Murray lagi-lagi gagal pada “comeback” tunggalnya

Washington, Amerika Serikat (ANTARA) – Andy Murray langsung terhenti pada babak pertama ATP Winston-Salem Open, Senin waktu AS, di mana sang juara Grand Slam tiga kali itu melakukan eksperimen kedua kalinya pada nomor tunggal setelah absen lama menyusul operasi panggul.

Petenis Inggris yang Januari silam sempat mengaku khawatir karirnya tutup masa, mendapatkan wild card pada turnamen di North Carolina setelah gagal pada comeback tunggal pertamanya di Cincinnati pekan lalu.

Dia kembali sekilas menunjukkan dominasinya tetapi tidak konsisten sehingga menyerah 6-7 (8-10), 5-6, kepada peringkat 73 dunia dari Amerika Serikat,Tennys Sandgren, dalam pertandingan yang berlangsung selama dua jam 10 menit.

“Saya kira banyak hal yang agak lebih baik hari ini. Saya memukul bola agak lebih bersih ketimbang yang saya lakukan di Cincinnati…Saya merasa saya bergerak lebih bagus untuk memukul drop shot yang mungkin minggu lalu tidak bisa saya lakukan,” kata Murray seperti dikutip Reuters.

“Jadi ada beberapa hal baik di sana tetapi juga ada beberapa hal yang ingin saya lakukan lebih baik lagi.”

Baca juga: Lee Duck-hee, petenis tuna rungu pertama menangi laga ATP

Dalam pertandingan yang awalnya sempat ditunda hujan ini, Sandgren harus melalui set pembuka dengan sembilan kali deuce, mengonversi satu break point ketika mereka hendak melangkah ke set penentuan tanpa break serve.

Petenis Amerika itu perlu empat poin dan satu break point saat menutup tiebreak.

Murray sempat tertinggal jauh 0-3 saat break serve set kedua. Dia bangkit dan tetap memberikan perlawanan keras saat Sandgren tengah memegang serve untuk match point pada kedudukan 5-4. Tapi akhirnya set ini pun dirampas Sandgren dengan 6-5.

“Secara fisik, saya baik-baik saja, jika melihat, ada ada sakit, tidak ada yang tidak nyaman. Hanya agak sedikit lebih lelah dibandingkan dengan biasanya,” tutup Murray.

Baca juga: Stephens pisah jalan dengan pelatihnya jelang US Open

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Stephens pisah jalan dengan pelatihnya jelang US Open

Jakarta (ANTARA) – Petenis Amerika Serikat Sloane Stephens memutuskan berpisah dengan pelatihnya, Sven Groeneveld, kurang dari satu pekan sebelum US Open digelar, kata mantan juara turnamen Grand Slam itu seperti dikutip Reuters.

Stephens, yang baru dilatih pelatih asal Belanda itu Mei lalu, sudah mengumumkan pengganti pelatihnya itu sebelum seri Grand Slam terakhir (US Open) mulai digelar Senin pekan depan.

“Setelah dipikir banyak, Sven Groeneveld dan saya memutuskan untuk berjalan terpisah,” cuit juara edisi 2017 itu dalam Twitter.

Baca juga: Anisimova mundur dari US Open karena ayah meninggal

“Perubahan itu enggak gampang, tetapi saya mengapresiasi sekali waktu kebersamaan kami. Maju terus!”

Groeneveld, yang sebelumnya melatih dua mantan petenis nomor satu dunia Ana Ivanovic dan Maria Sharapova, berterima kasih awat kebersamaan mereka.

“Saya doakan kamu seorang tangguh (di) @usopen, kamu punya segalanya untuk meraihnya, saya yakin kepadamu!” tulis dia dalam Twitter.

Baca juga: Muchova melenggang, Zhang terhenti di Bronx Open

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Muchova melenggang, Zhang terhenti di Bronx Open

New York, Amerika Serikat (ANTARA) – Unggulan kesepuluh asal Republik Ceko, Karolina Muchova, mengalahkan petenis Slowakia Viktoria Kuzmova 7-5 6-2 untuk maju ke babak kedua Bronx Open, sebaliknya unggulan keempat Zhang Shuai terhenti akibat kalah straight set, Senin waktu AS.

Muchova, yang mencapai perempat final Grand Slam pertamanya di Wimbledon bulan lalu, memenangkan 93 persen serve pertamanya. Dia tidak menghadapi sekali pun break point pada pertandingan ini dengan cuma menghabiskan waktu 69 menit.

Petenis Ceko berusia 22 tahun itu akan menghadapi petenis peraih wildcard dari Amerika Serikat, Kristie Ahn, yang menghempaskan wakil Swiss, Jil Teichmann, pada hari yang sama.

Zhang, salah satu perempat finalis Wimbledon tahun ini, dihentikan oleh petenis Jerman Andrea Petkovic yang menyudahi perjalanan petenis China dengan 6-3, 6-4.

Baca juga: Lee Duck-hee, petenis tuna rungu pertama menangi laga ATP

Mengutip Reuters, Petkovic yang 55 level di bawah lawannya, berulang kali mengembalikan serve kedua Zhang dengan pengembalian bertenaga. Sekalipun Zhang memenangkan empat gim berturut-turut pada set kedua, dia tidak bisa mengimbangi lawannya yang tampil agresif.

Coco Vandeweghe, petenis wildcard Amerika lainnya menyerah 3-6, 0-6 kepada Anna Blinkova dari Rusia, sedangkan unggulan kelima Katerina Siniakova maju usai membabat Wang Yafan 6-3, 6-2.

Petenis Rumania Mihaela Buzarnescu bangkit setelah kalah pada set pertama untuk berbalik mengalahkan Laura Siegemund dari Jerman dengan 3-6, 6-0, 6-4.

Baca juga: Serena kembali ke Auckland untuk pemanasan Aussie Open

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Serena kembali ke Auckland untuk pemanasan Aussie Open

Wellington, Selandia Baru (ANTARA) – Serena Williams hari ini mengumumkan bahwa dia akan melakukan pemanasan menjelang Australia Open Januari tahun depan dengan mengikuti turnamen Auckland Classic yang telah memberi kenangan tersendiri bagi sang superstar tenis Amerika.

Williams secara mengejutkan tersingkir dari babak kedua turnamen di Selandia Baru edisi 2017. Dia menyalahkan kondisi lapangan yang berangin sebagai pemicu kekalahannya.

Tapi bulan itu tahun itu juga dia menjuarai Australia Open yang menjadi gelar Grand Slam ke-23 yang dia rengkuh yang sekaligus melewati pencapaian Steffi Graf dengan 22 gelar Grand Slam.

Tahun itu juga di Selandia Baru dia mengumumkan pertunangannya dengan Alexis Ohanian dan kemudian diketahui tengah hamil mengandung anak pertamanya saat bertanding pada turnamen tersebut.

Baca juga: Lee Duck-hee, petenis tuna rungu pertama menangi laga ATP

Saat ini berperingkat delapan dunia, petenis berusia 37 tahun itu mengaku ingin membuktikan diri kepada masyarakat Selandia Baru bahwa dia bisa berjaya pada turnamen tersebut.

“Saya ingin sekali memenangkan gelar itu,” kata dia seperti dikutip AFP. “Terakhir kali saya di sana, saya sudah melewati banyak hal dan sekalipun saya lolos memenangkan pertandingan pertama saya, saya tahu saya tidak bermain pada level saya.”

Sejak sukses pada 2017 di Melbourne Park, Williams terus memburu gelar Grand Slam ke-24 untuk menyamai prestasi legenda Australia Margaret Court.

Kini dia menghadapi masalah punggung menjelang US Open, sehingga memaksanya tidak turun pada turnamen pemanasan di Toronto dan Cincinnati.

Baca juga: Anisimova mundur dari US Open karena ayah meninggal
 

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Lee Duck-hee, petenis tuna rungu pertama menangi laga ATP

Washington, Amerika Serikat (ANTARA) – Lee Duck-hee menjadi petenis tuna rungu pertama yang memenangkan sebuah pertandingan babak utama ATP, Senin waktu setempat, setelah sempat dipaksa menunggu hujan berhenti untuk menaklukkan Henri Laaksonen pada turnamen tenis di Winston-Salem, North Carolina, Amerika Serikat.

Petenis Korea Selatan berusia 21 tahun itu tinggal butuh dua poin lagi untuk menang ketika badai menyapu wilayah yang menjadi tempat berlangsungnya turnamen.

Ketika dia Laaksonen yang asal Swiss kembali bertanding lima jam kemudian, Lee dengan cepat mengunci kemenangan 7-6 (7/4), 6-1.

“Saya tak mengira bisa melewati pertandingan ini,” kata Lee yang merebut tiga poin dari tiebreak set pertama. “Saya kira saya cuma harus bermain sebaik-baiknya dan berusaha terus fokus, tetapi saya yang keluar sebagai pemenang.”

Baca juga: Anisimova mundur dari US Open karena ayah meninggal

Lee, berperingkat 212 dunia, akan menghadapi unggulan ketiga Hubert Hurkacz, petenis nomor 40 dunia dari Polandia, pada babak kedua turnamen ATP ini.

“Saya akan masuk gelanggang dengan sikap yang sama,” kata Lee yang gigih mewujudkan impian tenisnya kendati menghadapi kesulitan karena disabilitasnya.

Dia beralih ke tenis profesional pada usia 15 tahun dan mencapai peringkat tunggal ATP terbaiknya ranking 130 dunia pada 2017.

“Saya akan mengeluarkan yang terbaik dari saya dan lihat apa yang terjadi nanti,” tutup dia seperti dikutip AFP.

Baca juga: Pera dan Cornet maju ke putaran kedua Bronx Open

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Anisimova mundur dari US Open karena ayah meninggal

Jakarta (ANTARA) – Petenis remaja Amerika Serikat yang menjanjikan harapan baru negeri itu, Amanda Anisimova, mundur dari keikutsertaan US Open menyusul meninggalnya ayahanda yang sekaligus pelatihnya, Konstantin Anisimova, tulis ESPN dalam lamannya, hari ini (Selasa, 20/8)

Penyebab kematian sang ayah masih belum diketahui.

Petenis nomor 24 dunia dan juara US Open Junior 2017 itu tampil menakutkan saat menjungkalkan juara French Open Simona Halep untuk mencapai semifinal turnamen itu belum lama tahun ini.

Konstantin dan sang istri Olga pindah ke Amerika Serikat dari Rusia pada 1998. Di bawah kepelatihannya, sang anak yang kini berusia 17 tahun merangsek masuk peringkat top WTA.

Baca juga: Medvedev kalahkan Goffin untuk juarai Cincinnati Masters

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pera dan Cornet maju ke putaran kedua Bronx Open

Jakarta (ANTARA) – Petenis putri Amerika Serikat Bernarda Pera dan petenis Prancis Alize Cornet maju ke putaran kedua dengan kemenangan dua set langsung pada turnamen Bronx Open di New York pada Minggu (Senin WIB).

Pera, yang dikalahkan Veronika Kudermetova dua kali tahun ini, berhasil membalas kekalahannya itu dengan kemenangan meyakinkan 6-0, 6-2 atas petenis Rusia tersebut. Dia maju ke babak 16 besar untuk menghadapi unggulan ketiga Barbora Strycova yang mendapat bye.

“Saya merasa cukup bagus dan saya pikir saya telah memainkan pertandingan luar biasa, hampir sempurna. Saya tidak banyak berubah (dari Cincinnati),” kata Pera seperti dilaporkan Reuters.

“Tenis bisa berubah sangat cepat. Satu hari anda bermain bagus dan hari lainnya anda tidak bermain begitu bagus. Dia pemain yang hebat, jadi saya senang dengan kemenangan ini,” kata Pera.

Sementara itu Alize Cornet meskipun juga meraih kemenangan dalam dua set langsung ketika mengalahkan petenis Ukraina Kateryna Kozlova, dia masih membutuhkan waktu 97 menit untuk menyelesaikan pertandingan yang berakhir 6-4, 6-2.

Baca juga: Ferro menang di Lausanne, Rybakina juara di Bucharest

Ingin regenerasi, Christopher Rungkat dirikan CBR Foundation

Pewarta: Irwan Suhirwandi
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Christo tunggu hasil undian US Open, Grand Slam ketiganya tahun 2019

Jakarta (ANTARA) – Petenis Indonesia, Christopher Rungkat, menunggu hasil undian babak utama kejuaraan US Open 2019 pada Kamis (22/8), yang bakal menjadi turnamen level Grand Slam ketiganya sepanjang tahun ini.

Sebagaimana di French Open dan Wimbledon, Christo akan bersaing dalam nomor ganda putra berpasangan dengan petenis Taiwan Hsieh Cheng-Peng.

Baca juga: Indonesia perlu belajar soal dukungan petenis ke Taiwan, kata Christo

Pengalaman pada dua turnamen yang digelar di Prancis dan Inggris itu diakui Christo jadi modal besar menyongsong US Open, di mana ia membidik bisa mencapai putaran ketiga.

“Hasil sebelumnya cukup baik, dan meskipun berhadapan dengan pemain kelas dunia sekalipun, kami berhasil menunjukan bahwa peluang selalu ada,” kata Christo dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Senin.

“Cukup fokus kepada pertandingan dan menjadikan pengalaman sebelumnya sebagai bahan pembelajaran untuk menunjukan performa yang lebih baik lagi,” ujarnya menambahkan.

Baca juga: Christo petik jerih payah 12 tahun wujudkan mimpi tampil di Grand Slam

Christopher/Hsieh punya modal menyingkirkan unggulan ke-16 Austin Krajicek/Artem Sitak (Amerika Serikat/Selandia Baru) dari putaran pertama French Open pada Mei, meski kemudian langkah mereka terhenti dalam putaran 32 besar.

Lantas ketika tampil di Wimbledon, Christopher/Hsieh memberi perlawanan ketat kepada unggulan ke-14 asal Austria Oliver Marach/Juergen Melzer meski langkahnya terhenti di putaran pertama.

Baca juga: Kembali ke nomor ganda, jadi jalan pulang Christo ke Grand Slam

Selain hasil-hasil itu, Christo mengaku ada banyak pelajaran penting dari French Open dan Wimbledon.

“Jam terbang dalam bertanding, sekaligus mental dalam menghadapi rally panjang dan ketat,” katanya.

“Ada keputusan-keputusan kritis yang harus diambil dengan cepat pada momen-momen tertentu, dan itu hanya bisa dilakukan oleh mereka yang sudah terasah oleh pengalaman di lapangan. Dan itulah level permainan di kelas Grand Slam,” ujar Christo melengkapi.

Baca juga: Christo/Hsieh langsung tumbang di Gstaad

Ingin regenerasi, Christopher Rungkat dirikan CBR Foundation

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Berdych catat kemenangan pertama dalam enam bulan

Jakarta (ANTARA) – Petenis Ceko Tomas Berdych mencatat kemenangan pertamanya dalam enam bulan dengan mengalahkan Andreas Seppi 6-1, 3-6, 6-3 pada putaran pertama turnamen ATP Winston-Salem Open di North Carolina, AS, pada Minggu (Senin WIB) .

