Rafael Nadal vs Daniil Medvedev jelang final US Open

Jakarta (ANTARA) – Final nomor tunggal putra pun diwarnai dengan sesuatu yang tidak biasa. Peraih gelar Grand Slam 18 kali akan berhadapan dengan petenis yang tidak pernah menjuarai turnamen sekelas Grand Slam sama sekali yakni Daniil Medvedev.

Medvedev dan Nadal pernah berduel sebelumnya di final Rogers Cup bulan lalu. Nadal tampil lebih mengagumkan daripada Medvedev dan keluar sebagai pemenang dalam pertandingan dua set langsung dengan skor akhir 6-3, 6-0.

Medvedev tampaknya menjadi salah satu pemain yang merepotkan lawan-lawanya karena inkonsistensi permainan serta pukulan backhand yang terlalu rendah. Sangat jauh berbeda dengan Nadal yang selalu mantap layaknya mesin pelontar bola otomatis dengan pukulan forehandnya di area baseline.

Medvedev sudah bermain jauh lebih baik daripada sebelumnya. Dia memimpin tur dengan kemenangannya atas Djokovic pada ATP Master 1000 Cincinnati 2019.

Namun mungkinkah dia mengalahkan seorang Nadal dengan capaiannya itu? Terlalu sulit, namun akan selalu ada kemungkinan.

Meskipun merepotkan, tapi Nadal tampaknya tidak masalah dengan gaya permainan Medvedev. Apalagi, dalam turnamen AS Terbuka tahun ini, Nadal lebih banyak mengonversi servisnya menjadi poin daripada Medvedev.

Pukulan favorit Medvedev adalah pukulan backhand di area crosscourt, sementara Nadal senang memberikan pukulan forehand.

Perjalanan Medvedev bukanlah sebuah kebetulan. Dia petenis 5 besar yang bisa mengalahkan siapa saja lawannya sekalipun dia pemain top dunia. Yang pasti dia dapat memenangi Grand Slam di kemudian hari. Namun jangan lupa, Nadal sudah memenangkannya sejak lama.

Baca juga: Marat Safin yakin Medvedev berpeluang gulingkan Nadal di final US Open

Baca juga: Lima angka penting dalam final putri US Open

Berikut biodata kedua pemain.

Biodata
Nama: Rafael Nadal
Umur: 33 tahun
Tepat tinggal: Manacor, Spanyol
Tinggi: 185 cm
Berat: 85 kg
Tangan terkuat: kiri
Turun menjadi pro: 2000
Jumlah kemenangan dalam satu musim: 41 (tunggal)
Hadiah per musim: 2.836.500 AS dolar

Biodata
Nama: Daniil Medvedev
Umur: 23 tahun
Tempat tinggal: Antibes, Prancis
Tinggi: 198 cm
Berat: 80 kg
Tangan terkuat: kanan
Turun menjadi pro: 2014
Jumlah kemenangan dalam satu musim: 44 (tunggal)
Hadiah per musim: 125.045 AS dolar

Penerjemah: Shofi Ayudiana
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Marat Safin yakin Medvedev berpeluang gulingkan Nadal di final US Open

Jakarta (ANTARA) – Daniil Medvedev dianggap sangat berpeluang menggulingkan petenis unggulan kedua Rafael Nadal pada final yang akan diselenggarakan di Flushing Meadows, Minggu (Senin WIB), demikian dikatakan oleh mantan petenis nomor satu dunia Marat Safin.

Baca juga: Taklukkan Berrettini, Nadal hadapi Medvedev di final US Open

Medvedev dan Nadal akan bertarung untuk memperebutkan gelar juara Grand Slam di Arthur Ashe Stadium, New York.

Apabila Nadal memenangi final nanti, maka itu akan menjadi gelar Grand Slam nya yang ke-14, sedangkan bagi Medvedev itu akan menjadi gelar pertamanya.

Baca juga: Medvedev tembus final US Open pertama sepanjang karirnya

Menurut Safin, Medvedev adalah pemain yang punya mental kuat dan sedikit rasa takut. Ia juga mendapatkan lebih banyak momentum baik. Sementara Nadal adalah petenis kidal dan bermain di bawah tekanan untuk meraih juara Grand Slam. Alasan itu cukup kuat bagi Medvedev untuk menang.

“Dia bisa menang. Daniil sudah berada di level itu. Dia tidak takut dengan Nadal,” kata Safin seperti dikutip laman Tennis World.

“Nadal juga lebih berumur dan mempunyai tekanan (untuk mendapatkan gelar Grand Slam). Tidak mudah bagi Nadal sebagai petenis kidal itu.”

“Hasil final nanti, jika dia kalah, itu tidak akan menjadi beban bagi Medvedev. Dua pertandingan sebelumnya adalah yang paling sulit, tapi kemudian bisa lebih mudah.”

Safin mengatakan Daniil bisa menjatuhkan Nadal karena postur tubuhnya yang lebih tinggi serta kemampuan memukul dan melempar bola yang baik.

Dengan demikian, Medvedev mempunyai peluang menjadi salah satu petenis terbaik Rusia setelah tujuh penampilannya di final menunjukkan betapa solidnya dia secara mental.

“Taktik bermain dia bagus. Jelas dia masih bisa meningkatkan cara bermainnya.”

Akan tetapi, apa yang dikatakan oleh Safin berbanding terbalik dengan mantan petenis nomor satu Inggris Tim Herman. Herman mengatakan bahwa Medvedev sudah cukup beruntung jika dia bisa memenangkan satu set saja saat berhadapan dengan legenda tenis Nadal.

 “Daniil menghadapi lawan yang sangat sulit,” katanya.

Sebelumnya, di nomor tunggal putri, remaja berusia 19 tahun asal Kanada Bianca Andreescu berhasil mengalahkan legenda tenis Serena Williams pada pertandingan yang berlangsung Minggu dini hari WIB. Andreescu mendapatkan gelar Grand Slam pertamanya.

Baca juga: Fakta singkat Bianca Andreescu

Baca juga: Andreescu gulingkan Serena untuk juarai US Open

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tenis AS Terbuka: Bianca Andreescu raih gelar juara setelah kalahkan Serena

Petenis putri Kanada usia 19 tahun  Bianca Andreescu memperlihatkan piala kemenangannya setelah mengalahkan petenis tuan rumah  Serena Williams dalam babak final Turnamen Tenis AS Terbuka, di USTA Billie Jean King National Tennis Center, New York, AS, Sabtu (7/9/2019). Andreescu menjadi petenis putri Kanada pertama yang berhasil meraih gelar grand slam setelah berhasil mengalahkan Serena 6-3 dan 7-5. ANTARA FOTO/Reuters-Robert Deutsch-USA TODAY Sports/hp.

Serena didukung fans tapi apa daya Andreescu lebih perkasa

New York, Amerika Serikat (ANTARA) – Serena Williams mendapat semangat dari 24.000 pendukung di Stadion Arthur Ashe yang tak henti bersorak mendukungnya, Sabtu malam waktu setempat, tetapi itu tidak cukup untuk mengalahkan Bianca Andreescu pada final US Open 2019.

Petenis Kanada berusia 19 tahun itu mengalahkan Williams 6-3, 7-5 untuk merebut gelar Grand Slam pertamanya, setelah Williams habis-habisan pada set kedua.

“Tenis yang fantastis di luar sana,” kata Williams seperti dikutip AFP. “Seandainya saya bisa bermain sedikit lebih baik.”

Williams harus menghadapi kenyataan tak berhasil menyamai rekor 24 kali juara Grand Slam yang ditorehkan Margaret Court. Ini final Slam keempat berturut-turut, final US Open dan Wimbledon tahun ini, ketika Williams berulang kali nyaris menyamai skor Margaret Court itu.

Baca juga: Andreescu gulingkan Serena untuk juarai US Open

Tertinggal 1-5 pada set kedua, Williams menghadapi match point tetapi masih melawan dengan forehand winner yang untuk sementara menggagalkan Andreescu menutup set terakhir ini.

Dia mematahkan servis pada gim ketujuh dan kembali melakukannya pada gim kesembilan hingga menyamakan kedudukan 5-5. Serentak penonton gembira dan berharap dia membuat sejarah.

“Saya hanya berjuang pada titik itu, hanya berusaha untuk tetap di sana sedikit lebih lama,” kata Williams.

“Para pendukung mulai bersorak sangat keras sampai membuat saya bermain sedikit lebih baik dan berjuang sedikit lebih keras.”

Baca juga: Andreescu serasa telah wujudkan mimpi

Tetapi kebangkitannya berakhir saat Andreescu bertahan untuk melepaskan forehand winner. Williams tuntas dengan 33 pukulan winner, tapi 33 kali melakukan kesalahan sendiri, sedangkan Andreescu hanya membuat 17 kesalahan sendiri.

“Bianca memainkan pertandingan yang menawan,” kata Williams. “Saya merasa sangat terhormat berada di sini dan bertanding pada level ini.”

Andreescu sendiri berkata bahwa dia “sangat bangga dengan cara saya menangani segalanya”.

“Aku tahu kalian ingin Serena yang menang,” katanya kepada para pendukung setelah pertandingan. “Dan aku minta maaf sekali.”
 

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Fakta singkat Bianca Andreescu

New York, Amerika Serikat (ANTARA) – Petenis remaja asal Kanada Bianca Andreescu mematahkan ambisi Serena Williams untuk menyamai rekor 24 gelar juara Grand Slam yang dipegang Margaret Court, setelah memenangkan final US Open 2019, Sabtu malam waktu setempat.

Petenis berusia 19 tahun itu mengalahkan Serena yang menjadi juara US Open enam kali dengan 6-3, 7-5 guna menjadi juara tunggal Grand Slam pertama dari Kanada, dan juara termuda Grand Slam sejak Maria Sharapova pada 2006.

Berikut fakta singkat Bianca Andreescu, seperti dikutip AFP:

Nama: Bianca Andreescu
Tanggal lahir: 16 Juni 2000
Tempat lahir: Mississauga, Kanada
Tempat tinggal: Thornhill, Kanada
Beralih ke profesional: 2017
Tinggi badan: 1,70 meter
Peringkat dunia: 15
Karir juara tunggal: 3
Karir juara Grand Slam: 1 (US Open 2019)
Uang hadiah selama karir: 6,267,873 dolar AS atau sekitar Rp84 miliar

Baca juga: Andreescu gulingkan Serena untuk juarai US Open

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Enam petenis putri langganan juara Grand Slam

New York, Amerika Serikat (ANTARA) – Petenis remaja Bianca Andreescu menjadi juara tunggal Grand Slam pertama Kanada setelah menaklukkan juara 23 kali Grand Slam Serena Williams pada final US Open 2019. Dia mematahkan impian Serena untuk menyamai rekor Margaret Court menjuarai turnamen Grand Slam sampai 24 kali.

Berikut daftar petenis tunggal putri yang sering menyabet gelar juara tunggal pada empat turnamen Grand Slam, seperti dikutip AFP:

Margaret Court (Australia) 24
Australia Open: 11 (1960, 1961, 1962, 1963, 1964, 1965, 1966, 1969, 1970, 1971, 1973)
French Open: 5 (1962, 1964, 1969, 1970, 1973)
Wimbledon: 2 (1964, 1969)
US Open: 5 (1963, 1968, 1970, 1973, 1975)

Serena Williams (AS) 23
Australia Open: 7 (2003, 2005, 2007, 2009, 2010, 2015, 2017)
French Open: 3 (2002, 2013, 2015)
Wimbledon: 7 (2002, 2003, 2009, 2010, 2012, 2015, 2016)
US Open: 6 (1999, 2002, 2008, 2012, 2013, 2014)

Steffi Graf (Jerman) 22
Australia Open: 4 (1988, 1989, 1990, 1994)
French Open: 6 (1987, 1988, 1993, 1995, 1996, 1999)
Wimbledon: 7 (1988, 1989, 1991, 1992, 1993, 1995, 1996)
US Open: 5 (1988, 1989, 1993, 1995, 1996)

Baca juga: Andreescu gulingkan Serena untuk juarai US Open

Helen Willis Moody (AS) 19
Australia Open: 0
French Open: 4 1928, 1929, 1930, 1932)
Wimbledon: 8 (1927, 1928, 1929, 1930, 1932, 1933, 1935, 1938)
US Open: 7 (1923, 1924, 1925, 1927, 1928, 1929, 1931)

Chris Evert (AS) 18
Australia Open: 2 (1982, 1984)
French Open: 7 (1974, 1975, 1979, 1980, 1983, 1985, 1986)
Wimbledon: 3 (1974, 1976, 1981)
US Open: 6 (1975, 1976, 1977, 1978, 1980, 1982)

Martina Navratilova (AS) 18
Australia Open: 3 (1981, 1983, 1985)
French Open: 2 (1982, 1984)
Wimbledon: 9 (1978, 1979, 1982, 1983, 1984, 1985, 1986, 1987, 1990)
US Open: 4 (1983, 1984, 1986, 1987)

Baca juga: Andreescu serasa telah wujudkan mimpi

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Lima angka penting dalam final putri US Open

New York, Amerika Serikat (ANTARA) – Petenis remaja dari Kanada Bianca Andreescu menjadi petenis termuda yang menjuarai sebuah turnamen Grand Slam sejak Maria Sharapova melakukannya pada 2006.

Berikut lima fakta dalam angka dari final tunggal putri US Open yang dimenangkan oleh Andreescu pada Sabtu malam waktu AS, setelah menaklukkan petenis Amerika Serena Williams dengan 6-3, 7-5.

100: Jumlah menit yang dihabiskan dalam pertandingan ini. Andreescu merebut set pertama dalam waktu 42 menit dan memenangkan set kedua dalam tempo 58 menit, mengakhiri perlawanan Williams pada gim ke-12 untuk menyelesaikan pertandingan ini dalam satu jam 40 menit.

33: Jumlah pukulan winner dan unforced error atau kesalahan sendiri yang dilakukan Serena Williams dalam kekalahan terakhir Grand Slam keempat berturut-turutnya sejak menjadi seorang ibu.

Baca juga: Andreescu gulingkan Serena untuk juarai US Open

19: Jumlah pukulan winner yang dilepaskan Bianca Andreescu, hanya terpaut dua angka dari 17 kesalahan sendiri yang dilakukannya. Ini juga usia Andreescu yang menjadikannya juara US Open paling muda sejak Svetlana Kuznetsova dari Rusia pada 2004. Dia juga petenis remaja pertama yang menjuarai Grand Slam sejak petenis Rusia Maria Sharapova menjuarai US Open 2006.

5: Peringkat dunia yang bakal dinaiki Andreescu minggu depan, menyamai Eugenie Bouchard pada 2014 sebagai petenis putri Kanada yang mencapai peringkat setinggi ini. Ini juga merupakan karir tertinggi Andreescu, yang berhasil masuk 10 besar untuk pertama kalinya. Itu juga jumlah ace dan kesalahan ganda yang dilakukan Williams pada set kedua.

1: Jumlah gelar Grand Slam yang bisa direbut orang Kanada. Itu juga banyak kemenangan Slam yang dibutuhkan Williams untuk menyamai rekor sepanjang masa 24 gelar Slam yang dicetak Margaret Court. Dia kalah pada final Wimbledon dan US Open 2018 dan 2019.

Baca juga: Andreescu serasa telah wujudkan mimpi

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Reaksi publik atas sukses Andreescu juarai Grand Slam

New York, Amerika Serikat (ANTARA) – Dari Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau sampai juara NBA 2019 Toronto Raptors tumpah ruah ke media sosial untuk menyampaikan selamat dan pujian kepada petenis remaja Bianca Andreescu.

Andreescu menjadi juara tunggal Grand Slam pertama Kanada, Sabtu malam waktu setempat, setelah menang 6-3, 7-5 melawan juara 23 kali Grand Slam Serena Williams pada final US Open 2019 di New York, Amerika Serikat.

Berikut reaksi publik atas kemenangan Andreescu melawan Serena Williams tersebut seperti dilaporkan AFP:

“Selamat @Bandreescu_! Kamu sudah membuat sejarah dan membuat seluruh negeri bangga sekali. #SheTheNorth”
— Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau dalam cuitan dukungan untuk juara tunggal Grand Slam pertama dari Kanada.

