Wimbledon 2019: Roberto Bautista Agut capai semifinal Grand Slam pertamanya

Petenis putra asal Spanyol Roberto Bautista Agut merayakan kemenangannya atas petenis putra asal Argentina Guido Pella usai babak perempat final turnamen Grand Slam Wimbledon 2019 di London, Inggris, Rabu (10/7/2019). Roberto Bautista Agut mencapai semifinal Grand Slam pertamanya dengan mengalahkan Guido Pella dengan skor 7-5, 6-4, 3-6, 6-3 dan akan berhadapan dengan juara bertahan Novak Djokovic pada Jumat (12/7/2019). ANTARA FOTO/REUTERS/Andrew Couldridge/wsj.

Priska cetak prestasi ke perempat final junior

Jakarta (ANTARA) – Petenis tunggal putri asal Indonesia Priska Madelyn Nughroho mencetak catatan memukau dengan  maju ke babak perempat final Wimbledon Junior 2019.

Petenis berusia 16 tahun itu lolos ke delapan besar setelah mengalahkan petenis Ceko Linda Fruhvirtova  4-6, 6-3, 6-3.

Kemenangan di lapangan rumput ini menjadi pembalasan Priska atas kekalahan yang ia alami saat keduanya bertemu di lapangan tanah liat JA Milan bulan lalu.

Priska kini menjadi satu-satunya wakil Indonesia pada Grand Slam yang berlangsung di Inggris tersebut, setelah Christopher Rungkat pada ganda putra-campuran tersingkir akibat kekalahan pada dua nomor yang ia ikuti itu.

Priska bergabung dengan “Grand Slam Development Fund Team”, sebuah tim asuhan Federasi Tenis Internasional (ITF) yang mengajak petenis dari seluruh dunia ikut berkompetisi pada ajang Grand Slam.

Menurut Priska, bergabung dengan GSDF selain memberikan keuntungan berupa pengalaman bertanding di Grand Slam, juga menambah kualitas bermain berkat latihan yang sangat baik.

Meski baru bergabung selama dua bulan, bermula saat musim tanah liat,  Priska sudah mendapat penilaian dan dukungan apik dari seluruh anggota tim GSDF, baik dari pelatih maupun dari sesama pemain.

Baca juga: Christopher Rungkat keluhkan fasilitas tenis

Serunya bermain tenis meja di dalam Pasar Grogol

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Wimbledon 2019: Novak Djokovic maju ke babak semifinal

Petenis putra asal Serbia Novak Djokovic merayakan kemenangannya atas petenis putra asal Belgia David Goffin usai babak perempat final turnamen Grand Slam Wimbledon 2019 di London, Inggris, Rabu (10/7/2019). Novak Djokovic maju ke babak semifinal usai mengalahkan David Goffin dengan skor 6-4, 6-0, 6-2. ANTARA FOTO/REUTERS/Toby Melville/wsj.

Djokovic pastikan posisi di semifinal ke-9 di Wimbledon

Jakarta (ANTARA) – Novak Djokovic maju ke semifinal Wimbledon setelah menang 6-4, 6-0, 6-2 dalam satu jam dan 57 menit atas David Goffin, mencetak putaran empat besarnya yang ke-9 di kejuaraan Grand Slam tersebut.

Petenis Serbia itu tidak hanya memenangkan 10 poin berturut-turut, namun mengklaim 10 gim berturut-turut, menurut laporan atptour.com, Rabu.

Djokovic tentu sedang mengejar mahkota kelimanya di Wimbledon, dan kemenangan di ajang ini juga akan menjadi kemenangan Grand Slam keempat dalam lima turnamen besar terakhir yang ia lakoni.

Satu-satunya kekalahan petenis peringkat satu dunia itu di Grand Slam sejak awal Wimbledon tahun lalu ialah di French Open (Roland Garros), yang ditundukkan Dominic Thiem di semifinal.

Di semifinal, Djokovic akan menghadapi petenis Spanyol Roberto Bautista Agut atau petenis Argentina Guido Pella.

Dalam catatannya, Bautista Agut telah memenangkan dua pertandingan berturut-turut melawan Djokovic di awal tahun ini, yaitu di Doha dan Miami.

Namun Djokovic masih memimpin catatan persaingan mereka dengan skor 7-3.

Baca juga: Djokovic kesebelas kalinya ke perempat final

Serunya bermain tenis meja di dalam Pasar Grogol

Penerjemah: Roy Rosa Bachtiar
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Federer tatap kemenangan ke-100 di arena Wimbledon

Jakarta (ANTARA) – Roger Federer berpotensi mencetak kemenangan ke-100 di turnamen grand slam Wimbledon pada Rabu sekaligus membuat “semifinal impian” melawan Rafael Nadal.

Dalam jadwal pertandingan perempat final yang menampilkan lima pemain berusia di atas 30 tahun, ada peningkatan peluang terjadinya pertandingan ke-40 sepanjang karir dua petenis paling sukses tersebut, demikian dilansir dari AFP pada Rabu.

Jika hal itu terwujud, maka akan menjadi yang pertama kalinya di All England Club sejak 2008 ketika Nadal menang dalam pertandingan yang secara luas dianggap sebagai final terbesar yang pernah dimainkan di turnamen itu.

Namun, sebelum mereka mencapai tahap itu, juara delapan kali Federer harus menghadapi Kei Nishikori. Sementara Nadal, sang juara dua kali, harus melawan petenis tangguh Sam Querrey.

Siapa pun yang berhasil keluar sebagai pemenang dari hasil undian itu kemungkinan akan menghadapi juara bertahan dan pemenang empat kali Novak Djokovic yang menunggu di final.

Di usianya yang ke-37, Federer merupakan perempat finalis tertua sejak Jimmy Connors pada tahun 1991.

Dia mencapai perempat final ke-17 di All England Club – dan ke-55 di keseluruhan turnamen utama – setelah menaklukkan Matteo Berrettini asal Italia dengan waktu 74 menit.

Di antara mereka, Federer, Nadal dan Djokovic hanya kehilangan 19 gim dalam pertandingan babak keempat dan satu break point.

“Saya pikir petenis-petenis terbaik sekarang sepenuhnya terlibat, mereka tahu persis apa yang diharapkan dari lapangan dan bagaimana kondisinya,” ujar unggulan kedua Federer.

Baca juga: Federer hadapi Nishikori di perempat final Wimbledon

Baca juga: Federer ukir rekor baru saat tundukkan Pouille

Baca juga: Federer khawatirkan Nishikori yang lebih segar dan kuat

Pewarta: Junaydi Suswanto
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Federer khawatirkan Nishikori yang lebih segar dan kuat

Jakarta (ANTARA) – Lawan petenis asal Swiss Roger Federer di perempat-final Wimbledon, Kei Nishikori, akan lebih siap dan berbahaya karena perjalanan mudah petenis Jepang itu sepanjang turnamen.

Seperti dikutip Reuters, untuk keempat kali sepanjang karirnya, Nishikori yang unggulan delapan itu hanya kehilangan satu set untuk mencapai babak perempat-final turnamen besar.

Nishikori yang menyingkirkan Rafael Nadal di perempat-final French Open bulan lalu, menurut Federer akan menjadi lawan berat dan sulit dikalahkan pada perempat-final, Rabu (Kamis WIB).

“Saya kira pertandingan nanti akan berlangsung ketat. Ia lolos ke perempat-final dengan penuh energi,” kata Federer.

“Saya ingin dalam beberapa turnamen grand slam baru-baru ini ketika ia lolos ke babak selanjutnya…. mungkin harus melalui pertarungan berat. Tapi sejauh ini, ia memang mudah,” katanya.

“Saya kira ia sudah siap. Saya menyukai permainannya. Saya kira ia salah satu pemain dengan backhand terbaik. Ia juga bagus dalam bola pengembalian. Solid secara mental. Ia juga mempunyai bakat hebat,” katanya.

Sementara itu Nishikori mengatakan bahwa ia tidak akan dengan mudah bisa mengalahkan Federer yang saat ini mengincar gelar kesembilan Wimbledon.

“Saya sadar bahwa saya harus bermain bagus bila ingin mengalahkan Federer karena ia pemain terbaik di lapangan rumput,” kata Nishikori.

“Tapi saya senang bisa bermain dengan Roger karena saya kira dalam kondisi bagus sekarang. Saya tahu tidak akan mudah, tapi yang pasti saya akan menikmatinya,” kata menambahkan.

Baca juga: Nishikori percaya diri hadapi Federer di perempat final

Baca juga: Federer hadapi Nishikori di perempat final Wimbledon

Baca juga: Nomor tunggal putra Wimbledon masih dikuasai “Top Three”

Pewarta: Atman Ahdiat
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Murena” lanjutkan sukses di ganda campuran Wimbledon

Jakarta (ANTARA) – Duet maut Andy Murray dan Serena Williams terus berkibar di lapangan utama Wimbledon saat mereka menghentikan langkah lawannya di putaran kedua, Selasa waktu setempat, untuk nomor ganda campuran.

“Murena”, nama panggilan pasangan itu yang dipilih oleh Williams, mendominasi duet asal Prancis-Amerika, Fabrice Martin dan Raquel Atawo, ketika mereka menang 7-5 6-3, demikian dikutip dari skysports, Rabu.

Williams yang hanya punya waktu singkat untuk persiapannya ke Wimbledon karena mengalami cedera, mendapat lebih banyak waktu bermain di nomor ganda campuran setelah berkolaborasi dengan pahlawan setempat, Murray.

Williams sudah memastikan lolos ke semifinal tunggal putri setelah memenangi tiga set yang mendebarkan dalam pertarungan sesama petenis Amerika dengan Alison Riske, pada sehari sebelumnya dan kini dia kembali mencetak kemenangan di nomor lainnya dengan petenis asal Skotlandia itu.

Dalam pertandingan itu, Williams menunjukkan kelasnya sebagai petenis dunia dan menutup set point ketiga dengan pukulan forehand-nya yang mematikan.

Sementara itu Murray harus menahan beberapa break point pada set kedua, sebelum Williams kembali menjadi pusat perhatian dengan pukulan-pukulan mematikan yang terarah dari baseline dan menutup pertandingan dengan skor 6-3.

Selanjutnya Murena akan menghadapi unggulan teratas, Bruno Soares dan Nicole Melichar, untuk memastikan tiket ke babak keempat pada Kamis.

Baca juga: Murray belum akan main tunggal di US Open

Baca juga: Andy Murray yakin bakal kembali ke puncak

Indonesia juara tenis ganda campuran

Pewarta: Junaydi Suswanto
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Priska nikmati pertandingan lapangan rumput Wimbledon

Jakarta (ANTARA) – Petenis Indonesia Priska Madelyn Nugroho kini menjadi satu-satunya wakil Indonesia di arena Grand Slam Wimbledon dan mengaku mulai menikmati pertandingan di lapangan rumput.

“Saya main di rumput lima tahun lalu di Australia hanya satu kali, dan rasanya bukan permukaan yang lazim saya mainkan. Tapi kemudian saya mulai menyukainya seiring permainan yang saya lalui di sini,” tutur Priska saat diwawancarai ITF dalam akun Twitternya, Rabu.

Meski baru menjajal kejuaraan Wimbledon untuk pertama kalinya, namun Priska berhasil masuk hingga putaran 16 besar di nomor junior tunggal putri dan akan berhadapan dengan petenis asal Ceko Linda Fruhvirtova.

Sebagai salah satu dari dua wakil Indonesia di turnamen ini, selain Christopher Rungkat di nomor ganda-campuran, Priska merasa bangga dengan keikutsertannya di ajang Grand Slam tersebut.

Terlebih dengan dukungan dari keluarga dan masyarakat Indonesia yang menonton pertandingannya di kejuaraan itu.

“Ini pertama kalinya ikut Wimbledon, sulit dipercaya. Saya menikmati semuanya, fasilitasnya, semuanya sangat bagus. Tidak banyak petenis Indonesia yang berkompetisi di turnamen internasional, dan mereka sangat mendukung, mereka menonton pertandingan saya dan saya berterima kasih pada mereka,” ujar petenis kelahiran 29 Mei 2003 itu.

Keterlibatan Priska di Wimbledon juga tak lepas dengan bergabungnya dia dengan “Grand Slam Development Fund Team”, sebuah tim asuhan Federasi Tenis Internasional (ITF) yang mengajak petenis dari seluruh dunia untuk ikut berkompetesi di ajang Grand Slam.

Menurut Priska, bergabung dengan GSDF selain memberikan keuntungan berupa pengalaman bertanding di ajang Grand Slam, juga menambah kualitas bermain berkat pelatihan yang sangat baik.

“Saya sangat beruntung bisa bergabung dengan tim ini,  mereka sudah membayar untuk semuanya. Di tim ini saya belajar banyak, terutama saat musim tanah liat. Kalau saya mungkin harus bermain lebih agresif,” katanya menerangkan kekurangan yang masih ingin diasah.

Meski baru bergabung selama dua bulan, bermula saat musim tanah liat, namun Priska sudah mendapat penilaian dan dukungan yang apik dari seluruh anggota tim GSDF, baik dari pelatih maupun sesama pemain.

Baca juga: Priska Madelyn tumbang di babak ketiga Australia Terbuka junior

Baca juga: Priska bidik lolos ke perempat final Australia Terbuka junior

Serunya bermain tenis meja di dalam Pasar Grogol

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Murray belum akan main tunggal di US Open

Jakarta (ANTARA) – Andy Murray pada Selasa mengkesampingkan  dahulu rencana bermain nomor tunggal pada AS Open dan hal tersebut mengindikasikan bahwa kemungkinan diperlukan hingga 18 bulan sebelum ia merasa siap untuk kembali.

Petenis Skotladia berusia 32 tahun itu mengisyaratkan bahwa keberhasilan operasi pinggulnya, serta penampilan yang menjanjikan pada nomor ganda di Wimbledon, dapat membuka jalan bagi penampilan dramatis pada turnamen Grand Slam terakhir musim ini yang akan berlangsung pada Agustus dan September mendatang.

Baca juga: Andy Murray kembali ke lapangan setelah operasi panggul

Akan tetapi, kendati mencapai putaran ketiga ganda campuran bersama Serena Williams, mantan nomor satu dunia itu mengatakan ia tidak akan kembali ke nomor tunggal di New York tempat ia meraih juara Grand Slam pertama kali pada 2012.

Baca juga: Andy Murray yakin bakal kembali ke puncak

“Saya rasa itu sangat tidak mungkin terkait soal waktu. Begitu banyak yang perlu saya selesaikan secara fisik, untuk membuat saya lebih kuat,” kata Murray dikutip AFP, Rabu. Saat ini peringkatnya merosot hingga 227 dunia.

“Jumlah pekerjaan yang perlu saya lakukan di lapangan untuk siap pada tunggal, jumlah pekerjaan di luar lapangan untuk membuat saya cukup kuat memainkan lima set masih cukup jauh, sayangnya.”

Pertandingan tunggal terakhir Murray adalah pada Australia Open Januari lalu di mana ia dikalahkan dalam lima set pada putaran pertama oleh petenis Spanyol Roberto Bautista Agut.

