Tsonga singkirkan peringkat delapan dunia Khachanov di Washington

Jakarta (ANTARA) – Petenis Prancis Jo-Wilfried Tsonga mengalahkan rival pertama dari 10 peringkat teratas dalam hampir dua tahun, ketika ia menyingkirkan petenis Rusia unggulan kedua Karen Khachanov 6-4, 2-6, 7-5, Selasa waktu setempat, pada turnamen ATP Washington Open.

Petenis Prancis berusia 34 tahun, peringkat 70 dunia itu, menyisihkan peringkat delapan Khachanov dalam waktu satu jam dan 58 menit, maju ke putaran ketiga event pemanasan turnamen lapangan keras US Open.

“Saya memainkan tenis dengan sangat baik,” kata Tsonga seperti dikutip AFP, Rabu. “Semuanya berjalan OK. Sangat senang bisa lolos. Senang melihat hasil dari semua kerja keras itu.”

Tsonga, yang kalah pada satu-satunya final Grand Slam dari Novak Djokovic pada Australia Open 2008, telah kalah dalam enam pertandingan beruntun melawan petenis 10 peringkat teratas sejak mengalahkan peringkat lima asal Jerman Alexander Zverev pada perempat final Vienna, Oktober 2017.

Tsonga maju ke putaran ketiga untuk melawan unggulan 13 asal Inggris Kyle Edmund, yang mengalahkan petenis Afrika Selatan Lloyd Harris 6-1, 6-4.

Sementara itu petenis Rusia Daniil Medvedev mencapai putaran ketiga dengan menundukkan petenis AS dengan fasilitas wildcard Bjorn Fratangelo 6-3, 6-4.

Petenis nomor 10 dunia itu kemungkinan bertemu lawan cedera pada putaran ketiga ketika pemain peringkat 40, favorit tuan rumah, Frances Tiafoe mengalahkan petenis Kazakhstan Alexander Bublik 6-1, 7-6 (7/5) kemudian segera pergi dengan cedera kaki.

“Saya sangat gembira kembali ke rumah dengan kemenangan,” kata unggulan 16 Tiafoe dalam satu pernyataan.

“Sayangnya pada akhir pertandingan saya merasa kaki saya terpelintir. Demi memastikan saya bisa memainkan pertandingan saya berikutnya sepenuhnya, saya akan memeriksakan kaki saya.”

Petenis Australia Bernard Tomic kurang beruntung, menarik diri dari pertandingan putaran pertama karena cedera jari. Petenis Jerman lucky loser Peter Gojowczyk menggantikan posisinya dan menyingkirkan Andrey Rublev dari Rusia 7-6 (8/6), 4-6, 7-6 (7/2).

Baca juga: Bintang Wimbledon Coco masih mulus di kualifikasi Washington

Baca juga: Kuznetsova akhirnya mendapat visa ke AS

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Baveti dorong Pelti rutin gelar kompetisi tenis junior

Jakarta (ANTARA) – Badan Veteran Tenis Indonesia (Baveti) mendorong Persatuan Tenis Lapangan Seluruh Indonesia (Pelti) untuk rutin menggelar kompetisi tenis tingkat junior demi regenerasi atlet di masa depan.

“Yang muda-muda ini kan tadinya mau digalakkan, tapi kami harapkan lebih banyak (kejuaraan) di Pelti untuk yang junior-junior,” kata Ketua Umum Baveti Theo L. Sambuaga di Elite Club Epicentrum, Rasuna, Jakarta, Rabu.

Theo mengatakan saat ini Pelti tengah bekerja keras membangkitkan tenis dengan menggelar berbagai kompetisi baik skala regional maupun nasional.

Baveti sebagai organisasi atlet tenis veteran siap membantu Pelti engembangkan potensi bibit unggul tenis agar Indonesia bisa berbicara banyak di kancah dunia.

“Baveti tidak mengurus prestasi yang mengurusnya Pelti. Kita mendukung dengan membantu kerja sama sehingga kalau Pelti ada kejuaraan kita hadir membantu untuk pembinaan pemain pemula,” kata Theo.

Baca juga: 295 atlet veteran ikuti kejuaraan tenis Baveti Indonesia Open 2019

Selain itu, sejumlah anggota Baveti adalah para legenda tenis yang pernah merasakan gelar juara baik nasional dan internasional seperti Yustedjo Tarik, Hadiman, hingga Samudera Sangitan yang disebut Theo siap membantu pembinaan pemain pemula dengan terjun langsung memberikan Coaching Clinic.

“Kita di Baveti ini, idealnya untuk supaya kita bisa memberikan motivasi pada junior. Ada Hadiman, Yustedjo, ini kan pemain yang pernah juara di Asian Games ataupun Sea Games,” kata Theo.

Dia berharap muncul lagi nama-nama atlet berprestasi yang bisa mengharumkan nama Indonesia.

Saat ini sejumlah petenis Indonesia sering mengikuti turnamen-turnamen internasional seperti Christopher Rungkat, Aldila Sutjiadi, Beatrice Gumulya, dan Jessie Rompies.

“Kita harapkan tenis bisa reborn lagi. Sekarang ada pemain seperti Aldila, kita akan terus support,” kata dia.

Baca juga: Kejuaraan tenis Baveti Indonesia Open 2019 naik tingkat

Ingin regenerasi, Christopher Rungkat dirikan CBR Foundation

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

295 atlet veteran ikuti kejuaraan tenis Baveti Indonesia Open 2019

Jakarta (ANTARA) – Sebanyak 295 atlet senior atau veteran mengikuti kejuaraan tenis khusus Baveti Indonesia Open 2019 yang digelar di Elite Club Epicentrum, Rasuna, Jakarta, pada 31 Juli hingga 4 Agustus 2019.

“Kita menggalakkan olahraga supaya veteran semakin bersemangat untuk main. Jadi junior-junior bisa ikut termotivasi karena kita yang tua-tua masih ambisi untuk main,” ujar Ketua panitia pelaksana kejuaraan Baveti Indonesia Open, Johnny Lontoh, Rabu.

Johnny mengatakan Baveti Indonesia Open 2019 ini berhasil menyedot kepesertaan atlet tenis senior mancanegara. Tercatat sebanyak 38 atlet dari 18 negara ikut serta dalam ajang yang masuk dalam rekomendasi standar Federasi Tenis International (ITF Seniors).

Adapun atlet internasional yang ikut kejuaraan berasal dari negara Argentina, Ghana, Inggris, Hong Kong, China, India, Amerika, Australia, Thailand, Singapura dan Malaysia.

“Petenis-petenis veteran Indonesia sangat antusias sekali pada kejuaraan internasional ini,” katanya.

Daya tarik dari kejuaraan ini kata dia, atlet senior bisa meraih ITF Seniors point yang cukup signifikan. Apabila pada tahun 2017 dengan Grade lima juara memperoleh 40 poin, sekarang dengan Grade dua juara dapat memperoleh 140 poin.

“Artinya kalau yang ikut main di sini dia dapet poinnya jauh lebih banyak 140 poin. Jadi oleh karena itu, menjadi incaran pemain senior dari internasional yang ranking,” kata dia.

Legenda tenis nasional juga ikut serta dalam kejuaraan tahun ini seperti Yustedjo Tarik, Hadiman, Andi Mallarangeng, hingga Samudera Sangitan yang juga merupakan panitia kejuaraan.

Adapun kelompok usia yang dipertandingkan baik tunggal maupun ganda adalah untuk pria 40+, 45+, 50+, 55+, 60+, 65+ dan 70+. Untuk wanita adalah 40+, 50+ dan 60+.

Kejuaraan yang masuk edisi kedua dan masuk mata rantai dari ITF Seniors Circuit 2019 itu akan mempertandingkan nomor tunggal dan ganda dan memperebutkan hadiah sebesar US$ 12.000 atau setara dengan Rp171.600.000.

Baca juga: Kejuaraan tenis Baveti Indonesia Open 2019 naik tingkat

Ingin regenerasi, Christopher Rungkat dirikan CBR Foundation

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Coco Gauff dikalahkan petenis Kazakh di negeri sendiri

Washington (ANTARA) – Petenis remaja idola baru Amerika Serikat, Coco Gauff, menyerah kepada petenis Kazakhstan Zarina Diyas 6-4, 6-2, Selasa waktu Amerika Serikat, pada babak pertama Citi Open.

Pada pertandingan ini, Gauff mendapatkan undian utamanya dalam pertandingan tunggal sejak kiprah mempesonanya pada Wimbledon lalu.

Baca juga: Kejutan besar, Venus tumbang di tangan anak SMA

Setelah maju mundur pada set pertama, Gauff berpeluang membalikkan keadaan pada set pertama. Dia memimpin 40-15 untuk menyamakan 3-3 pada set ini.

Tapi Diyas empat poin berturut-turut untuk balik menggebrak dan menang. Kesalahan ganda yang dilakukan Gauff membuat Diyas mencatat poin kemenangan pada set kedua. Setelah ini Gauff tak bisa lagi menembus untuk menyerah 2-6.

Baca juga: Muguruza kagumi mental dan fisik Rafael Nadal

Gauff mencetak lima ace, tapi juga menciptakan lima kesalahan ganda.

Jika melihat daftar peringkat WTA, maka kekalahan Gauff ini tidak mengejutkan karena remaja ini hanya berperingkat 146, sedangkan Diyas berperingkat 84.

Tetapi setelah penampilan cemerlangnya pada Wimbledon lalu, kekalahan Gauff ini cukup mengejutkan, demikian Washington Times dalam lamannya, hari ini.

Baca juga: Bintang Wimbledon Coco masih mulus di kualifikasi Washington

Baca juga: Serena dan Coco sama-sama terinspirasi wanita ini

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Muguruza kagumi mental dan fisik Rafael Nadal

Jakarta (ANTARA) – Petenis putri Spanyol Garbine Muguruza dalam wawancara dengan Las Provincias mengaku mengagumi ketahanan fisik dan mental rekan senegaranya Rafael Nadal.

Peraih gelar juara dua turnamen Grand Slam itu berkata, “Ada atlet seperti Rafa yang memiliki tubuh yang luar biasa kuat dan yang juga tidak mengenal lelah.”

Muguruza juga memuji tekad baja Nadal untuk selalu menang.

“Kombinasi banyak hal yang membuat karir Anda bertahan selama mungkin,” kata Muguruza dalam laman tennisworldusa.org.

Baca juga: Murray mungkin lebih cepat kembali ke nomor tunggal

“Yang dia lakukan itu menakjubkan. Dia membuat kita merasa mudah, tetapi kita harus tahu bahwa kita beruntung menyaksikan pemain seperti ini.”

Ketika ditanya apakah kehidupan dia cuma tenis, Muguruza menjawab, “Anda tahu sepanjang waktu kehidupan tidak seperti itu. Sejak kecil, kehidupan saya selalu tenis, prioritas besar saya. Terus seperti ini, tetapi Anda harus mencari keseimbangan untuk menghidupkannya.”

“Sadar itu bukanlah hidup yang normal, Anda atlet elite dan Anda harus merawat tubuh Anda, demi mendapatkan kehidupan yang sehat dan lebih kuat,” sambung Muguruza.

Ketika ditanya bagaimana dia mengatasi semua inovasi teknologi, Muguruza menjawab, “Tim saya menggunakan semua senjata yang bisa bermanfaat dalam rangka meningkatkan diri.”

Baca juga: Sharapova-Venus Williams dapat wildcard Western & Southern Open

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Murray mungkin lebih cepat kembali ke nomor tunggal

Jakarta (ANTARA) – Mantan petenis nomor satu dunia Andy Murray mempertimbangkan untuk kembali ke nomor tunggal di Cincinnati bulan depan dan mengatakan bahwa ia “semakin dekat dari yang ia kira” untuk siap.

Petenis berusia 32 tahun itu tidak pernah bermain tunggal sejak kalah pada putaran pertama Australia Open pada Januari lalu oleh petenis Spanyol Roberto Bautista Agut, setelahnya ia menjalani operasi pinggul sebagai upaya menyelamatkan karirnya.

Ia kembali beraksi pada nomor ganda di Queen’s Club tahun ini, memenangi gelar bersama petenis Spanyol Feliciano Lopez, dan juga bermain ganda putra bersama Pierre-Hugues Herbert dari Prancis dan ganda campuran bersama Serena Williams di Wimbledon.

Murray, juara tiga kali Grand Slam, sebelumnya mengatakan adalah sangat tidak mungkin ia siap bermain tunggal pada US Open, namun sekarang yakin kembalinya pada turnamen lapangan keras Cincinnati dalam dua pekan adalah mungkin.

“Saya lebih dekat dari yang kukira,” kata Murray pada Citi Open di Washington tempat ia bermain ganda bersama saudaranya Jamie sebagaimana dikutip Reuters, Selasa.

“Skenario kasus terbaiknya mungkin Cincinnati,” katanya.

“Lalu, jika saya tidak bisa bermain di Cincinnati, ada peluang bagus saya mungkin menunggu hingga setelah New York, karena saya juga tidak ingin turnamen pertama saya, memainkan yang terbaik dari lima set.”

Murray mengatakan ia sedang berlatih tunggal di Washington dan ia juga mendaftar untuk bermain ganda di Rogers Cup pekan depan di Toronto bersama Lopez.

“Dalam hal bergerak serta bangun pada hari berikutnya, saya merasa baik,” kata Murray. “Saya cukup dekat tapi ada hal-hal yang perlu diperbaiki.

“Saya bisa (bermain tunggal), namun untuk mencapai apa yang saya inginkan, saya harus kembali ke gym dan memperbaiki kardio saya.”

Baca juga: Murray belum akan main tunggal di US Open

Baca juga: Murray gandeng kakak untuk ganda Washington Open

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sharapova-Venus Williams dapat wildcard Western & Southern Open

Jakarta (ANTARA) – Mantan peringkat satu dunia dan beberapa kali juara Grand Slam, Maria Sharapova dan Venus Williams memperoleh wildcard pertama untuk turnamen Western & Southern Open 2019.