“SELAMAT NON! Sejarah Kanada”
— Eugenie Bouchard, yang menjadi petenis putri Kanada pertama yang mencapai final Grand Slam ketika dia mencapai pertandingan terakhir Wimbledon 2014, untuk menyerah kepada Petra Kvitova. Bouchard memposting foto besar Andreescu mengangkat trofi juara US Open.

Baca juga: Andreescu gulingkan Serena untuk juarai US Open

“DIA SANG JUARA! Selamat, @Bandreescu_#WeTheNorth x #SheTheNorth”
— Juara NBA Toronto Raptors yang memelintirkan slogan mereka, “We the North”, menjadi “She the North” kepada Andreescu, dengan mencuit sebuah foto bergambarkan jersey Raptors bertuliskan nama Andreescu di samping trofi juara NBA.

“Kamu nomor #1!!! Selamat @Bandreescu_!#ShetheNorth #USOpen”
— Klub NHL Vancouver Canucks mengirim pesan bersama sebuah foto jersey No. 1 bertuliskan nama Andreescu.

“Penampilan yang hebat! Selamat @Bandreescu_ #SheTheNorth”
— Toronto Maple Leafs, yang terakhir menjuarai Stanley Cup pada 1967, mendoakan petenis berusia 19 tahun yang bahkan belum lahir ketika Serena Williams menjuarai Grand Slam pertamanya 20 tahun lalu.

“SEJARAH Selamat kepada @Bandreescu_ menjadi (orang Kanada) pertama menjuarai gelar tunggal Grand Slam! #USOpen
— Klub liga baseballprofesional Major League Baseball, Toronto Blue Jays, yang terakhir menjuarai World Series pada 1993, sebelum Andreescu lahir.

“Selamat @Bandreescu_ on atas penampilan menawan dan Grand Slama pertamamu! Rumania sangat bangga kepadamu.”
— Petenis Rumania’ Simona Halep, juara Wimbledon, memuji Andreescu yang orang tuanya berasal dari Rumania.

Baca juga: Andreescu serasa telah wujudkan mimpi

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Priska dan Christo, harapan tenis Indonesia

Jakarta (ANTARA) – Tenis tampaknya belum menjadi cabang olahraga yang bersinar di Indonesia saat ini, namun beberapa atletnya berhasil menciptakan kejutan untuk meningkatkan cabang olah raga ini ke level lebih baik.

Priska Madelyn Nugroho menjadi sorotan karena penampilan impresifnya pada turnamen tenis kelas atas, Grand Slam, meski dalam level junior, sedangkan seniornya Christopher “Christo” Rungkat semakin mantap pada ganda putra profesional.

Bermain pada turnamen Grand Slam menjadi impian para petenis mana pun di dunia. Ajang bergengsi, bintang top dunia, dan kekompetitifannya menjadi alasan para petenis unjuk gigi untuk membanggakan negaranya.

Begitupun dengan petenis junior Priska Nugroho yang telah mengikuti beberapa turnamen Grand Slam satu tahun terakhir ini.

Salah satu wakil Indonesia pada Wimbledon Juni lalu itu melenggang ke perempat final yang merupakan prestasi terbaiknya pada ajang level Grand Slam sekaligus mengantarkan dia ke peringkat 26 ITF.

“Ini merupakan turnamen pertamaku di Wimbledon. Aku tidak menyangka. Aku masih ingat dulu sekitar lima tahun lalu, aku main (tenis) di lapangan rumput di turnamen di Australia, sejak saat itu aku suka dan merasa cocok,” kata Priska dalam resmi WTA.

“Tidak ada pemain Indonesia yang bisa bertanding di laga internasional seperti ini. Mereka sangat mendukungku dan aku sangat bersyukur.”

Komentar ini disampaikan Priska setelah mengalahkan petenis Ceko Linda Fruhvirtova 3-6, 6-3, 3-6 pada 16 besar Wimbledon 2019.

Kemenangan itu mengantarkannya untuk menantang petenis unggulan Amerika Serikat Alexa Noel pada perempat final yang kemudian menjadi perjalanan terakhirnya di Wimbledon.

Priska pun digadang-gadangkan bakal menyamai Angelique “Angie” Widjaja yang merupakan petenis junior Indonesia pertama yang mencetak kemenangan pada dua turnamen Grand Slam, yakni Wimbledon 2001 dan French Open 2002.

Ini pula yang membuat Ketua Umum Pelti Rildo Anwar yakin Priska bisa mengulang pencapaian salah satu petenis terbaik Indonesia itu.

“Priska ini satu contoh yang kita tunggu-tunggu. Yang dulu sudah lama ada Angie, sekarang ada Priska,” kata Rildo.

Baca juga: US Open Junior – Priska Nugroho terhenti di perempat final

Tidak hanya berakhir di Wimbledon, Priska yang kini berusia 16 tahun itu kembali mengukir prestasi pada US Open di New York, namun ambisi dia merengkuh gelar Grand Slam junior pertamanya terhenti di tangan petenis China Qinwen Zheng pada perempat final, Minggu WIB.

Namun dengan dia bisa menginjakkan kaki hingga perempat final, setidaknya dia telah memberikan akhir manis dalam turnamen penutupnya tahun ini.

Sebelum tampil di New York, Priska telah mencatat statistik menang-kalah 104-35 dalam kategori tunggal putri, yang menjadikannya petenis junior Indonesia dengan statistik kemenangan terbaik.

Namun rupanya, untuk bisa melaju hingga sejauh itu, Priska telah melewati beberapa turnamen internasional lain selama tahun ini.

Australia Open menjadi turnamen pembuka tahun ini sekaligus debut pertama Priska pada ajang Grand Slam. Namun ia harus terhenti pada babak 16 besar setelah takluk kepada petenis Latvia Kamilla Bartone.

Sekitar tiga pekan sebelum ia melakoni US Open, dia menjadi runner-up di Nanjing, China. Dia juga pernah berlaga di lapangan tanah liat di Roland Garros, Juni lalu. Lagi-lagi ia harus puas  sampai putaran kedua kualifikasi.

Sejak itu, pencapaian Priska melaju pesat ketika berlaga pada arena bergengsi Wimbledon dan US Open.

Apa yang telah ditorehkan Priska tampaknya tidak jauh dari keikutsertaannya bergabung dalam GSDF (Grand Slam Development Fund Team), sebuah tim asuhan Federasi Tenis International (ITF) untuk mendapatkan pengalaman bermain di Grand Slam sekaligus meningkatkan kualitasnya dalam bermain.

Perempuan kelahiran Mei 2003 itu dipastikan membela Indonesia  pada SEA Games 2019 di Filipina.

Priska sudah mempunyai start manis pada usianya yang masih belia. Tentu saja kita boleh berharap, di kemudian hari dia bisa seperti Bianca Andreescu mengangkat trofi juara US Open setelah mengalahkan sang legenda Serena Williams.

Christo andalan ganda putra

Priska bukan satu-satunya petarung Indonesia yang bisa bermain dalam turnamen sekelas Grand Slam. Seniornya, Christo juga memulai debutnya pada  main draw Wimbledon dalam nomor ganda putra.

Baca juga: Priska Nugroho maju ke perempat final US Open

Masuk kelas profesional pada 2007, Christo sukses menjuarai beberapa turnamen seperti Busan Open dan Gwangju Open 2019, runner up Sofia Open 2019, nomor ganda Da Nang Vietnam 2019, dan Shenzen China 2019, bersama petenis Taiwan Hseih Cheng peng.

Atas prestasinya itu, Christo/Hseih berhak ke babak utama French Open Juni 2019 dan Wimbledon 2019.

“Hasil jerih payah saya terbayar di Grand Slam kemarin,” kata Christo usai kalah di Wimbledon.

Sebelum bermain di Wimbledon, penampilan perdana Christo di Grand Slam adalah tampil di Roland Garros yang menandai penampilan perdana petenis putra Indonesia pada babak utama turnamen level Grand Slam tingkat senior.

Namun di lapangan tanah liat Roland Garros, Christo/Hsieh mesti terhenti pada putaran kedua.

Sementara di Wimbledon, mereka harus tersingkir lebih dulu pada putaran kedua ganda campuran setelah ditundukkan pasangan Polandia-Kroasia Rosolska/Mektic 5-7, 4-6.

Selain French Open dan Wimbledon, US Open adalah ajang Grand Slam ketiganya. Namun Christo/Hseih tak bisa membendung lawannya dari Spanyol, Busta/Lopez, sehingga langsung terjungkal pada  putaran pertama di Flushing Meadows itu.

Sama seperti Priska, Christo juga beberapa kali mengikuti turnamen internasional dalam satu tahun ini. Ia menjajal Swedia Open, Geneva Open, dan Austria Open. Namun lagi-lagi, mentok pada babak 16 besar.

Meskipun hanya bisa mencapai putaran pertama atau kedua kualifikasi, Christo yang saat ini berperingkat 70 ganda, mengaku bangga bisa menjadi petenis Indonesia pertama yang mengikuti turnamen Grand Slam. Ia memanfaatkan kemewahan itu untuk mengharumkan nama Indonesia di pentas internasional.

Paling tidak  masyarakat Indonesia mengingat Christo saat menyumbangkan medali emas ganda campuran Asian Games 2018 setelah berpasangan dengan Aldila Sutjiadi.

Pria berusia 29 tahun itu menjadi salah satu andalan tenis Indonesia pada SEA Games 2019 di Filipina.

Catatan prestasi itu membuat Priska dan Christo layak menjadi harapan dunia tenis Indonesia karena bagaimanapun mereka telah menjaga asa Indonesia untuk tetap eksis pada tenis level Internasional.

Jika Christo sudah menjadi andalan sektor ganda Indonesia untuk turnamen-turnamen level internasional, maka Priska Nugroho layak menjadi angin segar bagi tenis nasional setelah beberapa tahún belakangan Indonesia kehilangan sosok memikat dalam ajang Grand Slam.

Baca juga: Priska idolakan Halep tapi berfoto bersama Serena

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Andreescu gulingkan Serena untuk juarai US Open

New York, Amerika Serikat (ANTARA) – Petenis remaja Bianca Andreescu menjadi juara tunggal Grand Slam pertama Kanada, Sabtu, setelah menang 6-3, 7-5 atas juara 23 kali Grand Slam Serena Williams pada final US Open.

Andreescu yang berusia 19 tahun menjadi juara Grand Slam termuda sejak Maria Sharapova pada AS Terbuka 2006, dan sekaligus membuat Williams menelan kekalahan keempat beruntun pada final Grand Slam untuk sekali lagi menggagalkan usaha menyamai rekor 24 kali juara Grand Slam.

“Sangat sulit dijelaskan dengan kata-kata tetapi saya sangat bersyukur dan benar-benar diberkati. Saya sudah bekerja amat sangat keras untuk momen ini,” kata Andreescu, yang baru memenangi dua pertandingan Grand Slam menjelang debut undian utama US Open.

“Tahun ini telah menjadi mimpi yang menjadi kenyataan. Mampu bermain di panggung ini melawan Serena, legenda sejati olah raga ini, sungguh luar biasa.”

“Sama sekali tidak gampang. ​​Saya mencoba mempersiapkan yang terbaik seperti saya memainkan setiap pertandingan, saya berusaha untuk tidak fokus pada siapa yang saya lawan. Saya benar-benar bangga kepada bagaimana saya menangani semua ini.”

Andreescu menyamai pencapaian Monica Seles, yang mengangkat trofi Roland Garros 1990 pada turnamen besar keempatnya, untuk rekor pemain tercepat yang memenangkan gelar Slam pertamanya pada era Open.

Williams (37) menderita kekalahan pada final kedua berturut-turut di Flushing Meadows, setelah kekalahan 2018 melawan Naomi Osaka yang paling diingat karena amarahnya kepada wasit Carlos Ramos.

“Bianca memainkan pertandingan yang sulit dipercaya, saya sangat bangga dan bahagia untuk Anda. Itu permainan tenis yang luar biasa. Jika ada orang yang bisa memenangi ini, kecuali Venus, saya senang itu Bianca,” kata Williams.

Tampil pada final Grand Slam ke-33, dan keempat sejak gelar terakhir dari 23 gelar turnamen besarnya, Williams membuat awal yang buruk di Stadion Arthur Ashe dengan melakukan kesalahan ganda berturut-turut.

Andreescu, yang bahkan belum lahir ketika Williams menjuarai Grand Slam perdananya pada AS Terbuka 1999, merespons balasan nyaman, sebuah pola berulang sampai petenis Kanada ini merebut set pembuka, di antaranya berkat kesalahan ganda Williams.

Andreescu yang gagal masuk undian utama di Flushing Meadows dua tahun terakhir, semakin percaya diri dengan melesat 2-0 pada set kedua, bahkan memimpin sampai 5-1 sampai kemudian Williams bangkit mengejarnya.

“Saya hanya mencoba untuk tetap di sana sedikit lebih lama,” kata Williams seperti dikutip AFP.

Ketika kedudukan 6-5 untuk Andreescu, Williams sempat melepaskan satu as tapi Andreescu memastikan kemenangan lewat forehand pengembalian yang tak bisa dijangkau Williams.

Baca juga: Andreescu, bunga mekar Kanada di final US Open

Baca juga: Andreescu amankan tiket ke final US Open untuk hadapi Serena

Baca juga: Bianca Andreescu remaja pertama pada semifinal US Open sejak 2009

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Andreescu serasa telah wujudkan mimpi

New York, Amerika Serikat (ANTARA) – Petenis remaja dari Kanada Bianca Andreescu menyebut kemenangannya pada final US Open Sabtu malam waktu setempat atas juara 23 kali Grand Slam Serena Williams adalah “mimpi yang menjadi kenyataan”.

Petenis berusia 19 tahun itu mengalahkan juara US Open enam kali itu dengan skor 6-3, 7-5 guna menjadi juara tunggal Grand Slam pertama Kanada, dan juara termuda Grand Slam sejak Maria Sharapova pada 2006.

“Sangat sulit untuk dilukiskan dengan kata-kata tetapi saya sangat bersyukur dan benar-benar diberkati. Saya telah bekerja amat sangat keras untuk momen ini,” kata Andreescu seperti dikutip AFP.

“Tahun ini telah menjadi mimpi yang menjadi kenyataan. Mampu bermain di panggung ini melawan Serena, legenda sejati tenis, sungguh luar biasa. Sama sekali tak gampang. ​​Saya mencoba mempersiapkan yang terbaik seperti saya melewati setiap pertandingan, saya berusaha untuk tidak fokus pada siapa yang saya lawan. Saya benar-benar bangga pada bagaimana saya menangani semua ini.”

Baca juga: Andreescu gulingkan Serena untuk juarai US Open

Baca juga: Andreescu, bunga mekar Kanada di final US Open

Suksesnya di Flushing Meadows mengakhiri 12 bulan yang luar biasa untuk sang unggulan ke-15 yang tahun lalu masih berada di luar 200 teratas dunia setelah gagal dalam kualifikasi AS Terbuka dua musim berturut-turut.

“Tahun lalu bukanlah masa yang mudah dalam hidup saya dengan cedera tetapi saya bertahan dan berkata kepada diri saya sendiri untuk tidak menyerah,” sambung Andreescu.

“Saya terus bilang pada diri saya sendiri agar terus bekerja keras dan menjaga momentum. Semoga saya bisa terus melangkah.”

Baca juga: Andreescu ungguli Wozniacki untuk capai babak 16 besar

Baca juga: Cedera paksa Serena serahkan gelar Toronto kepada Andreescu

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

US Open Junior – Priska Nugroho terhenti di perempat final

Jakarta (ANTARA) – Upaya petenis Indonesia Priska Nugroho untuk mendapatkan gelar Grand Slam junior pertamanya kembali gagal karena perjalanannya harus terhenti oleh petenis China Qinwen Zheng dengan skor 3-6, 3-6 pada perempat final US Open di New York, Sabtu (Minggu WIB).

Berdasarkan laman resmi turnamen, Priska menghasilkan total poin 51, melakukan tiga unforced error dan tiga double fault.

