Beatrice melaju, Jessy terhenti di Singapore W25

Jakarta (ANTARA) – Petenis putri Indonesia Beatrice Gumulya melaju ke perempat final, sementara langkah Jessy Rompies terhenti pada turnamen Singapore W25.

Beatrice mengamankan posisinya di babak perempat final setelah bangkit dari kehilangan set pertama untuk mengalahkan petenis India Rutuja Bhosale di Kallang Tennis Centre, Singapura, Kamis dengan skor akhir 1-6, 6-4, 6-1, demikian hasil dari laman ITF Tennis.

Pada set pertama, Beatrice tidak mampu berbuat banyak ketika hanya diberi kesempatan memperoleh satu poin. Ia harus mengakui keunggulan lawannya yang merebut empat gim terakhir untuk memenangi set pembuka 6-1.

Set kedua menjadi babak yang mendebarkan, Beatrice kembali tertinggal saat lawannya kembali memenangi empat gim, beruntung mampu membalikkan keadaan dan memimpin 4-1.

Namun, itu menjadi titik balik Beatrice untuk menyamakan kedudukan masing-masing satu set.

Ia mematahkan servis lawannya hingga dua kali pada gim ketujuh dan gim kesembilan untuk mengejar poin-poin yang tertinggal, kegigihannya menghasilkan skor 6-4 pada set kedua.

Selanjutnya Beatrice menguasai pertandingan pada set penentuan, ia mengalahkan lawannya secara telak dengan skor akhir 6-1. Poin-poinnya diraih antara lain berkat pukulan as dan mematahkan servis lawannya masing- masing sebanyak dua kali.

Kemenangannya ini berhasil membawa Beatrice melangkah ke babak perempat final yang akan melawan petenis unggulan 8 asal India Riya Bhatia.

Sementara itu, Jessy harus pulang lebih awal setelah langkahnya dihentikan petenis Thailand Jundakate Chompootip dengan skor akhir 7-5, 4-6, 4-6 pada hari yang sama.

Set pertama merupakan awal yang baik bagi wanita kelahiran Jakarta itu, ia memimpin pertandingan dengan merebut set pembuka 7-5.

Namun, ia tidak mampu mempertahankan keunggulan sehingga kehilangan dua set berikutnya 4-6, 4-6.

Baca juga: Beatrice Gumulya ke babak 16 besar Singapore W25

Baca juga: Aldila Sutjiadi incar medali emas SEA Games Filipina
 

Pewarta: Livia Kristiani
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019