Juara tiga kalo Grand Slam itu mengakui di Melbourne bahwa karirnya bisa berakhir seperti itu karena rasa sakit dari pinggulnya.

“Saya tahu beberapa orang mungkin seperti ini perlu lima atau enam bulan, tapi sayangnya ini perlu lebih lama dari itu,” tambah dia.

“Apakah itu sembilan bulan atau 12 bulan atau 18 bulan, saya tidak tahu. Saya akan melakukan yang terbaik untuk membuatnya sesegera mungkin. Saya tidak bisa memberi jangka waktu yang tepat soal ini. sulit.”

Pada Selasa, Murray dan Williams mencapai putaran ketiga ganda campuran pada Wimbledon dengan kemenangan 7-5, 6-3 atas Fabrice Martin dan Raquel Atawo.

Mereka akan menghadapi unggulan teratas Bruno Soares dan Nicole Melichar untuk memperebutkan tempat di perempat final.

Murray juga bermain pada ganda putra di Wimbledon bersama Pierre-Hugues Herbert yang berhasil mencapai putaran kedua.

Baca juga: Murray optimistis kembali bermain tunggal musim ini

Jadikan Idul Fitri momen pemersatu bangsa

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Untuk pertama kalinya dalam lima tahun, Halep lolos ke semifinal

Jakarta (ANTARA) – Untuk pertama kalinya dalam lima tahun, unggulan ketujuh Simona Halep akan bermain pada semifinal Wimbledon setelah mengalahkan petenis non-unggulan Zhang Shuai dengan skor 7-6(4), 6-1 pada perempat final, Selasa.

Halep dan Zhang tidak pernah berhadapan dalam hampir tiga tahun. Pertemuan terakhir mereka terjadi pada 2016 saat Zhang tidak hanya mengalahkan Halep pada putaran pertama Australia Open tapi juga dalam sebuah pertandingan di Beijing.

“Saya berharap dia bermain dengan sangat baik. Dia mengalahkan saya dua kali terakhir kali. Saya sedikit gugup sebelum pertandingan, sedikit stres. Saya tahu dia akan memukul bola dengan sangat kuat,” kata Halep seperti dikutip wtatennis.com.

Halep yang asal Rumania itu memenangi set pertama dalam tiebreak, meraih lima dari tujuh poin terakhir untuk mengklaim kemenangan set pertamanya dari Zhang dalam tujuh tahun, dan menekan sepenuhnya melalui set kedua.

“Dia selalu bermain bagus melawan saya, setidaknya ketika dia mengalahkan saya, sangat sulit untuk mengembalikan bola dan mendapatkan ritme. Sepertinya dia juga mengalami peningkatan forehand, kuat di kedua sisi. Saya pikir dia memiliki permainan yang hebat,” tutur Halep.

Baca juga: Merusak lapangan, Serena Williams didenda 10 ribu dolar AS

Serunya bermain tenis meja di dalam Pasar Grogol

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Strycova amankan semifinal Grand Slam pertamanya di Wimbledon

Jakarta (ANTARA) – Barbora Strycova berhasil mengamankan posisinya di semifinal turnamen Grand Slam untuk pertama kalinya di Wimbledon setelah pada pertandingan perempat final, Selasa, mengalahkan Johanna Konta 7-6(5), 6-1 dalam satu jam dan 37 menit.

Pemain berusia 33 tahun itu sebelumnya hanya mencapai satu perempat final pada turnamen besar, juga di Wimbledon pada 2014, sementara Konta sedang berusaha membuat penampilan ketiganya di semifinal Grand Slam, atau kedua berturut-turut setelah Roland Garros bulan lalu.

Petenis Ceko itu memenangi satu-satunya pertemuan sebelumnya dengan Konta 7-5, 7-6(5) pada putaran kedua Tokyo 2017, namun lawannya yang asal Inggris itu memulai pertandingan dengan keinginan membalas kekalahan sebelumnya.

Diperkuat groundstrokes, Halep dengan percaya diri membalas taktik servis dan voli Strycova hingga bisa menyelamatkan break point pada gim pertama dan unggul 3-9, demikian dilaporkan wtatennis.com.

Sayangnya semua teknik Konta telah dia tampilkan selama beberapa bulan terakhir sehingga bisa terbaca Strycova.

Strycova seakan tidak kehilangan kekuatan, menyasar net dan unggul di pertahanan, sementara Konta justru membuat kesalahan karena panik akibat tidak mampu menembus lawannya.

Strycova mencetak 22 winners dengan hanya sembilan kesalahan sendiri, sedangkan Konta melakukan 34 kesalahan sendiri.

Baca juga: Untuk pertama kalinya dalam lima tahun, Halep lolos ke semifinal

Baca juga: Merusak lapangan, Serena Williams didenda 10 ribu dolar AS

Serunya bermain tenis meja di dalam Pasar Grogol

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Christo berpeluang tampil pada nomor ganda Olimpiade 2020

Jakarta (ANTARA) – Petenis putra Indonesia Christopher Rungkat berpeluang tampil pada Olimpiade 2020 pada nomor ganda tapi dengan beberapa syarat yang masih harus dipenuhi, kata Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PB Pelti), Rildo Anwar.

“Christo paling berpeluang, namun tidak mungkin lolos dari nomor single. Dengan peringkat ganda 69 ATP, dia masih berpeluang mengejar top 10 sampai Juni 2020,” kata Rildo Anwar kepada ANTARA di Jakarta, Selasa (9/7) malam.

Untuk dapat berlaga membela Indonesia pada Olimpiade 2020, Rildo mengatakan peraih medali emas ganda campuran Asian Games 2018 itu hanya bisa bermain pada kategori ganda.

Menurut Rildo, pada nomor tunggal peluang Christopher sangat kecil karena peringkatnya terlalu jauh yaitu 241, sementara syarat lolos ke Olimpiade kategori tunggal adalah menempati peringkat 56 besar ATP atau WTA.

Untuk kategori ganda terdapat 32 slot baik bagi petenis putra maupun putri.

Baca juga: Christopher Rungkat terhenti pada putaran kedua ganda campuran

Baca juga: Langkah Christo/Hsieh terhenti di 32 besar

Apabila Christo berhasil berada di posisi 10 besar ATP, Rildo mengatakan petenis 29 tahun itu dapat menentukan pasangan senegaranya dengan syarat rekan berlaganya tersebut harus menempati peringkat 300 besar ATP atau WTA.

Adapun petenis asal Indonesia yang dinilai Rildo berpeluang masuk 300 besar dan menjadi pasangan Christo adalah Aldila Sutjiadi dan Beatrice Gumulya.

Dalam kategori tunggal, Aldila berada di peringkat 441, dan 219 WTA di kategori ganda. Sedangkan Beatrice ada di ranking 587 WTA tunggal dan 138 ganda

Sementara itu, untuk dapat bermain di kategori ganda campuran, harus ada pemain yang lolos di 59 tunggal atau 10 ganda, katanya.

“Kalau mengincar mixed, Indonesia harus meloloskan juga petenis putri. Syaratnya Aldila atau Beatrice harus di posisi 56 singles WTA atau 10 double sampai Juni 2020,” tutur dia.

Baca juga: Christopher Rungkat keluhkan fasilitas tenis

Baca juga: Minimnya lapangan tenis hambat kejuaraan internasional di Indonesia
 

Serunya bermain tenis meja di dalam Pasar Grogol

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Merusak lapangan, Serena Williams didenda 10 ribu dolar AS

Jakarta (ANTARA) – Juara Wimbledon tujuh kali, Serena Williams, dikenai hukuman denda sebesar 10.000 dolar AS karena merusak salah satu lapangan di klub All England dengan raketnya, ofisial Wimbledon mengatakan pada Selasa.

Dikutip dari AFP, Selasa, petenis Amerika berusia 37 tahun itu mendapat sanksi atas insiden yang terjadi selama sesi latihan sebelum turnamen berlangsung.

“Pelanggaran yang didakwakan adalah untuk perilaku yang tidak sportif. Alasannya adalah perusakan lapangan,” kata seorang juru bicara.

Baca juga: Andy Murray yakin bakal kembali ke puncak

Williams dua kali tampil pada Selasa ketika dia menghadapi rekan senegaranya asal Amerika, Alison Riske, untuk memastikan tiket di semifinal.

Dia kemudian kembali ke Lapangan Tengah untuk berduet dengan Andy Murray asal Inggris di nomor ganda campuran.

Baca juga: Serena puji kualitas permainan Gauff

Baca juga: Meghan rela keluar istana demi Serena sang sahabat

Pewarta: Junaydi Suswanto
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Christo dan Aldila diharapkan tampil di Olimpiade 2020 Tokyo

Jakarta (ANTARA) – Ketua Umum Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti) Rildo Anwar berharap petenis Christopher Rungkat dan Aldila Sutjiadi akan lolos menuju Olimpiade 2020 Tokyo, Jepang.

“Mungkin yang bisa masuk Christo dan Aldila. Mereka sudah mendapatkan poinnya, ” kata Rildo saat dihubungi Antara di Jakarta, Selasa.

Untuk bisa lolos menuju Olimpiade 2020, petenis harus mendapatkan ranking 100 besar dunia.

Saat ini Christo resmi menempati peringkat 70 ATP nomor ganda putra dalam rilis peringkat terbaru pada 1 Juli 2019. Adapun poin yang dikoleksi mencapai 1258.

Sedangkan Aldila berada di peringkat 87 ITF kategori nomor tunggal putri.

Menurut Rildo, raihan medali emas dalam Asia Games 2018 menjadi sumbangan penting koleksi poin untuk lolos menuju Olimpiade 2020.

“Emas di Asian Games menjadi catatan penting,” katanya.

Sebelumnya Christopher Rungkat terhenti di babak kedua nomor ganda campuran turnamen tenis Grand Slam Wimbledon 2019. Christo yang berpasangan dengan Shuko Aoyama dari Jepang, dihentikan unggulan keenam Nikola Mektic dari Kroasia dan Alicja Rosolska dari Polandia, Selasa dini hari WIB.

Emas ke-10 yang sempurna persembahan Aldila dan Christopher

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Keluhan dan impian petenis Christopher

Ada anak-anak muda yang mencoba datang. Tetapi kami tidak memiliki fasilitas yang baik di Jakarta

Jakarta (ANTARA) – Petenis Indonesia Christopher Rungkat yang tengah mengenalkan Indonesia dalam kancah tenis internasional, harus kesulitan dalam mengembangkan karirnya karena masalah fasilitas tenis yang diubah menjadi lapangan bisbol.

Petenis berusia 29 tahun itu adalah salah satu pemain ganda top di Asia, yang sedang menaikkan kariernya dan membuat debutnya pada babak utama Wimbledon.

Peraih medali emas ganda campuran Asian Games 2018 ini berharap performanya bisa menginspirasi generasi baru untuk bermain tenis, asalkan dengan dorongan pihak berwenang Indonesia yang mau membangun fasilitas.

“Ada anak-anak muda yang mencoba datang. Tetapi kami tidak memiliki fasilitas yang baik di Jakarta. Tadinya kami punya fasilitas yang bagus dengan banyak lapangan tanah liat dan lapangan keras, tetapi pemerintah memutuskan untuk mengubahnya menjadi lapangan bisbol, sangat menyedihkan. Lokasinya tepat di pusat kota Jakarta,” tutur Rungkat saat diwawancarai AFP, Selasa.

Petenis ganda peringkat ke-69 itu mengatakan bahwa prospek tenis di Indonesia bisa saja cerah, mengingat populasi yang mencapai 250 juta orang dan kecintaan masyarakat pada olahraga raket lainnya, bulutangkis.

“Kami memiliki masa depan yang baik di tenis. Saya sangat berharap saya bisa menginspirasi anak-anak muda, saya juga sangat berharap pemerintah bisa membantu mereka. Paling tidak kita harus memulai dengan memiliki lapangan dan fasilitas yang memadai.”

Rungkat telah bermain ganda putra dengan Hsieh Cheng-Peng asal Taiwan selama 18 bulan.

Mereka adalah dua dari enam pemain ganda putra tenis teratas dari Asia.

“Kami memiliki banyak sejarah dengan pemain ganda Asia seperti Leander Paes. Berada di sana bersama mereka adalah pencapaian yang luar biasa. Ini adalah generasi baru yang akan kami miliki. Saya dan Hsieh adalah di antara sedikit petenis yang berusia di bawah 30,” pungkas Rungkat.

Mereka kalah pada putaran pertama Wimbledon, ditundukkan unggulan ke-14 Jurgen Melzer dan Oliver Marach dari Austria.

Baca juga: Christopher Rungkat terhenti pada putaran kedua ganda campuran

“Saya sangat bersemangat, terutama bermain pada nomor utama dalam event  paling bergengsi ini. Saya sudah menunggu begitu lama untuk saat-saat ini dan sangat bangga pada diri sendiri untuk sampai ke tahap ini,” katanya.

Ia adalah satu-satunya petenis dalam tur putra dari Indonesia.

Tidak ada satu pun petenis Indonesia yang masuk peringkat tunggal putra dunia dengan hanya Rungkat yang berada pada 700 besar nomor ganda.

Ada juga tiga wanita Indonesia pada nomor tunggal, namun semua di luar peringkat 400 besar.

Namun, Rungkat bukan satu-satunya orang Indonesia di Wimbledon.

Ada Priska Madelyn Nugroho (16 tahun) yang berkompetisi pada nomor tunggal putri, dengan mencetak kemenangan putaran pertama.

“Dia bermain bagus, masih dan sangat berbakat dan saya melihat potensi yang baik dalam dirinya. Saya kira dia akan menjadi harapan Indonesia berikutnya dalam tenis,” tutur Rungkat.

Rungkat mengatakan, memenangkan medali Asian Games dan lolos ke turnamen Grand Slam bisa menarik perhatian orang-orang Indonesia.

Sebagai bagian dari visinya untuk menginspirasi generasi baru petenis Indonesia, Rungkat akan kembali berkompetisi pada Olimpiade Tokyo 2020.

“Saya akan senang bermain di Olimpiade. Ini impian saya sejak saya masih kecil,” katanya.

Baca juga: Christopher Rungkat awali Wimbledon lawan unggulan 14

Serunya bermain tenis meja di dalam Pasar Grogol

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Minimnya lapangan tenis hambat kejuaraan internasional di Indonesia

Jakarta (ANTARA) – Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Lawn Tenis Indonesia (PP Pelti), Rildo Ananda Anwar mengatakan beralih fungsinya fasilitas tenis utama Indonesia menjadi lapangan bisbol menghambat kegiatan pertandingan skala internasional di Indonesia.

“Hilangnya lapangan tenis itu bagi saya sendiri menjadi handicap juga ketika akan mengadakan pertandingan internasional karena ada persyaratannya,” kata Rildo ketika dihubungi Antara di Jakarta, Selasa.

Hal tersebut diungkapkan Rildo untuk menanggapi pernyataan petenis Indonesia Christopher Rungkat yang tengah berlaga pada turnamen Grand Slam, Wimbledon, Inggris.