Sementara itu, lawannya, Zheng berhasil mengumpulkan 65 poin, tujuh ace, dan hanya satu kesalahan pada pertandingan yang berlangsung selama satu jam 23 menit itu.

Sebelum mencapai perempat final, Priska telah menumbangkan penantangnya pada babak sebelumnya, yakni Annerly Poulos (Australia), Skyler Marie Grace (AS), Adrienn Nagy (Hungaria), dan petenis unggulan ketiga Amerika Serikat Alexa Noel.

Priska yang saat ini berada di peringkat ke-26 ITF itu menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang tersisa hingga perempat final Grand Slam AS Terbuka, setelah seniornya, Christopher Rungkat tersingkir lebih awal pada putaran pertama di nomor ganda putra.

Baca juga: Priska Nugroho maju ke perempat final US Open
Baca juga: Priska Nugroho siap berlaga di U.S Open 2019

Dengan torehan yang dihasilkan itu telah menambahkan catatan prestasi Priska menjadi petenis Indonesia yang berhasil tembus perempat final dalam dua ajang level Grand Slam setelah Wimbledon pada Juli lalu.

Sebelum tampil di Flushing Meadows, New York, Priska juga telah beberapa kali mengikuti turnamen Grand Slam dalam satu tahun ini yaitu Australia Open, French Open, dan Wimbledon.

Namun sejauh ini, Wimbledon dan US Open merupakan pencapaian terbaik Priska dalam sebuah turnamen Grand Slam.

Baca juga: Priska idolakan Halep tapi berfoto bersama Serena

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mattek-Sands/Murray pertahankan gelar ganda campuran US Open

Jakarta (ANTARA) – Pasangan Bethanie Mattek-Sands/Jamie Murray sukses mempertahankan gelar ganda campuran turnamen tenis grand slam US Open, setelah menundukkan pasangan unggulan pertama Chan Hao Ching/Michael Venus dengan skor 6-2, 6-3 pada pertandingan final yang berlangsung di Stadion Arthur Ashe, AS, Minggu dini hari WIB.

Mattek-Sands/Murray merupakan satu-satunya pasangan ganda campuran yang mampu memenangi gelar secara beruntun di US Open sejak 1982, ketika Anne Smith/Kevin Curren sukses mempertahankan gelarnya, demikian dilansir BBC.

Khusus untuk Murray, ini merupakan gelar keempatnya di US Open dalam kurun waktu empat tahun. Di ajang Grand Slam sendiri, petenis Britania ini telah mengantungi tujuh gelar.

“Kami bersenang-senang di lapangan. Saya benar-benar gembira dapat kembali memenanginya,” tutur Murray di lapangan.

Pasangan Mattek-Sands/Murray begitu unggul di lapangan atas lawannya. Mereka tercatat melakukan 11 unforced error, berbanding 20 unforced error yang dilakukan pasangan Chan/Venus. Demikian pula untuk pukulan winner, Mattek-Sands/Murray melepaskan 22 pukulan winner, sedangkan pasangan lawan hanya mencatatkan 16 pukulan winner.

Mattek-Sands/Murray juga begitu dominan untuk memaksimalkan kesempatan mematahkan serve lawan. Dari tujuh kali kesempatan, mereka mampu enam kali mematahkan serve lawan. Sedangkan Chan/Venus memiliki enam kesempatan break, namun hanya mampu melakukan dua break.

Mendapat dukungan dari para penonton tuan rumah, pasangan AS/Britania ini dua kali mematahkan serve lawan pada set pertama, namun pertarungan di set kedua berlangsung lebih ketat, di mana kedua tim bergantian saling mematahkan serve sebanyak empat kali.

Mattek-Sands/Murray kembali mematahkan serve lawan untuk memimpin 4-3, dan mengonversi match point pertama menjadi kemenangan ketika pukulan backhand Mattek-Sands gagal dikembalikan lawan.

Baca juga: Taklukkan Berrettini, Nadal hadapi Medvedev di final US Open
Baca juga: Duet Kolombia juarai nomor ganda putra

Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Taklukkan Berrettini, Nadal hadapi Medvedev di final US Open

sangat senang bisa kembali ke final US Open

Jakarta (ANTARA) – Juara US Open tiga kali Rafael Nadal pada Jumat malam waktu setempat memastikan langkahnya ke babak final melawan unggulan ke-5 Daniil Medvedev.

Nadal menyusul Medvedev ke babak final usai menundukkan Matteo Berrettini 7-6(5), 6-4, 6-1 yang baru pertama kalinya menembus semifinal US Open.

“Set pertama membuat sedikit frustasi karena saya punya banyak break point sebelum tie-break dan dia tidak punya, tapi selanjutnya saya mulai bermain dengan lebih tenang dan agresif. Saya sangat senang bisa kembali ke final US Open,” tutur Nadal sebagaimana dilansir dari ATPTour.com, Sabtu.

Medvedev dan Nadal memimpin total kemenangan di ATP Tour di musim ini, dan mereka berdua juga berbagi dua gelar ATP Masters 1000 pada arena lapangan keras musim panas Amerika Utara.

Baca juga: Menanti petarung baru di semifinal US Open

Nadal, yang memasuki final Grand Slam ke-27, sebelumnya sempat mengalahkan Medvedev di Coupe Rogers Montreal Kanada, namun Medvedev bangkit untuk mengangkat trofi pertamanya di Western & Southern Open di Cincinnati.

“Dia membuat perkembangan setiap minggu. Dia mengalami musim panas yang luar biasa, memenangkan Cincinnati dan mencapai final di Montreal, Washington, dan sekarang final di sini. Dia bermain tenis terbaiknya saat tur musim panas ini. jadi dia akan menjadi lawan terberat di final. Saya harus bermain sebaik mungkin. Tapi di final Grand Slam memang tidak bisa mengharapkan lawan yang mudah,” katanya menambahkan.

Baca juga: Duet Kolombia juarai nomor ganda putra

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Medvedev tembus final US Open pertama sepanjang karirnya

Jakarta (ANTARA) – Daniil Medvedev untuk pertama kalinya berhasil masuk ke babak final US Open 2019 setelah mengalahkan juara Nitto ATP Finals 2017 Grigor Dimitrov 7-6(5), 6-4, 6-3 di babak semifinal pada Jumat waktu setempat.

Medvedev menjadi salah satu petenis yang diperhitungkan dalam jajaran ATP Tour saat mengikuti US Open, dengan catatan mencapai final di Washington dan Montreal, sebelum mengklaim trofi ATP Masters 1000 pertamanya di Cincinnati, dan kini ia membuktikan kualitasnya dengan memasuki final Grand Slam pertamanya di Flushing Meadows.

Baca juga: Medvedev merendah disebut calon juara

Petenis kualifikasi ATP Final Next Gen 2017 ini hanya sempat memasuki babak 16 besar satu kali saja sebelum turnamen ini, dan bahkan tidak bisa melampaui putaran ketiga dalam dua kejuaraan sebelumnya, menurut laporan ATPTour.com, Sabtu.

Memasuki pertandingan semifinal, Medvedev telah mematahkan lawan sebanyak 28 kali, dan petenis 23 tahun ini kembali melanjutkan tren tersebut dengan mematahkan lima dari sembilan peluangnya saat menghadapi Dimitrov.

Dalam pertandingan ini Dimitrov kerap melakukan pukulan forehand di setiap kesempatan yang ia punya dan bergerak maju ke depan net untuk memukul.

Tapi Medvedev bermain lebih mantap pada pertandingan yang berakhir dengan salah satu kemenangan terbesar dalam karir petenis Rusia tersebut.

Dimitrov tiba di Flushing Meadows setelah kalah dalam tujuh dari delapan pertandingan, termasuk kekalahan dua set langsung dari petenis peringkat 405 dunia Kevin King di BB&T Atlanta Open pada bulan Juli.

Namun petenis Bulgaria itu melakukan lompatan besar di New York, dengan bisa maju ke empat besar di US Open untuk pertama kalinya.

Baca juga: Medvedev naik ke peringkat delapan dunia

Baca juga: Djokovic sportif puji Medvedev layak ke final

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Andreescu, bunga mekar Kanada di final US Open

Saya selalu memimpikan ini (masuk final) sejak kecil

Jakarta (ANTARA) – Bianca Andreescu, remaja 19 tahun asal Toronto, Kanada layaknya bunga mekar yang berhasil melangkah jauh sampai ke final saat debutnya pada babak puncak US Open yang akan diselenggarakan di New York, Sabtu (8/9).

Andreescu melakoni final pertamanya di US Open melawan Serena Williams yang mengincar gelar Grand Slamnya ke-24.

Bagaikan de javu. Andreescu kembali dipertemukan dengan petenis unggulan kedelapan Serena, di mana ia menang pada final Toronto Masters 1000 karena Serena mundur akibat cedera.

Baca juga: Andreescu amankan tiket ke final US Open untuk hadapi Serena

“Kalau ada orang yang bilang bahwa saya akan ada di final US Open, saya bakal bilang kalau kamu gila.” kata Andreescu usai menang melawan Bencic di semifinal.
  Petenis putri Kanada Bianca Andreescu (kanan) menyalami lawannya petenis putri Swiss Belinda Bencic dalam babak semi final Turnamen Tenis AS Terbuka, di USTA Billie Jean King National Tennis Center, New York, AS, Kamis (5/9/2019). Andreescu melangkah ke final setelah mengalahkan Belinda Bencic 7(7)-6(3) dan 7-5 dan akan berhadapan dengan Serena Williams. ANTARA FOTO/Reuters-Geoff Burke-USA TODAY Sports/hp.

Setelah partisipasinya di US Open 2017 harus tersingkir pada babak pertama kualifikasi, di musim ini Andreescu sangat berbangga hati karena mimpinya selama ini menjadi nyata.

“Saya selalu memimpikan ini (masuk final) sejak kecil. Tapi saya pikir orang-orang akan berpikiran bahwa mimpi saya sulit untuk menjadi kenyataan.”

Pelatih Andreescu, Sylvain Bruneau pun turut buka suara terkait anak didiknya itu. Ia menilai bahwa Andreescu merupakan pemain yang terlahir sebagai kompetitor dan suka sekali dengan tantangan.

“Saya selalu terkejut dengan dia yang tidak pernah takut dengan lawannya atau merasa terintimidasi oleh situasi,” kata Bruneau seperti dikutip dari laman resmi WTA.

“Ketika dia bermain dengan lawan peraih gelar Grand Slam atau petenis unggulan satu, dia akan merasa tertantang. Dia selalu melihat itu sebagai kesempatan, dan dia tidak pernah takut,” tuturnya.

Bruneau mulai melatih Andreescu pada Maret 2018. Namun ia sudah melihat bakat muridnya itu sejak Andreescu bermain dengan buas di Fed Cup pada 2017.

Setelah itu, Andreescu pun diikutsertakan pada kompetisi ITF 25K di Jepang, di mana mengantarkannya menuju peringkat 200 besar. Kemudian pelatihnya membawanya untuk bertarung di pertandingan yang sesungguhnya termasuk Grand Slam.

Baca juga: Bianca Andreescu remaja pertama pada semifinal US Open sejak 2009

Melesat cepat

Tahun 2019 tampaknya menjadi musim yang baik bagi remaja itu. Sebelum berlaga di Flushing Meadows, ia telah menjuarai WTA Premier Toronto yang mengantarkannya pada peringkat ke-14 dunia (saat ini peringkat ke-15).

Perjalanan Andreescu membuat Pam Shriver, yang juga pernah maju ke final US Open pada debutnya pada 1978 tidak terkejut dengan kehebatan yang diraih olehnya.

“Banyak yang memilih dia sebagai orang yang difavoritkan untuk menang. Cara dia menang di Indian Wells dan Rogers Cup telah membuktikan bahwa dia adalah pemain besar. Saya rasa kita tidak perlu terpesona ketika tahu dia menjadi semifinalis dan berkesempatan jadi finalis,” kata Shriver seperti dikutip dari laman resmi US Open.

“Memenangi pertandingan di usia 19 tahun, dia akan menjadi bintang top. semua orang sudah melihat kemampuannya,” kata Shriver.

Baca juga: Jagat sosmed sambut bintang baru tenis, Bianca Andreescu

Begitu pun selama US Open, publik semakin terkesan dengan remaja yang biasa melakukan meditasi saat luang itu. Andreescu telah mencatat sejarah baru selama era US Open, yakni menjadi petenis tunggal putri keempat yang melakukan debut tebaiknya.

Chris Evart menjadi petenis pertama yang maju ke semifinal pada debut di babak utama US Open 1971. Kemudian disusul oleh Shriver pada 1978, di mana ia bisa mencapai final ketika ia berusia 16 tahun.

20 tahun kemudian, Venus Williams menjadi petenis tunggal putri ketiga yang mencapai semifinal pada debut di babak utama US Open 1997. Williams saat itu mengalahkan Irina Spirlea di semifinal sebelum tersingkir oleh Martina Hingis di final.

Andreescu pun mengikuti capaian yang diraih oleh Venus Williams yang saat itu berusia 17 tahun. Ia menjadi remaja pertama Kanada dan remaja keempat yang maju ke final US Open.

Dengan demikian, prestasi Andreescu pun akan melengkapi catatan triplet itu dalam era AS Terbuka.

Rising star Bianca Andreescu memang telah mengalami capaian prestasi yang melesat cepat sejak tahun lalu.

Peringkat Andreescu naik drastis dalam kurun waktu satu tahun. Ia yang awalnya berada di peringkat ke-208 pada Agustus 2018 tiba-tiba beralih ke posisi 106 pada Januari 2019

  Bianca Andreescu (Reuters)

“Ini gila. Betapa semua bisa terjadi dalam satu tahun”

Saat ini ia berada di peringkat ke-15 WTA dengan rekor menang-kalah 38-4, yang mnjadikannya sebagai petenis dengan statistik kemenangan terbaik.

Apabila Andreescu kalah melawan Serena, ia akan berada di peringkat ke-9, sedangkan jika dia menang, ia akan menjadi pemain remaja yang menempati posisi lima dunia.

Andreescu, bunga mekar asal Kanada telah membuktikan kemampuannya bisa maju hingga final. Ia pun layak untuk merengkuh gelar Grand Slam pertamanya dan mencatat sejarah baru dalam era AS Terbuka.

Baca juga: Andreescu, si remaja dari Kanada juarai BNP Paribas Open

Oleh Shofi Ayudiana
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Duet Kolombia juarai nomor ganda putra

New York, Amerika Serikat (ANTARA) – Unggulan utama dari Kolombia –Juan Sebastian Cabal dan Robert Farah– untuk kedua kali berturut-turut menjuarai ganda putra Grand Slam setelah pada Jumat merebut gelar juara ganda putra US Open.

Juara Wimbledon ini mengalahkan pasangan gado-gado Spanyol dan Argentina, Marcel Granollers – Horacio Zeballos, dengan 6-4, 7-5 di Arthur Ashe Stadium.

“Apakah ini mimpi? Apa yang terjadi di sini? Ini sungguh tak dipercaya. Tak bisa mendapatkan yang lebih menakjubkan dari ini,” kata Farah seperti dikutip AFP.

Baca juga: Andreescu amankan tiket ke final US Open untuk hadapi Serena

Cabal dan Farah menjadi duo Amerika Latin pertama pada Era Open yang menjuarai AS Terbuka.

Cabal dan Farah mempersembahkan kemenangan ini untuk pengusaha Spanyol Roberto Cocheteux, yang membentuk dan mensponsori tim. Dia meninggal dunia hanya beberapa hari sebelum awal US Open.

“Luar biasa. Kami hidup dalam mimpi,” kata Cabal. “Kami bermain demi dia. Semoga dia di langit menyaksikan kami dan beristirahat dengan damai.”

Baca juga: Rafael Nadal maju ke semifinal US Open meskipun cedera lengan

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Priska Nugroho maju ke perempat final US Open

Jakarta (ANTARA) – Petenis Indonesia Priska Nugroho melaju ke perempat final turnamen Grand Slam US Open junior setelah mengalahkan petenis asal Amerika Serikat Alexa Noel 6-2, 6-1 di New York, Kamis (Jumat WIB).