Kedua pemain bergabung pada babak utama turnamen yang akan berlangsung 10-18 Agustus di Lindner Family Tennis Center di Mason, Ohio.

“Maria dan Venus adalah dua juara besar dalam sejarah tenis,” kata Direktur Turnamen Western & Southern Open Tournament Andre Silva. “Kami menanti keduanya bergabung dengan lapangan kami yang berkelas dunia dan bersemangat untuk turnamen yang berlangsung akhir pekan depan,” katanya seperti dikutip laman WTA Tour, Selasa.

Sharapova mempunyai 36 gelar dalam karirnya, termasuk lima pada turnamen Grand Slam dan salah satu dari hanya enam putri yang telah memperoleh gelar pada keempat even Grand Slam dalam karirnya. Ia adalah remaja terakhir yang memenangi gelar utama, melakukannya di Wimbledon 15 tahun lalu saat berusia 17 tahun.

Sharapova juga mencapai final 23 WTA, yang termasuk medali perak pada Olimpiade 2012. Ia telah menghabiskan 21 pekan dalam karirnya sebagai pemain nomor satu dunia.

Runner-up dari Kim Clijsters pada debutnya di W&S Open 2010, Sharapova mengalahkan pemain itu pada 15 peringkat teratas dalam perjalanan meraih gelar 2011. Ia memegang rekor 13-3 pada even ini dalam karirnya, termasuk perjalanan menuju semifinal 2014, penampilan terakhirnya pada turnamen tersebut.

Sementara itu, dalam karirnya, Williams telah memenangi 49 gelar, termasuk tujuh pada turnamen Grand Slam. Ia telah menjadi finalis pada seluruh keempat even Grand Slam, berakhir sebagai runner-up sembilan kali, yang terbaru pada Australia Open dan Wimbledon pada 2017.

Ia telah memegang peringkat satu WTA selama 11 pekan. Ia memenangi medali emas tunggal putri pada Olimpiade Sydney 2000, dan mengumpulkan tiga medali emas, serta 14 gelar utama di antara 22 gelar gandanya, semuanya diperoleh bersama adiknya, Serena.

Petenis berusia 39 tahun, Williams melakukan debut WTA-nya pada 1994 di Oakland.

Williams akan bermain pada Western & Southern Open untuk ketujuh kalinya. Hasil terbaik dia adalah semifinal pada 2012, ketika ia kalah dari Li Na yang akhirnya menjadi juara. Ia mempunyai rekor 8-5 pada even tersebut dan terakhir main di sini pada 2017.

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bintang Wimbledon Coco masih mulus di kualifikasi Washington

Jakarta (ANTARA) – Coco Gauff, petenis Amerika berusia 15 tahun yang sukses melaju ke putaran 16 besar Wimbledon pada awal bulan ini, kembali beraksi pada Sabtu dengan memetik kemenangan di putaran kualifikasi turnamen WTA Washington Open.

Dilansir dari AFP, Minggu, Gauff mengalahkan rekan senegaranya Maegan Manasse 6-4, 6-2 dalam waktu 68 menit untuk mendapatkan tiket ke pertandingan hasil undian utama turnamen lapangan keras AS Terbuka di ibukota AS pada minggu depan.

Gauff yang kini berperingkat 143 dunia itu akan menghadapi pertandingan selanjutnya guna mendapatkan satu dari empat tempat jatah kualifikasi yang tersedia dalam undian utama. Dia akan menghadapi Hiroko Kuwata asal Jepang atau petenis Amerika Maria Sanchez.

Gauff mengejutkan Wimbledon setelah melewati pertandingan kualifikasinya dengan mengalahkan idola Venus Williams dalam pertandingan pembukaannya dan meluncur ke babak keempat sebelum kalah dari Simona Halep yang akhirnya menjadi juara.

Gauff, yang melakukan debutnya di turnamen utama WTA pada Maret saat Miami Open, menggulingkan petenis peringkat 44 dunia, Williams, di putaran pertama Wimbledon dan kemudian mengalahkan Magdalena Rybarikova dari Slovakia serta menyelamatkan dua match point saat menaklukkan Polona Hercog yang berperingkat 60 dari Slovenia.

Baca juga: Coco Gauff pantang menyerah

Baca juga: Coco Gauff ingin tetap selesaikan sekolah
 

Pewarta: Junaydi Suswanto
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Taklukkan Zverev, Basilashvili ke final Hamburg Open

Jakarta (ANTARA) – Petenis peringkat lima dunia Alexander Zverev kalah dari petenis Georgia Nikoloz Basilashvili di semifinal Hamburg Open, Sabtu, kurang dari 24 jam setelah terungkap bahwa petenis asal Jerman tersebut telah berpisah dengan pelatihnya Ivan Lendl.

Lendl mengakhiri kolaborasinya bersama Zverev pada Jumat, hanya beberapa hari setelah petenis berusia 22 tahun itu mengeluhkan bahwa pelatihnya itu lebih banyak menghabiskan waktu berbicara tentang “golf dan anjingnya” ketimbang tenis, demikian dikutip dari AFP, Minggu.

Di bawah bimbingan Lendl, Zverev memenangkan Final ATP pada 2018 sebagai kemenangan paling bergengsi dalam kariernya.

Sementara juara bertahan Basilashvili, 27, menang 6-4, 4-6, 7-6 (7/5) setelah melakoni pertandingan selama tiga jam di lapangan tanah liat di Jerman utara itu.

Zverev tertinggal 1-3 pada set ketiga sebelum kembali memimpin 5-4 dengan dua game poin, tetapi Basilashvili berhasil memastikan tiketnya ke final untuk melawan Andrey Rublev asal Rusia yang mengalahkan Pablo Carreno Busta 4-6, 7-5, 6-1.

Pertandingan itu akan menjadi final pertama Rublev, petenis urutan 78 dunia, sejak turnamen Doha pada 2018 ketika dia mencapai peringkat tertinggi sepanjang kariernya, yakni 31 dunia.

Namun setelah itu petenis berusia 21 tahun itu meredup setelah berjuang keras mengatasi cedera punggung dan pergelangan tangan.

Baca juga: Tsitsipas dan Zverev tersingkir pada putaran pertama Wimbledon

Pewarta: Junaydi Suswanto
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Juarai ganda putri, Aldila bidik Grand Slam

Jakarta (ANTARA) – Petenis Indonesia Aldila Sutjiadi yang menjuarai nomor ganda putri turnamen W25 ITF 2019 bersama Eudice Chong dari Hong Kong, membidik kejuaraan Grand Slam tahun depan.

“Ini (juara ganda putri) membuktikan kalau saya bisa bermain di level tinggi di double. Semoga tahun depan bisa bermain di Grand Slam, ” kata Aldila kepada Antara, Sabtu.

Pada pertandingan yang diselenggarakan di Nothaburi, Thailand, Sabtu waktu setempat, Aldila/Eudice menang dua set langsung setelah melawan pasangan dari Thailand dan Jepang, yakni Plipuech/Omae di babak final dengan skor 6(2) -7(7), 4-6.

Aldila yang baru pertama kali berpasangan dengan Eudice Chong itu mengatakan turnamen tersebut adalah gelaran keempat kalinya ia bermain di sektor ganda. Ia mengaku sudah memberikan penampilan maksimal di turnamen yang berhadiah total 25.000 dolar AS itu, meskipun lawan yang dihadapinya cukup sulit.

Ketika ditanya terkait lawan terberat, ia mengatakan petenis Thailand dan Jepang saat final cukup sulit ditaklukkan.

“Di babak final kita bisa bermain cukup stabil dan bisa mengambil poin penting. Pertama kita sempat tertinggal 5-3, tapi untungnya bisa mengejar dan mengambil set pertama,” kata perempuan berusia 24 tahun itu.

Sementara pada pertandingan semifinal, diakui Aldila, ia banyak melakukan kesalahan di set pertama.

“Di semifinal set pertama kalah lumayan jauh dan banyak melakukan kesalahan. Tapi di set kedua dan ketiga bisa bermain stabil dan tenang,” tuturnya.

Sementara itu, di sektor tunggal putri, petenis peraih medali emas ganda campuran Asian Games 2018 itu harus terhenti hingga babak perempat final setelah kalah dari petenis China Xinyu Wang, yang diakuinya merupakan lawan yang bagus dan sulit.

Aldila mengatakan sebelum mempersiapkan SEA Games 2019, ia akan mengikuti beberapa turnamen individu lainnya, salah satunya adalah kejuaraan di China pada September mendatang.

Sebelumnya Aldila juga pernah menjuarai sektor ganda putri di turnamen ITF Singapore W25 pada Mei lalu.

Saat ini, Aldila berada di peringkat 157 ITF untuk nomor ganda, dan 147 di sektor tunggal.

Baca juga: Aldila juarai ganda putri ITF tour di Thailand

Baca juga: Aldila targetkan tembus peringkat 300 WTA

Emas ke-10 yang sempurna persembahan Aldila dan Christopher

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Aldila juarai ganda putri ITF tour di Thailand

Jakarta (ANTARA) – Petenis Indonesia Aldila Sutjiadi menjuarai nomor ganda putri turnamen W25 ITF 2019 di Nonthanburi, Thailand, Sabtu, berpasangan dengan wakil Hong Kong Eudice Chong.

Aldila/Eudice menang dua set langsung 6(2)-7(7) 4-6 atas pasangan Peangtarn Plipuech/Akiko Omae (Thailand/Jepang) dalam partai final 

Sementara itu, di sektor tunggal putri, Aldila harus terhenti hingga babak perempat final setelah tersingkir dari petenis China Xinyu Wang dengan skor 4-6 6-4 4-6.

Sebelumnya, petenis berusia 24 tahun itu juga pernah mendapat gelar juara di sektor ganda putri pada turnamen ITF Singapore W25 pada Mei lalu.

Saat ini, peraih medali emas ganda campuran Asian Games 2018 itu berada di peringkat 157 ITF untuk nomor ganda, dan 147 di sektor tunggal.

Baca juga: Aldila lanjutkan pertandingan di final ITF tour

Baca juga: Christo dan Aldila diharapkan tampil di Olimpiade 2020 Tokyo

Emas ke-10 yang sempurna persembahan Aldila dan Christopher

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kuznetsova akhirnya mendapat visa ke AS

Jakarta (ANTARA) – Setelah menyampaikan keluhannya melalui Twitter bahwa ia terpaksa menarik diri dari turnamen WTA Washington Open, petenis Rusia Svetlana Kuznetsova akhirnya memperoleh visa ke Amerika Serikat.

Dalam balasan juga melalui Twitter, Jumat waktu setempat, juru bicara Kedutaan AS di Rusia, Andrea Kalan mengatakan bahwa visa Kuznetsova sudah menunggu.

“Kami melihat laporan pers tentang pemain tenis Svetlana Kuznetsova dan masalah visanya. Kami sudah menghubungi dia langsung untuk memastikan ia bisa pergi dan bertanding, namun tidak ada jawaban, cuit Andrea Kalan.

“Jika Anda membaca ini, Svetlana, hubungi kami – visa Anda menunggumu!” lanjut cuitan tersebut.
 

Menanggapi itu, Kuznetsova langsung membalas, “Terima kasih Andrea, paspor saya dikirim ke Kedutaan Besar AS di Moskow hari ini. Maaf saya tidak menerima panggilan apapun.”
 

Sebelumnya seperti diberitakan Kantor Berita AFP, petenis dua kali juara Grand Slam asal Rusia Svetlana Kuznetsova tidak akan mempertahankan gelarnya pada turnamen WTA Washington Open pekan depan setelah kesulitan memperoleh visa untuk masuk ke Amerika Serikat.

Baca juga: Harapan Kuznetsova pertahankan gelar di Washington terganjal visa

Petenis Rusia berusia 34 tahun, peringkat 108 dunia itu, juara di Washington dua kali pada 2014 dan 2018.

“Sayangnya saya harus menarik diri dari Washington karena masalah saya dengan visa AS. Ingin meminta maaf kepada semua fans saya yang menanti saya di sana,” cuit Kuznetsova, Kamis.

“Belum pernah mengalami masalah seperti ini dalam hidup saya, semoga suatu hari nanti saya akhirnya bisa memperoleh visa dan bermain setidaknya beberapa event menjelang US Open.”
 

Kuznetsova, juara US Open 2004 dan French Open 2009, memperoleh mahkota ke-18 dalam karirya tahun lalu dengan mengalahkan petenis Kroasia Donna Vekic 4-6, 7-6 (9/7), 6-2 dalam pertandingan penentuan juara.

Pada 2014, Kuznetsova mengalahkan petenis Jepang Kurumi Nara 6-3, 4-6, 6-4 pada final Washington.

Baca juga: Muguruza tundukkan Kuznetsova melaju ke semifinal Wimbledon
 

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Aldila lanjutkan pertandingan di final ITF tour

Jakarta (ANTARA) – Petenis Indonesia Aldila Sutjiadi yang berpasangan dengan Eudice Chong dari Hong Kong mengamankan tiket ke final kategori ganda putri turnamen W25 ITF 2019 di Nonthaburi, Thailand, Jumat.

Menurut laman ITF tour, Aldila/Eudice berhasil menyingkirkan lawannya dari Hong Kong/China, yakni Kwan Yau Ng dan Saisai Zheng dengan skor 2-6, 6-1, 10-4.

Dengan demikian, Aldila/Eudice berhak melanjutkan pertandingan pada final di turnamen yang berhadiah total sebesar 25.000 dolar AS itu.

Baca juga: Aldila targetkan tembus peringkat 300 WTA

Pada final Sabtu, mereka akan berhadapan dengan Plipuech/Omae dari Thailand dan Jepang.

Sementara itu, di sektor tunggal putri, Aldila harus terhenti sampai perempat final setelah kalah dari petenis China Xinyu Wang dengan skor 4-6 6-4 4-6.