Christopher dalam wawancaranya dengan kantor berita Prancis, AFP mengatakan fasilitas tenis di Indonesia masih minim dan belum layak.

Baca juga: Tulisan utuh AFP tentang keluhan dan impian tenis Christopher

Salah satu lapangan tenis yang beralih fungsi untuk cabang olahraga lain berada di komplek Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta.

Ketua Umum PP Pelti Rildo Ananda Anwar pun menyetujui pernyataan tersebut karena menurutnya lapangan tenis di Indonesia hanya ada empat, dan masih kurang dua lagi untuk dapat menyelenggarakan kejuaraan tenis Internasional di dalam negeri.

“Minimal ada enam lapangan yang bisa digunakan untuk kepentingan secara internasional. Tapi kan kita tanahnya tidak ada,” tutur dia.

Selain itu, ia juga mengeluhkan pemerintah Indonesia yang masih belum memprioritaskan cabang olahraga tenis. Padahal, lanjut Rildo tenis sudah menyumbangkan medali emas dalam perhelatan Asian Games 2018.

Dengan mengadakan kejuaraan tenis skala internasional, menurutnya semua pemain-pemain tenis Indonesia bisa mendapatkan pengalaman berlaga dalam kancah global. Sedangkan apabila ingin mengikuti kejuaraan internasional, tidak semua pemain tenis bisa mengikuti pertandingan.

Selain itu, dengan kejuaraan internasional dalam negeri, beberapa pemain bisa mendapatkan wild card. Indonesia sebagai tuan rumah mempunyai hak untuk memasukkan pemain dalam main draw dan mendapatkan poin.

Baca juga: Christopher Rungkat terhenti pada putaran kedua ganda campuran

Emas ke-10 yang sempurna persembahan Aldila dan Christopher

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Christopher Rungkat keluhkan fasilitas tenis

Jakarta (ANTARA) – Petenis andalan Indonesia Christopher Rungkat yang tengah berlaga pada turnamen Grand Slam, Wimbledon, di Inggris, mengeluhkan beralih fungsinya fasilitas tenis utama Indonesia menjadi lapangan bisbol

“Kami (tadinya) punya fasilitas bagus dengan banyak lapangan tanah liat dan lapangan keras,” kata Christhoper dalam wawancara dengan kantor berita Prancis, AFP, di arena Wimbledon 2019.

Tetapi, kata Christopher, fasilitas tenis itu telah diubah menjadi lapangan bisbol.

“Ini membuat saya sedih sekali. Fasilitas itu tepat berada di pusat kota Jakarta,” sambung Christopher dalam wawancara yang disiarkan Senin waktu Inggris itu.

Christopher yang menjadi salah satu ganda putra tenis top Asia sedang melakukan debut babak utamanya di Wimbledon.

Peraih medali emas ganda campuran Asian Games 2018 itu berharap dia menginspirasi generasi baru tenis Indonesia.

Namun, kepada AFP, dia menyayangkan minimnya fasilitas bagus untuk tenis di negeri ini. Padahal dia yakin karena Indonesia berpenduduk banyak, maka prospek tenis akan cemerlang seperti bulu tangkis yang lebih populer di Indonesia.

“Kami memiliki masa depan yang bagus di tenis. Saya benar-benar berharap saya dapat menginspirasi anak-anak muda,” kata dia.

“Saya berharap pemerintah membantu mereka. Paling tidak kami harus mengawali, dengan memiliki lapangan dan fasilitas yang layak,” kata Christopher kepada AFP.

ANTARA berusaha menghubungi pihak-pihak terkait mengenai pernyataan Christopher kepada AFP ini, namun belum berhasil mendapat tanggapan.

Baca juga: Christopher Rungkat dan Aoyama ke putaran kedua

Baca juga: Christopher Rungkat terhenti pada putaran kedua ganda campuran

Emas ke-10 yang sempurna persembahan Aldila dan Christopher

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tulisan utuh AFP tentang keluhan dan impian tenis Christopher

Ada anak-anak muda yang mencoba datang. Tetapi kami tidak memiliki fasilitas yang baik di Jakarta

Jakarta (ANTARA) – Petenis Indonesia Christopher Rungkat yang tengah mengenalkan Indonesia dalam kancah tenis internasional, harus kesulitan dalam mengembangkan karirnya karena masalah fasilitas tenis yang diubah menjadi lapangan bisbol.

Petenis berusia 29 tahun itu adalah salah satu pemain ganda top di Asia, yang sedang menaikkan kariernya dan membuat debutnya pada babak utama Wimbledon.

Peraih medali emas ganda campuran Asian Games 2018 ini berharap performanya bisa menginspirasi generasi baru untuk bermain tenis, asalkan dengan dorongan pihak berwenang Indonesia yang mau membangun fasilitas.

“Ada anak-anak muda yang mencoba datang. Tetapi kami tidak memiliki fasilitas yang baik di Jakarta. Tadinya kami punya fasilitas yang bagus dengan banyak lapangan tanah liat dan lapangan keras, tetapi pemerintah memutuskan untuk mengubahnya menjadi lapangan bisbol, sangat menyedihkan. Lokasinya tepat di pusat kota Jakarta,” tutur Rungkat saat diwawancarai AFP, Selasa.

Petenis ganda peringkat ke-69 itu mengatakan bahwa prospek tenis di Indonesia bisa saja cerah, mengingat populasi yang mencapai 250 juta orang dan kecintaan masyarakat pada olahraga raket lainnya, bulutangkis.

“Kami memiliki masa depan yang baik di tenis. Saya sangat berharap saya bisa menginspirasi anak-anak muda, saya juga sangat berharap pemerintah bisa membantu mereka. Paling tidak kita harus memulai dengan memiliki lapangan dan fasilitas yang memadai.”

Rungkat telah bermain ganda putra dengan Hsieh Cheng-Peng asal Taiwan selama 18 bulan.

Mereka adalah dua dari enam pemain ganda putra tenis teratas dari Asia.

“Kami memiliki banyak sejarah dengan pemain ganda Asia seperti Leander Paes. Berada di sana bersama mereka adalah pencapaian yang luar biasa. Ini adalah generasi baru yang akan kami miliki. Saya dan Hsieh adalah di antara sedikit petenis yang berusia di bawah 30,” pungkas Rungkat.

Mereka kalah pada putaran pertama Wimbledon, ditundukkan unggulan ke-14 Jurgen Melzer dan Oliver Marach dari Austria.

Baca juga: Christopher Rungkat terhenti pada putaran kedua ganda campuran

“Saya sangat bersemangat, terutama bermain pada nomor utama dalam event  paling bergengsi ini. Saya sudah menunggu begitu lama untuk saat-saat ini dan sangat bangga pada diri sendiri untuk sampai ke tahap ini,” katanya.

Ia adalah satu-satunya petenis dalam tur putra dari Indonesia.

Tidak ada satu pun petenis Indonesia yang masuk peringkat tunggal putra dunia dengan hanya Rungkat yang berada pada 700 besar nomor ganda.

Ada juga tiga wanita Indonesia pada nomor tunggal, namun semua di luar peringkat 400 besar.

Namun, Rungkat bukan satu-satunya orang Indonesia di Wimbledon.

Ada Priska Madelyn Nugroho (16 tahun) yang berkompetisi pada nomor tunggal putri, dengan mencetak kemenangan putaran pertama.

“Dia bermain bagus, masih dan sangat berbakat dan saya melihat potensi yang baik dalam dirinya. Saya kira dia akan menjadi harapan Indonesia berikutnya dalam tenis,” tutur Rungkat.

Rungkat mengatakan, memenangkan medali Asian Games dan lolos ke turnamen Grand Slam bisa menarik perhatian orang-orang Indonesia.

Sebagai bagian dari visinya untuk menginspirasi generasi baru petenis Indonesia, Rungkat akan kembali berkompetisi pada Olimpiade Tokyo 2020.

“Saya akan senang bermain di Olimpiade. Ini impian saya sejak saya masih kecil,” katanya.

Baca juga: Christopher Rungkat awali Wimbledon lawan unggulan 14

Serunya bermain tenis meja di dalam Pasar Grogol

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Nishikori percaya diri hadapi Federer di perempat final

Jakarta (ANTARA) – Petenis unggulan ke-8 asal Jepang Kei Nishikori bertekad mengalahkan salah satu pemain “Top Three” yaitu Roger Federer pada perempat final Wimbledon, Rabu (10/7).

“Tujuan selanjutnya adalah berada di semi final atau final. Saya tahu itu tidak akan mudah karena saya mungkin harus mengalahkan seseorang dari mereka (Top Three), sedangkan mereka masih mendominasi,” kata Nishikori melalui atptour.com, Selasa.

Nishikori akan menghadapi Federer yang merupakan unggulan kedua dan sudah mengantongi gelar juara delapan kali kejuaraan bergengsi itu.

Dalam catatan pertemuan mereka Federer memimpin dengan 7-3, meski pun Nishikori memenangkan pertemuan terakhir mereka di final Nitto ATP 2018.

Baca juga: Federer hadapi Nishikori di perempat final Wimbledon

“Saya yakin ini akan sulit, tetapi saya merasa sangat percaya diri minggu ini dan akan bermain tenis dengan bagus,” kata Nishikori yang sudah mengalahkan Mikhail Kukushkin di putaran keempat.

Finalis Amerika Open 2014 ini telah memainkan semua turnamen secara efisien, memperpendek poin, dan menghemat energi.

Nishikori telah menjalani 111 pertandingan di lapangan dan memenangkan 85 di antaranya, atau sekitar 76 persen.

Petenis berusia 29 tahun ini juga mengalami peningkatan dengan menciptakan lebih banyak peluang daripada kesalahan di semua pertandingan sejauh ini di Wimbledon.

Salah satu pelatih Nishikori, yaitu mantan peringkat dua dunia Michael Chang mengatakan bahwa permainan net Nishikori mungkin menjadi aset terbaiknya.

“Apa yang hebat tentang permainan Kei adalah dia bisa bermain di lapangan mana saja sekarang. Jelas dia dikenal karena punya forehand dan backhands yang hebat, servis yang sangat baik. Dia pemain transisi yang hebat dari bertahan ke menyerang atau sebaliknya,” tutur Chang.

Nishikori telah mencapai perempat final dari setiap Grand Slam dalam karirnya, namun catatan kemenangannya hanya 3-8. Meski begitu butuh pemain top untuk mengalahkannya, dengan enam dari delapan kekalahan di perempat final Grand Slam berasal dari Novak Djokovic, Rafael Nadal atau Andy Murray.

Baca juga: Djokovic kesebelas kalinya ke perempat final

Sementara dengan Federer, Nishikori hanya pernah satu kali bertemu di Grand Slam yaitu di putaran keempat Australia Open 2017.

Saat itu Federer menang dalam lima set, namun Nishikori mencatatkan kemenangan 75 persen (132-45) dari set penentuannya, yang diklaim terbaik di Era Terbuka, menurut Zona Kinerja ATP FedEx.

“Saya senang bisa bertemu Roger sekarang, karena saya dalam kondisi yang baik sekarang. Meski saya tahu itu tidak akan mudah, tapi saya pasti akan menikmatinya,” katanya optimistis.

Baca juga: Christopher Rungkat terhenti pada putaran kedua ganda campuran

Serunya bermain tenis meja di dalam Pasar Grogol

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Coco Gauff ingin tetap selesaikan sekolah

Jakarta (ANTARA) – Cori “Coco” Gauff yang tersingkir pada babak keempat Wimbledon setelah menyerah 3-6, 3-6 dari Simona Halep mengaku tetap ingin menyelesaikan sekolah walaupun dia tak bisa menyembunyikan fokus pada karir tenis profesionalnya.

Bahkan, kalau perlu Coco menyelesaikan sekolahnya yang masih di bangku SMA itu, secara online.

“Aku tetap ingin melanjutkan sampai kuliah. Sudah semacam syarat dari orang tuaku. Sudah pasti aku akan terus bermain profesional. Aku jelas akan mengambil bimbingan online,” kata dia seperti dikutip AFP.

Coco mendapatkan perhatian besar dari figur-figur terkenal seperti ibunda penyanyi Beyonce dan perancang busana Tina Knowles, sampai mantan Ibu Negara Michelle Obama. Coco sendiri mengaku para role model-nya di dalam dan di luar lapangan tenis semuanya adalah wanita.

“Beyonce, Rihanna, Michelle Obama,” kata dia. “Banyak pokoknya. Aku memang lebih memandang wanita karena aku punya banyak role-model (wanita) di dalam dan luar lapangan.”

Baca juga: Coco Gauff pantang menyerah

“Aku bisa bilang role-model di luar lapangan telah banyak membentuk kepribadianku, sedangkan role-model di dalam lapangan telah membentuk permainan tenisku.”

Coco mengaku kaget Michelle Obama memposting pesan mengenai dirinya di Instagram.

“Dia (Michelle Obama) sudah semacam role model,” kata dia. “Aku kaget sekali. Aku tak mengira (mendapat postingan Michelle).”

“Sejumlah selebritis yang mencuit kepadaku, aku bahkan tak tahu mereka mengikuti tenis.”

Coco juga sangat terkesan oleh dukungan besar penonton Wimbledon kepada dia. “Aku benar-benar merasa seakan tampil bermain di New York,” tutup dia.

Baca juga: Halep sudahi sensasi Gauff pada putaran keempat

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Halep sudahi sensasi Gauff pada putaran keempat

Jakarta (ANTARA) – Unggulan ketujuh Simona Halep akhirnya mengakhiri langkah petenis muda asal Amerika Serikat Coco Gauff dalam usahanya menciptakan sejarah baru di tingkat tenis profesional.

Petenis berusia 15 tahun itu ditundukkan Halep di babak 16 besar dengan skor 6-3, 6-3 dalam 74 menit pertandingan, menurut laporan wtatennis.com, Senin.

Halep yang mengaku sudah memperhatikan Gauff sejak putaran pertama, memasuki lapangan dengan menunjukkan kualitasnya sebagai petenis senior yang sarat pengalaman.

Gauff mematahkan servis Halep di gim pertama dan memimpin 2-1 dengan mengantongi dua break point.

Namun, mantan petenis nomor satu dunia asal Rumania itu bertahan dan mematahkan servis Gauff pada gim berikutnya hingga menyudahi set pertama.

Di awal set kedua, Gauff hanya sempat bangkit saat berhasil menyusul Halep yang unggul 2-0 dan menyamakan skor 2-2.

Namun aksi Halep tak terbendung Gauff dan mengunci skor menjadi 6-3 pada akhir set kedua.

Baca juga: Halep akan jadi tantangan terberat Coco Gauff

Baca juga: Halep boikot Fed Cup jika sistem “home-away” diganti

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Coco Gauff pantang menyerah

Jakarta (ANTARA) – Petenis remaja sensasional Cori “Coco” Gauff berharap para fans Wimbledon tahu bahwa dia adalah petarung dan tidak pernah menyerah.

Asa gadis berusia 15 tahun untuk lolos ke perempat final kandas setelah dikalahkan Simona Halep 3-6, 3-6, pada babak 16 besar.