Berdych yang absen empat bulan sebelum Wimbledon karena mengalami cedera punggung, sudah tidak pernah mencatatkan kemenangan lagi sejak Februari lalu di Dubai.

Melawan Seppi yang asal Italia, Berdych mencetak delapan ace dan mencuri angka dari servis lawannya itu lima kali saat pertandingan beralih momentum.

Berdych, salah satu yang empat petenis yang mendapat wild card pada turnamen itu, melaju dengan keunggulan 5-0 pada set pertama, namun kemudian harus bertarung saat Seppi bangkit untuk merebut set kedua sebelum Berdych membalas kembali pada set penentuan.

Berdych kini akan menghadapi petenis unggulan kedelapan Filip Krajinovic asal Serbia pada putaran kedua.

Pada pertandingan lain, petenis Belanda Robin Haase mengalahkan petenis Amerika Serikat Denis Kudla 6-4, 7-6(3).

Petenis Afrika Selatan Lloyd Harris menundukkan petenis Spanyol Jaume Munar 7-6(5) 4-6 6-1. Petenis India Prajnesh Gunneswaran mengalahkan petenis Jerman Cedrik-Marcel Stebe 6-3 6-4, dan petenis Rumania Marius Copil menyingkirkan petenis Denmark Martin Klizan 6-4, 3-6, 6-3.

Mantan petenis nomor satu dunia Andy Murray akan memainkan pertandingan pertamanya melawan petenis Amerika Serikat Tennys Sandgren pada Senin.

Juara Grand Slam tiga kali itu sebelumnya menelan kekalahan pada putaran pertama dari Richard Gasquet pada turnamen Cincinnati Masters pekan lalu, demikian dilaporkan Reuters.

Pewarta: Irwan Suhirwandi
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Medvedev kalahkan Goffin untuk juarai Cincinnati Masters

Jakarta (ANTARA) – Petenis Rusia Daniil Medvedev merebut gelar pertamanya pada turnamen tingkat Masters 1000 setelah mengalahkan David Goffin 7-6(3), 6-4 pada pertandingan final Cincinnati Masters, Minggu (Senin WIB).

Medvedev berhasil keluar dari dua break point saat memegang servis dalam kedudukan 5-4 pada set kedua, sebelum memenangi empat poin berikutnya, tiga di antaranya dengan ace, untuk menyudahi perlawanan petenis Belgia tersebut.

Gelar ini merupakan yang kedua pada tahun ini bagi Medvedev, yang pada dua hari Minggu sebelumnya gagal merebut gelar setelah pada final dikalahkan oleh Nick Kyrgios di Washington dan oleh Rafa Nadal di Montreal.

“Tidak akan baik jika saya kalah pada tiga final secara beruntun, sehingga ini melegakan dan saya sangat senang,” kata Medvedev dalam wawancara di sisi lapangan dengan ESPN setelah bermain pada pertandingan ke-16 dia dalam 20 hari.

“Saya mulai merasakan kram saat kedudukan 5-3 (set kedua), pertama kali dalam tiga pekan saya mulai kram, mungkin karena tegang dan ini sudah 24 hari berturut-turut saya bermain tenis.”

“Saya mulai kram cukup keras, jadi pada gim terakhir,15-40, saya tahu jika kedudukan lima sama, saya dalam posisi yang buruk.”

“Saya melakukan empat servis yang tidak bisa dikembalikan dan tiga diantaranya dengan ace. Ini sulit dipercaya,” kata Medvedev.

Tekanan terlihat dalam pertandingan final tersebut saat Medvedev melemparkan raket ke tanah setelah kehilangan poin, tapi ledakan amarahnya itu hanya berlangsung sesaat dan dia dengan cepat menyusun kembali permainannya untuk merebut gelar kelimanya dalam dua tahun, demikian dilaporkan Reuters.

Pewarta: Irwan Suhirwandi
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Madison Keys rebut gelar juara Cincinnati Masters

Jakarta (ANTARA) – Petenis putri Amerika Serikat Madison Keys bangkit dari ketertinggalan pada setiap set untuk mengalahkan petenis Rusia Svetlana Kuznetsova sekaligus merebut gelar juara turnamen Cincinnati Masters pada Minggu (Senin WIB).

Dalam pertandingan final tersebut, Keys merebut kemenangan 7-5, 7-6(5) yang akan menambah kepercayaan dirinya menghadapi turnamen US Open akhir bulan ini sebagai petenis peringkat 10 dunia.

Pada kedua set, finalis US Open 2017 itu tertinggal 3-5 sebelum bangkit untuk meraih kemenangan.

Keys memenangi empat gim secara beruntun untuk balik memenangi set pertama dan dia membutuhkan tiebreak untuk merebut set kedua.

Gelar tersebut merupakan yang keempat secara beruntun di lapangan keras bagi petenis unggulan ke-16 tersebut dan merupakan gelar kelima selama karier petenis berusia 24 tahun itu.

Kuznetsova yang dua kali menjadi juara Grand Slam memegang servis untuk menutup pertandingan set pertama, namun Keys berhasil menahannya sebelum memenangi empat gim beruntun.

Pada set kedua Kuznetsova yang berusia 34 tahun mencuri angka dari servis Keys pada gim ketiga dan melaju untuk meraih keunggulan 3-1.

Tapi Keys yang sempat tertinggal 3-5 kemudian bangkit lagi memenangi tiga gim beruntun untuk berbalik unggul 6-5.

Kali ini Kuznetsova yang melakukan perlawanan dengan memaksakan tiebreak saat bola menyentuh ujung net dan bergulir jatuh ke lapangan lawan.

Kuznetsova mencapai kedudukan 4-4 dalam tiebreak, namun kemudian gagal dalam sebuah pengembalian servis dan Keys akhirnya dapat menuntaskan pertandingan meskipun sebelumnya Kuznetsova sempat memperkecil ketinggalan 5-6.

Baca juga: Madison Keys juara Cincinnati Masters

Pewarta: Irwan Suhirwandi
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Madison Keys juara Cincinnati Masters

Jakarta (ANTARA) – Madison Keys tampil sebagai juara tunggal putri turnamen tenis WTA Cincinnati, Ohio, AS, Minggu waktu setempat, setelah mengalahkan Svetlana Kuznetsova 7-5, 7-6 (7/5).

Petenis AS finalis US Open 2017 itu membukukan trofi kelima dalam karirnya dan titel yang kedua musim ini setelah memenangi turnamen di Charleston April lalu.

“Jika tim saya memberi tahu saya pekan lalu bahwa saya bakal berada di sini, tentu saya akan tertawa di depan mereka,” kata Keys usai pertandingan final tersebut, seperti dikutip AFP.

Dengan keberhasilan itu Keys bakal kembali masuk dalam peringkat 10 besar dunia, sepekan menjelang dimulainya turnamen grand slam US Open 2019.

Dalam pertandingan melawan Kuznetsova, dua kali juara grand slam yang sedang berjuang untuk kembali ke papan atas dunia setelah dilanda serangkaian cedera, Keys mencatat total 42 winner dengan 33 unforced errors, dan tiga kali mematahkan servis petenis Rusia itu.

Ia juga membuat 13 pukulan ace dalam kemenangan tersebut.

Baca juga: Djokovic sportif puji Medvedev layak ke final

Baca juga: Barty gagal rebut kembali posisi nomor satu dunia
 

Pewarta: Teguh Handoko
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Djokovic sportif puji Medvedev layak ke final

Cincinnati, Amerika Serikat (ANTARA) – Petenis nomor satu dunia Novak Djokovic terus-terusan ditekan pada pertandingan Sabtu malam waktu setempat atau Minggu pagi WIB oleh Daniil Medvedev sehingga menyerah 6-3, 3-6, 3-6 kepada unggulan kesembilan asal Rusia pada semifinal Cincinnati Masters.

Medvedev sama mengejutkannya dengan petenis Belgia unggulan ke-16 David Goffin yang menjungkalkan petenis Prancis Richard Gasquet 6-3, 6-4 guna mencapai final ATP Masters 1000 pertamanya.

Djokovic, juara bertahan turnamen ini yang turun lagi sejak menjuarai Wimbledon Juli silam, perlu waktu sejenak untuk merenungkan kekalahannya ini.

“Dia layak berada di final, sudah pasti, dari semua hasil yang dicapainya,” kata Djokovic seperti dikutip AFP. “Dia meretas jalannya ke lima besar. Dia jelas salah satu petenis terbaik di dunia saat ini.”

Djokovic mengaku tidak bisa berbuat lebih untuk mengatasi gaya bermain agresif Medvedev.

Baca juga: David Goffin maju ke final Cincinnati Masters

“Ketika saya kebagian memegang bola saya juga mengembalikan serve dia, tetapi anda tak bisa benar-benar memprediksi orang atau menyiapkan dirimu untuk orang lain dengan serve keras secara konsisten dari 4-3 sampai akhir pertandingan dengan hanya melakukan dua kali kesalahan ganda,” papar Djokovic.

Karena US Open semakin dekat dengan sudah mulai 26 Agustus nanti, Djokovic mengaku berusaha menarik manfaat positif dari Cincinnati.

“Hari ini saya kalah pada sebuah pertandingan tenis, tetapi saya tidak terlalu banyak melakukan kesalahan. Oleh karena itu saya menarik hikmah dan menatap New York dan berlatih baik. Saya akan bertarung memperebutkan gelar seperti dilakukan orang lain, dan saya suka peluang saya,” kata Djokovic seperti dikutip AFP.

Medvedev memenangkan 12 dari 14 poin terakhir set kedua dan kemudian memimpin 3-1 pada set kedua untuk selanjutnya memenangkan laga ini.

Baca juga: Medvedev jungkalkan Djokovic di Cincinnati Masters

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Medvedev jungkalkan Djokovic di Cincinnati Masters

Jakarta (ANTARA) – Petenis Rusia Daniil Medvedev maju ke final dengan menjungkalkan petenis nomor satu dunia Novak Djokovic dalam pertandingan berakhir 3-6, 6-3, 6-3 pada semifinal Cincinnati Masters, Sabtu (Minggu WIB).

Setelah menelan kekalahan pada set pertama, Medvedev yang menempati unggulan kesembilan memutuskan bermain tanpa beban pada pertengahan set kedua.

Setelah itu Medvedev menjadi lebih agresif dan khususnya pada servis kedua. Corak pertandingan kemudian berubah cepat saat Djokovic yang semula dominan tiba-tiba menjadi lebih rentan.

“Saya sangat lelah pada set pertama dan melawan Novak, tadinya saya berpikir tidak akan dapat menjaga intensitas,” kata petenis peringkat delapan Medvedev dalam wawancara di sisi lapangan dengan ESPN.

Baca juga: David Goffin maju ke final Cincinnati Masters

“Kemudian ada satu momentum yang berubah pada set kedua dan baru saya memulai bermain luar biasa,” katanya.

Dia meraih empat poin beruntun, termasuk satu ace pada servis keduanya untuk menghasilkan angka dam kemudian mencuri angka dari servis Djokovic pada gim berikutnya.

Medvedev, yang juga mengalahkan Djokovic pada April di Monte Carlo, akan menghadapi petenis David Goffin pada final yang akan digelar pada Minggu waktu setempat.

Final ini akan menjadi yang ketiga beruntun bagi petenis 23 tahun Medvedev, yang dikalahkan oleh Nick Kyrgios di Washington dan oleh Rafa Nada di Montreal, demikian dilaporkan Reuters.

Baca juga: Barty gagal rebut kembali posisi nomor satu dunia

Pewarta: Irwan Suhirwandi
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

David Goffin maju ke final Cincinnati Masters

Jakarta (ANTARA) – Petenis Belgia David Goffin maju ke final turnamen tingkat ATP Masters 1000 untuk pertama kalinya setelah mencatat kemenangan dua set langsung atas petenis Prancis Richard Gasquet di Cincinnati Masters pada Sabtu (Minggu WIB).

Petenis yang menempati unggulan ke-16 tersebut meraih kemenangan 6-3, 6-4 untuk mencapai final ATP Tour dia yang ke-13. Pada final nanti dia akan menghadapi pemenang semifinal antara unggulan teratas Novak Djokovic dan Daniil Medvedev.

“Saya betul-betul bahagia. Saya telah memainkan tenis terbaik di sini dalam beberapa tahun lalu. Ini momen luar biasa bagi saya,” kata Goffin seperti dilaporkan Reuters.

Goffin merebut angka dari servis lawan yang membuat dia berhasil unggul 4-1 dengan sebuah pukulan backhand yang tidak tertahan pada set pertama.

Baca juga: Cedera di Cincinnati, Osaka terancam absen di US Open

Gasquet sempat mencatat keunggulan 2-0 pada set kedua, namun Goffin kemudian memenangi lima dari enam gim berikutnya.

Goffin memenangi set sekaligus pertandingan saat pukulan backhand Gasquet memanjang keluar lapangan.

Goffin sebelumnya mendapat kemenangan walkover pada semifinal setelah lawannya, Yoshihito Nishioka, terpaksa mengundurkan diri karena keracunan makanan.

Baca juga: Djokovic tundukkan Pouille untuk capai semifinal Cincinnati

Pewarta: Irwan Suhirwandi
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Barty gagal rebut kembali posisi nomor satu dunia

Jakarta (ANTARA) – Petenis Australia Ashleigh Barty kehilangan kesempatan merebut kembali posisi nomor satu dunianya setelah di luar dugaan dikalahkan dua set langsung oleh petenis Rusia Svetlana Kuznetsova pada semifinal Cincinnati Masters pada Sabtu (Minggu WIB).

Barty yang menempati unggulan teratas sebelumnya akan dapat menggeser Naomi Osaka yang cedera sebagai petenis nomor satu dunia jika dia dapat memenangi pertandingan tersebut.

Tapi kenyataannya Barty kesulitan menemukan ritme permainan servisnya saat dia akhirnya menelan kekalahan 2-6, 4-6 dengan sempat kehilangan delapan gim beruntun dari lawannya yang asal Rusia itu.

Kuznetsova yang menempati peringkat 153 itu selanjutnya akan menghadapi petenis Amerika Serikat Madison Keys untuk memperebutkan gelar juara pada final yang akan digelar Minggu waktu setempat.

Key yang menempati unggulan ke-16 mengalahkan petenis senegaranya Sofia Kenin 7-5, 6-4 pada pertandingan semifinal mereka.

Petenis berusia 34 tahun Kuznetsova yang memenangi US Open 2004 dan French Open 2009 telah berjuang dengan cedera selama kariernya, tapi sekarang pada turnamen ini dia secara beruntun berhasil mengalahkan unggulan kedelapan Sloane Stephens, unggulan ketiga asal Ceko Karolina Pliskova, dan terakhir Barty.

Baca juga: David Goffin maju ke final Cincinnati Masters

“Luar biasa bisa kembai bermain di lapangan utama,” kata Kuznetsova seperti dilaporkan Reuters.

Dia memasuki turnamen di Cincinnati itu sebagai petenis yang mendapatkan wild card setelah memenangi dua pertandingan di Toronto. Masalah visa AS membuat dia tidak bisa mempertahankan gelar Washington DC.