Baca juga: Aldila ke perempat final ganda putri ITF Tour

Baca juga: Aldila lolos ke semifinal ITF tour

Emas ke-10 yang sempurna persembahan Aldila dan Christopher

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kelelahan, Djokovic mundur dari turnamen Montreal

Jakarta (ANTARA) – Petenis nomor satu dunia Novak Djokovic mengatakan Kamis (Jumat WIB) bahwa ia terpaksa mengundurkan diri dari turnamen Roger Cup bulan ini di Montreal, Kanada karena kelelahan setelah menjalani musim kompetisi melelahkan belakangan ini.

Djokovic, juara empat kali di turnamen itu, menegaskan bahwa ia memerlukan istirahat lebih lama untuk memulihkan kondisi fisik setelah kelelahan sepanjang turnamen Wimbledon, dimana ia mengalahkan Roger Federer pada final yang berlangsung dalam lima set.

“Saya mohon maaf mengumumkan bahwa saya memutuskan untuk mundur dari Rogers Cup,” kata Djokovic seperti dikutip Reuters.

“Dengan dukungan tim, saya memutuskan untuk beristirahat lebih lama agar kondisi saya bisa pulih sebelum kembali bertanding,” kata petenis asal Serbia itu.

Dengan mundurnya Djokovic, petenis asal Spanyol Rafael Nadal akan menggantikannya sebagai unggulan teratas di turnamen yang akan berlangsung pada 3-11 Agustus tersebut.

Selain Djokovic, petenis papan atas lainnya yang juga mundur adalah Juan Martin del Potro dari Argentina. Petenis jangkung tersebut mengalami cedera lutut kanan di turnamen Queen’s beberapa waktu lalu sehingga harus menjalani operasi.

“Pada kasus del Potro’s case, kami berharap ia segera pulih. Ia memang sering cedera dalam beberapa tahun belakangan ini,” kata direktur turnamen Montreal Eugene Lapierre.

“Kami berharap ia bisa kembali bertanding dalam waktu dekat ini,” katanya menambahkan.

Baca juga: Butuh waktu istirahat, Djokovic mundur dari Piala Rogers

Baca juga: Djokovic puji kualitas Halep di final Wimbledon
 

Pewarta: Atman Ahdiat
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Butuh waktu istirahat, Djokovic mundur dari Piala Rogers

Jakarta (ANTARA) – Novak Djokovic mengundurkan diri dari Piala Rogers di Montreal pada bulan depan untuk mendapatkan lebih banyak waktu istirahat.

Dilansir dari Reuters, Jumat, petenis nomor satu dunia itu mengatakan bahwa dirinya membutuhkan lebih banyak waktu untuk kembali bugar setelah kelelahan secara fisik di Wimbledon, di mana ia mengalahkan petenis Swiss Roger Federer dalam lima set untuk mengamankan gelar Grand Slam ke-16.

“Dengan menyesal saya mengumumkan memutuskan untuk mundur dari Rogers Cup,” kata Djokovic yang juga juara empat kali di turnamen Kanada itu. “Dengan dukungan tim, saya memutuskan memberi kesempatan badan saya beristirahat lebih lama untuk memulihkan kebugaran sebelum kembali lagi untuk bermain.”

Dengan mundurnya petenis asal Serbia ini maka Rafa Nadal asal Spanyol akan menjadi unggulan teratas di turnamen yang akan digelar pada 3-11 Agustus.

Petenis Argentina Juan Martin del Potro, yang mendapat cedera di turnamen Queen’s pada tahun ini dan sejak itu menjalani operasi pada lutut kanannya, juga akan melewatkan turnamen.

“Dalam kasus del Potro, kami berharap dia cepat pulih. Dia telah mengalami cedera dalam beberapa tahun terakhir,” kata direktur turnamen Montreal, Eugene Lapierre. “Kami berharap melihatnya kembali di lapangan dalam waktu dekat.”

Baca juga: Posisi “Big Titles” Federer terancam Djokovic
Baca juga: Djokovic petenis tunggal putra kedua yang lolos ATP Final

Pewarta: Junaydi Suswanto
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jessy/Beatrice tersingkir di Baltic Open

Jakarta (ANTARA) – Petenis Indonesia Jessy Rompies/Beatrice Gumulya tersingkir pada putaran pertama atau 16 besar turnamen WTA Baltic Open di Latvia, Kamis waktu setempat.

Menurut laman Baltic Open, Jessy/Beatrice kalah dari pasangan asal Polandia/India yakni Katarzyna Kawa/Ankita Raina dengan skor 6 (3) -7 ( 7), 6-3 dan 12-10 pada pertandingan selama satu jam 58 menit itu.

Turnamen ini berlangsung di Jurmala, Latvia antara 22 dan 28 Juli di lapangan tanah liat terbuka. Selama kompetisi, total 16 pasangan saling berhadapan untuk memperebutkan total hadiaj sebesar 25.000 dolar AS.

Baltic Open merupakan turnamen internasional WTA pertama kali yang diselenggarakan di Latvia.

Sementara itu, perwakilan Indonesia lainnya, Aldila Sutjiadi yang berpasangan dengan Eudice Chong dari Hongkong berhasil lolos ke semifinal kategori ganda putri setelah mengatasi lawannya pada perempat final turnamen W25 ITF 2019 di Nonthaburi, Thailand, Kamis.

Baca juga: Christo kalah di Swedia, Jessy/Beatrice tersisih di Swiss

Ingin regenerasi, Christopher Rungkat dirikan CBR Foundation

Penerjemah: Shofi Ayudiana
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Aldila lolos ke semifinal ITF tour

Jakarta (ANTARA) – Petenis Indonesia Aldila Sutjiadi yang berpasangan dengan Eudice Chong dari Hongkong lolos ke semifinal kategori ganda putri setelah mengatasi lawannya pada perempat final turnamen W25 ITF 2019 di Nonthaburi, Thailand, Kamis.

Menurut laman ITF tour, Aldila/Eudice mengungguli lawannya, Ching Wen Hsu dari Taiwan yang berpasangan dengan Robu Kajitani dari Jepang dengan kemenangan meyakinkan yaitu 6-2, 6-3.

Pada semifinal Jumat, mereka akan berhadapan dengan pasangan Hongkong/China, yakni Kwan Yau Ng dan Saisai Zheng.

Selain itu, Aldila juga berhasil mengamankan tiket menuju perempat final di nomor tunggal putri setelah berhasil mengalahkan lawannya Peangtarn Plipuech di putaran kedua.

Di sektor tunggal putri, Aldila unggul atas petenis asal Thailand itu dengan skor 6-3 6-2.

Di perempat final tunggal Jumat, petenis 24 tahun itu akan berhadapan dengan petenis asal China Xinyu Wang.

Baca juga: Aldila targetkan tembus peringkat 300 WTA

Baca juga: Aldila lolos ke putaran dua turnamen Pertamina 25K Jakarta

Emas ke-10 yang sempurna persembahan Aldila dan Christopher

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Murray gandeng kakak untuk ganda Washington Open

London, Inggris (ANTARA) – Andy Murray akan berpasangan dengan kakaknya, Jamie, pada Washington Open yang menjadi reuni kakak beradik setelah mengantarkan Inggris menjuarai Piala Davis 2015.

Andy yang kembali bermain tenis setelah lama absen mencatat hasil mengesankan setelah menjuarai ganda putra Queen bersama petenis Spanyol Feliciano Lopez.

Namun dia tersingkir sejak awal dalam nomor ganda putra di Eastbourne dan Wimbledon, selain mencapai babak ketiga ganda campuran Wimbledon bersama Serena Williams.

“Mereka memanggil kami dan menyatakan Andy sungguh ingin kembali ke DC (Washington) dan ingin bermain ganda putra bersama adiknya,” kata Mark Ein, manajer turnamen itu seperti dilaporkan BBC.

Baca juga: Murray belum akan main tunggal di US Open

Jamie Murray (33) menjuarai ganda putra Washington tahun lalu bersama mantan partnernya Bruno Soares. Mereka berdua juga menjuarai Australia Open dan US Open.

Andy Murray tidak akan tampil pada tunggal putra US Open bulan depan karena perlu waktu 18 bulan lagi sebelum dia benar-benar merasa siap bermain tunggal.

Pertandingan tunggal terakhir dia terjadi pada Australia Open awal tahun ini ketika dia kalah lima set pada putaran pertama melawan petenis Spanyol Roberto Bautista Agut.

Washington Open mulai pada 27 Juli dan berakhir 4 Agustus, demikian Reuters.

Baca juga: Murray dan Williams terhenti pada babak ketiga

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Murray gandeng adik untuk ganda Washington Open

London, Inggris (ANTARA) – Andy Murray akan berpasangan dengan adiknya, Jamie, pada Washington Open yang menjadi reuni kakak beradik setelah mengantarkan Inggris menjuarai Piala Davis 2015.

Andy yang kembali bermain tenis setelah lama absen mencatat hasil mengesankan setelah menjuarai ganda putra Queen bersama petenis Spanyol Feliciano Lopez.

Namun dia tersingkir sejak awal dalam nomor ganda putra di Eastbourne dan Wimbledon, selain mencapai babak ketiga ganda campuran Wimbledon bersama Serena Williams.

“Mereka memanggil kami dan menyatakan Andy sungguh ingin kembali ke DC (Washington) dan ingin bermain ganda putra bersama adiknya,” kata Mark Ein, manajer turnamen itu seperti dilaporkan BBC.

Baca juga: Murray belum akan main tunggal di US Open

Jamie Murray (33) menjuarai ganda putra Washington tahun lalu bersama mantan partnernya Bruno Soares. Mereka berdua juga menjuarai Australia Open dan US Open.

Andy Murray tidak akan tampil pada tunggal putra US Open bulan depan karena perlu waktu 18 bulan lagi sebelum dia benar-benar merasa siap bermain tunggal.

Pertandingan tunggal terakhir dia terjadi pada Australia Open awal tahun ini ketika dia kalah lima set pada putaran pertama melawan petenis Spanyol Roberto Bautista Agut.

Washington Open mulai pada 27 Juli dan berakhir 4 Agustus, demikian Reuters.

Baca juga: Murray dan Williams terhenti pada babak ketiga

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Aldila ke perempat final ganda putri ITF Tour

Jakarta (ANTARA) – Petenis Indonesia Aldila Sutjiadi yang berpasangan dengan Eudice Chong dari Hongkong mengamankan langkah ke perempat final kategori ganda putri turnamen W25 ITF 2019 di Nonthaburi, Thailand, Rabu.

Menurut laman ITF Tour, Aldila/Eudice lolos ke perempat final setelah mengatasi permainan lawannya, Jin Hee Choi dari Korea yang berpasangan dengan Nudnida Luangham dari Thailand pada pertandingan putaran pertama dengan skor 6-1 5-7 [10-7].

Pada perempat final Kamis, mereka akan berhadapan dengan pasangan Taiwan/Jepang, Ching-Wen Hsu dan Robu Kajitani.

Sebelumnya, Aldila juga tampil pada nomor tunggal putri, Selasa waktu setempat.

Pada sektor tunggal putri, petenis berusia 24 tahun itu berhasil menyingkirkan petenis Jepang Mai Minokoshi dalam putaran pertama turnamen ini dengan 6-0, 7-5 sehingga berhak maju ke putaran kedua ITF Tour 2019.

Pada putaran kedua nomor tunggal Kamis, ia akan bertemu dengan petenis Thailand Peangtarn Plipuech.

Baca juga: Aldila melaju ke putaran kedua ITF tour di Thailand

Emas ke-10 yang sempurna persembahan Aldila dan Christopher

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Aldila melaju ke putaran kedua ITF tour di Thailand

Jakarta (ANTARA) – Petenis Indonesia Aldila Sutjiadi menang atas petenis Jepang Mai Minokoshi pada putaran pertama turnamen ITF di Nonthaburi, Thailand.

Menurut laman ITF World Tennis Tour, Aldila unggul pada dua set pertandingan dengan poin 6-0, 7-5 pada turnamen yang digelar Selasa waktu setempat.

Dengan demikian, Aldila berhak melaju pada putaran kedua di turnamen yang berhadiah total sebesar 25.000 dolar AS itu.

Petenis Indonesia lainnya, Christopher Rungkat yang berpasangan dengan Hsieh Cheng-Peng dari Taiwan langsung tersingkir pada putaran pertama setelah kalah dari pasangan Treat Huey dari Filipina dan Frederik Nielsen dari Denmark 3-6, 4-6 di ATP Swiss Open di Gstaad, Swiss pada Senin (22/7).

Sementara itu pasangan putri Jessy Rompies/Beatrice Gumulya ambil bagian pada turnamen Baltic Open di Latvia.

Pasangan tersebut akan mengawali turnamen itu dengan menghadapi pasangan Varvara Flink dari Rusia dan Anhelina Kalinina dari Ukraina.

Baca juga: Christo dan Aldila diharapkan tampil di Olimpiade 2020 Tokyo

Baca juga: Aldila targetkan tembus peringkat 300 WTA

Emas ke-10 yang sempurna persembahan Aldila dan Christopher

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Christo/Hsieh langsung tumbang di Gstaad

Jakarta (ANTARA) – Petenis Indonesia Christopher Rungkat yang berpasangan dengan Hsieh Cheng-Peng dari Taiwan langsung tumbang pada putaran pertama turnamen ATP Swiss Open di Gstaad, Swiss.

Menurut laman ATP Tour, pasangan tersebut kalah oleh Treat Huey dari Filipina dan Frederik Nielsen dari Denmark 3-6, 4-6 pada pertandingan yang digelar Senin waktu setempat.

Kekalahan Christo/Hsieh di Gstaad ini merupakan yang kedua beruntun dari pasangan yang sama setelah pekan lalu juga kalah dari Treat Huew dan Frederik Nielsen di Swedia Open.

Sementara itu pasangan putri Jessy Rompies/Beatrice Gumulya ambil bagian pada turnamen Baltic Open di Latvia.

Pasangan tersebut akan mengawali turnamen tersebut dengan menghadapi pasangan Varvara Flink dari Rusia dan Anhelina Kalinina dari Ukraina.

