Osaka sepertinya akan memastikan gelar juara dengan mudah sebelum Kvitova bangkit untuk menyamakan kedudukan 5-5 pada set kedua dan merebut 12 point secara beruntun untuk berbalik memimpin untuk pertama kalinya sejak awal pertandingan.

Namun setelah sempat berurai air mata saat menuju kamar ganti saat istirahat karena gagal menuntaskan set kedua, Osaka kembali berhasil mengembalikan suasana dan fokus, serta akhirnya menuntaskan perlawanan Kvitova.

Kemenangan tersebut membuat Osaka mencatat sejarah sebagai petenis pertama sejak Jennifer Capriati dari AS  pada 2001 yang berhasil merebut gelar juara grand slam untuk kedua kalinya secara beruntun.

Osaka yang menggeser posisi petenis Simona Halep di peringkat puncak selama 48 minggu, juga menoreh sejarah dengan tinta emas sebagai petenis Asia pertama yang bertengger di puncak.

Bukan itu saja, ia juga menjadi petenis termuda yang menduduki peringkat teratas dunia sejak Caroline Wozniacki dari Denmark yang berusia 20 tahun pada 2010.

Osaka meraih gelar juara Grand Slam pertama di AS Terbuka pada September 2018 lalu setelah di final menaklukkan harapan tuan rumah dan juga juara Grand Slam 23 kali, Serena Williams.

Tapi partai final yang berlangsung di Flushing Meadow itu diwarnai pertengkaran antara Williams dengan wasit Carlos Ramos yang memimpin pertandingan.

Suasana penyerahan tropi juara ketika itu pun berlangsung dalam suasana yang tidak nyaman bagi Osaka karena penonton terus menerus berteriak mengolok-olok Ramos, membuat Serena merasa perlu untuk mengimbau kepada penonton agar tenang demi untuk menghormati Osaka, sang juara baru.

Tapi suasana di Rod Laver Arena tampak berbeda, setelah Osaka menghentikan perlawanan Kvitova setelah berjuang selama dua jam 27 menit di hadapan sekitar 15.000 penonton.

“Saya sebenarnya tidak menginginkan ini sebagai pertemuan pertama kita. Tapi selamat kepada Anda dan tim Anda,” kata Osaka memuji Kvitova sambil mengangkat tropi juara Daphne Akhurst Memorial Cup.

“Anda sungguh luar biasa dan saya merasa terhormat bisa bertemu dengan Anda di final Grand Slam,” katanya.

Sementara Kvitova tampak penuh emosial dalam upacara penyerahan hadiah tersebut, sementara para penggemarnya berharap petenis itu bisa tampil sebagai pembawa inspirasi dengan bangkit lagi setelah drama penusukan terhadap dirinya.

“Ini benar-benar luara biasa. Saya hampir tidak percaya bisa tampil lagi di final Grand Slam,” katanya dengan terbata-bata, sampai berusaha keras menahan air mata yang mengalir.

“Ini final yang luar biasa. Selamat, Naomi,” katanya.

Baca juga: Taklukkan Kvitova, Osaka juara tunggal putri Australia Terbuka

Baca juga: Final Australia Terbuka, Osaka bugar dan siap taklukkan Kvitova

Pewarta: Atman Ahdiat
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kalahkan Kvitova, Naomi Osaka Juara Australia Terbuka

Kalahkan Kvitova, Naomi Osaka Juara Australia Terbuka

Petenis putri Jepang Naomi Osaka melakukan service bola ke arah lawannya petenis putri Republik Ceko Petra Kvitova dalam babak final tunggal putri Australia Terbuka di Melbourne Park, Melbourne, Australia, Sabtu (26/1/2019). Naomi Osaka berhasil menjuarai turnamen tenis grand slam ini setelah megalahkan Kvitova 7-6(2), 5-7, 6-4. ANTARA FOTO/Reuters-Edgar Su/hp.