Sementara itu, Madison Key mencatat 41 winner, mencetak 14 ace, dan memenangi 80 persen servis pertamanya untuk mencapai final pertamanya di lapangan keras dalam dua tahun terakhir.

Finalis US Open 2017 itu sempat meraih keunggulan 5-2 pada set pertama sebelum Kenin bisa lolos dari satu set poin dan memenangi tiga gim beruntun untuk menyamakan kedudukan 5-5. Key kemudian memenangi set pertama itu dengan merebut dua gim berikutnya.

Pada set kedua, Key dua kali kehilangan angka dari servisnya, tapi kemudian bangkit untuk memenangi tiga gim terakhir untuk merebut kemenangan pertandingan tersebut.

Baca juga: Cedera di Cincinnati, Osaka terancam absen di US Open

Pewarta: Irwan Suhirwandi
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Djokovic tundukkan Pouille untuk capai semifinal Cincinnati

Jakarta (ANTARA) – Novak Djokovic tundukkan Lucas Pouille dengan skor 7-6 (7/2), 6-1 pada babak delapan besar, Jumat (Sabtu WIB) untuk semakin dekat meraih gelar kedua beruntun pada ATP Cincinnati Masters.

Dikutip dari AFP, Minggu, unggulan teratas itu, memenangi pertandingan ke-15 dari 16 laga terakhirnya saat ia mengalahkan petenis Prancis itu untuk kedua kalinya musim ini setelah kemenangan di semifinal Australia Open.

Baca juga: Djokovic awali upaya pertahankan gelar Cincinnati dengan mulus

Djokovic akan bertanding untuk memperebutkan tempat di final, Sabtu waktu setempat, melawan petenis Rusia Daniil Medvedev, finalis yang kalah pekan lalu di Kanada melawan Rafael Nadal.

“Saya kira ia bermain sangat baik sepanjang set pertama. Kami berdua mempertahankan service games kami dengan cukup nyaman sampai tiebreak dan kemudian saya hanya bertahan, sangat fokus, tidak menurunkan level saya. Dia juga,” kata Djokovic dikutip laman ATP Tour.

“(Ia) melakukan kesalahan ganda dan pukulan forehand-nya meleset dan pasti itu membuatnya kehilangan tiebreak.”

Semifinal lainnya mempertemukan Richard Gasquet dari Prancis dengan petenis Belgia David Goffin.

Baca juga: Cedera di Cincinnati, Osaka terancam absen di US Open

Baca juga: Barty bangkit untuk balik kalahkan Maria di Cincinnati

Ingin regenerasi, Christopher Rungkat dirikan CBR Foundation

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Cedera di Cincinnati, Osaka terancam absen di US Open

Cincinnati, Amerika Serikat (ANTARA) – Naomi Osaka, di tengah waktu ke US Open tinggal sebelas hari lagi, mundur tidak melanjutkan pertandingan akibat cedera lutut sewaktu melawan Sofia Kenin pada perempat final turnamen Cincinnati Masters, Sabtu dini hari WIB.

Bintang Jepang yang Senin pekan ini mendapatkan kembali status nomor satu dunia, sedang memaksakan set ketiga melawan Kenin dan tengah mengambil serve pada kedudukan tertinggal 0-1 pada set ketiga.

Pada kedudukan itu Osaka memanggil pelatihnya karena cedera.

Dia diperiksa selama hampir 10 menit dan setelah lututnya dibalut Osaka berusaha bermain kembali. Tetapi setelah pergerakannya terganggu oleh cedera, dia pun memutuskan mundur sehingga Kenin dinyatakan menang dengan 6-4, 1-6, 2-0.

Kenin akan menghadapi Venus Williams atau Madison Keys pada semifinal untuk memperebutkan satu tempat ke final turnamen ini, demikian AFP.

Baca juga: Barty bangkit untuk balik kalahkan Maria di Cincinnati

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Barty bangkit untuk balik kalahkan Maria di Cincinnati

Cincinnati, Amerika Serikat (ANTARA) – Petenis Australia Ashleigh Barty untuk kedua kalinya bangkit dari ketertinggalan untuk menang 5-7, 6-2, 6-0, melawan Maria Sakkari pada WTA Cincinnati Masters pada Sabtu din hari.

Barty akan kembali ke posisi nomor satu dunia jika maju ke final setelah merebut satu tempat semifinal melawan unggulan ketiga dari Ceko Karolina Pliskova atau petenis Rusia Svetlana Kuznetsova, Minggu dini hari esok.

Pada babak sebelumnya Barty juga bangkit setelah menyerah pada set pertama untuk balik mengalahkan Anettt Kontaveit. Tetapi juara French Open ini tidak mempedulikan peringkat, melainkan berkonsentrasi kepada permainannya.

“Saya masuk semifinal pertama kali di sini. Saya sama sekali tidak memikirkan peringkat,” kata dia seperti dikutip AFP.

Baca juga: Osaka ke perempat final Cincinnati Masters

Dia mengungkapkan jika dia bisa memenangkan pertandingan, maka peringkat sudah pasti mengikuti kemenangan itu. “Saya senang berada di teritori baru di sini di Cincinnati.”

Sakkari dari Yunani mendominasi set pertama dengan bangkit setelah tertinggal 2-5 pada set pertama dengan memenangkan 14 dari 16 poin terakhir untuk menyapu set ini.

Tetapi Barty bangkit pada dua set berikutnya setelah bermain lebih sabar pada set kedua dan ketiga serta melepaskan serve dengan lebih baik.

Barty mengalahkan Sakkari dengan 29 winner dan merebut enam break dari 14 peluang dalam waktu satu jam 45 menit.

Baca juga: Tersingkir di Cincinnati, Federer fokus US Open

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Osaka ke perempat final Cincinnati Masters

Jakarta (ANTARA) – Petenis putri nomor satu dunia Naomi Osaka lolos ke babak perempat final turnamen tenis Cincinnati Masters, setelah dengan susah payah mengalahkan Hsieh Su-Wei 7-6(3) 5-7 6-2, Kamis (Jumat pagi WIB).

Osaka yang dikalahkan Hsieh pada Miami Open Maret lalu, sebelumnya memang mengakui bahwa ia sudah meramal bakal mendapat perlawanan keras dari petenis Taiwan itu.

Namun, dalam pertandingan tersebut Osaka tampil lebih siap. Ia mencatat 15 ace dan lima kali mematahkan servis lawannya.

Pada babak perempat final petenis Jepang itu akan ditantang Sofia Kenin dari Amerika Serikat, yang berhasil menyingkirkan unggulan ketujuh Elina Svitolina 6-3 7-6(3).

“Saya merasa sudah tampil dengan baik. Saya tahu kami selalu harus lewati pertandingan yang panjang, jadi saya sudah memperkirakan situasi ini tidak akan berbeda,” kata Osaka seperti dikutip Reuters.

Sementara itu, pada pertandingan tunggal putri lainnya di babak 16 besar, unggulan pertama Ashleigh Barty juga harus melalui pertarungan keras untuk mengalahkan Anett Kontaveit 4-6 7-5 7-5.

Barty, juara French Open 2019, bermain selama lebih dari dua jam untuk mengatasi perlawanan petenis Estonia itu.

Di perempat final Barty akan menghadapi Maria Sakkari yang menyingkirkan Aryna Sabalenka 6-7(4) 6-4 6-4 dalam laga di bawah cuaca panas dan lembab itu.

Perempat finalis lainnya adalah Venus Williams yang berhasil mengalahkan petenis Kroasia Donna Vekic 2-6 6-3 6-3.
 

Ingin regenerasi, Christopher Rungkat dirikan CBR Foundation

Pewarta: Teguh Handoko
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tenis Cincinnati Masters: Andrey Rublev kalahkan Federer

Petenis Swiss Roger Federer melakukan service bola ke arah lawannya petenis Rusia Andrey Rublev dalam pertandingan putaran ketiga Turnamen Tenis Cincinnati Masters, di Mason, Ohio, AS, Kamis (15/8/2019).  Andrey Rublev  berhasil menumbangkan Federer dua set langsung  6-3 dan 6-4. ANTARA FOTO/Reuters-Aaron Doster-USA TODAY Sports/hp.

Tersingkir di Cincinnati, Federer fokus US Open

Jakarta (ANTARA) – Petenis Swiss Roger Fecerer akan fokus menghadapi turnamen grand slam US Open di New York mulai 26 Agustus mendatang, setelah tersisih di babak 16 besar Cincinnati Masters, Jumat.

Juara grand slam 20 kali itu juga mengatakan bahwa ia bersama timnya akan membuat program persiapan untuk menghadapi turnamen US Open ini

“Saya tentunya akan punya waktu lebih banyak. Saya akan melakukan persiapan — tentunya itu yang diperlukan menjelang US Open. Saya buat simple saya, tapi yang jelas saya harus berusaha keras,” kata Federer, seperti dikutip AFP, setelah dikalahkan Andrey Rublev.

Juara gran slam 20 kali itu juga mengatakan bahwa ia bersama timnya akan membuat program persiapan untuk menghadapi turnamen US Open ini.

Federer yang pekan lalu genap berusia 38 itu terlihat cukup matang dalam menghadapi berbagai situasi, termasuk ketika ia harus menerima kekalahkan mengejutkan dari petenis Rusia peringkat 70 dunia itu dalam waktu kurang dari satu jam — kekalahan tercepat yang dialaminya sejak di Sydney tahun 2003.

“Bagi saya yang terpenting adalah saya tidak mengalami cedera dan tetap merasa baik, apa pun hasil pertandingan pekan ini,” katanya.

Federer terakhir menjuarai US Open pada 2008, yang merupakan kesuksesan kelima berturut-turut di turnamen grand slam tersebut.

Baca juga: Federer tumbang di Cincinnati Masters

Baca juga: Federer raih kemenangan perdana di Cincinnati 2019
 

Pewarta: Teguh Handoko
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Federer tumbang di Cincinnati Masters

Jakarta (ANTARA) – Roger Federer tumbang di putaran ketiga turnamen Cincinnati Masters, AS, setelah dikalahkan Andrey Rubley 6-3, 6-4 Kamis (Jumat pagi WIB).

Petenis Swiss juara Cincinnati Masters tujuh kali yang pekan lalu genap berusia 38 tahun itu tidak mampu menunjukkan penampilan impresif sejak kalah di final Wimbledon dari Novak Djokovic tahun ini.

Rublev, petenis Rusia berusia 21 tahun, menyatakan terkejut bisa menumbangkan juara grand slam 20 kali itu.

“Ada perasaan luar biasa saat kita bermain dengan lawan seorang legenda seperti Roger. Paling tidak 99 persen penonton mendukungnya,” kada Rublev seperti dikutip AFP.

“Tadi saya hanya mencoba melakukan yang terbaik. Saya berkata pada diri sendiri bahwa saya perlu memburu setiap angka hingga akhir pertandingan. Apa pun situasinya, tetap berusaha,” katanya.

Sementara itu bagi Federer yang dalam turnamen ini sebagai unggulan ketiga, kalahan dari petenis peringkat 70 dalam waktu sekitar satu jam itu, merupakan kekalahan yang ke-10 setelah 47 kali kemenangan di turnamen Cincinnati ini.

“Ia tampil sangat bersih, dalam bertahan, servis, dan menyerang. Dia tidak memberi saya kesempatan. Jadi lagi ini memang berat bagi saya tapi bagus bagi dia. Saya terkesan,” kata Federer yang selanjutnya akan bersiap ke turnamen grand slam US Open akhir bulan ini.

Baca juga: Federer raih kemenangan perdana di Cincinnati 2019

Baca juga: Posisi “Big Titles” Federer terancam Djokovic

Pewarta: Teguh Handoko
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Barki/Ruan melaju ke semifinal Combiphar Tennis Open

Jakarta (ANTARA) – Duet petenis beda negara Justin Barki (Indonesia) dan Ruan Roelofse (Afrika Selatan) berhasil melaju ke babak semifinal nomor ganda pekan kedua Combiphar Tennis Open 2019 yang digelar di Hotel Sultan Jakarta, Kamis.

Pada babak perempat final, pasangan unggulan ketiga itu menang atas Phuong Van Nguyen (Vietnam)/Kasidit Samrej (Thailand) dalam laga straight set 6-1 6-1.

“Bersyukur bisa maju ke empat besar, namun saya tak menyangka bakal menang dalam waktu relatif cepat,” ujar Justin usai laga ganda berdurasi 41 menit tersebut.

Pada semifinal, Jumat (16/8), Justin/Ruan akan meladeni pasangan Non Sedeed Jonathan Gray (Inggris)/Karunuday Singh (India) yang menang atas Ray Ho (Taiwan)/Jumpei Yamasaki (Jepang) 6-3 7-6(6).

“Saya harus waspada dengan servis pertama mereka, karena baik Gray maupun Singh sama kerasnya. Namun tetap saja partai ganda tetaplah tidak bisa diprediksi hasil akhirnya,” ujar Justin.

Sementara wakil Indonesia lain, Anthony Susanto dan David Agung Susanto, kandas di tangan unggulan keempat, Hiroyasu Ehara/Sho Shimabukuro asal Jepang, pada babak delapan besar turnamen berlabel ITF World Tennis Tour ini. Anthony/David yang dipersiapkan untuk SEA Games 2019 itu kalah 5-7 1-6.

Hingga pekan kedua kejuaraan berhadiah total 15.000 dollar AS atau sekitar Rp 210 juta per pekan ini, hasil yang diraih Justin Barki dengan melangkah ke semifinal ganda merupakan prestasi terbaik wakil tim Merah Putih selama penyelenggaraan kejuaraan ini.

Sebelumnya, wakil Indonesia, baik ganda maupun tunggal selalu kalah dalam babak 16 besar hingga 8 besar.

Ingin regenerasi, Christopher Rungkat dirikan CBR Foundation

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Barty kalahkan Sharapova di Cincinnati Masters

Jakarta (ANTARA) – Petenis unggulan teratas Ashleigh Barty mengatasi awal yang lambat sebelum mengalahkan Maria Sharapova 6-4, 6-1 pada pertandingan putaran kedua turnamen Cincinnati Masters pada Rabu (Kamis WIB).

Juara French Open Barty melakukan kesalahan ganda yang memberi Sharapova keunggulan 2-1 pada set pertama dan itu terlihat seperti akan terjadi kejutan dalam pertandingan antara dua mantan petenis nomor satu dunia tersebut.

Tapi kemudian Sharapova melakukan enam kesalahan ganda dan menyia-nyiakan enam dari tujuh peluang break point.

“Secara keseluruhan tadi itu penampilan yang cukup bersih,” kata Barty

“Sulit untuk bertanding melawan pemain seperti Maria. Dia pemain luar biasa, dia tahu bagaimana bertarung dan dia membuat anda meraih setiap poinnya.”

“Jadi saya sangat senang dengan cara saya dapat bertahan di sana hari ini dan memenangi beberapa poin penting itu,” kata Barty.

Barty mencuri angka servis lawan pada set kedua saat dia melepaskan forehand silang untuk membuka keunggulan 2-0.

Sharapova memberi perlawanan keras pada gim berikutnya dengan memaksakan empat deuce namun tidak berhasil mencuri angka servis. Setelah itu Barty melaju untuk menyelesaikan pertandingan, memenangi 11 dari 13 gim terakhir.