Tetapi dia tetap menjadi sorotan media. Dia juga akan naik peringkat dari saat ini peringkat 313 dunia, selain punya potensi besar untuk menjuarai turnamen Grand Slam pada masa mendatang.

Walaupun kalah dan tersingkirkan, Gauff tetap memancarkan letupan semangat.

“Aku harap mereka (penonton dan lawan-lawannya) tahu bahwa aku adalah petarung,” kata dia seperti dikutip AFP. “Saya tidak akan menyerah.”

Gauff yang mengaku “bebal dan aneh” itu berharap menjadi teladan untuk banyak orang yang memimpikan berjaya di tenis.

Baca juga: Halep sudahi sensasi Gauff di putaran keempat

“Aku harap mereka belajar dari aku bahwa semuanya mungkin jika kamu bekerja keras, teruskan saja memimpikan hal besar,” kata dia.

“Artinya, seperti sudah aku katakan, jika orang bilang padaku hal ini mungkin tiga pekan lalu, aku mungkin tak akan percaya.”

“Tetapi aku kira mencurahkan diri ke pekerjaan sungguh menaikkan kepercayaan diriku karena aku tahu betapa keras aku bekerja dan aku tahu pukulan apa yang bisa aku lepaskan dan mana yang mungkin.”

Gauff yang tak mau mengkambinghitamkan kekalahannya dari Halep kepada kelelahan akibat bertarung pada tujuh pertandingan sebelum dihentikan Halep, menyebut perjalanannya telah amat luar biasa.

“Menurutku keren. Maksudku, aku sudah tersisih pada babak kedua kualifikasi di Paris (pada French Open),” kata dia.

“(Tapi) Sekarang aku bertahan sampai pekan kedua. Aku super bangga kepada diriku sendiri. Aku senang menyaksikan apa yang akan aku lakukan pada US Open dan beberapa turnamen setelah ini nanti.”

Baca juga: Tentang si sensasional Cori ‘Coco’ Gauff

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Djokovic kesebelas kalinya ke perempat final

Jakarta (ANTARA) – Juara empat kali Novak Djokovic lolos ke perempat final Wimbledon untuk kesebelas kalinya dengan mengalahkan petenis Prancis Ugo Humbert 6-3, 6-2, 6-3.

“Saya bermain melawan pemain yang sangat berbakat hari ini dan dia memiliki potensi untuk mencapai karir besar di tenis berkat permainannya yang serba bisa,” kata Djokovic mengutip atptour.com, Selasa.

Djokovic mematahkan empat servis Humbert dan memanfaatkan kegelisahan petenis berusia 21 tahun itu, yang melakukan debutnya di Wimbledon dan bermain pada putaran keempat Grand Slam pertamanya.
Petenis kidal itu pun berakhir dengan 34 kesalahan sendiri dan 20 “winners”.

Djokovic memastikan keunggulan dalam pertemuan pertama mereka, dengan tidak melakukan kesalahan sendiri sampai gim ketujuh di set pertama.

“Ini peristiwa besar, pertama kalinya di 16 besar saya bisa mematahkan servisnya di kedua set. Jelas itu membantu dan saya sangat senang dengan performa saya,” pungkas petenis peringkat satu dunia asal Serbia itu.

Di set kedua, Humbert, yang sudah unggul 2-4, tidak bisa bersinggungan dengan Djokovic karena petenis Serbia itu memanfaatkan break point kelimanya untuk memimpin 5-2 dan terus memimpin hingga pertandingan usai.

Baca juga: Federer hadapi Nishikori di perempat final Wimbledon

Juara Slam 15 kali itu maju ke perempat final Slam ke-45, kedua di bawah Roger Federer yang mencapai perempat final ke-55 dengan mengalahkan petenis Italia Matteo Berrettini 6-1, 6-2, 6-2.

Djokovic selanjutnya akan menghadapi petenis Belgia David Goffin, yang berjuang keras menuju perempat final ketiganya di kejuaraan Grand Slam.

Sebelumnya ia mencapai perempat final di French Open (Roland Garros) 2016 dan Australia Open 2017.

“Saya tahu bahwa ini adalah turnamen favorit saya dan yakin memiliki permainan untuk bermain bagus di atas lapangan rumput,” kata Goffin.

Djokovic memimpin catatan pertemuan mereka dengan skor 5-1, namun catatan tersebut bukan dihasilkan di atas lapangan rumput dan belum pernah bertemu sejak Rolex Monte-Carlo Masters 2017.

Baca juga: Djokovic butuh 92 menit tembus putaran ketiga

Serunya bermain tenis meja di dalam Pasar Grogol

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Federer hadapi Nishikori di perempat final Wimbledon

Jakarta (ANTARA) – Juara Wimbledon delapan kali Roger Federer, mencetak kemenangan ke-100 di putaran keempat setelah mengalahkan Matteo Berrettini dengan skor 6-1, 6-2, 6-2 hanya dalam satu jam dan 13 menit.

“Hari ini sangat bagus. Saya sangat senang. Saya kira akan menghadapi pertandingan yang sulit tapi nyatanya sangat berlawanan, jadi tadi itu hebat,” tutur Federer melansir atptour.com, Selasa.

Federer mendominasi petenis Italia berusia 23 tahun itu dan kini berhasil mengamankan posisinya ke perempat finalnya yang ke 17 di “The Championships”.

Federer ingin memecahkan rekornya sendiri dengan mengangkat piala kesembilan di Wimbledon, dan ia juga akan mencetak kemenangan Wimbledon ke-100 jika bisa mengalahkan Kei Nishikori di perempat final.

Petenis Swiss itu bisa saja menjadi pemain pertama di Era Terbuka yang mendapatkan 100 kemenangan pertandingan di turnamen Grand Slam.

“Mungkin itu akan sulit, ditambah dia masuk ke perempat dengan banyak energi. Saya ingat di beberapa Slam baru-baru ini, dia masuk di tahap selanjutnya dan akan sulit menghadapinya. Saya pikir dia sudah siap, Saya juga menyukai permainannya. Dia punya salah satu backhand terbaik, dia pemain yang hebat,” tutur Federer.

Nishikori berjuang melewati petenis Kazakhstan Mikhail Kukushkin 6-3, 3-6, 6-3, 6-4 dalam dua jam dan 43 menit di putaran keempat.

“Kukushkin bukan pemain yang mudah di lapangan rumput. Dia bermain tenis dengan bagus, tapi saya bisa mengatur permainan saat melawannya,” ujar Nishikori.

Nishikori masuk ke perempat final kejuaraan Grand Slam kelima berturut-turut. Satu-satunya pemain lain yang masuk delapan besar di masing-masing ajang itu adalah Novak Djokovic dan Rafael Nadal.

Baca juga: Federer, Nadal, Djokovic dominasi “Manic Monday”

Baca juga: Nomor tunggal putra Wimbledon masih dikuasai “Top Three”

Serunya bermain tenis meja di dalam Pasar Grogol

Penerjemah: Roy Rosa Bachtiar
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Christopher Rungkat terhenti pada putaran kedua ganda campuran

Jakarta (ANTARA) –
Kiprah petenis Indonesia Christopher Rungkat terhenti pada putaran kedua nomor ganda campuran turnamen tenis Grand Slam Wimbledon 2019 setelah bersama pasangannya Shuko Aoyama dari Jepang dihentikan unggulan keenam Nikola Mektic dari Kroasia dan Alicja Rosolska dari Polandia, Selasa dini hari WIB.

Seperti dilansir laman resmi salah satu turnamen tenis paling bergengsi di dunia ini, meskipun kalah, Christo/Aoyama memberi perlawanan sengit sebelum menyerah dengan skor 5-7 dan 4-6 dalam tempo 1 jam 25 .

Christo/Aoyama yang pada putaran pertama mengalahkan ganda campuran asal Prancis Nicolas Mahut/Alize Cornet 1-6, 6-4, 6-4, di set pertama unggul terlebih dahulu saat Crhisto memegang servis. Kedua pasangan kemudian saling mempertahankan servis hingga kedudhkan 3-3.

Pada gim ke-7 dan ke-8 kedua pasangan saling mematahkan servis sehingga kedudukan 4-4. Pasangan Indonesia/Jepang kembali unggul 5-4 di gim ke-9 melalui permainan menyerang yang diawali servis Crhisto yang sangat menyulitkan lawan.

Namun, setelah itu tiga poin berturut-turut diraih Mektic/Rosolska salah satunya dengan mematahkan servis Aoyama, sehingga Christo/Aoyama menyerah 5-7.

Pada set kedua, Christo/Aoyama kembali memenangi gim pertama. Namun, servis lemah Aoyama kembali dimanfaatkan Mektic/Rosolska untuk melakukan break sehingga unggul 2-1. Kedua pasangan mempertahankan servis untuk meraih poin hingga kedudukan 4-5 untuk keunggulan Mektic/Rosolska.

Pada gim terakhir, servis Mektic sangat menyulitkan Christo/Aoyama sehingga terjadi love game sekaligus mengakhiri kiprah Christopher Rungkat di Wimbledon 2019.

Sebelumnya pada nomor ganda putra, Christo yang berpasangan dengan petenis Taiwan Hsieh Cheng-Peng kalah pada putaran pertama oleh pasangan Austria Oliver Marach/Jurgen Melzer.

Christo/Hsieh menyerah setelah bertanding dalam lima set selama lebih dari tiga jam dengan skor akhir 3-6, 4-6, 6-1, 6-2, 9-11.

Baca juga: Christopher Rungkat dan Aoyama ke putaran kedua

Emas ke-10 yang sempurna persembahan Aldila dan Christopher

Penerjemah: Dadan Ramdani
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Halep sudahi sensai Gauff di putaran keempat

Jakarta (ANTARA) – Unggulan ketujuh Simona Halep akhirnya mengakhiri langkah petenis muda asal Amerika Serikat Coco Gauff dalam usahanya menciptakan sejarah baru di tingkat tenis profesional.

Petenis berusia 15 tahun itu ditundukkan Halep di babak 16 besar dengan skor 6-3, 6-3 dalam 74 menit pertandingan, menurut laporan wtatennis.com, Senin.

Halep yang mengaku sudah memperhatikan Gauff sejak putaran pertama, memasuki lapangan dengan menunjukkan kualitasnya sebagai petenis senior yang sarat pengalaman.

Gauff mematahkan servis Halep di gim pertama dan memimpin 2-1 dengan mengantongi dua break point.

Namun, mantan petenis nomor satu dunia asal Rumania itu bertahan dan mematahkan servis Gauff pada gim berikutnya hingga menyudahi set pertama.

Di awal set kedua, Gauff hanya sempat bangkit saat berhasil menyusul Halep yang unggul 2-0 dan menyamakan skor 2-2.

Namun aksi Halep tak terbendung Gauff dan mengunci skor menjadi 6-3 pada akhir set kedua.

Baca juga: Halep akan jadi tantangan terberat Coco Gauff

Baca juga: Halep boikot Fed Cup jika sistem “home-away” diganti

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Petenis peringkat teratas Barty dikalahkan non-unggulan

Jakarta (ANTARA) – Petenis Amerika Serikat non-unggulan Alison Riske menorehkan catatan terbaiknya di Wimbledon setelah berhasil lolos ke perempat final dengan menundukkan petenis nomor satu dunia Ashleigh Barty.

Riske menyingkirkan unggulan teratas dengan skor 3-6, 6-2, 6-3 untuk mencapai putaran pertamanya di perempat final Wimbledon, menurut wtatennis.com, Senin.

Dengan kekalahan ini maka catatan kemenangan Barty dengan 15 pertandingan berturut-turut pun ikut berakhir, mulai dari kemenangan di French Open (Roland Garros) sampai Birmingham Open.

Riske tak kenal lelah, dengan melakoni pertandingan melawan Barty selama hampir lima jam hingga akhirnya bisa menguasai dua dari tiga set.

Barty mengatur permainan di set awal, dengan empat ace berturut-turut dalam gim pertamanya.

Tetapi Riske, yang bermain baik di lapangan rumput, mulai bangkit di set kedua dengan memainkan reli-reli panjang dan mencetak skor 6-2 di set kedua, menyamakan kedudukan 1-1.

Barty memiliki peluang untuk bangkit melawan Riske pada set ketiga, tetapi petenis Amerika itu sepenuhnya menekan dan menutup poin hingga set ketiga berakhir.

Tidak hanya Riske yang menjadi bahan pembicaraan atas kesuksesannya, hasil ini juga membuat posisi Barty sebagai nomor satu dunia akan kembali diperebutkan.

Riske akan berhadapan dengan mantan juara Wimbledon Serena Williams di perempat final.

Baca juga: Pengalaman latihan bersama bekal Nadal kalahkan Sousa

Baca juga: Nomor tunggal putra Wimbledon masih dikuasai “Top Three”

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Halep sudahi aksi petenis muda Gauff di putaran keempat

Jakarta (ANTARA) – Unggulan ketujuh Simona Halep akhirnya mengakhiri langkah petenis muda asal Amerika Serikat Coco Gauff dalam usahanya menciptakan sejarah baru di tingkat tenis profesional.

Petenis berusia 15 tahun itu ditundukkan Halep di babak 16 besar dengan skor 6-3, 6-3 dalam 74 menit pertandingan, menurut laporan wtatennis.com, Senin.

Halep yang mengaku sudah memperhatikan Gauff sejak putaran pertama, memasuki lapangan dengan menunjukkan kualitasnya sebagai petenis senior yang sarat pengalaman.

Gauff mematahkan servis Halep di gim pertama dan memimpin 2-1 dengan mengantongi dua break point.

Namun, mantan petenis nomor satu dunia asal Rumania itu bertahan dan mematahkan servis Gauff pada gim berikutnya hingga menyudahi set pertama.

Di awal set kedua, Gauff hanya sempat bangkit saat berhasil menyusul Halep yang unggul 2-0 dan menyamakan skor 2-2.

Namun aksi Halep tak terbendung Gauff dan mengunci skor menjadi 6-3 pada akhir set kedua.

Baca juga: Halep akan jadi tantangan terberat Coco Gauff

Baca juga: Halep boikot Fed Cup jika sistem “home-away” diganti

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pengalaman latihan bersama bekal Nadal kalahkan Sousa

Jakarta (ANTARA) – Rafael Nadal berhasil melaju ke perempat final turnamen tenis Wimbledon dengan kemenangan 6-2, 6-2, 6-2 atas Joao Sousa, menambah catatan perempat finalnya ke-39 di tingkat Grand Slam.

Ia menyelesaikan putaran keempatnya dalam satu jam dan 45 menit, menurut catatan atptour.com, Senin.

Nadal sekarang hanya tinggal satu langkah untuk menuju turnamen ATP Finals selama 15 tahun berturut-turut jika ia bisa mengalahkan Sam Querrey atau Tennys Sandgren di perempat final hari Rabu.

Setelah kemenangan putaran ketiga melawan Jo-Wilfried Tsonga, petenis unggulan ketiga itu mengatakan bahwa ia mengenal Sousa dengan baik berkat banyaknya latihan bersama selama bertahun-tahun.