Baca juga: Christo kalah di Swedia, Jessy/Beatrice tersisih di Swiss

Baca juga: Cara petenis Christo atasi kejenuhannya sebagai atlet

Ingin regenerasi, Christopher Rungkat dirikan CBR Foundation

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Halep boleh ratu Wimbledon, tapi peringkat dunia tak berubah

Paris, Prancis (ANTARA) – Susunan peringkat dunia tenis putri tidak berubah sampai Senin (22/7) ini dengan Ashleigh Barty dari Australia tetap petenis nomor satu dunia setelah para petenis top dunia menyelesaikan petualangan mereka pada Wimbledon bulan ini yang dijuarai Simona Halep dari Rumania.

Petenis Jepang Naomi Osaka tetap menempati peringkat kedua, sedangkan Karolina Pliskova dari Republik Ceko menduduki urutan ketiga. Simona Halep sendiri berada pada peringkat keempat, sedangkan Kiki Bertens dari Belanda terlempar dari lima besar.

Berikut daftar peringkat WTA yang dirilis Senin ini, seperti ditulis AFP:

1. Ashleigh Barty (Australia) 6.605 ppoin
2. Naomi Osaka (Jepang) 6.257
3. Karolina Pliskova (Ceko) 6.055
4. Simona Halep (Rumania) 5.933
5. Kiki Bertens (Belanda) 5.130
6. Petra Kvitova (Ceko) 4.785
7. Elina Svitolina (Ukraina) 4.638
8. Sloane Stephens (Amerika Serikat) 3.802
9. Serena Williams (Amerika Serikat) 3.411
10. Aryna Sabalenka (Belarus) 3.365
11. Anastasija Sevastova (Latvia) 3.136
12. Belinda Bencic (Swiss) 2.963
13. Angelique Kerber (Jerman) 2.875
14. Qiang Wang (China) 2.872
15. Johanna Konta (Inggris) 2.790

Baca juga: Barty gusur Osaka dari peringkat teratas dunia dan Halep juarai Wimbledon usai tundukkan Serena

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ferro menang di Lausanne, Rybakina juara di Bucharest

Jakarta (ANTARA) – Fiona Ferro dari Prancis mengalahkan rekan senegaranya unggulan ketiga Alize Cornet 6-1, 2-6, 6-1, untuk memenangi gelar WTA Tour pertamanya pada Ladies Open Lausanne di Swiss, Minggu.

Dikutip dari Reuters, Senin, Cornet adalah juara bertahan ketika turnamen itu digelar di Gstaad, namun didominasi oleh lawannya pada set pertama dan ketiga pertandingan tersebut.

Ferro hanya membutuhkan waktu 26 menit untuk memenangi set pertama dan memimpin 2-1 pada set kedua. Namun Cornet meningkatkan permainannya untuk memenangi lima gim beruntun untuk menutup set tersebut.

Dan pada set ketiga, Ferro kembali memimpin 2-1, namun kali ini ia memenangi empat gim berikutnya untuk memastikan kemenangan.

BRD Bucharest Open

Sementara itu, petenis Kazakhstan Elena Rybakina mendominasi permainan Patricia Maria Tig 6-2, 6-0 untuk menjadi juara di Bucharest, Rumania. Ini merupakan kemenangan pertama pada WTA Tour bagi petenis berusia 20 tahun itu.

Rybakina hanya membutuhkan 66 menit untuk mengungguli petenis favorit tuan rumah Tig, yang mengikuti turnamen itu melalui fasilitas wild card.

Pertandingan tersebut dimenangi melalui service game. Rybakina, peringkat 106 dunia, memenangi 70 poin pada servis pertamanya dan 63 persen pada servis keduanya dibanding hanya 43 persen dan 31 persen dari lawannya pada kategori yang sama.

Servis Rybakina tidak dipatahkan, sementara ia mematahkan servis Tig dalam lima dari delapan gim servis Tig.

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mantan bintang tenis Australia Peter McNamara meninggal

Jakarta (ANTARA) – Mantan bintang tenis Davis Cup Australia dan juara ganda Wimbledon Peter McNamara meninggal dalam usia 64 tahun, demikian diumumkan Senin dan memicu membanjirnya penghormatan.

McNamara, seorang tokoh populer dalam tur putra dan putri, dilaporkan meninggal karena kanker prostat.

“Kami semua sangat sedih mendengar meninggalnya Peter McNamara, anggota keluarga tenis kami yang sangat dicintai dan dihormati,” kata Tennis Australia.

“Kontribusinya bagi olahraga sebagai pemain, pelatih, dan mentor tidak akan pernah dilupakan. Pikiran kami bersama keluarga dan teman-temannya.”

McNamara mencapai peringkat tujuh dunia, ranking tertingginya sepanjang karir pada tunggal, memenangi lima gelar, tetapi mungkin paling dikenal karena berpasangan ganda bersama sesama warga negara Australia Paul McNamee.

Duo ini dua kali menjuarai Wimbledon, pada 1980 dan 1982, serta Australia Terbuka 1979.

“Sulit dipercaya bahwa setelah 50 tahun pertemanan Macca pergi,” cuit McNamee.

“Kamu menjalani hidup sebagai teman sepenuhnya dan akan dirindukan oleh orang-orang yang kamu cintai dan banyak lagi … bersulang untuk saat-saat yang hebat teman,” katanya.

Setelah pensiun dari bermain, McNamara beralih menjadi pelatih, membimbing Mark Philippoussis dan Grigor Dimitrov, sebelum bekerja dengan Wang Qiang dari China.

Pelatih Serena Williams Patrick Mouratoglou menyebutnya “sangat karismatik, sangat bersemangat dengan pekerjaannya”.

“Dia melakukan pekerjaan luar biasa dengan Grigor Dimitrov membantu transisinya ke pro,” tambahnya.

Boris Becker mengatakan, “R.I.P Peter P. McNamara! Salah satu orang baik di tenis!”.

Baca juga: Boris Becker lelang trofi untuk bayar utang

Sementara mantan pelatih Simona Halep, Darren Cahill, menyebutnya “seorang pemain hebat, pelatih hebat yang meningkatkan setiap pemain yang bekerja dengannya”.

Baca juga: Halep awali musim baru tanpa pelatih setelah Cahill berhenti
 

Ingin regenerasi, Christopher Rungkat dirikan CBR Foundation

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Isner kalahkan Bublik untuk raih gelar ATP Newport keempat

Jakarta (ANTARA) – Petenis Amerika John Isner meraih gelar keempat pada turnamen ATP lapangan rumput di Newport, Rhode Island, Minggu setelah mengalahkan Alexander Bublik 7-6 (7/2), 6-3.

Isner, yang absen karena cedera kaki kiri selama tiga bulan setelah mencapai final Miami pada Maret lalu, adalah unggulan teratas pada turnamen yang juga dia menangi pada 2011, 2012 dan 2017.

Bublik, petenis Kazakhstan berusia 22 tahun yang menjadi unggulan ketujuh, memainkan final ATP pertamanya. Ia melakukan kesalahan ganda saat break point sehingga tertinggal 2-3 pada set kedua, dan itu lah satu-satunya pembuka yang dibutuhkan oleh petenis servis keras Isner.

Petenis Amerika berusia 34 tahun — yang hanya menghasilkan lima as, namun menempatkan 79 persen servis pertamanya itu — mengakhiri pertandingan dengan forehand winner bahkan ketika ia terpeleset pada rumput dan tergeletak ke depan.

Ia mengkonversi semua ketiga break point-nya pada pertandingan tersebut, termasuk pada match point ketika petenis Kazakhstan itu gagal dalam usahanya memerangkap Isner dengan servisnya pada poin terakhir.

Sementara itu tidak berhasil, Isner mendesak Bublik untuk melanjutkan mengejar permainan “aneh”nya.

“Sangat menyenangkan bermain melawanmu hari ini,” kata Isner kepada lawannya seperti dikutip AFP. “Kamu sangat aneh, tapi maksud saya dengan cara yang sangat halus. Kamu fantastik pada permainan ini dan kita semua berharap kamu terus mendapat hasil yang bagus di masa mendatang karena orang-orang sepertimu penting untuk membuat tenis tetap menarik.”

Petenis jangkung asal AS itu juga mengucapkan terima kasih kepada timnya, terutama terapis fisiknya.

“Tidak mudah untuk menjaga orang seperti saya tetap sehat,” kata Isner, yang dijadwalkan tampil pekan depan di Atlanta, Georgia, dalam upaya mengejar gelar keenam pada BB&T Open.

Bublik, yang sudah bekerja keras dalam ATP Challenger Tour, dipastikan mencapai ranking ATP tertinggi dalam karirnya, Senin, ketika ia menembus ke dalam top 75 untuk pertama kalinya.

Bublik telah memperoleh break pertamanya dalam pertandingan tersebut saat kedudukan 5-5 pada set pertama, namun ia melakukan kesalahan ganda pada break point pada gim berikutnya sehingga permainan mencapai tiebreaker yang didominasi Isner.

Baca juga: John Isner ungkap jenis kelamin anaknya melalui pukulan servis

Baca juga: Lajovic raih gelar ATP pertamanya di Umag

Ingin regenerasi, Christopher Rungkat dirikan CBR Foundation

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Lajovic raih gelar ATP pertamanya di Umag

Jakarta (ANTARA) – Unggulan keempat Dusan Lajovic dari Serbia meraih gelar ATP pertama dalam karirnya, berkat kemenangan 7-5, 7-5 atas petenis Hungaria Attila Balazs pada turnamen Plava Laguna Croatia Open Umag, Minggu.

Dikutip dari AFP, Senin, Lajovic, peringkat 36 dunia, kalah dalam satu-satunya penampilan dia di final sebelumnya oleh Fabio Fognini di Monte Carlo Masters pada April lalu.

Baca juga: Lajovic dan Fognini berebut gelar di Monte Carlo

“Ini adalah pertandingan yang akan saya ingat sepanjang sisa karir saya,” kata Lajovic dikutip laman ATP Tour.

“Saya tidak bisa lebih bahagia dari saya meraih kemenangan. Saya harus bekerja untuk meraih setiap poin, sehingga saya lelah sekarang, tetapi juga lega telah memenangi gelar pertama saya.”

Balazs lolos dari babak kualifikasi untuk mencapai final pertamanya, lima tahun setelah ia semula pensiun dari olahraga tersebut untuk melatih selama dua tahun.

Baca juga: Djokovic puji kualitas Halep di final Wimbledon
Baca juga: Di Stadion Bucharest, Halep pamerkan trofi Wimbledon

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kalahkan Matthew Ebden, Isner melaju ke semifinal Newport

Jakarta (ANTARA) – Juara tiga kali John Isner melaju ke semifinal turnamen tenis lapangan rumput ATP di Newport, Rhode Island, AS setelah menaklukkan petenis Australia Matthew Ebden 4-6, 6-3, 6-4, Jumat (Sabtu dinihari WIB).

Seperti dikutip dari AFP, petenis tuan rumah AS, yang tampil dengan fasilitas wild card setelah sembuh dari cedera kaki, di babak empat besar akan berhadapan dengan unggulan keempat asal Perancis Ugo Humbert yang pada pertandingan lainnya menyingkirkan Ilya Ivashka asal Belarusia a 7-5, 3-6, 6-2. Humbert, petenis berusia 20 tahun itu saat ini menghuni peringkat 48 besar dunia.

Isner, 34, harus istirahat total selama tiga bulan setelah mengalami cedera pada kaki kiri saat dikalahkan Roger Federer di partai final turnamen Miamipada Maret lalu.

Ia tidak tampil di turnamen Perancis Terbuka dan hanya melangkah sampai babak kedua Wimbledon baru-baru ini.

Pada pertandingan menghadapi Ebden yang merupakan ulangan final Newport 2017 yang dimenanginya, Isner berhasil menghunjamkan 24 servis as.

Unggulan ketujuh Alexander Bublik asal Kazakhstan juga mencapai babak semifinal setelah menjungkalkan petenis tuan rumah AS Tennys Sandgren 0-6, 6-3, 6-0.

Bublik, who kehilangan 10 dari 12 point di set pertama, tapi hanya kehilangan lima poin pada set ketiga, di semifinal akan menghadapi petenis Spanyol Marcel Granollers, yang menang 6-3, 6-0 atas petenis Jerman Mischa Zverev 6-3, 6-0 pada pertandingan yang sempat terhenti akibat hujan.

Baca juga: John Isner ungkap jenis kelamin anaknya melalui pukulan servis

Baca juga: Meski kalah, Isner tidak kecewa

Baca juga: Ditinggal sahabat, Isner sulit fokus bertanding

Pewarta: Atman Ahdiat
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gagal di Wimbledon, Kerber pisah dari pelatih

Jakarta (ANTARA) – Mantan petenis putri nomor satu dunia, Angelique Kerber, memutuskan berpisah dari pelatihnya Rainer Schuttler dua pekan setelah ia tersingkir secara mengejutkan di kejuaraan Wimbledon 2019.

Lewat akun twitter pribadinya pada Jumat malam WIB keputusannya didasari keinginan untuk memulai sesuatu yang baru.

“Untuk bergerak maju, perubahan bukanlah hal mudah — terlebih ketika Anda merasakan bekerja sama dengan orang hebat seperti Rainer. Namun untuk saat ini, kami sepakat waktu yang tepat untuk awal yang baru,” cuitnya lewat akun @AngeliqueKerber.

“Ia telah menjadi teman dan saya berterima kasih atas kerja keras dan dedikasinya dalam beberapa bulan terakhir,” tulisnya lagi.

Kerber yang memasuki Wimbledon 2019 sebagai juara bertahan mendapati langkahnya terhenti di putaran kedua dikalahkan oleh Lauren Davis, petenis yang berada di luar peringkat 250 besar dunia hingga awal tahun ini.

Petenis asal Jerman yang memenangi US Open dan Australian Open 2016 kini melorot ke peringkat ke-13 dunia setelah tahun yang tak begitu mengesankan sejauh ini.

Kekalahan di Wimbledon bukan satu-satunya hasil mengecewakan bagi Kerber tahun ini, sebab di Australia Open ia disingkirkan dua set langsung oleh petenis non-unggulan Daniele Collins di babak 16 besar dan langsung angkat koper di putaran pertama French Open.