Barty pada pertandingan selanjutnya akan menghadapi Anett Kontaveit, yang menundukkan petenis muda Polandia Iga Swiatek dalam dua set langsung.

Baca juga: Sharapova bertemu Barty pada babak kedua Cincinnati

Pada pertandingan lain, juara Wimbledon Simona Halep bekerja keras mengalahkan Ekaterina Alexandrova 3-6, 7-5, 6-4 untuk melaju ke putaran ketiga.

Halep menelan kekalahan set pertama dan kemudian tertinggal 4-5 pada set kedua, namun bangkit dan memenangi tiga gim berikutnya, serta menaikkan level permainannya pada set penentuan.

Pertandingan tersebut merupakan yang pertama bagi Halep sejak menarik diri dari pertandingan perempat final Rogers Cup pada Jumat pekan lalu karena masalah pada achilles, tapi dia terlihat bisa bergerak dengan baik dalam pertandingannya melawan petenis Rusia itu.

Halep yang menempati unggulan keempat sedang mengincar gelar pertama pada turnamen tersebut setelah tiga kali menempati posisi kedua pada 2015, 2017, dan 2018.

“Saya merasa percaya diri setiap kali saya datang ke sini, tapi kondisinya sangat berat. Lapangan sangat cepat,” kata petenis asal Rumania itu.

Petenis nomor satu dunia Naomi Osaka meningkatkan catatan kemenangannya menjadi 4-0 atas Aliaksandra Sasnovich dengan meraih kemenangan 7-6(3), 2-6, 6-2.

Osaka, yang merebut kembali peringkat satu dunia setelah Barty tersingkir dari Rogers Cup pekan lalu, mencetak 24 winner saat dia ingin mempertajam permainannya sebelum tampil di New York akhir bulan ini untuk mempertahankan gelarnya.

Unggulan ketiga Karolina Pliskova menundukkan Wang Yafan 6-1, 6-3 dan Donna Vekic menumbangkan mantan juara Victoria Azarenka 6-2, 7-5 untuk bertarung melawan Venus Williams pada pertandingan selanjutnya.

Unggulan ketujuh Elina Svitolina, unggulan kesembilan Aryna Sabalenka, dan petenis AS Madison Keys juga melaju ke babak ketiga dengan kemenangan dua set langsung, demikian dilaporkan Reuters.

Baca juga: Peringkat satu dunia Barty tersingkir pada putaran kedua Toronto

Pewarta: Irwan Suhirwandi
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Atlet putri ciptakan All Indonesia Final di soft tenis

Jakarta (ANTARA) – Atlet putri Indonesia menciptakan All Indonesia Final dalam kejuaraan The 5th Indonesia Soft Tennis Championships 2019 yang berlangsung di lapangan tenis Klub Kelapa Gading, Jakarta.

“Ini modal bagus bagi atlet putri Indonesia, semoga makin menambah rasa percaya diri mereka dalam menghadapi pertarungan utama di ajang SEA Games 2019 di Filipina, Desember nanti,” ujar tim manajer skuat Merah Putih, Hendri Susilo Pramono, Kamis.

Pada hari pertama penyelenggaraan, anggota skuat Pelatnas SEA Games 2019 yakni Voni Darlina dan Happiness Beauty Heart akan saling berhadapan di nomor tunggal.

Dalam pertandingan sebelum laga puncak, Voni membuat kejutan dengan menyingkirkan dua andalan Korea Selatan yang menjadi favorit juara dalam kejuaraan tersebut.

Pada babak perempat final, Voni menang atas Kim Hongjoo 4-2 dan membekap Han Subin di semifinal, 4-1. Sedangkan Happiness sukses menuntaskan perlawanan wakil Malaysia, Roslan Nurin di babak empat besar dengan skor akhir 4-0.
 
Di nomor tunggal putra, tuan rumah juga berhasil menempatkan satu wakilnya di final yakni Fernando Daniel Sanger. Pada laga pamungkas, prajurit Tentara Nasional Indonesia itu akan menantang andalan Korea Selatan, Jo Yeongseok.

Pertandingan final nomor tunggal, baik putra maupun putri dijadwalkan berlangsung di hari terakhir kejuaraan, Sabtu (17/8).

Sementara itu, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Marciano Norman berharap dengan digelarnya The 5th Indonesia Soft Tennis Championships ini, PP Pesti mampu mempertahankan posisi cabor ini sebagai penyumbang medali bagi kontingen Indonesia di ajang SEA Games 2019 Filipina, akhir tahun nanti.

“Semoga event ini menjadi ajang uji coba yang baik demi mewujudkan target medali pada pesta olahraga Asia Tenggara, SEA Games 2019 nanti,” kata dia.

Baca juga: Tim Soft Tenis Indonesia target raih dua emas di SEA Games 2019

Cabor soft tenis jajal lapangan

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tekuk Sasnovich, Naomi Osaka melenggang di Cincinnati Masters

Jakarta (ANTARA) – Petenis nomor satu dunia asal Jepang Naomi Osaka harus bertarung tiga set untuk melaju ke putaran ketiga turnamen WTA Cincinnati Masters pada Rabu (Kamis WIB).

Osaka yang juara bertahan turnamen US Open dan Australia Open itu membutuhkan waktu selama lebih dari dua jam untuk mengalahkan petenis Belarus Aliaksandra Sasnovich 7-6 (7/3), 2-6, 6-2.

Osaka akhirnya dapat mencetak kemenangan pada turnamen pemanasan US Open tersebut setelah menelan kekalahan pada putaran pertama setahun lalu.

Seperti dilaporkan AFP, Osaka melalui pertandingan kali ini dengan mencetak delapan ace, 24 winners, dan mencuri angka empat kali dari servis lawannya yang beberapa kali mendapat perawatan pada lututnya.

Bintang tenis asal Jepang itu pada pertandingan putaran ketiga nanti akan menghadapi petenis Taiwan Hsieh Su-Wei, yang menundukkan petenis Amerika Serikat Jennifer Brady 7-6 (11/9), 6-3.

Baca juga: Cincinnati Masters, Kei Nishikori takluk di tangan Nishioka

Baca juga: Dikalahkan petenis non unggulan, Tsitsipas terpuruk di Cincinnati

Pewarta: Irwan Suhirwandi
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dikalahkan petenis non unggulan, Tsitsipas terpuruk di Cincinnati

Dia mencuri angka servis saya dan itulah kualitas yang dia miliki

Jakarta (ANTARA) – Petenis yang tidak masuk unggulan asal Jerman Jan-Lennard Struff menjungkalkan petenis unggulan kelima asal Yunani Stefanos Tsitsipas pada putaran kedua turnamen Cincinnati Masters, Rabu (Kamis WIB).

Struff, yang belum pernah memenangi gelar ATP dalam karier tenisnya selama satu dekade, berada di atas angin pada sebagian besar pertandingan tersebut.

Dia hampir menyelesaikan pertandingan saat mendapat giliran servis pada set kedua, tapi Tsitsipas sementara bisa bertahan dengan berbalik memenangi set tersebut pada tiebreak.

Pada set penentuan Struff menolak menyerah dan kemudian merebut kemenangan 6-4, 6-7(5), 7-6(6) dan maju ke putaran ketiga untuk menghadapi unggulan kesembilan Daniil Medvedev asal Rusia, yang mengalahkan petenis Prancis Benoit Paire 7-6(2), 6-1.

“Saya memiliki kesempatan untuk mengakhiri pertandingan saat kedudukan 6-4, 5-4, tapi dia mencuri angka servis saya dan itulah kualitas yang dia miliki,” kata Struff, seperti dilaporkan Reuters.

“Kualitas yang saya miliki hari ini muncul kembali dari itu, peluang untuk memenangi pertandingan dalam dua set, kemudian saat kedudukan 6-3 dalam tiebreak (set ketiga) dan lalu dari 6-6.”

“Dia bermain sangat bagus. Saya berkata pada diri saya sendiri ‘saya harus melakukannya, jika tidak, saya tidak akan menang’.”

“Saya telah bekerja keras dengan tim saya menyangkut kebugaran saya dan itu semua akhirnya membuahkan hasil dan saya bermain dengan konsistensi yang lebih bagus,” kata Struff.

Baca juga: Cincinnati Masters, Kei Nishikori takluk di tangan Nishioka

Baca juga: Tsitsipas petenis Yunani pertama ke 16 besar Perancis Terbuka

Pewarta: Irwan Suhirwandi
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Cincinnati Masters, Kei Nishikori takluk di tangan Nishioka

Ini pertandingan yang sulit bagi saya

Jakarta (ANTARA) – Petenis Jepang Kei Nishikori disingkirkan oleh rekan senegaranya Yoshihito Nishioka dalam pertandingan yang berakhir 7-6 (7/2), 6-4 pada putaran kedua turnamen ATP Cincinnati Masters, Rabu (Kamis WIB).

Nishikori yang menempati unggulan keenam itu dikalahkan oleh petenis peringkat 77, yang berlaga pada babak utama turnamen itu melalui kualifikasi, hanya dalam waktu 90 menit.

“Ini pertandingan yang sulit bagi saya. Menurut saya dia bermain baik, melakukan servis dengan baik,” kata Nishikori seperti dilaporkan AFP.

“Saya senang bermain melawan dia untuk pertama kalinya. Bagus melihat dia semakin tangguh, menjadi matang. Dia sudah bagus, dia banyak mengembalikan bola dan memiliki pertahanan yang bagus,” katanya.

Nishikori tidak pernah berhasil melebihi putaran ketiga pada turnamen pemanasan US Open tersebut.

Nishioka pada pertandingan selanjutnya akan menghadapi petenis Australia Alex de Minaur, yang meraih kemenangan 7-6 (7/3), 6-4 atas petenis Amerika Serikat Reilly Opelka.

Baca juga: Federer khawatirkan Nishikori yang lebih segar dan kuat

Baca juga: Nishikori bersinar di Dubai saat unggulan lain berguguran

Pewarta: Irwan Suhirwandi
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Duo Susanto tantang Erasu/Shimabukuro di perempat final

Jakarta (ANTARA) – Pasangan kakak beradik Anthony Susanto dan David Agung Susanto akan menantang unggulan keempat, Hiroyasu Erasu dan Sho Shimabukuro asal Jepang di babak perempat final Combiphar Tennis Open 2019 di The Sultan Hotel, Kamis.

“Di nomor ganda, peluang untuk menang selalu terbuka. Siapa yang lebih fokus bakal keluar sebagai pemenang,” ujar Anthony, Rabu.

Anthony mengatakan di nomor ganda pertarungan selalu tak bisa diprediksi. Hal berbeda apabila dalam nomor tunggal, biasanya lawan yang memiliki pengalaman dan peringkat lebih tinggi selalu mendominasi permainan.

Sebelumnya pasangan Hiroyasu Erasu dan Sho Shimabukuro mengalahkan pasangan Indonesia M. Althaf Dhaifullah dan A. Rahman di babak 16 besar.

Baca juga: Duo Susanto menang atas Goveas/Schmid di Combiphar Tennis Open

Saat melawan pasangan asal Jepang itu, mereka telah meminta masukan dari petenis yang pernah melawan Erasu dan Shimabukuro perihal teknik dan strategi permainannya.

“Kami berupaya main lebih solid daripada babak pertama dan yakin akan melangkah ke semifinal,” kata dia.

Dalam kejuaraan Combiphar Tennis Open 2019 pekan kedua, Indonesia hanya tinggal berharap di nomor ganda setelah perwakilan di sektor tunggal harus bertumbangan.

Di babak perempat final turnamen internasional berlabel ITF World Tennis Tour itu, Indonesia menempatkan tiga petenis yaitu pasangan kakak beradik Susanto, Anthony dan David Agung serta Justin Barki yang berduet dengan Ruan Roelofse (Afrika Selatan).

Sedangkan unggulan ketiga, Justin/Ruan bakal meladeni duet petenis yunior Vietnam Phuong Van Nguyen dan Kasidit Samrej (Thailand) yang menyingkirkan petenis Pelatnas SEA Games 2019, Muhammad Rifqi Fitriadi yang berpasangan dengan Bill Duo (Amerika Serikat) di babak pertama 3-6 6-2 [7-10].

Baca juga: Justin Barki terhenti di babak pertama Combiphar Tennis Open

Ingin regenerasi, Christopher Rungkat dirikan CBR Foundation

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Justin Barki terhenti di babak pertama Combiphar Tennis Open

Jakarta (ANTARA) – Langkah petenis Indonesia Justin Barki harus terhenti lebih awal akibat kalah dari petenis asal Jepang Hiroyasu Ehara pada babak pertama kejuaraan Combiphar Tennis Open 2019 pekan kedua, Rabu.

Pria yang tidak bisa memperkuat Indonesia di SEA Games itu harus menyerah dalam laga rubber set 7-6(5) 4-6 4-6 di Hotel Sultan Jakarta.

Barki yang tampil ngotot di set pertama dan mampu meladeni permainan Ehara, tidak bisa mempertahankan penampilannya di dua set berikutnya.

Langkahnya pun harus terhenti untuk nomor tunggal dan tinggal menyisakan nomor ganda beda negara. Dalam babak perempat final nomor ganda Barki akan berduet dengan Ruan Roelofse asal Afrika Selatan.

Mereka akan berhadapan dengan duet petenis Phoung van Nguyen (Vietnam) dan Kasidit Samrej (Thailand) yang mengalahkan pasangan M. Rifqi Fitriadi dan Bill Duo (Amerika Serikat) 6-3 2-6 (7-10) pada Kamis (15/8).

Satu wakil Indonesia nomor tunggal lainnya Ari Fahresi harus mengakui ketangguhan Seeded keenam, Matthew Romios asal Australia, dalam game dua set 4-6 1-6.

Pada partai sebelumnya wakil Indonesia nomor tunggal M. Rifqi Fitriadi harus menyerah atas unggulan India Sureshkumar 6-7(9-11) 6-4 4-6 pada Selasa.

Dengan kekalahan yang diderita seluruh nomor tunggal ini, otomatis tidak ada wakil sektor tunggal Indonesia yang melaju ke babak berikutnya dalam kejuaraan dengan total hadiah 15.000 dolar AS atau Rp21 juta ini.

Baca juga: PP Pelti tak bebankan atlet juara di Combiphar Tennis Open

Baca juga: Wakil Indonesia gagal bersinar di Combiphar Tennis Open pekan kedua

Ingin regenerasi, Christopher Rungkat dirikan CBR Foundation

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Petenis remaja Gauff dan mantan juara Stosur dapat wildcard US Open

Jakarta (ANTARA) – Petenis remaja Amerika Serikat Cori “Coco” Gauff dan mantan juara Samantha Stosur termasuk di antara para petenis yang memperoleh wildcard ke babak utama US Open yang akan dimulai akhir bulan ini, kata penyelenggara, Selasa (Rabu WIB).

Gauff (15), mengejutkan para pemain dan penonton ketika ia melakukan debutnya pada babak utama Grand Slam di Wimbledon tahun ini, mencapai putaran keempat dimana ia dikalahkan oleh Simona Halep yang akhirnya menjadi juara.