Berdasarkan laman resmi US Open, Priska menghasilkan satu ace dan 13 winner. Namun, ia juga melakukan 13 unforced errors, jauh lebih sedikit dibandingkan lawannya yang melakukan hingga 32 kesalahan.

Petenis berusia 16 tahun itu juga mendominasi permainan yang berlangsung 59 menit dengan menghasilkan 71 persen break poin dibandingkan Noel yang tidak sama sekali.

Kemenangan itu menjadi pembalasan Priska setelah ia kalah 6-7(4), 2-6 oleh petenis unggulan ketiga Noel pada perempat final Wimbledon junior tahun ini.

Pada babak perempat final, Priska akan berhadapan dengan petenis unggulan kelima asal China Qinwen Zheng.

Dalam perjalanannya menuju perempat final AS Terbuka ini, Priska menumbangkan penantangnya pada babak sebelumnya, yakni Annerly Poulos (Australia), Skyler Marie Grace (AS), Adrienn Nagy (Hungaria).

Priska merupakan satu-satunya perwakilan dari Indonesia yang berlaga di Grand Slam yang berlangsung di New York itu.

Priska bergabung dengan GSDF (Grand Slam Development Fund Team), sebuah tim asuhan Federasi Tenis Internasional (ITF) untuk mendapatkan pengalaman bermain di Grand Slam sekaligus meningkatkan kualitas bermainnya.

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Wakili Indonesia, Priska Nugroho maju ke perempat final US Open

Jakarta (ANTARA) – Petenis Indonesia Priska Nugroho mencetak prestasi melaju ke perempat final turnamen Grand Slam US Open junior setelah mengalahkan petenis asal Amerika Serikat Alexa Noel 6-2, 6-1 di New York, Kamis (Jumat WIB).

Berdasarkan laman resmi US Open, Priska menghasilkan satu ace dan 13 winner. Namun, ia juga melakukan 13 unforced errors, jauh lebih sedikit dibandingkan lawannya yang melakukan hingga 32 kesalahan.

Petenis berusia 16 tahun itu juga mendominasi permainan yang berlangsung 59 menit dengan menghasilkan 71 persen break poin dibandingkan Noel yang tidak sama sekali.

Kemenangan itu menjadi pembalasan Priska setelah ia kalah 6-7(4), 2-6 oleh petenis unggulan ketiga Noel pada perempat final Wimbledon junior tahun ini.

Pada babak perempat final, Priska akan berhadapan dengan petenis unggulan kelima asal China Qinwen Zheng.

Dalam perjalanannya menuju perempat final AS Terbuka ini, Priska menumbangkan penantangnya pada babak sebelumnya, yakni Annerly Poulos (Australia), Skyler Marie Grace (AS), Adrienn Nagy (Hungaria).

Priska merupakan satu-satunya perwakilan dari Indonesia yang berlaga di Grand Slam yang berlangsung di New York itu.

Priska bergabung dengan GSDF (Grand Slam Development Fund Team), sebuah tim asuhan Federasi Tenis Internasional (ITF) untuk mendapatkan pengalaman bermain di Grand Slam sekaligus meningkatkan kualitas bermainnya.

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Andreescu amankan tiket ke final US Open untuk hadapi Serena

Jakarta (ANTARA) – Petenis belia asal Kanada Bianca Andreescu mengamankan tiket ke final US Open, setelah menaklukkan Belinda Bencic dengan skor 7-6(3), 7-5 dalam pertarungan di Stadion Arthur Ashe, New York, Jumat pagi WIB.

Andreescu, yang sebelumnya telah memenangi gelar di Indian Wells dan Toronto 2019, melepaskan pukulan-pukulan groundstroke yang keras untuk menaklukkan lawannya yang berasal dari Swiss, demikian dilansir laman resmi turnamen.

Baca juga: Serena singkirkan Svitolina untuk menuju final US Open

Baca juga: Bianca Andreescu remaja pertama pada semifinal US Open sejak 2009

Terjadi perubahan momentum pada poin pertama di tiebreak set pertama saat Bencic melakukan double fault, dan permainan petenis Swiss itu mulai mengendur.

Bencic akhirnya berhasil mematahkan serve Andresscu untuk membuka set kedua, namun meski sempat unggul 4-1 dan 5-2, ia tidak mampu mengonversinya menjadi kemenangan di set tersebut.

Andreescu yang mendapat dukungan penonton mampu mengejar hingga kedudukan 5-5 setelah Bencic lagi-lagi melakukan double fault.

Petenis Kanada itu kemudian memastikan laju ke final Grand Slam untuk pertama kalinya, ketika pukulan forehand Bencic mengenai net pada match point untuk mengakhiri pertemuan pertama mereka.

Pertarungan tenaga melawan tenaga akan tersaji di final, ketika Andreescu menghadapi idola masa kecilnya Serena, yang pertama kali memenangi gelar US Open pada 1999, saat Andreescu belum lahir.

Meski tahun ini beberapa kali absen bertanding karena cedera, petenis berdarah Romania itu merupakan “pembunuh raksasa.” Ia memiliki rekor 7-0 saat bertemu lawan-lawannya yang menduduki peringkat sepuluh besar dunia.

Lajunya ke final juga diwarnai kemenangan atas mantan petenis peringkat satu dua Caroline Wozniacki dan bintang muda Belgia Elise Mertens.

Pada satu-satunya pertemuan melawan Serena, Andreescu memimpin 3-1 pada final Piala Rogers di Toronto bulan lalu, sebelum petenis 37 tahun itu harus mengundurkan diri karena cedera punggung.

Baca juga: Menanti petarung baru di semifinal US Open

Baca juga: Bencic maju ke semifinal pertamanya pada US Open

Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tenis AS Terbuka: Andreescu melangkah ke final menantang Serena

Petenis putri Kanada Bianca Andreescu mengembalikan bola ke arah lawannya petenis putri Swiss  Belinda Bencic dalam babak semi final Turnamen Tenis AS Terbuka, di  USTA Billie Jean King National Tennis Center, New York, AS, Kamis (4/9/2019). Andreescu melangkah ke final setelah mengalahkan Belinda Bencic 7(7)-6(3) dan 7-5 dan akan berhadapan dengan Serena Williams. ANTARA FOTO/Reuters-Robert Deutsch-USA TODAY Sports/hp.

Tenis AS Terbuka: Serena melangkah ke final

Petenis putri AS Serena Williams mengangkat tangannya ke arah para penonton setelah mengalahkan petenis putri Ukraina Elina Svitolina dalam babak semi final Turnamen Tenis AS Terbuka di USTA Billie Jean King National Tennis Center, New York, AS, Kamis (5/9/2019). Serena melangkah ke final setelah mengalahkan Svitolina 6-3 dan 61. ANTARA FOTO/Reuters- Geoff Burke-USA TODAY Sports/hp.

Serena singkirkan Svitolina untuk menuju final US Open

Jakarta (ANTARA) – Serena Williams mengamankan tiket final US Open 2019 setelah ia menyingkirkan Elina Svitolina dengan skor 6-3, 6-1 pada pertandingan semifinal yang berlangsung di New York, Kamis atau Jumat pagi WIB.

Dengan hasil ini, Serena tercatat telah memenangi 101 pertandingan di US Open serta semakin dekat dengan upayanya meraih gelar Grand Slam ke-24nya.

Catatan kemenangan ini juga membuat Serena menyamai torehan kemenangan terbanyak di Flushing Meadows, yang digenggam Chris Evert.

Baca juga: Serena Williams menang untuk ke-100 kali, melaju ke semifinal

Pertandingan semifinal ini menyajikan laga klasik di mana Serena memaksimalkan tenaganya untuk menyerang, sedangkan Svitolina merupakan salah satu petenis putri yang memiliki pengembalian terbaik.

Petenis Ukraina Svitolina sebenarnya bukan tanpa peluang di US Open 2019, namun ia tidak mampu memaksimalkan satu pun dari enam kesempatan mematahkan serve lawan.

Situasi tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh Serena, yang dengan pukulan forehand keras dan enam ace membuat ia mampu mengamankan kemenangan.

Laga ini awalnya diperkirakan akan berlangsung panjang dan kompetitif, ketika Svitolina memaksa Williams menahan tiga break point pada serve pembukaannya.

Namun Williams mampu balas mematahkan serve Svitolina pada kesempatan pertama, dengan melepaskan pukulan yang tidak dapat dikembalikan sang petenis Ukraina.

Itu merupakan satu-satunya break yang terjadi pada set pertama, namun sudah cukup untuk membawa Williams memimpin 1-0.

Svitolina menahan serve untuk membuka raihan poinnya pada set kedua, namun Williams menyapu bersih enam gim berikutnya untuk mengamankan laju ke final Grand Slam untuk ke-33 kalinya.

Baca juga: Menanti petarung baru di semifinal US Open

Baca juga: Rafael Nadal maju ke semifinal US Open meskipun cedera lengan

Baca juga: Bianca Andreescu remaja pertama pada semifinal US Open sejak 2009
 

Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menanti petarung baru di semifinal US Open

Jakarta (ANTARA) – Nama Serena Williams dan Rafael Nadal tampaknya sudah tidak asing lagi karena prestasinya yang masing-masing memiliki 23 dan 18 gelar Grand Slam, namun kali ini ada petarung baru yang pertama kalinya akan duel di semifinal US Open 2019 yang akan dilangsungkan di New York, Kamis (Jumat WIB).

Nama pertama adalah Elina Svitolina, petenis asal Ukraina yang saat ini dapat dikatakan memiliki karir tenis yang cukup gemilang.

Petenis unggulan kelima itu akan menghadapi petenis asal Amerika Serikat Serena Williams pada semifinal. Mereka sempat bertarung pada lima pertandingan sebelumnya.

Pada lima pertemuan mereka, Elina pernah mengalahkan Serena satu kali pada babak 16 besar Olimpiade Rio 2016. Serena kalah dalam dua set langsung dalam turnamen tersebut.

Hal tersebut membuat Svitolina memiliki rasa percaya diri untuk bisa menumbangkan petenis nomor 8 dunia itu di semifinal nanti.

Baca juga: Serena siap hadapi tantangan Svitolina di semifinal

Karir tenisnya pun saat ini bisa dibilang cukup bersinar, terbukti dari penampilannya di Wimbledon 2019 ia bisa melangkah hingga semifinal. Sedangkan di Autralia Open 2018 dan 2019 ia maju hingga perempat final.

“Dia (Svitolina) adalah petarung yang hebat. Dia banyk mengembalikan bola. Dia tidak melakukan banyak kesalahan dan dia adlah salah satu dari petenis yang bermain dengan sangat baik. Jadi saya harus mempersiapkan dengan baik juga,” kata Serena saat memberikan komentar tentang lawannya itu, seperti dikutip dari laman resmi US Open.

Sebelum menghadapi Serena, Svitolina telah membuyarkan mimpi para penantangnya dari Amerika Serikat yakni Madison Keys, Venus Williams, dan Whitney Osuigwe sebelum meraih kemenangan 6-4, 6-4 atas Johanna Konta.
  Elina Svitolina dari Ukraina merayakan kemenangan atas Madison Keys dari Amerika Serikat pada pertandingan putaran keempat tunggal putri US Open 2019 di USTA Billie Jean King National Tennis Center, New York, Minggu (1/9/2019). (Don Emmert / AFP)

Nama lain adalah Bianca Andreescu asal Kanada. Petenis unggulan ke-15 itu menjadi pemain remaja pertama setelah Caroline Wozniacki pada 2009 atau satu dekade silam, yang maju ke semifinal US Open setelah menumbangkan petenis unggulan ke-25 asal Belgia Elis Mertens.

Baca juga: Bianca Andreescu remaja pertama pada semifinal US Open sejak 2009

Sebelumnya, petenis berusia 19 tahun itu pernah mengikuti ajang Grand Slam lain seperti Australia Open (2019), Wimbledon (2017), dan French Open (2019).

Namun ia harus terhenti di ronde pertama dan kedua. Maka semifinal nanti akan menjadi catatan impresif baginya sepanjang karirnya mengikuti turnamen Grand Slam.

Apabila Andreescu mengalahkan Bencic pada semifinal nanti, ia bisa menjadi remaja pertama yang memenangi gelar Grand Slam sejak Maria Sharapova pada US Open 2016. Ia juga mungkin saja menjadi juara US Open termuda sejak petenis Rusia Svetlana Kuznetsove pada 2004.

Kemudian, petenis Swiss Belinda Bencic juga merupakan wajah baru yang hadir pada semifinal AS Terbuka. Ia secara mengejutkan mampu menyingkiran juara bertahan Naomi Osaka pada 16 besar. Bencic sebelumnya pernah mencapai perempat final US Open untuk pertama kalinya pada usianya 17 tahun.

Baca juga: Bencic maju ke semifinal pertamanya pada US Open

Sebelumnya ia telah mengikuti Australia Open dan French Open di tahun ini namun hanya mampu bertahan hingga 32 besar.

“Itu seakan mimpi indah bagi saya. Ketika saya bermain buruk, saya ingin kembali untuk merasakan perasaan ini. Saya ingin mendapatkan kemenangan besar dan merasakan ini. Saya kira itu menjadi motivasi bagi saya untuk terus maju,” kata Bencic. Belinda Bencic dari Swiss merayakan kemenangan setelah mengalahkan Donna Vekic dari Kroasia pada perempat final tunggal putri US Open 2019 di USTA Billie Jean King National Tennis Center, New York, Rabu (4/9/2019). (Mike Stobe / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / AF)

Pria baru

Selain di nomor tunggal putri, semifinal tunggal putra US Open tahun ini juga tampaknya didominasi oleh petenis yang baru pertama kali maju hingga semifinal turnamen US Open.

Matteo Berrettini menjadi putra Italia pertama yang mencapai semifinal US Open dalam 42 tahun terakhir. Ia untuk pertama kalinya akan duel dengan pemain yang difavoritkan untuk menjadi juara Rafael Nadal.

Baca juga: Berrettini singkirkan Monfils untuk capai semifinal US Open

Berdasarkan catatan sejarah, petenis berusia 23 tahun Berrettini berada jauh di bawah Nadal. Ia merupakan petenis peringkat ke-25, sedangkan Nadal di posisi ke-2 dunia.

Pada penampilannya di turnamen Grand Slam pun, Berrettini masih belum dapat mencatatkan sejarah terbaiknya. Di Wimbledon 2019, ia harus puas hingga 16 besar, sedangkan di Roland Garros ia tersingkir di ronder pertama. Petenis Italia berusia 23 tahun Matteo Berrettini saat bertanding melawan petenis dari Prancis Gael Monfils pada perempat final US Open 2019 di New York, AS, Rabu (4/9/2019). Berrettini menang melalui lima set dengan skor 3-6, 6-3, 6-2, 3-6, 7-6 (5) dan melangkah ke semifinal. ANTARA FOTO/REUTERS-Panoramic/Chryslene Caillaud/foc.

Namun segala kemungkinan bisa saja terjadi di semifinal nanti, berkaca dari pengalaman Djokovic dan Federer yang harus tumbang lebih dulu.

Semifinalis lain yaitu petenis Rusia Daniil Medvedev yang akan dipertemukan dengan petenis nonunggulan asal Bulgaria Giorgi Dimitrov.

Baca juga: Medvedev maju ke semifinal untuk pertama kalinya

Pada awal kemunculannya, Dimitrov sempat mendapat julukan ”Baby Federer” karena gaya mainnya mirip dengan peraih 20 gelar Grand Slam itu. Dia mencapai semifinal Wimbledon 2014 dan Australia Open 2017 serta menempati peringkat ketiga dunia pada November 2017.

Namun, kemudian petenis berusia 28 tahun itu terlempar jauh dari posisi 10 besar dunia ke peringkat 78 yang merupakan peringkat terendahnya.

Sementara bagi Medvedev ini akan menjadi semifinal pertamanya dalam turnamen Grand Slam sekaligus semifinalis tunggal putra termuda pada ajang US Open setelah Djokovic pada 2010 silam.

Dengan demikian, tersingkirnya para juara yang diunggulkan pada US Open tahun ini menjadi ajang yang memungkinkan munculnya juara baru yang berbeda dalam turnamen Grand Slam sekaligus yang pertama dalam era AS Terbuka.