Final Australia Terbuka, Djokovic kuasai dua set lawan Nadal

Melbourne, 27/1 (ANTARA News) – Petenis nomor satu dunia Novak Djokovic menguasai dua set pertama dengan selisih skor terpaut jauh dari Nadal pada final tunggal putra Australia terbuka yaitu 6-3 dan 6-2, melansir laporan Reuters, Minggu.
   
Djokovic mengeluarkan seluruh kemampuannya dan mematahkan pukulan petenis Spanyol yang menjadi lawannya pada servis pertama dan memimpin 4-1 pada set pembuka, sebelum memantapkan kedudukannya dengan keunggulan poin dalam pertandingan di Rod Lover Arena, Melbourne.
   
Petenis Serbia itu tidak berhenti sampai di situ, ia kembali memegang kendali permainan dengan memenangkan set kedua.

Baca juga: Final Australia Terbuka, Djokovic-Nadal babak baru persaingan terhebat

Baca juga: Tundukkan Pouille, Djokovic ke final Australia Terbuka

Baca juga: Djokovic pertahankan peringkat nomor wahid dunia
 

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pasangan Herbert/Mahut raih gelar ganda putra Australia Terbuka

Melbourne (ANTARA News) – Pasangan petenis Prancis Pierre-Hugues Herbert dan Nicolas Mahut mengalahkan juara 2017 pasangan Henri Kontinen asal Finlandia dan petenis Australia John Peers dengan skor 6-4 7-6(1), untuk meraih gelar ganda putra Australia Terbuka di Melbourne, Minggu.

Dengan kemenangan tersebut, pasangan Herbert dan Mahut menambahkan gelar di Melbourne Park itu pada gelar AS Terbuka, Wimbledon, dan Prancis Terbuka, untuk melengkapi gelar Grand Slam mereka.

Pasangan Prancis yang menjadi unggulan kelima pada turnamen Grand Slam pertama tahun ini tersebut hanya mendapat satu break pada set pertama. Mereka mencuri angka dari servis Kontinen saat kedudukan  4-4 dan kemudian Herbert menghasilkan angka dari servisnya sendiri untuk memenangi set pertama.

Pada set kedua, masing-masing pasangan menghasilkan angka dari servis mereka sendiri, sebelum pasangan Herbert dan Mahut berada di atas angin pada saat tiebreak untuk memastikan kemenangan dalam pertandingan yang berlangsung selama satu jam dan 38 menit, demikian dilaporkan Reuters.

Pewarta:
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Djokovic menang dan pecahkan rekor juara Australia Terbuka

Melbourne (ANTARA News) – Novak Djokovic berhasil menunjukkan dominasinya di lapangan dengan kemenangan ke tujuh di Australia Terbuka seusai mengalahkan Rafa Nadal 6-3, 6-2, dan 6-3 pada final tunggal putra, sekaligus memecahkan rekor pemegang gelar terbanyak turnamen tersebut yaitu Roy Emerson dan Roger Federer yang masing-masing hanya enam kali.
   
Petenis peringkat wahid itu juga menorehkan kemenangan ketiganya secara berturut-turut pada turnamen Grand Slam, melampaui trofi yang diperoleh Emerson dan Pete Sampras yang jadi idola petenis Serbia tersebut, dengan mengumpulkan 15 gelar.
   
Namun lebih dari itu, kemenangan yang digaet Djokovic  merupakan sebuah sikap juara yang menjadi dasar dominasinya di lapangan, khususnya di Rod Lover Arena, dilansir laman resmi ausopen.com, Minggu.
   
Berbeda dengan Nadal yang kerap melakukan kesalahan forehand, terhitung 15 dari 28 kesalahan, Djokovic justru menunjukkan kualitasnya sebagai petenis nomor satu dunia dengan hanya melakukan sembilan kali kesalahan dan 34 winner, dibanding Nadal yang hanya 21.
   