Gauff, finalis termuda pada nomor tunggal putri junior US Open pada 2017 di usia 13, adalah salah satu dari lima remaja yang mendapat wildcard di Flushing Meadows.

Baca juga: Coco Gauff pantang menyerah

Baca juga: Coco Gauff ingin tetap selesaikan sekolah

Dikutip dari Reuters, petenis Amerika Caty McNally, Whitney Osuigwe dan Katie Volynets (semuanya berusia 17 tahun) dan petenis Prancis berusia 16 tahun Diane Parry, yang menjadi pemain termuda pada dekade ini yang memenangi pertandingan babak utama pada French Open Mei lalu, juga memperolehnya.

Petenis Australia Stosur, juara US Open 2011, akan tampil untuk ke-15 kalinya pada babak utama. Pemain berusia 35 tahun, yang terakhir mencapai semifinal tunggal Grand Slam pada 2016 di Roland Garros itu, juga juara pada nomor ganda di New York pada 2005.

“Parry dan Stosur memperoleh entri melalui pengaturan wildcard timbal balik USTA dengan Federasi Tenis Prancis dan Tennis Australia,” kata penyelenggara dalam pernyataannya.

Petenis Amerika Jack Sock menjadi berita utama kelompok tunggal putra penerima wildcard.

Petenis berusia 26 tahun, yang absen selama enam bulan setelah mengalami cedera ibu jari pada Australia Open tersebut, berupaya menjaga untuk selalu bermain pada babak utama US Open sejak 2010.

Baca juga: Petenis remaja Cori “Coco”Gauff kejutkan ayahnya di Wimbledon

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Federer raih kemenangan perdana di Cincinnati 2019

Jakarta (ANTARA) – Petenis Swiss Roger Federer menundukkan petenis Argentina Juan Ignacio Londero 6-3, 6-4, Selasa (Rabu WIB) untuk meraih kemenangan pada pertandingan pertamanya yang terganggu hujan pada turnamen ATP Cincinnati Masters.

Petenis unggulan ketiga, yang tujuh kali juara di Ohio itu, terakhir bertanding bulan lalu ketika kalah pada final Grand Slam Wimbledon oleh Novak Djokovic.

Namun, ia tidak menunjukkan tanda-tanda kurang baik dalam penampilannya dan setelah cuaca memaksa pertandingan dihentikan satu jam ketika Federer memimpin satu set dan imbang 2-2 pada set kedua, juara 20 kali Grand Slam itu bangkit untuk menyudahi permainannya pada match point kedua.

Selanjutnya, Federer akan melawan pemenang laga antara rekan senegaranya Stan Wawrinka melawan Andrey Rublev dari Rusia.

Sebelumnya, Wawrinka menang 5-7, 6-4, 7-6(4) atas Grigor Dimitrow, sedangkan Rublev menyisihkan unggulan 15 Nikoloz Basilashvili 6-7(4), 6-4, 6-2, demikian AFP.

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Venus singkirkan juara bertahan Bertens di Cincinnati

Jakarta (ANTARA) – Mantan peringkat satu dunia Venus Williams, memainkan apa yang disebutnya sebagai tenis “cerdas” untuk mengalahkan juara bertahan Kiki Bertens 6-3, 3-6, 7-6(4) pada putaran kedua Cincinnati Masters, Selasa (Rabu WIB), sebelum adiknya Serena mengundurkan diri karena masalah punggung.

Serena, yang terpaksa tidak melanjutkan pertandingan pada final Rogers Cup, Minggu, karena kejang punggung, dijadwalkan bertanding melawan Zarina Diyas pada putaran pertama dalam persiapannya mengejar gelar Grand Slam ke-24 pada US Open bulan ini.

Setelah Venus dan Bertens berbagi dua set pertama, Williams melaju untuk memimpin 3-0 pada set ketiga berkat beberapa pukulan voli yang sangat baik, namun kesulitan untuk menyingkirkan lawannya, setelah melakukan sejumlah kesalahan ketika memegang servis untuk menyudahi pertandingan pada kedudukan 5-3.

Bertens menyamakan kedudukan 5-5 dan kemudian memaksakan tiebreak dengan satu pukulan as.

Namun Williams, mengambil kendali pada tiebreak, langsung memimpin 3-0 dan 6-2 sebelum memastikan kemenangan.

“Saya hanya berusaha untuk tidak terlalu besar, karena saya bisa begitu besar dan saya punya banyak kekuatan dan tidak selalu mudah untuk mengandalikannya,” kata Williams dikutip Reuters. “Maka saya berusaha untuk bermain cerdas daripada menjadi liar, yang sangat mudah dilakukan.”

Unggulan 13 asal Jerman Angelique Kerber tersingkir dari turnamen ketika ia kalah dari petenis Estonia Anett Kontaveit 7-6(7), 6-2. Kontaveit yang berusia 23 tahun itu bangkit dari ketertinggalan 3-5 dan menyelamatkan satu poin pada kedudukan 6-5 pada set pertama melawan mantan nomor satu dunia itu.

Ia mematahkan servis Kerber dua kali untuk memenangi set kedua.

Sementara itu, petenis Swiss unggulan 12 Belinda Bencic mundur karena cedera kaki ketika ia tertinggal 4-6, 0-1 oleh Victoria Azarenka. Mantan peringkat satu dunia Azarenka selanjutnya akan menghadapi Donna Vekic pada putaran kedua setelah petenis Kroasia itu menundukkan Katerina Siniakova dari Ceko 6-4, 6-3.

Petenis Amerika Madison Keys mengalahkan Garbine Muguruza dari Spanyol 6-7(4), 7-6(5), 6-4.

Sedangkan Ekaterina Alexandrova dari Rusia tidak banyak membuang waktu untuk menang atas Carla Suarez Navarro dari Spanyol 6-4, 6-1 dalam 56 menit sementara petenis China Zheng Saisai menundukkan Viktoria Kuzmova dari Slovakia 6-3, 6-1.

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Djokovic awali upaya pertahankan gelar Cincinnati dengan mulus

Jakarta (ANTARA) – Petenis peringkat satu dunia Novak Djokovic mengawali pemanasannya menuju US Open sekaligus upaya mempertahankan gelarnya dengan mulus berkat kemenangan dua set langsung di Cincinnati, Selasa (Rabu WIB).

Juara bertahan Djokovic melakukan kesalahan ganda tiga kali saat kehilangan servisnya melawan Sam Querrey, namun dengan cepat memperbaikinya dan meraih kemenangan 7-5, 6-1 atas petenis Amerika tersebut.

“Saya mengakhiri pertandingan dengan baik meskipun awalnya tegang,” kata Djokovic, yang mematahkan servis Querrey dua kali untuk merebut set pertama kemudian melaju menuju kemenangan pada pertandingan pertamanya sejak mengalahkan Roger Federer pada final Wimbledon bulan lalu.

“Sam merasa nyaman di lapangan pada awal dan mendikte. Sulit menghadapi servis kerasnya,” kata Djokovic dikutip AFP, Rabu.

“Saya senang dengan tantangan ini, dalam kondisi cepat saya senang, saya mengatasinya. Saya mengharapkan penampilan yang lebih baik pada putaran berikutnya.”

Sebelumnya, Stan Wawrinka memenangi pertarungan putaran pertama saat ia menyingkirkan juara Cincinnati 2017 Grigor Dimitrov 5-7, 6-4, 7-6 (7/4).

Di bawah langit kelam setelah badai semalam, Dimitrov mematahkan servis pada gim ke-12 set pertama untuk memimpin.

Petenis Swiss berusia 33 tahun itu berjuang untuk bangkit dengan hanya satu break pada set kedua. Wawrinka kemudian melaju untuk memimpin 5-1 pada set terakhir, namun menyia-nyiakan dua match point pada gim kedelapan dan dipatahkan dua kali ketika melakukan servis untuk berusaha meraih kemenangan.

Wawrinka harus menahan lawannya yang berasal dari Bulgaria itu pada tiebreak set ketiga sebelum memastikan kemenangan dalam dua setengah jam melalui as ke-10nya.

Wawrinka, yang bermain pada semifinal di sini pada 2012, selanjutnya akan menghadapi petenis Rusia Andrey Rublev, yang menang 6-7 (4/7), 6-4, 6-2 atas unggulan 15 Nikoloz Basilashvili dari Georgia.

Pada pertandingan putaran pertama lainnya, semifinalis Montreal Gael Monfils kalah oleh Frances Tiafoe 6-7, (9/7), 3-6 dan David Goffin dari Belgia menundukkan Taylor Fritz dari Amerika Serikat 6-4, 4-6, 6-4.

Baca juga: Pertandingan paling seru yang dikenang Novak Djokovic

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sakit paksa Serena mundur dari Cincinnati

Jakarta (ANTARA) – Serena Williams mengundurkan diri menjelang pertandingan pertamanya pada WTA Cincinnati Masters, Selasa (Rabu WIB) karena cedera punggung, yang menjadi pukulan berikutnya bagi petenis juara 23 kali Grand Slam itu dalam persiapannya menjelang US Open.

Williams tidak melanjutkan pertandingan pada final WTA di Toronto setelah hanya bermain empat gim akibat kejang punggung, Minggu, sehingga memberikan gelar tersebut bagi petenis Kanada Bianca Andreescu.

Superstar asal AS, yang berlatih pada Selasa pagi di Cincinnati, memutuskan untuk mundur menjelang jadwal pertandingan putaran pertamanya melawan petenis kualifikasi Zarina Diyas.

“Saya datang ke Mason (Ohio) pada Minggu dan telah berusaha segalanya untuk siap bermain malam ini, dan masih berharap setelah latihan saya pagi ini,” kata Williams dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh ofisial turnamen.

“Namun sayangnya punggung saya masih belum baik.”

Ini adalah pukulan akibat cedera berikutnya bagi Serena yang sudah terhambat oleh masalah lutut pada musim ini.

Baca juga: Juara Toronto Bianca Andreescu mundur dari WTA Cincinnati

Ia sedang membidik gelar pertamanya sejak Australia Open 2017 di Toronto ketika petenis berusia 37 tahun itu mengatakan pertama kali merasa sakit punggung saat memenangi semifinal melawan petenis kualifikasi Marie Bouzkova.

Ia tertinggal 1-3 oleh Andreescu ketika ia memutuskan untuk tidak melanjutkan pertandingan pada final Minggu, dan mengatakan kepada wartawan bahwa kejang punggung adalah sesuatu yang ia hadapi sebelumnya dan kerap dengan cepat menghilang.

Namun demikian, keputusannya untuk menarik diri dari Cincinnati menjadi pertanda buruk bagi US Open yang akan dimulai 26 Agustus.

Williams, yang kalah oleh Simona Halep pada final Wimbledon Juli lalu, masih kurang satu gelar Grand Slam untuk menyamai rekor petenis Australia Margaret Court, 24 gelar.

Tempatnya di Cincinnati diganti oleh peringkat 56 dunia Jessica Pegula, yang memperoleh gelar WTA pertamanya di Washington bulan ini dengan kemenangan atas Camila Giorgi pada final.

Baca juga: Cedera paksa Serena serahkan gelar Toronto kepada Andreescu

Baca juga: Halep siap gantikan Serena jadi ratu tenis dunia

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Petenis remaja Gauff dan mantan juara Stosur mendapat wildcard US Open

Jakarta (ANTARA) – Petenis remaja Amerika Serikat Cori “Coco” Gauff dan mantan juara Samantha Stosur termasuk di antara para petenis yang memperoleh wildcard ke babak utama US Open yang akan dimulai akhir bulan ini, kata penyelenggara, Selasa (Rabu WIB).

Gauff (15), mengejutkan para pemain dan penonton ketika ia melakukan debutnya pada babak utama Grand Slam di Wimbledon tahun ini, mencapai putaran keempat dimana ia dikalahkan oleh Simona Halep yang akhirnya menjadi juara.

Gauff, finalis termuda pada nomor tunggal putri junior US Open pada 2017 di usia 13, adalah salah satu dari lima remaja yang mendapat wildcard di Flushing Meadows.

Baca juga: Coco Gauff pantang menyerah

Baca juga: Coco Gauff ingin tetap selesaikan sekolah

Dikutip dari Reuters, petenis Amerika Caty McNally, Whitney Osuigwe dan Katie Volynets (semuanya berusia 17 tahun) dan petenis Prancis berusia 16 tahun Diane Parry, yang menjadi pemain termuda pada dekade ini yang memenangi pertandingan babak utama pada French Open Mei lalu, juga memperolehnya.

Petenis Australia Stosur, juara US Open 2011, akan tampil untuk ke-15 kalinya pada babak utama. Pemain berusia 35 tahun, yang terakhir mencapai semifinal tunggal Grand Slam pada 2016 di Roland Garros itu, juga juara pada nomor ganda di New York pada 2005.

“Parry dan Stosur memperoleh entri melalui pengaturan wildcard timbal balik USTA dengan Federasi Tenis Prancis dan Tennis Australia,” kata penyelenggara dalam pernyataannya.

Petenis Amerika Jack Sock menjadi berita utama kelompok tunggal putra penerima wildcard.

Petenis berusia 26 tahun, yang absen selama enam bulan setelah mengalami cedera ibu jari pada Australia Open tersebut, berupaya menjaga untuk selalu bermain pada babak utama US Open sejak 2010.

Baca juga: Petenis remaja Cori “Coco”Gauff kejutkan ayahnya di Wimbledon

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Lanjutkan rehabilitasi lutut, Del Potro mundur dari US Open

Jakarta (ANTARA) – Juan Martin del Potro tidak akan bertanding pada US Open tahun ini karena juara 2009 itu melanjutkan pemulihannya dari cedera lutut, demikian disampaikan penyelenggara turnamen, Selasa (Rabu WIB).

Dikutip dari Reuters, Rabu, petenis Argentina itu kembali mengalami patah pada tempurung lututnya ketika mengikuti kejuaraan di Queen’s Club pada Juni lalu.

Petenis peringkat 12 dunia itu absen pada Wimbledon setelah pemeriksaan scan menunjukkan ia mengalami patah pada tempurung lutut kanannya dan harus menjalani operasi.

Sejak kemenangannya di Flushing Meadows Del Potro (30), telah menjalani tiga kali operasi pergelangan tangan kiri dan sekali pada pergelangan tangan kanannya, namun setiap kali ia harus berjuang untuk kembali ke tur.

Ia mencapai final US Open tahun lalu dan memenangi even Masters 1000 2018 di Indian Wells, tapi ia mengatakan cedera lututnya bisa berarti akhir bagi karirnya.

Del Potro akan digantikan pada babak utama di Flushing Meadows oleh petenis Amerika Denis Kudla.

Baca juga: Del Potro menuju operasi, tidak yakin apakah akan main lagi

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Wawrinka singkirkan Dimitrov di Cincinnati Masters

Jakarta (ANTARA) – Petenis Swiss Stan Wawrinka mengatasi perlawanan petenis Bulgaria Grigor Dimitrov 5-7, 6-4, 7-6(4) dalam pertandingan putaran pertama turnamen Cincinnati Masters pada Selasa (Rabu WIB).