Baca juga: Juara bertahan Angelique Kerber tumbang

Baca juga: Halep siap gantikan Serena jadi ratu tenis dunia

Baca juga: Djokovic pertahankan gelar via final terlama dalam sejarah

Impian Christopher tembus peringkat 50 dunia

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Djokovic puji kualitas Halep di final Wimbledon

Jakarta (ANTARA) – Juara tunggal putra Wimbledon lima kali Novak Djokovic memuji kualitas Simona Halep setelah meraih gelar pertamanya di “The Championships”.

Halep, pemenang French Open 2017, menambah daftar kemenangan keduanya di tingkat Grand Slam setelah hasil spektakuler mengalahkan Serena Williams di final tunggal putri dengan skor 6-2, 6-2.

“Dia mendapatkan semuanya. Dari permainan, semangat juang, dan kini pengalaman. Sangat mengesankan bagaimana dia bermain di final Wimbledon pertamanya melawan petenis hebat, yang merupakan pesaing sengit yang telah memenangkan Wimbledon berkali-kali,” kata Djokovic mengutip wtatennis.com, Kamis.

Djokovic mengutarakan penilaiannya tersebut saat menghadiri kegiatan “Champions Dinner”.

“Luar biasa mengetahui bahwa negara-negara kecil seperti Rumania dan Serbia melakukan hal yang sangat baik di panggung dunia. Selamat!,” katanya menambahkan.

Sementara itu, Halep juga tak ketinggalan memberikan pujian kepada Djokovic yang sudah melewati putaran final bersejarah melawan Roger Federer.

“Dia adalah juara yang hebat. Saya selalu belajar dari para juara dan berusaha meningkatkan sebanyak yang saya bisa. Jika bisa santai di lapangan, maka ada peluang lebih besar untuk memenangkan pertandingan,” tutur Halep.

Kemenangan pertama petenis berusia 27 tahun di London ini telah mendorongnya ke peringkat empat WTA dan masuk ke urutan kedua menuju WTA Finals Shenzhen.

Baca juga: Djokovic: Kemenangan di Wimbledon menyita kekuatan mental

Baca juga: Halep siap gantikan Serena jadi ratu tenis dunia

Ingin regenerasi, Christopher Rungkat dirikan CBR Foundation

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

WTA umumkan 102 calon peserta US Open

Jakarta (ANTARA) – Sebanyak 102 petenis yang terdaftar dalam Asosiasi Tenis Wanita (WTA) peringkat teratas langsung dimasukkan ke dalam kandidat peserta US Open bulan depan, menurut informasi Asosiasi Tenis Amerika Serikat (USTA) yang dirangkum wtatennis.com, Kamis.

Dari daftar tersebut, termasuk di antaranya ialah juara bertahan Naomi Osaka yang mengalahkan Serena Williams di final 2018, dan petenis peringkat pertama Ashleigh Barty.

Keduanya masuk dalam jajaran 13 petenis pemenang Grand Slam di lapangan secara keseluruhan.

Pemenang dari lima US Open sebelumnya juga turut masuk dalam daftar, mereka antara lain juara 2017, Sloane Stephens, juara dua kali Venus Williams, juara 2016 Angelique Kerber dan juara 2006 Maria Sharapova.

Juara utama tambahan tahun ini termasuk trio mantan peringkat satu, yaitu juara Australia Open dua kali Victoria Azarenka, juara Grand Slam dua kali Garbine Muguruza, dan juara Australia Open 2018 Caroline Wozniacki, serta juara French Open 2017 Jelena Ostapenko.

Sementara juara US Open 2004 Svetlana Kuznetsova menjadi pemain pertama yang berada di luar daftar tersebut, dan baru bisa dicalonkan menjadi peserta jika ada kandidat lain yang batal atau mengundurkan diri.

Dua petenis menggunakan penilaian peringkat khusus untuk masuk ke undian utama, yaitu peringkat ke-43 Catherine “CiCi” Bellis dan peringkat ke-100 Colleen “CoCo” Vandeweghe.

Amerika Serikat memiliki 15 petenis putri yang memenuhi syarat untuk masuk langsung ke undian utama US Open dan menjadi negara dengan peserta terbanyak dibanding negara lain.

Baca juga: Halep duduki peringkat dua Shenzhen WTA Finals

Baca juga: WTA umumkan Shiseido jadi sponsor utama WTA Finals Shenzhen

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Di Stadion Bucharest, Halep pamerkan trofi Wimbledon

Jakarta (ANTARA) – Juara tunggal putri Wimbledon, Simona Halep, memamerkan trofi kemenangan Grand Slam keduanya di Stadion Nasional Bucharest Rumania pada Rabu waktu setempat.

“Saya masih bekerja keras setiap hari, setiap pertandingan, setiap turnamen. Itulah sebabnya saya mampu memenangkan turnamen ini. Saya mencoba profesional, senang dengan apa yang saya capai dua minggu ini. Saya tidak bisa menggambarkan bagaimana perasaan saya memenangkan Wimbledon. Ini sangat istimewa,” ujar Halep melansir wtatennis.com, Kamis.

Mantan petenis nomor satu dunia ini membawa pulang gelar Grand Slam keduanya setelah menundukkan Serena Williams, juara Grand Slam 23 kali, di putaran final.

Tahun lalu, Halep juga berkesempatan memamerkan piala Grans Slam pertamanya yang didapat dari French Open (Roland Garros) 2018.

Selain itu, saat Halep mendarat di Bandara Internasional Henry Coanda di Bucharest, ia langsung menerima penghargaan tertinggi negara Bintang Rumania dan didapuk untuk menjadi pembawa bendera negaranya untuk Olimpiade Tokyo 2020.

Halep terakhir kali mengikuti pertandingan tenis di tingkat Olimpiade pada tahun 2012 di London, arena yang kini ia menangi dalam ajang Wimbledon.

Saat itu, dia langsung kalah di putaran pertama oleh petenis Kazakhstan Yaroslava Shvedova.

Baca juga: Halep siap gantikan Serena jadi ratu tenis dunia

Baca juga: Halep terima anugerah tertinggi “Bintang Rumania”
 

Ingin regenerasi, Christopher Rungkat dirikan CBR Foundation

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

WTA umumkan Shiseido jadi sponsor utama WTA Finals Shenzhen

Jakarta (ANTARA) – Asosiasi Tenis Wanita (WTA) mengumumkan perusahaan kecantikan terkenal di dunia Shiseido (Gemdale Group) akan menjadi sponsor utama WTA Finals Shenzhen, sehingga turnamen akhir musim yang akan dilaksanakan pada 27 Oktober-3 November itu menjadi “Shiseido WTA Finals Shenzhen”.

Kerja sama sponsor itu diumumkan pada konferensi pers yang diadakan pada hari Rabu di Hilton Nanshan di Shenzhen, China, dihadiri perwakilan Asosiasi Tenis China, Pemerintah Kota Shenzhen, Grup Gemdale, Shiseido, dan WTA, menurut wtatennis.com, Rabu.

“Kami sangat senang menyambut Shiseido sebagai sponsor acara unggulan WTA. Kami percaya para penggemar akan mendapatkan suguhan nyata dan menantikan tahun pertama yang hebat dari Final Shiseido WTA Shenzhen,” kata Ketua dan CEO WTA Steve Simon.

Bersamaan dengan itu, WTA juga secara resmi mengumumkan hadiah uang yang ditawarkan di Shiseido WTA Finals Shenzhen, yang mencapai lebih dari Rp195 miliar atau dua kali lipat jumlah yang ditawarkan tahun lalu.

Jika juara di Shiseido WTA Finals Shenzhen memenangkan semua pertandingan tunggal, ia akan membawa pulang hadiah total Rp66 miliar, jumlah hadiah juara terbesar di tenis profesional pada tahun 2019.

Sementara untuk nomor ganda, juara bisa menerima hadiah Rp13,9 miliar jika tak terkalahkan hingga putaran final.

Shiseido WTA Finals Shenzhen akan digelar mulai 27 Oktober hingga 3 November di Pusat Olahraga Teluk Shenzhen, menampilkan delapan pemain tunggal teratas dan tim ganda yang berhasil mengumpulkan poin dari 53 turnamen WTA dan empat turnamen Grand Slam sepanjang tahun 2019.

Tahun ini, baik nomor tunggal maupun ganda akan menampilkan format “round robin” dengan babak knock-out dari babak semifinal.

Baca juga: Halep duduki peringkat dua Shenzhen WTA Finals

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Halep duduki peringkat dua Shenzhen WTA Finals

Jakarta (ANTARA) – Mantan petenis nomor satu dunia Simona Halep kini menduduki urutan kedua untuk agenda WTA Finals di Shenzhen setelah memenangi Grand Slam keduanya di Wimbledon pekan lalu.

Dia melompat sebanyak lima peringkat dan hanya selisih 458 poin untuk akhirnya berada tepat di belakang juara French Open Ashleigh Barty yang mempunyai 4.885 poin, menurut laporan wtatennis.com, Rabu.

Kemenangan itu menjadi gelar juara pertama petenis Rumania itu pada musim ini, yang sebelumnya hanya menyabet gelar runner-up di Doha dan Madrid.

Di tempat lain, kejuaraan Wimbledon telah memberikan dampak kuat pada perolehan poin sejumlah petenis untuk memperebutkan posisi delapan besar di WTA Finals Shenzhen.

Perempat finalis Wimbledon Johanna Konta masuk ke daftar sementara peserta WTA Finals untuk pertama kalinya di posisi terakhir, dengan didukung poin dari semifinal French Open.

Dengan 2.448 poin, Konta menggeser posisi Marketa Vondrousova dari elit delapan besar.

Selanjutnya di posisi ketujuh ada Belinda Bencic dengan 2.758 poin, posisi keenam Naomi Osaka 3.156 poin, Kiki Bertens di posisi kelima dengan 3.276 poin, Petra Kvitova di posisi keempat dengan 3.765 poin, dan Karolina Pliskova dengan 4.166 yang berada di belakang Halep sebagai petenis ketiga.

Baca juga: Halep terima anugerah tertinggi “Bintang Rumania”

Baca juga: Halep siap gantikan Serena jadi ratu tenis dunia

Baca juga: Halep juarai Wimbledon usai tundukkan Serena

Ingin regenerasi, Christopher Rungkat dirikan CBR Foundation

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Halep terima anugerah tertinggi “Bintang Rumania”

Jakarta (ANTARA) – Juara tunggal putri Wimbledon Simona Halep akan menerima bintang penghargaan tertinggi dari Rumania yaitu “Steaua Romaniei” atau Bintang Rumania usai sebagai apresiasi pemerintah atas keberhasilannya menjuarai Grand Slam dan menjadi petenis nomor satu dunia.

Tidak hanya itu, berdasarkan informasi dari Kantor Administrasi Kepresidenan Rumania,  Halep juga dinobatkan untuk menjadi pembawa bendera negaranya pada Olimpiade Tokyo 2020.

Surat keputusan penghargaan tersebut menyebutkan, “Sebagai hasil dari kinerja luar biasa pada turnamen tenis Wimbledon dan sebagai tanda pengakuan dan penghargaan kepada seluruh kiprahnya, Presiden Rumania Klaus Iohannis memutuskan untuk memberikan penghargaan tertinggi dari Negara Rumania Penghargaan Nasional Bintang Romania dengan pangkat Ksatria, kepada petenis Simona Halep. Melalui dedikasi, pengabdian dan profesionalismenya, yang dikonfirmasi di lapangan tenis dan di luar lapangan, Simona Halep telah mempromosikan nama negara di seluruh dunia. Simona Halep adalah model bagi generasi muda, dan keterlibatannya dalam mempopulerkan tenis kepada anak-anak adalah keuntungan besar untuk olahraga Rumania,”.

Baca juga: Halep siap gantikan Serena jadi ratu tenis dunia

Wali kota Bucharest Gabriela Firea mengumumkan bahwa acara perayaan akan diadakan Rabu ini di pusat kota untuk menghormati Halep.

Namun sebelum itu, juara Grand Slam dua kali ini ingin menikmati masa istirahatnya usai bertanding di Wimbledon.

“Saya akan beristirahat selama beberapa hari, menikmati kemenangan. Saya punya tujuan utama setiap minggu, setiap turnamen penting, dan saya selalu menginginkan yang maksimal,” tutur Halep dalam wtatennis.com.

Baca juga: Halep juarai Wimbledon usai tundukkan Serena

Ingin regenerasi, Christopher Rungkat dirikan CBR Foundation

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Christo kalah di Swedia, Jessy/Beatrice tersisih di Swiss

Jakarta (ANTARA) – Dua ganda yang melibatkan petenis Indonesia pada turnamen di Swedia dan Swiss langsung tersisih pada putaran pertama kedua turnamen itu, Selasa waktu setempat.

Petenis putra Christopher Rungkat yang berpasangan dengan Hsieh Cheng-Peng dari Taiwan, menurut laman resmi ATP Tour, Rabu, dikalahkan oleh Treat Huey dari Filipina dan petenis Denmark Frederik Nielsen pada putaran pertama Swedish Open di Bastad, Swedia.

Christo dan Hsieh yang menjadi unggulan keempat itu menyerah dua set langsung 1-6, 4-6 pada pasangan Treat dan Frederik itu.

Sementara itu, ganda putri Jessy Rompies dan Beatrice Gumulya yang bertanding pada turnamen Ladies Championships Lausanne di Lausanne, Swiss, juga langsung menyerah pada putaran pertama.

Menurut laman WTA Tour, Jessy/Beatrice kalah oleh unggulan pertama Monique Adamczak dari Australia dan Han Xinyun dari China juga dalam dua set langsung 4-6, 0-6.