Aroma kemenangan juga sudah tercium sejak “Djoker” menguasai dua set pertama di laga ini.
   
Dua set pertama dikuasainya dengan selisih skor terpaut jauh, yaitu 6-3 dan 6-2.
   
Djokovic mengeluarkan seluruh kemampuannya dan mematahkan pukulan Nadal pada servis pertama dan memimpin 4-1 pada set pembuka, sebelum memantapkan kedudukannya dengan keunggulan poin.
   
Keduanya juga tercatat pernah melakoni pertandingan final terlama di sejarah turnamen terbuka, tepatnya di tahun 2012 dengan lama permainan mencapai hampir enam jam.
   
Dalam pertandingan kali ini, tidak ada kata keberuntungan, dengan Djokovic yang melakukan serangan spektakuler yang menghalau pukulan-pukulan Nadal.

Baca juga: Final Australia Terbuka, Djokovic kuasai dua set lawan Nadal

Baca juga: Final Australia Terbuka, Djokovic-Nadal babak baru persaingan terhebat

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Daftar juara tunggal putra Australia Terbuka

Melbourne (ANTARA News) – Berikut ini daftar juara tunggal putra turnamen tenis Australia Terbuka sejak turnamen tersebut dimulai pada 1905, seperti dikutip dari Reuters:

2019 Novak Djokovic (Serbia) mengalahkan Rafa Nadal (Spanyol) 6-3 6-2 6-3
2018 Roger Federer (Swiss) mengalahkan Marin Cilic (Kroasia) 6-2 6-7(5) 6-3 3-6 6-1
2017 Roger Federer (Swiss) mengalahkan Nadal (Spanyol) 6-4 3-6 6-1 3-6 6-3
2016 Novak Djokovic (Serbia) mengalahkan Andy Murray (Britania) 6-1 7-5 7-6 (3)
2015 Djokovic (Serbia) mengalahkan Murray (Britania) 7-6(5) 6-7(4) 6-3 6-0
2014 Stan Wawrinka (Swiss) mengalahkan Nadal (Spanyol) 6-3 6-2 3-6 6-3
2013 Djokovic (Serbia) mengalahkan Murray (Britania) 6-7(2) 7-6(3) 6-3 6-2
2012 Djokovic (Serbia) mengalahkan Nadal (Spanyol) 5-7 6-4 6-2 6-7(5) 7-5
2011 Djokovic (Serbia) mengalahkan Murray (Britania) 6-4 6-2 6-3