Oleh Shofi Ayudiana
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Serena siap hadapi tantangan Svitolina di semifinal

Dia salah satu pemain yang melakukan segalanya dengan sangat baik. Jadi saya harus melakukan segalanya dengan baik juga

Jakarta (ANTARA) – Serena Williams memiliki kesempatan menyamai rekor 24 gelar Grand Slam tetapi kemungkinan akan menghadapi ujian terberatnya pada turnamen US Open tahun ini saat dia bertemu unggulan kelima asal Ukraina Elina Svitolina pada semifinal yang akan digelar di New York, Kamis waktu setempat.

Williams hanya memerlukan waktu 44 menit untuk menyingkirkan petenis China Wang Qiang yang sedang melakukan debutnya pada perempat final turnamen tingkat Grand Slam, tetapi dia sadar ujian yang lebih berat menantinya seandainya dia membukukan tempat di final.

Petenis unggulan kedelapan asal Amerika Serikat itu memiliki catatan keunggulan menang-kalah 4-1 atas Svitolina tetapi petenis asal Ukraina itu belum pernah menelan kekalahan satu set pun di New York dan sudah mengalahkan Williams dalam dua set langsung saat terakhir mereka bertemu pada Olimpiade 2016 di Rio.

“Dia jelas seorang petarung. Dia banyak mengembalikan bola dan tidak melakukan banyak kesalahan,” kata Serena Williams seperti dikutip Reuters.

“Dia salah satu pemain yang melakukan segalanya dengan sangat baik. Jadi saya harus melakukan segalanya dengan baik juga,” kata Williams.

Baca juga: Tersingkir dari US Open, Wang anggap Williams pemain yang sangat kuat

Sejak kembali lagi ke lapangan setelah cuti hamil pada 2018, Williams mendapat kesempatan untuk menyamai rekor 24 gelar Grand Slam yang disandang legenda Australia Margaret Court pada dua final Wimbledon terakhir dan final US Open tahun lalu.

Sementara itu Svitolina yang mengatakan bahwa kemenangannya di Rio memberi dia kepercayaan diri adalah seorang yang gigih di lapangan dan mengejar bola dengan kekuatan yang dapat menyebabkan masalah bagi Williams.

“Saya sudah bermain menghadapi beberapa pemain yang memiliki pukulan keras pada turnamen ini, banyak, dan saya harus bereaksi secara cepat dengan kaki saya dan tembakan-tembakan saya juga. Lalu saat saya memiliki kesempatan, lakukan lah,” kata Svitolina, yang menjalani pemanasan US Open dengan mencapai perempat final di San Jose, Toronto, dan babak 16 besar di Cincinnati.

Pada semifinal lainnya, petenis unggulan ke-13 asal Swiss Belinda Bencic, yang menumbangkan juara 2018 Naomi Osaka pada babak keempat, akan menghadapi unggulan ke-15 asal Kanada Bianca Andreescu.

Baca juga: Serena Williams menang untuk ke-100 kali, melaju ke semifinal

Pewarta: Irwan Suhirwandi
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tenis AS Terbuka: Nadal melangkah ke semi final

Petenis putra Spanyol Rafael Nadal mengangkat kedua tangannya setelah berhasil mengalahkan petenis putra Argentina Diego Schwartzman  dalam babak perempat final Turnamen Tenis AS Terbuka, di  USTA Billie Jean King National Tennis Center, New York, AS, Rabu (4/9/2019). Nadal melangkah ke semi final setelah menang atas Diego Schwartzman  6-4, 7-5, dan 6-2. ANTARA FOTO/Reuters-Geoff Burke-USA TODAY Sports/hp.

Rafael Nadal maju ke semifinal US Open meskipun cedera lengan

Jakarta (ANTARA) – Petenis Spanyol Rafael Nadal berhasil menaklukkan petenis Argentina Diego Schwartzman, meskipun ia sempat mengalami cedera pada lengan kiri, dengan menang tiga set langsung 6-4, 7-5, 6-2 di Flushing Meadows, Rabu (Kamis WIB).

Setelah rekannya di big three yakni Roger Federer dan Novak Djokovic tersingkir, jalan Nadal untuk merengkuh kembali trofi AS Terbuka untuk keempat kalinya itu semakin mulus.

Namun Schwartzman tampaknya merupakan lawan yang cukup sulit bagi Nadal meskipun pada tujuh pertemuan mereka sebelumnya Nadal tak terkalahkan dan hanya kalah dua set.

“Saya melakukan kesalahan tapi saya sangat senang dapat menerima tantangan,” kata Nadal yang membutuhkan waktu hingga tiga jam untuk mengalahkan Schwartzman.

“Saya hanya terus berusaha mendapatkan poin demi poin dan saat ini saya di semifinal dan itu adalah hal yang terpenting bagi saya.”

Petenis berusia 33 tahun itu harus bekerja ekstra untuk meraih poin apalagi saat petenis Argentina itu memberikan perlawanan setelah servisnya dipatahkan dua kali pada dua set pertama.

Schwatzman pun memberikan perlawanan dengan meraih kemenangan di empat gim selanjutnya.

Petenis spanyol terus melakukan servis dan mematahkan servis lawan untuk kemudian unggul 1-0.

Servis terus dilakukan di set kedua saat Nadal banjir keringat, ia mendapat advantage 5-1 tapi lagi-lagi petenis unggulan ke-20 itu masih belum menyerah hingga empat gim selanjutnya.

Namun Petenis Spanyol berusia 33 tahun itu mampu mematahkan servis lawannya sehingga unggul lagi 2-0.

Di set ketiga, keduanya tidak mampu meraih kemenangan hingga Nadal mendapatkan break untuk unggul 4-2. Kemudian, ia juga memberikan pukulan winner dan menutup pertandingan dengan break lainnya.

“Seperti singa di tengah hutan. Dia petarung. Dia tahu bagaimana bermain di momen-momen penting. Delapan kali bertemu, dia selalu bermain lebih baik daripada saya,” kata Schwartzman seperti dikutip Reuters.

Selanjutnya ia akan berhadapan dengan petenis Italia Matteo Berrettini di semifinal pada Jumat (Sabtu WIB) mendatang.

Baca juga: Nadal ke putaran keempat US Open usai hempaskan wakil Korea Selatan

Baca juga: Tundukkan Millman, Nadal melaju ke babak dua US Open

Penerjemah: Shofi Ayudiana
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bianca Andreescu melangkah ke semifinal US Open

Petenis Kanada Bianca Andreescu saat bertanding melawan petenis Belgia Elise Mertens pada babak perempat final tunggal putri US Open 2019 di USTA Billie Jean King National Tennis Center, New York, AS, Rabu (4/9/2019). Andreescu melangkah ke semifinal usai mengalahkan Elise 3-6, 6-2, 6-3. ANTARA FOTO/Reuters/Danielle Parhizkaran-USA TODAY Sports/foc.

Berrettini tembus semifinal US Open untuk pertama kali

Petenis Italia berusia 23 tahun Matteo Berrettini saat bertanding melawan petenis dari Prancis Gael Monfils pada perempat final US Open 2019 di New York, AS, Rabu (4/9/2019). Berrettini menang melalui lima set dengan skor 3-6, 6-3, 6-2, 3-6, 7-6 (5) dan melangkah ke semifinal. ANTARA FOTO/REUTERS-Panoramic/Chryslene Caillaud/foc.

Bencic maju ke semifinal pertamanya pada US Open

Jakarta (ANTARA) – Petenis Swiss Belinda Bencic berhasil menyingkirkan petenis unggulan ke-23 Donna Vekic dengan skor 7(7)-6(5), 6-3 pada perempat final US Open di Flushing Meadows, Rabu (Kamis WIB).

Sebelum melaju ke perempat final, Bencic yang merupakan unggulan ke-13 asal Swiss itu secara mengejutkan berhasil mengalahkan juara bertahan Naomi Osaka pada babak 16 besar.

Ini pertama kalinya petenis Swiss itu bisa melaju hingga semifinal US Open. Ia mematahkan servis Vekic pada set pertama sebelum akhirnya menang dengan tiebreak.

Ia juga bisa meraih poin di empat gim terakhirnya sehingga mengantar dia meraih kemenangan pada laga selama satu jam 42 menit itu.

Selama pertandingan, kedua pemain secara bergantian saling mempertahankan servis pada delapan gim pertama pada set pembuka, tanpa ada satupun yang mampu merebut peluang mendapatkan break point.

Namun petenis Kroasia mendapatkan peluang itu saat Bencic gagal memanfaatkan keunggulan 40-15 pada kedudukan 4-4 set pertama.

Pemain Swiss itu melakukan dua double fault dan dua unforced error. Dengan demikian, dia memberikan Vekic peluang untuk mematahkan servisnya dan memenangi set itu.

Meskipun begitu, Bencic melakukan reli dan mematahkan servis Vekic untuk pertama kalinya sebelum akhirnya memenangi set awal dengan tiebreak.

“Saya pikir dia bermain tenis lebih baik hari ini. Saya merasa tidak bisa mendapatkan tiga poin sekaligus. Saya bermain bagus lalu jelek. Tidak tahu. Saya tidak punya ritme di lapangan hari ini. Saya rasa dia bermain sangat baik pada poin penting,” kata Vekic seperti dikutip dari laman resmi US Open.

Pada set kedua, kedua petenis kembali saling mempertahankan servis secara bergantian, di mana Vekic mampu menggagalkan dua break point untuk unggul 3-2.

Namun itu menjadi gim terakhir yang mampu dimenangi Vekic.

Bencic berhasil memenangi seluruh gim tersisa di set kedua, dan mengamankan kemenangan melalui match point ketiganya.

Baca juga: Osaka bertekuk lutut kepada Bencic

Baca juga: Berrettini singkirkan Monfils untuk capai semifinal US Open

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Berrettini singkirkan Monfils untuk capai semifinal US Open

Jakarta (ANTARA) – Matteo Berrettini menjadi putra Italia pertama yang mencapai semifinal US Open dalam 42 tahun, Rabu waktu setempat (Kamis WIB), dan berpeluang bertemu dengan pemain yang difavoritkan menjadi juara Rafael Nadal, yang melanjutkan pencarian mahkota Grand Slam ke-19.

Berrettini, unggulan 24, menyamai keberhasilan Corrado Barazzutti mencapai babak empat besar pada 1977, setelah menyingkirkan unggulan 13 asal Prancis Gael Monfils 3-6, 6-3, 6-2, 3-6, 7-6 (7/5) dalam waktu tiga jam dan 57 menit.

Ia akan bertemu pemenang pertandingan berikutnya antara petenis Spanyol yang tiga kali juara US Open Nadal dan Diego Schwartzman dari Argentina untuk memperoleh satu tempat pada final, Minggu, di Flushing Meadows.

Baca juga: Maju ke perempat final, Nadal harap raih gelar juara Grand Slam ke-19

Berrettini yang berusia 23 tahun bergabung dengan Barazzutti, juara Roland Garros 1976 Adriano Panatta dan Marco Cecchinato sebagai putra Italia keempat yang maju ke semifinal tunggal putra dalam Grand Slam.

“Saya sangat senang, saya tidak tahu mau bilang apa,” kata Berrettini, yang menyia-nyiakan keunggulan 5-2 pada set terakhir dan empat match point sebelum akhirnya mengalahkan Monfils dalam thriller di Arthur Ashe Stadium.

“Saat ini saya tidak ingat poin-poinnya, hanya match point-nya.

“Saya juga ingat kesalahan ganda (pada match point saat kedudukan 5-3). Saya harus jujur pertarungan yang hebat. Saya ingin mengucapkan selamat kepada Gael.

“Saya pikir ketika saya bermain ini adalah salah satu pertandingan terbaik yang pernah saya saksikan. Saya bermain dan saya juga menonton,” katanya dikutip dari AFP.

Baca juga: Federer beberkan cederanya di perempat final US Open

Baca juga: Taklukan Federer, Dimitrov melaju ke semifinal pertamanya

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Maju ke perempat final, Nadal harap raih gelar juara Grand Slam ke-19

Jakarta (ANTARA) – Peraih juara US Open tiga kali Rafael Nadal akan berhadapan dengan petenis Argentina Diego Schwartzman pada perempat final US Open di New York, Rabu (Kamis WIB), dengan harapan ia bisa meraih gelar Grand Slam ke-19 nya.

Nadal di usianya yang 33 tahun itu merupakan satu-satunya pemain unggulan 12 teratas yang akan tampil di Arthur Ashe Stadium, Rabu waktu setempat, dan akan bertemu dengan Schwartzman yang tidak pernah mencapai semifinal pada turnamen Grand Slam. Unggulan ke-20 itu maju setelah menumbangkan unggulan keenam Alexander Zverev pada pertandingan Senin (2/9) atau Selasa (WIB).

Sementara Nadal selalu tampil mengagumkan. Ia hanya kalah dalam tiga gim di dua set terarkhir dari total empat set saat menghadapi Marin Cilic dan berakhir dengan skor 3-6,6-3,1-6,2-6.

“Pertandingan nanti akan menjadi tantangan. Saya harus memberikan yang terbaik. Saya senang dengan Diego. Dia teman dekat saya dan saya harap bisa menghadapinya sebaik mungkin,” kata Nadal seperti dikutip dari BBC Sport.

Ia juga mengatakan tidak meremehkan lawannya, Schwartzman pada perempat final nanti.

“Dia bermain dengan mengagumkan. Dia mungkin adalah salah satu petenis yang memiliki bakat paling bagus dalam turnamen ini.”

Nadal telah menorehkan catatan impresif ketika berhadapan dengan Schwartzman. Tujuh pertemuannya — termasuk di Rolland Garros dan Flushing Meadows– dengan petenis Argentina itu diprediksi dapat mengantarkannya maju ke semifinal US Open 2019 dan meraih gelar juara Grand Slam ke-19.

Baca juga: Nadal melaju ke perempat final setelah singkirkan Cilic

Baca juga: Taklukan Federer, Dimitrov melaju ke semifinal pertamanya

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tersingkir dari US Open, Wang anggap Williams pemain yang sangat kuat

Jakarta (ANTARA) – Petenis China Wang Qiang mengatakan Serena Williams merupakan lawan yang sangat kuat baginya sehingga membuat langkahnya harus terhenti di perempat final dan kalah telak 1-6, 0-6 pada US Open yang berlangsung di New York Selasa waktu setempat (Rabu WIB).

Ketika ditanya wartawan terkait hal tersulit selama pertandingan, Wang menjawab bahwa Williams merupakan pemain yang sangat kuat.

“Dia sangat kuat,” kata Wang yang asal Tianjin, China itu, seperti dikutip dari laman resmi US Open.

“Di baseline atau servisnya?” tanya wartawan.

“Semuanya. Dia sangat kuat dan saya tidak bisa mengendalikannya. Terlalu berat bagi saya,” jawab Wang sambil tersenyum.

Baca juga: Serena Williams menang untuk ke-100 kali, melaju ke semifinal

Baca juga: Elina Svitolina jadi perempuan Ukraina pertama maju ke semifinal

Wang yang merupakan unggulan ke-18 itu untuk pertama kali melaju ke perempat final dalam turnamen Grand Slam US Open. Meskipun kalah dalam pertemuannya dengan Williams, menurut Wang, itu akan menjadi pelajaran berharga baginya dan negara asalnya.

“Saya rasa saya telah melakukan pekerjaan yang bagus selama dua pekan ini. Saya tidak masalah dengan pertandingan terakhir saya. Saya pikir itu sangat bagus untuk saya. Saya sudah berbicara dengan pelatih dan kami sangat positif untuk ke depannya.”

Petenis berusia 27 tahun itu mengatakan akan mengikuti turnamen tenis lainnya di Asia. Pada tahun lalu, setelah US Open 2018, Wang juga pernah mencapai semifinal dalam enam turnamen di Asia — lima di China dan satu di Jepang– termasuk memenangi gelar WTA keduanya di Guangzhou.