Baca juga: Indonesia perlu belajar soal dukungan petenis ke Taiwan, kata Christo dan Christo, Jakarta dan hilangnya kompleks tenis bersejarah

Ingin regenerasi, Christopher Rungkat dirikan CBR Foundation

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Posisi “Big Titles” Federer terancam Djokovic

Jakarta (ANTARA) – Novak Djokovic yang mengalahkan Roger Federer di putaran final Wimbledon pada hari Minggu dan berhasil meraih gelar juara kelimanya, kini juga akan melampaui gelar Federer di papan teratas “Big Titles”.

Petenis Serbia berusia 32 tahun itu memenangkan mahkota Grand Slam ke-16 dan pertandingan turnamen besarnya ke-54, kemenangan kombinasi dari Grand Slam, Nitto ATP Finals, dan ATP Masters 1000.

Sementara Federer, masih memiliki empat kemenangan lebih banyak di Grand Slam dari Djokovic dengan 20 kali menang dan satu keunggulan di Nitto ATP Finals jika dibandingkan Djokovic yang memiliki lima kemenangan di ATP FInals.

Namun Djokovic unggul lima gelar Masters 1000 lebih banyak dibanding Federer dengan skor 33-28, menempatkan posisinya bersaing di peringkat “Big Titles”.

Petenis peringkat satu dunia ini juga memiliki rasio kemenangan yang paling mengesankan dibanding petenis tiga besar, dengan memenangkan satu turnamen besar dari setiap tiga turnamen (3,3), lebih baik dari Rafael Nadal yang 3,5 dan Federer 4,2.

Baca juga: Djokovic pertahankan gelar via final terlama dalam sejarah

Djokovic secara khusus telah berjaya selama 12 bulan terakhir, sejak Juli 2018 telah memenangkan tujuh turnamen, yaitu empat Grand Slam dan tiga gelar Master 1000.

Dalam periode waktu yang sama, Federer hanya menyabet satu gelar di Miami Open 2019, sedangkan Nadal tiga gelar di Toronto 2018, Italia Open 2019, dan French Open 2019.

Ketiganya bersaing satu sama lain untuk mendapatkan gelar terbesar dalam tenis, namun nyatanya mereka juga saling memotivasi satu sama lain dengan prestasi mereka, menurut atptour.com.

Baca juga: Federer ratapi pupusnya peluang di depan mata

Baca juga: Djokovic petenis tunggal putra kedua yang lolos ATP Final
 

Kisah Christopher Rungkat tembus babak utama Wimbledon

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Djokovic petenis tunggal putra kedua yang lolos ATP Final

Jakarta (ANTARA) – Petenis Serbia Novak DJokovic menjadi petenis tunggal putra kedua yang berhasil lolos ke Nitto ATP Final London, mengikuti jejak Rafael Nadal yang sebelumnya terlebih dulu mengamankan posisinya di turnamen tersebut.

Djokovic lolos dengan 6.725 poin usai memenangkan gelar kelimanya di Wimbledon, unggul 500 poin atas Nadal yang mencetak 6.225 poin usai masuk di perempat final, menurut data atptour.com, Selasa.

Baca juga: Zverev taklukkan Federer di semifinal ATP Finals

Djokovic akan bertaruh di turnamen ATP Finalnya yang keenam di tahun 2019, sementara Nadal akan mengikuti yang kelima.

Sementara Roger Federer, mantan juara enam kali Nitto ATP Finals, berada di urutan berikutnya untuk mengamankan tempat di turnamen akhir musim yang ke-17 kalinya dengan modal 5.060 poin setelah kalah dari Djokovic di final Wimbledon.

Petenis lainnya seperti Dominic Thiem, runner-up French Open (Roland Garros), dan Stefanos Tsitsipas yang berusaha untuk ikut pertama kalinya, berada dalam posisi yang kuat di dalam lima pesaing teratas dengan poin masing-masing 3.315 dan 2.995.

Tiga petenis lainnya yang akan bersaing untuk posisi delapan besar di Nitto ATP Finals ialah Kei Nishikori, yang naik satu peringkat ke posisi enam dengan 2.070 poin, Roberto Bautista Agut naik lima peringkat ke urutan tujuh dengan 1.980 poin, dan Daniil Medvedev di posisi kedelapan dengan 1.855 poin.

Baca juga: Gantikan London, Turin tuan rumah finals ATP tahun 2021-2025

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Priska idolakan Halep tapi berfoto bersama Serena

Jakarta (ANTARA) – Petenis junior putri Indonesia Priska Madelyn Nugroho menceritakan pengalaman serunya ketika mengikuti turnamen Wimbledon 2019 yang salah satunya bertemu dengan finalis turnamen Grand Slam edisi 2019 itu, Serena Williams.

“Untuk foto kemarin kebetulan hanya bisa berfoto dengan Serena dan (Novak) Djokovic,” kata Priska kepada ANTARA usai latihan di Tennis Centre Court, Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin.

Serena dan Djokovic ternyata bukan petenis idola Priska karena petenis muda yang terhenti pada perempat final Wimbledon junior 2019 itu justru mengidolakan petenis putri Rumania Simona Halep dan petenis putra Swiss Roger Federer.

“Suka sama Halep karena dia kan postur tubuhnya tidak besar sama kayak saya. Maksudnya dia memberikan harapan untuk orang yang tidak berpostur tubuh besar untuk bisa bermain tenis. Attitude (sikap) dia di dalam dan luar lapangan juga bagus,” kata remaja yang sudah mulai bermain tenis sejak usia tujuh tahun itu.

Priska mengharapkan suatu hari nanti bisa bertemu dan bertanding dengan petenis idolanya ini.

“Ya kalau mereka masih main tenis dan aku juga masih main, pengen sih bisa bermain lawan mereka,” kata Priska.

Baca juga: Priska Nugroho dipastikan turun di SEA Games 2019

Salah satu wakil Indonesia pada Wimbledon 2019 itu mengaku senang  bertemu langsung dengan petenis-petenis top dunia dan berfoto bersama mereka.

Petenis berusia 16 tahun itu mengatakan kesempatan berfoto dengan pemain tenis top dunia sangat besar apalagi mereka latihan bersama mereka.

“Tapi kita harus jaga jarak dari mereka, memang sudah dikasih tahu untuk tidak mengganggu privasi mereka. Kalau mereka lagi free baru boleh,” tutur Priska.

Bermain pada turnamen selevel Wimbledon, Priska mengaku sangat bangga karena bisa bertemu dan bertanding dengan petenis top dunia dalam seluruh pertandingan yang dinilainya berat itu.

“Persaingannya berat semua dari first round. Aku main tiga set semua sampai akhirnya kalah di perempat final,” ujar dia.

Baca juga: Priska Nugroho siap berlaga di U.S Open 2019

Ingin regenerasi, Christopher Rungkat dirikan CBR Foundation

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Priska Nugroho dipastikan turun di SEA Games 2019

Jakarta (ANTARA) – Ketua Umum Pelti Rildo Anwar mengatakan Petenis junior Indonesia Priska Madelyn Nugroho dipastikan akan turun pada kejuaraan SEA Games 2019 Desember mendatang.

“Priska sudah dipastikan masuk di SEA Games 2019 karena memang dia pemain junior yang punya talenta cukup baik,” kata Rildo saat ditemui di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin.

Rildo mengungkapkan, meskipun Priska masih junior tapi prestasinya saat ini cukup membanggakan apalagi dia berhasil bisa menjadi salah satu dari dua petenis Indonesia yang bertanding di Wimbledon 2019 serta masuk ke dalam babak perempat final, yang sudah cukup untuk bisa menjadi syarat turun berlaga di SEA Games.

Terlebih saat ini, petenis berumur 16 tahun itu berada di peringkat 28 ITF junior.

Terkait seleksi atlet tenis yang akan maju di SEA Games 2019, Rildo mengungkapkan akan dilakukan monitoring dan evaluasi terhadap petenis-petenis Indonesia yang dinilai mempunyai prestasi yang baik.

Ia mencontohkan petenis Rifanty Kahfiani yang beberapa waktu lalu mengalahkan Jessy Rompies pada Pertamina 25K Women’s Circuit 2019 dinilai Rildo merupakan hal yang mengejutkan sehingga Rifanty dinilai layak untuk turun di SEA Games.

“Kemarin Rifanty ternyata mengalahkan Jessy. Rifanty kita tawarkan tapi kita sesuaikan dengan jadwal ujiannya. Hasil dari evaluasi dari pemain-pemain ini akan ditetapkan,”ucapnya.

Pada kejuaraan SEA Games nanti, Rildo mengatakan 10 petenis terbaik akan diturunkan, dengan rincian lima untuk kategori putra dan lima untuk putri baik dari petenis junior maupun senior.

Sementara itu, Priska, ketika ditanya terkait persiapannya di SEA Games, mengatakan dirinya akan berusaha maksimal meskipun saat ini ia sedang mempersiapkan turnamen internasional lain yaitu kejuaraan di China dan U.S Open September mendatang.

“Aku akan tetap ikut kejuaraan lain. Kalau untuk SEA Games aku belum tahu calon lawannya siapa tapi aku akan berusaha yang terbaik,” ucap Priska.

Baca juga: Priska Nugroho siap berlaga di U.S Open 2019

Baca juga: Priska Nugroho diramalkan jadi ‘the next’ Angelique Widjaja

ITF World Tennis Tour di Jakarta akan jadi pemanasan SEA GAMES 2019

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Priska Nugroho siap berlaga di U.S Open 2019

Jakarta (ANTARA) – Petenis junior Indonesia Priska Madelyn Nugroho akan kembali berlaga pada kejuaraan Grand Slam yakni U.S Open yang diselenggarakan September mendatang.

“Masih ada satu Grand Slam lagi yaitu U.S Open nanti bulan September,” kata Priska ketika ditemui usai latihan di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin.

U.S Open adalah Grand Slam terakhir dari empat rangkaian dalam satu musim. Turnamen pada lapangan keras ini diadakan pada bulan Agustus atau September setiap tahunnya.

Lebih lanjut Priska mengungkapkan kejuaraan U.S Open dengan tipe lapangan keras itu diharapkan dapat memberikan peluang lebih karena ia merasa cocok dengan jenis lapangan tersebut.

“Sebenarnya kali ini main di hard court dan itu sudah surface yang normal menurutku jadi persiapan yang terbaik aja,” tuturnya.

Sebelum melaju ke U.S Open, Priska mengatakan akan lebih dulu mengikuti kejuaraan tenis junior di Nanjing, China pada Agustus mendatang.

Setelah menjadi salah satu dari dua petenis asal Indonesia yang ikut dalam turnamen Wimbledon 2019, bahkan berhasil masuk ke babak perempat final, Priska mengakui banyak mendapatkan pelajaran saat bertanding.

“Lebih banyak belajar dari pertandingan kemarin. Ke depannya aku selalu coba untuk main lebih agresif,” ucap gadis 16 tahun itu.

Selain itu, dengan mengikuti semakin banyak pertandingan internasional, Priska berharap dapat terus mengasah kemampuannya agar lebih baik.

“Yang lebih penting bisa lebih solid dan agresif dalam important point. Itu yang harus ditingkatkan,” tuturnya.

Kejuaraan di China dan U.S Open ini akan menjadi pertandingannya yang kesebelas setelah sebelumnya ia mengikuti beberapa turnamen seperti French Open dan Australia Open 2019.

Baca juga: Priska Nugroho diramalkan jadi ‘the next’ Angelique Widjaja

Baca juga: Priska tersingkir di perempat final

Ingin regenerasi, Christopher Rungkat dirikan CBR Foundation

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Priska Nugroho diramalkan jadi ‘the next’ Angelique Widjaja

Jakarta (ANTARA) – Ketua Umum Pelti, Rildo Anwar mengatakan Priska Madelyn Nugroho berpeluang menggantikan dan mengulang pencapaian salah satu petenis terbaik Indonesia, Angelique “Angie” Widjaja.

“Priska ini satu contoh yang kita tunggu-tunggu. Yang dulu sudah lama ada Angie, sekarang ada Priska dan mudah-mudahan Priska bisa lebih baik lagi di pertandingan selanjutnya,” kata Rildo saat ditemui di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin.

Hal tersebut disampaikan Rildo setelah prestasi Priska yang berhasil menorehkan catatan impresif dengan maju hingga babak perempat final Wimbledon Junior 2019.

Ia mengatakan Priska yang kini menjadi satu-satunya wakil Indonesia selain Christopher Rungkat pada Grand Slam yang berlangsung di Inggris tersebut telah menunjukkan prestasinya yang menurutnya membanggakan.

Baca juga: Priska nikmati pertandingan lapangan rumput Wimbledon

Dengan prestasi di Wimbledon kemarin, Priska yang bergabung dengan Grand Slam Development Fund Team (GSDF), sebuah tim asuhan Federasi Tenis Internasional (ITF) itu bahkan mendapat pujian dari presiden ITF.

“Kami juga dapat ucapan salut dari ITF atas prestasi Priska yang mereka lihat langsung di Wimbledon. Mereka anggap dia sebagai rising star,” tuturnya.

Dengan demikian, Priska yang saat ini berada di peringkat 28 junior ITF itu diharapkan bisa memperoleh prestasi seperti Angie yang sempat menjuarai Wimbledon Junior 2001 dan menempati peringkat 1 ITF.

Selain itu, dukungan dan pujian ITF tersebut juga diharapkan Rildo dapat memotivasi para petenis junior lainnya untuk menuai prestasi seperti Priska.

Baca juga: Priska cetak prestasi ke perempat final junior

Sebelumnya Priska juga sempat mengikuti kejuaraan Autralia Open 2019 dan French Open 2019 kategori junior meskipun harus terhenti di 16 dan 32 besar.

Namun menurut Priska, kejuaraan Junior Wimbledon 2019 merupakan prestasi terbaiknya karena berhasil masuk ke perempat final.

“Sejauh ini bisa masuk perempat final di Wimbledon memang pencapaian terbaikku dan targetku juga jadi aku bangga,” kata Priska.