2010 Federer (Swiss) mengalahkan Murray (Britania) 6-3 6-4 7-6(11)
2009 Nadal (Spanyol) mengalahkan Federer (Swiss) 7-5 3-6 7-6(3) 3-6 6-2
2008 Djokovic (Serbia) mengalahkan Jo-Wilfried Tsonga (Prancis) 4-6 6-4 6-3 7-6(2)
2007 Federer (Swiss) mengalahkan Fernando Gonzalez (Chile) 7-6(2) 6-4 6-4
2006 Federer (Swiss) mengalahkan Marcos Baghdatis (Siprus) 5-7 7-5 6-0 6-2
2005 Marat Safin (Rusia) mengalahkan Lleyton Hewitt (Australia) 1-6 6-3 6-4 6-4
2004 Federer (Swiss) mengalahkan Safin (Rusia) 7-6(3) 6-4 6-2
2003 Andre Agassi (AS) mengalahkan Rainer Schuettler (Jerman) 6-2 6-2 6-1
2002 Thomas Johansson (Swedia) mengalahkan Safin (Rusia) 3-6 6-4 6-4 7-6(4)
2001 Agassi (AS) mengalahkan Arnaud Clement (Prancis) 6-4 6-2 6-2
2000 Agassi (AS) mengalahkan Yevgeny Kafelnikov (Rusia) 3-6 6-3 6-2 6-4
1999 Kafelnikov (Rusia) mengalahkan Thomas Enqvist (Swedia) 4-6 6-0 6-3 7-6(1)
1998 Petr Korda (Republik Ceko) mengalahkan Marcelo Rios (Chile) 6-2 6-2 6-2
1997 Pete Sampras (AS) mengalahkan Carlos Moya (Spanyol) 6-2 6-3 6-3
1996 Boris Becker (Jerman) mengalahkan Michael Chang (AS) 6-2 6-4 2-6 6-2
1995 Agassi (AS) mengalahkan Sampras (AS) 4-6 6-1 7-6(6) 6-4
1994 Sampras (AS) mengalahkan Todd Martin (AS) 7-6 6-4 6-4
1993 Jim Courier (AS) mengalahkan Stefan Edberg (Swedia) 6-2 6-1 2-6 7-5
1992 Courier (AS) mengalahkan Edberg (Swedia) 6-3 3-6 6-4 6-2
1991 Becker (Jerman) mengalahkan Ivan Lendl (Cekoslowakia)1-6 6-4 6-4 6-4
1990 Lendl (Cekoslowakia) mengalahkan Edberg (Swedia) 4-6 7-6(3) 5-2 mundur
1989 Lendl (Cekoslowakia) mengalahkan Miloslav Mecir (Cekoslowakia) 6-2 6-2 6-2
1988 Mats Wilander (Swedia) mengalahkan Pat Cash (Australia) 6-3 6-7(3) 3-6 6-1 8-6
1987 (Jan) Edberg (Swedia) mengalahkan Cash (Australia) 6-3 6-4 3-6 5-7 6-3