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tenis AS Terbuka: Dimitrov melaju ke semi final setelah kalahkan Federer

Petenis putra Bulgaria Grigor Dimitrov mengepalkan tangannya seraya berteriak saat berhasil meraih angka ketika melawan petenis putra Swiss  Roger Federer dalam babak perempat final Turnamen Tenis AS Terbuka, di  USTA Billie Jean King National Tennis Center, New York, AS, Selasa (3/9/2019). Dmitrov melaju ke semi final setelah mengalahkan Federer 3-6, 6-4, 3-6, 6-4, dan 6-2.  ANTARA FOTO/Reuters-Geoff Burke-USA TODAY Sports/hp.

Federer beberkan cederanya di perempat final US Open

Jakarta (ANTARA) – Roger Federer yang ditaklukkan oleh petenis nonunggulan asal Bulgaria Grigor Dimitrov pada perempat final US Open membeberkan alasan ketika ia cedera dan meminta medical timeout saat pertandingan berlangsung.

Menurut laman resmi US Open, Rabu, petenis itu hanya mampu mengumpulkan poin di dua gim dalam set penentuan. Hingga pada akhirnya Dimitrov menumbangkan juara US Open lima kali berturut-turut lewat pertarungan sengit lima set 3-6, 6-4, 3-6, 6-4, 6-2.

“Saya hanya membutuhkan perawatan pada bagian atas–apa ya–belakang leher saya,” kata Federer ketika menjelaskan alasannya meminta perawatan medis.

Ketika didesak wartawan dengan pertanyaan seputar kesehatannya, Federer malah bercerita soal lawannya dan memberikan sorotan kepadanya.

“Saya pikir dia kuat. Dia bisa bermain dengan baik yang membuat saya cukup kewalahan mengikuti ritmenya,” katanya menambahkan.

“Bisa dikatakan saya selalu bermain mendominasi ketika menghadapi dia, tapi tidak malam ini. Dia bermain bagus.”

Ia juga menjelaskan bahwa dia merasa kesakitan sepanjang pertandingan tapi masih dapat bermain.

“Saya kecewa ini berakhir karena saya merasa saya bermain sangat baik. Ini adalah kesempatan yang terlewatkan. Jika saya bisa melewati (babak ini) saya akan punya dua hari libur untuk pertandingan selanjutnya. Tampak bagus.”

Untuk turnamen selanjutnya, Federer mengatakan ia akan bermain di Laver Cup dan bertanding di turnamen tenis di Shanghai, Basel, atau Paris, London.

Petenis yang baru saja berulang tahun yang ke 38 pada 8 Agustus itu berharap dapat mendapatkan lebih banyak trofi pada turnamen Grand Slam.

“Saya tidak punya bola kristal. Apakah kalian punya?” katanya menyindir.

“Kita tidak akan pernah tahu. Saya harap demikian. Saya rasa ini masih menjadi musim yang bagus. Saat ini saya kecewa, tapi saya akan bangkit dan baik-baik saja.”

Baca juga: Taklukan Federer, Dimitrov melaju ke semifinal pertamanya

Baca juga: Medvedev maju ke semifinal untuk pertama kalinya

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Taklukan Federer, Dimitrov melaju ke semifinal pertamanya

Jakarta (ANTARA) – Petenis Bulgaria Grigor Dimitrov berhasil mencetak kekecewaan dan mimpi terburuk bagi Roger Federer setelah menaklukkan juara Open lima kali itu di perempat final dengan skor 3-6, 6-4, 3-6, 6-4, 6-2 dalam turnamen US Open, Selasa waktu setempat.

Dimitrov sempat berada di peringkat tiga dunia pada 2017, tetapi sekarang tidak diunggulkan. Saat ini ia berada di peringkat 78, dan untuk pertama kalinya maju ke semifinal US Open.

Ini akan menjadi final ketiganya dalam turnamen Grand Slam setelah Wimbledon 2014 dan Open 2017.

Sementara itu, menurut laman resmi US Open, petenis nomor satu sekaligus juara Grand Slam 20 kali Federer mengalami injury time karena masalah yang belum diketahui. Ia tampak bermain lemah sebelum masuk set terakhir hingga pertandingan berakhir.

Kemenangan Dimitrov dan tersingkirnya Federer telah menutup peluang bagi Nadal untuk bertemu dengan rival abadinya Federer di final. Padahal, keduanya sempat diharapkan untuk bisa head to head untuk pertama kalinya di Flushing Meadows.

Grigor Dimitrov akan bertemu dengan petenis Rusia Daniil Medvedev pada semifinal yang dilangsungkan Jumat mendatang.

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tenis AS Terbuka: Dmitrov melaju ke semi final setelah kalahkan Federer

Petenis putra Bulgaria Grigor Dmitrov mengepalkan tangannya seraya berteriak saat berhasil meraih angka ketika melawan petenis putra Swiss  Roger Federer dalam babak perempat final Turnamen Tenis AS Terbuka, di  USTA Billie Jean King National Tennis Center, New York, AS, Selasa (3/9/2019). Dmitrov melaju ke semi final setelah mengalahkan Federer 3-6, 6-4, 3-6, 6-4, dan 6-2.  ANTARA FOTO/Reuters-Geoff Burke-USA TODAY Sports/hp.

Tenis AS Terbuka: Serena melaju ke semi final

Petenis putri AS Serena Williams mengepalkan tangannya seraya berteriak setelah berhasil meraih angka saat melawan petenis putri China Qiang Wang dalam babak perempat final Turnamen Tenis AS Terbuka,  di USTA Billie Jean King National Tennis Center, New York, AS, Selasa (3/9/2019). Serena melaju ke babak semi final setelah menang 6-1 dan 6-0. ANTARA FOTO/Reuters- Geoff Burke-USA TODAY Sports/hp.

Serena Williams menang untuk ke-100 kali, melaju ke semifinal

Jakarta (ANTARA) – Serena Williams mengklaim kemenangannya yang ke-100 pada US Open, Selasa waktu setempat setelah menghempaskan lawannya Wang Qiang dengan kemenangan telak 6-1, 6-0 selama 44 menit pertandingan.

“Saya tidak pernah terpikir bisa menang hingga ke-100. Ini sangat spesial, saya tidak akan melupakannya,” kata Serena seperti dikutip Reuters.

Petenis Amerika Serikat berusia 37 tahun itu telah mendominasi permainan sejak awal turnamen. Ia dengan mudah mengandaskan 25 pemenang US Open, dibandingkan Wang yang tak pernah sekalipun. Ia juga telah menguasai 90 persen poin pada servis pertamanya.

Sebelumnya, Serena sempat tergelincir dan jatuh pada pertandingan putaran keempat yang membuat cedera pada pergelangan kaki kanannya. Namun, pada Selasa ia menyatakan bahwa dia dalam kondisi yang baik.

Pada pertandingan selanjutnya di semifinal, Serena akan menghadapi unggulan kelima asal Ukraina Elina Svitolina.

Baca juga: Serena ke perempat final US Open meskipun cedera pergelangan kaki

Baca juga: Federer, Serena berebut tempat ke perempat final

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Elina Svitolina jadi perempuan Ukraina pertama maju ke semifinal

Jakarta (ANTARA) – Elina Svitolina menjadi petenis perempuan Ukraina pertama yang melaju ke semifinal US Open setelah menumbangkan lawannya Johanna Konta, Selasa (Rabu WIB).

Pada pertandingan selanjutnya, ia akan bertemu dengan juara Grand Slam 23 kali Serena Williams yang baru saja mengalahkan petenis unggulan ke-18 Wang Qiang, pada Sabtu mendatang.

“Rasanya mengagumkan. Itu adalah pertandingan yang sangat sengit. Kami memukul dengan baik. Tetapi pada akhirnya pertandingan ditutup oleh servis dari saya. Saya sangat senang bisa mengatasi tekanan,” kata Svitolina seperti dikutip AFP.

Baca juga: Vekic tantang Bencic pada perempat final

Svitolina harus kehilangan dua match point dengan skor 5-3 setelah Konta berjuang dengan sangat keras. Namun, di gim selanjutnya, Svitolina tidak menyia-nyiakan peluang dan menang dengan hasil 6-4, 6-4.

“Tentunya ada sedikit kekecewaan ketika saya akan menutup pertandingan. Tapi saya hanya berusaha merebut poin demi poin dan tetap tenang.”

Pada pertandingan sebelum menuju perempat final, Svitolina telah mengalahkan juara dua kali US Open Venus Williams dan runner up musim 2017 Madison Keys.

Ia berharap bisa seperti Andrei Medvedev untuk jadi petenis Ukraina kedua yang tampil di final Grand Slam.

“Malam ini akan jadi pertandingan yang menyenangkan. Dan ini adalah semifinal jadi saya harus menikmati permainan siapapun lawannya nanti,”

“Permainan akan menarik jika saya bisa bermain dengan Serena sekali lagi,” katanya menambahkan.

Baca juga: Medvedev maju ke semifinal untuk pertama kalinya

Baca juga: Unggulan kedua Barty disingkirkan Wang di US Open

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Medvedev maju ke semifinal untuk pertama kalinya

Jakarta (ANTARA) – Petenis Rusia Daniil Medvedev maju ke semifinal untuk pertama kalinya dalam turnamen Grand Slam setelah mengalahkan juara tiga kali Stan Wawrinka, Selasa (Rabu WIB).

Unggulan kelima Medvedev itu menang dengan skor 7-6 (8/6), 6-3, 3-6, 6-1, sehingga akan melanjutkan pertandingan pada Jumat mendatang melawan antara petenis Bulgaria Grigor Dimitrov atau pemilik gelar juara Grand Slam 20 kali Roger Federer.

“Saya sangat senang bisa maju ke semifinal pertama saya,” kata Medvedev seperti dikutip AFP.

Medvedev sempat mengalami cedera otot paha kiri yang membuatnya berpikir untuk keluar dari pertandingan di set pertama.

“Sebelum pertandingan saya merasa kondisi saya sangat baik. Di set pertama sepertinya otot paha saya tertarik,” ucapnya.

“Paha saya betul-betul terasa sakit dan saya berpikir bahwa saya tidak bisa melanjutkan pertandingan.”

Medvedev pun mengambil waktu istirahat untuk mendapatkan perawatan medis. Cedera di bagian paha itu kemudian diberikan obat penghilang rasa sakit.

“Pada set keempat saya mulai merasakan obat penghilang rasa sakit itu dan bisa bergerak lebih baik. Saya harap saya siap untuk semifinal,” ungkapnya.

Medvedev, di usianya yang ke-23 tahun merupakan semifinalis termuda pada ajang US Open sejak Novak Djokovic pada 2010 silam.

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kalahkan Marin Cilic, Nadal melaju ke perempat final US Open

TENNIS/

Petenis Spanyol Rafael Nadal berselebrasi seusai mengalahkan petenis Kroasia Marin Cilic pada pertandingan babak keempat US Open di USTA Billie Jean King National Tennis Center, New York, Selasa (3/9/2019). Nadala melangkah ke perempat final setelah menang dengan skor 6-3 3-6 6-1 6-2. ANTARA FOTO/USA TODAY Sports via Reuters/Robert Deutsch/pras.

Nadal melaju ke perempat final setelah singkirkan Cilic

Jakarta (ANTARA) – Rafa Nadal menghadapi tantangan terberatnya di US Open, tetapi meningkatkan permainannya untuk mengalahkan Marin Cilic 6-3 3-6 6-1 6-2 pada Selasa (WIB) dan melanjutkan pertandingan ke perempat final.

Petenis unggulan kedua asal Spanyol itu mengendalikan permainan pada set pertama dengan servis dan pertahanan yang kuat. Namun, petenis Kroasia Cilic tak mau kalah sehingga berhasil merebut poin di set kedua.

Kesempatan itu sudah menguntungkan Cilic, tapi kemudian momentum itu berubah saat Nadal melompat ke udara untuk melakukan smash spektakuler yang mengejutkan para penonton di arena.

Cilic yang melakukan double fault dalam permainan telah mengantarkan Nadal unggul 3-1 pada pertandingan di malam yang panas dan lembab di New York membuat seluruh penonton di Stadion Arthur Ashe pun ikut bersorak pada petenis Spanyol itu.

Nadal memastikan kemenangannya dan melaju ke perempat final untuk ke-40 kalinya dalam turnamen Grand Slam.

“Untuk beberapa saat di set kedua saya merasa dia (Cilic) telah memiliki banyak poin,” kata Nadal seperti dikutip Reuters.

“Dia mendorong saya kembali, setelah set kedua, saya pikir sesuatu perlu diubah.”

Pemain berusia 33 tahun itu memiliki permainan yang relatif bebas dari tekanan, ia hanya kehilangan satu set dan mendapatkan walkover di babak kedua.

Di perempat final, juara Grand Slam 18 kali itu akan bertemu dengan petenis Argentina Diego Schwartzman, yang berhasil menggulingkan Alexander Zverev di 16 besar pada pertandingan sebelumnya.

Nadal bersama dengan unggulan ketiga Roger Federer berpotensi bertemu di final hari Minggu jika kedua pemain menang. Sedangkan Federer akan menghadapi Grigor Dimitrov pada Selasa.

Baca juga: Naomi Osaka berusaha “move on” setelah tersingkir di US Open

Baca juga: Djokovic cedera, tidak lanjutkan pertandingan lawan Wawrinka

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Naomi Osaka berusaha “move on” setelah tersingkir di US Open

Jakarta (ANTARA) – Juara bertahan Naomi Osaka mengaku cukup terpukul dan bersedih setelah tersingkir dari US Open oleh petenis Swiss Belinda Bencic, namun ia merasa sudah mendapatkan pelajaran dari kekalahannya dan berusaha untuk move on.

“Saat ini saya sedang bersedih. Namun saya juga merasa bahwa saya belajar banyak dari turnamen ini,” kata petenis berusia 21 tahun itu usai pertandingan di New York, Senin waktu setempat.

Kekalahan itu akan membuatnya kehilangan status nomor satu untuk direbut kembali Ashleigh Barty.

“Saya merasa langkah-langkah yang telah saya lakukan telah mengubah saya menjadi jauh lebih baik daripada yang saya bayangkan saat ini,” ungkapnya.

Baca juga: Osaka bertekuk lutut kepada Bencic

Baca juga: Vekic tantang Bencic pada perempat final

Sebelumnya pada turnamen Grand Slam Wimbledon, Osaka sempat tidak bisa berkata-kata pada media saat harus menghadapi kekalahannya. Ia bahkan meminta izin untuk pergi di tengah-tengah wawancara dengan media.

“Di Wimbledon, saya pergi begitu saja dari kalian,” katanya.

“Saya merasa lebih santai sekarang. Saya merasa sudah tumbuh dewasa dan tidak lagi ingin menyimpan begitu banyak beban dalam sebuah pertandingan,”

“Sejujurnya saya tidak marah dengan ini (hasil pertandingan). Setiap orang yang kenal dekat dengan saya tahu hingga saya menang di sini tahun lalu. Saya selalu bermain tiga ronde. Jadi tentu saja saya sangat kecewa dan marah, tapi tidak dengan ini,” tuturnya seperti dikutip Reuters.

Kekalahan petenis asal Jepang itu telah menghilangkan prospek pertandingan bagi Naomi Osaka untuk bertemu kembali dengan Serena Williams di final US Open seperti tahun lalu.

Selain itu, tersingkirnya Osaka akan memungkinkan munculnya juara tunggal putri Grand Slam yang berbeda-beda dalam satu musim untuk tiga tahun berturut-turut dan yang pertama dalam era US Open.

Baca juga: Serena ke perempat final US Open meskipun cedera pergelangan kaki

Baca juga: Berrettini jadi pria Italia kedua yang ke perempat final

Baca juga: Schwartzman patahkan harapan Zverev melaju ke perempat final

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Schwartzman patahkan harapan Zverev melaju ke perempat final

Jakarta (ANTARA) – Petenis Argentina Diego Schwartzman mematahkan harapan petenis Jerman Alexander Zverev untuk bisa menuju ke perempat final US Open setelah mengalahkannya dengan skor 3-6 6-2 6-4 6-3 di New York, Senin waktu setempat.

Kemenangan Schwartzman membuat petenis unggulan keenam asal Jerman itu semakin kecewa karena gagal mencapai delapan besar pertamanya pada turnamen Grand Slam.