Pernyataan itu pun menampakan hasilnya dalam pertandingan keduanya, di mana Nadal mampu menguasai permainan tanpa membuat banyak kesalahan.

Nadal mencetak 29 winners dengan hanya 10 kesalahan, serta menguasai 78 persen poin dari pukulan servis.

Nadal yang kini berusia 33 tahun itu bermain dengan keras terhadap Sousa, hanya kalah 13 gim dalam enam set melawan Tsonga (putaran ketiga) dan Sousa.

Baca juga: Federer, Nadal, Djokovic dominasi “Manic Monday”
 

Serunya bermain tenis meja di dalam Pasar Grogol

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tenis Wimbledon: Kalahkan Barty, Riske melaju ke perempat final

Petenis AS peringkat 55 dunia Alison Riske mengangkat kedua tangannya saat merayakan kemenangan atas lawannya petenis Australia Ashleigh Barty yang merupakan peringkat satu dunia usai pertandingan putaran keempat Turnamen Tenis Wimbledon, di  All England Lawn Tennis and Croquet Club, London, Inggris, Senin (8/7/2019). Riske melaju ke babak perempat final usai mengandaskan Barty 3-6, 6-2 dan 6-3. ANTARA FOTO/Reuters-Toby Melville/hp.

Federer, Nadal, Djokovic dominasi “Manic Monday”

London, Inggris (ANTARA) – Roger Federer, Rafael Nadal dan Novak Djokovic, yang total sudah merebut 14 gelar tunggal putra Wimbledon, mendominasi jadwal pertandingan awal pekan yang sibuk dan menegangkan yang biasa disebut ‘Manic Monday’ di All England Club, hari ini.

“Tiga Besar” ini masih kokoh bertahan ketika lawan-lawannya yang lebih lemah telah lebih dulu tumbang.

Federer yang delapan kali juara Wimbledon, Djokovic yang empat kali juara Wimbledon, dan Nadal yang dua kali juara turnamen seri Grand Slam di Inggris ini, akan menghadapi lawan-lawannya yang sebelum ini tak pernah melangkah ke 16 besar.

Federer si unggulan kedua, akan ditantang petenis nomor 20 dunia dari Italia, Matteo Berrettini. Ini adalah babak keempat Wimbledon yang ketujuhbelas kalinya yang diikuti Federer.

“Saya tak terlalu tahu dia sehingga pertandingan ini agak sedikit rumit,” kata Federer yang sedang memburu gelar Grand Slam ke-21 untuknya.

Baca juga: Andy Murray yakin bakal kembali ke puncak

Nadal, juara edisi 2008 dan 2010, juga ditantang lawan yang asing baginya oleh petenis nomor nomor 69 dunia, Joao Sousa, yang menjadi orang Portugal pertama yang mencapai babak keempat Wimbledon.

Sebelum ini Nadal sudah dua kali mengalahkan petenis berusia 30 tahun itu dan keduanya berlangsung di lapangan tanah liat.

“Dia lawan yang super berbahaya bagi siapa pun. Dia sangat cepat, memiliki performa fisik yang sangat baik,” kata Nadal yang membidik gelar ketiganya di Wimbledon.

Sementara itu Djokovic menyatakan tak mau angkuh mengenai peluang besarnya untuk mencapai final Wimbledon keenam kalinya.

Unggulan tertinggi yang juga petenis nomor satu dunia itu akan dijajal petenis Prancis berusia 21 tahun, Ugo Humbert, yang baru pertama memasuki gelanggang Wimbledon.

“Banyak sekali unggulan yang tersingkir pada babal awal Wimbledon,” kata Djokovic dalam laman Yahoo Sports. “Itulah mengapa turnamen semacam ini dianggap sebagai event paling penting di mana Anda selalu mengeluarkan permainan terbaik.”

Baca juga: Nomor tunggal putra Wimbledon masih dikuasai “Top Three”

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Andy Murray yakin bakal kembali ke puncak

London, Inggris (ANTARA) – Mantan petenis nomor satu dunia Andy Murray yakin bakal merebut kembali tempatnya dalam jajaran elite tenis putra dunia, padahal Januari silam menjelang Australia Open petenis berusia 32 tahun itu merasa karirnya bakal tamat gara-gara cedera parah yang membekapnya.

“Jika secara fisik saya bisa kembali ke level yang bagus, maka permainan saya tetap bagus. Saya meyakini kebijaksanaan tenis, saya akan terus bersama orang-orang,” kata Murray seperti dikutip AFP, Senin.

Lebih banyak petenis berusia di atas 30 tahun yang maju ke babak keempat Wimbledon ketimbang petenis dengan usia di bawah 30 tahun. Oleh karena itu, petenis Skotlandia ini merasa tidak ada yang menghentikannya untuk membentuk kembali “Empat Besar” bersama Roger Federer, Rafael Nadal dan Novak Djokovic.

“Banyak orang yang sama masih berada di sana,” sambung Murray.

Baca juga: Nomor tunggal putra Wimbledon masih dikuasai “Top Three”

“Saya tak merasa percaturan telah bergeser. Jika ada orang yang bisa memberi saya alasan mengapa saya tak boleh berkompetisi kembali, maka saya akan mendengarkannya, tapi sejauh ini tidak ada yang memberi alasan seperti itu.”

Murray menjadi juara ganda putra bersama Feliciano Lopez di Queen’s Club dalam rangka kembalinya dia ke tenis kompetitif akhir bulan lalu. Dia masuk Wimbledon dengan bermain pada ganda putra dan campuran yang berpasangan dengan petenis besar Amerika Serikat Serena Williams.

Murray menyatakan tak mau terburu-buru kembali bermain tunggal putra. Dia mengaku hanya ingin menikmati momen kembali ke lapangan tenis dan saat ini hanya menantikan pertandingan keduanya pada ganda putri bersama Serena Williams melawan Fabrice Martin dan Raquel Atawo, esok Selasa.

“Saya tak peduli di lapangan mana kami bermain. Saya bahagia bermain di lapangan mana saja, (lapangan) 14 atau (lapangan) 18, saya tak peduli.”

Baca juga: Halep akan jadi tantangan terberat Coco Gauff

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Nomor tunggal putra Wimbledon masih dikuasai “Top Three”

Jakarta (ANTARA) – Novak Djokovic, Roger Federer, dan Rafael Nadal masih mendominasi di nomor tunggal putra kejuaraan Wimbledon, dengan total gelar juara ketiganya di tingkat Grand Slam mencapai 53 gelar.

Ketiganya telah memenangi setiap gelar Grand Slam sejak Australia Open 2017, ketika Federer mengalahkan Nadal dalam lima set sebagai kebangkitannya usai menjalani operasi lutut.

Sejak 2003, mereka telah memenangi 14 dari 16 gelar Wimbledon terakhir, Federer dengan delapan gelar, Djokovic empat, dan Nadal dua, sementara mantan saingan mereka bertiga yaitu Andy Murray, menjuarai Wimbledon 2013 dan 2016.

“Jika Anda bertanya kepada saya tentang Federer dan Nadal, saya bersyukur menjadi bagian dari persaingan mereka. Karena mereka membuat saya menjadi pemain seperti sekarang ini,” kata Djokovic mengutip laman ATP Tour, Senin

Petenis Serbia ini adalah unggulan teratas dan juara bertahan di London.

“Keberhasilan yang saya miliki, terutama di Grand Slam, juga karena kebutuhan untuk berkembang dan menang melawan orang-orang ini,” katanya.

Federer, yang merupakan unggulan kedua di Wimbledon, terus bangkit setelah memenangi Australia Open 2017, termasuk kemenangan 14 gelar tingkat tur sejak Januari 2017, di antaranya Wimbledon kedelapannya dua tahun lalu dan gelar ke-100 pada bulan Februari di Dubai Duty Free Tennis Championships.

Namun gelar Wimbledon kesembilan harus gagal ia capai, saat kalah dari Anderson di perempat final tahun lalu.

Petenis Swiss ini meraih gelar Noventi Open ke-10 minggu lalu di Halle, pertama kalinya Federer menjuarai sebuah turnamen lebih dari sembilan kali.

“Saya menyadari bahwa saat di Halle berjalan dengan baik maka saya juga berpeluang memiliki Wimbledon yang sangat sukses. Ini jelas menyenangkan dan saya juga merasa baik secara fisik,” kata Federer.

Sementara Nadal, juara Wimbledon 2008 dan 2010, akan beranjak dengan keyakinan besar di London setelah memenangi 12 pertandingan terakhirnya dan gelar Roland Garros ke-12.

“Semua orang tahu saya suka bermain di atas rumput, tapi semua juga tahu saya sudah tidak bisa bermain selama berminggu-minggu berturut-turut seperti 10 atau delapan tahun lalu. Jadi saya harus mengatur jadwal,” kata petenis berusia 33 tahun itu.

Baca juga: Federer ukir rekor baru saat tundukkan Pouille

Baca juga: Nadal tundukkan Tsonga untuk terus melaju di Wimbledon

Baca juga: Djokovic tundukkan Hurkacz untuk melaju ke 16 besar

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Serena puji kualitas permainan Gauff

Jakarta (ANTARA) – Serena Williams memuji aksi Coco Gauff dan mengaku menjadi penggemar petenis kualifikasi asal Amerika berusia 15 tahun itu, yang kini menuju ke babak 16 besar Wimbledon.

Gauff menjadi wanita termuda yang pernah lolos ke babak utama di Wimbledon minggu lalu, penduduk asli Florida itu pun menjadi perhatian besar di minggu pertama di The Championships.

Menurut Serena, untuk saat ini Gauff jelas tidak memerlukan nasihat dari senior mengingat kualitas permainannya yang begitu memukau dan tidak meragukan.

“Dia melakukan semuanya dengan sangat baik. Saya begitu menyukainya, sangat menggembirakan. Saya akan bersalah jika memberikan nasihat kepadanya sekarang. Kurasa dia akan baik-baik saja,” tutur Serena seperti dilansir laman WTA Tour, Senin.

Setelah mendapatkan tempatnya di babak utama, Gauff mengalahkan Venus Williams dan Magdalena Rybarikova dalam dua set langsung, sebelum akhirnya menciptakan kemenangan di putaran ketiga yang dramatis saat dia menyelamatkan dua poin untuk mengalahkan Polona Hercog 3-6, 7-6(7 ), 7-5 dalam debutnya di Lapangan Utama.

“Dia jelas berada pada tingkat yang berbeda, jadi saya pikir dia benar-benar mampu dan siap,” pungkas Serena.

Gauff punya peluang untuk naik dari peringkat di luar Top 300 ke dalam Top 140 dengan hasil di 16 besar, serta masuk Top 100 seandainya bisa mengalahkan mantan nomor satu dunia Simona Halep pada Senin.

Gauff adalah wanita termuda yang masuk 16 besar Grand Slam sejak Jennifer Capriati yang berusia 14 tahun pada tahun 1990.

Kesuksesan petenis muda telah menjadi jalan cerita yang berkelanjutan di musim WTA 2019, dengan rata-rata petenis muda memenangi  sejumlah turnamen dalam 10 tahun terakhir.

Empat gelar telah dimenangi oleh remaja tahun ini, yaitu Dayana Yastremska (18 tahun) telah memperoleh dua gelar musim ini dan memasuki babak 16 besar pertamanya di Wimbledon.

Petenis Kanada Bianca Andreescu (18) memenang iIndian Wells, Amanda Anisimova (17) juara Bogota dan masuk ke semifinal Roland Garros bulan lalu, serta Marketa Vondrousova (19) lolos di final Roland Garros.

Gauff tumbuh dengan mengidolakan Serena dan Venus Williams, dan mengakui pernah memasang poster Serena di dinding kamarnya.

“Jujur, saya merasa terhormat bahwa saya ada di dinding kamarnya. “Sebentar lagi dia akan dipajang di dinding gadis lain. Dan ini bagus karena menandakan terus berlanjut ke tiap generasi,” tutur Serena.

Baca juga: Halep akan jadi tantangan terberat Coco Gauff

Baca juga: Tentang si sensasional Cori ‘Coco’ Gauff

Baca juga: Cori Gauff kembali menelan korban di Wimbledon

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Halep akan jadi tantangan terberat Coco Gauff

Coco memiliki level berbeda. Dia benar-benar cakap dan siap. Tidak semua anak berusia 15 tahun seperti itu

Jakarta (ANTARA) – Petenis remaja AS Cori ‘Coco’ Gauff telah merebut hati penggemar bersama mimpinya dengan melaju ke putaran keempat Wimbledon, tetapi tantangan berat sudah menunggu karena ia akan menantang unggulan ketujuh Simona Halep pada Senin.

Popularitas pemain berusia 15 tahun ini langsung meroket selama penampilan di All England Club, arena turnamen tenis tertua di dunia itu, dan karena potensinya menarik perhatian penonton, panitia pun rela memberinya panggung istimewa, yaitu bertanding di Centre Court pada pertandingan babak ketiga.

Gauff pun tidak mengecewakan, ketika ia berhasil menyelamatkan dua match point untuk mengalahkan Polona Hercog 3-6 7-6 (7) 7-5, dan ia pun kemudian disejajarkan dengan sesama petenis AS Jennifer Capriati, yang masuk ke 10 besar pada usia 14 tahun.

Meskipun Capriati harus berjuang dengan ketenaran pada usia muda, Gauff tampaknya tidak akan menyusul nasib Capriati yang cepat pudar pada usia dewasa. Gauff mendapat pujian dari pemenang Grand Slam 23 kali Serena Williams yang menyatakan terkesan dengan kedewasaannya.

“Salah kalau saya memberinya nasihat. Dia baik-baik saja,” kata Williams. “Memang ada beberapa anak berusia 15 tahun, seperti saya, yang tidak tahu apa yang harus dilakukan di Wimbledon.”

“Coco memiliki level berbeda. Dia benar-benar cakap dan siap. Tidak semua anak berusia 15 tahun seperti itu,” kata Williams menambahkan.

Baca juga: Cori Gauff kembali menelan korban di Wimbledon

Juara delapan kali Wimbledon, Roger Federer juga mengamati sepak terjang Coco dalam debutnya di Grand Slam.

“Saya bermain buruk pada usia 15, tidak bisa berada di lapangan lebih dari satu setengah jam. Saya akan keluar lapangan,” kata Federer.

“Dia tampaknya berkembang, dia bergerak dengan baik. Itu salah satu kekuatan besarnya. Dan pikirannya, yang tidak Anda temukan pemain pemain muda.”

Keberhasilan Gauff diletakkan pada pola berpikirnya di lapangan dan strategi yang selalu berubah, kemampuan untuk mengatasi bila menghadapi kesulitan. Bagi Halep, mantan petenis nomor satu dunia, Coco tentu akan menjadi halangan yang berbahaya.

Halep mengakui bahwa ia belum pernah menyaksikan pertandingan Gauff sebelumnya dan sempat mengira bahwa Hercog-lah yang akan tampil sebagai pemenang pada pertandingan babak ketiga tersebut.