1986 Tidak ada kompetisi

1985 (Nov) Edberg (Swedia) mengalahkan Wilander (Swedia) 6-4 6-3 6-3
1984 Wilander (Swedia) mengalahkan Kevin Curren (Afrika Selatan) 6-7(5) 6-4 7-6(3) 6-2
1983 Wilander (Swedia) mengalahkan Lendl (Cekoslowakia) 6-1 6-4 6-4
1982 Johan Kriek (Afrika Selatan) mengalahkan Steve Denton (AS) 6-3 6-3 6-2
1981 Kriek (Afrika Selatan) mengalahkan Denton (AS) 6-2 7-6(1) 6-7(1) 6-4
1980 Brian Teacher (AS) mengalahkan Kim Warwick (Australia) 7-5 7-6(4) 6-3
1979 Guillermo Vilas (Argentina) mengalahkan John Sadri (AS) 7-6(4) 6-3 6-2
1978 Vilas (Argentina) mengalahkan John Marks (Australia) 6-4 6-4 3-6 6-3
1977 (Dec) Vitas Gerulaitis (AS) mengalahkan John Lloyd (Britania) 6-3 7-6(1) 5-7 3-6 6-2
1977 (Jan) Roscoe Tanner (AS) mengalahkan Vilas (Argentina) 6-3 6-3 6-3
1976 Mark Edmondson (Australia) mengalahkan John Newcombe (Australia) 6-7 6-3 7-6 6-1
1975 Newcombe (Australia) mengalahkan Jimmy Connors (AS) 7-5 3-6 6-4 7-6(7)
1974 Connors (AS) mengalahkan Phil Dent (Australia) 7-6(7) 6-4 4-6 6-3
1973 Newcombe mengalahkan Onny Parun (Selandia Baru) 6-3 6-7 7-5 6-1
1972 Ken Rosewall (Australia) mengalahkan Mal Anderson (Australia) 7-6 6-3 7-5
1971 Rosewall (Australia) mengalahkan Arthur Ashe (AS) 6-1 7-5 6-3
1970 Ashe (AS) mengalahkan Dick Crealy (Australia) 6-4 9-7 6-2
1969 Rod Laver (Australia) mengalahkan Andres Gimeno (Spanyol) 6-3 6-4 7-5
1968 Bill Bowrey (Australia) mengalahkan Juan Gisbert (Spanyol) 7-5 2-6 9-7 6-4
1967 Roy Emerson (Australia) mengalahkan Ashe (AS) 6-4 6-1 6-4
1966 Emerson (Australia) mengalahkan Ashe (AS) 6-4 6-8 6-2 6-3
1965 Emerson (Australia) mengalahkan Fred Stolle (Australia) 7-9 2-6 6-4 7-5 6-1
1964 Emerson (Australia) mengalahkan Stolle (Australia) 6-3 6-4 6-2
1963 Emerson (Australia) mengalahkan Ken Fletcher (Australia) 6-3 6-3 6-1
1962 Laver (Australia) mengalahkan Emerson (Australia) 8-6 0-6 6-4 6-4
1961 Emerson (Australia) mengalahkan Laver (Australia) 1-6 6-3 7-5 6-4
1960 Laver (Australia) mengalahkan Neale Fraser (Australia) 5-7 3-6 6-3 8-6 8-6
1959 Alex Olmedo (AS) mengalahkan Fraser (Australia) 6-1 6-2 3-6 6-3
1958 Ashley Cooper (Australia) mengalahkan Anderson (Australia) 7-5 6-3 6-4
1957 Cooper (Australia) mengalahkan Fraser (Australia) 6-3 9-11 6-4 6-2
1956 Lew Hoad (Australia) mengalahkan Rosewall (Australia) 6-4 3-6 6-4 7-5
1955 Rosewall (Australia) mengalahkan Hoad (Australia) 9-7 6-4 6-4
1954 Mervyn Rose (Australia) mengalahkan Rex Hartwig (Australia) 6-2 0-6 6-4 6-2
1953 Rosewall (Australia) mengalahkan Rose (Australia) 6-0 6-3 6-4
1952 Ken McGregor (Australia) mengalahkan Frank Sedgman (Australia) 7-5 12-10 2-6 6-2
1951 Dick Savitt (AS) mengalahkan McGregor (Australia) 6-3 2-6 6-3 6-1
1950 Sedgman (Australia) mengalahkan McGregor (Australia) 6-3 6-4 4-6 6-1
1949 Sedgman (Australia) mengalahkan John Bromwich (Australia) 6-3 6-2 6-2
1948 Adrian Quist (Australia) mengalahkan Bromwich (Australia) 6-4 3-6 6-3 2-6 6-3
1947 Dinny Pails (Australia) mengalahkan Bromwich (Australia) 4-6 6-4 3-6 7-5 8-6
1946 Bromwich (Australia) mengalahkan Dinny Pails (Australia) 5-7 6-3 7-5 3-6 6-2