Schwartzman tidak berada di court selama lebih dari dua jam dalam pertandingan-pertandingan sebelumnya, namun unggulan ke-20 itu sejauh ini adalah pemain yang tampil segar di hari yang hujan di Flushing Meadows, New York.

Baca juga: Berrettini jadi pria Italia kedua yang ke perempat final

Zverev yang telah melewati hingga empat set pertandingan atau lebih itu kalah dalam waktu tiga jam setelah melakukan 17 double faults.

Kesalahan fatal terjadi pada set keempat di mana Schwartzman unggul 4-2, namun Zverev masih tetap berjuang melanjutkan pertandingan hingga akhirnya ia dikenai penalti poin karena mengarahkan kekesalannya di kotaknya.

Pemain berusia 22 tahun itu sebelumnya telah diperingatkan karena melempar bola ke kerumunan.

Schwartzman yang melaju ke putaran keempat tanpa menjatuhkan satu set pun melihat bahwa pertandingan berakhir cepat saat Zverev memenangi set pembuka meskipun melakukan enam kesalahan.

Petenis Argentina itu dengan cerdik melakukan break di awal dengan skor 2-0 sehingga membuat Zverev tampil mendominasi dalam servis pada set pertama.

Permainan di set kedua pun dilakukannya sama dengan Schwartzman mengambil jeda di awal, namun kali ini ia tidak menyia-nyiakan kemampuannya untuk meraih skor dan mematahkan servis pemain Jerman itu.

Zverev melakukan break pertama pada set ketiga, namun Schwartzman memilih untuk melakukan break di akhir untuk mematahkan servis 5-4 dan memimpin pertandingan.

Zverev yang dianggap sebagai talenta baru yang muncul bahkan potensi ancaman bagi Federer, Nadal, dan Djokovic telah gagal memenuhi harapan untuk bisa melampaui hingga perempat final turnamen Grand Slam.

Sementara itu, bagi Schwartzman, kemenangannya merupakan yang keenam kalinya dalam 28 pertandingan menghadapi lawan-lawannya yang berada di peringkat 10 besar. Ini adalah ketiga kalinya ia berhasil lolos menuju delapan besar dalam sebuah turnamen besar.

Baca juga: Vekic tantang Bencic pada perempat final

Baca juga: Osaka bertekuk lutut kepada Bencic

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Berrettini jadi pria Italia kedua yang ke perempat final

Jakarta (ANTARA) – Matteo Berrettini menjadi pria Italia kedua yang melangkah ke perempat final US Open, Selasa dini hari WIB, 42 tahun setelah Corrado Barazzutti meretas jalan ke semifinal New York.

Berrettini, unggulan ke-24, melewati hadangan petenis Rusia berperingkat 43 Andrey Rublev dengan 6-1, 6-4, 7-6 (8/6) untuk mencapai delapan besar pertamanya dalam sebuah turnamen Grand Slam.

“Ini hal yang benar-benar gila. Saya tak mempercayainya untuk saat ini. Saya perlu beberapa jam untuk memahami apa yang terjadi,” kata Berrettini, 23, yang akan menantang petenis Prancis unggulan ke-13 Gael Monfils atau petenis Spanyol Pablo Andujar.

“Saya cuma bisa senang. Menyaksikan tim dan keluarga saya di sini dan menangis, bagi saya itu luar biasa,” sambung dia seperti dikutip AFP.

Baca juga: Osaka bertekuk lutut kepada Bencic

Berrettini mengayunkan satu langkah lebih jauh dari pada keberhasilan dia mencapai babak 16 besar Wimbledon Juli lalu untuk dikalahkan Roger Federer pada perempat final.

Petenis Italia ini sempat mendapatkan tekanan dari mengatasi Rublev ketika servisnya dipatahkan pada kedudukan 6-5 dalam set ketiga, tetapi memastikan kemenangan setelah bertanding selama dua jam 11 menit yang diwarnai sebuah tie-break yang sengit.

“Saya kira saya telah melewati sebuah pertandingan yang luar biasa. Saya kira Andrey bermain sungguh bagus dan bertanding dengan kepercayaan diri,” tutup Berrettini.

“Saya menggabungkan tenis saya, menggunakan potongan, forehand dan servis. Saya kira semua senjata saya benar-benar baik hari ini.

Baca juga: Vekic tantang Bencic pada perempat final

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Osaka bertekuk lutut kepada Bencic

New York, Amerika Serikat (ANTARA) – Juara bertahan tunggal putri Naomi Osaka disingkirkan dari US Open oleh petenis Swiss unggulan ke-13 Belinda Bencic 7-5, 6-4 pada babak 16 besar di Flushing Meadows, Selasa dini hari WIB.

Bencic mengalahkan Osaka untuk ketiga kalinya dalam tahun ini dan akan ditantang petenis Kroasia unggulan ke-23 Donna Vekic pada perempat final.

Kekalahan ini membuat Osaka akan kehilangan status nomor satu dunia untuk direbut kembali Ashleigh Barty.

“Tantangan tidak bisa lebih besar lagi melawan Naomi. Saya harus berada di puncak permainan saya dan saya sungguh senang betapa baiknya saya mengendalikan urat syaraf saya pada akhirnya,” kata Bencic yang mengalahkan Osaka di Indian Wells dan Madrid.

Baca juga: Djokovic cedera, tidak lanjutkan pertandingan lawan Wawrinka

“Saya berusaha bermain seperti catur dan menjadi taktis di lapangan,” sambung dia seperti dikutip AFP.

“Mengambil servis lebih awal, berusaha mengantisipasi karena dia begitu kuat.”

Bencic (22) menyamai pencapaian terbaiknya pada sebuah turnamen Grand Slam setelah mencapai delapan besar dalam debut US Open pada 2014.

Ketersingkiran Osama membuat bakal ada empat juara tunggal putri Grand Slam berbeda dalam satu musim untuk tiga tahun berturut-turut dan yang pertama dalam era Open.

Baca juga: Svitolina ke perempat final US Open setelah kalahkan Keys

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Vekic tantang Bencic pada perempat final

New York, Amerika Serikat (ANTARA) – Petenis Kroasia unggulan ke-23 Donna Vekic melangkah ke perempat final menghadapi Belinda Bencic dari Swiss, setelah berbalik menang 6-7 (5/7), 7-5, 6-3 dari petenis Jerman unggulan ke-26 Julia Goerges.

“Saya bahkan tak tahu bagaimana saya memenangkan pertandingan ini,” kata Vekic seperti dikutip AFP. “Dia sedang memegang servis saat match point. Dia sedang match point. Saya hanya terus bertarung dan yakin saya bisa menang. Rasanya menakjubkan sekali.”

Goerges memenangkan tie-break dengan forehand winner berturut-turut, kemudian mematahkan servis Vekic untuk mengawali set kedua dan melepas empat ace berturut-turut guna memimpin 2-0.

Tetapi petenis Jerman itu harus menghadapi kenyataan servisnya pada kedudukan match-point dipatahkan Vekic sehingga dia membuang percuma match point pada gim ke-10. Vekic menutup set kedua ini setelah Goerges melepaskan forehand yang melebar dari lapangan.

Baca juga: Federer belum putuskan bertanding pada Olimpiade 2020

“Saya hanya berusaha kembali ke lapangan. Dia sedang servis yang hebat. Saya merasa percaya diri saat reli dan saya sudah tahu saya bisa mengembalikan maka saya akan mendapatkan keuntungan,” kata Vekic.

Vekic tertinggal 1-2 dalam pertemuannya dengan Bencic, tetapi satu kemenangan Vekic dibuatnya dalam pertemuan terakhirnya pada babak ketiga French Open tahun ini.

“Pastinya itu akan menjadi pertandingan yang berat. Dia adalah salah satu petenis terbaik tahun ini,” kata Vekic.

Baca juga: Serena ke perempat final US Open meskipun cedera pergelangan kaki

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tenis AS Terbuka: Djokovic mengundurkan diri karena cedera bahu

Petenis Serbia Novak Djokovic mendapatkan perawatan di bahunya saat bertanding melawan petenis Swiss Stan Wawrinka dalam babak keempat Turnamen Tenis AS Terbuka, di  USTA Billie Jean King National Tennis Center, New York, AS, Minggu (1/9/2019). Djokovic yang merupakan unggulan pertama dalam turnamen ini akhirnya mengundurkan diri karena cedera di bahu kirinya saat kedudukan 4-6, 5-7 dan 1-2. ANTARA FOTO/Reuters-Danielle Parhizkaran-USA TODAY Sports/hp.

Osaka bidik perempat final, Nadal hadapi Marin Cilic

Jakarta (ANTARA) – Juara bertahan tunggal putri Naomi Osaka akan mengincar satu tempat perempat final turnamen tenis US Open saat kembali beraksi di lapangan pada Senin waktu New York (Selasa WIB), sementara unggulan kedua tunggal putra Rafa Nadal akan menghadapi mantan juara Marin Cilic pada babak 16 besar.

Osaka, yang menghentikan langkah petenis berusia 15 tahun asal Amerika Serikat Coco Gauff pada babak ketiga, akan memulai sesi pertandingan di dalam Arthur Ashe Stadium, saat dia menghadapi petenis unggulan ke-13 asal Swiss Belinda Bencic.

Petenis berusia 21 tahun asal Jepang itu menjalani tahun yang tidak stabil sejak menjuarai Australia Open dan dia akan menghadapi Bencic yang memiliki masa istirahat yang cukup setelah menikmati kemenangan walkover ketika maju ke babak 16 besar.

Bencic akan membawa kepercayaan diri yang tinggi karena dia mengalahkan Osaka dalam dua pertemuan mereka tahun ini untuk meningkatkan rekor menang-kalahnya menjadi 2-1.

“Maksud saya, bermain melawan dia bagi saya selalu sangat menantang,” kata Osaka, yang mengalahkan Bencic pada 2013 namun menelan kekalahan pada tahun ini di Indian Wells dan Madrid.

“Saya memperkirakan sebuah pertarungan. Dia tidak pernah benar-benar menyerah. Dia bertarung untuk setiap poinnya,” kata Osaka seperti dilaporkan Reuters.

Rafa Nadal, yang pada semifinal tahun lalu tidak bisa melanjutkan pertandingan karena bermasalah pada lututnya, akan memulai sesi petang menghadapi juara 2014 Cilic setelah melangkah mulus ke 16 besar.

Juara 18 kali Grand Slam itu tidak kehilangan satu set pun dan mendapat kemenangan walkover pada babak kedua saat lawannya yang asal Australia Thanasi Kokkinakis menarik diri karena cedera.

Tapi petenis asal Spanyol itu sadar bahwa dia menghadapi ujian berat melawan petenis Kroasia yang memiliki servis keras tersebut.

“Saya perlu fokus pada servis saya, seperti biasa. Saya perlu untuk siap menerima tantangan yang membawa persaingan pada hari-hari seperti ini. Dan saya berharap untuk siap bermain pada level tertinggi saya karena itulah yang akan saya perlukan,” kata Nadal.

Petenis lain yang akan bertanding pada hari kedelapan US Open itu adalah unggulan keenam asal Jerman Alexander Zverev yang akan menghadapi petenis Argentina Diego Schwartzman, sementara petenis Rusia Andrey Rublev, akan bertemu petenis Italia Matteo Berrettini.

Pada tunggal putri, petenis muda Kanada Bianca Andreescu akan menutup pertandingan di bawah cahaya lampu di Arthur Ashe Stadium menghadapi petenis kualifikasi asal Amerika Serikat Taylor Townsend.

Baca juga: Osaka hentikan perjalanan Gauff di New York

Baca juga: Nadal ke putaran keempat US Open usai hempaskan wakil Korea Selatan

Pewarta: Irwan Suhirwandi
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Svitolina ke perempat final US Open setelah kalahkan Keys

Jakarta (ANTARA) – Petenis unggulan kelima asal Ukraina Elina Svitolina melangkah ke perempat final US Open setelah menampilkan pemainan solid dalam servis saat mengalahkan petenis Amerika Serikat Madison Keys 7-5, 6-4 di New York, Minggu (Senin WIB).

Dengan Keys yang runner up pada 2017 mengalami kesulitan pada pukulan backhand dia, Svitolina memenangi 92 persen poin servis pertamanya dan tidak menghadapi satupun ancaman break point dalam pertandingan selama 75 menit di bawah cahaya lampu di Arthur Ashe Stadium.

“Sangat menyenangkan saya bisa bermain sangat konsisten malam ini dan dalam suasana hebat ini sangat istimewa,” kata Svitolina seperti dilaporkan Reuters.

Dengan kemenangan tersebut, Svitolina menjadi petenis putri Ukraina pertama yang mencapai perempat final US Open setelah Kateryna Bondarenko pada 2009.

Lawan selanjutnya bagi Svitolina adalah petenis Inggris Johanna Konta, yang menumbangkan unggulan ketiga asal Ceko Karolina Pliskova.

Baca juga: Serena ke perempat final US Open meskipun cedera pergelangan kaki

Baca juga: Unggulan kedua Barty disingkirkan Wang di US Open

Baca juga: Djokovic cedera, tidak lanjutkan pertandingan lawan Wawrinka

Pewarta: Irwan Suhirwandi
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Djokovic cedera, tidak lanjutkan pertandingan lawan Wawrinka

Jakarta (ANTARA) – Juara bertahan sekaligus petenis peringkat teratas Novak Djokovic mengundurkan diri karena cedera bahu setelah kehilangan dua set pertama pada pertandingan babak 16 besar US Open di New York, Minggu (Senin WIB), melawan Stan Wawrinka.

Petenis Swiss unggulan 23 dan juara 2016 Wawrinka unggul atas Djokovic 6-4, 7-5, 2-1 ketika petenis Serbia itu tidak melanjutkan pertandingan, setelah menerima perawatan pada bahu kirinya yang bermasalah sebelum dimulainya set ketiga.

“Ini bukan cara yang Anda inginkan untuk menyelesaikan pertandingan. Saya menyesalkan untuk Novak. Ia juara yang luar biasa,” kata Wawrinka seperti dikutip AFP, Senin.

Baca juga: Federer kalahkan Goffin untuk capai perempat final US Open

Djokovic, yang telah memenangi empat dari lima event Grand Slam terakhir dan 16 secara keseluruhan, bergumul dengan sakit pada bahu kirinya sejak ia memenangi putaran kedua atas Juan Ignacio Londero.

Ia mengatakan merasa “hampir bebas sakit” setelah mengalahkan Denis Kudla secara straight-set pada putaran ketiga, namun masalah muncul kembali saat melawan Wawrinka pada pertemuan pertama antara kedua pemain sejak final di tempat yang sama tiga tahun lalu.

Baca juga: Unggulan kedua Barty disingkirkan Wang di US Open

Baca juga: Serena ke perempat final US Open meskipun cedera pergelangan kaki

“Saya ingin mempertahankan level saya malam ini. Saya rasa saya memainkan tenis yang super bagus. Saya senang kembali lagi,” kata Wawrinka, yang akan bertemu unggulan kelima Daniil Medvedev pada perempat final.

“Ini sangat membantu saya mengetahui bahwa saya memiliki permainan untuk mengalahkannya di lapangan itu.

“Saya merasa luar biasa. Ketika saya datang untuk berlatih di sini saya bergerak dengan baik, bermain dengan baik. Saya cukup percaya diri dengan level yang saya miliki tetapi Anda tidak pernah tahu ketika Anda melawan pemain nomor satu di dunia,” kata Wawrinka.

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Federer belum putuskan bertanding pada Olimpiade 2020

Jakarta (ANTARA) – Petenis Swiss Roger Federer belum memutuskan apakah dia akan bertanding pada Olimpiade 2020 Tokyo dan mengatakan bahwa kelayakan, kesehatannya serta keluarga akan menjadi faktor dalam keputusan yang akan dia ambil.

Pertandingan cabang tenis pada Olimpiade 2020 akan dimulai dua pekan setelah Wimbledon tahun depan dan Federer mengatakan terlalu cepat untuk memutuskan apakah dia akan mengincar medali emas tunggal putra, yang belum pernah dimenangi oleh juara 20 kali turnamen Grand Slam tersebut.