“Saya sering memperhatikan permainannya (Halep),” kata Gauff. “Saya tidak pernah berlatih bersama dia. Saya tidak tahu bagaimana jadinya ketika saya benar-benar menghadapinya. Tapi saya sudah mengenal baik permainannya karena sering memperhatikannya,” kata Gauff mengomentari calon lawan.

Baca juga: Tentang si sensasional Cori ‘Coco’ Gauff

Pewarta: Atman Ahdiat
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pasangan Janice/Fang juara ganda putri Thamrin Cup

Jakarta (ANTARA) – Pasangan Janice Tjen (Indonesia)/Wei Ning Fang (Taiwan) memenangi gelar ganda putri turnamen Thamrin Cup, setelah mengalahkan pasangan China Shuoran Wang/ Xiaoyan Xue dalam pertandingan final yang dimainkan di Lapangan Tenis Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro, Jakarta, Minggu siang WIB.

Janice/Fang yang mendominasi permainan mengamankan kemenangan 6-2, 6-3 untuk merebut gelar juara.

Kemenangan tersebut menjadi pelipur lara bagi Janice, yang kalah 4-6, 3-6 dari sesama petenis Indonesia Fitriani Sabatini dalam pertandingan final tunggal putri yang dimainkan lebih awal.

Petenis Thailand Guntinun Sootinun Opart menjadi juara tunggal putra setelah menundukkan Jean Marc Malkowski asal Swiss dengan skor 6-4, 6-2.

Sementara itu pasangan Malkowski/Cooper White menjadi juara ganda putra setelah menang walk out atas pasangan Indonesia Ali Fahresi/ Muhammad Ali Akbar Ramadhani.

Baca juga: Ganda putri Indonesia amankan langkah ke semifinal Thamrin Cup

Baca juga: Indonesia borong gelar juara Thamrin Cup 2017

Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tentang si sensasional Cori ‘Coco’ Gauff

Jakarta (ANTARA) – Masih 15 tahun, kuat, cekatan, dan pantang menyerah. Itulah Cori Gauff yang membuat dunia tenis membelalak terpesona.

Dalam usia semuda itu dan bermain sambil menyelesaikan ujian akhir secara jarak jauh dari sekolahnya di sebuah SMA di Amerika Serikat, Gauff telah membuat gempar dunia setelah menghabisi tiga petenis yang jauh berpengalaman dari pada dia.

“Seorang bintang telah lahir,” kata legenda tenis Martina Navratilova kepada BBC. “Saya tak pernah menyaksikan ada orang muncul langsung berkilat pada turnamen besar pertamanya.”

Cori Gauff memang berkilat cemerlang. Bagai singa muda yang lapar dia menerkam siapa pun yang berada di depannya. Anggota dinasti tenis Grand Slam yang sudah lima kali menjuarai tunggal putri Wimbledon, Venus Williams, adalah korban pertamanya.

Gauff si anak SMA yang bahkan belum lahir ketika Venus meraih empat gelar Grand Slam dari total lima gelar Grand Slam yang didapatnya, terus-terusan memojokkan Venus sampai akhirnya menyerah 4-6, 4-6, pada babak pertama.

Pada babak kedua, giliran Magdalena Rybarikova dari Slowakia yang diterkam Gauff. Semifinalis Wimbledon 2017 yang berusia dua kali lipat dari Gauff itu dibuat tak bisa mengembangkan permainan hingga takluk 3-6, 3-6.

Sukses melahap Rybarikova, petenis putri termuda yang lolos ke Wimbledon dalam era Open ini, menghadapi pertarungan sengit melawan Polona Hercog dari Slovenia, pada babak ketiga.

Pertandingan ini seru sekali bak pertarungan dua singa yang bertarung habis-habisan sampai perlaya. Hercog sepertinya bakal menjadi petenis yang menghentikan langkah si anak ajaib ketika dia merampas set pertama dengan 6-3. Semua orang menjadi tambah yakin itulah saat Gauff harus berhenti ketika dia tertinggal 2-5 pada set kedua.

Tapi remaja penyuka musik yang menjadi petenis termuda yang memenangi sebuah pertandingan Grand Slam setelah Jennifer Capriati pada 1991 ini, tak mengenal kata menyerah. Dia bangkit mengejar defisit sampai memaksakan tie-break.

Hercog nyaris menyudahi perlawanan Gauff setelah tiga kali match point, satu saat memegang servis, dan dua kali pada tie-break set kedua. Tapi Gauff mementalkan itu semua, untuk kemudian berbalik merampas set yang sudah di depan mata Hercog itu.

Pada kedudukan tie-break 7-7, Gauff menghujamkan smash keras yang sudah tak mungkin lagi dihadang Hercog sehingga angka 2-5 pada set kedua pun berbalik menjadi 7-6 untuk kejayaan Gauff.

Hercog sempat tak mau kehilangan muka ketika dia berusaha mengejar ketika tertinggal 1-4 pada set ketiga. Tetapi saat itu Gauff sudah luar biasa percaya diri.

Hercog berhasil mendekat, tetapi Gauff-lah yang menyudahi set ketiga ini dengan 7-5 ketika saling tipu pukulan berakhir pada lob Hercog yang melambung di atas Gauff yang sudah terkecoh tetapi mendarat di luar garis permainan untuk memenangkan Gauff.

Gauff serentak melemparkan raket, mengangkat kedua tangan, lalu berjingkrak melampiaskan akhir bahagia dari pertandingan terberat yang sejauh ini dia jalani.

Uniknya, para penonton ikut berjingkrak sambil mengepalkan tangan ke udara demi merayakan kemenangan sensasional Gauff dalam pertandingan heroik itu.

Serena sampai Jaden Smith

Dilahirkan di Delray Beach, Florida, Amerika Serikat, pada 13 Maret 2004, Gauff berasal dari keluarga atlet. Corey, ayahnya, adalah pemain bola basket, sedangkan Candi, ibunya, adalah atlet halang rintang dan saptalomba.

Punya panggilan akrab “Coco” untuk membedakan panggilan untuk ayahnya, Corey, yang dilafalkan sama dengan Cori, Gauff juga pecinta musik. Dan seperti anak-anak generasi Z lainnya, hidup dia tak terpisahkan dari selfie dan media sosial.

Dia menyukai Rihanna dan Beyonce, tapi lebih menyukai rapper Jaden Smith sampai-sampai dia menutupi kedua telinganya dengan earphone untuk mendengarkan salah satu nomor Jaden Smith, “Icon”, beberapa saat sebelum masuk lapangan untuk menghadapi Venus. Dalam jumpa pers usai menumbangkan Hercog, dia bahkan mengajak orang-orang untuk men-stream nomor “ERYS” dari Jaden Smith.

Sang ayah awalnya ingin Gauff mengikuti jejak dia di basket. Tetapi Gauff tak suka basket. Sebaliknya dia malah berkenalan dengan tenis sejak usia 7 setelah terinspirasi Serena Williams.

Sejak usia 10 tahun, Gauff berlatih di Prancis pada Akademi Mouratoglou yang dikelola Patrick Mouratoglou yang tak lain pelatih Serena Williams yang diidolai Gauff.

Baca juga: Kejutan besar, Venus tumbang di tangan anak SMA

Tiga tahun kemudian Gauff mengawali langkah besarnya mencapai panggung tenis elite dunia dengan menjadi finalis tunggal putri junior US Open 2017. Setahun kemudian dalam usia 14 tahun, dia menjuarai tunggal putri junior French Open.

Dia mengakhiri karir juniornya akhir tahun lalu setelah menjuarai turnamen bergengsi Orange Bowl.

Kemudian, berperingkat 313 dunia, Gauff mendapatkan wildcard untuk masuk kualifikasi Wimbledon.

Pada pertandingan pertama kualifikasi itu dia menghempaskan petenis berperingkat paling tinggi pada babak kualifikasi, Aliona Bolsova yang memiliki peringkat 94 dan pernah merasakan babak keempat French Open 2019.

Gauff lalu memenangi dua pertandingan kualifikasi berikutnya untuk menjadi petenis putri paling muda yang lolos ke Wimbledon dalam era Open.

Perjalanan suksesnya pada kualifikasi Wimbledon berlanjut pada babak utama setelah berturut-turut menggasak Venus Williams, Magdalena Rybarikova, dan Polona Hercog.

Paling menyedot perhatian

Senin pekan depan unggulan ketujuh Simona Halep akan menjadi lawan berikutnya Gauff, pada babak keempat atau perdelapan final.

Halep adalah juara French Open tahun lalu. Dia juga finalis tiga turnamen Grand Slam lainnya dan petenis nomor satu dunia sampai Januari 2019.

Halep mungkin gunung yang terlalu tinggi untuk didaki Gauff. Tapi Gauff tak peduli karena dia ingin terus melangkah.

“Saya tak pernah menghadapi dia (Halep) sehingga saya tak tahu bagaimana merasakan bola ketika saya bermain (menghadapi dia), tetapi saya familiar dengan cara bermain dia setelah menonton dia bermain,” kata Gauff.

Navratilova sendiri menganggap Halep-lah yang berada dalam posisi tertekan, bukan Gauff.

“Penonton sudah tergila-gila mendukung Gauff dan ini akan sulit dihadapi oleh Halep,” kata Navratilova seperti dikutip BBC.

Kenyataannya, Gauff memang telah menjadi pujaan penonton Wimbledon. Pertandingan mana pun yang dijalaninya menjadi pertandingan terseksi untuk disaksikan sehingga menyedot perhatian bagian terbesar penonton.

Semua ingin melihat pertandingan Gauff karena semua bernafsu menjadi saksi perjalanan si calon megabintang baru.

Tak heran, mengutip BBC, pertandingan babak ketiga Gauff melawan Hercog, menjadi pertandingan dengan puncak penonton terbesar dalam Wimbledon edisi ini.

Laga Gauff melawan Hercog mengalahkan kemenarikan pertandingan klasik yang sejauh ini menjadi pertandingan terbaik Wimbledon, yakni Rafael Nadal melawan Nick Kyrgios yang dimenangi Nadal.

Pesona Gauff bahkan mengubur cerita kembalinya si anak emas Inggris, Andy Murray, juara bertahan tunggal putra Novak Djokovic dan idola Gauff sendiri, Serena Williams.

Apakah Gauff terus menerkam lawan? Kita tunggu Senin 8 Juli nanti.

Baca juga: Cori Gauff kembali menelan korban di Wimbledon

Oleh Jafar M Sidik
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Federer ukir rekor baru saat tundukkan Pouille

Jakarta (ANTARA) – Roger Federer mengukir rekor baru saat ia menundukkan Lucas Pouille dengan skor 7-5, 6-2, 7-6(4) dalam pertandingan yang dimainkan di All England Lawn and Croquet Club, London, pada Minggu dini hari WIB.

Petenis Swiss itu menjadi petenis pertama — baik putra maupun putri — yang mencatatkan 350 kemenangan di ajang-ajang utama, demikian catatan yang dirilis Reuters.

Selain itu, Federer juga mengukir rekor baru di era profesional dengan mencapai 16 besar untuk ke-17 kalinya, melampaui rekor sebelumnya yang ia genggam bersama Jimmy Connors.

Namun petenis Swiss itu kelihatannya masih mengincar pencapaian lainnya, ketika ia mengarahkan pandangan kepada hadiah yang lebih besar lagi, juara Challenge Cup untuk kesembilan kalinya dan gelar Grand Slam ke-21.

Bagaimanapun, untuk mencapai hal tersebut, ia terlebih dahulu harus mengatasi unggulan ke-17 Matteo Berrettini.

Semifinalis Australia Open Pouille dihibur oleh pelatihnya, Amelie Mauresmo, ketika penampilannya sebenarnya tidak tercermin dari skor yang ada, namun ia terpaksa mengakui kekalahan setelah pukulan backhandnya mengenai net pada match point ketiga Federer.

Baca juga: Federer catatkan kemenangan ke-17 di pembukaan Wimbledon

Baca juga: Wilander tidak favoritkan Federer juarai Wimbledon 2019

Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Nadal tundukkan Tsonga untuk terus melaju di Wimbledon

Jakarta (ANTARA) – Petenis peringkat dua dunia Rafael Nadal melaju ke putaran keempat Wimbledon, berkat kemenangan meyakinkan 6-2, 6-3, 6-2 atas petenis Prancis Jo-Wilfried Tsonga dalam pertandingan yang berlangsung di All England Lawn and Croquet Club, London, Inggris, Sabtu.

Unggulan ketiga asal Spanyol itu memegang kendali sepanjang pertandingan, dan menyelesaikan laga yang berlangsung satu jam 48 menit ini tanpa terkena break sekalipun. Ia memastikan kemenangan melalui match point keempat dengan ace ke-11nya, demikian catatan pertandingan di Reuters.

Nadal mematahkan serve lawannya pada set pembukaan untuk memimpin 3-1 ketika Tsonga mengalami kesulitan dengan serve keduanya, yang membuat sang petenis Spanyol dapat mengontrol poin-poin dan secara konsisten mendekati net untuk menyelesaikan reli demi reli.

Break poin lain pada kedudukan 5-2 membuka jalan bagi Nadal untuk semakin menyerang Tsonga, dan ia melepaskan pukulan forehand menyilang pada set point untuk memastikan kemenangan di set pertama.

Tsonga sempat memperlihatkan permainan terbaiknya, dengan melepaskan sejumlah ace dan beberapa kali mendekati net setelah memaksa Nadal bermain dari baseline, namun sejumlah tembakannya gagal bersarang di area permainan sang lawan.

Bagaimanapun, serve Tsonga gagal menuai hasil terbaik, dan double fault pada break point di set kedua membawa Nadal memimpin 4-2.

Meski Tsonga memberikan sedikit perlawanan saat melakukan serve untuk bertahan pada set kedua, Nadal mengamankan set tersebut dengan mengambil keuntungan dari pergerakan lambat lawannya dengan pukulan-pukulan winner.

Meski para penonton memberi semangat kepada Tsonga, Nadal mendapatkan double break untuk memberikan kekalahan kepada sang petenis Prancis, sekaligus mengamankan tiketnya ke putaran selanjutnya.

Pada putaran keempat, Nadal akan berhadapan dengan Joao Sousa asal Portugal atau Dan Evans asal Inggris.

Baca juga: Serena Williams lewati tekanan Juvan untuk melaju ke putaran tiga
Baca juga: Kyrgios kagumi ketahanan fokus Nadal di pertandingan

Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tenis Wimbledon: Nadal melaju ke babak keempat usai singkirkan Tsonga

Petenis  Spanyol Rafael Nadal melakukan selebrasi kemenangan setelah mengalahkan petenis Prancis Jo-Wilfried Tsonga di  babak ketiga Turnamen Tenis  Wimbledon, di All England Lawn and Croquet Club, London, Inggris, Sabtu (6/7/2019). Nadal melaju ke babak keempat setelah  menumbangkan lawannya Tsonga  6-2, 6-3, dan 6-2. ANTARA FOTO/Reuters- Tony O’Brien/hp.

Kvitova singkirkan Linette untuk melaju ke putaran keempat

Jakarta (ANTARA) – Petra Kvitova sukses menyingkirkan petenis Polandia Magda Linette dengan skor 6-3, 6-2 dalam pertandingan yang dimainkan di All England Lawn and Croquet Club, London, Inggris, Sabtu malam WIB untuk mengamankan tiket ke putaran keempat Wimbledon.