Dimitrov bangkit dari kehilangan angka dua servisnya pada set penentuan untuk menyamakan kedudukan 5-5 dan setelah Wawrinka mencuri angka servisnya lagi, Dimitrov memaksakan tiebreak.

Petenis Swiss Wawrinka langsung meraih keunggulan 4-0 tapi Dimitrov sekali lagi melakukan perlawanan sebelum akhirnya Wawrinka menuntaskan pertandingan, demikian dilaporkan Reuters.

Pada pertandingan lain, petenis Amerika Serikat Frances Tiafoe mengalahkan petenis Prancis Gael Monfils 7-6(7), 6-3, dan petenis Kanada Denis Shapovalov bangkit dari kekalahan set pertama untuk menyisihkan petenis Portugal Joao Sousa 2-6, 6-3, 6-2.

Petenis Georgia Nikoloz Basilashvili yang menempati unggulan ke-15 dan petenis unggulan ke-16 David Goffin dari Belgia juga melaju ke babak selanjutnya.

Basilashvili menyingkirkan petenis Rusia Andrey Rublev 7-6(4), 4-6, 6-2 dan Goffin menghentikan petenis Amerika Serikat Taylor Fritz 6-4, 4-6, 6-4.

Baca juga: Kembali main tunggal, Murray menyerah di tangan Gasquet

Baca juga: Murray tak akan main tunggal di US Open

Baca juga: Sharapova bertemu Barty pada babak kedua Cincinnati

Pewarta: Irwan Suhirwandi
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tim Soft Tenis Indonesia target raih dua emas di SEA Games 2019

Jakarta (ANTARA) – Tim Soft Tenis Indonesia menargetkan bisa meraih dua emas saat penyelenggaraan SEA Games yang akan digelar di Manila, Filipina pada 30 November hingga 11 Desember 2019.

“SEA Games 2019, kami mematok target dua emas,” ujar Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Persatuan Soft Tenis Seluruh Indonesia (PP Pesti) Agus Rosadi dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan, Selasa.

Agus mengatakan untuk bisa mencapai target itu, Pesti melakukan serangkaian penyelenggaraan turnamen soft tenis untuk mematangkan atlet-atletnya.

Salah satu kejuaraan yang tengah berlangsung yakni The 5th Indonesian Soft Tennis Championships 2019 di lapangan tenis Klub Kelapa Gading, Jakarta, pada 13 hingga 17 Agustus.

Turnamen internasional itu diikuti 85 atlet dari lima negara yakni Korea Selatan, India, Jepang dan Malaysia serta tuan rumah Indonesia.

“Bagi PP Pesti, The 5th Indonesian Soft Tennis Championships ini sangat penting karena menjadi ajang uji coba tim Pelatnas Soft Tenis menghadapi multi-event SEA Games 2019,” kata dia.

Skuad tim nasional soft tenis Merah Putih terdiri dari Sunu Wahyu Trijati, Muhammad Hemat Bhakti Anugrah, Ragil Wahyudiono, Fernando Daniel Sanger dan Mario Harley Alibasa di sektor putra dengan pelatih Ferly Montolalu Qamariah.

Sedangkan di kelompok putri diisi Anadeleyda Kawengian, Voni Darlina, Salsabila Azzawah, Happines Beauty Heart, Angelica Irena Lontoh, Septi Yotje Mende, dengan pelatih Prima Simpatiaji.

Selain tim Pelatnas, perhelatan internasional ini juga diikuti oleh atlet soft tenis dari beberapa Pengurus Provinsi Pesti di Tanah Air, di antaranya DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Barat, Papua, Kalimantan Timur, Jawa Timur, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, Jambi, serta Sulawesi Utara.

“Keikutsertaan Pengprov-Pengprov itu tentu berkaitan dengan bakal digelarnya soft tenis sebagai cabang olahraga resmi dalam PON 2020 Papua,” ujar Agus.

The 5th Indonesian Soft Tennis Championships 2019 menggelar enam nomor pertandingan, yaitu tunggal, ganda dan beregu, baik putra maupun putri.

Cabor soft tenis jajal lapangan

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

PP Pelti tak bebankan atlet juara di Combiphar Tennis Open

Jakarta (ANTARA) – Pengurus Pusat Persatuan Tenis Lapangan Indonesia (PP Pelti) tak membebankan atlet yang berlaga di Combiphar Tennis Open 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, untuk keluar jadi juara.

“Ini jadi pengalaman berharga bagi para atlet kita. Yang datang ke sini rangking jauh semua. Minimal atlet bisa mendapatkan pengalaman yang baik,” ujar Ketua Umum PP Pelti Rildo Ananda Anwar di Hotel Sultan, Selasa.

Menurut dia, atlet yang berlaga dalam kejuaraan ini dipersiapkan untuk terus mengasah kemampuan jelang SEA Games 2019 di Manila, Filipina, akhir tahun nanti.

Apalagi petenis mancanegara yang ikut merupakan atlet yang memiliki peringkat lebih tinggi dibanding atlet Indonesia di ITF. Sehingga perhelatan Combiphar Tennis Open ini dianggap begitu prestisius untuk terus menambah jam terbang atlet.

“Kalau upamanya kamu tahu yang datang ini rangkingnya semua pemain bagus. Kalau kita menang itu satu prestasi,” katanya.

Selain itu, kata dia, kejuaraan ini juga untuk memantau formasi atlet yang akan diturunkan di SEA Games, terutama penentuan tim ganda dan tunggal.

PP Pelti sudah mengantongi 10 nama yang akan diturunkan di kejuaraan olahraga terbesar Asia Tenggara tersebut. Saat ini, para atlet tersebut ada yang telah mengikuti maupun yang akan berangkat ke kejuaraan dunia.

“Prisca berangkat ke Kanada, Adilla ke Cina, ini tur yang dia programkan. Bagi kita ini sebagai pengembangan mereka. Kita akan lihat siapa yang akan menjadi combipharpemain double, pemain single,” kata dia.

Baca juga: Pelti fokus fokus pembinaan petenis muda

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Duo Susanto menang atas Goveas/Schmid di Combiphar Tennis Open

Jakarta (ANTARA) – Petenis adik-kakak, David Agung Susanto dan Anthony Susanto, menang atas tim ganda beda negara Goveas (India) dan Schmid (Swiss) di babak 16 besar Combiphar Tennis Open 2019.

Dalam kejuaraan yang digelar di Hotel Sultan Jakarta pekan kedua ini, Duo Susanto menang 3-6 6-3 14-12.

Pertarungan sengit ditunjukan saat masuk tie break, terjadi susul menyusul poin. Petenis yang akan berlaga di SEA Games ini menyudahi perlawanan Goveas dan Schmid 14-12.

Atas kemenangan ini, duet Susanto melaju ke babak perempat final. Di partai perempat final mereka akan bertemu dengan pasangan asal Jepang H. Ehara dan S. Sho.

“Overall kita sudah better tinggal ngelatih kayak kekompakan, seperti service gimana, kita perbaiki kekurangan,” ujar David Agung Susanto usai pertandingan.

Menurut dia, kejuaraan Combiphar Tennis Open ini sangat berharga sebagai persiapan menuju Davis Cup dan SEA Games. Apalagi para petenis yang turun di Combiphar merupakan pemain kelas dunia, sehingga bisa jadi bahan evaluasi ke depannya.

“Karena kan ini pemainnya High Quality jadi sangat bagus untuk persiapan nanti. Kita jadi ikut terpacu untuk Catch Up. Jadi persiapan yang sangat bagus,” Anthony.

Sementara petenis tunggal Indonesia, M. Rifqi, harus menyerah di tangan petenis India Sureshkumar 6-7 (9-11) 6-4 4-6 di babak 32 besar dengan durasi pertandingan 2 jam 30 menit ini.

Ingin regenerasi, Christopher Rungkat dirikan CBR Foundation

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sharapova bertemu Barty pada babak kedua Cincinnati

Cincinnati, Amerika Serikat (ANTARA) – Maria Sharapova menyudahi perlawanan Alison Riske 6-3, 7-6(4) pada Cincinnati Masters, Senin malam waktu setempat atau Selasa pagi WIB, untuk meretas pertemuan pada babak kedua dengan petenis nomor dua dunia Ashleigh Barty yang pernah mengalahkan petenis Rusia itu pada Australia Open tahun ini.

Sharapova sempat kesulitan bermain akurat tetapi sukses melancarkan servis kencang dan membangun pertahanan yang kokoh yang menjadi kunci kembalinya dia ke turnamen ini setelah lima tahun absen.

Mantan nomor satu dunia dan juara Grand Slam lima kali itu akhirnya sukses pada match point keempat untuk membuka jalan menuju pertemuan dengan Barty yang menjadi unggulan utama turnamen ini.

Barty mengalahkan Sharapova pada babak keempat Australia Open tahun ini Januari lalu. Mereka berdua bersiap menajamkan diri demi US Open akhir bulan ini.

Baca juga: Kembali main tunggal, Murray menyerah di tangan Gasquet

Sementara itu, mantan petenis nomor satu dunia lainnya, Caroline Wozniacki, justru ambruk 4-6, 4-6 di tangan remaja Ukraina Dayana Yastremska yang baru pertama kali bermain di Cincinnati.

Johanna Konta juga tersingkir setelah takluk 3-6, 6-3, 5-7 kepada Rebecca Peterson, sedangkan Svetlana Kuznetsova menghempaskan unggulan kesebelas Anastasija Sevastova 7-6(3), 6-7(4), 6-4 untuk bertemu Yastremska pada babak kedua.

Mengutip Reuters, juara Grand Slam tujuh kali Venus Williams melalui babak pertama usai menundukkan rekan senegaranya Lauren Davis 7-5, 6-2.

Petenis Kazakhstan Yulia Putintseva dan petenis Belarus Aliaksandra Sasnovich juga melangkah ke babak kedua. Putintseva mengalahkan Jelena Ostapenko dari Latvia dengan 6-2, 7-6(3), 6-3, sementara Sasnovich membungkam Astra Sharma dari Australia dengan kemenangan 6-1, 4-6, 6-1.

Baca juga: Pertandingan paling seru yang dikenang Novak Djokovic

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pertandingan paling seru yang dikenang Novak Djokovic

Jakarta (ANTARA) – Dalam wawancara dengan Tennis TV petenis nomor satu dunia Novak Djokovic menyebut pertandingan final Wimbledon tahun ini melawan Roger Federer sebagai salah satu dari dua laga paling dikenang oleh petenis Serbia ini.

“Itu mungkin dua teratas, tiga pertandingan teratas yang saya mainkan, Final (melawan) Nadal pada Australia Open, hampir enam jam, dan yang ini melawan Roger, mungkin pertandingan yang paling memikat dan paling menyita yang saya mainkan,” kata Djokovic dalam laman Tennis World USA.

Mengenai alasan mundur dari turnamen Montreal, Djokovic mengungkapkan, “Itu keputusan yang berat. Saya senang bermain di Kanada, tetapi tim saya dan saya menganggap istirahat sepekan akan menjadi keputusan tepat agar siap untuk Cincinnati dan US Open.”

Baca juga: Kembali main tunggal, Murray menyerah di tangan Gasquet

“Saya menghabiskan waktu lebih berkualitas dengan keluarga saya sehingga rehat menjadi sangat dibutuhkan khususnya setelah turnamen yang saya jalani di Wimbledon dan final (melawan Federer) itu adalah salah satu pertandingan yang paling menyedot mental. Pertandingan final itu telah banyak menguras saya dan saya perlu istirahat setelah itu.”

Tahun lalu di Cincinnati Djokovic mencapai Career Golden Masters yang artinya dia memenangkan semua dari sembilan Masters 1000 paling tidak satu kali dalam karirnya.

“Saya sudah mencoba beberapa tahun untuk menuntaskan Masters dan saya sudah memainkan empat final di sini, dan melawan Roger, petenis paling sukses dalam turnamen ini, saya sudah pernah memainkan pertandingan terbaik dalam turnamen ini. Akan sangat melegakan jika saya bisa memainkan pertandingan tenis terbaik saya nanti di US Open dan di sisa musim.”

Baca juga: Murray tak akan main tunggal di US Open

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Murray tak akan main tunggal di US Open

Jakarta (ANTARA) – Andy Murray mengumumkan Senin waktu AS bahwa dia tak akan memainkan nomor tunggal pada US Open nanti setelah kalah dalam nomor tunggal pertamanya dalam tujuh bulan terakhir sejak Januari lalu, di Cincinnati Masters.

Petenis Skotlandia itu menyerah 4-6, 4-6 kepada Richard Gasquet yang memicu dia untuk menampik wild card tunggal putra US Open.

“Saya tidak akan memainkan nomor tunggal US Open,” kata petenis berusia 32 tahun itu seperti dikutip Reuters. “Saya merasa tidak bisa membuat keputusan itu sebelum pertandingan hari ini (melawan Gasquet).”

Baca juga: Kembali main tunggal, Murray menyerah di tangan Gasquet
Baca juga: Murray bersaudara menang di Washington Open

Tetapi dia memastikan untuk bermain pada nomor ganda putra dan ganda campuran US Open.

“Saya mungkin akan bermain di Winston-Salem,” kata dia merujuk turnamen di North Carolina enam hari ke depan. “Tapi kemungkinan besar saya hanya main ganda (putra) dan ganda campuran. Itulah yang akan saya lakukan (pula) pada US Open.”

Bermain tunggal kembali setelah tujuh bulan absen menyusul operasi pinggul, Murray masuk lapangan Cincinnati Masters dengan sambutan yang luar biasa dari penonton.

Baca juga: John Isner melangkah ke putaran kedua Cincinnati

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kembali main tunggal, Murray menyerah di tangan Gasquet

Cincinnati, Amerika Serikat (ANTARA) – Juara tiga kali Grand Slam Andy Murray mengaku baik-baik saja setelah pertandingan nomor tunggalnya yang pertama dalam tujuh bulan terakhir berakhir dengan kekalahan 4-6, 4-6 melawan Richard Gasquet pada Cincinnati Masters, Selasa pagi WIB.

“Jujur saja, saya tak begitu tahu apa yang saya harapkan,” kata Murray seperti dikutip AFP.

Murray merasa secara fisik dia baik-baik saja. “Tak ada masalah pada pinggul saya, ini hanya saya yang tak bisa menguasai bola,” sambung dia merujuk cedera yang memaksanya harus dioperasi sehingga absen lama dari lapangan tenis.

Murray bermain ganda dalam dua bulan terakhir dengan menjuarai Queen’s Club di London bersama Feliciano Lopez.

Tetapi Gasquet yang berusia 32 tahun dan juara Cincinnati 2008 serta 2011, terlalu tangguh untuk Murray yang kini berperingkat 324.

Baca juga: John Isner melangkah ke putaran kedua Cincinnati

Forehand Murray menyangkut di net untuk memberi Gasquet sebuah match point yang sukses dikonversi menjadi kemenangan oleh petenis Prancis berperingkat 56 ini ketika pengembalian servis Murray melebar ke luar lapangan dalam pertandingan yang berlangsung selama 96 menit itu.

Murray menciptakan 20 pukulan winner namun melakukan 28 unforced error.