1941-45 Tidak ada kompetisi

1940 Quist (Australia) mengalahkan Jack Crawford (Australia) 6-3 6-1 6-2
1939 Bromwich (Australia) mengalahkan Quist (Australia) 6-4 6-1 6-3
1938 Donald Budge (AS) mengalahkan Bromwich (Australia) 6-4 6-2 6-1
1937 Vivian McGrath (Australia) mengalahkan Bromwich (Australia) 6-3 1-6 6-0 2-6 6-1
1936 Quist (Australia) mengalahkan Crawford (Australia) 6-2 6-3 4-6 3-6 9-7
1935 Crawford (Australia) mengalahkan Fred Perry (Britania) 2-6 6-4 6-4 6-4
1934 Perry (Britania) mengalahkan Crawford (Australia) 6-3 7-5 6-1
1933 Crawford (Australia) mengalahkan Keith Gledhill (Australia) 2-6 7-5 6-3 6-2
1932 Crawford (Australia) mengalahkan Harry Hopman (Australia) 4-6 6-3 3-6 6-3 6-1
1931 Crawford (Australia) mengalahkan Hopman (Australia) 6-2 6-2 2-6 6-1
1930 Edgar Moon (Australia) mengalahkan Hopman (Australia) 6-3 6-1 6-3
1929 John Gregory (Britania) mengalahkan Richard Schlesinger (Australia) 6-2 6-2 5-7 7-5
1928 Jean Borotra (Prancis) mengalahkan R.Cummings (Australia) 6-4 6-1 4-6 5-7 6-3
1927 Gerald Patterson (Australia) mengalahkan John Hawkes (Australia) 3-6 6-4 3-6 18-16 6-3
1926 Hawkes (Australia) mengalahkan Jim Willard (Australia) 6-1 6-3 6-1
1925 James Anderson (Australia) mengalahkan Patterson (Australia) 11-9 2-6 6-2 6-3
1924 Anderson (Australia) mengalahkan Schlesinger (Australia) 6-3 6-4 3-6 5-7 6-3
1923 Pat O’Hara Wood (Australia) mengalahkan C. St.John (Australia) 6-1 6-1 6-3
1922 Anderson (Australia) mengalahkan Patterson (Australia) 6-0 3-6 3-6 6-3 6-2
1921 Rhys Gemmell (Australia) mengalahkan A.Hedeman (Australia) 7-5 6-1 6-4
1920 O’Hara Wood (Australia) mengalahkan Ron Thomas (Australia) 6-3 6-4 6-8 6-1 6-3
1919 Algernon Kingscote (Britania) mengalahkan E.Pockley (Australia) 6-4 6-0 6-3

1916-18 Tidak ada kompetisi

1915 Gordon Lowe (Britania) mengalahkan Horace Rice (Australia) 4-6 6-1 6-1 6-4
1914 Arthur O’Hara Wood (Australia) mengalahkan Patterson (Australia) 6-4 6-3 5-7 6-1
1913 Ernie Parker (Australia) mengalahkan Harry Parker (Australia) 2-6 6-1 6-3 6-2
1912 James Parke (Britania) mengalahkan A.Beamish (Australia) 3-6 6-2 1-6 6-1 7-5
1911 Norman Brookes (Australia) mengalahkan Rice (Australia) 6-1 6-2 6-3
1910 Rodney Heath (Australia) mengalahkan Rice (Australia) 6-4 6-3 6-2
1909 Tony Wilding (Selandia Baru) mengalahkan E. Parker (Australia) 6-1 7-5 6-2
1908 Fred Alexander (AS) mengalahkan Alfred Dunlop (Australia) 3-6 3-6 6-0 6-2 6-3
1907 Rice (Australia) mengalahkan H. Parker (Australia) 6-3 6-4 6-4
1906 Wilding (Selandia Baru) mengalahkan H. Parker (Australia) 6-0 6-4 6-4
1905 Heath (Australia) mengalahkan Arthur Curtis (Australia) 4-6 6-3 6-4 6-4.

Pewarta:
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Djokovic juara Australia Terbuka 2019

Djokovic juara Australia Terbuka 2019

Petenis putra Serbia Novak Djokovic melakukan selebrasi seusai memenangkan pertandingan melawan petenis putra Spanyol Rafael Nadal dalam babak final tunggal putra Australia Terbuka  2019, di  Melbourne Park, Melbourne, Australia, Minggu (27/1/2019). Djokovic menjuarai turnamen ini setelah mengalahkan Nadal 6-3 6-2 6-3. ANTARA FOTO/Reuters-Lucy Nicholson/hp.

Fakta mengenai Novak Djokovic, juara Australia Terbuka 2019

Jakarta (ANTARA News) – Berikut fakta-fakta mengenai petenis Serbia Novak Djokovic yang menjuarai turnamen Grand Slam Australia Terbuka di Melbourne, Minggu, dikutip dari Reuters.