Petenis Ceko tersebut tidak bermain tenis sejak mengundurkan diri dari French Open pada Mei karena cedera lengan, namun ia tidak mengalami kesulitan sama sekali saat menundukkan Linette.

“Setiap pertandingan, permainan saya semakin baik,” kata Kvitova sambil tersenyum seperti dikutip Reuters. “Pertandingan demi pertandingan adalah latihan terbaik… Sekarang di benak saya, saya lebih fokus pada lengan ketimbang permainan tenis,” tambahnya.

Lawan berikutnya yang akan dihadapi Kvitova di putaran keempat adalah petenis unggulan kesembilan asal AS Sloane Stephens atau unggulan ke-19 asal Inggris Jo Konta.

“Saya hanya sedikit mengetahui cara bermain dia (Konta), apa yang dapat ia lakukan. Itu tentu akan menjadi pertandingan yang sulit. Begitu juga dengan Sloane. Ia bermain dengan sedikit berbeda. Ia benar-benar dapat bergerak dengan hebat di lapangan,” ujar Kvitova.

Juara Wimbledon dua kali ini sebelumnya sempat cedera akibat diserang perampok yang menggunakan pisau sekitar Natal 2016. Kvitova kini paham benar bahwa kekuatan mental merupakan hal yang diperlukan agar dapat meraih kesuksesan di Grand Slam, dan ia tahu apa yang perlu dilakukannya pada apa yang disebutnya sebagai “karier kedua”-nya ini.

“Jika saya hanya mengarahkan bola ke sana, menurut saya, saya tidak memiliki peluang besar. Dengan pukulan-pukulan stroke yang saya mainkan pada hari ini, bahkan pengembalian-pengembalian merupakan kuncinya. Saya akan berusaha melakukan yang terbaik untuk meneruskan penampilan seperti ini,” pungkasnya.

Baca juga: Sharapova dan Muguruza tersingkir, Kvitova sukses melaju

Baca juga: Cori Gauff kembali menelan korban di Wimbledon

Baca juga: Singkirkan Wozniacki, Zhang Shuai melaju ke 16 besar Wimbledon

Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Auger-Aliassime malu tersingkir di putaran ketiga

Jakarta (ANTARA) – Petenis remaja asal Kanada Felix Auger-Aliassime, yang oleh beberapa pihak dianggap berpotensi menjadi juara Wimbledon, menggambarkan tersingkirnya dia pada putaran ketiga, Jumat waktu setempat, sebagai hal “memalukan”.

Petenis berusia 18 tahun, termuda dalam undian pertandingan, terpuruk dalam kekalahan 4-6, 5-7, 3-6 dari petenis Prancis Ugo Humbert, sesama debutan dalam turnamen tersebut.

Auger-Aliassime sedang berusaha menjadi pemain termuda dalam babak 16 besar Wimbledon sejak Bernard Tomic pada 2011.

Namun begitu ia kehilangan keunggulan 5-2 pada set kedua, permainannya berantakan.

“Hari ini, aneh untuk menggambarkannya. Tekanan ada pada saya, dan sampai pada titik dimana ini agak memalukan,” kata Auger-Aliassime dikutip AFP.

“Ini sangat sulit. Saya tidak bisa menemukan jalan. Saya rasa dia hanya melakukan apa yang harus dia lakukan. Dari sisi saya ini cukup memalukan.”

Petenis kidal Humbert, peringkat 66 dunia, selajutnya akan bertemu empat kali juara Novak Djokovic pada babak 16 besar, Senin.

Hingga tahun ini, petenis Prancis berusia 20 tahun ini tidak pernah memainkan pertandingan di lapangan rumput baik untuk junior maupun profesional.

Baca juga: Auger-Aliassime singkirkan unggulan teratas, Kyrgios didenda di London

Baca juga: Penantian gelar Auger-Aliassime berlanjut, kalah di final Stuttgart

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pliskova maksimalkan servisnya untuk atasi Hsieh

Jakarta (ANTARA) – Mantan petenis peringkat satu dunia Karolina Pliskova memaksimalkan servisnya untuk mengatasi perlawanan Hsieh Su Wei dengan skor 6-3, 2-6, 6-4 pada pertandingan yang dimainkan di Lapangan Satu, All England Lawn Tennis dan Croquet Club, London, Inggris, pada Jumat dan sekaligus pula membawanya mencapai putaran keempat Wimbledon untuk kedua kalinya.

Unggulan ketiga asal Ceko Pliskova melepaskan 14 ace untuk menandingi kecepatan kaki dan kelincahan Hsieh, mengamankan kemenangan dalam waktu satu jam 46 menit.

“Menurut saya, serve saya pada hari ini luar biasa… Saya senang menyebut diri saya sebagai spesialis di lapangan rumput. Tahun ini, saya tampil lebih baik dan saya menembus pekan kedua,” tuturnya seperti dikutip Reuters.

“Di lapangan rumput, ia adalah lawan yang sangat tangguh, ia melakukan pekerjaan yang hebat dalam beberapa bulan terakhir, dan saya sangat senang dapat mengalahkannya,” tambah Pliskova, yang kalah dari Hsieh di Dubai tahun ini.

Kedua petenis mengawali set pembukaan dengan penampilan meyakinkan, sebelum tempo permainan mengendur untuk membuat Hsieh dapat membiarkan Pliskova mematahkan servenya untuk memimpin 5-3.

Keunggulan itu sangat menguntungkan Pliskova, yang kemudian langsung “tancap gas” dan menutup set dengan ace keenamnya.

Hsieh meresponnya dengan balas mematahkan serve lawan pada set kedua untuk memimpin 4-2, dan petenis Taiwan itu menggagalkan empat break point pada gim ketujuh sebelum memenangi set kedua, dan memaksakan set ketiga harus dimainkan.

Pliskova, yang menaklukkan juara Wimbledon tahun lalu Angelique Kerber di final Eastbourne pekan lalu, menekan Hsieh dengan pukulan-pukulan groundstrokenya pada awal set ketiga untuk memimpin 3-1.

Ia tidak direpotkan dengan variasi pukulan yang dilepaskan Hsieh, dan menggagalkan upaya kebangkitan sang lawan untuk kemudian mengamankan kemenangan.

Pliskova selanjutnya akan berhadapan dengan sesama petenis Ceko, Karolina Muchova, yang mengalahkan unggulan ke-20 Anett Kontaveit dengan skor 7-6(7), 6-3.

Baca juga: Singkirkan Wozniacki, Zhang Shuai melaju ke 16 besar Wimbledon

Baca juga: Tomic didenda karena bermain di bawah standar

Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Finalis 2018 Kevin Anderson tersingkir dari Wimbledon

Jakarta (ANTARA) – Petenis putra yang mencapai final 2018, Kevin Anderson, tersingkir pada putaran ketiga Wimbledon 2019, Jumat.

Unggulan keempat asal Afrika Selatan itu kalah oleh Guido Pella asal Argentina dalam tiga set langsung 6-4, 6-3, 7-6 (7/4).

Dikutip dari AFP, Jumat, petenis Argentina berusia 29 tahun, yang untuk pertamakalinya mencapai pekan kedua turnamen Grand Slam itu, memegang kendali sejak awal dan penampilan bagusnya tersimpul dalam poin yang menakjubkan pada kedudukan 5-4 pada tie-break.

Kedua pemain bertukar pukulan voli beberapa kali sebelum unggulan 26 tersebut menyingkirkannya, berlutut dan mengeluarkan raungan kegembiraan.

Dia melakukan servis untuk menyudahi pertandingan, mengirim unggulan keempat asal Afrika Selatan itu pulang lebih awal dan akan melawan finalis 2016 Milos Raonic untuk mendapat tempat di perempat final.

Baca juga: Pliskova maksimalkan servisnya untuk atasi Hsieh

Baca juga: Singkirkan Wozniacki, Zhang Shuai melaju ke 16 besar Wimbledon

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Singkirkan Wozniacki, Zhang Shuai melaju ke 16 besar Wimbledon

Jakarta (ANTARA) – Petenis China Zhang Shuai mencapai putaran keempat Wimbledon untuk pertamakalinya, Jumat, bangkit dari ketertinggalan 0-4 pada set pembuka untuk mengalahkan mantan petenis nomor satu dunia Caroline Wozniacki.

Dikutip dari AFP, Jumat, Zhang, peringkat 60 dunia, adalah petenis putri China pertama sejak Peng Shuai pada 2015 yang mencapai pekan kedua di All England Club berkat kemenangannya 6-4, 6-2 atas unggulan 14 asal Denmark.

Sebelum tahun ini, Zhang yang berusia 30 tahun tidak pernah memenangi pertandingan babak utama pada Wimbledon dalam lima upayanya.

Ini adalah rekor yang merefleksikan perjuangananya sebelumnya — ia mempunyai rekor 0-14 pada Grand Slam sampai ia menembus perempat final Australia Open 2016.

Pada Jumat, ia melontarkan 26 winner melawan hanya delapan yang dihasilkan Wozniacki dan melaju untuk menghadapi salah satu antara Viktorija Golubic dari Swiss atau petenis Ukraina Dayana Yastremska.

Wozniacki, juara Australia Open 2018, belum pernah melewati putaran keempat di Wimbledon.

Kecintaanya pada turnamen ini tidak tertolong oleh ketidaksukaannya akan apa yang diklaimnya sebagai sejumlah keputusan buruk sistem tinjauan Hawkeye.

Baca juga: Serena Williams lewati tekanan Juvan untuk melaju ke putaran tiga

Baca juga: Tomic didenda karena bermain di bawah standar

Baca juga: Juara bertahan Angelique Kerber tumbang
 

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ganda putri Indonesia amankan langkah ke semifinal Thamrin Cup

Jakarta (ANTARA) – Ganda putri Indonesia Fitriani Sabatini/Fabriana Sabrina mengamankan langkah ke semifinal Thamrin Cup 2019 berkat kemenangan 6-3, 6-1 atas pasangan Sun Yi Fan/Chia Yi Tsao dalam pertandingan yang dimainkan di Lapangan Tenis Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro, Jakarta, Jumat.

Pada semifinal Sabtu, mereka akan berhadapan dengan pasangan Indonesia/Taiwan yakni Janice Tjen/ Wei Ning Fang.

Pada kategori ganda putra, pasangan Indonesia Ari Fahresi/Muhammad Akbar Ramadhani juga sukses melaju ke semifinal setelah menggulung pasangan India Kabir Hans /Udayvir Singh dengan skor 6-2, 6-3.

Sektor tunggal putri memiliki dua wakil di semifinal, yakni Janice Tjen dan Fitriani Sabatini setelah keduanya sukses menyingkirkan Sun Yifan dan Smrithi Bhasin.

Sedangkan pada sektor tunggal putra, Gunawan Trismuwantara menjadi satu-satunya perwakilan tuan rumah di semifinal setelah ia menaklukkan petenis Indonesia lainnya, Jerall Yasin.

Hasil-hasil pertandingan Thamrin Cup pada Jumat:

Tunggal putra
Gunawan Trismuwantara (Indonesia) vs Jerall Yasin (Indonesia) 6-2, 6-1
Jean Marc Malkowski (Swiss) vs Tzu Li Chang (Taiwan) 6-3, 7-5
Kabir Hans (India) vs Akhilendran Indrabalan (India) 6-2, 6-1
Guntinun Sootinun Opart (Thailand) vs Cooper White (Australia) 6-4, 6-3

Tunggal putri
Janice Tjen (Indonesia) vs Yifan Sun (China) 6-4, 7-5
Fitriani Sabatini (Indonesia) vs Smrithi Bhasin (India) 6-0, 6-1
Dainhee Kim (Korea Selatan) vs Shuoran Wang (China) 3-6, 1-6
Tanisha Kashyap (India) vs Mai Hasegawa (Jepang) 2-6, 1-6

Ganda putra
Daniel Gunawan (Indonesia)/Claudio Renardi Lumanau (Indonesia) vs Jian Keong Takeshi Koey (Malaysia)/Jerall Yasin (Indonesia) 1-6, 3-6

Lucky Chandra Kurniawan (Indonesia)/Tegar Abdi Satrio Wibowo (Indonesia) vs Jian Keong Takeshi Koey (Malaysia)/Jerall Yasin (Indonesia) 6-1, 4-6, 1-10.

Baca juga: Para petenis Indonesia masih bertahan di Thamrin Cup

Baca juga: Petenis Indonesia amankan tiket putaran kedua Thamrin Cup

Jean Marc Malkowski (Swiss)/Cooper White (Australia) vs Deepender Grewal (India)/Dhruv Tangri (India) 6-4, 6-2

Tzu Li Chang (Taiwan)/Naufal Sidddiq Kamaruzaman (Malaysia) vs Hong Lin Fu (Taiwan)/Kai Shiang Yang (Taiwan) 1-6, 3-6

Ari Fahresi (Indonesia)/Muhammad Akbar Ramadhani (Indonesia) vs – Kabir Hans (India)/Udayvir Singh (India) 6 2, 6-3

Ganda putri
Wei Ning Fang (Taiwan)/Janice Tjen (Indonesia) vs Priyanshi Bhandari (India)/Vineetha Mummadi (India) 6-1, 6-2

Yifan Sun (China)/Chia Yi Tsao (Taiwan) vs Fitriani Sabatini (Indonesia)/Fitriana Sabrina (Indonesia) 3-6, 1-6

Shuoran Wang (China)/Xiaoyan Xue (China) vs Fang An Lin (Taiwan)/Jessica Christa Wirahadipoernomo (Indonesia) 6-3, 6-2

Hsuan Huang (Taiwan)/Ke Syuan Jhang (Taiwan) vs Krystal Blanch (AS)/Cartika Wisesha Dewi Larasati (Indonesia) 6-3, 6-3.

Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tenis Wimbledon: Zhang Shuai taklukan Wozniacki

Petenis China Zhang Shuai berteriak gembira saat melakukan selebrasi kemenangan usai pertandingan melawan petenis Denmark Caroline Wozniacki di Turnamen Tenis  Wimbledon, di  London, Inggris, Jumat (5/7/2019). Zhang Shuai melaju ke babak berikutnya usai mengalahkan Wozniacki dua set langsung 6-4 dan 6-2. ANTARA FOTO/Reuters- Andrew Couldridge/hp.

Kalahkan Nick Kyrgios, Nadal raih kemenangan ke-50 di Wimbledon

Petenis Spanyol Rafael Nadal merayakan kemenangan usai mengalahkan petenis Australia Nick Kyrgios pada babak kedua Wimbledon di All England Lawn Tennis and Croquet Club, London, Jumat (5/7/2019). Rafael Nadal mengalahkan Nick Kyrgios dengan skor 6-3, 3-6, 7-6 (7/5), 7-6 (7/3). Ini adalah kemenangan ke-50 Nadal pada turnamen ini dalam upayanya memburu gelar Wimbledon ketiga. ANTARA FOTO/REUTERS/Hannah McKay/pras.

