Bencic tantang Kvitova di final Dubai

Saya senang saya mampu bangkit pada set kedua

Jakarta (ANTARA News) – Petenis Swiss Belinda Bencic selangkah lagi akan mengakhiri paceklik gelar setelah ia menyingkirkan juara bertahan Elina Svitolina 6-2, 3-6, 7-6(3) untuk mencapai final Dubai Duty Free Tennis Championships, Jumat petang waktu setempat.

Bencic akan menghadapi unggulan kedua Petra Kvitova pada final, Sabtu, setelah petenis Ceko tersebut bangkit dari kehilangan set pembuka untuk mengalahkan petenis bukan unggulan asal Taiwan Hsieh Su-wei 3-6, 6-2, 6-4 pada semifinal lainnya.

Svitolina, yang mencapai babak empat besar tanpa kehilangan satu set pun, kehilangan servisnya pada awal pertandingan dan melakukan 10 kesalahan sendiri ketika ia kehilangan set pertama tanpa mencetak satu break point pun melawan Bencic.

Petenis Swiss berusia 21 tahun, Bencic, yang menjadi juara di Eastbourne dan Toronto pada 2015 dan mencapai peringkat tertinggi dalam kerirnya, ranking tujuh dunia pada 2016 sebelum cedera menghentikan progresnya, memenangi 85 persen dari poin servis pertamanya saat ia mendominasi set pembuka, namun Svitolina membalikkan kedudukan pada set kedua.

Petenis Ukraina tersebut, yang menang di Dubai pada dua turnamen terakhir, tidak menyerah tanpa perjuangan, mematahkan Bencic pada awal set kedua sebelum melaju untuk memaksakan set penentuan.

Kedua pemain bertahan dengan servis masing-masing pada set ketiga hingga Svitolina mematahkan servis lawannya untuk memimpin 5-3, namun kemudian Bencic merebut delapan poin beruntun.

Svitolina menyelamatkan tiga match point untuk memaksakan tibreak dan kali ini Bencic tidak melakukan kesalahan, memenangi empat dari lima lima poin terakhir untuk membukukan tempat di final.

Sementara itu, runner-up Australia Terbuka Kvitova kehilangan set pembuka melawan Hsieh namun ia berhasil menerapkan taktik yang cerdik pada pertengahan laga yang mengubah jalannya pertandingan.

Petenis Taiwan, yang menyingkirkan juara Wimbledon Angelique Kerber dan unggulan keempat Karolina Pliskova dalam perjalanan menuju semifinal itu, membuat Kvitova menebak-nebak dengan pilihan pukulan yang tidak lazim dan segera membuat petenis peringkat empat dunia itu tertinggal.

“Amat sulit hari ini, pasti,” kata Kvitova, pemenang dua gelar Wimbledon seperti dikutip Reuters.

“Ia benar-benar tidak memberi saya apapun dengan cuma-cuma. Set pertama berat. Saya senang saya mampu bangkit pada set kedua. Saya tidak bermain bagus pada akhir set pertama,” katanya.

Kvitova, juara di Dubai pada 2013, mengubah semuanya pada set kedua. Cara itu menguntungkan bagi Kvitova sehingga ia melaju untuk memimpin 4-1 sebelum merebut set tersebut untuk memaksakan set penentuan.

Kedua pemain mengawali set ketiga dengan saling mematahkan servis, namun Kvitova kembali mematahkan servis lawannya dan kemudian mempertahankan servisnya untuk memimpin sebelum memastikan kemenangan.

Baca juga: Hsieh ke semifinal Dubai setelah singkirkan Pliskova

Penerjemah: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019