Lahir : Beograd, 22 Mei 1987

Gelar juara Grand Slam : 15 kali (Australia Terbuka 2008, 2011, 2012, 2013, 2015, 2016, 2019; Prancis Terbuka 2016; Wimbledon 2011, 2014, 2015, 2018; AS Terbuka 2011, 2015, 2018)

Awal karir:
Mulai mengenal tenis di usia empat tahun. Ayahnya seorang atlet ski profesional dan ingin agar anaknya mengikuti jejaknya atau menjadi pemain sepak bola profesional. Namun berubah ketika melihat Djokovic bagus di tenis saat masih kecil.

Karir:
2005 – Mulai mengikuti turnamen tour secara penuh. Debut grand slam sebagai peserta babak kualifikasi di Australia Terbuka, dimana ia kalah pada putaran pertama oleh petenis Rusia Marat Safin. Menjadi petenis termuda (usia 18 tahun lima bulan) dalam peringkat 100 besar dunia.

2006 – Memenangi gelar ATP Tour pertamanya di Amersfoort. Mundur dalam laga perempat final Prancis Terbuka 2006 saat menghadapi Rafa Nadal.

2007 – Menjuarai lima trofi (di Adelaide, Miami, Estoril, Montreal dan Wina). Mencapai final Grand Slam untuk pertama kalinya di AS Terbuka sebelum dikalahkan Roger Federer.

2008 – Meraih trofi Grand Slam pertamanya setelah di final Australia Terbuka mengalahkan petenis Prancis Jo-Wilfried Tsonga.

2009 – Gagal mempertahankan trofi Australia Terbuka setelah mundur saat menghadapi Andy Roddick di perempat final karena kelelahan akibat cuaca panas.

2010 – Memimpin tim Serbia menjuarai turnamen Piala Davis.

2011 – Menjuarai Australia Terbuka, setelah tiga tahun tanpa gelar grand slam. Memenangi turnamen level tour di Dubai, Indian Wells, Miami, Beograd, Madrid dan Roma. Untuk pertama kalinya menjadi pemain nomor satu dunia dalam peringkat yang dirilis ATP 4 Juli.
Menjuarai Wimbledon, trofi pertama di turnamen lapangan rumput.
Menjuarai AS Terbuka sehingga menjadi petenis ketujuh yang mampu meraih tiga trofi grand slam dalam setahun sejak tenis profesional tahun 1968.

2012 – Meraih juara Australia Terbuka untuk ketiga kalinya

2013 – Kembali menjadi juara Australia Terbuka sehingga menjadi satu-satunya petenis yang mampu tiga kali berturut-turut memenangi turnamen di Melbourne tersebut.

2014 – Juara Wimbledon setelah main lima set melawan Roger Federer

2015 – Untuk kelima kalinya menjuarai Australia Terbuka, namun gagal di Prancis Terbuka.
Menyamakan rekor Boris Becker setelah menjuarai Wimbledon ketika kalinya.
Mengalahkan Federer di final AS Terbuka, sehingga untuk kedua kalinya Djokovic meraih tiga trofi grand slam dalam setahun.

2016 – Untuk pertama kalinya menjuarai Prancis Terbuka sehingga semua turnamen Grand Slam sudah dimenanginya.

2017 – Mundur di perempat final Wimbledon saat menghadapi Tomas Berdych karena cedera siku, sehingga harus istirahat enam bulan.

2018 – Meraih gelar Grand Slam ke-13 setelah mengalahkan Kevin Anderson di final Wimbledon 2018.
Memenangi AS Terbuka yang ketiga kalinya.

2019 – Menjuarai Australia Terbuka, sebagai gelar Grand Slam dia yang ke-15, setelah di final mengalahkan Rafa Nadal 6-3 6-2 6-3.

Baca juga: Djokovic juarai Australia Terbuka
 

Pewarta: Teguh Handoko
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kalah di final Australia Terbuka, Nadal sanjung permainan Djokovic

Jakarta (ANTARA News) – Rafael Nadal memuji Novak Djokovic setelah kalah dalam turnamen Australia Terbuka dalam tiga set langsung oleh petenis Serbia tersebut pada hari Minggu.