“Saya tidak tahu apakah akan bermain di sana karena masih satu tahun lagi,” kata Federer setelah mengalahkan petenis Belgia David Goffin untuk maju ke perempat final US Open di New York, Minggu (Senin WIB).

Baca juga: Federer kalahkan Goffin untuk capai perempat final US Open

Petenis berusia 38 tahun itu berkompetisi untuk pertama kalinya dalam empat Olimpiade ketika di Sydney pada tahun 2000 dan memenangi medali emas nomor ganda pada Olimpiade 2008, dan medali perak nomor tunggal pada Olimpiade 2012.

“Tak perlu dikatakan, Olimpiade, yang saya ikuti, selalu sangat berkesan, baik dengan membawa bendera, bertemu istri saya pada 2000, memenangi emas, memenangi perak,” kata Federer.

“Tentu saja selalu ada kemungkinan bagi saya untuk bermain di Tokyo jika ada pengecualian,” katanya menambahkan.

“Saya tidak tahu apakah saya akan benar-benar melakukannya atau tidak, karena semuanya bergantung pada keluarga, pada jadwal, pada tubuh, pada masa depan. Saya tidak tahu, kita lihat saja nanti,” kata Federer seperti dikutip dari Reuters.

Baca juga: Final tenis Olimpiade pakai format tiga set

Baca juga: Christo sebut tantangan lolos ke Olimpiade 2020 cukup berat

Baca juga: Pemenang tenis Asian Games dapat “wild card” Olimpiade Tokyo 2020

Pewarta: Irwan Suhirwandi
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Serena ke perempat final US Open meskipun cedera pergelangan kaki

Jakarta (ANTARA) – Petenis putri Amerika Serikat Serena Williams harus mendapatkan perawatan pada pergelangan kakinya pada set kedua, tapi kemudian pulih untuk meraih kemenangan 6-3, 6-4 atas Petra Martic dan maju ke perempat final turnamen US Open di New York, Minggu (Senin WIB).

Serena Williams yang berusia 37 tahun itu terjatuh di lapangan saat kedudukan 2-2 pada set kedua setelah berusaha mendekat ke depan net untuk melakukan tembakan voli.

Petenis unggulan kedelapan itu kemudian mendapat perawatan pada pergelangan kakinya ketika istirahat pergantian tempat dan terlihat baik-baik saja, mencetak 38 winner pada hari yang cerah di lapangan Arthur Ashe Stadium.

Serena Williams melepaskan ace keempat dia pada saat match point untuk menyingkirkan petenis 28 tahun asal Kroasia itu dan mencapai perempat final untuk menghadapi petenis China Wang Qiang untuk pertama kalinya, demikian dilaporkan Reuters.

Baca juga: Unggulan kedua Barty disingkirkan Wang di US Open

Baca juga: Federer kalahkan Goffin untuk capai perempat final US Open

Pewarta: Irwan Suhirwandi
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Federer kalahkan Goffin untuk capai perempat final US Open

Jakarta (ANTARA) – Petenis Swiss Roger Federer mengalahkan David Goffin 6-2, 6-2, 6-0 untuk mencapai perempat final turnamen US Open di New York, Minggu (Senin WIB) dan menjaga perburuan peningkatan rekor gelar Grand Slam dia menjadi 21 kali tetap hidup.

Petenis unggulan ketiga tersebut mencatatkan 35 winner dan 10 ace untuk menyingkirkan lawannya yang asal Belgia itu dalam waktu yang relatif cepat 80 menit pada hari yang cerah di Arthur Ashe Stadium.

Baca juga: Federer harus lebih konsisten jika ingin raih Grand Slam ke-21

Federer yang berusia 38 tahun itu berada dalam penampilan terbaiknya dengan mengonversi sembilan dari 10 kesempatan break point, untuk maju ke perempat final melawan petenis Bulgaria Grigor Dimitrov pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB).

Satu-satunya drama terjadi pada awal pertandingan saat Goffin yang menempati unggulan ke-15 mencuri angka dari servis Federer untuk meraih keunggulan 2-1 pada set pertama.

Tapi pada gim berikutnya Federer membalas mencuri angka servis lawannya itu dan setelah itu dia meluncur hingga pertandingan usai.

“Terkadang skor ini terjadi begitu saja. Anda mendapat hari yang baik, lawan tidak, maka segala sesuatu terjadi dengan sangat cepat,” kata Federer kepada para pewarta seperti dilaporkan Reuters.

“David tidak sebagus yang saya perkirakan sebelumnya. Dia agak kesulitan hari ini. Saya dapat memanfaatkan hal itu dan saya pikir itulah kuncinya,” kata Federer.

Baca juga: Federer, Serena berebut tempat ke perempat final

Sementara itu, Goffin sedih setelah menelan kekalahannya yang kesembilan dari 10 pertandingan melawan Federer.

“Saya sudah memberikan sepenuhnya. Tentu saja dia luar biasa, tapi saya sudah memberikan seluruh pertandingan. Sulit mengatakannya, tapi mungkin ini pertandingan terburuk saya melawan dia,” kata Goffin.

Baca juga: Unggulan kedua Barty disingkirkan Wang di US Open

Baca juga: Kyrgios dipaksa angkat koper lebih cepat oleh Rublev

Pewarta: Irwan Suhirwandi
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Unggulan kedua Barty disingkirkan Wang di US Open

Jakarta (ANTARA) – Petenis unggulan kedua tunggal putri Ashleigh Barty disingkirkan petenis China Wang Qiang pada babak keempat turnamen tenis US Open di New York, Minggu (Senin WIB) dengan skor 6-2, 6-4.

Wang sebelumnya tidak pernah memenangi satu set pun dari mantan petenis nomor satu dunia tersebut dalam dua pertemuan sebelumnya dan dia terlihat dalam kesulitan setelah Barty yang asal Australia tersebut tampil mendominasi dalam servis pada awal pertandingan.

Tapi Wang yang menempati unggulan ke-18 itu menjaga ketenangannya dan mengambil keuntungan dari lebih 25 unforced errors yang dilakukan Barty.

Wang yang berusia 27 tahun mencapai perempat final untuk pertama kalinya dalam turnamen tingkat Grand Slam dan akan menghadapi pemenang pertandingan antara Serena Williams dan Petra Marc, demikian dilaporkan Reuters.

Baca juga: Osaka hentikan perjalanan Gauff di New York

Baca juga: Kyrgios dipaksa angkat koper lebih cepat oleh Rublev

Baca juga: Zverev maju ke 16 besar untuk pertama kalinya

Pewarta: Irwan Suhirwandi
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Federer, Serena berebut tempat ke perempat final

Jakarta (ANTARA) – Roger Federer berusaha menghindari kalah dua kali berturut-turut pada babak keempat US Open ketika dia bermain Minggu waktu setempat atau Senin pagi WIB, sedangkan Serena Williams melanjutkan perburuan merebut gelar Grand Slam ke-24 atau terbanyak sepanjang masa.

Federer akan bertanding di Stadion Arthur Ashe melawan unggulan ke-15 dari Belgia David Goffin.

“Dari sinilah saya selalu berusaha tetap muda dalam cara pikir saya dan berpikir ulang pada bagaimana saya terbiasa, mungkin, dan mengambil hal-hal positif dari itu,” kata unggulan ketiga asal Swiss itu seperti dikutip Reuters.

“Dan juga jangan lakukan hal ketika kamu waktu muda dulu seperti menganggap remeh lawan, sebaliknya hormati kondisi-kondisi. Bersiap sebaik-baiknya jika panas, bersiap jika berangin, jangan frustasi.”

Baca juga: Kyrgios dipaksa angkat koper lebih cepat oleh Rublev

Serena Williams, yang menyingkirkan perempat finalis Wimbledon Karolina Muchova untuk mencapai babak keempat, akan mengikuti Federer ke Stadion Arthur Ashe ketika dia menghadapi petenis Kroasia unggulan ke-22 Petra Martic untuk pertama kalinya.

Selain babak kedua ketika Williams bermain reli untuk mengalahkan Catherine McNally, unggulan kedelapan dari Amerika itu terlihat bermain solid dan tidak terlihat tanda-tanda kejang punggung yang memaksanya mundur pada final Toronto Masters silam.

Juara bertahan putra Novak Djokovic juga sedang menunggu bugar penuh setelah mengalami masalah pundak yang mengganggu penampilannya pada pertandingan babak kedua. Petenis Serbia ini akan melawan pemain Swiss, Stan Wawrinka.

Yang juga akan bertanding Senin pagi nanti adalah unggulan kelima dari Rusia, Daniil Medvedev, yang akan ditantang petenis kualifikasi Jerman Dominik Koepfer.

Baca juga: Zverev maju ke 16 besar untuk pertama kalinya

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kyrgios dipaksa angkat koper lebih cepat oleh Rublev

New York, Amerika Serikat (ANTARA) – Impian Nick Kyrgios berjaya di US Open musnah pada babak ketiga setelah petenis Rusia Andrey Rublev memaksa petenis Australia itu angkat koper lebih awal dari turnamen ini berkat kemenangan 7-6(5) 7-6(5) 6-3 dalam pertandingan adu kuat servis, Sabtu waktu AS.

Rublev terlihat siap sejak awal laga dan sulit sekali ditundukkan Kyrgios yang berulang kali mengeluhkan riuh rendah suasana Stadion Arthur Ashe.

Kyrgios menyelamatkan dua set point pada set pertama sebelum melepaskan backhand yang melebar dari lapangan sehingga harus melepaskan set pembuka ini.

Kyrgios mengonversi dua peluang break point ketika memimpin 3-2 pada set kedua, tetapi Rublev balik merebut dua gim berikutnya. Rublev merebut tujuh dari delapan poin terakhir set kedua untuk kembali memiliki set ini.

“Saya punya peluang. Cuma saya tak mengambilnya,” kata Kyrgios yang mengaku bertanding hampir mendekati permainan terbaiknya, seperti dikutip Reuters.

Baca juga: Zverev maju ke 16 besar untuk pertama kalinya

Rublev kemudian melesat sampai memimpin 5-2 pada set terakhir sebelum merebutnya dengan 6-3.

Kyrgios kalah sekalipun menciptakan 30 ace sedangkan Rublev cuma 12 dan memenangkan hampir 90% poin servis pertamanya selain menyelamatkan tiga dari empat break point saat lawan memegang bola.

“Servisnya adalah yang terbaik di tur. Saya cuma berusaha fokus kepada diri sendiri,” kata Rublev. “Hari ini adalah hari saya dan saya bahagia.”

Rublev masuk gelanggang turnamen Grand Slam terakhir tahun ini dengan keyakinan diri tinggi setelah menghempaskan Roger Federer pada babak ketiga Cincinnati Masters.

Rublev, yang dua tahun lalu mencapai perempat final US Open, akan menghadapi petenis Italia Matteo Berrettini pada babak keempat, Senin waktu setempat.

Baca juga: Osaka hentikan perjalanan Gauff di New York

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Zverev maju ke 16 besar untuk pertama kalinya

New York, Amerika Serikat (ANTARA) – Alexander Zverev melangkah ke 16 besar US Open untuk pertama kalinya Sabtu waktu setempat setelah memenangi pertarungan sengit 6-7 (4/7), 7-6 (7/4), 6-3, 7-6 (7/3) melawan petenis Slovenia Aljaz Bedene.

Unggulan keenam yang telah melewati sepasang pertandingan lima set pada dua babak sebelumnya itu berpotensi maju ke perempat final untuk menghadapi juara AS Terbuka tiga kali Rafael Nadal.

“Ini pertama kalinya dalam pekan kedua. Sudah jelas ini babak keempat. Saya benar-benar tak ingin berhenti di sini. Saya ingin terus melaju,” kata Zverev yang pada babak berikutnya akan ditantang antara unggulan ke-20 Diego Schwartzman atau Tennys Sandgren.

Baca juga: Osaka hentikan perjalanan Gauff di New York

“Saya ingin terus meningkatkan permainan saya. Tidak bertambah mudah, lawan tidak lebih gampang, pertandingan tidak menjadi lebih mudah. Kita akan lihat bagaimana seterusnya. Tapi untuk saat ini saya senang,” sambung dia seperti dikutip AFP.

Zverev dipaksa bekerja keras oleh unggulan ke-80 Bedene dalam pertandingan yang berlangsung selama tiga jam 36 menit, atau menghabiskan waktu lebih lama dari pada dua pertandingan dia sebelumnya yang malah dilalui dengan lima set.

“Masih banyak hal yang harus ditingkatkan. Sudah pasti, maksud saya, jika kamu melangkah hati-hati, kita akan berada di sini untuk waktu yang sangat lama. Secara umum, servis, pengembalian bola. Segalanya masih bisa lebih baik,” tutup dia.

Baca juga: Nadal ke putaran keempat US Open usai hempaskan wakil Korea Selatan

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Osaka hentikan perjalanan Gauff di New York

Jakarta (ANTARA) – Juara bertahan Naomi Osaka membuat perjalanan remaja Amerika Serikat Coco Gauff pada US Open di New York dengan cepat berakhir berkat kemenangan 6-3, 6-0, Sabtu waktu setempat, untuk memastikan tempat pada babak keempat.

Petenis nomor satu dunia Osaka, yang mengikuti kemenangannya di New York tahun lalu dengan keberhasilan di Australia Open namun sejak itu mengalami musim yang naik turun, mengalahkan lawannya yang berusia 15 tahun itu di Stadion Arthur Ashe.

“Bagi saya, saya kira ini adalah saya yang paling fokus sejak Australia,” kata Osaka dalam wawancara di lapangan, dengan Gauff berdiri di sampingnya. “Jadi, maaf telah melawanmu dengan tipe mentalitas seperti ini,” kata Osaka dikutip Reuters, Minggu.

Gauff, yang mengejutkan tenis dunia dengan mencapai putaran keempat Wimbledon, melakukan tujuh kesalahan ganda dan rawan kesalahan sepanjang pertandingan.

Osaka mengatur permainan sejak dini pada pertandingan yang sejauh ini paling sensasional dalam turnamen tersebut saat petenis Jepang berusia 21 tahun itu melakukan break untuk memimpin 3-0.

Gauff, dalam pertandingan keenamnya pada Grand Slam, kemudian melepaskan ace berturut-turut untuk akhirnya memperoleh angka, dan sejak itu kedua pemain saling mematahkan servis pada empat gim berikutnya sebelum Osaka bangkit dari ketinggalan 0-30 untuk merebut set ini.

Baca juga: Gauff hadapi unggulan pertama dunia Osaka di babak ketiga

Gauff, yang masih belum bisa menemukan ritme pada servisnya, melakukan dua kesalahan ganda sebelum memberi Osaka break saat membuka set kedua sebelum petenis Jepang itu membalik ketertinggalan 0-40 untuk memimpin 2-0 dan kemudian melaju sejak itu.

Pada akhir pertandingan selama 65 menit tersebut, Osaka mendekati Gauff yang emosional di tepi lapangan, di mana kedua pemain berangkulan dan berbicara beberapa menit.

“Ia mengatakan kepada saya bahwa saya luar biasa dan semoga beruntung dan kemudian ia bertanya apakah saya bisa melakukan wawancara di lapangan bersama dia dan saya bilang tidak karena saya tahu saya akan menangis sepanjang waktu tapi ia mendorong saya untuk melakukannya,” kata Gauff.

“Itu luar biasa. Ia tampil luar biasa dan saya akan belajar banyak dari pertandingan ini.”

Sementara itu, Anett Kontaveit menarik diri dari nomor tunggal turnamen US Open, Sabtu, menjelang pertandingan putaran ketiganya melawan Belinda Bencic karena penyakit akut akibat virus, kata penyelenggara.

Unggulan 23 asal Estonia itu masih mungkin bermain ganda, di mana ia mencapai putaran kedua bersama Daria Kasatkina.

Penarikan dirinya memberi Bencic maju ke babak 16 besar tanpa tanding, untuk bertemu unggulan teratas Naomi Osaka.

Baca juga: Lalui Linette, Osaka dengan mudah ke babak ketiga

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019