Pada laga lain, mantan juara US Open Marin Cilic tumbang 4-6, 7-6 (8/6) di tangan Radu Albot, sedangkan Sam Querrey menantang unggulan utama Novak Djokovic pada babak kedua setelah menghempaskan petenis Prancis Pierre-Hugues Herbert 7-6 (7/2), 7-6 (7/1).

Juara tujuh kali Cincinnati, Roger Federer, baru bermain pada babak kedua melawan wakil Argentina Juan Ignacio Londero yang mengalahkan petenis Italia Matteo Berrettini 7-6 (7/3), 6-3 pada babak pertama.

Pada nomor putri, petenis Amerika Serikat Venus Williams mencapai babak kedua setelah menang 7-5, 6-2 melawan rekan senegaranya Lauren Davis.

Baca juga: Nadal babat Medvedev, juarai Masters ke-35 di Montreal

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Wakil Indonesia gagal bersinar di Combiphar Tennis Open pekan kedua

Jakarta (ANTARA) – Tiga petenis tuan rumah Indonesia penerima wild card gagal bersinar setelah mengalami kekalahan pada babak pertama kualifikasi kejuaraan Combiphar Tennis Open 2019 pekan kedua di lapangan tenis The Sultan Hotel & Residence Jakarta, Senin.

Adalah M. Ali Akbar Ramdhani, Arief Rahman dan M. Althaf Dhaifullah yang harus mengakui keunggulan peserta asal mancanegara dalam turnamen yang berhadiah total 15.000 dollar AS atau setara dengan Rp 210 juta itu.

Sebenarnya, petenis pelatnas SEA Games 2019, Anthony Susanto memiliki peluang untuk memenangi babak perdana turnamen berlabel ITF World Tennis Tour itu, setelah mengambil set pertama. Anthony bahkan sempat memimpin 5-2 di set kedua. Namun, lima kesempatan match point pun gagal dituntaskan sehingga harus mengakui keunggulan petenis Australia Aaron Addison dalam laga super tie break 7-6(5) 6-7(5) 8-10.

“Hampir semua petenis Indonesia tak hanya Anthony Susanto, tidak punya cukup jam terbang yang cukup untuk mengalami pertarungan ketat di level internasional,” kata Direktur Teknik PP Pelti, Frank van Fraaiyenhoven dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin.

Pada babak utama tunggal, Indonesia diwakili oleh Justin Barki, Ari Fahresi dan anggota Pelatnas SEA Games 2019, M. Rifqi Fitriadi yang seluruhnya memanfaatkan fasilitas wild card untuk berlaga di babak utama.

Sementara di sektor ganda, Justin Barki yang berduet dengan wakil Afrika Selatan, Ruan Roelofse menempati posisi seeded ketiga sedangkan tiga ganda Merah Putih menggunakan wild card, yakni duet keluarga Susanto, Anthony dan David Agung, M. Althaf Dhaifulah/Arief Rahman, sedangkan M. Rifqi Fitriadi berpasangan dengan wakil Amerika Serikat, Bill Duo.

Baca juga: Petenis Ukraina juara Combiphar Tennis Open pekan pertama

Baca juga: Castelnuovo/Purcell juara di Combiphar Tennis Open pekan pertama

Hasil Senin (12/8)
Babak Pertama Kualifikasi Tunggal
9-Takashi Saito (Jepang) v M. Ali Akbar Ramadhani 6-0 6-0
16-Aaron Addison (Australia) v Anthony Susanto 6-7(5) 7-6(5) [10-8]
11-Cing Yang Meng (Taiwan) v Arief Rahman 6-4 6-3
2-Rhett Purcell (Selandia Baru) v M. Althaf Dhaifullah 6-3 6-4

Jadwal Selasa (13/8)
Babak Utama
Tunggal
M. Rifqi Fitriadi v Manish Sureshkumar (India)

Ganda
Anthony Susanto / David Agung Susanto v Cheong-Eui Kim / Jung-Woon Na (Korea Selatan).
M. Althaf Dhaifullah / Arief Rahman v Hiroyasu Ehara / Sho Shimabukuro (Jepang).
Justin Barki / Ruan Roelofse (Afrika Selatan) v Seon-Yong Han / Seong-Gook Oh (Korea Selatan).

Ingin regenerasi, Christopher Rungkat dirikan CBR Foundation

Pewarta: Mochammad Risyal Hidayat
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Naomi Osaka kembail puncaki peringkat dunia WTA

Jakarta (ANTARA) – Juara AS dan Australia Terbuka Naomi Osaka kembali menempati posisi nomor satu dunia di peringkat WTA yang diumumkan Senin.

Petenis berusia 21 tahun itu dikalahkan Serena Williams di perempat final Piala Rogers pekan lalu, tetapi diuntungkan oleh kekalahan di putaran kedua mantan petenis nomor satu Ashleigh Barty dan kegagalan Karolina Pliskova untuk mencapai semifinal di Toronto.

Osaka pertama kali mencapai posisi teratas pada bulan Januari, setelah meraih juara di New York dan Melbourne, membuat sejarah sebagai pemain Jepang pertama yang mencapainya.

Setelah tujuh minggu di peringkat teratas, Barty tergelincir ke urutan kedua dan Pliskova di urutan ketiga.

Satu-satunya perubahan lain di posisi 10 besar adalah Williams, finalis di Toronto, yang naik dua posisi ke urutan delapan dengan Sloane Stephens turun peringkat.

Petenis Kanada Bianca Andreescu, yang memenangkan Piala Rogers setelah Williams mundur pada set pembuka final, naik 13 peringkat menjadi ke-14.

Berikut ini peringkat WTA pada 12 Agustus

1. Naomi Osaka (Jepang) 6.417 poin (+1)
2. Ashleigh Barty (Australia) 6,256 (-1)
3. Karolína Pliskova (Ceko) 6.185
4. Simona Halep (Rumania) 5.223
5. Kiki Bertens (Belanda) 5.120
6. Petra Kvitova (Ceko) 4.780
7. Elina Svitolina (Ukraina) 4.577
8. Serena Williams (AS) 3.995 (+2)
9. Aryna Sabalenka (Belarus) 3.565
10. Sloane Stephens (AS) 3.189 (-2)
11. Anastasija Sevastova (Latvia) 3.167
12. Belinda Bencic (Swiss) 3.008
13. Angelique Kerber (Jerman) 2.875
14. Bianca Andreescu (Kanada) 2.837 (+13)
15. Johanna Konta (Inggris) 2.695 (-1)
16. Marketa Vondrousova (Ceko) 2,652 (-1)
17. Qiang Wang (China) 2,647 (-1)
18. Madison Keys (AS) 2.557 (-1)
19. Caroline Wozniacki (Denmark) 2.537 (-1)
20. Anett Kontaveit (Estonia) 2.380 (-1)

Baca juga: Serena melaju, Osaka makin dekat ke nomor satu dunia

Baca juga: Serena dan Osaka ulangi laga final US Open di perempat final Toronto

Pewarta: Junaydi Suswanto
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Medvedev naik ke peringkat delapan dunia

Jakarta (ANTARA) – Petenis Rusia Daniil Medvedev naik ke peringkat delapan dunia yang merupakan peringkat tertinggi selama kariernya dalam daftar peringkat ATP terbaru yang dikeluarkan pada Senin.

Keberhasilan Medvedev menaikkan satu tingkat peringkatnya itu tidak lepas dari keberhasilannya mencapai final ATP Masters 1000 untuk pertama kalinya pada turnamen Rogers Cup di Montreal akhir pekan lalu sebelum akhirnya dikalahkan petenis Spanyol Rafael Nadal pada final.

Selain menempati peringkat delapan dunia, Medvedev yang berusia 23 tahun itu kini juga menjadi petenis nomor satu Rusia terbaru, menggeser Karen Khachanov, yang kini peringkatnya turun satu tingkat ke posisi sembilan dunia. Medvedev mengalahkan Dominic Thiem dan Khachanov di Montreal pekan lalu.

Dalam dua pekan terakhir ini, Medvedev memenangi delapan dari 10 pertandingan, termasuk menjadi runner-up pada turnamen Citi Open di Washington.

Pertama kali Medvedev menembus peringkat 10 dunia terjadi pada 15 Juli lalu.

Petenis lain yang juga mencapai peringkat tertingginya adalah Roberto Bautista Agut asal Spanyol yang kini peringkatnya naik dua tingkat ke peringkat 11 dunia. Petenis yang mencapai semifinal Grand Slam pertamanya di Wimbledon, mencapai peringkat tertingginya itu setelah berhasil melaju ke perempat final ATP Masters 1000 keempat selama kariernya. Bautista Agut menempati peringkat 25 pada 18 Maret tahun ini.

Berikut ini daftar 10 teratas peringkat ATP terbaru pada 12 Agustus 2019 seperti dikutip dari laman resmi ATP Tour:

1. Novak Djokovic (Serbia)
2. Rafael Nadal (Spanyol)
3. Roger Federer (Swiss)
4. Dominic Thiem (Austria)
5. Kei Nishikori (Jepang)
6. Alexander Zverev (Jerman)
7. Stefanos Tsitsipas (Yunani)
8. Daniil Medvedev (Rusia)
9. Karen Khachanov (Rusia)
10.Fabio Fognini (Italia)

Pewarta: Irwan Suhirwandi
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

John Isner melangkah ke putaran kedua Cincinnati

Jakarta (ANTARA) – John Isner menghasilkan 27 as dalam pertandingan putaran pertama melawan petenis Serbia Dusan Lajovic, Minggu waktu setempat, namun break yang tepat pada waktunya yang membuat petenis Amerika itu maju ke putaran berikutnya dengan kemenangan 7-6(3), 1-6, 7-5 pada Cincinnati Open.

Lajovic mengabaikan kekalahan pada tiebreak set pertama untuk mendominasi set kedua, memperoleh dua break dari servis Isner.

Akan tetapi, seperti disiarkan Reuters, Senin, tertinggal 5-6 pada set ketiga dan melakukan servis untuk bertahan dalam pertandingan tersebut, servis Lajovic gagal saat Isner, finalis pada turnamen tersebut pada 2013, memastikan kemenangan untuk mencapai putaran kedua.

Isner selanjutnya akan melawan salah satu antara petenis dari babak kualifikasi asal Spanyol Pablo Carreno Busta atau Gilles Simon dari Prancis.

Pertandingan pada Minggu lainnya, petenis Australia Alex De Minaur melaju dari kehilangan satu set untuk mengalahkan petenis Italia Marco Cecchinato 6-7(5), 6-1, 6-2 dan selanjutnya bertemu pemenang antara petenis Amerika Reilly Opelka dan Borna Coric dari Kroasia.

“Kemenangan-kemenangan ini sering kali merupakan yang paling penting,” kata De Minaur, yang tidak pernah kehilangan service game, kepada wartawan.

“Bisa kembali dari tidak memainkan tenis terbaik saya dan membalikkannya, saya sungguh senang memperoleh kemenangan.”

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rafael Nadal juga tarik diri dari Cincinnati Masters

Jakarta (ANTARA) – Rafael Nadal juga menarik diri dari Cincinnati Masters untuk kedua kalinya berturut-turut setelah memoles persiapan US Open-nya dengan meraih gelar Montreal, Minggu.

Sebelumnya petenis remaja Kanada Bianca Andreescu yang mencetak sejarah dengan meraih gelar WTA Toronto, Minggu atas Serena Williams juga melakukan hal yang sama.

Pengumuman yang dilakukan Nadal hanya beberapa jam setelah petenis asal Spanyol itu memenangi gelar Kanada kelima berkat kemenangan 6-3, 6-0 atas petenis Rusia Daniil Medvedev.

Baca juga: Nadal babat Medvedev, juarai Masters ke-35 di Montreal

Baca juga: Juara Toronto Bianca Andreescu mundur dari WTA Cincinnati

Dikutip dari AFP, Senin, Nadal yang kerap didera cedera itu memutuskan untuk tidak bermain lagi sebelum 26 Agustus, dimulainya US Open di New York.

“Saya sangat menyesal mengumumkan bahwa saya tidak akan bermain di Cincinnati tahun ini,” kata Nadal melalui Facebook. “Tidak ada alasan lain selain secara pribadi merawat badan saya dan berusaha untuk tetap sehat seperti yang saya rasakan sekarang.”

Nadal mengatakan, ia menjelaskan posisinya kepada direktur turnamen Cincinnati asal Brasil Andre Silva, yang ia bilang mengerti.

“Saya yakin turnamen akan berhasil dan saya berharap yang terbaik untuk dia dan timnya,” kata Nadal.

Nadal akan memasuki US Open dengan hanya satu turnamen pemanasan lapangan keras, meskipun memperpanjang rekor gelar Master 1000-nya menjadi 35.

Pengunduran dirinya yang mepet itu membuat undian Cincinnati menjadi “pincang”, karena posisi unggulan teratas Novak Djokovic dan peringkat tiga dunia Roger Federer berada di paruh atas.

Keduanya belum pernah main sejak final Wimbledon sebulan yang lalu, yang dimenangi oleh Djokovic.

Federer sedang mengejar gelar Cincinnati kedelapan sementara Djokovic adalah juara bertahan.

Baca juga: Tiga pertemuan fenomenal Federer lawan Nadal

Baca juga: Lima petenis paling sering juara Grand Slam

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Murray lawan Gasquet saat kembali bermain di nomor tunggal

Jakarta (ANTARA) – Petenis Inggris Raya Andy Murray akan melawan Richard Gasquet pada pertandingan pertamanya saat ia kembali berlaga pada nomor tunggal di turnamen Western and Southern di Cincinnati, Amerika Serikat pekan ini.

Dikutip dari laman ATP Tour, Senin, Murray yang belum bermain pada nomor tunggal sejak absen setelah menjalani operasi pinggul seusai mengikuti Australia Open Januari lalu, tampil di Cincinnati melalui fasilitasi wild card.

Baca juga: Andy Murray akan kembali main tunggal di Cincinnati

Meskipun demikian, ia sudah kembali berlaga pada nomor ganda. Ia meraih gelar di Queen’s Club di London pada nomor ganda putra berpasangan dengan Feliciano Lopez Juni lalu.

Ia juga bermain pada ganda campuran bersama Serena Williams dan ganda putra bersama Pierre-Hugues Herbert dari Prancis pada turnamen Grand Slam Wimbledon.

Baca juga: Murray dan Williams terhenti pada babak ketiga

Mantan petenis nomor satu yang saat ini berperingkat 325 dunia itu, unggul dalam rekor pertemuan (head to head) dengan petenis Prancis tersebut 8-3, dengan enam pertemuan terakhir dimenangi Murray.

Kedua petenis terakhir bertemu di perempat final Roland Garros 2016 yang dimenangi petenis asal Skotlandia itu 5-7, 7-6(3), 6-0, 6-2.

Baca juga: Andy Murray yakin bakal kembali ke puncak

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Juara Toronto Bianca Andreescu mundur dari WTA Cincinnati

Jakarta (ANTARA) – Petenis remaja Kanada Bianca Andreescu mencetak sejarah dengan meraih gelar WTA Toronto, Minggu, dan kemudian menarik diri dari Cincinanti Masters yang berlangsung pekan ini.