Petenis nomor satu dunia itu mengalahkan saingannya dari Spanyol dengan 6-3, 6-2, 6-3 untuk mengklaim gelar ketujuh di Melbourne dan Grand Slam ke-15 secara keseluruhan.

“Ini adalah level tenis yang luar biasa malam ini,” kata Nadal yang dilansir Marca pascapertandingan tersebut pada Minggu (27/01). 

“Saya harus mengucapkan selamat kepada Novak dan timnya.”

“Bagi saya, dua pekan ini sangat penting karena saya datang ke sini setelah hanya bermain sembilan turnamen tahun lalu karena cedera.” 

“Saya berterima kasih kepada tim saya karena saya tidak akan berada di sini tanpa mereka,” tambah petenis asal Spanyol itu

“Saya akan terus bekerja untuk meningkatkan dan mencoba memenangkan sejumlah turnamen penting,” kata juara Grand Slam 17 kali itu. 

Petenis berusia 32 tahun itu menutup pernyataan dengan mengatakan bahwa turnamen Australia Terbuka adalah “turnamen terbaik di dunia.” 

“Tidak ada turnamen yang terus membaik setiap tahun seperti ini.”

Baca juga: Fakta mengenai Novak Djokovic, juara Australia Terbuka 2019

Baca juga: Daftar juara tunggal putra Australia Terbuka

Baca juga: Djokovic menang dan pecahkan rekor juara Australia Terbuka

Pewarta: Hendri Sukma Indrawan
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Andy Murray jalani operasi panggul di London

Jakarta (ANTARA News) – Mantan petenis nomor satu dunia Andy Murray menjalani operasi pelapisan pada panggulnya di London, kata petenis Skotlandia berusia 31 tahun itu, Selasa, seperti dikutip Reuters.

Murray kesulitan mendapatkan kembali kondisi terbaiknya sejak menjalani operasi panggul tahun lalu dan langsung tersingkir pada putaran pertama turnamen Australia Terbuka bulan ini. Dia mengatakan bahwa turnamen tersebut akan menjadi yang terakhiir sebagai seorang profesional.

Postingan dia di Instagram memperlihatkan gambar sinar x panggulnya. “Sekarang saya memiliki panggul logam,” tulis Murray dalam postingannya itu.

“Terasa sedikit babak belur dan memar saat ini, tapi mudah-mudahan itu akan menjadi akhir dari sakit panggul saya.”

Dalam jumpa pers yang emosional di Melbourne menjelang Australia Terbuka, Murray mengumumkan bahwa dia akan pensiun tahun ini, lebih disukai setelah penampilan perpisahan di Wimbledon.

Juara Olimpiade dua kali itu mengatakan pada BBC bulan ini bahwa operasi merupakan satu-satunya pilihan jika dia ingin memperpanjang karirnya.

“Ada kemungkinan kuat saya tidak akan kembali dan bermain setelah operasi. Saya ingin bermain tenis, tapi tidak dengan panggul yang saya miliki saat ini,” katanya.

ATP Tour mengepos tweet yang memberi dukungan pada Murray: “Semoga lekas sembuh Andy, kami tahu anda akan melakukan segalanya untuk kembali ke Tur!”.

Juara tiga kali Grand Slam Murray awalnya menjalani operasi pada panggul kanannya pada Januari 2018 dan sudah bermain 15 pertandingan sejak kembali bermain pada Juni lalu.

Dia sebelumnya dijadwalkan bermain pada turnamen Marseille Terbuka bulan depan, namun kemudian mundur dari turnamen itu pekan lalu.

Baca juga: Murray mundur di Marseille Terbuka bulan depan
 

Pewarta: Irwan Suhirwandi
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019