Nadal termotivasi oleh kecintaan pada tenis, bukan rekor Grand Slam

Jakarta (ANTARA) – Rafael Nadal hanya kurang satu gelar Grand Slam untuk menyamai rekor sepanjang masa milik Roger Federer, 20 gelar, Minggu (Senin WIB).

Hanya saja, setelah menambahkan gelar keempat US Open ke dalam koleksinya, petenis Spanyol itu mengatakan, kecintaannya pada olahraga tersebutlah, dan bukan rekor, yang memotivasi dia.

Nadal yang memadamkan kebangkitan Daniil Medvedev di akhir laga untuk memenangi pertarungan lima set di Flushing Meadows, memperoleh gelar Grand Dlam ke-19 yang juga membawanya unggul tiga dari 16 gelar milik Novak Djokovic.

“Saya bermain tenis karena saya mencintai bermain tenis,” kata Nadal kepada reporter seperti dikutip Reuters.

“Saya tidak bisa hanya memikirkan Grand Slam. Tenis itu lebih dari Grand Slam. Saya perlu memikirkan yang lain-lainnya.

“Saya bermain untuk bergembira. Tentu saja, kemenangan hari ini membuatku super gembira.”

Semua orang menduga-duga siapa di antara ‘Big Three’ yang akan mengakhiri karir mereka dengan grand slam terbanyak.

Pada usia 33, Nadal mungkin menyamai Federer, petenis Swiss berusia 38 tahun yang tersingkir dari US Open pada perempat final dan gagal menambah gelar Grand Slam-nya sejak memenangi Australia Open 2018.

Jika tidak ada tempat lain, Nadal akan menjadi favorit di French Open, di mana ia telah memenangi rekor 12 gelar termasuk tiga terakhir.

Ia mengatakan bahwa sementara dia merasa terhormat menjadi bagian dari pertempuran untuk dinobatkan sebagai yang terbesar sepanjang masa, dan senang jika itu menarik lebih banyak penggemar ke permainan tersebut, dia masih akan tidur nyenyak jika dia muncul singkat.

“Anda tidak bisa sepanjang hari memandang ke sebelah Anda tentang apakah seseorang memiliki lebih atau seorang memiliki agak sedikit kurang karena Anda akan frustrasi,” katanya.

“Semua hal yang saya capai dalam karier saya jauh lebih dari apa yang pernah saya pikirkan dan apa yang pernah saya impikan.

“Saya akan senang menjadi orang yang memiliki lebih banyak. Tetapi saya benar-benar percaya bahwa saya tidak akan lebih bahagia atau kurang bahagia jika itu terjadi atau tidak terjadi,” katanya.

“Yang memberi Anda kebahagiaan adalah kepuasan pribadi bahwa Anda memberikan yang terbaik.

“Dengan begitu saya sangat, sangat tenang, sangat senang dengan diriku sendiri.”

Baca juga: Nadal raih gelar Grand Slam ke-19 dan dekati rekor Federer

Baca juga: Nadal vs Medvedev, fakta dan angka

Baca juga: Petenis hingga klub sepak bola bereaksi atas kemenangan Nadal

Penerjemah: Fitri Supratiwi
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2019