Nadal dan 12 trofi French Open miliknya

Jakarta (ANTARA) – Petenis Spanyol Rafael Nadal baru saja menjadi juara turnamen French Open 2019 dengan mengalahkan Dominic Thiem dalam partai final di Roland Garros, Paris, Prancis, Minggu.

Kemenangan Nadal atas petenis Austria pada partai final dua tahun beruntun itu membuatnya kini telah mengoleksi 12 trofi French Open, mencatatkan rekor sebagai petenis dengan jumlah gelar juara satu turnamen kelas Grand Slam terbanyak.

Rekor itu sebelumnya dipegang oleh petenis Australia, Margaret Court, yang 11 kali menjadi ratu di tanah sendiri dan menjuarai Australia Open.

Berikut adalah ringkasan singkat 12 trofi French Open yang dimenangi Nadal seturut Reuters:

2005 – menang 6-7 (6) 6-3 6-1 7-5 atas Mariano Puerta (Argentina)
Nadal bangkit dari ketertinggalan satu set untuk menaklukkan sesama petenis kidal sekaligus jadi petenis pertama yang memenangi French Open dalam debutnya di putaran final turnamen tersebut sejak Mats Wilander pada 1982.
Keberhasilan Nadal pada 2005 seolah menjadi titik mula dari kejayaannya di lapangan tanah liat di selatan Paris tersebut.

2006 – menang 1-6 6-1 6-4 7-6 atas Roger Federer (Swiss)
Pada 2006, Nadal menjadi petenis termuda yang berhasil memenangi French Open dua tahun beruntun sejak Bjorn Borg pada 1974-75.

Nadal juga memberikan kekalahan perdana di partai final turnamen sekelas Grand Slam sepanjang karier Federer.

2007 – menang 6-3 4-6 6-3 6-4 atas Roger Federer (Swiss)
Beberapa pekan sebelum mencapai Paris, Federer sempat menghapuskan rekor buruk kontra Nadal di lapangan tanah liat.

Namun, hal itu tak manjur di Roland Garros, ketika Nadal berhasil menyamai rekor Borg menjuarai French Open tiga kali.

2008 – menang 6-1 6-3 6-0 atas Roger Federer (Swiss)
Pada partai final, Nadal melumat Federer dalam waktu satu jam 48 menit hingga ia “terpaksa” meminta maaf di akhir laga.

Raihan Nadal membuatnya menyamai catatan juara catur-runtun Borg di Roland Garros sekaligus menjadi petenis pertama sejak legenda Swedia itu yang tak kehilangan satu set pun di final.

Baca juga: Nadal nikmati kemenangan ke-12 French Open

2010 – menang 6-4 6-2 6-4 atas Robin Soderling (Swedia)
Setelah setahun sebelumnya Soderling menorehkan titik hitam di rekor bersih 31 kemenangan beruntun di French Open, Nadal melakukan “pembalasan” dengan cara paling manis yakni meraih trofi kelima turnamen tersebut dalam kurun waktu enam tahun.

2011 – menang 7-5 7-6 5-7 6-1 atas Roger Federer (Swiss)
Federer tahun 2011 punya motivasi luar biasa untuk menjadi jawara di Paris, namun Nadal masih bisa meredamnya dan meraih trofi keenam French Open dalam usia 25 tahun menyamai rekor Borg.

Kala itu di Roland Garros, Nadal meraih trofi turnamen kelas Grand Slam ke-10.

2012 – menang 6-4 6-3 2-6 7-4 atas Novak Djokovic (Serbia)
Nadal akhirnya melepaskan diri dari bayang-bayang Borg pada tahun 2012 dengan penampilan menawannya menundukkan Djokovic.

Tahun itu partai puncak digelar pada hari Senin lantaran hujan berkali-kali memaksa penundaan.

2013 – menang 6-3 6-2 6-3 atas David Ferrer (Spanyol)
Di tahun kesembilannya ambil bagian di Roland Garros, catatan Nadal menjadi 59 kemenangan dan satu kekalahan.

Kemenangan ke-59 ia raih dengan membekuk Ferrer tiga set langsung untuk menjadi petenis pria pertama yang memenangi delapan gelar satu turnamen Grand Slam yang sama.

Baca juga: Nadal kehabisan kata-kata setelah menangi final French Open

2014 – menang 3-6 7-5 6-2 6-4 atas Novak Djokovic (Serbia)
Nadal tiba di Paris dengan torehan gelar lapangan tanah liat Eropa pertama dalam 10 tahun, namun di final ia menaklukkan Djokovic dalam empat set untuk menjadi petenis pria pertama yang juara panca-runtun di Roland Garros.

2017 – menang 6-2 6-3 6-1 atas Stan Wawrinka (Swiss)

Setelah terhenti di perempat final edisi 2015 dan mundur karena cedera pergelangan tangan kiri edisi 2016, Nadal melakoni adegan emosional saat merebut kembali tahta tertinggi French Open 2017.

Partai final memperlihatkan aksi brutal Nadal melahap Wawrinka tiga set langsung untuk meraih trofi French Open ke-10.

2018 – menang 6-4 6-3 6-2 atas Dominic Thiem (Austria)

Nadal menjadi juara, seolah menjadi kalimat yang membosankan, namun ia melakukannya sembari menajamkan rekornya di turnamen tersebut menjadi 86-2.

Di partai final, Nadal meraih gelar Grand Slam ke-17 dengan menghentikan Thiem.

2019 – menang 6-3 5-7 6-1 6-1 atas Dominic Thiem (Austria)

Dua jam lamannya Thiem berjibaku untuk menghentikan Sang Raja French Open, namun pada akhirnya Nadal tetap menang dalam pertemuan ulangan keduanya di partai pamungkas.

Kecepatan Nadal masih terjaga yang menjadi senjatanya untuk menorehkan rekor anyar yakni petenis dengan jumlah juara terbanyak untuk satu turnamen kelas Grand Slam, sebanyak 12 kali.

Baca juga: Nadal tundukkan Thiem demi rekor gelar ke-12 French Open

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019