Tomic didenda karena bermain di bawah standar

Jakarta (ANTARA) – Petenis Australia Bernard Tomic didenda sebesar 45.000 pounds karena “tidak memenuhi standar-standar profesional” saat bermain, setelah ia hanya memberikan usaha minimal ketika dikalahkan Jo Wilfred Tsonga di Wimbledon pada Jumat dini hari WIB, kata panitia penyelenggara seperti dikutip Reuters.

Para penggemar terlihat dongkol ketika petenis peringkat 96 itu menelan kekalahan 2-6, 1-6, 4-6 pada pertandingan Selasa. Melalui media sosial, mereka ramai-ramai menyebut penampilan Tomic sebagai “mengerikan” dan memalukan.

“Ini merupakan opini wasit bahwa penampilan Bernard Tomic pada pertandingan putaran pertama dia melawan Jo-Wilfried Tsonga tidak memenuhi standar-standar profesional, dan oleh sebab itu ia didenda dengan jumlah maksimal 45.000 pound yang akan dipotong dari uang hadiah,” demikian pernyataan panitia penyelenggara.

Para petenis yang kalah di putaran pertama semestinya mendapatkan 45.000 pound. Oleh sebab itu Tomic meninggalkan turnamen ini dengan tangan hampa setelah perseteruan terkininya dengan panitia penyelenggara di All England Club.

Ia pernah didenda sebesar 15.000 dolar pada 2017 setelah mengaku berpura-pura cedera saat kalah dari Mischa Zverev di putaran pertama, di mana belakangan ia berkata bahwa dirinya “bosan” dengan Wimbledon.

Ketika diminta menjelaskan mengenai penampilannya pada Selasa, Tomic hanya mengatakan bahwa ia bermain sangat buruk.

Bagaimanapun, ia mendapat dukungan dari petenis lain, dalam hal ini Tsonga. Petenis Prancis itu setelah menang atas Ricardas Berankis pada Selasa menyatakan dirinya bersimpati dengan Tomic.

“Hal itu begitu menyentuh. Mereka (panitia penyelenggara) akan melakukan hal itu terhadap dia dan tidak dengan petenis lain? Dan menurut saya itu sedikit berlebihan,” kata Tsonga kepada para pewarta.

“Pada set ketiga ia bermain baik dan itu adalah set yang ketat. Dan saya bermain baik untuk memenangi set ini,” tambahnya.

Petenis putri AS Sloane Stephens juga terkejut dengan denda yang dijatuhkan kepada Tomic. Stephens sendiri merasa dirinya kurang setuju dengan cara panitia penyelenggara menentukan apakah seorang petenis sudah memberikan usaha terbaik atau tidak.

“Ketika Anda mulai melakukannya dan menjadi hakim terhadap apa yang terjadi, dan bagaimana orang-orang mendapatkan penghidupan, maka saat itu semua menjadi lebih sulit,” tuturnya.

KPPU minta sanksi denda dinaikkan

Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Serena Williams lewati tekanan Juvan untuk melaju ke putaran tiga

Jakarta (ANTARA) – Juara Grand Slam 23 kali Serena Williams bangkit dari ketertinggalan di set pertama dan selanjutnya mampu menguasai pertandingan untuk mengalahkan pemain Slovenia Kaja Juvan 2-6, 6-2, 6-4.

Kemenangan pemegang tujuh gelar juara Wimbledon atas petenis berusia 18 tahun itu pun mengantarkannya ke putaran ketiga Wimbledon.

Baca juga: Williams inginkan momentum saat ladeni Juvan

“Pada dasarnya saya kurang bagus di pertandingan, saya bisa merasakannya,” tutur Williams dalam konferensi pers usai pertandingan, melansir wtatennis.com, Jumat.

Sebagai unggulan ke-11 pada kejuaraan bergengsi itu, petenis Amerika Serikat itu sempat meradang setelah kalah pada set pertama dan menghabiskan 94 menit pertandingan.

Juvan yang lahir pada1999, memiliki catatan kemenangan dua medali emas di Youth Olympic Games tahun lalu, serta membuat debut seri utama tingkat tur tiga pekan lalu di French Open (Roland Garros) meski kalah dari perempatfinalis 2009, Sorana Cirstea.

Dia mengejutkan Kristyna Pliskova untuk kemenangan pertama dalam pertandingan seri WTA.

“Saya suka tekanan, lebih suka berada di posisi ini daripada yang lain, dan kadang-kadang permainan terbaikku muncul saat sedang terdesak. Saya seorang petarung dan tidak pernah menyerah,” pungkas Williams.

Menunggu Williams di putaran ketiga adalah petenis Jerman Julia Goerges, yang lolos dari putaran kedua turnamen dengan kemenangan dua set langsung atas Varvara Flink.

Baca juga: Meghan rela keluar istana demi Serena sang sahabat
Baca juga: Federer ajari Pangeran George bermain tenis
Baca juga: Rafael Nadal bungkam Nick Kyrgios

Serunya bermain tenis meja di dalam Pasar Grogol

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kyrgios kagumi ketahanan fokus Nadal di pertandingan

Jakarta (ANTARA) – Meski kalah dalam pertandingan putaran kedua Wimbledon melawan Rafael Nadal di Centre Court, Kamis waktu setempat, Nick Kyrgios mengaku mendapat pelajaran berharga dari lawannya tersebut saat dikalahkan dengan skor 3-6, 6-3, 6-7 (5/7), 6-7 (3/7).

Usai pertandingan tersebut, Kyrgios melihat bahwa tingkat ketahanan fokus Nadal saat menghadapi permainannya merupakan hal yang patut dikagumi.

Baca juga: Rafael Nadal bungkam Nick Kyrgios

“Kemampuannya sangat bagus, dia memainkan setiap poin dan tidak membiarkan kehilangan satu poin pun. Saya merasa seperti kami adalah kutub yang berlawanan. Kemampuannya untuk bermain konsisten setiap hari dalam persaingan tentu istimewa. Itu bukan hal mudah,” ujar petenis Australia itu melansir atptour.com, Jumat.

Kyrgios telah membuktikan bahwa ia memiliki permainan berkualitas untuk bersaing dengan para pemain terbaik dalam olahraga.

Perempat finalis Wimbledon 2014 itu memiliki setidaknya satu kemenangan melawan masing-masing anggota Empat Besar, yaitu Nadal, Roger Federer, Novak Djokovic dan Andy Murray.

Jadi tidak mengherankan bahwa begitu ia menemukan pijakannya setelah kebobolan di set awal, ia mampu membalas pukulan-pukulan yang dilayangkan petenis Spanyol legendaris itu.

“Saya tahu apa yang bisa kulakukan, saya pemain tenis yang hebat. Tapi ada banyak hal yang perlu ditingkatkan untuk mencapai tingkatan yang dimiliki Rafa, Novak, Roger yang sudah lama mereka miliki,” katanya.

Pada akhirnya, permainan apik Kyrgios tidak cukup baik untuk membendung Nadal yang sudah memegang gelar juara Wimbledon dua kali.

Nadal pun kini bisa berbangga setelah unggul 4-3 dalam catatan pertemuan melawan Kyrgios.

Peringkat dua dunia itu lebih konsisten di saat-saat penting, dan itulah yang mengirimnya untuk maju ke putaran ketiga melawan mantan nomor lima dunia Jo-Wilfried Tsonga.

Baca juga: Rahasia Wang Qiang lewati babak kedua
Baca juga: Andy Murray telah kembali dan langsung menang

Serunya bermain tenis meja di dalam Pasar Grogol

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Federer ajari Pangeran George bermain tenis

Jakarta (ANTARA) – Sebagai petenis yang dikenal luas, Roger Federer memiliki jutaan penggemar di seluruh dunia, bahkan salah satunya sangat spesial yaitu Pangeran George dari Cambridge yang masih berusia lima tahun.

Federer memberi putra pasangan Pangeran William dan Catherine Middleton itu pelajaran tenis di Bucklebery Manor, rumah orang tuanya The Duchess of Cambridge, di sela-sela kesiapannya dalam menjalani turnamen Wimbledon.

Baca juga: Pangeran George rayakan ulang tahun kelima

“Di sesi itu hanya tentang menyentuh bola, itu sudah bagus. Saya begitu beruntung bisa menghabiskan waktu bersamanya, saya satu-satunya pemain yang pernah dia temui,” tutur Federer.

Pangeran George tentu punya alasan mengapa mengagumi petenis berusia 37 tahun asal Swiss tersebut, mengutip atptour.com, Jumat.

“Dia anak laki-laki yang lucu. Saya senang ternyata ia menyukai tenis atau olahraga. Pasti ibunya selalu mendukungnya untuk menyukai tenis. Saya berharap dia akan tetap menjadi penggemarku dalam beberapa tahun ke depan,” katanya menambahkan.

Baca juga: Kyrgios kagumi ketahanan fokus Nadal di pertandingan
Baca juga: Rafael Nadal bungkam Nick Kyrgios

Serunya bermain tenis meja di dalam Pasar Grogol

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rafael Nadal bungkam Nick Kyrgios

London, Inggris (ANTARA) – Rafael Nadal mengalahkan Nick Kyrgios 6-3, 3-6, 7-6 (7/5), 7-6 (7/3) dalam pertandingan babak kedua Wimbledon yang diselimuti cuaca buruk dan badai di Centre Court, Kamis waktu setempat.

Ini adalah kemenangan ke-50 Nadal pada turnamen ini dalam upayanya memburu gelar Wimbledon ketiga dan ke-19 turnamen besarnya.

Kyrgios yang dua kali gagal mengakhiri game point mendapatkan hukuman karena prilaku tak sportif dan perang mulut dengan wasit Damien Dumusois.

Petenis berusia 24 tahun itu menggambarkan sang wasit sebagai aib dan mencerca caranya memimpin pertandingan eksplosif yang disebutnya “menyedihkan”.

“Saya telah mengalahkan lawan yang tangguh. Ketika dia ingin tampil sebaik-baiknya, maka dia adalah salah satu lawang paling tangguh yang mungkin bisa Anda hadapi,” kata Nadal seperti dikutip AFP.

Baca juga: Mourinho nilai Nadal bisa jadi pesepakbola fantastis

“Biasanya menghadapi saya dan pemain-pemain top, dia ingin berusaha keras dan ketika dia melakukannya, dia sangat tangguh.”

Kyrgios terkenal karena mengalahkan Nadal ketika masih menjadi remaja penyandang wildcard berperingkat 144 pada Wimbledon edisi 2014.

Sejak itu kedua petenis berubah menjadi dua kutub yang kontras berlainan di mana Kyrgios yang asal Australia itu menyebut juara Grand Slam 18 kali asal Spanyol itu sebagai “kubu sebaliknya” dari dia.

Kyrgios mengawali laga melawan Nadal pada Wimbledon kali ini dengan pernyataan, “Kami saling menghormati.”

Baca juga: Federer genapi catatan 10-0 lawan petenis wildcard di Grand Slam

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rahasia Wang Qiang lewati babak kedua

London, Inggris (ANTARA) – Petenis China Wang Qiang mengungkapkan bahwa kepercayaan diri adalah segalanya untuk menciptakan kejutan pada turnamen Grand Slam di Inggris, Wimbledon.

Unggulan ke-15 pada Wimbledon edisi ini tersebut menghentikan perlawanan petenis Slowakia Tamara Zidansek 6-1, 6-2 dalam tempo 54 menit di Lapangan 17, Kamis waktu setempat, untuk melaju ke babak ketiga.

Wang tengah tampil pada puncak penampilannya dengan menemukan kepercayaan diri yang tinggi.

Petenis berusia 27 tahun itu sedang menapaki peringkat tertinggi sepanjang karirnya, setelah melaju ke perempat final di Praha dan Miami.

Apa sih rahasia sukses dia? “Kepercayaan diri,” jawab dia seperti dikutip AFP.

“Tahun lalu saya sungguh percaya diri, tetapi saya kira saya butuh lebih, oleh karena itu saya bangun kepercayaan diri saya sepanjang paruh kedua musim ini. Lebih percaya diri di lapangan,” kata dia kepada AFP.

Baca juga: Juara bertahan Angelique Kerber tumbang

Peringkat dia terus naik dari 114 menjadi 70, lalu 45 dan kemudian 20, dalam empat tahun terakhir.

“Saya bermain sangat agresif. Saya melakukan segalanya dengan benar. Saya sangat fokus di lapangan. Saya senang pada apa yang saya lakukan di lapangan,” kata dia.

Pada penampilan pertamanya dalam babak ketiga All England Club, Wang akan ditantang Elise Mertens yang menjadi unggulan ke-21, pada babak 32 besar, Sabtu esok.

Mertens dari Belgia mengalahkan petenis Rumania Monica Nicolescu 7-5, 6-0 pada babak kedua.

“Saya kira dia bermain sungguh agresif di lapangan,” kata Wang tentang calon lawannya itu. “Saya cuma akan menjadi diri saya sendiri dan bermain tidak terlalu defensif. Saya akan terus mencoba memukulnya.”

Baca juga: Mourinho nilai Nadal bisa jadi pesepakbola fantastis

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Juara bertahan Angelique Kerber tumbang

London, Inggris (ANTARA) – Upaya Angelique Kerber mempertahankan gelar juara Wimbledon berakhir lebih dini setelah pada babak kedua ditumbangkan Lauren Davis 2-6, 6-2, 6-1, Kamis waktu setempat.

Petenis Jerman berusia 31 tahun yang memasuki gelanggang Wimbledon dengan bekal mencapai final Eastbourne itu harus melewati pengalaman tersingkir paling dini sejak kalah pada babak yang sama dalam edisi 2013.

Davis kini menyamai penampilan terbaiknya pada Wimbledon dengan mencapai babak ketiga untuk menghadapi unggulan ke-30 dari Spanyol Carla Suarez Navarro untuk memperebutkan satu tempat ke 16 besar.

“Ini berarti segalanya karena inilah yang jadi tujuan kerja saya,” kata Davis seperti dikutip AFP. “Saya sedikit gugup. Saya senang sekali bisa menang, nyaris tidak nyata.”

Baca juga: Federer genapi catatan 10-0 lawan petenis wildcard di Grand Slam

Belum lama tahun ini Davis diperingkatkan di luar 250 besar dunia, tetapi masuk lagi ke 100 besar dunia. “Ya memang perjalanan yang keras dan proses belajar serta berkembang menjadi pemain dan orang,” kata dia.

“Penurunan peringkat telah membuat kemenangan ini lebih berarti.”

Davis mengaku sempat ragu tetapi jauh di lubuk hatinya dia selaku yakin bisa mencetak sukses. “Saya percaya kepada kemampuan saya,” kata dia seperti dikutip AFP.

“Bagi saya dalam pertandingan ini pembalikan poin adalah ketika saya memimpin 3-2 pada set kedua dan saya meyakinkan diri saya, kamu tempatnya di sini, kamu bisa melakukan ini.”

Baca juga: Pliskova tumpas Kerber untuk juarai Eastbourne International

Baca juga: Unggulan pertama Barty menang mudah di putaran kedua

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2019