Baca juga: Priska tersingkir di perempat final

Impian Christopher tembus peringkat 50 dunia

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Strycova capai gelar peringkat pertama ganda putri

Jakarta (ANTARA) – Petenis Ceko Barbora Strycova, yang memenangkan gelar Grand Slam pertamanya di Wimbledon berpasangan dengan Hsieh Su-wei (Taiwan) untuk gelar ganda putri, akan menjadi petenis putri ke-43 yang akan mencapai gelar peringkat pertama dunia WTA untuk nomor ganda putri.

Pada hari Minggu WTA mengumumkan bahwa Strycova akan naik ke “WTA World No.1” di nomor ganda untuk pertama kalinya dalam karirnya saat format peringkat resmi dikeluarkan hari Senin 15 Juli.

“Merupakan kehormatan besar untuk menjadi pemain ganda nomor satu dunia. Saya sangat senang memenangkan Grand Slam pertama saya dan saya tidak mungkin berhasil di sini tanpa Hsieh yang luar biasa. Kami telah melakukan begitu banyak aksi dan saya bangga dengan semua pencapaian kami bersama,” tutur Strycova melansir wtatennis.com, Senin.

Dengan merebut gelar ganda Grand Slam perdananya di Wimbledon, bersama mantan pemain ganda nomor satu Hsieh, Strycova menjadi wanita ketujuh yang mewakili Republik Ceko yang mencapai peringkat tersebut.

Dia bergabung dengan rekan senegaranya Helena Sukova, Jana Novotna, Kveta Peschke, Lucie Safarova, Barbora Krejcikova dan Katerina Siniakova dalam posisi puncak itu.

Strycova merebut posisi tersebut dari Kristina Mladenovic, yang telah menahan gelar peringkat pertama dunia selama lima minggu terakhir.

Di usianya yang ke-33 tahun dan 109 hari, Strycova menjadi pemain tertua kedua yang debut sebagai “World No.1” di nomor ganda setelah Kveta Peschke pada 2011 yang kala itu berusia 35 tahun, 361 hari.

Selama 12 bulan terakhir Strycova telah mengangkat enam piala ganda WTA dari delapan final, termasuk gelar di Connecticut Open 2018 di New Haven dan China Open di Beijing, Dubai Open 2019, Mutua Madrid Open, Birmingham Open, dan Wimbledon.

“Meraih peringkat pertama di nomor ganda adalah cerminan dari kerja keras dan dedikasi yang telah dilakukan Barbora. Selamat kepada Barbora atas pencapaian yang sangat istimewa ini yang menyoroti kariernya yang luar biasa di tunggal maupun ganda,” ujar Ketua dan CEO WTA Steve Simon.

Baca juga: Strycova amankan semifinal Grand Slam pertamanya di Wimbledon

Ingin regenerasi, Christopher Rungkat dirikan CBR Foundation

Penerjemah: Roy Rosa Bachtiar
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Reaksi tokoh ternama dalam pertandingan Djokovic-Federer di Wimbledon

Jakarta (ANTARA) – Pertandingan putaran final Wimbledon yang epik di hari Minggu antara Novak Djokovic dan Roger Federer menumbuhkan decak kagum bagi para penggemar setianya yang berlatar dari beragam kalangan, termasuk para pesohor jagat hiburan hingga keluarga kerajaan Inggris.

Pertandingan itu tidak hanya mengundang minat keluarga kerajaan hingga petenis legendaris Rod Laver untuk menyaksikannya secara langsung di arena, namun juga mengundang komentar di ranah media sosial.

Akun Twitter @KensingtonRoyal milik keluarga Pangeran William misalnya, menuliskan “Benar-benar final Wimbledon yang hebat dan memukau dari @DjokerNole dan @rogerfederer! Selamat atas gelar kelima bagi Novak di Wimbledon!”, Minggu waktu setempat.

Petenis legendaris asal Australia Rod Laver juga tak luput memberikan cuitan di Twitter, yang menulis “Sebuah final yang hebat, selamat @DjokerNole untuk gelar Wimbledon kelima. Kamu dan @rogerfederer mencapai tingkat tertinggi hari ini. Sebuah pertandingan menegangkan yang tak bisa dibandingkan di kejuaraan lapangan rumput. Terima kasih untuk pertarungan hebat, jujur, dan ganas. Roket!”

Baca juga: Halep juarai Wimbledon usai tundukkan Serena

Baca juga: Djokovic pertahankan gelar via final terlama dalam sejarah

Aktor Hollywood kenamaan Hugh Jackman yang dikenal menggemari tenis juga ikut berkomentar.

Aktor yang dikenal berkat aktingnya sebagai “Wolverine” di X-Men series ini berkomentar, “Sungguh pertandingan yang epik di tunggal putra Kejuaraan Wimbledon,”.

Peringkat satu dunia Djokovic tidak hanya berhasil meraih piala kelimanya di Wimbledon usai mengalahkan peringkat tiga Federer, namun juga mencetak sejarah dengan melakoni final Wimbledon terlama yang mencapai empat jam 57 menit.

Petenis Serbia itu mengukuhkan skor 7-6(7/5), 1-6, 7-6(7/4), 4-6, 13-12(7/3) atas Federer yang sudah memegang delapan kali gelar juara di kejuaraan ini.

Baca juga: Federer ratapi pupusnya peluang di depan mata

Impian Christopher tembus peringkat 50 dunia

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Djokovic: Kemenangan di Wimbledon menyita kekuatan mental

Jakarta (ANTARA) – Novak Djokovic telah bertanding dalam beberapa pertandingan paling berkesan dan menantang dalam sejarah Era Terbuka, termasuk final Australia Open 2012 ketika ia mengalahkan Rafael Nadal dalam pertandingan final Grand Slam terpanjang dalam sejarah, yaitu lima jam 53 menit.

Namun, tidak ada pertandingan yang lebih banyak menyita kekuatan mental Djokovic daripada final Wimbledon melawan Roger Federer pada hari Minggu (14/7).

“Itu mungkin pertandingan yang paling berat dan paling menuntut secara mental yang pernah saya ikuti. Saya menjalani pertandingan paling berat secara fisik melawan Nadal di final Australia yang berlangsung hampir enam jam. Tetapi secara mental ini adalah tingkat yang berbeda,” kata Djokovic saat diwawancari atptour.com, Senin.

Petenis Serbia itu menyelamatkan dua poin pertandingan dan memenangkan kejuaraan Wimbledon kelimanya dengan skor 7-6(5), 1-6, 7-6(4), 4-6, 13-12(3) dalam empat jam 57 menit, final tunggal putra terpanjang dalam sejarah Wimbledon (sejak 1877), atau sembilan menit lebih lama dari final di tahun 2008 antara Nadal dan Roger Federer.

“Aku jelas sangat senang untuk berada di sini sebagai pemenang. Padahal butuh satu pukulan lagi sehingga saya bisa kalah. Tapi pertandingan ini punya segalanya, bisa saja ini jadi (kemenangan) miliknya,” pungkas Djokovic.

Djokovic, yang telah memenangkan empat dari lima kejuaraan besar terakhir, kini hanya selisih dua gelar Grand Slam dari Rafael Nadal (18) dan empat dari Federer (20).

Ia pun mengakui bahwa konstestasi mereka bertiga sebagai “Top Three” turut andil dalam dorongannya untuk terus berkembang.

“Kami membuat tumbuh dan berkembang satu sama lain. Kedua orang itu mungkin salah satu alasan terbesar saya masih bersaing di tingkat ini. Fakta bahwa mereka membuat sejarah di olahraga ini ikut memotivasi saya juga, menginspirasi saya untuk mencoba melakukan apa yang telah mereka lakukan, apa yang telah mereka capai, dan bahkan mencoba melampauinya,” katanya.

Baca juga: Reaksi tokoh ternama dalam pertandingan Djokovic-Federer di Wimbledon

Baca juga: Lima fakta final tunggal putra Wimbledon

Impian Christopher tembus peringkat 50 dunia

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Halep siap gantikan Serena jadi ratu tenis dunia

London, Inggris (ANTARA) – Manakala Simona Halep merebut gelar juara Wimbledon sulit memungkiri perasaan mengenai hadirnya ratu baru dalam tenis putri dunia, tulis koran Inggris, Daily Mail, dalam lamannya.

Setelah menghentikan Serena untuk memenangkan gelar Grand Slam kedua dan gelar Wimbledon pertamanya, Halep terlihat siap mengenakan mantel dominasi tenis dunia.

Naomi Osaka dan Angelique Kerber memang punya momen sendiri-sendiri, tetapi tidak ada yang sekonsisten Halep.

Petenis Rumania berusia 27 tahun ini telah empat kali mencapai final Grand Slam dalam tiga tahun terakhir dan merebut gelar juara paling sedikit satu kali sejak 2013.

Baca juga: Halep juarai Wimbledon usai tundukkan Serena

“Saya cuma bisa senang dan yakin bahwa saya akan bermain di mana-mana. Menjuarai Wimbledon bisa menjadi pemicu yang bagus untuk mentalitas saya dalam turnamen-turnamen mendatang tetapi besok adalah hari yang baru dan kami mulai bekerja lagi,” sambung Halep.

Menurut Daily Mail, Halep seperti wanita yang sudah berdamai dengan dirinya sendiri dan tempatnya di tenis.

Ambisi Serena menjadi juara Grand Slam ke-24 kalinya sehingga tinggal satu gelar lagi untuk menyamai pencapaian Margaret Court, jalan terus.

Serena yang sudah berusia 37 tahun kini dituntut lebih sering lagi bermain pada berbagai turnamen dan sekaligus meningkatkan staminanya.

Baca juga: Djokovic tak menyangka bisa lima kali juara
 

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Federer ratapi pupusnya peluang di depan mata

London, Inggris (ANTARA) – Roger Federer mengaku tidak mempercayai dirinya bisa sampai membuang cuma-cuma dua match point yang bisa memastikan dia menjuarai Wimbledon kesembilan kalinya, setelah ditaklukkan Novak Djokovic dalam pertandingan final tunggal putra Wimbledon paling lama dalam sejarah turnamen ini.

Legenda Swiss berusia 37 tahun itu meratapi “peluang yang hilang” ketika dia dua kali nyaris menyelesaikan pertandingan dengan match point sewaktu mengambil serve pada gim ke-16 pada set penentuan sehingga kalah 7-6 (7/5), 1-6, 7-6 (7/4), 4-6, 13-12 (7/3).

Yang menakjubkan adalah ini kali kedua Federer melewati final paling panjang di Wimbledon yang sama-sama berakhir dengan kekalahan, saat menghadapi Rafael Nadal pada 2008.

Federer, yang kelihatan emosional saat berdiri bersama istri dan anak-anaknya di bangku pemain setelah kekalahan itu, mengungkapkan tak bisa memastikan apakah kalah dalam set seperti itu lebih menyakitkan ketimbang kalah straight set.

Baca juga: Lima petenis paling sering juara Grand Slam

“Sulit diungkapkan. Saya tak tahu jika perasaan karena kalah 2-2-2 lebih baik dibandingkan dengan kekalahan ini. Pada akhirnya itu sama sekali tidak jadi masalah,” kata Federer seperti dikutip AFP.

“Anda mungkin merasakan lebih kecewa, sedih, marah besar. Saya tak tahu apa yang saya rasakan sekarang,” sambung dia. “Saya cuma merasakan bahwa peluang luar biasa ini pupus, saya tak mempercayai hal ini.”

Federer yang kalah pada lima pertemuan terakhirnya dengan Djokovic dalam Grand Slams, terakhir kali mengalahkan petenis Serbia itu dalam Wimbledon 2012 menyatakan, pertandingan itu lepas dari genggamanya ketika dia gagal menuntaskan dua match point.

Baca juga: Fakta singkat pertarungan Djokovic vs Federer

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Lima petenis paling sering juara Grand Slam

London, Inggris (ANTARA) – Juara bertahan Novak Djokovic merenggut gelar juara tunggal putra Wimbledon kelimanya setelah menaklukkan juara Wimbledon delapan kali Roger Federer dalam final paling lama dalam sejarah. Rekornya selisih empat gelar Grand Slam di bawah catatan Federer dengan 16 kali juara Grand Slam.

Kemenangan ini membuat Djokovic tinggal empat gelar lagi untuk menyamai pencapaian Federer menjadi juara Grand Slama sebanyak 18 kali. Djokovic menyudahi perlawanan Federer dengan 7-6 (7/5), 1-6, 7-6 (7/4), 4-6, 13-12 (7/3) dalam final paling lama dalam sejarah yang diakhiri dengan tie-break bersejarah.

Berikut daftar petenis putra yang paling sering menjuarai Grand Slam, seperti dicatat Reuters.

Baca juga: Djokovic pertahankan gelar via final terlama dalam sejarah

20 – Roger Federer (Swiss) – Australia Open (6), French Open (1), Wimbledon (8), US Open (5)

18 – Rafa Nadal (Spanyol) – Australia Open (1), French Open (12), Wimbledon (2), US Open (3)

16 – Novak Djokovic (Serbia) – Australia Open (7), French Open (1), Wimbledon (5), US Open (3)

14 – Pete Sampras (Amerika Serikat) – Australia Open (2), Wimbledon (7), US Open (5)

12 – Roy Emerson (Australia) – Australia Open (6), French Open (2), Wimbledon (2), US Open (2)

Baca juga: Djokovic tak menyangka bisa lima kali juara

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Fakta singkat pertarungan Djokovic vs Federer

London, Inggris (ANTARA) – Juara bertahan Novak Djokovic merenggut gelar juara tunggal putra Wimbledon kelimanya Minggu waktu setempat setelah menaklukkan juara Wimbledon delapan kali Roger Federer 7-6 (7/5), 1-6, 7-6 (7/4), 4-6, 13-12 (7/3) dalam final paling lama dalam sejarah yang diakhiri dengan tie-break bersejarah.

Berikut statistik kunci pertemuan di antara dua dari tiga petenis utama dunia (Big Three) yang tuntas Senin dini hari WIB ini, seperti dicatat Reuters. Djokovic adalah unggulan utama Wimbledon kali ini, sedangkan Federer unggulan kedua.