Petenis berusia 19 tahun yang meraih trofi ketika Serena Williams tidak mampu bermain lebih dari empat gim sebelum mengundurkan diri karena kejang punggung itu, mengatakan “Terima kasih, tetapi tidak, untuk tambahan persiapan US Open.”

Baca juga: Cedera paksa Serena serahkan gelar Toronto kepada Andreescu

Petenis Kanada pertama pada 50 tahun terakhir yang memenangi trofi di negaranya sendiri itu mengatakan ia tidak ingin mengambil risiko setelah kehilangan lebih dari dua bulan — dan Wimbledon — karena masalah bahu sebelum kembali beraksi pekan lalu.

“Saya belum pernah ke sana, makanya saya sangat kecewa harus mengundurkan diri dari turnamen tersebut,” kata Andreescu, yang memimpin 3-1 atas Williams ketika petenis juara Grand Slam 23 kali itu memutuskan tidak melanjutkan pertandingan.

“Saya benar-benar harus mendengarkan badan saya saat ini, pekan terakhir ini tidak mudah,” tambahnya setelah mengalahkan tiga petenis 10 peringkat teratas di kota asalnya itu.

Baca juga: Pemulihan cedera paksa Bianca Andreescu absen di Wimbledon

Williams (37), mengatakan ia akan berangkat ke Cincinnati sebelum memutuskan apakah ia akan main.

“Bagian yang paling membuat frustrasi adalah saya sering mengalami kejang punggung ini dalam karir saya, sebenarnya,” katanya.

“Sakit luar biasa, tapi akan hilang setelah, seperti 24, 36, mungkin 48 jam, seperti jarum jam.

“Saya melakukan perawatan berbeda-beda. Saya ambil libur satu hari. Tapi yang pasti, saya tidak punya 24 jam atau lebih untuk libur (di Toronto).

“Fase pertama sangat nyeri, ke titik di mana saya biasanya tidak bangun dari tempat tidur. Saya harus menunggu saja.”

Williams menjuarai Cincinnati pada 2014 dan 2015, namun kalah pada putaran kedua oleh Petra Kvitova tahun lalu.

Baca juga: Forbes nobatkan Serena petenis terkaya 2019

Baca juga: Serena 37 tahun terinspirasi Tiger Woods 43 tahun

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Nadal babat Medvedev, juarai Masters ke-35 di Montreal

Montreal, Kanada (ANTARA) – Rafael Nadal merampas tujuh gim terakhir ketika menang 6-3, 6-0 atas Daniil Medvedev, Minggu waktu setempat, untuk menjuarai ATP Masters 1000 ke-35 di Montreal.

Nadal yang mempertahankan gelar yang dia menangkan di Toronto tahun lalu hanya perlu waktu 70 menit untuk merebut gelar Kanada kelima dalam karirnya.

Dia menambahkan catatan gelar juara Masters 1000 sehingga kini dua gelar lebih banyak dari pada Novak Djokovic yang sudah 33 kali menjuarai Masters 1000.

Baca juga: Cedera paksa Serena serahkan gelar Toronto kepada Andreescu

Bintang Spanyol itu lebih bugar setelah petenis Prancis Gael Monfils mundur dari semifinal karena cedera pergelangan kaki Sabtu lalu.

Dia mengatasi Medvedev yang merupakan bintang baru Rusia yang sebelum ini tidak pernah berhadapan dengan sang juara Grand Slam 18 kali itu.

Nadal perlu waktu 40 menit untuk menuntaskan set pertama tetapi lebih singkat lagi pada set kedua.

Nadal pekan depan akan bertarung di Cincinnati sebelum tampil pada US Open dengan menyandang predikat unggulan kedua, demikian AFP.

Baca juga: Monfils mundur, Nadal tantang Medvedev di final Montreal
 

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Cedera paksa Serena serahkan gelar Toronto kepada Andreescu

Toronto, Kanada (ANTARA) – Serena Williams menangis ketika cedera punggung memaksanya meninggalkan arena final WTA Toronto saat pertandingan baru empat gim dimainkan, Minggu waktu setempat, sehingga gelar juara turnamen ini diserahkan kepada Bianca Andreescu.

Andreescu (19) sedang memimpin 3-1 saat jeda servis ketika juara Grand Slam 23 kali itu merasa tak bisa lagi melanjutkan bertanding.

Ketika Williams sudah pasti tak bisa melanjutkan bertanding, petenis muda Kanada itu mendekati kursi Williams untuk menenangkan petenis AS itu dan memeluknya.

Di lapangan Williams menyebut kejang punggung, namun resminya dia mundur karena cedera pungggung atasnya.

Ini pukulan besar untuk petenis berusia 37 tahun yang nyaris merebut gelar WTA ke-73-nya yang sekaligus pertamanya sejak melahirkan putrinya Olympia pada September 2017.

Dikalahkan Simona Halep pada final Wimbledon Juli lalu, pertandingan ke-24 sang petenis tahun ini dirusak oleh cedera lutut.

Baca juga: Seharusnya saya bisa tuntaskan pertandingan lebih cepat, kata Medvedev

“Saya minta maaf tidak bisa melakukannya hari ini,” kata dia kepada penonton dengan suara terbata. “Saya sudah mencoba tapi saya tak bisa melakukannya.”

“Bianca  atlet putri yang hebat. Terima kasih kepada tim saya, ini tahun yang keras, tetapi kita akan tetap lanjut.”

Hasil ini membuat Williams terus memburu gelar pertamanya sejak gelar juara Australia Open 2017.

Sejak kembali berain dia sudah mencapai final tiga Grand Slam namun belum mampu menyamai rekor 24 gelar Grand Slam petenis Australia Margaret Court.

Andreescu, yang mengalahkan petenis nomor lima dunia Kiki Bertens dan nomor tuga dunia Karolina Pliskova dalam perjalanan menjadi juara di Toronto, sekarang memiliki catatan 7-0 melawan sepuluh besar petenis dunia sepanjang karirnya.

Dia diperkirakan menembus masuk 15 besar peringkat dunia, demikian AFP.

Baca juga: Petenis Ukraina juara Combiphar Tennis Open pekan pertama

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Petenis Ukraina juara Combiphar Tennis Open pekan pertama

Jakarta (ANTARA) – Petenis asal Ukraina, Vladyslav Orlov (24), keluar sebagai juara nomor tunggal Combiphar Tennis Open 2019 pekan pertama dengan mengalahkan unggulan ketiga, Kuan-Yi Lee (Taiwan), secara rubber set 7-5 4-6 6-4.

Orlov mengalahkan Lee dalam waktu 2 jam 39 menit. Kemenangan ini membuatnya tak kuasa membendung rasa bahagia, sebab kejuaraan ini menjadi gelar tunggal pertamanya di ITF World Series Tour.

“Gelar ini sangat berarti bagi saya. Dan ini juga pertama kali saya bertanding di Jakarta,” ujar Orlov di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu.

Sebagai juara, Orlov berhak mengantongi hadiah sebesar 2.160 dollar AS atau sekitar Rp 30 juta dan tambahan 10 poin peringkat ATP berdasarkan regulasi baru turnamen internasional yang berlaku mulai pekan ini.

Namun usai final, petenis putra nomor empat di Ukraina itu tak akan ikut lagi dalam pekan kedua kejuaraan dan bergegas pulang kandang ke negeri asalnya.

“Saya tak ikut seri kedua dan ketiga di Jakarta, namun harus mengejar tampil kejuaraan selevel ini di Ukraina,” kata dia.

Combiphar Tennis Open 2019 bakal bergulir memasuki pekan kedua, mulai Senin (12/8) di arena yang sama, Hard Court The Sultan Hotel & Residence Jakarta.

Sejumlah petenis tuan rumah anggota Pelatnas SEA Games 2019 juga bakal meramaikan perhelatan yang menyediakan total hadiah 15.000 dollar AS atau sekitar Rp 210 juta per pekan ini.

Para petenis Indonesia yang akan ikut bertanding diantaranya adalah M. Rifqi Fitriadi yang mendapatkan wild card babak utama serta Anthony Susanto yang harus melalui babak kualifikasi.

“Sepertinya persaingan akan tambah ketat, karena hadir sejumlah petenis unggulan yang tidak ikut di pekan pertama, diantaranya Dayne Kelly dari Australia yang menjadi seeded teratas pekan kedua Combiphar Tennis Open 2019,” ujar Direktur Turnamen, Susan Soebakti.

Baca juga: Castelnuovo/Purcell juara di Combiphar Tennis Open pekan pertama

Baca juga: PP Pelti: Combiphar Tennis Open ajang persiapan atlet ke SEA Games
 

Ingin regenerasi, Christopher Rungkat dirikan CBR Foundation

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Seharusnya saya bisa tuntaskan pertandingan lebih cepat, kata Medvedev

Jakarta (ANTARA) – Petenis unggulan kedelapan Daniil Medvedev menang 6-1, 7-6 (6) atas Karen Khachanov dalam pertandingan sesama petenis Rusia pada semifinal Rogers Cup di Montreal pada Sabtu (Minggu WIB), tetapi dia merasa seharusnya bisa menuntaskan pertandingan lebih cepat.

“Saya bermain luar biasa, tapi ada dua momen dalam pertandingan itu yang seharusnya bisa saya menangkan dengan lebih mudah,” kata petenis berusia 23 tahun itu kepada ATP Tennis Radio, seperti dikutip Reuters.

“Saya yakin pada diri sendiri dan kemudian ada beberapa kesalahan yang seharusnya tidak saya lakukan. Akhirnya (saya membiarkan Khachanov) kembali ke dalam pertandingan,” kata Medvedev.

Medvedev kecewa telah membiarkan keuntungan satu break berlalu begitu saja dalam dua kali kesempatan pada set kedua, termasuk ketika kedudukan 5-4 saat dia mencoba menyelesaikan pertandingan dengan memegang servis.

Dia juga tidak senang ketika sudah unggul tiebreak 2-1, lawannya, Khachanov, malah dapat mencetak empat poin beruntun.

Tapi Medvedev, yang tidak pernah menelan kekalahan satu set pun dalam turnamen itu, bertarung untuk bangkit dengan menyamakan kedudukan 4-4 dan setelah dua kali kedudukan imbang lagi, dia akhirnya merebut dua poin terakhir sekaligus memenangkan pertandingan tersebut.

Pada final yang akan digelar Minggu waktu setempat, Medvedev akan menantang petenis unggulan teratas Rafa Nadal.

Nadal memenangi laga semifinal tanpa keringat setelah petenis Prancis Gael Monfils mengalami cedera dan mengundurkan diri dari pertandingan semifinal melawan petenis Spanyol tersebut.

Baca juga: Monfils mundur, Nadal tantang Medvedev di final Montreal

Baca juga: Medvedev jungkalkan unggulan kedua Thiem di Montreal
 

Pewarta: Irwan Suhirwandi
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Melaju ke final. Bianca Andreescu tantang Serena di Toronto

Ini bahkan lebih besar dibanding memenangi Indian Wells

Jakarta (ANTARA) – Petenis tuan rumah Bianca Andreescu akan melawan juara Grand Slam 23 kali Serena Williams pada final turnamen WTA Rogers Cup di Toronto, setelah keduanya memenangi laga semifinal, Sabtu waktu setempat.

Dikutip dari AFP, Minggu, petenis Kanada berusia 19 tahun Andreescu melaju ke final setelah mengalahkan Sofia Kenin dari Amerika Serikat 6-4, 7-6(7/5).

“Saya senang, dua set hari ini, tapi tidak mudah. Saya sangat gugup, dan saya merasa seperti menangis sesudahnya karena saya sangat gembira. Saya ingin katakan ini bahkan lebih besar dibanding memenangi Indian Wells,” ujar Andreescu seperti dikutip laman WTA Tour.

Sedangkan unggulan delapan Serena, memastikan tempat di final setelah berhasil mengatasi kehilangan set pertama untuk menundukkan Marie Bouzkova 1-6, 6-3, 6-3 pada babak empat besar.

Williams, yang sedang mengejar gelar pertama sejak ia memenangi Grand Slam ke-23 di Australia Open 2017, berjuang melewati tiga break point pada gim ketiga set ketiga dan mematahkan servis petenis ranking 91 Bouzkova pada gim berikutnnya untuk akhirnya memegang kendali.

Baca juga: Forbes nobatkan Serena petenis terkaya 2019

Baca juga: Halep siap gantikan Serena jadi ratu tenis dunia

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tundukkan Bautista, Monfils melaju ke semifinal Piala Rogers

Jakarta (ANTARA) – Petenis Prancis Gael Monfils menundukkan Roberto Bautista Agut dari Spanyol dengan tiebreak set ketiga sekaligus memastikan tiket semifinal dan akan menghadapi unggulan teratas Rafa Nadal dalam turnamen Piala Rogers di Montreal, Sabtu waktu setempat.

Monfils, yang sempat terganggu cedera pergelangan kaki, menang 6-4, 3-6, 7-6 (2) di babak perempat final yang membutuhkan waktu dua hari untuk menyelesaikan karena hujan.

“Sejujurnya saya tidak tahu,” kata petenis Prancis itu ketika ditanya tentang pertandingannya dengan Nadal yang dijadwalkan dua jam kemudian. “Saya pikir fisik ini belum siap.”

Namun dia mengatakan bangga dengan caranya bermain melawan Bautista Agut.

“Saya pikir saya telah menunjukkan pada hari ini bahwa saya adalah seorang pejuang. Sekarang saya berharap itu tidak terlalu buruk,” katanya sebagaimana dilansir  Reuters.

Pergelangan kaki mulai mengganggu Monfils di set kedua, tetapi setelah perawatan oleh tim fisio dia memilih untuk melanjutkan pertandingan.

Baca juga: Nadal atasi kekalahan set pembuka untuk maju ke semifinal Montreal

Baca juga: Medvedev jungkalkan unggulan kedua Thiem di Montreal

Pewarta: Junaydi Suswanto
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Monfils mundur, Nadal tantang Medvedev di final Montreal

Jakarta (ANTARA) – Mundurnya petenis Prancis Gael Monfils dari laga semifinal, Sabtu waktu setempat, membawa bintang tenis Spanyol Farael Nadal maju ke final Montreal bertemu Daniil Medvedev dari Rusia.

Juara bertahan Nadal mencapai final ATP Montreal Masters ketika Gael Monfils menarik diri dari pertandingan semifinal mereka karena cedera pergelangan kaki.

Dikutip dari AFP, Minggu, Monfils maju ke babak empat besar setelah meraih kemenangan pada laga perempat final atas Roberto Bautista Agut 6-4, 3-6, 7-6(7/2).

Monfils membutuhkan perawatan pada engkelnya dalam pertandingan tersebut, dan pihak penyelenggara kemudian mengatakan ia mengundurkan diri dari turnamen tersebut.

Unggulan teratas Nadal berpeluang mempertahankan gelarnya di Kanada jika ia berhasil menundukkan unggulan delapan Daniil Medvedev, yang menyisihkan sesama petenis Rusia unggulan keenam Karen Khachanov 6-1, 7-6(8/6).

Baca juga: Tundukkan Bautista, Monfils melaju ke semifinal Piala Rogers

Baca juga: Nadal atasi kekalahan set pembuka untuk maju ke semifinal Montreal

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019