1-Djokovic 2-Federer
Ace 10 25
Kesalahan ganda 9 6
Break point dimenangkan 3/8 7/13
Net point dimenangkan 24/38 51/65
Winner 54 94
Unforced error 52 61
Total poin dimenangkan 203 218
Lama bermain: Empat jam, 55 menit

Baca juga: Djokovic pertahankan gelar via final terlama dalam sejarah
 

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Djokovic tak menyangka bisa lima kali juara

London, Inggris (ANTARA) – Novak Djokovic mengaku tak terbayangkan bisa memegang trofi Wimbledon untuk kelima kalinya setelah menyelamatkan dua match point melawan juara Wimbledon delapan kali Roger Federer dalam final yang berakhir sampai Senin dini hari tadi.

Petenis Serbia berusia 32 tahun yang dua kali berturut-turut menjuarai Wimbledon itu berhasil melewati duel epik, final paling lama dan final pertama yang ditentukan oleh set tie-break.

Djokovic yang kalah catatan rekor dari lawannya yang berusia 37 tahun itu akhirnya menang 7-6 (7/5), 1-6, 7-6 (7/4), 4-6, 13-12 (7/3) dalam tempo 4 jam 57 menit.

“Sangat sulit dipercaya bisa bangkit setelah menghadapi dua match poin dan aneh sampai harus memainkan tie-break hingga 12-12,” kata dia seperti dikutip AFP.

Djokovic memuji petenis Swiss yang menjadi lawannya itu.

“Saya kira jika pertandingan ini bukan final yang paling menarik maka pertandingan ini sudah pasti merupakan dua atau tiga teratas dalam karir saya melawan salah satu pemain terbesar sepanjang masa, Roger, yang saya hormati,” kata Djokovic.

“Sayang pada pertandingan seperti ini harus ada orang yang kalah.”

Baca juga: Djokovic pertahankan gelar via final terlama dalam sejarah

Djokovic –yang menyamai rekor legenda Swedia Bjorn Borg mengangkat trofi Wimbledon lima kali– mengaku menjadi juara selalu menjadi impiannya sejak kecil.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih secara khusus kepada orang tua saya atas segalanya.”

Federer yang kecewa karena gagal menjadi juara Grand Slam tertua dan juara Wimbledon kesembilannya, melucu tentang dia menjadi bagian dari final yang epik ini.

Dia juga pernah melewati pertandingan final terlama saat menyerah kepada Rafael Nadal pada 2008.

“Saya akan berusaha melupakannya tetapi ini pertandingan terbesar,” kata dia seperti dikutip AFP. “Saya senang pada penampilan saya, selamat Novak, yang tadi itu memang gila.”

Federer berharap menjadi contoh untuk orang-orang seusianya. “Saya berharap saya memberi orang-orang berusia 37 tahun perasaan bahwa ini belum berakhir, saya merasa baik-baik saja,” kata dia.

Baca juga: Halep juarai Wimbledon usai tundukkan Serena

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Djokovic pertahankan gelar via final terlama dalam sejarah

London, Inggris (ANTARA) – Petenis Serbia Novac Djokovic mempertahankan gelar juara tunggal putra turnamen Wimbledon setelah menaklukkan pemegang delapan delapan gelar turnamen tersebut Roger Federer 7-6 (7/5), 1-6, 7-6 (7/4), 4-6, 13-12 (7/3) dalam final paling lama dalam sejarah yang diakhiri dengan tie-break bersejarah di London, Minggu waktu setempat.

Petenis berusia 32 tahun itu menyelamatkan dua match point ketika menyambar gelar Wimbeldon kelima sekaligus Grand Slam ke-16-nya ini yang berselisih empat gelar di bawah rekor total Federer.

Kemenangan Djokovic memperpanjang catatan kemenangannya dalam pertandingan antar-Tiga Besar (Djokovic, Federer dan Rafael Nadal) menjadi 11 kemenangan Grand Slams berturut-turut.

Dengan waktu bertanding 4 jam 57 menit, maka final kali ini adalah final Wimbledon paling lama dalam sejarah.

Stan Wawrinka adalah petenis terakhir di luar trio besar yang memenangkan Grand Slam, ketika menjuarai US Open 2016 setelah mengalahkan Djokovic.

Petenis terakhir yang menjuarai Grand Slam di bawah usia 30 tahun adalah Andy Murray yang menjuarai Wimbledon pada 2016 dalam usia 29 tahun, demikian AFP.

Baca juga: Halep juarai Wimbledon usai tundukkan Serena

Baca juga: Taiwan juarai nomor ganda campuran

Baca juga: Mochizuki cetak sejarah Grand Slam bagi Jepang di Wimbledon

Baca juga: Cabal dan Farah juara ganda putra setelah bertanding lima jam

Impian Christopher tembus peringkat 50 dunia

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Taiwan juarai nomor ganda campuran

Jakarta (ANTARA) – Petenis Taiwan Latisha Chan dan Ivan Dodig dari Kroasia meraih gelar Grand Slam berturut-turut, setelah menyabet gelar ganda campuran Wimbledon setelah menaklukkan petenis Swedia Robert Lindstedt dan Jelena Ostapenko dari Latvia dengan 6-2, 6-3, Minggu.

Chan dan Dodig telah menjadi ganda campuran yang kuat pada tahun terakhir setelah menjuarai French Open dan Wimbledon.

Unggulan delapan itu selalu dalam kendali, melaju untuk memimpin 5-0 pada set pertama.

Baca juga: Pangeran Williams dan Kate Middleton saksikan final Wimbledon

Meskipun Chan — yang memenangi gelar ganda US Open 2017 bersama Martina Hingis — dipatahkan servisnya, balas mematahkan untuk merebut set ini.

Hanya satu break pada gim kedelapan set kedua yang mereka butuhkan sebelum merayakan kemenangan dengan memanjat box para pendukung mereka untuk memberi pelukan sebelum ditampilkan bersama trofinya.

Bagi keduanya, Chan yang berusia 29 tahun dan Dodig (34), ini merupakan gelar Wimbledon pertama mereka dari nomor manapun — petenis Kroasia, Dodig kalah pada final ganda putra pada 2015, demikian AFP.

Baca juga: Mochizuki cetak sejarah Grand Slam bagi Jepang di Wimbledon

Impian Christopher tembus peringkat 50 dunia

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mochizuki cetak sejarah Grand Slam bagi Jepang di Wimbledon

Jakarta (ANTARA) – Shintaro Mochizuki membuat sejarah, Minggu, menjadi petenis Jepang pertama yang memenangi gelar tunggal putra junior Grand Slam, dengan mengalahkan Carlos Gimeno Valero dari Spanyol 6-3, 6-2 pada final Wimbledon.

Petenis berusia 16 tahun, yang baru memainkan turnamen lapangan rumput ketiganya itu, mengikuti juara tunggal putri junior 1969 Kazuko Sawamatsu dalam menjuarai Grand Slam lapangan rumput tersebut.

Mochizuki mengatakan, ia telah belajar banyak dari rekan senegaranya, finalis US Open 2014 Kei Nishikori.

“Dia sangat baik,” kata Mochizuki dikutip AFP, Minggu. “Ia memberi saya banyak saran.

“Seperti kadang-kadang saya berlatih bersama dia. Saya belajar banyak dari dia. Yeah, ia cerdas.”

Nishikori, sembilan kali perempat finalis Grand Slam, segera mengunggah pada Twitter memberi selamat rekan senegaranya.

“Selamat kepada @ShintaroMOCHIZU! Turnamen yang luar biasa,” cuit bintang asal Jepang itu, menambahkan ikon jempol, ikon lengan ditekuk serta beberapa bendera.

Namun, bukan petenis berusia 29 tahun Nishikori yang menjadi idolanya.

“Roger Federer, saya suka menyaksikannya di TV, yeah,” katanya.

“Saya tidak ingin mengkopi dia, tapi saya suka menyaksikan dia.”

Mochizuki mengatakan ia sangat sadar terhadap kekalahannya di French Open ketika ia memimpin 5-2 pada semifinal hanya untuk kalah.

Ia mengatakan, momen pentingnya adalah ketika ia unggul satu set namun dipatahkan servisnya pada awal set kedua dan berhasil bertahan.

“Pada set pertama, saya dipatahkan dua kali,” katanya.

“Saya sering ingin mempertahankan service game saya. Itu bagus. Saya bermain sangat sulit.

“Ia memperoleh beberapa break point, tapi saya hanya mengusahakan yang terbaik untuk mempertahankan service game saya.

“Ya, ini pertandingan yang sangat penting bagi saya.”

Mochizuki mengakui belum terbiasa bermain di depan begitu banyak orang di Lapangan Satu telah membuatnya enggan tampil di hadapan mereka.

“Saya malu, sehingga ini seperti, mengapa saya harus melakukannya?,” katanya.

“Tetapi itu menyenangkan. Begitu banyak orang di sana. Saya agak gugup.”

Akan tetapi, begitu berada di lapangan ia malah menikmati bermain-main dengan penontonnya, dengan satu smes lompat menjadi hiburan spesial bagi penonton.

“Ini kesempatan besar untuk melakukannya, maka saya hanya melakukannya untuk hiburan,” katanya.

“Ini bola yang mudah. Saya hanya ingin membuat orang senang menyaksikan saya.”

Baca juga: Halep juarai Wimbledon usai tundukkan Serena
Baca juga: Priska cetak prestasi ke perempat final junior

 

Impian Christopher tembus peringkat 50 dunia

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pangeran Williams dan Kate Middleton saksikan final Wimbledon

Jakarta (ANTARA) – Pangeran Inggris Williams dan istrinya Kate Middleton tiba di Wimbledon, Minggu (14/7) untuk menyaksikan final tunggal putra yang akan mempertemukan juara bertahan Novak Djokovic dengan Roger Federer.

Dikutip dari Reuters, Minggu, Duke of Cambridge William dan Duchess of Cambridge Kate, bertemu dengan ball boys dan ball girls, sebelum menempati bangku mereka di royal box untuk pertandingan yang dimulai pukul 1300 GMT (sekitar 20.00 WIB).

Kate adalah pelindung All England Lawn Tennis and Croquet Club (AELTC).

Pada Sabtu (13/7), ia dan adik iparnya, Meghan, Duchess of Sussex, menyaksikan Serena Williams menghadapi petenis Rumania Simona Halep pada final tunggal putri.

Halep, unggulan ketujuh, mengalahkan Williams dalam pertandingan yang berlansung 56 menit dengan skor 6-2, 6-2 .

Baca juga: Cabal dan Farah juara ganda putra setelah bertanding lima jam

Baca juga: Lima fakta final tunggal putra Wimbledon

Impian Christopher tembus peringkat 50 dunia

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Cabal dan Farah juara ganda putra setelah bertanding lima jam

Jakarta (ANTARA) – Pasangan petenis Kolombia, Juan-Sebastian Cabal dan Robert Farah, memenangi gelar ganda putra Grand Slam pertama mereka pada Sabtu waktu setempat, setelah bertanding selama hampir lima jam pada final Wimbledon.

Unggulan kedua tersebut menjadi pasangan pertama dari negara mereka yang meraih gelar utama berkat kemenangan 6-7 (5/7), 7-6 (7/5), 7-6 (8/6), 6-7 (5/7), 6-3 atas pasangan unggulan ke-11 asal Prancis, Nicolas Mahut dan Edouard Roger-Vasselin, demikian dikutip dari AFP, Minggu.

Cabal dan Farah juga akan menjadi pasangan peringkat satu untuk pertama kalinya setelah kemenangan yang berlangsung selama empat jam 56 menit itu.

Baca juga: Halep juarai Wimbledon usai tundukkan Serena

Baca juga: Lima fakta final tunggal putra Wimbledon
 

Impian Christopher tembus peringkat 50 dunia

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Lima fakta final tunggal putra Wimbledon

Jakarta (ANTARA) – Berikut ini adalah lima fakta final tunggal putra Wimbledon antara Novak Djokovic dan Roger Federer yang berlangsung Minggu waktu setempat, menurut catatan AFP:

Dominasi ‘Tiga Besar’
Dengan majunya Djokovic dan Federer ke final, pemenang pada pertandingan Minggu ini akan memperpanjang rangkaian gelar Grand Slam yang dimenangi oleh ‘Tiga Besar’ yakni kedua finalis dan Rafael Nadal menjadi 11 gelar utama berturut-turut.

Sejak Federer memenangi gelar Grand Slam pertamanya di Wimbledon pada 2003, hanya lima final Grand Slam yang dipertandingkan oleh dua pemain di luar ‘Tiga Besar’ tersebut.

Federer, tua perkasa
Pada usia 37 tahun 340 hari, Federer sedang berusaha menjadi pemain tertua pada era Open yang memenangi gelar tunggal putra Grand Slam.

Ken Rosewall adalah satu-satunya pemain berusia 37 tahun yang memenangi gelar tunggal turnamen utama pada waktu itu – ia menjuarai Australia Open 1972 pada usia 37 tahun 62 hari.

30 tahun ke atas masih spesial
Juara pada Wimbledon kali ini akan memperpanjang deretan gelar Grand Slam yang dimenangi oleh pemain berusia 30 tahun atau lebih tua. Sebanyak 12 gelar Grand Slam terakhir – termasuk pada Wimbledon tahun ini – telah terbagi di antara pemain berusia 30 tahun atau lebih.

Djokovic buru gelar Wimbledon kelima
Juara bertahan Djokovic sedang berusaha memenangi gelar Wimbledon kelimanya dan menyamai Bjorn Borg dan Laurie Doherty di urutan keempat dalam daftar juara sepanjang masa. Ia juga mengejar gelar utama ke-16 sepanjang karirnya.

Federer akan samai Navratilova?
Federer sedang berusaha menjadi petenis kedua dalam sejarah yang memenangi sembilan gelar tunggal Wimbledon setelah Martina Navratilova yang memenangi sembilan tunggal putri. Federer juga mengejar gelar Grand Slam ke-21.

Baca juga: Taklukkan Nadal, Federer hadapi Djokovic di final Wimbledon

Baca juga: Final Wimbledon, Djokovic menanti calon lawan

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019